Anda di halaman 1dari 337

Nama Penyakit / diagnosis

APENDISITIS

Kriteria Diagnosis

Dapat berupa :
Apendisitis akut
Periapendikuler infiltrat
Periapendikuler abses
Apendisitis perforate yang disertai peritonitis lokal atau peritonitis
umum

Klinis :
Nyeri ke Mc Burney disertai muscular
Panas badan meningkat, kadang disertai muntah
Masa (-), pada periapendikuler infiltrat teraba masa yang nyeri tekan
pada perut kanan bawah, deferens muskuler (+)
Nyeri tekan (+), colok dubur nyeri jam 09.00
Beda temperature rektal dengan axiler lebih dari 1 derajat C

Diagnosis banding :

Divertikulitis, limpadenitis

Keradangan organ kandungan

KET, torsio testis kanan

Gastroenteritis colitis

Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium rutin
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
110

Terapi :

Apendisitis kronis : Direncanakan Apendektomi elektif

Apendisitis akut : Direncanakan Apendektomi segera

Periapendikuler abses : Insisi, drainase

Periapendikuler infiltrat : Pertama dirawat konservatif, medika mentosa yang


adekuat, bila masa mengecil < 3 cm atau menghilang, dilakukan Apendektomi
dengan insisi paramedian

Apendisitis perforate disertai tanda- tanda peritonitis lokal : Dilakukan


Apendektomi dengan insisi gradiron atau paramedian

Bila ditemukan tanda-tanda peritonitis umum dilakukan laparatomi dengan


insisi median

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Periapendikuler abses / infiltrat

Perforasi terjadi peritonitis

Periapendikuler infiltrat

Perlekatan (ileus obstruktif)

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif

Lama perawatan :
2 7 hari
111

Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :
Sembuh total / cacat (-)
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
-

112

Nama Penyakit/diagnosis

CEDERA LIMPA
Kriteria diagnosis
Klinis

Anamnesa : terdapat trauma tumpul pada perut kiri atas atau trauma dada kiri
bawah dengan atau tanpa fraktur kosta, luka tusuk abdomen / totakal bawah.

Nyeri pada perut kiri atas, nyeri dapat menjalar pada bahu kiri

Tanda-tanda syok karena perdarahan

Terdapat tanda-tanda cairan bebas dalam rongga perut

Diagnosa banding :
Trauma perut dengan cedera organ disertai perdarahan dalam perut, antara lain
cedera lambung, cedera ginjal kiri, cedera hepar kiri
Pemeriksaan penunjang :

Dilakukan DPL yang positif

Pemeriksaan USG perut atau CT Scan

Konsultasi :
Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan RS :
Rawat inap
Terapi bedah :

Dilakukan laparotomi eksplorasi sito dengan insisi pada garis tengah atas.

Tindakan terhadap limpa : cedera linier dilakukan penjahitan secara matras.


Cedera laserasi atau pedikel jika putus dilakukan pengangkatan limpa
(splenektomi) disertai tandur ulang jaringan limpa ke dalam bursa omentalis.
113

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :
Shock, perdarahan yang profus
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif

Lama perawatan :
5 7 hari
Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :
Sembuh tanpa cacat
Patologi :
Tidak diperlukan
Otopsi :
Diperlukan bila meninggal
Prognosis :
Baik bila penanganan cepat dan tepat

114

Nama Penyakit / diagnosis


FISTULA PERIANAL

Kriteria Diagnostik
Dimulai dengan radang septik, timbul abses dan fistula
Diagnosis banding :

Radang spesifik (TBC)

Penyakit ileitis terminalis

Hydradenitis

Sinus pilonidalis

Pemeriksaan penunjang :

Sondase

Penyuntikan kontras / perhydrol pada lubang fistel

Konsultasi :
Dokter spesialis bedah (K) digestif
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk persiapan operasi dan terapi
Terapi :
Fistulotomi kalau perlu bertahap (setor)
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai


115

Penyulit :

Inkontinensi alvi

Stenosis ani

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif

Lama perawatan :
5 10 hari
Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Prognosis :
-

116

Nama Penyakit/ diagnosis

HEMOROID
Dikenal :
Hemoroid interna dan eksterna
Kriteria diagnosis :

Keluar darah segar saat BAB, terutama saat feses akan keluar atau setelah
feses keluar

Keluar benjolan lewat anus dapat masuk atau tidak dapat masuk (Grade I s.d
IV)

Rasa nyeri pada dubur, kadang terasa gatal pada dubur

Diagnosa banding :

Karsinoma rekti

Polip rekti

Prolaps rekti

Keradangan GI tract (Proktitis)

Pemeriksaan penunjang :

Proktoskopi

Colok dubur

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
117

Rawat inap
Terapi :

Stadium I & II tanpa atau dengan perdarahan :


Rawat jalan, medika mentosa, pengaturan diet, skleroterapi, ligasi rubber
band

Stadium III & IV :


MRS, ligasi rubber band, operasi haemoroidektomi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Anemia grafis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif

Lama perawatan :
5 10 hari
Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :

Sembuh total

Cacat fisik (-)


118

Patologi :
Diperlukan
Otopsi :
Prognosis :
Nama Penyakit / diagnosis
HERNIA INGUINALIS LATERALIS / MEDIALIS

Kriteria Diagnostik

Benjolan pada lipat paha, dapat keluar masuk

Dapat berupa hernia inguinalis lateralis, hernia inguinalis medialis (diatas lig.
Inguinale), hernia femoralis di bawah lig. Inguinale

Klinis : Dapat reponibilitis, ireponibilis, inkarserata

Diagnosis banding :

Hidrokel varikokel

Andesensus testis

Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium rutin
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap/rawat jalan
Terapi :

Operasi segera bila inkarserata (Bassini)

Operasi terencana untuk hernia reponibilis dan hernia ireponibilis (Bassini)


119

Hernioraphy menurut Bassini / shouldice atau lebih baik dengan memakai


Prolene Mesh (Lichtenstein)

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Hematoma

Untuk inkarserata :
Nekrosis usus
Sepsis asidosis
Sepsis asidosis residif

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif

Lama perawatan :
2 7 hari
Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :
Sembuh total

120

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
-

Nama Penyakit / diagnosis


KARSINOMA KOLON
Kriteria diagnosis :

Perubahan kebiasaan buang air besar

Berak darah dan lender

Anemia dan diare untuk karsinoma kolon kanan

Tanda-tanda obstruksi untuk kolon kiri pada fase lanjut teraba tumor dan
metastase hepar

Diagnosis banding :

Desentri amoeba

Polip rektum

Divertikulosis kolon

Hemoroid dan TBC rektum

Radang granulamatik usus

Pemeriksaan penunjang :

Barium inloop

Kolonoskopi

Endo ultrasonografi

USG / CT Scan
121

Konsultasi :
Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif
Perawatan RS :
Rawat inap untuk persiapan operasi dan terapi
Terapi Bedah :

Kolon kanan

Kolon transversum : Reseksi dan Reanastomose

Kolon kiri

: Hemikolektomi kiri

Sigmoid

: Reseksi Anterior Chemoterapy

: Hemikolektomi kanan

Tempat pelayanan :

Minimal RUmah Sakit Kelas C

Rumah Sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Kegagalan anastomosis

Obstruksi ileus

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
2 4 minggu
122

Hasil :
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Baik dalam stadium dini
Prognosis :
-

Nama Penyakit / diagnosis


KARSINOMA LAMBUNG
Kriteria diagnosis :
Klinis :

Gejala anemia berat

Anoreksia, berat badan turun, muntah, hematemesis, rasa nyeri epigastrium,


massabdomen pace stadium lanjut

Diagnosis banding :

Tukak peptikum gastritis

Perdarahan varices esophagus, sirhosis

Pemeriksaan penunjang :

Barium intake foto

Esopage gastroduodenoskopi

Ultrasonografi, CT Scan, Endo USG

Konsultasi :
Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan
123

Perawatan RS :
Rawat inap
Terapi Bedah :
Karsinoma gaster, resektabel
a.

Ca. terletak di antrum, dilakukan sub total gastrektomi disertai pengangkatan


omentum secara en-block, serta diseksi KGB.

b.

Ca. terletak pada korpus bagian dan furdus / cardia dilakukan total
gastrektomi diseksi kelenjar disertai splenektomi. Rekonstruksi dengan Roux
es Y-Esofagus jejunostomi

Catatan :

Terhadap tindakan di atas bila dirasakan kurang pengalaman sangat


dianjurkan untuk konsultasi pada spesialis bedah (K) Digestif (RS tipe A/B).

Terhadap

Ca.

Gaster

non

resektabel

dilakukan

jejunostomi

(permanent)

Terapi adjuvant - chemoterapi

Tempat pelayanan :

Minimal RUmah Sakit kelas C

Rumah Sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Kebocoran anastomosis radang

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif


124

feeding

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa Pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :
Patologi :
Sangat diperlukan
Otopsi :
Prognosis :
Nama Penyakit / diagnosis
KARSINOMA PANKREAS
Kriteria diagnosis :
Klinis :

Ikterus

Berat badan turun, gatal-gatal

Kantong empedu membesar (hydrops) (Caurvoisier)

Diagnosis banding :

Batu saluran empedu

Stenosis saluran empedu

Kolangio karsinoma

Pemeriksaan penunjang :

USG

CT Scan

ERCP
125

Konsultasi :
Dokter Spesialis yang terkait (bila diperlukan)
Perawatan RS :
Rawat inap untuk perawatan operasi dan tindakan
Terapi :

Resektabel : Duodenopankreatektomi cefalik

Inresektabel : By pass bilio digestif

Tempat pelayanan :

Minimal Rumah Sakit Kelas C

Rumah Sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Ikterus

Obstruksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
2 4 minggu
Hasil :
126

Patologi :
Perlu
Otopsi :
Prognosis :
Baik dalam stadium dini

Nama Penyakit / diagnosis


KARSINOMA REKTI

Kriteria diagnosis :

Klinis :
Berak darah dan lender, berbau, gangguan kebiasaan BAB, nyeri saat BAB,
tetesmus pada kasus lanjur, ileus obstruktif

Colok dubur :
a. teraba tumor berbenjol, rapuh, tukak, mudah berdarah
b. Ca. rektum, letak rendah (2/3 bagian bawah) umumnya dapat tercapai
dengan baik
c. Ca. rektum letak tinggi (1/3 bagian atas) sering tak tercapai dengan colok
dubur
d. Ditentukan

deskriptif

tumor

secara

lengkap

resektabilitas batas atas bawah sirkuler mobilitas


e. Dilakukan biopsi dari tumor patologi

127

untuk

menentukan

Diagnosis banding :

Dessentri amoebia kolon

Divertikulosis kolon

Polip rektum

Haemorrhoid dan TBC rectum

Penyakit usus inflamasi (IBD)

Pemeriksaan penunjang :

Proktokopi / rektoskopi, CT Scan, Endo Ultrasonografi Ba inloop kolon

USG abdomen, foto toraks

Konsultasi :.
Dokter spesialis Bedah (K) Digestif
Perawatan RS :
Rawat inap untuk persiapan operasi dan terapi

Terapi Bedah :

Ca. Rektum 12 cm di atas anus dilakukan reseksi anterior

Ca. Rektum kurang 12 cm dari anus : T1


Terjangkau diferensasi baik dilakukan eksisi local

Ca. Rektum 6 12 cm dari anus :


Stage I reseksi anterior rendah (LAR)
Stage II / III terapi kombinasi multiple (MCT) dan reseksi anterior rendah

Ca. Rektum kurang 6 cm dari anus :


Stage I diferensasi baik LAR / reseksi abdomino perineal (APR)
Stage II / III MCT dan LAR / APR
Stage I diferensasi jelek APR
Stage II / III MCT dan APR

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C


128

Rumah Sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Kegagalan anastomosis

Obstruksi ileus

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :
Patologi :
Sangat diperlukan
Otopsi :
Prognosis :
-

129

Nama Penyakit / diagnosis


KHOLELITIASIS

Dapat disertai keradangan kronis atau akut (kholelitiasis kronis / kholelitiasis akut)
Kriteria Diagnosis :

Kolik perut kanan atas, kadang menjalar ke belakang dapat disertai radang
akut kolesistitis atau penyumbatan kholestatis

Pada pemeriksaan, nyeri tekan pada hipokondrium, hepatitis, abses hepar,


pankreatitis, kholangitis, ulkus peptikum

Pemeriksaan penunjang :

Foto polos perut


130

USG abdomen, hepato bilier

Konsultasi :
Dokter spesialis terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Kholelitiasis disertai gejala direncanakan Kholesistektomi secara elektif

Kholelitiasis disertai radang akut, sebelum ada pelekatan (infiltrat) segera


dibedah

Bila sudah ada masa diberi antibiotika sampai radang akut reda, baru
dilakukan Kolesistektomi

Catatan :
Bagi yang mampu dan mempunyai pengalaman dapat dilakukan sito kholesistektomi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
131

1 2 minggu
Hasil :
Sembuh total
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
-

Nama Penyakit / diagnosis


KOLESTATIS (SURGIKAL)
Kolestasis (surgical) dikenal 2 macam :

Kolestasis yang medik, umumnya kelainan terletak intra hepatal. Contoh :


intra hepatic serosis hepatic hepatitis

Kolestasis, umumnya kelainan terletak ekstra hepatikal. Contoh : kelainan


duktus kholedokhus karena batu, sikatrik, stenosis pada papilla vatem / tumor
pada kaput pankreas

Kriteria diagnosis :

Terdapat warna ikterik (kuning ) pada sclera, kulit

Rasa gatal pada tubuh


132

Tinja yang akholis

Kolik bilier pada chololitiasis

Pemeriksaan fungsi hati : bilirubin direk meningkat dari alkalifosfatase dan


gamaglunoronyl transfetese meningkat

Diagnosa banding :
Batu empedu + koledokum karsinoma kaput + pankreas kolangio karsinoma
Pemeriksaan penunjang :

USG, hepatobilier, foto gastroduodenal


Pada USG : dapat ditemukan batu pada saluran bilier, adanya tumor pada
kaput pankreas, adanya pelebaran dari saluran empedu intra maupun ekstra
hepatal.
Pada foto gastro duodenal dengan memakai kontras ditemukan bentukan
angka 3 terbalik pada proyeksi duodenum (Ca. Kaput pankreas)

CT Scan Endo USG MRCP

Konsultasi :
Dokter spesialis terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat jalan dan rawat inap
Terapi
Bedah:
Tindakan pembedahan dapat bersifat :

Kolelitiasis :
Kolesistektomi
Exploriasi koleduktus

Karsinoma kaput pankreas :


Resektabel duodeno pankreatektomi cephalic
Non resektabel bypass billo digestif

Tempat pelayanan :
133

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Kebocoran / kegagalan penjahitan atau anastomose

Perdarahan durante / pasca pembedahan

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :

Perbaikan klinik / paliatif

Penyembuhan total

Patologi :

Biopsi lever

Biopsi tumor

Otopsi :
Prognosis :
-

134

Nama Penyakit / diagnosis


PERITONITIS UMUM
Kriteria diagnosis :

Nyeri tekan perut pada seluruh lapangan perut (defance muscular)

Riwayat trauma, riwayat infeksi

Pengukuran temperatur rectal dan temperatur axilar

dengan selisih lebih 1 derajat C

135

Diagnosis banding :

Pankreatitis

Peritonitis septik

Peritonitis kimiawi

Pemeriksaan penunjang :

DPL

Foto polos abdomen berbaring / diafrahma

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Laksanakan operasi segera
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Schok

Sepsis

Perlekatan usus

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif


136

Lama perawatan :
7 14 hari
masa perawatan :
1-2 minggu
Hasil :

Sembuh total

Cacat (-)

Patologi :
Diperlukan untuk trauma
Otopsi :
Prognosis :
-

Nama Penyakit / diagnosis


RADANG GRANULOMATIK USUS / INFLAMMATORY BOWEL DISESASE - IBD

Kriteria diagnosis :

Tukak colitis (ulcerative colitis)

137

Timbulnya tukak superficial dimulai pada rectum, dapat menyumbat ke kolon


(K 51)

Ileitis terminalis (Crohn disease)

Radang segmental yang mengenai seluruh lapis usus terutama pada ileum
terminalis (K 50)

Ulcerative colitis nyeri abdomen diare, berak darah, sepsis, anemia

Ileitis terminalis nyeri abdomen diare, anemia, malnutrisi

Diagnosis banding :

Gastroenteritis

Irritable Bowle Syndrome (K 50)

Kolitis

Karsinoma kolon

Pemeriksaan penunjang :

Barium enema foto

Kolonoskopi

Konsultasi :
Dokter spesialis (K) digestif
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk persiapan operasi dan terapi
Terapi :

Obat-obat:
Sulfa salazin

Indikasi bedah :

Penyulit (+)

Perdarahan profus

Resiko keganasan

Tempat pelayanan :
138

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Fistula enterokutan

Ileus obstruksi

Keganasan

Fistula perianal

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) digestif

Lama perawatan :
7-14 hari
Masa pemulihan :
1-2 minggu
Hasil :
Patologi :
Sangat diperlukan
Otopsi :
Prognosis :
139

Baik

Nama Penyakit / diagnosis


TRAUMA HEPAR / CEDERA HEPAR
Kriteria diagnosis :
140

Anamnesa : terdapat trauma tembus perut atas atau trauma tumpul pada
perut kanan atas atau toraks kanan bawah

Nyeri pada daerah hipokondrium kanan dengan atau tanpa jejas (trauma
tumpul)

Terdapat luka tembus perut (pada trauma tembus)

Shock dengan tanda-tanda perdarahan dan tanda-tanda cairan bebas dalam


rongga peritoneum.

Diagnosis banding :
Trauma perut dengan cedera organ disertai perdarahan, antara lain : cedera
pankreas, cedera vaskuler, cedera ginjal duodenum, dan limpa
Pemeriksaan penunjang :

Diagnostik Peritoneal Lavage (DPL)

Ultrasonografi (USG) abdomen / CT Scan

Konsultasi :
Dokter spesialis terkait, bila diperlukan
Perawatan RS :
Rawat inap
Terapi bedah :
Segera (cito) laparotomi eksplorasi dengan insisi pada garis tengah sebelah atas.
Macam tindakan pada cedera hepar :

Cedera linier : dilakukan penjahitan secara matras dengan benang yang tebal
(no 1,0 atau 2,0) yang dapat diserap

Laserasi segmental : dapat dilakukan reseksi secara wedge atau reseksi


segmental dan ditutup dengan omentum

Laserasi yang luas dengan perdarahan profus dilakukan pemasangan tampon


(DCS) yang sulit dihentikan dan dalam 2 x 24 jam dilakukan stabilisasi
kemudian dilakukan re eksplorasi laparotomi untuk terapi definitive
141

Catatan :
DCS : Damage Control Surgery
Untuk mengatasi perdarahan yang hebat akibat saat melakukan tindakan di atas,
dapat dibantu dengan tindakan pringle
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan hebat saat pembedahan

Perdrahan kembali pasca pembedahan

Syok hipovolemik

Peritonitis kimiawi

Hematobilia

TRIAS : Hipotermia Asidosis Gangguan Koagulopati

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis (K) Digestif

Lama perawatan :
5 7 hari
Masa pemulihan :
1 2 minggu

Hasil :
Sembuh
142

Patologi :
Otopsi :
Diperlukan kalau meninggal
Prognosis :
-

Nama Penyakit / diagnosis


TRAUMA TAJAM ABDOMEN
143

Kriteria Diagnosis:

Mekanisme Trauma :
Trauma yang disebabkan senjata tajam, seperti Pisau, Sangkur, Celurit,
Parang, Besi, Obeng, Gunting dan trauma yang disebabkan oleh senjata api,
baik yang dengan kecepatan rendah (Low energy velocity) pun dengan
kecepatan tinggi (High energy velocity)

Tanda klinis :
Sistem pernapasan dan hemodinamika stabil dan tidak stabil

Inspeksi :
Adanya luka atau luka-luka terbuka di regio toraks bagian bawah, region
abdomen, pinggang dan atau pelvis, ada atau tidak ada eviserasi organ-organ
intra abdomen dan atau epiplosil, ada atau tidak ada distensi abdomen. Pada
luka tembak, khususnya luka tembak senjata api harus ditentukan adanya
luka tembak masuk dan apakah ada luka tembak keluar.

Auskultasi :
Auskultasi regio toraks (kiri) : suara napas menurun, bisa terdengar bising
usus.
Auskultasi regio abdomen : bising usus bisa normal, menurun, atau hilang.

Palpasi :
Nyeri tekan di kuadran tertentu atau seluruh regio Abdomen, Defans muskuler,
Nyeri tekan lepas.

Perkusi :
Perkusi regio toraks bagian bawah bisa normal atau redup atau timpani.
Pekak hati bisa positif atau negative
Nyeri ketok dinding abdomen.
Tes undulasi atau tes shifting dullness bisa positip, bisa negatip.

Colok dubur :
Bisa normal, bisa ditemukan kelainan-kelainan seperti, prostat yang
melayang, laserasi pada dinding anorektum, teraba fragmentasi tulang-tulang
panggul, nyeri pada perabaan di dinding anorektum, pada sarung tangan bisa
ditemukan tetasan atau noda darah, berarti positif ada cedera pada saluran
cerna.
144

Diagnosa banding :
Pemeriksaan penunjang :
Disesuaikan dengan fasilitas UGD / Rumah Sakit setempat. Pilihan pemeriksaan
penunjang sesuai indikasi :
Foto toraks posisi AP, foto toraks dengan pemasangan pipa lambung, foto polos
abdomen, foto pelvis, USG, Lavase peritoneum diagnostic (DPL), IVP, Uretrosistografi, Foto kontras saluran cerna bagian atas, CT scan abdomen, Angiografi.
(Indikasi USG sama dengan indiksi DPL)
Pasien trauma dengan :

Penurunan tingkat kesadaran

Perubahan / gangguan fungsi sensoris

Cedera pada organ-organ yang bertetangga

Pemeriksaan fisik abdomen yang meragukan

Kemungkinan dokter putus kontak dengan pasien untuk waktu yang cukup
panjang.

Hasil

DPL yang

meragukan

(khusus

untuk

USG

abdomen),

yaitu:

Leukosit<500/mm3, eritrosit<100.000/mm3
Konsultasi :
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk tujuan observasi
Terapi:

Tindakan resusitasi ABCD sesuai konsep ATLS kalau kondisi pernapasan dan
hemodinamika penderita tidak stabil.

Terapi konservatif:

145

Terapi konservatif dilakukan bila tidak ada indikasi laparotomi segera, atau
hasil pemeriksaan penunjang tidak mengungkapkan adanya cedera organ
intra abdomen yang nyata.
Terapi konservatif dengan cara observasi, dapat dilakukan sampai 2 x 24
jam.

