Anda di halaman 1dari 4

CAPNOGRAPH

Paru-paru memiliki fungsi utama untuk menghirup okssigen (O2) kedalam tubuh dan
mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dari tubuh. Capnograph menunjukkan berapa banyak
CO2 yang dikeluarkan dari paru-paru. Kadar CO2 merupakan indikator yang sensitif dari
fungsi paru.
Capnograph menunjukkan konsentrasi End tidal CO2 untuk mengkonfirmasi kecukupan
ventilasi selama presedur anestesi, terutama pada general Anestesi (GA). Penurunan yang
cepat dari end tidal CO2 adalah indikator yang sensitif dari terjadinya emboli udara, yang
merupakan komplikasi utama dari prosedur Kraniotomi.
Kapnografi adalah alat non invasif, yang berguna untuk mengukur karbondioksida (CO2)
pada satu siklus respirasi didalam sirkuit nafas. Alat ini menggambarkan pola kadar CO2
(diukur dalam kilo Pascal atau mmHg) pada fase inpirasi dan ekspirasi serta menunjukkan
kadar

CO2

pada

akhir

ekshalasi

(End

Tidal

CO2

atau

ETCO2).

Pengukuran kadar CO2 dalam sirkuit nafas ini berguna untuk menilai ventilasi yang adekuat,
deteksi intubasi esofageal, diskoneksi sirkuit nafas atau ventilator, problem sirkulasi dan
deteksi hipertermia maligna.
Kapnografi adalah standart emas untuk mendeteksi intubasi esofageal, dimana tidak ada atau
sangat kecil CO2 terdeteksi bila terjadi intubasi esofageal. Peningkatan tekanan intrakranial
dengan menurunkan PaCO2 dapat dengan mudah dipantau dengan menggunakan analisa
ETCO2. Penurunan secara cepat ETCO2 adalah indikator yang sensitif terhadap terjadinya
emboli udara yang sering terjadi pada kraniotomi dengan posisi duduk. Nilai normal PaCO2
adalah 5,3 kPa (40 mmHg)Ada beberapa teknik pengukuran. Yang paling sering digunakan
adalah infrared absorption spectroscopy. Teknik yang lain adalah photo-acoustic
spectroscopy, Raman scattering dan mass spectrometry . Gambaran kapnografi yang normal
terdiri dari 4 fase. Fase pertama terjadi saat inspirasi. Fase kedua adalah mulai terjadinya
ekspirasi, yang hasilnya adalah peningkatan CO2. Fase ketiga adalah expiratory plateau,
merupakan pengeluaran CO2 dari seluruh alveoli. Titik tertinggi dari plateau dikenal sebagai
end-tidal CO2 (ETCO2). Ini adalah tanda dari akhir ekspirasi. Fase keempat adalah mulai
terjadinya kembali inspirasi.

Capnograph adalah alat atau monitor yang berguna pada sistem pulmoner, kardiovaskuler dan
anesthetic breathing system. Kapnograph biasanya digunakan berdasarkan mekanisme
penyerapan cahaya infra merah oleh CO2. Capnograph dibagi menjadi :
1. Nondiverting (Flow through)
Capnograph non diverting mengukur CO2 yang melewati sebuah adaptor yang
ditempatkan didalam breathing circuit.
Cahaya infra merah yang yang diserap CO2 dapat terlihat dalam monitor
2. Diverting (Aspiration)
Capnograph diverting (sidestream) secara berkelanjutan menyerap udara dari
breathing circuit menjadi beberapa contoh sel yang berada dalam monitor.
Konsentrasi CO2 dapat diterjemahkan dengan membandingkan absorbsi cahaya infra
merah dalam contoh sel dalam monitor dengan ruang bebas dari CO2.
Perbandingan antara kapnograph dan pulse oxymetri adalah kapnograph dapat memberikan
gambaran langsung kondisi pasien, sedangkan pulse oxymetri akan menunjukkan dalam
waktu yang lebih lama daripada kapnograph.
Nilai kapnografi yang normal dapat ditunjukkan dengan nilai ETCO2 35 -45 mmHg , namun
ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa nilai 30 -43 mm Hg dapat dianggap normal. Yang
dapat membuat pembacaan dari kapnograph terganggu adalah posisi yang tidak sempurna
dari capnofilters kanula hidung, selain itu O2 yang diberikan dengan masker dapat
menurunkan pembacaan sebesar 10 %.
End Tidal CO2 yang kurang dari 35 mm Hg dapat kita kategorikan sebagai hiperventilasi/
hipokapnia. Sedangkan end tidal lebih dari 45 mm Hg dapat kita sebut sebagai hipoventilasi
atau hiperkapnia.
Berikut gambar gelombang normal pada kapnografi

A dan B adalah saat inspirasi atau ruang pernafasan mati, B adalah awal dari pernafasan
alveolar, BC adalah pernafasan upstroke dimana gas dalam ruang mati bercampur dengan gas
dalam paru, CD adalah merupakan kelanjutan dari pernafasan, D adalah end tidal CO2.
Berikut adalah gambaran pada kondisi hiperventilasi

Berikut adalah gambaran keadaan hipoventilasi

Hipoventilasi dapat disebabkan oleh overdosis, sedasi, keracunan, stroke, demam, sepsis,
nyeri, dan hiperkapnea kronis.