Anda di halaman 1dari 15

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN

LIKUIDASI PERSEKUTUAN
SUMBER: ALLAN R. DREBIN

OLEH :
KELOMPOK 2 B
1. EKA WAHYUNI

B1C1 14 014

2. INTAN MAUDYSARI PUTRI

B1C1 14 023

3. RIZKI PUJA KHUMAERAH

B1C1 14 048

4. NUR ANNISSAK

B1C1 14 049

5. USNUL KHAERATI GAFFAR

B1C1 14 054

6. RYAN PURNAMA INDAH

B1C1 14 061

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2016

PERSEKUTUAN FIRMA-LIKUIDASI
Telah ditemukan bahwa pembubaran persekutuan firma tidaklah berarti berakhirnya
secara resmi kegiatan usaha perusahaan. Pembubaran persekutuan firma ditetapkan dalam
kaitannya dengan reorganisasi perusahaan sebagai satu unit usaha yang baru. Dalam hal-hal
lainnya, pembubaran ditetapkan sebagai kondisi yang mengahruskan likuidasi perusahaan.
Dalam hal ini, asosiasi antara beberapa sekutu telah berakhir bagi tujuan pelaksanaan kegiatan
dengan cara biasa; tetapi pada sekutu dapat terus bekerja dalam kegiatan yang menuju kea rah
penyeleaian akhir dari transaksi perusahaan, dan persetujuan persekutuan firma terus mengatur
asosiasi ini sampai saat penyelesaian akhirnya, dengan demikian, istilah pembubaran
(dissolution) menyatakan berakhirnya persekutuan firma sebagai perusahaan yang sedang
berjalan.
Definisi Likuidasi
Proses likuidasi persekutuan firma biasanya terdiri dari pencairan sebagian atau seluruh
aktiva menjadi uang kas, penyelesaian dengan kreditor, dan pembagian sisa aktiva kepada
kelompok kepemilikan. Pencairan aktiva menjadi uang kas disebut realisasi, sedangkan
pembayaran atas klaim, disebut likuidasi. Istilah likuidasi juga digunakan dalam arti yang lebih
luas untuk menyatakan proses likuidasi secara lengkap.
Pada likuidasi persekutuan firma, seorang akuntan harus mampu memberikan saran
mengenai pembagian yang layak atas aktiva diantara para sekutu. Pembagian yang tak layak,
yang menimbulkan pembayaran terlampau tinggi kepada pihak-pihak tertentu dan merugikan
pihak-pihak lain, dapat menimbulkan kewajiban pribadi bagi orang yang diberi wewenang untuk
melakukan pembagian aktiva itu.
Prosedur Dalam Likuidasi
Jika persekutuan firma harus dilikuidasi, maka buku-buku harus disesuaikan dan ditutup,
kemudian laba atau rugi bersih untuk periode itu harus dipindahkn dalam perkiraan modal
masing-masing sekutu. Lalu persekutuan firma siap untuk dilikuidasi.
Apabila aktiva dicairkan menjadi uang kas, maka selisih antara nilai buku dan jumlah
yang terealisasi akan menyatakan laba atau rugi yang diperuntukkan atau dibebankan kepada

para sekutu dalam rasio laba rugi. Laba dan rugi seperti itu dipindahkan dalam perkiraan modal.
Kemudian saldo modal akan menjadi dasar penyelesaian. Dalam likuidasi, jika perkiraan modal
seorang sekutu melaporkan saldo debet dan sekutu yang bersangkutan mempunyai saldo
pinjaman, maka undang-undang mengizinkan untuk melakukan hak untuk mengimbangi (right of
offset), mengimbangi sebagai atau seluruh pinjaman terhadap kekurangan modal. Saldo debet
dalam perkiraan modal jika tidak ada saldo pinjaman atau setelah saldo pinjaman diimbangi
menunjukkan bahwa sekutu yang modalnya kurang harus menyetorkan kekurangannya ini.
Ketidakmampuan kesekutuan firma untuk memperoleh kembali kekurangan modal ini berarti
sekutu lainnya akan menanggung jumlah kekurangan ini.
Apabila uang kas tersedia untuk dibagikan, maka uang kas ini digunakan lebih dulu untuk
membayar kreditor luar. Kemudian dapat digunakan dalam penyelesaian pinjaman dan saldo
modal sekutu. Perlu ditegaskan, Uniform Partnership Act menetpkan pembayaran lebih dulu
pinjaman sekutu dan baru kemudian modal sekutu. Akan tetapi, perturan ini berlaku dengan satu
batasan penting yaitu apabila pembagian uang kas dilakukan sebelum semua kerugian di ketahui,
maka saldo pinjaman atau sebagian dari saldo pinajaman ini tidak harus di bayar, sebab mungkin
di butuhkan untuk mengimbangi kekurangan modal. Dalam beberapa hal, mungkin tepat untuk
menggunakan uang kas sebagai pembayaran saldo modal sekutu tertentu, walaupun saldo modal
sekutu lainnya tetap tidak di bayar.
Pembayaran Kepada Sekutu Setelah Realisasi Selesai
Prosedur akuntansi yang di tempuh pada likuidasi persekutuan firma di ilustrasikan
dalam bab ini dan dalam bab-bab berikutnya. Contoh yang diberikan dalam bab ini
mengasumsikan, bahwa pembagian kepada para sekutu dilakukan hanya sekedar realisasi aktiva
di selesaikan sepenuhnya dan seluruh keuntungan atau kerugian realisasi diketahui. Contoh
dalam bab-bab berikutnya mengilustrasikan prosedur yang diikuti apabila pembagian kepada
para sekutu dilakukan selama likuidasi berlangsung dan sebelum keuntungan atau kerugian
realisasi diketahui.
Untuk tujuan pembahasan dibawah ini, di asumsikan bahwa firma A, B, C dan D
memutuskan untuk melikuidasi diri. Semua aktiva persekutuan firma ini harus dicairkan menjadi