Terapi operatif :
Laparotomi eksplorasi dengan insisi median
Indikasi laparotomi eksplorasi :
Tanda-tanda perdarahan intra peritoneal, yaitu adanya syok hipovolemi
dengan distensi abdomen yang progresif.
Tanda-tanda peritonitis generalisata
Pneumoperitoneaum pada foto toraks
Pada foto toraks tampak gambaran hernia diafragmatika (Ruptur
diafragma)
Cairan lavase keluar melalui pipa adrenase rongga pleura
Pada tindakan DPL, keluar darah > 10 ml atau cairan usus
Hasil DPL positip berdasarkan analisa laboratories, yaitu:
Jumlah eritrosit > 100.000/mm3 cairan lavase
Jumlah leukosit > 500/mm3 cairan lavase
Amilase > 20 IU/L cairan lavase
Eviserasi atau epiplosil
Luka tembak senjata api

Tempat Pelayanan :
Minimal Rumah Sakit Kelas C atau Rumah Sakit yang ada fasilitas pembedahan
yang memadai.
Penyulit :

Perdarahan massif

Syok hipovolemik, yang bisa berakibat syok irreversible

Koagulasi intra vaskuler yang diseminasi (DIC)

Koagulopathi, Hipotermia, Asidosis


146

SIRS-sepsis, ARDS, Pneumonia

Pankreatitis pasca trauma, perdarahan saluran cerna.

Gangguan fungsi hati

ARF (gagal ginjal akut)

Gagal multi organ

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis Bedah

Dokter spesialis Bedah (K) Bedah Digestif

Lama perawatan :
Bervariasi, tergantung beratnya cedera
Bisa berlangsung antara 10 hari 3 bulan
Hasil :

Cedera ringan : bisa sembuh tanpa gejala sisa

Cedera berat :
Kalau tidak ada penyulit, dapat disembuhkan dengan atau tanpa kecacatan.
Kalau ada penyulit, bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan atau bisa
meninggal dunia.

Cedera mengancam nyawa :

Bila timbul penyulit

Bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan, atau bisa meninggal dunia.

Angka kematian bisa sampai > 70%

Patologi :
Prognosis :
Tergantung beratnya cedera
147

Otopsi :
Semua pasien trauma abdomen meninggal dunia perlu otopsi klinik
Nama Penyakit / diagnosis
TRAUMA TUMPUL ABDOMEN

148

Kriteria diagnosis :

Mekanisme trauma :
Kecelakaan lalu lintas
Jatuh dari ketinggian
Kecelakaan kerja
Cedera olah raga
Tindakan kekerasan atau penganiayaan
Cedera akibat hiburan atau wisata

Tanda klinis :
Sistem pernapasan dan hemodinamika stabil dan tidak stabil.

Inspeksi :
Dinding abdomen bisa tampak normal
Jejas pada dinding abdomen
Jejas pada dinding dada bagian bawah
Abdomen tampak distensi
Jejas dapat berupa : excoriasi, hematoma, memar kulit, lacerasi

Auskultasi :

Auskultasi regio toraks (kiri) : suara napas menurun, bisa terdengar


bising usus

Auskultasi regio abdomen : bising usus bisa normal, menurun, atau


hilang.

Palpasi :
Nyeri tekan di kuadran tertentu atau seluruh regio abdomen, defans
muskuler, nyeri tekan lepas.

Perkusi :
Perkusi regio toraks bagian bawah bisa normal atau redup atau timpani.
Pekak hati bisa positif atau negatif.
Nyeri ketok dinding abdomen.
Tes undulasi atau tes shifting dullness bisa positip, bisa negatip.

Colok dubur :
Bisa normal
149

Bisa ditemukan kelainan-kelainan


Prostat yang melayang, laserasi pada dinding anorektum, teraba
fragmentasi tulang-tulang panggul, nyeri pada perabaan di dinding
anorektum, pada sarung tangan bisa ditemukan tetesan atau noda
darah, berarti positif ada cedera pada saluran cerna.
Diagnosa banding :
Pemeriksaan penunjang :
Disesuaikan dengan fasilitas UGD / Rumah Sakit setempat. Pilihan pemeriksaan
penunjang sesuai indikasi :
Foto toraks posisi AP, foto toraks dengan pemasangan pipa lambung, foto pelvis,
USG, Lavase peritoneum diagnostic (DPL), IVP, Uretro-sistografi, Foto kontras
saluran cerna bagian atas, CT scan abdomen, Angiografi. (Indikasi USG sama
dengan indiksi DPL)
Pasien trauma dengan :

Penurunan tingkat kesadaran

Perubahan / gangguan fungsi sensoris

Cedera pada organ-organ yang bertetangga

Pemeriksaan fisik abdomen yang meragukan

Kemungkinan dokter putus kontak dengan pasien untuk waktu yang cukup
panjang.

Hasil DPL yang meragukan (khusus untuk USG abdomen), yaitu:


Leukosit<500/mm3, eritrosit<100.000/mm3

Konsultasi :
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk tujuan observasi
Terapi:

Tindakan resusitasi ABCD sesuai konsep ATLS kalau kondisi pernapasan


150

dan hemodinamika penderita tidak stabil.

Terapi konservatif:
Terapi konservatif dilakukan bila tidak ada indikasi laparotomi segera,
atau hasil pemeriksaan penunjang tidak mengungkapkan adanya
cedera organ intra abdomen yang nyata.
Terapi konservatif dengan cara observasi, dapat dilakukan sampai 2 x
24 jam.

Terapi operatif :
Laparotomi eksplorasi dengan insisi median
Indikasi laparotomi eksplorasi :

Tanda-tanda

perdarahan

intra

peritoneal,

yaitu

adanya

syok

hipovolemi dengan distensi abdomen yang progresif.

Tanda-tanda peritonitis generalisata

Pneumoperitoneaum pada foto toraks

Pada foto toraks tampak gambaran hernia diafragmatika (Ruptur


diafragma)

Cairan lavase keluar melalui pipa adrenase rongga pleura

Pada tindakan DPL, keluar darah > 10 ml atau cairan usus

Hasil DPL positip berdasarkan analisa laboratories, yaitu:

Jumlah eritrosit > 100.000/mm3 cairan lavase

Jumlah leukosit > 500/mm3 cairan lavase

Amilase > 20 IU/L cairan lavase

Eviserasi atau epiplosil

Luka tembak senjata api

Tempat Pelayanan :
Minimal Rumah Sakit Kelas C atau Rumah Sakit yang ada fasilitas pembedahan
yang memadai.
Penyulit :

Perdarahan massif

Syok hipovolemik, yang bisa berakibat syok irreversible


151

Koagulasi intra vaskuler yang diseminasi (DIC)

Koagulopathi, Hipotermia, Asidosis

SIRS-sepsis, ARDS, Pneumonia

Pankreatitis pasca trauma, perdarahan saluran cerna.

Gangguan fungsi hati

ARF (gagal ginjal akut)

Gagal multi organ

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis Bedah

Dokter spesialis Bedah (K) Bedah Digestif

Lama perawatan :
Bervariasi, tergantung beratnya cedera
Bisa berlangsung antara 10 hari 3 bulan
Hasil :

Cedera ringan : bisa sembuh tanpa gejala sisa

Cedera berat :
Kalau tidak ada penyulit, dapat disembuhkan dengan atau tanpa
kecacatan. Kalau ada penyulit, bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan
atau bisa meninggal dunia.

Cedera mengancam nyawa :


Bila timbul penyulit
Bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan, atau bisa meninggal dunia.
Angka kematian bisa sampai > 70%

Patologi : Prognosis : Tergantung beratnya cedera


152

Otopsi : Semua pasien trauma abdomen meninggal dunia perlu otopsi klinik

153

154

Nama Penyakit / diagnosis


ATRESIA DAN STENOSIS DUODENUM

Kriteria Diagnosis
Polihidramnion bulan ke 7 8 kehamilan
USG antenatal :
Dilatasi lambung dan duodenum proksimal
Muntah cairan jernih atau bercampur empedu beberapa jam setelah lahir. Distensi
abdomen di sekitar epigastrium, distensi menghilang setelah muntah. Defekasi bisa
normal.
Diagnosis banding :

Stenosis : Web windshock

Atresia : pancreas anulare

Pemeriksaan penunjang :

Foto polos abomen posisi tegak dengan kontras udara

Stenosis : tampak udara kecil-kecil tersebar di distal duodenum

Atresia : gambaran double bubble (udara di gaster dan duodenum)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Penatalaksanaan pra bedah :


Dekompresi

lambung,

koreksi

cairan

dan

elekrolit,

menyingkirkan

kemungkinan adanya kelainan penyerta yang lain.

Pembedahan :
Diamond shaped side to side duodenum duonenostomy. Bila perlu dilakukan
pula Ladds Procedure.
155

Tempat pelayanan :
Minimal rumah sakit kelas B dengan atau tanpa fasilitas NICU.
Penyulit :
Kebocoran anastomosis dengan sepsis local
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Bedah Anak

Lama perawatan :
8 - 20 hari
Masa pemulihan :
2 - 3 minggu
Hasil :
Sembuh dengan follow up
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Survival rate 90 %, mortalitas sering disebabkan kelainan jantung dan kelainan
kromosom.

156

Nama Penyakit/diagnosis

ATRESIA DAN STENOSIS YEYUNO - ILEAL


Kriteria diagnosis

Hidramnion bisa diketahui terutama pada trimester ke III kehamilan

Semakin tinggi letak sumbatan, semakin awal terjadinya muntah, abdomen


tidak distensi, mekonium normal.

Semakin distal letak sumbatan, distensi abdomen lebih mencolok, muntah


terjadi kemudian, mekonium berwarna abu-abu.

Diagnosa banding :

Atresia kolon

Volvulus

Ileus mekonium

Pemeriksaan penunjang :

Foto polos abdomen pada atresi ayeyunal tampak beberapa gelembung udara
dengan garis permukaan cairan di dalam limen usus

Foto barium enema pada atresia ileum tampak mikorolon (unused)

Konsultasi :
Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan RS :
Rawat inap
Terapi bedah :

Penatalaksanaan pra bedah :


Resusitasi cairan dan elektrolit, dekompresi dengan pipanasogastrik /
orogastrik untuk mencegah desakan pada diafrahma, mendegah muntah dan
aspirasi.
157

Pembedahan :
Tergantung lokasi dan tipeatresia.

Tempat pelayanan :
Minimal rumah sakit kelas dengan fasilitas NICU
Penyulit :

Kebocoran anastomis dan sepsis local

Short Bowel syndrome

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah (K) Bedah Anak

Lama perawatan :
14 - 44 hari
Masa pemulihan :
3 - 6 minggu
Hasil :
Sembuh dengan follow up
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Prognosis :
Mortality rate 11,2 %
158

Nama Penyakit / diagnosis


ATRESIA ESOFAGUS DAN MALFORMASI TRAKHEO ESOFAGUS
Kriteria Diagnostik
Tanda dan gejala :
Bayi tidak bisa menelan ludah segera setelah lahir, tampak saliva berlebihan dan
memerlukan penghispan. Bis aterjadi aspirasi, batuk, takhipnea dan hipoksia.
Pasase pipa nasogastrik F 10, gagal mencapai lambung.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :

Foto polos leher, dada dan abdomen


Pada atresia esophagus dengan

fistula trakheo esophagus tampak pipa

nasogastrik engan menggulung di kantong atau esophagus dan udara di


lambung usu
Pada atresia esophagus murni tanpa fistula dan atresia esophagus dengan
fistula trakheo esophagus proksimal, tidak tampak adanya udara di lambung
dan usus.
Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Penatalaksanaan pra bedah :

159

Menentukan rencana terapi dengan mengidentifikasi resiko berdasarkan


status fisiologi bayi
Syarat repair primer tanpa gastoromi :
o Auskultasi paru tidak ada kelainan
o X-foto paru tidak ada kelainan
o Tidak ada kelainan jantung
o Pa O2 > 60 mm Hg (udara kamar)

Pembedahan :
Pada atresia esophagus dengan fistula trakeho esophagus dengan fistula
trakeo esophagus dilakukan anastomosis ujung ke ujung, melalui torakotomi
kanan tranpleural atau ekstrapleural.

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas dengan fasilitas NICU

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai (fasilitas


Bedah Anak & NICU)

Penyulit :

Disfagia

Refluks gastroesofagus

Striktur anastomosis

Kebocoran anastomosis

Fistula trachea esophagus berulang

Trakheomalasia, obstruksi jalan nafas, penekanan vascular dan apnea


reflekstoris

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) bedah anak

160

Lama perawatan :
21 - 30 hari
Masa pemulihan :
4 - 8 minggu

Hasil :

Sembuh

Sembuh dengan cacat

Meninggal

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Dubious atau

Jelek

161

Nama Penyakit / diagnosis


HIRSCHPRUNGS DISEASE
Kriteria diagnosis :

Tanda dan gejala tampak sejak lahir :


o Obstruksi akut usu
o Distensi massif abdomen, muntah kehijauan, retansi cairan di usus,
hipovolemi dan asidosis
o Konstipasi berganti dengan diare dan distensi
o Tanda- tanda enterokilitis : distensi abdomen, diare, muntah panas,
toksik
o Tidak ada keinginan untuk defekasi
o Tidak ada soiling
o Malnutrisi

Diagnosis banding :

Konstipasi

Atresia ileus

Mekonium ileus

Sindroma sumbatan mekonium

Pemeriksaan penunjang :

Biopsi hisap dinding rectum


Tidak ditemukan sel ganglion usus
162

Barium enema
Tampak transition zone

Manometri anorektal : kegagalan relaksasi dari sfingterani internus pada saat


rectum distensi

Konsultasi :
Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan RS :
Rawat inap
Terapi Bedah :

Persiapan pra bedah :


o Irigasi kolon, dekompresi lambung
o Resusitasi cairan
o Antibiotika

Pembedahan :
o Kolostomi
o Definitive : prosedur tarik terobos

Tempat pelayanan :

Minimal RUmah Sakit kelas B

Rumah Sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan anak

Penyulit :

Kebocoran anastomosis

Striktur

Enterokolitis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :
163

Dokter Spesialis Bedah Umum berpengalaman

Dokter Spesialis Bedah (K) bedah anak

Lama perawatan :
14 hari
Masa Pemulihan :
12 - 24 minggu
Hasil :

Sembuh

Sembuh dengan cacat

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

164

Nama Penyakit / diagnosis


MALFORMASI - ANOREKTAL

Kriteria Diagnosis :

Bayi lahir tidak punya anus

Letak tinggi :
o Tanpa fistula : pada invertogarm jarakl antara ujung rectum dengan
anal dimple > 1 cm
o Dengan fistula, fistula rekto-vesika, rekto uretra, fistula rekto vagina,
fistula rektovestibular

Letak rendah :
o Tanpa fistula : fist, anovertibular, fist. Anoperineal, bucket handle

Pemeriksaan penunjang :

Foto invertogram (wangesnstein Rice), untuk yang tanpa fistel pemeriksaan


urine (pada laki-laki)

Konsultasi :
Dokter spesialis terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
165

Rawat inap
Terapi :

Darurat

Letak tinggi : Kolostomi

Letak rendah : Anoplasti

Definitf : Posterosagital anorektoplasti dan tutup kolostomi 3 bulan kemudian


Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai (definitive)

Penyulit :
Inkontnensia
Informed consent :
Perlu
Lama perawatan :

Kolostomi 7 hari

PSARP + 7 hari

Masa pemulihan :

Kolostomi 1 minggu

PSARP + 24 minggu

Hasil :
Anus yang kontinensia
Patologi :
-

166

Otopsi :
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


NECROTIZING ENETROCOLITIS

Kriteria diagnosis :
Kolestasis (surgical) dikenal 2 macam :

Bayi mulai umur 3 hari dengan riwayat hipoksia sistemik (misalnya : lahir
premature, persalinan dengan tindakan atau bayi dengan pneumonia berat)
atau hypoksia local (misalnya : kembung)
Tanda tanda : Sindroma usus paralitik - sepsis

Foto polos abdomen ada gambaran dilatasi semua usus menetap pada seri
foto berikutnya, ada gambaran gas pada vena porta atau dinding usus
(pneumointestinalis) ; cellulities dinding abdomen

Diagnosa banding :
Sepsis
Pemeriksaan penunjang :

Foto polos abdomen


167

Laboratorium

Darah tepi thrombositopenia

Konsultasi :
Dokter spesialis terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi
Eksplorasi laparatomi ------ reseksi usus ----- iliostomi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas B

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan pada neonatus

Penyulit :
Sepsis
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum berpengalaman

Dokter spesialis bedah (K) bedah anak

Lama perawatan :
Tergantung kondisi penderita
Masa pemulihan :
1 3 bulan
Hasil :
Prognosa jelek
168

Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Tergantung kondisi penderita

Nama Penyakit / diagnosis


OMFAKEL
Kriteria diagnosis :
Bayi baru lahir, organ abdomen keluar melalui defek di sentral umbilicus, tertutup
membrane amnion dibagian luar dan lapisan peritoneum di bagian dalam
Diagnosis banding :
Gastroskisis
Pemeriksaan penunjang :

X-foto toraks

Ekhokardiografi

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan

169

Perawatan Rumah Sakit :


Rawat inap segera
Terapi :

Umum :
o Pasang pipa nasogastrik
o Mencegah hipotermi
o Antibiotika profilaksis
o Merawat selaput omfalokel dengan pembalut basah dan steril untuk
mencegah infeksi dan trauma mekanik

Khusus :
o Omfalokel dengan ukuran 8 10 cm, tampak hepar dan usus :
diberikan bahan topical untuk mempercepat epitelialisasi (silver
sulfadianze), defek ditutup dikemudian hari
o Omfalokel dengan defek berukuran kecil dan sedang dilakukan repair
langsung, bila defek tidak mungkin ditutup primer dilakukan penutupan
bertahap dengan silastic akut

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas B dengan fasilitas NICU

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan anak

Penyulit :

Kelainan jantung bawaan

Refluks gastro-esofagus

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) bedah anak

170

Lama perawatan :
60 hari
masa perawatan :
8 minggu
Hasil :

Sembuh dengan cacat

Meninggal

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Dubious

Nama Penyakit / diagnosis


STENOSS PILORIK HIPERTROFIK

Kriteria diagnosis :
Gejala :

Muntah proyektil, mulai pada umur 2 3 minggu

Muntah tidak pernah berwarna hijau

Tanda :

Teraba tumot di hipokondrium kanan atau di daerah epigastrium (olive)

Tampak gelombang peristaltis lambung di abdomen dari kiri atas ke kanan


bawah

Diagnosis banding :
171

Spasme pylorus

Refluks gastro-esofagus

Pemeriksaan penunjang :

Konfirmasi diagnosis jika tumor tidak teraba :


o Ultrasound : tebal otot pylorus > 4 mm ; Panjang kanal pylorus > 17
mm
o Foto barium meal : string sign, shoulder sign

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Piloromiotomi (Prosedur fredet ramsted)
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas B dengan atau tanpa fasilitas NICU

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan anak

Penyulit :
Perforasi mukosa, pylorus, paling sering di pyloro duodenal junction
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) bedah anak

Lama perawatan :
3 - 4 hari
172

Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :
Sembuh dengan follow up
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
-

173

Nama Penyakit / diagnosis


DISPASIA PAYUDARA & TUMOR NON NEOPLASMA PAYUDARA LAINNYA
Kriteria Diagnosis

Diplasma mamma N 60
Tanpa tumor yang dominant

Nyeri pada mamma, siklus sesuai dengan siklus menstruasi atau


non siklus

Mamma padat, noduler, local atau difuse kelainan dapat


menhilang dan timbul spontan sesuai dengan silklus menstruasi

Kista mamma

Kista mamma
174

Pada aspirasi keluar cairan serous, keruh atau seperti nanah


dalam kiste
Kiste dapat single (N 60.0) atau multiple (N 60.1) pada satu atau
kedua mamma (ICD N 60.2)

Fibroadenosis mamma (ICD N 60.2)


Tumor dapat timbul dan mengecil atau menghilang secara
spontan
Tumor sering multiple dan bilateral

Mastitis
Mastitis non puerperalis (N 61)
Mastitis puerperalis (O 91)

Mastitis akuta / asbes mamma


Ada tanda-tanda radang (dolor, calor, rubor, tumor, fungsio lesa)

Mastitis chronika
Tumor kecil umumnya di subareola melekat dengan areola atau
di tempat lain disertai atau tidak disertai dengan tanda-tanda
radang

Hipertrophi mamma
Hipertrophi pada wanita

Ukuran besar mamma melebihi ukuran normal

Dapat uni atau bilateral

Ginekomasti = hipertrophi pada laki

Mamma pria membesar, seperti mamma wanita

Jaringan mamma subareolar paling sedikit sebesar 1

Galaktokel
Terdapat kista pada mamma yang berisi air susu
Galaktokel non puerperalis ( N 65.58)
Galaktokel puerperalis (O 92.9)

Diagnosis banding :

Kanker payudara

Neoplasma jinak payudara


175

1/2 cm

Pemeriksaan penunjang :

Radiologi : mammografi / USG mamma

Sitologi : FNA

Patologi : binopsi insisi atau eksisi degnan sediaan beku atau paraffin

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :

Poliklinik

MRS pro vries coup untuk menyingkirkan kanker payudara

Terapi :

Displasma mamma
o Konservatid : aspirasi kiste, antioksidan, EPO, danocrine, tamoxifen
o Operasi : eksisi tumor, bila konservatif gagal

Mastitis
o Non purulent : antibiotika
o Purulent / abses : insisi & drainage

Hypertrofi mamma
o Adolescent : reduction mammoplasti
o Ginekomasti
o Konservatif : dengan testosterone, antiestrogen
o Operatif : eksisi ginekomasti

Galaktokel
o Aspirasi
o Bila gagal : eksisi tumor

Tempat pelayanan :
Minimal rumah sakit kelas C
Penyulit :
176

Operasi : Perdarahan, hematoma, infeksi


Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) onkologi

Lama perawatan :
2 - 3 hari
Masa pemulihan :
Tergantung pada jenis tumornya
Hasil :
Sembuh
Patologi :
Perlu

Tumor dispasia mamma :


o Simple cyst
o Papillary cyst
o Adenosis
o Duct ectasia
o Gynecomasti

Mastitis : radang

Otopsi :
Prognosis :
Baik
177

Tindak Lanjut :
3 bulan sampai 1 tahun

Nama Penyakit/diagnosis

KANKER ANUS
Kriteria diagnosis

Keluhan : nyeri kalau berak, berak darah atau lendir

Fisik : terdapat tumor berbentuk eksofitik atau polipod di anus. Pada rectal
toucher, spincter ani terba tegang, tumor mobil atau melekat dengan struktur
di sekitarnya. Kelenjar limfe inguinal atau perararektal teraba membesar.

