Anda di halaman 1dari 5

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN : RELAKSASI NAFAS

DALAM PADA Ny. W DI RUANG MAWAR

RSUD DR

SOEHADI PRIJONEGORO
Hari

: Selasa

Tanggal

: 25-10-2016

Jam

: 15.00 WIB

A. Keluhan Utama
Nyeri pada payudara kanan
B. Diagnosa Medik
Ca Mamae Dextra
C. Diagnosa Keperawatan
Nyeri kronis berhubungan dengan ketidakmampuan fisik-psikososial kronis
(metastase kanker)
D. Data yang Mendukung Diagnosa Keperawatan
DS : Klien mengatakan nyeri pada payudara sebelah kanan.
DO : Klien tampak kesakitan, tingkah laku berhati-hati, skala nyeri 6.
E. Dasar Pemikiran
Nyeri kronik berhubungan ketidakmampuan fisik-psikososial kronis (metastase
kanker). Metastse kanker dapat meimbulkan sensasi nyeri berhubungan dengan
pengaktifan ujung-ujung serabut saraf bebas oleh perubahan mekanik,
rangsangan kimia, atau temperatur yang berlebihan. Persepsi nyeri yang
dibawa oleh serabut saraf nyeri diproyeksikan oleh spinotalamik ke spesifik
pusat nyeri di talamus.
F. Prinsip Tindakan Keperawatan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )
Teknik Mengatasi Nyeri Atau Relaksasi Nafas Dalam.
1. Pengertian : Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada
pasien yang mengalami nyeri kronis. Rileks sempurna yang dapat
mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah
menghebatnya stimulasi nyeri.
1

2. Ada tiga hal yang utama dalam teknik relaksasi :


a.

Posisikan pasien dengan tepat.

b.

Pikiran beristirahat.

c.

Lingkungan yang tenang.


3. Tujuan : Untuk menggurangi atau menghilangkan rasa nyeri.
4. Indikasi : Dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri kronis.
5. Prosedur pelaksanaan :

a.

Tahap prainteraksi
1)

Menbaca status pasien.

2)

Mencuci tangan.

3)

Meyiapkan alat.

b.

Tahap orientasi
1)

Memberikan salam teraupetik.

2)

Validasi kondisi pasien.

3)

Menjaga perivacy pasien.


4) Menjelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien
dan keluarga.

c.

Tahap kerja

1) Berikan kesempatan kepada pasien untuk bertanya jika ada yang


kurang jelas.
2) Atur posisi pasien agar rileks tanpa beban fisik.
3) Instruksikan pasien untuk tarik nafas dalam sehingga rongga paru
berisi udara.
4) Intruksikan pasien secara perlahan dan menghembuskan udara
membiarkanya keluar dari setiap bagian anggota tubuh, pada waktu
bersamaan minta pasien untuk memusatkan perhatian betapa
nikmatnya rasanya.
5) Instruksikan pasien untuk bernafas dengan irama normal beberapa saat
(1-2 menit).
6) Instruksikan pasien untuk bernafas dalam, kemudian menghembuskan
secara perlahan dan merasakan saat ini udara mengalir dari tangan,
kaki, menuju keparu-paru kemudian udara dan rasakan udara mengalir
keseluruh tubuh.
7) Minta pasien untuk memusatkan perhatian pada kaki dan tangan,
udara yang mengalir dan merasakan keluar dari ujung-ujung jari
tangan dan kai dan rasakan kehangatanya.
8) Instruksiakan pasien untuk mengulani teknik-teknik ini apa bial ras
nyeri kembali lagi.
9) Setelah pasien merasakan ketenangan, minta pasien untuk melakukan
secara mandiri.
d.

Tahap terminasi

1) Evaluasi hasil kegiatan.


2) Lakukan kontrak untuk kegistsn selanjutnya.
3) Akhiri kegiatan dengan baik.
4) Cuci tangan
e. Dokumentasi
1) Catat waktu pelaksanaan tindakan.
2) Catat respons pasien.
3) Paraf dan nama perawat jaga
G. Analisa Tindakan
Prinsip yang mendasari penurunan nyeri oleh teknik relaksasi terletak pada
fisiologi sistem syaraf otonom yang merupakan bagian dari sistem syaraf
perifer yang mempertahankan homeostatis lingkungan internal individu. Pada
saat terjadi pelepasan mediator kimia seperti bradikinin, prostaglandin dan
substansi,

akan

merangsang

syaraf

simpatis

sehingga

menyebabkan

vasokostriksi yang akhirnya meningkatkan tonus otot yang menimbulkan


berbagai efek seperti spasme otot yang akhirnya menekan pembuluh darah,
mengurangi aliran darah dan meningkatkan kecepatan metabolisme otot yang
menimbulkan pengiriman impuls nyeri dari medulla spinalis ke otak dan
dipersepsikan sebagai nyeri.
H. Bahaya Dilakukan Tindakan
Tindakan keperawatan teknik relaksasi tarik nafas dalam tidak ada bahaya
akibat tindakan ini karena merupakan teknik relaksasi non farmakologi tanpa
ada efek samping dari tindakan yang dilakukan.
Bahaya : Klien tidak mampu berkonsentrasi saat melakukan teknik relaksasi
tarik nafas dalam.
Pencegahannya : Bantu klien agar dapat memfokuskan pikirannya.
I. Tindakan lain yang Dilakukan untuk Menurunkan Nyeri
4

1. Distraksi lingkungan yaitu mengalihkan perhatian klien dari nyeri.


a. Bernafas lambat.
b. menyanyi berirama.
c. Mendegarkan musik.
d. Quide imagery.
e. Masase.
2. hipnotis yaitu suatu teknik yang menghasilkan suatu keadaan tidak sadar
diri yang dicapai melalui gagasan-gagasan yang disampaikan oleh
pehipnotis.
3. kolaborasi analgetik yaitu obat analgetik mengurangi persepsi seseorang
tentang rasa nyeri terutama lewat daya kerjanya atas sistem saraf sentral
dan mengubah respons seseorang terhadap rasa sakit.
J. Hasil yang Didapatkan Setelah Dilakukan Tindakan
DS : Klien mengatakan masih terasa nyeri terkontrol / hilang.
DO : Klien tampak lebih tenang, lebih rileks, nyaman.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24 jam nyeri kronik teratasi
dengan kriteria hasil :
1. Klien mengatakan nyeri berkurang / hilang.
2. Ekspresi wajah klien tenang.
3. Klien akan menunjukkan ketrampilan relaksasi.
4. Klien akan tidur / istirahat dengan tepat.
5. Tanda-tanda vital dalam batas normal.
K. Evaluasi Hasil
S (Subyektif) : klien mengatakan nyeri berkurang.
O (Obyektif) : pasien tampak lebih rileks.
A (Assesment) : masalah teratasi.
P (Planning) : rencana tindakan dipertahankan.
Sragen, Oktober 2015
Pembimbing Klinik/CI

Jarot Harimurti, SST


NIP.