uang kas A, B, C, dan D membagi laba dalam rasio masing-masing 30%, 30%, 20%, dan 20%.
Neraca yang di susun per 1 mei 1987, tepat sebelum likuidasi, melaporkan saldo sebagai berikut
Aktiva
Kas $ 10.000
Aktiva lainnya $ 180.000

Kewajiban dan modal


Kewajiban
..
Pinjaman ,B ..
Pinjaman , D ..
Modal , A
..
Modal , B
..
Modal , C
..
Modal , D

Total aktiva

$ 190.000

$ 75.000
6.000
5.000
42.000
31.500
20.500

10.000

Total kewajiban dan modal

$ 190.000

Sejumlah contoh di bawah ini diberikan dengan asumsi, bahwa aktiva persekutuan firma
direalisasi dalam jumlah-jumlah kas yang berbeda. Asumsi ini adalah sebagai berikut :
Contoh 1:

Realisasi aktiva sebesar $ 140.000, dengan kerugian realisasi dibebankan


sepenuhnya pada perkiraan modal sekutu.

Contoh2:

realisasi aktiva sebesar $ 120.000, dengan kerugian realisasi mengharuskan


pemindahan dari perkiraan pinjaman sekutu perkiraan modalnya.

Contoh3:

realisasi aktiva sebesar $ 100.000, dengan kerugian realisasi menimbulkan


kekurangan modal bagi seorang sekutu saja.

Contoh4:

realisasi aktiva sebesar $ 80.000, dengan kerugian realisasi menimbulkan


kekurangan modal bagi lebih dari pada seorang sekutu.

Contoh5:

realisasi aktiva sebesar $60.000, dengan uang kas yang tersedia tidak cukup untuk
membayar kreditor :
a. Apabila semua sekutu solven secara pribadi.
b. Apabila sekutu tertentu solven secara pribadi dan sekutu lainnya tidak.

Kerugian Realisasi Aktiva Yang Dibebankan Sepenuhnya Pada Saldo Modal Sekutu
Contoh 1, asumsikan bahwa aktiva non-kas firma A, B, C, dan D, dengan nilai buku
$180.000, direalisasi sebesar $ 140.000. kerugian sebesar $ 40.000 dibagikan dalam rasio laba-

rugi. saldo modal masing-masing sekutu dalam hal ini cukup besar untuk menyerap total
kerugian realisasi. Dalam hal seperti ini, pembagian uang kas tidak menimbulkan kesulitan.
Uang kas pertama-tama digunakan lebih dulu untuk membayar kreditor luar, kemudian sisanya
digunakan untuk membayar pinjaman para sekutu dan saldo modal mereka. Hal ini diikhtisarkan
dalam laporan likuidasi berikut ini :
Firma A, B, C & D
Laporan likudasi
1 31 mei 1987

Kas

Aktiva
lainnya

Presentase
Modal Dan Laba-Rugi
kewajib

Pinjam

Pinja

an

anB

manD

75.000

6.000

Saldo sebelum
likuidasi
a. penjualan aktiva

10.000

180.000

kerugian..

140.000

(180.000)

b. pembayaran

150.000

75.000

kepada para

(75.000)

(75.000)

dan pembagian

kreditor
c..pembayaran
kepada para sekutu

5.000

Modal
A
30%

Modal
B
30%

Modal
C
20%

Modal
D
20%

42.000

31.500

20.500

10.000

(12.000)

(12.000)

(8.000)

(8.000)

6.000

5.000

30.000

19.500

12.500

2.000

75.000

6.000

5.000

30.000

19.500

12.500

2.000

(75.000)

(6.000)

(5.000)

(30.000)

(19.500)

(12.500

(2.000)

Ayat-ayat jurnal untuk mencatat penjualan aktiva dan pembagian uang kas adalah sebagai
berikut:
Transaksi
(a) Penjualan aktiva sebesar
$ 140.00, rugi dibagikan
Kepada A, B, C, dan D
Dalam rasio 30%, 30%, 20%
Dan 20%
(b) Pembayaran kepada para
kreditor
(c) Pembayaran kepada para sekutu

Pos Jurnal
Kas
Modal A ..
Modal B ..
Modal C ..
Modal D ..
Aktiva lainnya .....
Kewajiban
Aktiva .
Pinjaman B ...
Pinjaman D
Modal A ...