Anuskopi / proktoskopi : terdapat tumor di anus

Diagnosa banding :

Tumor jinak anus

Polip anus
178

Hemorrhoid

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Endoskopi : rektoskopi, EUS, kolonoskopi

Radiology : foto kolon, double contrast

Patologis : biopsy, jenis histopatologi, derajat diferensiasi sel, pemeriksaan


histopatologi spesimen operasi.

Staging
T

:Klinis, imaging, patologi

: Klinis, imaging, patologi

: Klinis, imaging (x-foto toraks, USG abdomen, CT-Scan, MRI)

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter Spesialis yang terkait
Perawatan RS :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi bedah :

Bedah :
Operable :
o Eksisi anus untuk menyelamatkan sphinter
o Reseksi abdominoperinal (operasi Miles)
Inoperable :
o Sigmoidostomi
o Elektrokoagulasi

Non-bedah :
o Radioterapi : 40 50 Gy
o Chemoterapi : dengan 5FU, camptothecin, gemzar, cisplatin
o Paliatif : analgetika, nutrisi

179

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : obstruksi ileus, anemi

Terapi :
o Operasi : perdarahan, infeksi
o Radioterapi : radidermatitis, proktitis, kistitis
o Kemoterapi : mual, muntah, leukopeni, infeksi, toksis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Onkologi

Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif

Lama perawatan :
10 - 14 hari
Masa pemulihan :
24 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : Disease Free Survival atau Overall Survival diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Epithelial
180

Squamous cell carcinoma

Basal cell carcinoma

Basaloid carcinoma

Mucoepidermoud carcinoma

Adenocarcinoma

Melanoma maligna

Pagets disease

Undifferentiated carcinoma

Non epithelial

Leiomyosarcoma

rhabdomysarcoma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubia

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

> 5 tahun : setiap 1 tahun sekali

181

Nama Penyakit / diagnosis


KANKER GINJAL
Kriteria Diagnostik
Kanker ginjal pada anak-anak
Keluhan : hematuria, tumor di pinggang
Fisik : tumor di pinggang, uni atau bilateral
Radiology : IVP : deformitas dari calices, tumor ginjal USG, CT-Scan, MRI : tumor
ginjal
Tumor ginjal pada orang dewasa
Keluhan : hematuria, nyeri di pinggang, + keluhan paraneoplastik, seperti anemia,
hipertensi, erythroctosis, hipercalcemia, Chusing syndrome, berat badan
menurun, hiperpireksi
Fisik : terdapat tumor di daerah ginjal
182

Laboratorium : hematuria
Radiology :
o IVP : ada filing defek dari calices atau pyelum
o USG : CT-Scan, MRI: ada tumor di ginjal terbatas atau meluas keluar
ginjal
o Retrogade pyelogradi (RPG) : ada ekstensi tumor ke pelvis
o Angiografi : tumor hypervaskuler
Diagnosis banding :
Batu pyelum, tumor jinak ginjal, kiste ginjal
Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis
Radiology : IVP, retrogade pyelografi, USG abdomen, CT- Scan, MRI angografi,
venacavagrafi
Laboratorium : darah, urine, BUN, creatinin, uric acid, SGOT, SGPT
Patologi : pemeriksaan spesimen operasi (jenis histologi, derajat deferensiasi sel)

Staging :
T : Klinis, imaging, eksplorasi laparotomi, patologi
N : Klinis, imaging, eksplorasi laparotomi, patologi
M : Klinis, imaging, eksplorasi laparotomi, patologi
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o Nefrektomi radikal + thrombo-embolektomi
183

o + Diseksi kelenjar limfe retroperitoneal


Non-bedah
o Radioterapi : pre atau pasca bedah atau radioterapi primer
o Kemoterapi : dengan 5 FU, doxorubicin, mitomycin, cis-platin.
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit gagal ginjal, infeksi

Terapi :
o Operasi :perdarahan, infeksi
o Radioterapi : mual, muntah, diarhoea, badan lemas, nafsu makan turun
o Chemoterapi : mual, muntah, diarhoea, badan lemas, nafsu makan
turun, leukopeni, alopesia, dsb.

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) Urologi

Lama perawatan :
7 - 14 hari
Masa pemulihan :
12 - 24 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang


184

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Epithelial / Adenocarcina

Tubular carcinoma

Granular cell carcinoma

Renal cell carcinoma

Papillary carcinoma

Clear cell carc (hypernephroma)

Carcinoid tumor

Mesenchymal cell

Fibrosarcoma

Mal. Fibroushistiocytoma

Leiomysarcoma

Rhabdomomysarcoma

Hemangiosarcoma

Complex mixed cells

Nephroblastoma (Wilm tumor)

Teratoma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :
185

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 rahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit/ diagnosis

KANKER JARINGAN LUNAK

Kriteria diagnosis :

Keluhan : tumor di ekstrimitas atau di tubuh yang tumbuh progresif

Fisik :
o Tumor subkutan di ekstrimitas, di kepala-leher, dinding tubuh,
retropertieum dengan gambaran lokasinya, dapat superficial atau
dalam.
o Tumor tumbuh progresif, umumnya besar >5cm, menginvasi jaringan di
sekitarnya (tulang, kulit)
o Tumor jaringan lunak pada anak-anak harus dipikirkan kemungkinan
suatu tumor ganas.
186

Radiology : X-foto local, CT-Scan, MRI tampak tumor berbatas tidak tegas,
menginfiltrasi kapsel atau jaringan di sekitarnya, ada bagian tumor yang
nekrosis, dan pada arteriografi tampak tumor hiper-vaskuler, ada neovaskularisasi.

Diagnosa banding :
Tumor jinak jaringan lunak, hematom, tumor abdomen
Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Radiology : X-foto / CT-Scan / MRI

Patologi : biopsy, pemeriksaan spesimen operasi

Staging

T : Klinis, imaging, patologi dari biopsy / spesimen operasi (jenis histopatologi,


derajat deferensiasi sel)

N : Klinis, imaging

M : Klinis, imaging (X-foto toraks, USG abdomen, CT-Scan, MRI)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o

Tumor di ekstrimitas

Eksisi luas

Eksisi compartement

Amputasi

Disartikulasi

187

Tumor di kepala, leher, dinding tubuh


1

Eksisi luar

Reseksi dinding abdomen

Eksisi dinding abdomen


Retroperitoneum : laparotomi / eksisi luas tumor

Non bedah
o

Radioterapi : 60 70 COY pre atau pasca bedah atau primer

Kemoterapi , misalnya dengan CyVADIC

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : perdarahan, anemi, invasi / penekanan struktur vital, sesak nafas

Terapi : perdarahan, infeksi, cacat berat

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) Kardiovaskular Toraks

Lama perawatan :
7 - 14 hari
Masa pemulihan :
4 - 12 minggu atau cacat seumur hidup
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang


188

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :

Malignant fibrous histiocytoma

Neurofibrosarcoma

Fibrosarcoma

Liposarcoma

Synovial sarcoma

Rhabdomyosarcoma

Leiomyosarcoma

Epitheloid sarcoma

Angiosarcoma

Mesenchymoma

Mesothelioma

Lain-lain

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

189

Nama Penyakit / diagnosis


KANKER PAYUDARA

Kriteria Diagnostik

Keluhan : tumor atau borok yang mudah berdarah pada payudara, erosi
perdarahan atau keluar cairan abnormal putting susu

Fisik : pada payudara terdapat tumor padat keras, batas tidak jelas, bentuk
tidak teratur, umumnya pada permulaan tidaknyeri, tumbuh progresif, danada
tanda-tanda infiltrasi atau metastase
Tanda infiltrasi : mobilitas tumor terbatas, melekat kulit / muskulus pektoralis /
dinding dada, eritema kulit di atas tumor, peau dorange, satelit nodule,
ulserasi
Tanda metastase : regional ada pembesaran kelenjar limfe ketiak / mammaria
interna atau ada tumor di organ jauh
190

Radiology :
Mammografi ada tumor batas tidak tegs, bentuk irregular, stellate, klasifiaksi
mikro yang tidak teratur
USG Mamma : ada tumor berbatas tidak tegas, hiperechoic

Diagnosis banding :

Tumor jinak mama

Tumor phillodes

Displasia mamma

Masititis khronika

Sarcoma jaringan lunak

Limfoma maligna

Pemeriksaan penunjang :
Diagnostik : Triple diagnostik

Klinis

Mammografi atau USG Mamma

FNA
Juga VC pemeriksaan patologi spesimen operasi

Staging
T

: Klinis, imaging, patologi (jenis histology, derajat diferensiasi)

: Klinis, imaging, biopsy sentinel node

: Klinis, imaging, (X-foto toraks, USG abdomen, bone scan, CT-Scan, MRI)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o Standard :
191

Masektomi Radical Modifiaksi (Patey / Madden)

o Alternative :

Mastektomi Radikal Standard Radical (Halstedt)

BCT/S (Breast Conserving Treatment Surgery)

Tumorektomi / kwadrantektomi / segmentektomi + diseksi


axilla +

+ Reskonstruksi mamma

Pada kanker mamma non palpable atau kanker in situ diseksi


axilla tergantung dari keadaan kelenjar axilla atau tergantung
dari biopsy sentinal node

o Masektomi radikal modifikasi pada kanker mamma lanjut local setelah


mendapat kemoterapi neoadjuvant / radiasi neoadjuvant.

Non bedah
o Radioterapi : pra atau pasca atau primer
o Kemoterapi : adjuvant / neoadjuvant atau primer dengan
CMF = Cyclophospamide, Methotreaxate, Flourouracil
CAF = Cyclophospamide, Adriamycin, Flourouracil
o Hormonterapi

pada

kasus

reseptor

hormone

positif

dengan

ovarecktomi, Tamoxifen, Arimidex, GnRH analogue


o Terapi paliatif dan bantuan
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : perdarahan, infeksi, efusi pleura, oedema lengan, faktura patologis,


paraplegia

Terapi :
Operasi : perdarahan, infeksi, seroma, nekrose kulit, oedema lengan,
sendi bahu kaku
Radioterapi : radiodermitis, fibrosis, nekrose flap, oedema lengan, sendi
bahu kaku
192

Kemoterapi : mual, muntah, leucopenia, infeksi, phlebitis, nekrose kulit


tempat infuse, alopesia, dsb.
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
24 - 36 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnose
Epithelial

Non infiltrating ductul atau lobular carcinoma

Infiltrating ductal atau infiltrating lobular carcinoma

Variant khusus :
o Medullary carcinoma
o Papillary carcinoma
o Cribriform carcinoma
o Mucinous carcinoma
o Scirrhus
o Pagets disease
193

o Squamous cell carcinoma


o Undifferentiated carcinoma
Mesenchymal

Fibrosarcoma

Liposarcoma

Mal. Fibrous histiocytoma, dll

Campuran

Mal. Tumor phyllodes

Carcinosarcoma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

194

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR PEDIATRI

Kriteria Diagnostik

Tumor Willem / Nephroblastoma (C 64)


o Tumor ginjal pada anak-anak, umumnya pada umur di bawah 5 tahun
o Ada trias gejala : tumor abdomen, nyeri dan hematuri, mungkin pula
disertai anemi, hipertensi atau panas
o Radiology : pada IVP, ada filling defek di pyelum, pada USG abdomen
terlihat tumor dari ginjal
o Laboratorium : hematuria, anemia

Neuroblastoma adrenal (C 79.0)


o Tumor ganas syaraf atau ganglion perifir, dapat di leher, toraks
abdomen, tetapi umumnya di kelenjar adrenal, pada umur di bawah 5
tahun, dapat mengalami regresi spontan pada bayi kurang dari 1 tahun.
195

o Pada penyitraan : X-foto polos, terlihat ada klasifikasi dalam tumor,


pada IMP terlihat pyelum normal
o Laboratorium : dalam urine terdapat kenaikan katekolamine, VMA =
vanyl mandelic acid, HVA homo-vandelic acid

Hepatoblastoma (C 22.2)
o Keluhan : sakit perut, mual, muntah, panas, anoreksi, berat badan
menurun
o Tumor pada hati anak, umumnya di bawah 12 tahun
o Radiology : USG abdomen / CT-Scan : nampak tumor pada hati
o Laboratorium : AFP naik, gangguan fungsi hati, ikterus

Retinoblastoma (C 69.2)
o Tumor mata pada anak-anak umumnya umur 1 3 tahun
o Terdapat leukocoria, releks papil putihm strabismus, FlexnerWintersteiner rosette pada retina
o Tumor dapat uni atau bilateral

Teratoma (C 76.2)
o Terdapat tumor di mediastinum, retroperitoneum, ovarium, testis, hati,
dsb; yang terdiri dari campuran derivate jaringan epithelial, endothelial
dan mesenchymal (tulang, kulit, rambut, gigi, usus, dsb)
o Tumor dapat bersifat ganas, in situ, sifat tidak tentu atau jinak
o Radiology : pada X- foto polos tampak tulang atau klasifikasi dalam
tumor pada USG, CT-Scan atau MRI nampak ada tulang atau macammacam komponen jaringan dalam tumor

Diagnosis banding :

Tumor jinak

Limfoma maligna

Pemeriksaan penunjang :
Diagnostik :

Radiology : IVP, USG Abdomen, CT-Scan, MRI

Laboratorium : darah, urine, fungsi hati, fungsi ginjal. AFP, Katekolamine

Sitologi : FNA, sitologi


196

Patologi, jenis histopatologi, derajat

Staging
T

: Klinis, imaging, patologi

: Klinis, imaging, patologi

: Klinis, imaging, patologi

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o Eksisi luas tumor. Pada reseksi hepar 85 % jaringan hepar dapat
direseksi dan akan mengalami regenerasi sempurna dalam 1 3 bulan
o Organtektomi : pada tumor Willem Nefrektomi; pada ovarium
Ovariektomi; pada testis Orchidektomi; pada mata Eksentrasio bulbi

Non bedah
o Radioterapi : pra atau pasca bedah, atau radioterapi primer bila tumor
inoperable
o Kemoterapi

dengan

vincristine,

actinomcin-D,

doxorubicin,

Cyclophospamide, dsb.
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : perdarahan, infeksi, efusi pleura, oedema lengan, faktura patologis,


paraplegia
Terapi : perdarahan, infeksi, seroma, gangguan fungsi organ

Informed consent :
197

Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah Anak

Lama perawatan :
10 14 hari
Masa pemulihan :
12 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Ginjal : nephroblastoma

Adrenal : neuroblastoma, ganglioneuroma

Hepar : hepatoblastoma, hepatocelular carcinoma

Mata : retinoblastoma

Teratoma : malignant teratoma, benign teratoma, terato carcinoma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius


198

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit / diagnosis


KANKER PENIS
Kriteria diagnosis :

Keluhan : benjolan di penis

Fisik :
o Lesi berupa plaque merah, nodus, tumor eksofitik, erosi atau ulkus
terutama di glans atau preputium
o Pembesaran kelenjar limfe inguinal

Diagnosis banding :

Tumor jinak

Condyloma

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Biopsu lesi, pemeriksaan spesimen operasi, jenis histopatologi, derajat


diferensiasi sel
199

Radiology : X-foto toraks, USG abdomen, CT-abdomen

Laborat : darah, urine

Staging
T

: Klinis, imaging

: Klinis, imaging (limfografi bipedal)

: Klinis, imaging (X-foto toraks, USG abdomen, CT-Scan)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan

Terapi :

Bedah
o Panektomi parsial atau total
o Diseksi kelenjar limfe ileo-inguinal

Non bedah
o Radioterapi : 40 Cgy, brachiterapi dengan implantasi iridium
o Kemoterapi : bleomycin, methotrexate, cisplatin

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : kehilangan penis


Terapi : perdarahan, struktur uretra, infeksi

Informed consent :
Perlu
200

Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah urologi

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
4 8 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Squamous cell carcinoma

Adenocarcinoma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali


201

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit / diagnosis


KANKER RONGGA MULUT
Kriteria diagnosis :

Keluhan : ada tumor atau ulkus, mudah berdarah, seringnyeri di mulut

Fisik :
o Ada Lesi di mulut dapat berupa indurasi, nodus, tumor atau ulkus yang
mudah berdarah, sering nyeri, mulut berbau, tidak menghilang dengan
pengobatan konservatif selama 2 4

minggu dengan tanda-tanda

infiltrasi
o Pembesaran kelenjar limfe submandibula atau leher
o Ada lesi pra kanker: seperti leukoplakia, eritroplasia Querat
o Ada factor predisposisi seperti merokok, nginang, peminum alcohol,
kelainan gigi, hygiene mulut yang kurang

Radiology : pada X- foto maksila / mandibula atau panoramic, mungkin terlihat


ada destruksi tulang

Diagnosis banding :

Tumor jinak mulut


202

Ulkus Kronik benigna

Granuloma

Stomatistis

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Radiology : X-foto rahang, panoramik, CT-scan, MRI

Patology : FNA, bio[psy (insisi /eksisi), spesimen operasi (jenis histologi,


derajat diferensiasi sel)

Staging
T

: Klinis, imaging, patologi

: Klinis, imaging, patologi

: Klinis, imaging (X-foto toraks, USG abdomen, CT-Scan)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o Tumor primer

Eksisi luas bibir + rekonstruksi bibir

Eksisi luas lesi trans-oral, defek mukosa ditutup dengan Thiersch


pada tumor T15 atau ditutup dengan T1

Operasi khusus :

Reseksi palatum / mandibula / pipi + pada T2 ke atas


Pasca bedah : dipasang pipa nasogatik selama 7 hari dan
diberikan perawatan higiena mulut yang baik

o Nodus regional : RND = Radical Neck Dissection

Non bedah
203

o Radioterapi : untuk kasus yang inoperable


o Kemoterapi : dengan obat

Tunggal

Cisplatin

Fluorouracil

Endoxan

Multifarma

VBM = vincristin, bleomycin, methotrexate

FAM = fluoroutacil. Adriamycin, mitomycin-C

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit :
Nyeri
Trismus
Sukar makan dan minum
Sukar nafas

Terapi :
Operasi : perdarahan, kiloma, fitula, oro-kutan, infeksi, sinus dari
implant, kawat/plat skrup, nekrose flap
Radioterapi : mukositis, mulut kering, infeksi, fibrosis
Kemoterapi : neutropenia, mukositis, infeksi, toksis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi


204

Dokter spesialis bedah kepala leher

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
4 8 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi
Epithelial

Karsinoma in situ

Squamous cell carcinoma

Adenocarcinoma

Adenoid cystic carcinoma

Pleomorphic carcinoma

Malignant melanoma

Mesenchymal

Fibrosarcoma

Rhabdomyosarcoma

Leimyosarcoma

Mal. Hemangiopercytoma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
205

Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit / diagnosis


KANKER TESTIS
Kriteria diagnosis :

Keluhan : testis membesar, tumor testis, nyeri, terasa berat

Fisik : tumorm embesar, local atau diffuse, konsistensi padat keras, kanan dan
kiri tidak sama

Radiology :
USG : testis bentuk irregular, densitas heterogen
Lab : AFP naik > 15ng/ml, HCG naik > 5 mIU/ml, LDH > 1-1.5 x N ( normal)

Diagnosis banding :

Tumor jinak

Hidrokel testis

Orchitis

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis
206

Radiology : X-foto toraks, USG abdomen, CT-scan abdomen

Laborat : darah, urine, BUN, AFP, HCG

Patologi : FNA, biopsy testis, pemeriksaan spesimen operasi (jenis histologi,


derajat diferensiasi)

Staging
T

: Klinis, imaging, (USG Testis), petanda tumor

: Klinis, imaging

: Klinis, imaging (X-foto toraks, USG abdomen, CT-Scan, MRI)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o Local :

Orchidektomi total

Orchidektomi radikal

o Nodus regional : diseksi kelenjar limfe retroperitoneal

Non bedah : untuk seminoma atau non seminoma


o Radioterapi : 25-30 Gy
o Kemoterapi : etoposide, cisplatin

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : invasi ke kulit skrotum, vas deferen

Terapi
Operasi : perdarahan, infeksi
207

Radioterapi : mual, muntah, diarhoea, badan lemas, nafsu makan turun


Kemopterapi : mual, muntah, diorhoea, badan lemas, nafsu makan
turun,leukopeni, alopesia, dsb.
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah urology

Lama perawatan :
7 - 14 hari
Masa pemulihan :
12 - 24 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi
1. Seminoma
2. Non seminoma
Embryonal carcinoma
Choriocarcinoma
Teratoma maligna
Embryonal rhabdomyosarcoma
York sac tumor
208

Leydig cell tumor


Granulose cell tumor
Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit / diagnosis


KANKER TULANG

Kriteria diagnosis :

Keluhan : tumor , nyeri tulang , timbul patah tulang, paraplegia

Fisik : tumor pada tulang dengan invasi keluar tulang,patah tulang patologis,
paraplegia

Radiology :
X-foto tulang, CT-scan, MRI :ada pembentukkan tulang baru (codmans
trangle),

ada

sunrays

phenomen

pada

osteogenic

sarcoma,

atau

phenomena union peel = kulit bawang pada Ewing sarcoma ada invasi tumor
keluar tulang, faktura patologis
Diagnosis banding :

Tumor jinak

Kiste tulang

Osteomyelitis
209

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Epidemiologi : umur, lokasi tumor

Radiology : X-foto toraks, CT-scan , MRI, Scantigrafi tulang

Laborat : darah, urine, fungsi hati, fungsi ginjal, fosfatase alkali

Patologi : Biopsy , FNA,

pemeriksaan spesimen operasi (jenis histologi,

derajat diferensiasi)
Staging
T

: Klinis, imaging, patologi spesimen operasi

: Klinis, imaging

: Klinis, imaging (X-foto toraks, USG abdomen, CT-Scan, MRI, scantigrafi


tulang, patologi)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o Ekstremitas

Reseksi tulang + transplantasi tulang atau protese tulang (limb


preserving operation)

Amputasi / disartikulasi

o Kepala, leher, tubuh :


Reseksi radikal tulang / reseksi dinding toraks / + rekonstruksi

Non bedah
o Radioterapi : pra atau pasca bedah, atau radioterapi primer
o Kemoterapi : dengan kombinasi Cyclophospamide, doxorubicin ,
ifosphamide, cisplatin, methotrexare.
210

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Penyulit :

