Anda di halaman 1dari 3

ANALISA USAHA TANI

MINA PADI
Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. 116/92
Diterbitkan oleh: Balai Informasi Pertanian Irian Jaya
Jl. Yahim – Sentani – Jayapura
Irian Jaya

November 1992 Agdex: 821/112

Mina padi adalah salah satu tipe budidaya ikan di sawah dimana ikan dan padi
ditanam secara bersama-sama.

Untuk usaha ini tidak diperlukan kekhususan konstruksi sawah, hanya saja perlu
dibuatkan kemalir (caren), yaitu semacam parit disekeliling dalam petakan sawah
dengan diagonal atau menyilang pada petakan sawah. Kemalir ini berfungsi sebagai
tempat berlindung ikan dan untuk memudahkan dalam pemanenan ikan. Ukuran
lebar kemalir umumnya berkisar antara 40 - 60 cm dengan kedalaman air 40 cm.

Jenis ikan yang biasanya dipelihara dengan cara ini antara lain : ikan Mas, Karper,
Tawes, Nilem, Mujair dan Nila. Ikan mas dan Karper merupakan jenis-jenis yang
paling baik dipelihara di sawah karena ikan-ikan tersebut tumbuh dengan baik
dengan air dangkal serta tahan panas.

Penebaran ikan dilakukan setelah padi berumur 5 - 7 hari dengan lama


pemeliharaan ikan disawah sebaiknya 60 hari.

Sasaran dari usaha pemeliharaan ikan bersama padi ini adalah untuk meningkatkan
pendapatan petani, karena disamping hasil tanaman padi, diperoleh juga tambahan
hasil berupa ikan. Selain itu nilai gizi keluarga dapat terpenuhi serta resiko
kegagalan panen dapat dikurangi.

PERSYARATAN SAWAH UNTUK MINA PADI

1. Tersedianya air yang cukup serta pengairan yang baik selama


pemeliharan dilakukan, agar ikan tidak mengalami kekurangan air.
2. Sawah harus subur. Untuk itu berilah pupuk bila diperlukan.
3. Sawah harus bebas banjir.
4. Sawah mudah dikeringkan agar memudahkan perawatan tanaman
padi, juga agar memudahkan dalam pemanenan ikan nanti.
5. Tanah sebaiknya agak liat, gunanya untuk menjaga tetap tersedianya
air dalam sawah.
6. Aman dari bahaya pencurian.

Berapakah besar tambahan hasil dari pemeliharaan ikan ?


Berikut disajikan contoh perhitungan biaya dan pendapatan usaha tani mina padi ini.
I. USAHA PENBESARAN BENIH

- Jumlah benih untuk sawah 1 Ha 50.000 ekor (ukuran 1-3 cm).


- Harga benih : Rp. 25/ekor
- Panen diharapkan setelah 1 bulan pemeliharaan, pada ukuran 5-8 cm
dengan harga jual Rp. 75/ekor.
- Mortalitas 30 %
- Jumlah panen untuk 1 kali tebar = 50.000 - (30/100 x 50.000) =
35.000 ekor
- Pemberian pakan tambahan Dedak halus 2 x 3,5 kg/hari, harga dedak
Rp. 100/kg
- Selama dua bulan dapat dilakukan 2 kali penebaran untuk masa
pemeliharaan masing-masing 1 bulan.

Perhitungan

A. Biaya yang dikeluarkan


- Pembelian benih: 2 x 50.000 x Rp. 25.- = RP. 2.500.000.
- Pembelian pakan: 2 x 2 x 3,5 N 30 x Rp. 100,- = Rp. 42.000,
- Upah tenaga kerja Rp. 45.000,-
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Total biaya Rp. 2.587.000,-

B. Pendapatan
- Jumlah panen : 2 x 35.000 ekor = 70.000 ekor
- Nilai jual : 70.000 x Rp. 75, = Rp. 5.250.000,
- Keuntungan Rp. 5.250.000 - Rp. 2.587.000 = Rp. 2.663.000,-

Revenue Cost Ratio ( R/C )


5.550.000
--------------- = 2,03
2.587.000

Benefit Cost Ratio ( B/C )


2.663.000
--------------- = 1.03
2.587.000

II. USAHA PEMELIHARAAN IKAN KONSUMSI

A. Biaya yang dikeluarkan


- Benih : 5.000 x Rp. 150,- = Rp. 750.000,-
- Pelet : 2 x 12 x 60 x Rp.500,- = Rp. 720.000,-
- Upah kerja : = Rp. 45.000,-
Total biaya = Rp. 1.515.000,-

B. Pendapatan
- Jumlah berat ikan yang dipanen 4.500 ekor ukuran 1 kg = 4 ekor
4.500 x 250/1000 kg = 1.125 kg.
- Nilai jual ikan = 1.125 x Rp. 3.000,- = RP. 3.375.000,-

C. Keuntungan
Rp. 3.375.000 - Rp. 1.515.000 = Rp. 1.860.000,-

Revenue Cost Ratio ( R/C )


3.375.000
-------------- = 2,20
1.515.000

Benefit Cost Ratio ( B/C )


1.860.000
--------- ------ = 1.20
1.515.000

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa usaha ini menguntungkan.

Kenyataan ini di tanah air kita terbukti bahwa pemerintah lewat Departemen
Pertanian telah merencanakan menaikkan jumlah propinsi peserta program usaha
mina padi ini dari 2 propinsi menjadi 14 propinsi untuk kegiatan musim tanam tahun
mendatang.

AF/008/92

S u m b e r: Dinas Perikanan Dati I Irian Jaya