Penyakit : fraktur, paraplegia

Terapi :
Operasi

Perdarahan

Hematoma

Infeksi

Cacat

Radioterapi

Radiodermatitis

Radionekrose

Lemas

Fibrosis

Kemoterapi

Netropenia

Mual / muntah

Alopecia

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah Ortopedi

Lama perawatan :
7 14 hari

211

Masa pemulihan :
4 - 12 minggu
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Membentuk tulang atau kartilago


o Osteogenic sarc
o Juxtacortical osteosarc
o Chondrosarc
o Juxtra chondrosarcoma
o Mesenchymal chondrosarcoma

Lisis tulang
o Giant cell tumor
o Ewing sarcoma

Lain-lain
o Hemangiopithelioma
o Hemangiopericytoma
o Angiosarcoma
o Fibrosarcoma
o Liposarcoma
o Malignant mesenchymoma
o Undifferentiated sarcoma
o Chordona
o Adamantinoma dari tulang panjang

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
212

Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit / diagnosis


LIMFADENOPATI

Kriteria diagnosis :
Ada pembesaran kelenjar limfe salah satu atau lebih di regio leher, ketiak, inguinal
yang dapat :

single atau multiple

Lepas atau melekat satu dengan yang lainnya membentuk konglomerat

Dicurigai ganas
o Primer : apabila kelenjar membesar progresifm tanpa ada radang,
padat, terfiksasi atau tidak sembuh dengan antibiotika atau obat anti
TBC
o Sekunder : bila ditemukan ada tumor primernya

Diagnosis banding :

Limphadentitis khronika, baik spesifik maupun non spesifik

Limfoma maligna (Hodgkin atau non Hodgkin)

Reaktif hyperplasia
213

Metastasis kanker dari tempat lain, ICD C 77 atau C 80

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Radiology : tergantung dari lokasi limfadenopati itu untuk mencari tumor


primernya

Patologi : Biopsy , FNA, eksisi

Laborat tes immunologis (TBC, toksoplasma)

Staging, hanya untuk limfoma maligna atau metastase kanker


T

: Cari letak tumor primernya, Klinis, imaging

: limfadenopati adalah metastase regional atau metastase jauhnya

: cari lokasi metastase jauhnya, klinis dan imaging

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah : tergantung dari penyebabnya

Non bedah : tergantung dari penyebabnya

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : -

Terapi : -

214

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah kepala leher

Lama perawatan :
tergantung dari sebabnya
Masa pemulihan :
tergantung dari sebabnya

Hasil :
Tergantung dari sebabnya

Tuberkulosa : sembuh

Reaktif hyperplasia : sembuh

Limfoma maligna : bebas kanker

Metastase kanker : sukar sembuh

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Limfadenitis tuberkulosa

Reaktif hyperplasia kelenjar limfe

Limfoma maligna

Matestase kanker

Dengan mengetahui jenis histologinya, mungkin dapat ditemukan tumor primernya


(ICD C 77 atau ICD topografinya) dan mungkin pula tidak ditemukan (diagnosa
menjadi MUO = Metastase of Unknown Origen atau CUP = Cancer of Unknown
Primary, ICD C 80)
215

Otopsi :
Prognosis :

Non neoplasma : baik

Neoplasma: tergantung dari stadiumnya

Tindak lanjut :
Tergantung dari penyebabnya

Nama Penyakit / diagnosis


LIMFOMA MALIGNA

Kriteria diagnosis :

Keluhan :
o Pembesaran kelenjar limfesuperfisial seperti di leher, ketiak, inguinal,
atau benjolan di tonsil atau faring, atau keluhan karena ada benjolan di
perut
o Panas badan, penurunan berat badan atau berkeringat tengah malam
yang tidak jelas sebabnya

Fisik : Limfadenopati single atau multiple, di salah satu atau lebih regio
kelenjar limfe superficial, seperti di leher, ketiak, inguinal, tonsil, atau
lingkaran Waldeyer

Radiology :USG-abdomen, CT-scan abdomen , MRI untuk terlihat adanya


agregat jaringan limfe atau kelenjar limfe yang menimbulkan obstruksi ileus
itu.

Pada laparotomi karena ileu ditemukan adanya agregat jaringan limfe atau
kelenjar limfe yang menimbulkan obstruksi ileus itu
216

Diagnosis banding :

Tumor jinak kelenjar limfe

Limphadentitis tuberkolosa non spesifik

Limphadenitis non spesifik

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Epidemiologi : umur, factor resiko

Radiology : X-foto toraks, X-foto tulang, USG Abdomen, CT-scan , MRI.

Laborat : darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, LDH, albumin, globulin,
SGPT, alkali fosfatase , sumsum tulang

Patologi : Biopsy kelenjar limfe, tulang, sumsum tulang terbuka atau dengan
VC

Eksplorasi : laparoskopi, laparotomi, torakoskopi

Patologis : jenis histology, pada HD = Hodgkin Disease, ditemukan sel Reed


Sternberg, pada NHL = Non Hodgkin Limfoma tidak

Immunohistokimia : sel-T atau sel-B

Staging

Klinis : cS = clinical staging

Patologi : pS = pathological staging

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah : laparotomi, jika timbul ileus atau peritonitis

Non bedah
o Radioterapi

40 Gy, bila limfoma masih local pada satu regio

Pada sindroma vena cava superior


217

o Kemoterapi dengan

AVBD = Adriamycin, Bleomycin, Vinblastine, dan Dacarbazine

MOPP

Mechorethamine,

Oncovin,

Prednisone

dan

Procarbazine

BACOP = Bleomycin, Adriamycin, Cycloposphamide, Oncovin


dan Prednison

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : ileus obstruksi, peritonitis, anemia, sindrom vena cava superior

Terapi :
Operasi : Perdarahan, Infeksi
Radioterapi : Radiodermatitis, Radionekrose, Lemas
Kemoterapi : Netropenia, Mual / muntah, Alopecia .

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah kardiovaskular toraks

Lama perawatan :
24 minggu
Masa pemulihan :
4 8 minggu
Hasil :
218

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Non Hodgkin Lymphoma


o Follicular (Nodular)
o Diffuse

Hodgkin Disease
o Lymphocytic predominance
o Nodular sclerosis
o Mixed cellularity
o Lymphocytic dpletion
o Other Hodgkins disease
o Hodgkins unspecified
o Mycosis fungoides

Plasmacytoma

Reticulasarcoma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali


219

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK GENETALIA LAKI & TUMOR NON NEOPLASMA GENETALIA
LAKI

Kriteria diagnosis :

Keluhan : benjolan kecil di prostate, testis, penis atau pada kulit geneatalia

Fisik : tumor kecil, umumnya < 2 cm, berbatas tegas, padat, atau kisteus, di
prostate (colok dubur), testis, epdidimis, penis, atau skrotum

Diagnosis banding :

Tumor ganas

Hidrokel testis

Spermatokel

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

FNA, biopsy testis, pemeriksaan spesimen operasi

220

Patologi : Biopsy , FNA,

pemeriksaan spesimen operasi (jenis histologi,

derajat diferensiasi)
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat jalan atau rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah : eksisi tumor, TUR

Non bedah : -

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : -

Terapi : Perdarahan, Infeksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah urologi

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
221

1 minggu
Hasil :
Bebas tumor, sembuh
Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Neoplasma
o Prostat : adenoma, fibroma, myoma
o Testis & epididimis : teratoma matur, sertoli sel tumor, karsinoid, tumor
Brenner

Tumor non Neoplasma


o Prostat : hyperplasia
o Testis & epididimis : granuloma, spermatokel, hidrokel, funikuli
o Penis & skrotum : kiste epidermis, atheroma

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
Prognosis :
Baik
Tindak lanjut :
-

222

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK JARINGAN LUNAK & TUMOR NON NEOPLASTIK JARINGAN
LUNAK

Kriteria diagnosis :
Tumor jinak jaringan lunak

Lipoma
Tumor berbentuk bulat, oval, atau lobuler, tumbuh pelan, konsistensi lunak,
tidak nyeri, single, atau multiple, subkutan

Hemangioma
o Hemangioma kapilare
Berbentuk plaque atau nodus pada kulit, berwarna merah, yang
terdapat sejak lahir atau timbul waktu anak-anak
o Tumor dapat tumbuh dan membesar dengan cepat tetapi dapat
mengecil atau menghilang spontang, umumnya sebelum umur 5 7
tahun.
o Hemangioma arteriale (hemangioma racemosum, cirrsoid hemanioma)

Tumor berbentuk panjak, berbelok-belok, berdenyut karena ada


shunt antara arteri dan vena, sejak bayi atau kecil
223

Lokasi umumnya di subkutan di kepala

Limfangioma
o Limfangioma kapiler (limfangioma simpleks)
Berbentuk vesikel atau kutil kecil-kecil multiple, berisi cairan limfe,
dengankulit berwarna normal, timbul sejak lahir atau waktu kecil
o Limfangioma cavernosum
Berbentuk tumor berupa pembesaran organ, seperti bibir (makrocheili),
lidah (makroglosi), dsb, dengan kulit di atas tumor berwarna normal,
konsistensi seperti spons.
o Limfangioma kistikum (Higroma)

Berupa kista, berisi cairan limfe, dengan kulit di atas tumor


warnanya normal, timbul sejak lahir atau waktu bayi

Lokasi umumnya di leher (higroma coli) atau di axilla (higroma


axillare)

Fibroma (D 21)
o Berbentuk tumor padat, berbatas tidak tegas, konsistensi ada yang
berat (fibroma durum), ada yang lunak (fibroma molle) tergantung pada
banyaknya jaringan ikat pada tumor
o Lokasi subkutan, fascia, septum intermukulare
o Tumor desmoid ialah fibroma yang terdapat pada dinding abdomen
pada

fascia

muskulus

rektus

atau

obliquus

abdominis.

Klinis

kelihatannya sebagai tumor ganas, tetapi patologis sebagai tumor jinak.

Nuerofibroma (D 36.1)
o Berebntuk tumor bulat panjang, sering multiple sepanjang jalan syaraf
perifer, berasal dari bungkus syaraf
o Dapat imbul nyeri atau paraestehia

Tumor non neoplasma

Neurofibromatosis von Recklinghausen (Q 85.0)


o Suatu penyakit congenital herediter, yang terdapat sejak lahir atau baru
manifest setelah dewasa, yang tumbuh, yang tumbuh progresif dengan
pelan.

224

o Berbentuk nodus, tumor atau polipoid, di kulit, subkutis, atau subfascial,


multiple di seluruh tubuh, dengan ukuran bervariasi, konsistensi lunak
o Yang khas ialah terdapat caf aux lait, suatu plaque berwarna coklat
susu pada kulit
o Bila belakangan ada tumor yang tumbuh dengan cepat, konsistensi
berubah menjadi padat, harus dicurigai mengalami transformasi ganas,
menjadi neurogenic sarcoma

Ganglion (M 67.4)
o Tumor kisteus dari bungkus tendon atau sendi, yang berisi cairan
seperti gudir
o Lokasi umumnya di subkutan di tangan (ganglion karpi), kaki (ganglion
tarsi), atau di poplitea (ganglion poplitea)

Diagnosis banding :
Tumor ganas jaringan lunak
Pemeriksaan penunjang :

Radiology : X-foto

Patologi : Biopsy , FNA, pemeriksaan spesimen operasi

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah
o Eksisi tumor
o Cryosurgery
o Elektro cauter
o Abrasi / dermobrasi

Non bedah
o Hemangioma : radioterapi, kortikosteroid, tatouage
225

o Ganglion : kortikosteroid intra kistik


Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : umumnya tidak ada

Terapi : Perdarahan, Infeksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah kepala-leher

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :
Bebas tumor, sembuh
Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Hemangioma

Lipoma

Fibroma
226

Benign fibrous histiocytoma

Neurofibroma

Rhabdomyoma

Synoviona

Leiomyoma

Ganglion aponeutikum

Neurofibromatosis

Otopsi :
Prognosis :
Baik

Tindak lanjut :
12 minggu, 24 minggu, 52 minggu, kemudian lepas.

227

Nama Penyakit / diagnosis


TERATOMA

Kriteria diagnosis :

Keluhan : tumor pada tempat-tempa yang khas untuk lokasi teratoma, seperti
di sacroccygeal, testis, ovarium, dsb.

Fisik :
o Berbentuk tumor ada yang padat ada yang kistik yang terdapat tempattempat yang khas untuk lokasi suatu teratoma
o Manifest sejak lahir, atau setelah dewasa. Makin dewasa manifestnya,
makin besar kemungkinan keganasan.

Radiology : X-foto polos / CT-scan abdomen , MRI : nampak ada kasi-fikasi


atau bentukan seperti tulang, gigi, dsb.

Eksplorasi operasi : tumor berkapsul yang tegas (jinak) atau tidak tegas
(gana), mengandung kulit, rambut, tulang, usus, dsb.

Diagnosis banding :

Tumor jinak atau ganas jaringan lunak

Tumor jinak atau ganas organ yang bersangkutan


228

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis

Radiologis : X-foto , CT-scan , MRI pada tempat tumor.

Patologis : FNA, Biopsy, pemeriksaan spesimen operasi

Eksplorasi operasi : untuk melihat keadaan tumor

Staging : hanya untuk tumor ganas

: Klinis, imaging, patologi

: klinis, imaging, FNA

: klinis, imaging, patologi

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah :
o Teratoma jinak : eksisi tumor
o Teratoma ganas : eksisi luas atau organektomi

Non bedah : Radioterapi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : erosi atau destruksi tulang di sekitarnya

Terapi :
Operasi : Perdarahan, Infeksi
Radioterapi : Radionekrose.

Informed consent :
229

Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) Toraks

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
1 bulan
Hasil :

Stadium dini : bebas kanker

Stadium lanjut : DFS atau OS diperpanjang

Stadium sangat lanjut : tidak sembuh, paliasi

Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Teratoma ganas

Teratoma jinak

Teratoma sifat tidak jelas

Otopsi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis dan kasus kematian yang sebabnya tidak jelas
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : dubius

Stadium sangat lanjut : jelek


230

Tindak lanjut :

0 3 tahun : setiap 3 bulan sekali

3 5 tahun : setiap 6 bulan sekali

>5 tahun : setiap 1 tahun sekali

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK KULIT DAN TUMOR NON NEOPLASTIK KULIT

Kriteria diagnosis :
Neoplasma jinak kulilt, D 24
Terdapat lesi pada kulit berbentuk plaque, papel, nodus, atau tumor yang berbatas
tegas tanpa ada infltrasi atau tanda metastasis

Papiloma
Berbentuk tumor papiler, menonjol di atas kulit, permukaan kasar
Berwarna seperti kulit normal di sekitarnya

Epithelioma
Berbentuk nodus atau plaque kecil, di dalam kulit
Berwarna seperti kulit normal di sekitarnya

Nevus pigmentosus
Plague atau nodus berwarna hitam

Kiste dermoid
Kista berisi sebum, subkutan, pada alis, garis tangan, atau brachial cleft
Timbul sejak lahir atau waktu anak-anak, dinding

Dermatofibroma
berupa nodus kecil, keras, di kulit dan subkutis
231

berwarna coklat, menyerupai keloid


Tumor non neoplasma kulit
Verruca vulgaris (B 07)
o Berupa tumor papiler kecil di kulit, dengan permukaan yang kasar
o Warnanya seperti kulit normal di sekitarnya
Keratosis (L 82 L 86)
o Keratosis seborrhoicum (L 82)

Lesi berupa plaque, nodule atau tumor berwarna coklat atau


kehitaman, sering multiple

Lokasi terutama pada kulit muka atau leher dan tubuh

o Keratosis solaris = keratosis senilis (L 57.0)

Bentuknya mirip dengan keratosis seborrhoincum

Umumnya terdapat pada orangtua

Lokasi terutama pada muka, leher, dan bagian kulit yang terbuka

o Keratoacanthoma (L 85.8)

Tumor papiler dengan sentral nekrose

Dapat membesar dengan cepat dan mengalami regreasi


spontan

Ada yang menganggap sebagai suatu karsinoma kulit


keganasan rendah

o Kiste epidermoid (L 72.0)

Tumor kiteus subkutan, berisi sebum, berdinding epidermis

Lokasi umumnya di tangan atau kaki

o Kiste sebacoues = Atheroma (L 72.1)

Tumor kisteus di kulit dan subkutan, berisi sebum

Pada kulit di atas kiste terdapat puncta, berwarna hitam, yaitu


lubang kelenjar sebaceous yang buntu oleh sebum yang
mengeras

Tumor mobil dari jaringan subkutan di bawahnya

o Molluscum contagiousm (B 08.1)

Nodus kecil di kulit, berwarna keputihan

Bila dipenceet keluar inti yang keras


232

o Granuloma (L 92.3)

Berupa nodus lunak di kulit, konsistensi lunak, mudah berdarah


(L 92.3)

Dapat berupa reaksi benda asing di bawahnya, seperti benang


(T 81.8)

Diagnosis banding :
Tumor ganas kulit
Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis :
pemeriksaan patologi spesimen operasi
Staging :
- (hanya untuk tumor ganas)
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah :
o Eksisi tumor
o Elektokoagulasi
o Desikasi
o Kuretage

Non bedah
o Olesi nitras argenti, tincture podofili, trichlor acetate
o Salep FU, salep keratolik

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C


233

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : umumnya tidak ada

Terapi : Perdarahan, Infeksi, timbulnya keloid

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah Kepala-Leher

Lama perawatan :
Poliklik
Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :
Bebas tumor, sembuh
Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Tumor jinak kulit


o Nevus intrademal
o Compound nevus
o Epithelioma
o Keratoacanthoma
o Hydradenoma
o Nevus junctional nevus
234

o Papiloma
o Adenoma
o Syringoma
o Trichoepithelioma
o Demoid cyst

Tumor non neoplastik kulit


o Seborrhoic keratosis
o Molluscum contagiosum
o Verruca vulgaris

Otopsi :
Prognosis :
Baik
Tindak lanjut :
4bulan, 6 bulan kemudian lepas

235

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK PAYUDARA

Kriteria diagnosis :

Fiboadenoma mamma
Tumor di mamma pda wanita

Muda, di bawah umur 30 tahun

Tumbuh pelan dalam waktu tahunan

Batas tegas

Bentuk bulat atau oval

Permukaan halus

Konsistensi padat elastis

Sangat mobil dalam korpus mamma

Tumor dapat single atau multiple

Bodus axilla tidak teraba membesar dan tidak ada tanda metastase jauh

Tumor filloides mamma


Tumor pada mamma yang besar, > 5 cm dan dapat lebih dari 30 cm

Diameter umumnya besar di atas

Permukaan berbenjol-benjol

Ada bagian yang padat and kisteus

Sangat mobil dari dinding dada

Kulit di atas tumor mengkilat


236

Vena subkutan membesar dan berbelok-belok (venaektasi)


Tidak ada tanda-tanda infiltrasi atau metastase

Papillima intra duktal


Perdarahan atau keluar cairan abnormal dari putting susu
Tumor kecil di subareolar

Diagnosis banding :

Kanker payudara

Kiste payudara

Fibroadenosis

Pemeriksaan penunjang Diagnosis :

Epidemiologi : umur, factor risiko

Radiology : USG mamma / mammografi

Sitologi : FNA

Patologi : biopsy, Vries Coup (VC)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :

Fibroadenoma mamma : poliklinik, kalau perlu MRS untuk tumor yang multiple

Tumor filloides dan papiloma intraduktal : MRS

Terapi :

Fibroadenoma mamma : eksisi tumor mamma

Tumor filloides : eksisi tumor atau masektomi simple

Papiloma intraduktal : duktektomi

Lain-lain tumor jinak : eksisi tumor mamma

Tempat pelayanan :
Minimal rumah sakit kelas C
237

Penyulit :
Operasi :

Perdarahan

Hematoma

Infeksi

Informed consent :
Perlu ada informed consent
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Lama perawatan :
0 7 hari
Masa pemulihan :
1 - 2 minggu
Hasil :
Sembuh
Patologi :

Fibroadenoma

Tumor phyllodes

Lipoma

Otopsi :
Prognosis :
Tumor jinak : Baik
238

Tindak lanjut :

0 1 tahun : tiap 3 bulan

> 1 tahun : lepas

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK TULANG

Kriteria diagnosis :

Keluhan : tumor, nyeri tulang, timbul patah tulang

Fisik : tumor pada tulang konsistensi keras, berbatas tegas, atau ada patah
tulang patologis

Radiology : X-foto tulang; tampak densitas tulang bertambah (osteoblastik)


atau berkurang (ostolitic) atau campuran.

Alkali fosfatase naik

Diagnosis banding :

Tumor ganas tulang

Kiste tulang

Osteomyelitis

Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis :

Radiology : X-foto tulang, Ct-Scan

Biopsy : FNA, biopsy tulang, pemeriksaan spesimen operasi

Staging : - (hanya untuk tumor ganas)


239

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah :
o Reseksi tulang
o Kuretage
o Cryosurgery

Non bedah : -

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah ortopedi

Lama perawatan :
+ 1 minggu
Masa pemulihan :
4 12 minggu
Hasil :
Bebas tumor, sembuh
Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi
240

Tumor jinak tulang


o Osteoma
o Kondroma
o Adamantinoma
o Hemangioma
o Giant cell tumor
o Osteobastoma
o Kondroblastoma
o Fibroma
o Limfangioma

Tumor non neoplama


o Kiste tulang
o Fibrous displasia

Otopsi :
Prognosis :
Baik , tumor hilang / sembuh

Tindak lanjut :
-

241

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK SALURAN KENCING DAN TUMOR NON NEOPLASMA SALURAN
KENCING

Kriteria diagnosis :

Keluhan : hematuria, disuria

Ginjal : USG : terlihat tumor kecil di ginjal, padat atau kisteus]

Pyelum : IVP terlihat filling defek di pielum

Buli-buli : kistografi atau kistokopi terlihat tumor kecil di buli-buli

Diagnosis banding :
Tumor ganas kulit
Pemeriksaan penunjang :
Diagnosis :

Laboratorium : darah, urine, BUN, kreatinine

Radiology :
o Ginjal : IVP, USG, retrogade pyelografi
o Pielum : IVP, pieloskopi, FNA, sitologi, biopsy
o Buli-buli : IVP, kistografi, kistokopi

Sitologi : urine

Patologi : FNA, TUR, spesimen operasi

Staging : - (hanya untuk tumor ganas)


242

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk diagnosis dan tindakan
Terapi :

Bedah :
o Eksisi tumor
o TUR

Non bedah

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Penyakit : hematuria, infeksi

Terapi : Perdarahan, Infeksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah Urologi

Lama perawatan :
+ 2 5 hari
Masa pemulihan :
243

4minggu
Hasil :
Keluhan dan tumor hilang
Patologi :
Perlu untuk konfirmasi diagnosis
Jenis histologi

Tumor jinak
o Ginjal : adenoma, fibroma, mioma
o Pielum, transitional cell papiloma, adenoma
o Buli-buli : transitional cell papiloma, squamos cell papiloma

Tumor non neoplasma


o Ginjal : kiste ginjal, hamartoma
o Pielum : transitional cell metaplasia, adenoma
o Buli-buli : transitional cell papiloma, squamous cell metaplasia,
glandular metaplasia, fibous polip, endometriosis, hamatoma, kiste

Otopsi :
Prognosis :
Baik
Tindak lanjut :
-

244

245

Nama Penyakit / diagnosis


ABSES MAKSILOFASAL
Kriteria Diagnosis
Pembengkakan di daerah maksilofasial yang terlokalisir, disertai rasa nyeri dan
kadang disertai panas badan, kulit diatasnya kemerahan, fluktuasi (+), nyeri tekan (+)
Diagnosis banding :
246

Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera bila :

Lokasi di dasar mulut, periorbital, nasofrontal

Diameter > 6 cm

Terapi :

Insisi drainase kultur pus bila ada fasilitas

Antibiotika sesuai dengan kuman penyebab

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :

Obstruksi jalan nafas

Sepsis

Trombosis sinus kovernosus

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

247

Lama perawatan :
3 - 5 hari
Masa pemulihan :
10 14 minggu
Hasil :

Abses (-)

Infeksi reda

Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit/diagnosis

AMELOBLASTOMA

248

Kriteria diagnosis
Benjolan berasal dari tulang mandibula atau maksila (jarang) tak nyeri, tumbuh pelan
(bertahun-tahun), konsistensi keras, kadang ada fenomena bola pingpong, gigi yang
bersangkutan biasanya tak teratur.
Diagnosa banding :

Ossifying fibroma

Ksita odontogenik

Giant cell tumor

Pemeriksaan penunjang :

Mandibula : X-foto mandibula AP + Eisler atau panoramic

Maksila : X-foto Waters + hap

Adanya gambaran kista multiple / single


Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter Spesialis yang terkait
Perawatan RS :
Rawat inap untuk
Terapi :
Reseksi mengikutsertakan tulang sehat 1 12 cm dari batas lesi + rekonstruksi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :
Perdarahan, hematom, fistel orokutan, lesi n.hipoglosus & n.lingualis
Informed consent :
Perlu
249

Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Onkologi

Dokter Spesialis Bedah (K) KL

Lama perawatan :
12 - 14 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :
Tumor terangkat radikal
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

250

Nama Penyakit / diagnosis


FLEGMON DASAR MULUT
Kriteria Diagnostik
Pembengkakan sudmandibuler dengan rasa nyeri dan panas badan, kulit di atasnya
kemerahan, rasa hangat dan nyeri tekan. Bisa disertai trismus dan mungkin ada
riwayat sakit gigi sebelumnya.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :

Insisi drainase kultur pus bila ada fasilitas

antibiotika sesuai dengan kuman penyebab


Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Obstruksi jalan nafas

Sepsis

Informed consent :
Perlu
251

Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

Lama perawatan :
3 5 hari
Masa pemulihan :
1 - 2 minggu
Hasil :

Infeksi (-)

Setelah infeksi reda, konsul dokter gigi bila sumber infeksinya dari gigi

Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

252

Nama Penyakit/ diagnosis

FRAKTUR MASKILA

Kriteria diagnosis :
Trauma daerah maksila yangmengakibatkan diskontuinitas tulang maksila, ditandai
dengan adanya maloklusi dan tulang maksila, ditandai dengan adanya maloklusi dan
floating maksila. Bisa disertai edema, nyeri, hematoma, periorbital, rinore.
Diagnosa banding :
Pemeriksaan penunjang :
X foto Waters

Le Fort I

: garis fraktur trensversal bawah

Le Fort II

: garis fraktur pyramidal

Le Fort III

: garis fraktur transversal atas

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :

Suspensi frontosirkumferensial + arc bar, atau plating (dikerjakan sebelum 7


hari dari trauma)

Arc bar bawah dilepas hari ke 30

Arc bar atas dan suspensi dilepas hari ke 60

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C


253

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :

Malunion

Non union

Osteomielitis

Kekakuan sendi temporomandibuler

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

Dokter spesialis bedah plastik & rekonstruksi

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
8 minggu
Hasil :

Tulang maksila union

Maloklusi (-)

Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu

254

Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR MANDIBULA

Kriteria Diagnostik
Trauma pada mandibula yang mengakibatkan diskontnuitas tulang mandibula,
ditandai maloklusi dan false movement, bisa disertai edema dan nyeri tekan.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :

X Foto mandibula AP + Eisler atau

Panoramic

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :
Interosseus wiring + arc bar, atau plating (dikerjakan sebelum 14 hari dari trauma),
arc bar dilepas hari ke 30
Tempat pelayanan :
Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai
Penyulit :

Molunium
255

Non union

Osteomielitis

Kekakuan sendi temporomandibuler

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

Dokter spesialis bedah plastik & rekonstruksi

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :

Tulang mandibula union

Maloklusi

Sembuh

Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

256

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR NASAL

Kriteria Diagnostik
Trauma daerah hidung yang mengakibatkan diskontinuitas tulang hidung, ditandai
dengan adanya deformitas hidugn, edema dan epitaksis
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
X foto nasal
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :
Reposisi segear, pasang tampon hidung dan gips kupu-kupu dilepas pada hari ke 21
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :
257

Malunion
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

Dokter spesialis bedah plastik & rekonstruksi

Lama perawatan :
3 - 4 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :

Tulang hidung union

Deformitas (-)

Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

258

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR ZIGOMA
Kriteria diagnosis :
Trauma daerah zigoma yang mengakibatkan diskontinuitas tulang zigoma, ditandai
dengan adanya deformitas dan nyeri tekan, bisa disertai periorbital, diplopia,
parestesi infraorbital, edema, enoptalmus atau eksoptalmus.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :

X-foto Waters :
Nampak garis fraktur, biasanya pada 3 tempat yaitu namrgo inferior orbita,
silier dan arkus zigomatikus

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :

Reposisi
Bila tidak stabil perlu fiksasi dengan interoseus wiring atau plating.
259

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Malunion

Non union

Osteomielitis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

Dokter spesialis bedah plastik & rekonstruksi

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :

Tulang zigoma union

Deformitas ( - )

Gangguan okuli ( - )

Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
260

Tidak perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


HIGROMA KOLI
Kriteria diagnosis :

Benjolan di leher sejak lahir / bayi, membesar sesuai pertumbuhan anak, bisa
meluas ke wajah, rongga mulut, ketiak, atau mediastinum, dinding tipis,
konsistensi kistik, sering berlobi, sebagian berbatas jelas, tak nyeri tekan,
transiluminasi ( + )

Diagnosis banding :
Lipoma, fimfangioma simpleks, hemangioma, ksita brankhiogenik
Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Ekstirpasi
261

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :
Lesi struktur vital (pembuluh darah, saraf, saluran nafas dan esophagus) hematoma,
infeksi, edema laring
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) KL

Lama perawatan :
5 - 7 hari
Masa pemulihan :
14 hari
Hasil :
Benjolan terangkan sebersih mungkin
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik
262

Nama Penyakit / diagnosis


KANKER RONGGA MULUT
Kriteria diagnosis :
Lesi di rongga mulut berbentuk bunga kol / ulserasi / peninggian yang tak hilang
setelah 4 minggu, cenderung tumbuh cepat, bisa disertai rasa tebal atau nyeri.
Kemungkinan ada factor predisposisi seperti merokok, nginang, peminum alcohol,
gigi runcing, hygiene mulut jelek,malnutrisi, lesi pra kanker berupa leukoplakia,
eritroplakia. Bisa disertai metastase pada kelenjar getah bening leher, biopsy positif
Diagnosis banding :

Ulkus kronis benigna

Granuloma

Pemeriksaan penunjang :

Biopsy
Tumor <= 1 cm, biopsy eksisional (dengan batas 1 cm keliling tumor) pasa
lokasi tertentu > 1 cm, biopsy insisional

Untuk keperluan staging :

263

o untuk mengetahui infiltrasi, bila tumot sangat dekat dengan tulang : X


foto mandibula AP / Lat + Eisler / panoramic serta X foto maksila
Waters + Hap
o mengetahui metastase jauh : X foto toraks, USG hepar dan bone
survey bila ada indikasi
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Eksisi luas sampai 1 1.5 cm di luar jaringan patologis, nasogatik feeding 7 hari, k/p
rekonstruksi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Infeksi

Dehisensi luka

Fistula orokutan

Chyloma

Nekrosis

Flap

Seroma

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :
264

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) KL

Lama perawatan :
10 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :
Sembuh total untuk stadium I
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :

Stadium dini : baik

Stadium lanjut : jelek

Nama Penyakit / diagnosis


KARSINOMA TIROID

Kriteria diagnosis :
Benjolan di leher bagian depan, ikut bergerak waktu menelan disertai tanda
pembesaran yang cepat, suara parau, sesak nafas, gangguan menelan, konsistensi
keras,mobilitas terbatas, pembesran kelenjar getah bening, FNAB keganasan ( + )
Diagnosis banding :

Tiroifitis kronis
265

Struma adenomatosa

Pemeriksaan penunjang :

FNAB X foto leher (kalau perlu )

Untuk staging :
o X foto toraks
o USG Abdomen
o Alkalifosfatase

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :

Total tiroidektomi / near / total tiroidektomi + FND bila metatase ke KGB leher /
radiasi eksterre / interna (J-131)

Kemoterapi bila ada indikasi

Substitusiterapi levotiroksin

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Sesak nafas

Suara serak karena lesi rekuren

Kejang karena hipo paratiroid

Trakheomalaise

Perdarahan

Informed consent :
266

Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi atau KL

Lama perawatan :
5 hari
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :
Tumor terangkat secara onkologi / radikal
Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :

Tergantung factor prognostic

Baik bila :
o Usia < 45 tahun
o Ukuran tumor < 4 cm
o Tiper diferensasi baik
o Tidak ada ekstensi

Nama Penyakit / diagnosis


KISTA BRANCHIOGENIK

267

Kriteria diagnosis :
Benjolan kistik di depan 1/3 atas m sternokleido matrideus di leher akbiat kelinan
kongenital
Diagnosis banding :

Higroma

Tiroid aberan

Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Eksisi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Hematom

Infeksi

Fistel

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah


268

Dokter spesialis bedah (K) bedah KL

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :
Tumor terangkat
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


KISTA DUKTUS TIROGLOSUS

Kriteria diagnosis :
Benjolan di leher daerah midline setinggi kartilago hiroid, batas jelas, kistik, tak nyeri
tekan, ikut bergerak ke atas bila penderita menelan dan menjulurkan lidah
Diagnosis banding :

Struma pada istmus

Limfadenopati
269

Kista dermoid

Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Operasi prosedur Sistrunk
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Fistel

Residif

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Lama perawatan :
3 hari

270

Masa pemulihan :
14 minggu
Hasil :
Benjolan terangkat besih bersama salurannya
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


KISTA ODONTOGENIK

Kriteria diagnosis :

Benjolan pada mandibula atau maksila, tidak nyeri, adanya gangren radiks
atau gigi yang tidak tumbuh

X foto nampak gambaran kista single

Diagnosis banding :
271

Kista radikuler

Kista folikuler

Pemeriksaan penunjang :

X foto mandibula AP / Eisler atau panoramic

X foto maksila Waters / HAP

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat Inap
Terapi :
Ekskokleasi (kuretase & ekstraksi gigi)
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Infeksi

Hematoma

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) KL

272

Lama perawatan :
5 hari
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :
Kista terangkat bersih
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING KEPALA DAN LEHER

Kriteria diagnosis :
Pembesaran kelenjar limfe, dicurigai ganas bila :

Pembesaran prograsif

Tanpa tanda radang


273

Ada tumor primer di tempat lain

Tidak sembuh dengan antibiotika

Benjolan teraba agak keras

Diagnosis banding :

Limfadenitis spesifik / non spesifik

Limfoma maligna

Metatase dari tempat lain

Pemeriksaan penunjang :

FNAB, biopsy eksisional, atau biopsy insisional

Pemeriksaan darah lengkap

Tumor marker bila ada fasilitas

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Poliklinis / opname bila perlu operasi dengan nekrose
Terapi :
Sesuai penyebab
(radioterapi, kemoterapi, pembedahan, antibiotika)
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :
Tergantung
Informed consent :
Perlu

274

Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) KL

Lama perawatan :
Tergantung penyebab
Masa pemulihan :
Tergantung penyebab
Hasil :
Pembesaran kelenjar getah bening dapat dieradikasi
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Tergantung penyebab

Nama Penyakit / diagnosis


RANULA

Kriteria diagnosis :
Tumor kiste di bawah lidah akbiat tersumbat muara lenjar liur sublingual
275

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :

Minimal Rumah Sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Infeksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Bedah K & L

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :
Muara kelenjar liur terbuka, kiste terdrainase
Patologi :
276

Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


STRUMA

Kriteria diagnosis :
277

Benolan / massa di trigonium koli anterior sebelah bawah, ikut bergerak ke


atas bila penderita melukan gerakan menelan

Bentuk bisa difus, uninoduler atau multi noduler

Bisa disertai :
Gejala hipertiroidi (badan tambah kurus, gelisah, jantung berdebar, sering
keringatan, sulit tidur, diare) atau
Gejala hipertiroidi (malas, mudah capek, ngantuk, tamba genuk, obstipasi,
mata sembab)
Curiga ganas bila tumbuhnya cepat, sesak ( + ), disfagi ( + ), suara parau,
benjolan keras, fixed, ada pembesaran kgb leher

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :

Faal tiroid : T3, T4, TSH

Biopsy aspirasi jarum halus untuk struma uninodosa atau curiga ganas

BMR (pada saat rawat inap)

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap bila ada indikasi operasi :

Keganasan

Hipertiroidi yang sudah teregulasi

Gejala penekanan

Keluhan kosmetik

Terapi :

M. Basedow

Struma uninodosa : lobektomi subtotal

: tiroidektomi subtotal

278

Struma multinodosa : lobektomi / tioridektomi subtotal (tergantung jumlah


lobus yang terkena)

Tiroiditis kronis

: ismektomi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Lesi N. rekuren

Hipoparatiroidi

Hematoma

Krisis tiroid (untuk M. Basedow)

Hipotiroidi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) KL

Lama perawatan :
+ 2 hari
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :
Struma ( - )
Patologi :
Perlu
279

Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik kecuali karsinoma anaplastik atau lanjut

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK JARINGAN LUNAK KEPALA & LEHER

Kriteria diagnosis :
280

Benjolan pada jaringan lunak di kepala atau di leher


Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang Diagnosis :
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait (bila diperlukan)
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Eksisi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Infeksi

Informed consent :
Perlu dilakukan
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah

Dokter spesialis bedah (K) Bedah K&L

Lama perawatan :

Kalau local anastesi bisa poliklinis

Kalau dengan general narkose perlu opname 1 hari


281

Masa pemulihan :
+ 4 minggu
Hasil :
Tumor terangkat
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


TRAUMA JARINGAN LUNAK WAJAH
282

Kriteria diagnosis :

Perlukaan yang mengenai jaringan lunak wajah, bisa berupa trauma tajan,
trauma tumpul atau ledakan.

Tanda :
Luka terbuka paa wajah, bisa bersih atau kotor tergantung macam dantempat
terjadinya trauma

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
X foto bila curiga adanya fraktur tulang di bawah jaringan lunak
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :

Debridement yang bersih, eksplorasi struktur di bawah kulit yang ikut rusak

Jahit luka :
o Luka bersih : jahitan biasa
o Luka kotor

: jahitan jangan terlalu rapat, kalau perlu beri drain

hanschoen

Patokan :
o Cari masing-masing pasangan dari jaringan yang terkoyak
o Aposisi level muko kutaneus harus tepat

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :
283

Infeksi

Defek akibat hilangnya jaringan

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) KL

Dokter spesialis bedah plastik & rekonstruksi

Lama perawatan :
+ 5 7 hari
Masa pemulihan :
3 minggu
Hasil :

Luka sembuh

Infeksi ( - )

Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

284

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR JINAK RONGGA MULUT

Kriteria diagnosis :
Benjolan pada rongga mulut dengan batas jelas
Diagnosis banding :
Fibroma, papiloma, epulis
Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Dokter spesialis terkait (bila diperlukan)
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Eksisi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Perdarahan

Infeksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum


285

Dokter spesialis bedah (K) Bedah K&L

Lama perawatan :
+ 7 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :
Tumor terangkat
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

286

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR PAROTIS

Kriteria diagnosis :
Benjolan di regio parotis pre / infra / post aurikuler
Diagnosis banding :

Adenoma perotis

Metatase kelenjar getah bening parotis

Metatase karsinoma nasofaring

Pemeriksaan penunjang :

Untuk keperluan staging karsinoma parotis

Bila tumor fixed :


o X foto mandibula
o CT Scan bila ada fasilitas
o X foto toraks
o USG Hepar
o Bone survey bila ada indikasi

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Tumor operable : paratidektomi supertical periksa potong beku

Jinak : parotidektomi superficial

Ganas: parotidektomi total

287

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Lesi N. VII

Fistel liur

Sindroma Frey

Hematoma

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Dokter spesialis bedah (K) K&L

Bila tumor fixed atau ada metatase kelenjar getah bening leher

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi atau

Dokter spesialis bedah (K) KL

Lama perawatan :
+ 4 - 5 hari
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :

Tumor terangkat

Tumor ganas : daya tahan hidup 5 tahun tergantung stadiumnya, makin dini
makin besar kemungkinan hidup 5 tahun
o Stadium dini : baik
o Stadium lanjut : jelek
288

Patologi :
Perlu

Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik

289

290

Nama Penyakit / diagnosis


BATU SALURAN KEMIH
Kriteria diagnosis :

Batu saluran atas : keluhan kolik menjalar ke perut, inguinal sampi genetalia
eksterna, nyeri pinggang ( + )

Batu saluran bawah : iritasi saluran kencing, disuria, penis ditarik-tarik (anak
kecil)

Nyeri ketok pada pinggang atau adanya massa pada pinggang

Diagnosis banding :

Infeksi saluran kemih

Tumor traktus urogenitas

Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium

Foto polos abdomen

IVP

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk dioperasi
Terapi :
a.

Non Bedah

Operasi
291

b.

Endourologi

Medikamentosa untuk batu diameter kurang dari cm

Bedah :
-

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :

Gagal ginjal

Urosepsis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter umum untuk medika mentosa

Dokter Spesialis Bedah umum utnuk pyelotomi, ureterolitotomi, section alta


dan uretrolitotomi

Dokter Spesialis Bedah urology untuk deprolitotomi, pyellolitotomi,


ureterolitotomi dan endourologi

Lama perawatan :
Tergantung jenis tindakan
Masa pemulihan :
Tergantung jenis tindakan
Hasil :

Aliran kencing lancar


292

Rasa sakit hilang

Patologi :
Otopsi :
-

Prognosis :

Baik

Dubious

293

Nama Penyakit/diagnosis
HIDROKEL TESTIS / FUNIKULI

Kriteria diagnosis :

Benjolan daerah inguinal atau skrotum

Transilumainasi ( + )

Diagnosis banding :

Hernia inguinalis lateralis

Tumor inguinalis / testis

Pemeriksaan penunjang :
Transiluminasi
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk operasi
Terapi :

Non bedah :
Anak kurang 2 tahun observasi
294

Bedah :
Anak : ligasi tinggi pada anak umur lebih 2 tahun
Dewasa : hirokelektomi, marsupialisasi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Perdarahan

Hematoma

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah urology

Dokter spesialis bedah (K) Bedah anak

Lama perawatan :
1 3 hari
Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :
Benjolan hilang
Patologi :
295

Untuk dewasa
Otopsi :
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


HIPERTROPI PROSTAT BENIGNA
Kriteria diagnosis :

Adanya retensi urine menahun

Adanya gejala prostatisme

Tanda-tanda rest urine

Tanda-tanda UTI

Colok dubur terasa pembesaran prostat

Diagnosis banding :

Progtatitis

Carcinoma prostate

Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium darah dan urine

IVP : filling direct

Gambran ureter distal : hocky stick phenomena

Cystogram

USG transrectal
296

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Non bedah :
Medikamentosa (alfa blocker & anti androgen)
Sementara pemasangan katetar

Bedah :
Operasi terbuka (Prostatectomia)
TUR P
Laser

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Infeksi

Perdarahan

Inkontinensia post operatif

Striktura urethra post operatif

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter bedah umum untuk operasi terbuka

Dokter spesialis urology untuk TUR P, laser


297

Lama perawatan :
5 10 minggu
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :
Kencing lancar
Patologi :
Perlu
Otopsi :
Prognosis :
Nama Penyakit/ diagnosis
HIPOSPADIA

Kriteria diagnosis :
Muara uretra tidak terletak pada glans penis
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Laboratorium
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk operasi
298

Terapi :
a. Non Bedah :

Tahap I : pemotongan kordae

Tahap II : repair uretra

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Fistula

Striktur

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah urology

Dokter spesialis bedah (K) Bedah anak

Dokter spesialis bedah plastik

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
Tergantung tahapan operasi
Hasil :
Lubang uretra terletak pada glans penis atau koroner
Patologi :
299

Otopsi :
Prognosis :
-

Nama Penyakit / diagnosis


KRIPTORKHISMUS

Kriteria diagnosis :

Testis tidak teraba di skrotum

Testis teraba di inguinalis (ekstra abdominal) atau tidak teraba (intra


abdominal)

Diagnosis banding :

Ektopik testis

Retraktil testis

Pemeriksaan penunjang :
USG
Konsultasi :
300

Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait


Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk operasi
Terapi :
a. Non Bedah :
b. Bedah:

Anak

: herniatomi dulu, dilanjutkan dengan orkhidopeksi

Dewasa

: orkhidektomi dan orkhidopeksi kontra lateral

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Perdarahan

Atropi testis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah (K) Urologi

Dokter spesialis bedah (K) bedah anak

Lama perawatan :
4 7 hari
Masa pemulihan :
1 minggu
301

Hasil :
Testis terletak di skrotum
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Baik

Dubious

Nama Penyakit / diagnosis


PIONEPHROSIS
Kriteria diagnosis :

Fase akhir dari obstruksi dan infeksi yang parah pada ginjal

Ginjal tak berfungsi dan penuh berisi nanah

Bulging dannyeri ketok pada daerah Flank sisi yang sakit

Kadang disertai demam (tanda UTI positip)

USG positip

Diagnosis banding :

Hidronephrosis

Pyelonephrosis

Tumor
302

Pemeriksaan penunjang :

Lab urine dan darah

Foto BNO, IVP

USG, renogram

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :

Nefrostomi

Neferktomi bila tidak berfungsi

Antibiotika, analgetika

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :
Urosepsis
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesiallis bedah umum

Dokter spesialis urologi

Lama perawatan :
14 hari

303

Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :

Nanah hilang atau

Ginjal terangkat

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Dubious

Nama Penyakit / diagnosis


RETENTIO URINARI
Kriteria diagnosis :

Tak dapat kencing, teraba vesika urinaria pada suprapubik

Bisa trauma atau non trauma

Diagnosis banding :

Tumor buli-buli

Tumor abdomen

Pemeriksaan penunjang :
304

Puncti buli-buli
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera
Terapi :

Non Bedah :
Dipasangkan kateter bila tidak ada kontra indikasi (pada BPH, batu bulibuli, neurogenik)
Dipasang cystostomu bila ada kontra indikasi kateterisasi atau bila
kateterisasi gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :
-

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :
Tergantung penyebab
Masa pemulihan :
Tergantung penyebab
Hasil :
305

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Baik

Dubious

Nama Penyakit / diagnosis


RUPTUR BULI-BULI

Kriteria diagnosis :

Trauma ( + ) langsung abdomen bawah

Trauma tidak langsung akibat fraktur pelvis

Tidak bisa kencing

Massa suprapublik

Hematuria ( + )

Tanda-tanda peritonitis ( + )

Colok dubur : prostat letaknya normal

Diagnosis banding :
Ruptur uretra posterior

Pemeriksaan penunjang :

Test buli-buli

Foto pelvis
306

Urethrocystogram

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan

Perawatan Rumah Sakit :


Rawat inap segera

Terapi :
Non Bedah

Eksplorasi, jahit buli-buli, pasang dauer kateter

Suprapublik customi bila ruptur lebar

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Infeksi

Kebocoran

Informed consent :
Perlu

Tenaga standar :
307

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis urology

Lama perawatan :
7 hari

Masa pemulihan :
2 minggu

Hasil :
Kencing lancar

Patologi :
-

Otopsi :
-

Prognosis :

Baik

Dubious

308

Nama Penyakit / diagnosis


TORSIO TESTIS

Kriteria diagnosis :

Testis terletak lebih tinggi

Sumbu testis melintang

Nyeri ( + )

Diagnosis banding :

Orchitis

Orchiofunculitis

Pemeriksaan penunjang :
USG Doppler bila tersedia
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
309

Non Bedah
1. orchidopeksi, bila masih viable
2. orchidectomi, bila neksrosis
3. orchidopeksi sisi yang lain

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :
Nekrose
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis urology

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :

Putaran testis tereposisi dan terfiksasi

Testis tinggal satu testis sisi yang lain terfiksasi

Patologi :
Perlu bila orchidectomi
Otopsi :
310

Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


TUMOR TESTIS

Kriteria diagnosis :
Benjolan pada testis, tidak nyeri di afonoskopi negatip
Diagnosis banding :

Hifrokel testis

Orchitis

TBC testis

Pemeriksaan penunjang :

Penanda tumor (beta HCG, AFP, laktat dehidrogenese / LDH)

Foto toraks

USG testis & abdomen

CT Scan bila tersedia

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
311

Perawatan Rumah Sakit :


Rawat inap
Terapi :

Orchidectomi tinggi

Kemoterapi

Radioterapi

Diseksi kelenjar limfe para aorta

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :

Hematoma

Perlengketan intra abdominal

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah urology

Dokter spesialis bedah (K) Onkologi

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
+ 1 minggu
Hasil :
Tumor terangkat
312

Patologi :
Perlu
Otopsi :
Prognosis :
Dubius

Nama Penyakit / diagnosis


VARICOCELE SCROTUM

Kriteria diagnosis :
Pelebaran, pemanjangan dan berkelok-keloknya vena di skrotum
Diagnosis banding :
Hidrokel funikuli
Pemeriksaan penunjang :
Analisa sperma (usia produktif)
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Non Bedah :

Eksisi varcocele
313

Ligasi tinggi palomo

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :

Hematoma

Trauma arteria spermatika

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis urology

Dokter Spesialis Bedah (K) Vaskuler

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :
Benjolan tetap ada belum tentu hilang (ada operasi palomo)
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
314

Diharapkan fertilitas membaik

315

Nama Penyakit / diagnosis


DIKSLOKASI BAHU
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Nyeri ( + )

Deformitas asimetri

Gangguan gerakan bahu

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Foto
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan
316

Rawat inap bila operasi

Terapi :
c.

d.

Non Bedah

Reduksi menurut Kocher atau Hipokrates

K/p dengan pembiusan

Bedah :
Untuk kasus-kasus neglected

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Cidera N. Axilaris / plexus brachialis

Gangguan sirkulasi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah orthopedic (terutama kasus neglected)

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
+ 4 6 minggu
Hasil :
317

Tereposisi dengan baik


Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Baik

Kaku sendi dapat terjadi

Nama Penyakit/diagnosis
DISLOKASI PANGGUL
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Nyeri panggul

Posisi aduksi dan internal rotasi pada sisi yang sakit

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap

318

Terapi :

Non Bedah :
Reposisi cara bigelow dengan pembiusan

Bedah :
Operasi bila terapi non bedah gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Fraktur intra artikuler

Cidera N. Ischiadicus

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah orthopedic terutama bila memerlukan pembedahan

Lama perawatan :
2 minggu
Masa pemulihan :
8 minggu
Hasil :
Tereposisi dengan baik
Patologi :
319

otopsi :
Prognosis :

Baik

Kaku sendi dapat terjadi (operasi)

Nama Penyakit / diagnosis


DISLOKASI SIKU

Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Deformitas / asimetri

Limitasi gerak sendi

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Foto polos Ap / Lat
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
320

Rawat inap
Terapi :

Non bedah :
Reposisi dengan pembiusan
Imobilisasi dengan posisi fleksi
K/p dengan pembiusan

Bedah :
Operasi bila reposisi gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Lesi N. Ulnaris, N. Medianus

Lesi Vaskuler

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum untuk tindakan non bedah

Dokter spesialis bedah ortopedi untuk tindakan pembedahan

Lama perawatan :
1 7 hari
Masa pemulihan :
4 - 6 minggu

321

Hasil :
Tereposisi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Baik

Kaku sendi dapat terjadi (operasi)

Nama Penyakit/ diagnosis


FRAKTUR COLLES
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Nyeri (+)

Deformitas asimetri

Gangguan gerakan bahu

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiology : foto polos radius-distal AP / Lat
Konsultasi :
322

Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan


Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk tindakan operasi
Terapi :
b. Non Bedah :

c.

Reposisi dengan pembiusan

Fiksasi dalam posisi pronasil, semi fleksi dan ulnar deviasi

Gips sampai bawah siku

Bedah:
Bila non bedah gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Kompartemen syndrome

Suddec atropi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
1 minggu
Masa pemulihan :
4 6 minggu
Hasil :
323

Fragmen tulang tereposisi dan fiksasi pada posisi optimal

Fungsional baik

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR CRURIS
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Tanda pasti patah tulang pada tibia / fibula

Foto Ro : fraktur pada tibia dan pada fibula

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Foto polos cruris AP / Lat
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
324

Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan untuk non bedah

Rawat inap untuk pembedahan

Terapi :

Non bedah :
Reposisi
Long leg cast / PTB cast

Bedah :
Pemasangan implant / delayed union

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Malunion / delayed union
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesiallis bedah umum

Dokter spesialis bedah ortopedi

Lama perawatan :
1 minggu
Masa pemulihan :
4 8 minggu
Hasil :
325

Tereposisi dan terfiksasi pada posisi yang optimal


Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR FEMUR
Kriteria diagnosis :

Trauma mayor pada paha

Tanda pasti patah tulang ( + )

Diagnosis banding :
Kemungkinan jenis fraktur femur yang sulit dideteksi secara klinis :

Fraktur shaft femur

Fraktur trokanter

Fraktur kolum femoris

Fraktur kondilus femur

326

Pemeriksaan penunjang :
Foto polos
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap bila operasi
Terapi :

Non Bedah :
Bila menolak operasi :

traksi skeletal

traksi kulit

Bedah:
Operatif

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Malunion

Non union

Infeksi

Cidera neruvaskuler

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter umum yang terlatih untuk traksi

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi


327

Operasi :

shaft femur (nailing / plate screw) dokter spesialis bedah umum, dokter
spesialis bedah ortopedi

kolum femur, Trokhanter & kondilus femur : dokter spesialis bedah


ortopedi

Lama perawatan :
5 hari
Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :

posisi anatomis optimal

fungsional baik

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik
Nama Penyakit / diagnosis
FRAKTUR GALEZI
Kriteria diagnosis :

riwayat trauma

Tanda-tanda pasti patah tulang

Foto polos : patah tulang radius dengan dislokasi sendi radioulnar distal

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto polos, lengan bawah AP / lat
328

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Non Bedah :

Reposisi

Gips sampai di atas siku

Bedah:
Operasi bila non bedah gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Malunion

Non union

Gangguan gerak

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
329

6 minggu
Hasil :
Fragmen tulang tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Baik

Gangguan gerak

Nama Penyakit / Diagnosis


FRAKTUR HUMERUS
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Tanda-tanda pasti fraktur humerus

Angulasi, perpendekan, rotasi

Foto polos adanya fraktur humerus

Diagnosis banding :
330

Pemeriksaan penunjang :
Foto polos humerus AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat jalan
Terapi :
a.

Non Bedah :
Reposisi dengan pembiusan
Gips U-slab / Hanging cast

b. Bedah:
Nailing / plate-screw
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Lesi N.Radialis
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
1 14 hari
Masa pemulihan :
331

12 24 minggu
Hasil :
Tereposisi dan terfiksasi pada posisi fungsional yang optimal
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR KLAVIKULA
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Tanda pasti fraktur pada klavikula

Diagnosis banding :
Dilokasi acromio-klavicular
Pemeriksaan penunjang :
Foto polos klavicula AP
332

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan untuk perawatan non bedah

Rawat inap untuk perawatan bedah

Terapi :

Non Bedah :
Figure of-8 / ransel verband

Bedah:

Plate-screw bila ada komplikasi vaskuler / saraf

Non bedah gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Vaskuler
Saraf
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
1 7 hari
Masa pemulihan :
333

1 1.5 bulan
Hasil :
Tereposisi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR KOMPRESI VERTEBRA
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Nyeri tulang belakang

Adanya kyphosis

Lesi saraf + / -

Diagnosis banding :
334

Kelainan degeneratif tulang belakang

Gibbus karena TBC tulang belakang

Pemeriksaan penunjang :

Foto polos AP / Lat dari

Vertebra torakal

Vertebra lumbosakral

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Non Bedah :
Bedrest / gips korset / brace

Bedah:

Tidak stabil

Ada lesi medulla spinalis

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah untuk non bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi untuk tindakan pembedahan


335

Lama perawatan :
2 4 minggu
Masa pemulihan :
+ > 12 minggu
Hasil :
a.

Bedah: mobilisasi dengan brace

b.

Non bedah:
Fiksasi rigid
Jepitan medulla spinalis (-)

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
a.

Non Bedah : baik

b.

Bedah : dubius ad malam

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR MONTEGIA
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Adanya tanda-tanda pasti patah tulang

Foto polos: patah tulang ulna proksimal dan dislokasi caput radii

336

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto polos lengan bawah AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Bedah: pembedahan
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Malunion

Non union

Gangguan gerak

Infeksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi

Lama perawatan :
7 hari
337

Masa pemulihan :
6 minggu
Hasil :

Fragmen tulang ulna tereposisi dan terfiksasi dengan baik

Caput radii tereposisi atau dibuang

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Baik

Gangguan gerak

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR OLEKRANON
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di siku

Tanda-tanda pasti patah tulang pada siku

Foto: olekranon patah


338

Diagnosis banding :
Fraktur lain di daerah siku
Pemeriksaan penunjang :
Foto polos Siku AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Bedah : operasi dengan pemasangan Tension band wiring
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Kaku sendi siku

Lesi nervus Ulnaris

Informed consent :
Perlu

Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi

Lama perawatan :
7 hari
339

Masa pemulihan :
4 6 minggu
Hasil :
Fragmen terfiksasi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Dubius

Cacat

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR PATELA
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma pada lutut


340

Tanda pasti patah tulang patela

Fungsiolaesa

Foto : patah tulang patela

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Foto polos lutut AP / Lat
Konsultasi :
Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan

Rawat inap

Terapi :

Non bedah :

Pasang kocher gips untuk kasus undisplaced (I-II)

Bedah :

Pasang tension band wiring

Patelektomi untuk grade IV

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Haemarthrosis

Infeksi
341

Informed consent : Perlu


Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah ortopedi

Lama perawatan :
2 - 7 hari
Masa pemulihan :
8 12 minggu
Hasil :

Kedua fragment patella tereposisi dan rigid

Fragmen terangkat

Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Baik

Cacat

Nama Penyakit / Diagnosis


FRAKTUR RADIUS-ULNA
Kriteria diagnosis :
342

Trauma

Tanda-tanda pasti patah tulang regio antebrachii

Ro foto antebrachii AP / lat

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto Ro. Antebrachii AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Non Bedah :
o Reposisi dengan pembiusan
o Gips sampai di atas siku

Bedah:
Bila non bedah gagal pate & screw

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Kompartment syndrome

Informed consent :
Perlu
343

Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
1 minggu
Masa pemulihan :
6 8 minggu
Hasil :
Fragmen tulang tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

Nama penyakit / Diagnosis


FRAKTURA SUPRAKONDILER SIKU
Kriteria diagnosis :
344

Adanya trauma

Tanda-tanda pasti patah tulang di atas siku

Diagnosis banding :
Fraktur-fraktur lain di daerah siku
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: Foto polos Siku AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
a.

Non Bedah :
Reposisi dengan pembiusan
Traksi

b.

Bedah:
Bila non bedah gagal operasi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Kompresi pembuluh darah

Kaku sendi siku

Informed consent :
Perlu
345

Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi

Lama perawatan :
3 minggu
Masa pemulihan :
4 6 minggu
Hasil :
Kedua fragmen tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :

Dubius

Kaku sendi siku

346

Nama penyakit / diagnosis


PATAH TULANG TERBUKA

Kriteria diagnosis :

Tand-tanda trauma pasti patah tulang

Ada perlukaan di daerah fraktur (I, II, III)

Fragmen tulang berhubungan dengan dunia luar

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto polos AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
Bedah :

Debriment

Fiksasi interna untuk grade I II

Fiksasi interna untuk grade III

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Infeksi

Perdarahan
347

Compartment syndrome

Emboli lemak

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah Orthopedi

Lama perawatan :
1 2 minggu
Masa pemulihan :
12 minggu
Hasil :
Mencapai posisi anatomi dan fungsional optimal
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Dubius ad bonam

348

Nama penyakit / diagnosis


RUPTUR TENDON ACHILES
Kriteria diagnosis :

Trauma oleh karena mendadak melakukan gerakan

Kontraksi achiles

Posisi kaki plantar fleksi

fungsilaesa

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Operasi dengan teknik bunnel atau kesler

Immobilisasi dengan fore slab

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Non union

Mal union

Infeksi
349

Gangguan sirkulasi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesiallis bedah umum

Dokter spesialis bedah ortopedi

Lama perawatan :
2 hari
Masa pemulihan :
12 minggu
Hasil :
Kedua fragmen terjahit dengan posisi optimal
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

350

351

Nama Penyakit / diagnosis


CIDERA KEPALA BERAT

Kriteria Diagnosis
Adanya trauma di kepala GCS 3 - 8
Diagnosis banding :
Koma karena sebab lain
Pemeriksaan penunjang :

Hb, gula darah, analisa gas darah

CT Scan kepala tanpa contrast

Foto polos servikal lateral

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Segera Rawat inap di ICU
Terapi :

Non bedah :
o Pasang coolar brace sampai erbukti tidak dijumpai fraktur servikal
o Resusitasi dan intubasi endotraheal
o Observasi fungsi fital dan neurologist
o Manitol 2 cc / kg BB / 20 menit setiap 6 jam
o Phenitonin 3 x 100 mg IV (diencerkan dengan 20 cc aqua)
o Obat-obat supportif
o Obat simtomatis

Bedah :
Operatif bila ada indikasi
352

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit yang ada dokter bedah saraf dengan peralatan pembedahan
yang memadai

Penyulit :

Cidera otak sekunder

Oedema otak

Perdarahan intracranial

Infark

Pneumonia

Herniasi otak

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah (K) Bedah saraf

Lama perawatan :
7 - 30 hari
Masa pemulihan :
4 - 10 minggu
Hasil :
GCS membaikkemudian perawatan dan rehabilitasi dapat dilanjutkan di rumah
Patologi : -

353

Otopsi : Perlu
Prognosis : Dubius ad malam
Nama Penyakit/diagnosis

CIDERA KEPALA RINGAN


Kriteria diagnosis
Adanya trauma di kepala CS 14 15
Diagnosa banding :

Cidera kepala sedang

CVA TIA

Mabuk

Keracunan obat

Pemeriksaan penunjang :

Foto polos kepala AP / Lat

Foto polos servikal lateral bila diperlukan

Perawatan RS :
Rawat inap pro observasi 2 x 24 jam
Terapi :

Istirahat di tempat tidur

Observasi adanya tanda-tanda komplikasi seperti hematom epidural atau


hematom subdural, cidera saraf cranial

Observasi fungsi vital dan neurologist

Obat simtomatis suportif

Tempat pelayanan :
Minimal rumah sakit kelas C

354

Penyulit :

Hematom subdural

Cidera saraf cranial

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah umum

Dokter Spesialis Bedah saraf

Lama perawatan :
2 - 4 hari
Masa pemulihan :
1 minggu
Hasil :
GCS 15
Patologi :
Otopsi :
Prognosis :
Baik

355

Nama Penyakit / diagnosis


CIDERA KEPALA SEDANG
Kriteria Diagnostik
Adanya trauma di kepala GCS 9 - 13
Diagnosis banding :

Cidera kepala sedang

CVA

Mabuk

Intoksikasi

Pemeriksaan penunjang :

CT Scan kepala, bila tidak tersecia dapat dilakukan foto polos servikal kepala
AP/Lat

Foto polos servikal lateral

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Segera Rawat inap
Terapi :

Non bedah :
o istirahat di tempat tidur
o stabilitas fungsi vital (A, B, C)
o deteksi dini adanya tanda-tanda perdarahan intracranial
o observasi fungsi vital dan neurologist
356

o pasang collar brace sampai terbukti tidak terdapat fraktur servikal


o obat suportif dan simtomatis
o manitol bila diperlukan kejang diberi Valium 5 10 mg / iv ( diencerkan 20
cc aqua)
o obat simtomatis

Bedah :
Bila ada indikasi

Tempat pelayanan :
Rumah sakit yang ada dokter bedah saraf
Penyulit :

Perdarahan intracranial

Edema otak

Herniasi otak

Pneumonia cidera otak sekunder

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah saraf

Lama perawatan :
1 2 minggu
Masa pemulihan :
1 - 2 minggu
Hasil :
GCS 15

357

Patologi : Otopsi : Perlu


Prognosis : Pada umumnya baik
Nama Penyakit/ diagnosis

CIDERA SUMSUM TULANG BELAKANG


Kriteria diagnosis :

Trauma di tulang belakang

Nyeri dilokasi tulang belakang

Jejas dilokasi tulang belakang

Foto vertebra : terdapat fraktur kompresi, dislokasi

Adanya defisit neurologis

Diagnosa banding :

Sindrom Guillian Bare

Stroke ICH

MRI bila diperlukan

Pemeriksaan penunjang :

Foto polos vertebra AP / L

CT Scan bila diperlukan

MRI bila diperlukan

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Segera Rawat inap untuk tindakan diagnostik / bedah
Terapi :
358

Non bedah :
o Fiksasi, imobilisasi (collar dan paapn pengangkut)
o Resusitasi
o Solumedrol (harus diberikan sebelum 8 jam pertama)
o Dosis pertama : 30 mg / kg BB / diencerkan aqua 40 cc / drip dalam 15
menit selama 23 jam
o Kontra indikasi Solumedrol : Hamil, DM, herpes, TBC aktif, ulkus
peptikum, umur < 13 tahun
o Terapi terhadap spinal shok (beri vasopressor bukan cairan)
o Atasi bradikardi (sulfas atropine)
o Cegah hipotermi

Bedah :
Dekompresi / reposisi / fiksasi / stabilisasi tergantung indikasi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Spinal syok

Kelumpuhan otot nafas / apnea

Pneumonia

Luka dekubitus / kontraktur / infeksi

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah saraf

Lama perawatan :
14 hari
359

Masa pemulihan :
2 - 4 minggu
Hasil :

Bisa didudukkan atau diberdirikan

Tidak terdapat dekubitus

Patologi :
Otopsi :
Perlu
Prognosis :
Tergantung beratnya cidera

360

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR BASIS KRANII

Kriteria Diagnostik
Adanya trauma di kepala disertai salah satu tanda :

Keluar darah / likuor dari hidung dan telinga

Brill Haematoma

Battle Sign

Lesi saraf Kranial

Diagnosis banding :

Fraktur tulang hidung atu fraktur tulang wajah

Trauma pada kelopak atau mata

Pemeriksaan penunjang :
CT Scan kepala tanpa kontras
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Segera Rawat inap di ICU
Terapi :

Non bedah :

361

Istirahat di tempat tidur, simtomatis, antbiotika, perawatan kebersihan lubang


hidung atau lubang telinga

Bedah
Bila kebocoran likuor deras atau indikasi lain

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang ada dokter bedah saraf dengan peralatan pembedahan
yang memadai

Penyulit :

Meningitis

Lesi saraf cranial

Fistula karotiko kavernosa

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah saraf

Lama perawatan :
7 - 14 hari
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :

Tidak ada kebocoran likuor

Tidak ada meningitis

Patologi :
362

Otopsi :
Perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR IMPRESI TULANG TENGKORAK TERBUKA ATAU TERTUTUP
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di kepala

Sebagian fragmen tulang masuk

Dengan atau tanpa keluarnya jarignan otak

Dengan atau tanpa jejas / luka di kepala

Diagnosis banding :
Hematom subgaleal
Pemeriksaan penunjang :

Foto polos kepala tiga posisi

CT Scan kepala bila ada indikasi

Konsultasi :
Dokter Spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan RS :
Segera Rawat inap
Terapi Bedah :
Bedah :
363

Debridement dan Elevasi bagian tulang yang depresi indikasi

Bila depresi lebih dari tebal tulang tengkorak

Ada fragment tulang yang masuk ke otak

Kosmetik

Fraktur impresi disertai luka terbuka

Indikasi lain misalnya : perdarahan intracranial

Tempat pelayanan :

Minimal RUmah Sakit Kelas C

Rumah sakit dengan fasilitas pembedahan yang memadai

Penyulit :

Kebocoran liquor serebrospinalis oedema cerebri

Meningitis

Epilepsi

Perdarahan intracranial

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah saraf

Lama perawatan :
7 14 minggu
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :

Tidak terjadi infeksi

Tidak teradi epilepsy


364

Patologi :
Otopsi :
Perlu
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


HEMATOM EPIDURAL
Kriteria diagnosis :

Trauma di kepala disertai sakit kepala, mual dan muntah yang semakin berat

Foto kepala :

Terdapat fraktur linier

Adanya interval bebas (lucid interval)

Adanya laterasi atau tanda herniasi otak

Diagnosis banding :

Hematom subdural atau intraserebral

Stroke ICH

Tumor otak

Pemeriksaan penunjang :

CT Scan kepala

Foto polos kepala AP / Lat. Bila CT Scan tidak tersedia

Konsultasi :
Dokter Spesialis lain yang terkait bila diperlukan

365

Perawatan RS :
Segera Rawat inap untuk tindakan diagnostik / bedah
Terapi Bedah :

Non bedah :
o Manitol 50 cc / kg / 20 menit (untuk memberi kesempatan dilakukan
transpotasi, diagnostik, persiapan bedah)
o Kejang diberi valium 5 10 mg / iv dilanjutkan Phenitonin 3 X 100 mg /
iv diencerkan 20 cc aqua

Bedah :
o Burr hole (kraniatomi) diagnostik
Bila tidak tersedia CT Scan atau pasien sangat cepat memburuk)

Tempat pelayanan :
Rumah Sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan syaraf
Penyulit :

Herniasi otak

Pneumonia

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah saraf

Lama perawatan :
14 hari
Masa Pemulihan :
2 - 2 minggu
Hasil :

Tidak ada peningkatan tekanan intra cranial


366

GCS membaik

Patologi :
Otopsi :
Perlu
Prognosis :
Baik

367

Nama Penyakit / diagnosis


CIDERA KEPALA BERAT / LACERATION CEREBRI
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di kepala

Kehilangan kesadaran sampai koma

GCS 3 - 8

Lateralisasi + / -

Diagnosis banding :
Koma penyebab lain
Pemeriksaan penunjang :
Lab: darah lengkap, gula darah, analisa gas darah
Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Segera rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :
368

e.

f.

Non Bedah

Pasang collar brace

Resustasi kardiopulmoner

Observasi fungsi vital dan menurologis

Obat supportif

Obat simptomatis

Bedah : Operasif bila ada indikasi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Pneumonia

Dekubitus

Herniasi otak

Cidera otak sekunder

Informed consent :
Perlu bila akan dilakukan operasi
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Saraf untuk non bedah saja

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Saraf

Lama perawatan :
1 4 minggu
Masa pemulihan :
Tergantung kondisi
369

Hasil :
GCS membaik / meninggal
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :

Dubius ad malam

Jelek

Nama Penyakit/diagnosis
CIDERA OTAK RINGAN / COMMOTIO CEREBRI
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di kepala

Kehilangan kesadaran kurang 15 menit

GCS 14 15

Lateralisasi (-)

Diagnosis banding :

Cidera kepala sedang

CVA TIA

Mabuk

Pemeriksaan penunjang :

Foto Ro servikal

Foto Ro kepala AP / Lat, bila diperlukan

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
370

Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan

Rawat inap bila :


GCS menurun
Adanya lateralisasi
Muntah, nyeri kepala dan vertigo bertambah berat

Terapi :

Istirahat di tempat tidur

Observasi fungsi vital & neurologist

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit : Tidak ada


Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter umum

Dokter spesialis saraf

Dokter spesialis bedah

Dokter spesialis bedah saraf

Lama perawatan :
2 4 hari
Masa pemulihan :
1 minggu

371

Hasil :
GCS 15
Patologi :
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


CIDERA OTAK SEDANG / FOCAL BRAIN INJURY

Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di kepala

Kehilangan kesadaran kurang 15 menit

GCS 9 - 13

Samnolen dan retrograde amnesia (+)

Lateralisasi (-)

Diagnosis banding :

intoksikasi

CVA

Mabuk

Pemeriksaan penunjang :

Foto Ro servikal

Foto Ro kepala AP / Lat


372

CT Scan kepala bila tersedia

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Segera rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non bedah :

istirahat di tempat tidur

Observasi fungsi vital & neurologist

Pasang collar brace

Stabilitas fungsi vital

Obat obat supportif :

Memperbaiki metabolisme otak

Kortikosteroid

Mannitol

obat simptomatis : Antibiotika profilaksis


Bedah :

Bila ada tanda perdarahan intra cranial


Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Edema otak

Herniasi otak

Dekubitus

Pneumonia

Cidera otak skunder


373

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesialis saraf non bedah saja

Dokter spesialis bedah

Dokter spesialis bedah saraf

Lama perawatan :
1 2 minggu
Masa pemulihan :
1 2 minggu
Hasil :
GCS 15
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

374

Nama Penyakit/ diagnosis


DISLOKASI BAHU
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Nyeri (+)

Deformitas asimetri

Gangguan gerakan bahu

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
X-foto bahu AP / lat
Konsultasi :
375

Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan


Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan

Rawat inap untuk tindakan operasi

Terapi :
d.

Non Bedah :

e.

Reduksi menurut Kocher atau Hipokrates

K/p dengan pembiusan


Bedah:

Reduksi operatif, untuk kasus-kasus neglected


Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Cidera N.Axilaris / plexus brachialis

Gangguan sirkulasi

Kaku sendi pada dislokasi sendi bahu lama

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi (terutama pada kasus neglected)

Lama perawatan :
7 hari
376

Masa pemulihan :
4 6 minggu
Hasil :
Tereposisi dengan baik
Patologi :
Prognosis :

Baik

Kaku sendi dapat terjadi

Nama Penyakit / diagnosis


DISLOKASI PANGGUL
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Nyeri panggul

Posisi aduksi dan internal rotasi pada sisi yang sakit

Tungkai memenek pada sisi yang sakit

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
377

Foto Ro panggul AP / Lat


Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :
a. Non Bedah :
Reposisi cara Bigelow dengan pembiusan
b. Bedah:
Operasi reposisi bila terapi non bedah gagal
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Fraktur intra artikuler

Cidera N.Ischiadicus

Kaku sendi pada dislokasi lama

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi terutama bila memerlukan pembedahan

Lama perawatan :
2 minggu
Masa pemulihan :
8 minggu
378

Hasil :
Tereposisi dengan baik
Patologi :
Prognosis :

Baik

Kaku sendi dapat terjadi (operasi)

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR CRURIS
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Tanda pasti patah tulang pada tibia / fibula

Foto Ro : fraktur pada tibia dan pada fibula

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
379

Foto polos cruris AP / Lat


Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan untuk non bedah

Rawat inap untuk pembedahan

Terapi :

Non bedah :

Reposisi

Long leg cast / PTB cast

Bedah :

Pemasangan implant / delayed union

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Malunion / delayed union
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesiallis bedah umum

Dokter spesialis bedah ortopedi

Lama perawatan :
1 minggu

380

Masa pemulihan :
4 8 minggu
Hasil :
Tereposisi dan terfiksasi pada posisi yang optimal
Patologi :
Otopsi :
Perlu, untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR GALEZI
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma

Tanda-tanda pasti patah tulang (nyeri, bengkak, deformitas, krepitasi,


gangguan fungsi)

Foto Ro: patah tulang radius dengan dislokasi sendi radioulnar distal

381

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto Ro, lengan bawah AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non Bedah :

Reposisi

Gips sampai di atas siku

Bedah: operasi reposisi dan fiksasi bila non bedah gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Malunion, Non union, gangguan gerak

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
382

7 hari
Masa pemulihan :
6 minggu
Hasil :
Fragmen tulang tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik / gangguan gerak

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR IMPRESI ATAP TENGKORAK

Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di kepala

Adanya jejas di kepala

Sebagian fragmen tulang teraba masuk


383

Luka terbuka dengan jaringan otak keluar

Diagnosis banding :

Fraktur impresi tertutup

Fraktur impresi terbuka

Ada atau tanpa laserasi otak

Ada atau tanpa perdarahan intracranial yang menyertai

Pemeriksaan penunjang :

X-foto kepala tiga posisi

CT-Scan kepala bila tersedia

Burr Hole diagnostic bila diperlukan

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan

Perawatan Rumah Sakit :


Segera rawat inap untuk observasi dan tindakan

Terapi :
Non Bedah
Macam operasi tergantung situasi

Debridement

Trepanai

Elevasi
384

Indikasi:
1.

Tertutup

Bila kompresi lebih dari tebal tulang tengkorak

Bila lebih 1 cm

Adanya deficit nervus lagi

Kosmetik

2.

Terbuka

3.

Perdarahan intracranial

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Kebocoran liqior serebrospinalis

Meningitis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Saraf

Lama perawatan :
385

7 - 14 hari

Masa pemulihan :
2 minggu

Hasil :

Tekanan jaringan otak oleh tulang (-)

Perdarahan intrakranial (-)

Patologi :
-

Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas

Prognosis :
Dubius ad malam

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR KLAVIKULA
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Tanda pasti fraktur pada klavikula (nyeri, deformitas, krepitasi)


386

Foto Ro adanya fraktur di klavicula

Diagnosis banding :
Dilokasi acromio-klavicular
Pemeriksaan penunjang :
X-foto klavicula AP
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan untuk perawatan non bedah

Rawat inap untuk perawatan bedah

Terapi :

Non Bedah : Figure of-8 / ransel verband

Bedah:
Plate-screw bila ada komplikasi vaskuler / saraf
Non bedah gagal

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Lesi vaskuler

Lesi saraf

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :
387

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
1 7 hari
Masa pemulihan :
4 6 minggu
Hasil :
Tereposisi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR KOMPRESI VERTEBRA
Kriteria diagnosis :
388

Riwayat trauma

Nyeri tulang belakang

Adanya kyphosis

Lesi saraf + / -

Diagnosis banding :

Kelainan degeneratif tulang belakang

Gibbus karena TBC tulang belakang

Pemeriksaan penunjang :
Foto Ro AP / Lat dari:

Vertebra sevikal

Vertebra torakal

Vertebra lumbosakral

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non Bedah :
Bedrest / gips korset / brace

Bedah:

Tidak stabil

Ada lesi medulla spinalis

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai


389

Penyulit :
Paraplegia
Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah untuk non bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi untuk tindakan pembedahan

Lama perawatan :
14 28 hari
Masa pemulihan :
> 12 minggu
Hasil :
c.

Bedah: mobilisasi dengan brace

d.

Non bedah:
Fiksasi rigid
Jepitan medulla spinalis (-)

Patologi :
Perlu untuk diagnosis
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
c.

Non Bedah : baik

d.

Bedah : dubius ad malam

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR MAKSILA
390

Kriteria diagnosis :
Trauma daerah maksila yang mengakibatkan diskontinuitas tulang maksila, ditandai
dengan adanya maloklusi dan floating maksila. Bisa disertai edema, nyeri,
hematoma, periorbital, rinore
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
X-foto Waters:

Le Fort I

: garis fraktur transversal bawah

Le Fort II

: garis fraktur pyramidal

Le Fort III : garis fraktur transversal atas

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non Bedah : -

Bedah:

Suspensi frontosirkumferensial + arc bar, atau plating (dikerjakan sebelum 7


hari dari trauma)

Arc bar bawah dilepas hari ke-30

Arc bar atas dan suspensi dilepas hari ke-60

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

391

Penyulit :

Malunion

Non union

Osteomielitis

Kekakuan sendi temporomandibuler

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) KL

Dokter Spesialis Bedah Plastik & Rekonstruksi

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
8 minggu
Hasil :
Tulang maksila union, maloklosi tidak ada
Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik
Nama Penyakit / diagnosis
FRAKTUR MANDIBULA
392

Kriteria diagnosis :
Trauma pada mandibula yang mengakibatkan diskontinuitas tulang mandibula,
ditandai dengan adanya maloklusi dan false movement, bisa disertai edema dan
nyeri tekan.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
X-foto mandibula AP + Lat + Eisler atau panoramik
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap
Terapi :

Non Bedah : -

Bedah:
Interosseus wiring + arc bar, atau plating (dikerjakan sebelum 14 hari dari
trauma), arc bar dilepas hari ke-30

Tempat pelayanan :
Rumah Sakit dengan fasilitas kamar operasi
Penyulit :

Malunion

Non union

Osteomielitis

Informed consent :
393

Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) H & N

Dokter Spesialis Bedah Plastik & Rekonstruksi

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :
Tulang mandibula union, maloklusi (-), sembuh
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR MONTEGIA
Kriteria diagnosis :
394

Adanya trauma

Tanda-tanda pasti patah tulang

Foto Ro: patah tulang ulna proksimal dan dislokasi caput radii

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto Ro, lengan bawah AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non Bedah : -

Bedah: pembedahan

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Malunion, Non union, gangguan gerak, infeksi
Informed consent :
Perlu

Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi


395

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
6 minggu
Hasil :
Fragmen tulang ulna tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Caput radii tereposisi atau dibuang
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik / gangguan gerak

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR OLEKRANON
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di siku


396

Tanda-tanda pasti patah tulang pada siku

X-Foto: olekranon patah

Diagnosis banding :
Fraktur lain di daerah siku
Pemeriksaan penunjang :
Foto Ro.Siku AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non Bedah : -

Bedah: operasi dengan pemasangan Tension band wiring

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Kaku sendi siku

Lesi nervus Ulnaris

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi


397

Lama perawatan :
7 hari
Masa pemulihan :
4 6 minggu
Hasil :
Fragmen terfiksasi dengan baik
Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Dubius / cacat

Nama Penyakit / diagnosis


FRAKTUR PATELA
398

Kriteria diagnosis :

Adanya trauma pada lutut

Tanda pasti patah tulang patela

Fungsiolaesa

Foto : patah tulang patela

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Foto polos lutut AP / Lat
Konsultasi :
Perawatan Rumah Sakit :

Rawat jalan

Rawat inap

Terapi :

Non bedah :

Pasang kocher gips untuk kasus undisplaced (I-II)

Bedah :

Pasang tension band wiring

Patelektomi untuk grade IV

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Haemarthrosi & infeksi
399

Informed consent : Perlu


Tenaga standar :

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah ortopedi

Lama perawatan :
2 - 7 hari
Masa pemulihan : 8 12 minggu
Hasil :

Kedua fragment patella tereposisi dan rigid

Fragmen terangkat

Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :

Baik

Cacat

400

Nama Penyakit / Diagnosis


FRAKTUR RADIUS-ULNA
Kriteria diagnosis :

Trauma

Tanda-tanda pasti patah tulang regio antebrachii

Ro foto antebrachii AP / lat

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto Ro. Antebrachii AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk tindakan dan observasi
Terapi :

Non Bedah :
o Reposisi dengan pembiusan
o Gips sampai di atas siku

Bedah: Bila non bedah gagal pate & screw

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit : Kompartment syndrome


Informed consent :
Perlu
401

Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
1 minggu
Masa pemulihan :
6 8 minggu
Hasil :
Fragmen tulang tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Perlu, untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

402

Nama penyakit / Diagnosis


FRAKTURA SUPRAKONDILER SIKU
Kriteria diagnosis :

Adanya trauma

Tanda-tanda pasti patah tulang di atas siku

Diagnosis banding :
Fraktur-fraktur lain di daerah siku
Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: Foto Ro.Siku AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :
c.

Non Bedah :
Reposisi dengan pembiusan
Traksi

d.

Bedah: bila non bedah gagal operasi

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Fleksi pembuluh darah

Kaku sendi siku


403

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
21 hari
Masa pemulihan :
4 6 minggu
Hasil :
Kedua fragmen tereposisi dan terfiksasi dengan baik
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Dubius / kaku sendi siku

404

Nama Penyakit / Diagnosis


FRAKTUR HUMERUS
Kriteria diagnosis :

Riwayat trauma

Tanda-tanda pasti fraktur humerus (nyeri, bengkak, deformitas / angulasi /


pemendekan, krepitasi, gangguan fungsi)

Angulasi, perpendekan, rotasi

Foto Ro adanya fraktur humerus

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
Foto Ro humerus AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat jalan
Terapi :
c.

Non Bedah :
Reposisi dengan pembiusan
Gips U-slab / Hanging cast

d. Bedah: pemasangan implant / plate-screw


Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Lesi N.Radialis
405

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
1 14 hari
Masa pemulihan :
12 24 minggu
Hasil :
Tereposisi dan terfiksasi pada posisi fungsional yang optimal
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

406

Nama penyakit/ Diagnosis


FRAKTUR ZIGOMA
Kriteria diagnosis :
Trauma daerah zigoma yang mengakibatkan diskontinuitas tulang zigoma, ditandai
dengan adanya deformitas dan nyeri tekan. Bisa disertai hematom periorbital,
diplopia, parastesi, infraorbital, edema, enoptalmus, atau eksoptalmus
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
X-foto Waters, nampak garis fraktur, biasanya pada 3 tempat yaitu margo inferior
orbita, silier dan arkus zigomatikus
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera untuk observasi dan tindakan
Terapi :
a.

Non Bedah :
Bila tidak ada deformitas atau diplopia, observasi
Analgetika

b.

Bedah:
Reposisi Gillies
Reposisi dan fiksasi dengan interoseus wiring atau plating

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

407

Penyulit :

Malunion

Non union

Osteomielitis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah (K) KL

Dokter Spesialis Bedah Plastik & Rekonstruksi

Lama perawatan :
3 hari
Masa pemulihan :
4 minggu
Hasil :
Tulang zygoma union, deformitas (-), gangguan okuli (-)
Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

408

Nama Penyakit / diagnosis


FLAIL CHEST

Kriteria diagnosis :

Secara klinis flail chest ditandai dengan gerakan paradoksal pada dinding
toraks karena patah tulang iga multiple dan segmental atau lebih dari 2 garis
fraktus, hal ini disebabkan oleh trauma

Tanda dan gejala klinis ditandai dengan :


Gangguan respirasi dari ringan sampai berat
Pada inspeksi deformitas dinding toraks disertai gerakan paradoksal dinding
toraks yang patah
Pada palpasi nyeri tekan dan nyeri tekan sumbu disertai krepitasi
Pada foto polos toraks : patah tulang iga multiple dan segmental atau lebih
dari 2 garis fraktur

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium : DL, analisis gas darah, saturasi O 2

Kardiologi

: EKG

Radiologi

: foto polos toraks AP / Lateral

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi,monitoring, pemasangan ventilator dan tindakan

409

Terapi :

Non bedah :
Oksigenasi (O2)
o Tidur miring kearah daerah yang sakit
o Fiksasi daerah yang sakit tersebut dengan plester lebar yang elastis
(sementara)
o Bila penderita dengan gangguan nafas berat segera di intubasi dan
pernafasan buatan ambu bag atau segera pasang ventilator
o Obat obatan analgetik, antibiotika dan resusitasi cairan

Bedah :
Fiksasi tulang iga yang patah dengan clips Shapp costafix atau dengan wire

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang memiliki sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Hematopneumotoraks

Kontusio paru

Pneumonia

Prolog edventilator

Osteomyelitis kosta

Empiema toraks

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter umum (pertolongan pertama)

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler

Lama perawatan :
410

14 hari
Masa pemulihan :
2 4 minggu

Hasil :

Sembuh atau

Sembuh dengan kecacatan

meninggal

Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :

Baik

Dubious

Jelek

411

Nama Penyakit / diagnosis


HEMATOTORAKS

Kriteria diagnosis :

Secara klinis hematotoraks ditandai dengan adanya darah di dalam rongga


pleura, hal ini disebabkan oleh trauma atau penyakit

Tanda dan gejala klinis berupa :


Anemia, sesak nafas, syok hipovolemik, pada gerakan hemitoraks yang
bersangkutan menurun, pada perkusi redup pada sisi yang sakit, pada
auskultasi suara nafas menurun, dan pada foto polos toraks terdapat
bayangan kesuraman disertai sudut kosta frenikus tumpul pada punksi keluar
darah. Bila terdapat perdarahan massif, pada foto polos toraks tampak
trachea deviasi dan CVP meningkat

Diagnosis banding :

Atelektasis

Massa pada jaringan paru

Efusi pleura

Pneumotoraks Tension

Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium : pemeriksaan DL, saturasi O2

Radiologi

: foto polos toraks

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan

412

Terapi :

Non bedah :
Oksigenasi O2, tranfusi darah bila perdarahn massif, obat-obatan antibiotika,
analgetika, fisio terapi nafas

Bedah :
o Pipa torakostomi atau WSD
o Bila massif dilakukan torakotomi
(perdarahan > 800 cc) langsung atau 3 5 cc / kg BB per jam

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang memiliki sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Syok hipovolemik

Fibrotoraks atau Schwarte

Empiema torakis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter umum (pertolongan pertama, punksi rongga toraks, pasang pipa toraks
WSD))

Dokter spesialis paru (non trauma)

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskuler

Dokter spesialis bedah (K) Toraks

Lama perawatan :
7 - 14 hari
Masa pemulihan :
413

1 -2 minggu
Hasil :

Sembuh atau

Sembuh dengan kecacatan

Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau jelas
Prognosis :

Baik

Dubious

Jelek

414

Nama penyakit / Diagnosis


LUKA BAKAR
Kriteria diagnosis :

Luka bakar merupakan kerusakan pada jaringan karena pengaruh suhu (baik
panas maupun dingin) atau dari penyerapan energi fisik dan dari kontak dengan
bahan-bahan kimia. Setiap penyebab mempunyai gambaran klinis yang khusus
dan manajemen pengelolaanya.

Pembagian derajat luka bakar :

Derajat I : Hanya mengenai cairan epidermis luar, tampak hiperemi dan


eritema

Derajat II : Mengenai lapisan epidermis yang lebih dalam dan sebagian


dermis disertai lwpuh, edema jaringan dan basah

Derajat III : Mengenai semua lapisan epidermis dan dermis, biasanya


tampak luka kering dengan vena koogulasi pada permukaan kulit

Tanda dan gejala klinik : nyeri, cemas, dehidrasi

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium : DL, UL, RFT, elektrolit, protein daarah

Mikrobiologi : kultur dan tes kepekaan kuman

Radiologi

: foto polos toraks Ap

Jantung

: EKG

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
415

Perawatan RS :
Rawat inap untuk luka bakar derajat II III minimal 15 % luasnya atau trauma di
daerah muka atau trauma inhalasi
Terapi :

Non bedah :
Pertolongan pertama bisa diberikan air dingin (waktunya singkat)
Tindakan darurat ABC, retulitasi jantung, paru, otak
Koreksi cairan dengan rumus Rule of Nine dan koreksi elektrolit
Perawatan terhadap jantung, paru, ginjal, hati
Terapi suportif seperti nutrisi, protein
Antibiotika, analgetika, antidiuretika

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit dengan fsilitas perawatan luka baker yang memadai

Penyulit :
Gangguan elektrolit

Gangguan fungsi jantung, paru, otak

Kontraktur hati dan ginjal

Infeksi sepsis

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter umum (pertolongan pertama maupun terapi konservatif)

Dokter spesialis bedah umum

Dokter spesialis bedah plastik

Lama perawatan:
416

7 30 hari
Masa pemulihan :
4 8 minggu
Hasil :

sembuh

sembuh dengan cacat

meninggal dunia

Patologi :
Otopsi :
Diperlukan bila penderita meninggal dunia karena trauma atau sebab yang tidak
jelas
prognosis :

Baik

Dubious

Jelek

417

Nama penyakit / diagnosis


LUKA TUSUK DINDING TORAKS
Kriteria diagnosis :
Secara klinis luka tusuk dinding toraks berupa luka tembus dinding toraks dan bisa
melukai organdi dalam rongga toraks atau rongga abdomen
Tanda dan gejala klinis berupa:

Jejas, luka tusuk dinding toraks dan daerah abdomen bagian atas

Gejala dan tanda lainnya dapat berupa anemia, sesak, sucking chest wound,
jejas atau luka tusuk dinding toraks terutama di antara garis mid klavikularis
kanan dan garis axillaries depan kiri dapat melukai jantung dan pembuluh darah
besar.

Diagnosis banding : Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium: DL dan EKG untuk keperluan evaluasi klinis dan persiapan


operasi

Radiologi: foto polos toraks atau Echokardiografi (dilakukan hanya bila kondisi
stabil)

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan

418

Terapi :

Non Bedah :
Farmakologi: antibiotika, analgetika, antipiretika

Bedah:
o

Bila pasien dalam keadaan tidak stabil dan bila ada indikasi segera
resusitasi cairan dan cardiopulmonal, berikan O2 (tindakan A, B, C)

Pasang pipa toraks WSD, bila perdarahan > 800 cc pada saat
pemasangan pipa toraks setelah trauma atau 3-5 cc/kg BB berturut-turut
selama 2 jam pertama segera dilakukan torakotomi antero lateral

Bila ada sucking chest wound atau pneumotoraks terbuka, luka ditutup
dulu dengan bahan kedap udara lalu dipasang pipa toraks WSD, atau
langsung intubasi dan dipasang ventilator

Pada luka tusuk daerah torakoabdominal, di bawah ICS VII, bila tembus
fascia dilakukan torakolaparotomi

Bila trias Beck positif atau disertai syok berat dan perdarahan massif
dilakukan eksplorasi torakotomi kiri melalui ICS V dan selanjutnya terapi
definitif

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Tamponade jantung

Hematopneumotoraks

Pneumotoraks terbuka

Hematopneumotoraks dengan perdarahan intra abdominal

Pneumotoraks tension

Perlukaan organ intra abdominal, apabila luka tersebut di bawah ICS VII

Informed consent :
Perlu
419

Tenaga standar :

Dokter Umum (pertolongan pertama, pasang pipa toraks WSD)

Dokter Spesialis Bedah (K) Digestif

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah Toraks-Kardiovaskular

Dokter Spesialis Bedah (K) Anak (usia<12 tahun)

Lama perawatan :
14 hari
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :
Sembuh atau sembuh dengan kecacatan atau meninggal
Patologi :
Perlu untuk diagnosis
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik atau dubious atau jelek

420

Nama penyakit / diagnosis


PATAH TULANG IGA
Kriteria diagnosis :
Secara klinis patah tulang iga merupakan terputusnya kontinuitas jaringan tulang iga
karena rudapaksa atau penyakit.
Tanda dan gejala klinis berupa:
Pada inspeksi gerakan dinding toraks asimetris, deformitas, pada palpasi nyeri
tekan, nyeri sumbu, krepitasi dari fragmen tulang yang patah
Diagnosis banding :
Kontusio muskulorum
Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium: pemeriksaan darah dan ECG untuk evaluasi klinis dan persiapan
pembedahan

Radiologi: foto polos rongga dada PA/LAT

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan RS :

Bila single, tanpa penyulit tak perlu rawat inap di Rumah Sakit.

421

Bila multiple dan atau bila terdapat penyulit perlu rawat inap di Rumah Sakit
untuk observasi dan tindakan

Terapi :
a.

Non Bedah: obat-obatan analgetika, anastesi infiltrasi atau blok, perawatan


konservatif

b.

Bedah: fiksasi internal daerah fraktur dengan memakai clip atau miniplate
atau wire dengan bantuan anastesi umum atau anastesi local atau anastesi
blok. Syarat faktur tersebut tidak lebih dari 2 minggu

Tempat Pelayanan :

Minimal Rumah Sakit kelas C

Rumah Sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan yang memadai

Penyulit :

Ruptur pleura parietalis dan empisema kutis

Ruptur jaringan paru

Pneumotoraks

Perdarahan dan hematotoraks atau hemotoraks

Osteomielitis

Informed consent :
Perlu
Tenaga Standar :

Dokter Umum (pertolongan pertama dan terapi konservatif)

Dokter Spesialis Bedah Umum

DOkter Spesialis Bedah Toraks-Kardiovaskular

Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks

Lama Perawatan :
2 14 hari pasca bedah bila tanpa penyulit
422

Masa Pemulihan :
2 minggu bila tanpa penyulit
Hasil :
Sembuh atau sembuh dengan kecacatan
Patologi :
Khusus untuk fraktur patologis dan osteomielitis
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma atau kematian tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik atau dubious atau jelek

423

Nama penyakit / diagnosis


PATAH TULANG TERBUKA

Kriteria diagnosis :
Ada tanda patah tulang (krepitasi, deformitas, pergerakan abnormal, nyeri kalau
bergerak, gangguan fungsi, pemendekan tulang panjang)
Ada perlukaan di daerah fraktur (I, II, III)
Fragmen tulang berhubungan dengan dunia luar
Diagnosis banding : Pemeriksaan penunjang :
Radiologi: foto Ro. AP / lat
Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera untuk observasi dan tindakan
Terapi :
424

a.

Non Bedah :
Analgetika
Antibiotika

b.

Bedah:
Debridement
Fiksasi interna untuk grade I-II
Fiksasi eksterna untuk grade III

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Infeksi

Perdarahan

Compartment syndrome

Emboli lemak

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi

Lama perawatan :
7 14 hari
Masa pemulihan :
12 minggu
Hasil :
425

Mencapai posisi anatomi dan fungsional optimal


Patologi : Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Dubius ad bonam

Nama penyakit / diagnosis


PERDARAHAN EPIDURAL

Kriteria diagnosis :

Adanya trauma di kepala

Adanya interval lucida beberapa menit sampai beberapa jam

Sakit kepala, mual, muntah yang semakin berat

Penurunan GCS

Adanya lateralisasi

Foto kepala: terdapat fraktur linier os temporalis

Tanda herniasi otak

Diagnosis banding :

Perdarahan subdural

Stroke ICH

Tumor otak

Pemeriksaan penunjang :

X-foto kepala AP / lat

CT-Scan kepala bila tersedia


426

Burr Hole diagnostic bila diperlukan

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Segera rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :
Non Bedah

a.

Suportif :

Antibiotika profilaksis

Kortikosteroid, dll
Bedah

b.

Sito trepanasi
Hentikan perdarahan dan evakuasi
Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Pneumonia

Dekubitus

Herniasi otak

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Bedah Saraf

427

Lama perawatan :
14 hari
Masa pemulihan :
2 4 minggu
Hasil :

Perdarahan epidural berhenti

GCS membaik

Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Dubius ad malam / meninggal

428

Nama penyakit / diagnosis


PNEUMOTORAKS

Kriteria diagnosis :
Secara klinis pneumotoraks merupakan suatu keadaan di mana terdapat udara di
dalam rongga pleura dan mengakibatkan paru menjadi kolaps, hal ini disebabkan
oleh trauma atau penyakit.
Tanda dan gejala klinis berupa:

Sesak nafas, pada inspeksi gerakan hemitoraks berkurang atau menurun, pada
perkusi hiper sonor, pada auskultasi suara nafas berkurang atau menurun, pada
foto polos toraks ada bayangan udara bebas pada hemitoraks yang bersangkutan
dan paru tampak kolaps.

Pada keadaan Tension ditandai dengan trachea terdorong kontra lateral,


bendungan vena-vena di leher, CVP meningkat, hemitoraks yang terkena lebih
cembung.

429

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :

Laboratorium: DL, BTA sputum

Radiologi: foto polos toraks

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non Bedah :
Oksigenasi (O2), fisioterapi napas, obat-obatan

Bedah:

Jarum kontra ventil atau jarum terbuka dilanjutkan dengan pipa


drainase (WSD) untuk kasus pneumotoraks tension. Punksi bila paru
yang kolaps minimal < 30%

Pipa torakostomi dengan continous suction

Bila pneumotoraks terbuka, luka ditutup atau dijahit dan pasang pipa
toraks

Torakotomi, bila paru yang kolaps persisten atau terdapat fistel bronkho
pleural

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :
Empisema subkutis, Pneumonia, Shunting, Atelektasis

430

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter Umum (pertolongan pertama, pasang WSD)

Dokter Spesialis Paru (Non-Trauma)

Dokter Spesialis Bedah Umum

Dokter Spesialis Bedah Bedah Toraks-Kardiovaskular

Dokter Spesialis Bedah (K) Toraks

Lama perawatan :
14 hari
Masa pemulihan :
2 minggu
Hasil :
Sembuh atau sembuh dengan kecacatan seperti Schwarte, fibrosis paru
Patologi :
Perlu untuk diagnosis
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik atau dubious atau jelek

431

Nama penyakit / diagnosis


RUPTUR BULI-BULI

Kriteria diagnosis :

Trauma (+) langsung abdomen bawah

Trauma tidak langsung akibat fraktur pelvis

Tidak bisa kencing

Massa suprapublik

Hematuria (+)

Tanda-tanda peritonitis (+)

Colok dubur : prostat letaknya normal

Diagnosis banding :
Ruptur uretra posterior
432

Pemeriksaan penunjang :

Test buli-buli

Foto pelvis

Urethrocystogram

Konsultasi :
Dokter spesialis yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap segera untuk observasi dan tindakan
Terapi :
Bedah:

Eksplorasi, jahit buli-buli, pasang dauer kateter

Suprapubik cystostomi bila ruptur lebar

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana pembedahan memadai

Penyulit :

Infeksi

Kebocoran

Informed consent : Perlu


Tenaga Standar :

Dokter Spesialis Bedah

Dokter Spesialis Orthopaedi bila terdapat fracture pelvis

Dokter Spesialis Urologi akibat ruptur urethra posterior

Lama perawatan :
7 hari
433

Masa pemulihan
: 14 hari
Hasil :
Sembuh
Patologi :
Otopsi :
perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

Nama penyakit / diagnosis


RUPTUR TENDON ACHILES
Kriteria diagnosis :

Trauma oleh karena mendadak melakukan gerakan

Kontraksi achiles

Posisi kaki plantar fleksi

fungsilaesa

Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
434

Konsultasi :
Bila perlu kepada dokter spesialis yang terkait
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk observasi dan tindakan
Terapi :

Non Bedah : Antibiotika

Bedah:

Operasi dengan teknik bunnel atau kesler

Immobilisasi dengan fore slab

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Non union

Mal union

Informed consent :
Perlu
Tenaga standar :

Dokter spesiallis bedah

Dokter spesialis bedah ortopedi

Lama perawatan :
14 hari
Masa pemulihan :
12 minggu
435

Hasil :
Kedua fragmen terjahit dengan posisi optimal
Patologi :
Otopsi :
Perlu untuk kasus trauma dan kematian yang tidak wajar atau tidak jelas
Prognosis :
Baik

Nama penyakit / diagnosis


TRAUMA JARINGAN LUNAK WAJAH
Kriteria diagnosis :
Perlukaan yang mengenai jaringan lunak wajah, bisa berupa trauma tajam, trauma
tumpul atau ledakan. Ditandai adanya luka terbuka pada wajah, bisa bersih atau
kotor tergantung macam dan tempat terjadinya trauma.
Diagnosis banding :
Pemeriksaan penunjang :
X-foto bila curiga adanya fraktur tulang di bawah jaringan lunak

436

Konsultasi :
Dokter spesialis lain yang terkait bila diperlukan
Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap kalau perlu untuk tindakan
Terapi :
a.

Bedah

Debridement yang bersih, eksplorasi struktur di bawah kulit yang ikut


rusak

Jahit luka:
Luka bersih: jahitan biasa
Luka kotor: jahitan jangan terlalu rapat, kalau perlu beri drain
hanschoen

b.

Patokan:

Cari masing-masing pasangan dari jaringan yang terkoyak

Aposisi level muko kutaneus harus tepat

Non bedah :
-

Tempat pelayanan :

Minimal rumah sakit kelas C

Rumah sakit lain yang mempunyai sarana memadai

Penyulit :

Infeksi

Defek akibat hilangnya jaringan

Informed consent :
Tenaga standar :

Dokter Spesialis Bedah Umum


437

Dokter Spesialis Bedah (K) KL

Dokter Spesialis Bedah Plastik & Rekonstruksi

Lama perawatan :
5 7 hari
Masa pemulihan :
21 hari
Hasil :
Luka sembuh, infeksi (-)
Patologi :
Tidak perlu
Otopsi :
Tidak perlu
Prognosis :
Baik
Nama penyakit / diagnosis
TRAUMA TAJAM ABDOMEN
Kriteria Diagnosis:

Mekanisme Trauma :
Trauma yang disebabkan senjata tajam, seperti Pisau, Sangkur, Celurit, Parang,
Besi, Obeng, Gunting dan trauma yang disebabkan oleh senjata api, baik yang
dengan kecepatan rendah (Low energy velocity) pun dengan kecepatan tinggi
(High energy velocity)

Tanda klinis :
Sistem pernapasan dan hemodinamika stabil dan tidak stabil
438

Inspeksi :
Adanya luka atau luka-luka terbuka di regio toraks bagian bawah, region
abdomen, pinggang dan atau pelvis, ada atau tidak ada eviserasi organ-organ
intra abdomen dan atau epiplosil, ada atau tidak ada distensi abdomen. Pada
luka tembak, khususnya luka tembak senjata api harus ditentukan adanya luka
tembak masuk dan apakah ada luka tembak keluar.

Auskultasi :

Auskultasi regio toraks (kiri) : suara napas menurun, bisa terdengar


bising usus.

Auskultasi regio abdomen : bising usus bisa normal, menurun, atau


hilang.

Palpasi :
Nyeri tekan di kuadran tertentu atau seluruh regio Abdomen, Defans muskuler,
Nyeri tekan lepas.

Perkusi :

Perkusi regio toraks bagian bawah bisa normal atau redup atau
timpani.

Pekak hati bisa positif atau negative

Nyeri ketok dinding abdomen.

Tes undulasi atau tes shifting dullness bisa positip, bisa negatip.
Colok dubur :

Bisa normal, bisa ditemukan kelainan-kelainan seperti, prostat yang melayang,


laserasi pada dinding anorektum, teraba fragmentasi tulang-tulang panggul, nyeri
pada perabaan di dinding anorektum, pada sarung tangan bisa ditemukan
tetasan atau noda darah, berarti positif ada cedera pada saluran cerna.
439

Diagnosa banding :
Pemeriksaan penunjang :
Disesuaikan dengan fasilitas UGD / Rumah Sakit setempat. Pilihan pemeriksaan
penunjang sesuai indikasi :
Foto toraks posisi AP, foto toraks dengan pemasangan pipa lambung, foto polos
abdomen, foto pelvis, USG, Lavase peritoneum diagnostic (DPL), IVP, Uretrosistografi, Foto kontras saluran cerna bagian atas, CT scan abdomen, Angiografi.
(Indikasi USG sama dengan indiksi DPL)
Pasien trauma dengan :

Penurunan tingkat kesadaran

Perubahan / gangguan fungsi sensoris

Cedera pada organ-organ yang bertetangga

Pemeriksaan fisik abdomen yang meragukan

Kemungkinan dokter putus kontak dengan pasien untuk waktu yang cukup
panjang.

Hasil

DPL yang

meragukan

(khusus

Leukosit<500/mm3, eritrosit<100.000/mm3
Konsultasi : Perawatan Rumah Sakit :
Rawat inap untuk tujuan observasi

Terapi:

440

untuk

USG

abdomen),

yaitu:

Tindakan resusitasi ABCD sesuai konsep ATLS kalau kondisi pernapasan dan
hemodinamika penderita tidak stabil.

Terapi konservatif:

Terapi konservatif dilakukan bila tidak ada indikasi laparotomi segera,


atau hasil pemeriksaan penunjang tidak mengungkapkan adanya cedera
organ intra abdomen yang nyata.

Terapi konservatif dengan cara observasi, dapat dilakukan sampai 2 x


24 jam.

Terapi operatif :
Laparotomi eksplorasi dengan insisi median
Indikasi laparotomi eksplorasi :

Tanda-tanda perdarahan intra peritoneal, yaitu adanya syok hipovolemi


dengan distensi abdomen yang progresif.

Tanda-tanda peritonitis generalisata

Pneumoperitoneaum pada foto toraks

Pada foto toraks tampak gambaran hernia diafragmatika (Ruptur


diafragma)

Cairan lavase keluar melalui pipa adrenase rongga pleura

Pada tindakan DPL, keluar darah > 10 ml atau cairan usus

Hasil DPL positip berdasarkan analisa laboratories, yaitu:

Jumlah eritrosit > 100.000/mm3 cairan lavase

Jumlah leukosit > 500/mm3 cairan lavase

Amilase > 20 IU/L cairan lavase

Eviserasi atau epiplosil


441

Luka tembak senjata api

Tempat Pelayanan :
Minimal Rumah Sakit Kelas C atau Rumah Sakit yang ada fasilitas pembedahan
yang memadai.

Penyulit :

Perdarahan massif

Syok hipovolemik, yang bisa berakibat syok irreversible

Koagulasi intra vaskuler yang diseminasi (DIC)

Koagulopathi, Hipotermia, Asidosis

SIRS-sepsis, ARDS, Pneumonia

Pankreatitis pasca trauma, perdarahan saluran cerna.

Gangguan fungsi hati

ARF (gagal ginjal akut)

Gagal multi organ

Informed consent :
Perlu

Tenaga standar :

Dokter spesialis Bedah

Dokter spesialis Bedah (K) Bedah Digestif

Lama perawatan :
Bervariasi, tergantung beratnya cedera
442

Bisa berlangsung antara 10 hari 3 bulan

Hasil :

Cedera ringan : bisa sembuh tanpa gejala sisa

Cedera berat :
Kalau tidak ada penyulit, dapat disembuhkan dengan atau tanpa kecacatan.
Kalau ada penyulit, bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan atau bisa
meninggal dunia.

Cedera mengancam nyawa :

Bila timbul penyulit

Bisa sembuh dengan atau tanpa kecacatan, atau bisa meninggal dunia.

Angka kematian bisa sampai > 70%

Patologi :
Prognosis :
Tergantung beratnya cedera

Otopsi :
Semua pasien trauma abdomen meninggal dunia perlu otopsi klinik

BEBERAPA HAL PENTING MENGENAI CIDERA KEPALA :

Cidera kepala adalah kegawatdaruratan bedah saraf


443

Resiko kecacatan dan kematian cukup besar

Cidera otak skunder meningkatkan morbiditas dan mortalitas

Cidera otak skunder dapat terjadi karena kejang, hipotensi, hipoglikemia dan
hipoksi

Komplikasi dapat terjadi karena kejang, hiptensi hipoglikemia dan hipoksi

Komplikasi dapat terjadi pada fase akut, fase sub akut maupun lronis

Diperlukan perhatian dan penanganan serta observasi berkelanjutan dan


jangka panjang

Derajat cidera kepala :

Ditentukan oleh nilai GCS (Glasgow Coma Scale = skala koma dari Glasgow)
yang paling rendah, pada 6 jam pertama sesudah resusitasi

Cidera kepala ringan bila GCS antara 14 15

Cidera kepala sedang bila GCS antara 9 13

Cidera kepala berat bila GCS antara 3 8

Glasgow Coma Scale (GCS)


E = Reaksi membuka mata :
4 = buka mata spontan
3 = buka mata dengan rangsangan suara / dipanggil
2 = buka mata bila dirangsang nyeri
1 = tidak dapat buka mata walau dirangsang apapun
V = Reaksi berbicara
5 = komunikasi verbal baik, jawaban tepat
4 = disorientasi waktu, tempat, orang
3 = dengan rangsangan hanya ada kata-kata bukan kalimat
2 = dengan rangsangan hanya ada suara, tak berbentuk kata
1 = tak ada suara dengan rangsangan apapun

444

M = Reaksi gerakan lengan / tungkai


6 = menuruti perintah
5 = melokalisir nyeri
4 = withdrawal = hanya menarik bagian tubuhnya bila nyeri
3 = bila nyeri timbul flekso abnormal (dekortikasi )
2 = tidak ada gerakan dengan rangsangan apapun

Indikasi rujukan ke rumah sakit yang ada dokter spesialis bedah saraf :

cidera kepala ringan dengan gejala tekanan intrakranial meningkat (bradikardi


atau kejang, muntah hebat, nyeri kepala hebat) yang tidak menghilang dengan
pemberian obat-obatan)

cidera kepala sedang

cidera kepala berat

fraktur impresi (tertutup atau terbuka)

Luka tusuk, luka kenca clurit atau luka tembak

Sebaiknya sebelum merujuk dikomunikasikan dulu dengan tempat rujukan

Manitol 20 % :
Berfungsi sebagai osmotic diuretic yang sangat berguna untuk :

Hematom epidural, hematom subdural, hematom intraserebral selama


transportasi , diagnostik atau menunggu pembedahan

Cidera kepala sedang dengan oedem

Cidera kepala berat

Tanda tekanan intra cranial yang meningkat atau tanda-tanda herniasi

Peralatan dan obat emergensi :

Bag dan mask / ambu bag

Oksigen dan masker

Pipa endotrakheal

Tube orofaring

Valium

Manitol 20 %
445

Alat dan cairan untuk infus

446