$140.000
12.000
12.000
8.000
8.000
$180.000
$ 75.000
$ 75.000
$ 6.000
5.000
30.000

Modal B
Modal C ...
Modal D.
Kas

19.000
12.000
2.000
$ 75.000

Hal-hal penting yang perlu di catat dalam contoh di atas ini ialah :
1. Pembagian kerugian realisasi aktiva di antara para sekutu di lakukan dengan cara yang
sama dengan pembagian rugi operasi. Jika realisasi aktiva menghasilkan keuntungan,
maka perkiraan modal sekutu harus di kredit. Apabila aktiva di jual dalam jumlah partai,
maka dapat kita buka sebuah perkiraan tersendiri untuk mengikhtisarkan keuntungan dan
kerugian yang timbul. Setelah semua aktiva di realisasi, maka saldo debet atau kredit
dalam perkiraan ini di pindahkan ke perkiraan modal sekutu rasio laba-rugi.
2. Kreditor luar harus di bayar lunas lebih dulu sebelum para sekutu di bayar atas pinjaman
maupun saldo modal mereka.
3. Kepentingan bersih sekutu dalam aktiva persektuan firma di tetapkan sebelum setiap
pembayaran kepada mereka di lakukan, apabila buku-buku melaporkan jumlah yang
terhutang oleh perusahaan kepada para sekutu, sebagai akibat panjar atau beban untuk
barang-barang atau jasa-jasa, maka saldo ini akan di imbangi dengan modal sekutu.
Kemudian penyelesaiannya di lakukan sesuai dengan jumlah yang di laporkan dalam
perkiraan pinjaman dan modal sekutu.
Kerugian Realisasi Aktiva yang Menimbulkan Pemindahan Perkiraan Pinjaman Sekutu
Ke Perkiraan Modalnya
Contoh 2. Asumsikan bahwa aktiva non-kas firma A, B, C, & D direalisasi sebesar
$120.000. peenjualan aktiva sebesar $120.000 ini menimbulkan kerugian sebesar $60.000 yang
akan ditanggung oleh para sekutu dalam rasio laba dan rugi. Pembagian kerugian ini
mengharuskan pembebanan kepada D sebesar $12.000 dan hal ini menimbulkan saldo debet
sebesar $2.000 dalam perkiraan modal D. sebagai gantinya, D menanamkan investasi tambahan
sebesar $2.000, dengan memindahkan jumlah ini dari perkiraan pinjamannya ke perkiraan
modalnya. Kemudian para sekutu membayar dalam jumlah yang sama dengan saldo perkiraan
pinjaman dan modal mereka. Berikut ini adalah proses laporan ikhtisar likuidasi
Firma A, B, C, & D
Laporan Likuidasi

1 - 3 Mei 1967

Saldo
sebelum
likuidasi
penjualan
aktiva dan
pembagian
kerugian
..
Pembayaran
kepada para
kreditor.
Mengimbang
i pinjaman D
terhadap
saldo debet
perkiraan
modalnya.
.
pembayaran
kepada para
sekutu.

Kas
10.000

120.000

Aktiva
Lainnya
180.000

Kewajiba
n
75.000

Pinjama
nB
6.000

Pinjama
nD
5.000

(180.000
)

130.000
(75.000
)

75.000

Persentase Modal dan Bagi Laba-Rugi


Modal
Modal
Modal
Modal
A
B
C
D
(30%)
(30%)
(20%)
(20%)
42.000
31.500
20.500
10.000

(18.000
)

(18.000
)

(12.000
)

(12.000
)

6.000

5.000

24.000

13.500

8.500

(2.000)

6.000

5.000

24.000

13.500

8.500

(2.000)

(75.000)

55.000

(2.000)
55.000
(55.000
)

6.000

3.000

(6.000)

(3.000)

2.000
24.000
(24.000
)

13.500
(13.500
)

8.500
(8.500)

Ayat jurnal untuk mencatat pembebanan pinjaman D pada kekuranagan modalnya akan
berbunyi sebagai berikut:
Transaksi
Pemindahan jumlah yang dibutuhkan
untuk menutup kekurangan modal

Ayat Jurnal
Pinjaman D

$2.000
Modal D

$2.000

D dari perkiraan pinjamannya ke


Perkiraan modalnya.
Kerugian Realisasi Aktiva yang Menimbullkan Kekurangan Modal Bagi Seorang Sekutu Saja
Contoh 3 , asumsikan bahwa aktiva non-kas dalam contoh kita direalisasi sebesar $100.000 dan
hal ini menimbulkan kerugian realisasi sebesar $80.000. Dalam pembagian kerugian realisasi sebesar
$80.000 D dibebani $16.000. Hal ini menimbulkan saldo debet dalam perkiraan modal D sebesar $6.000.

Untuk mengimbangi seluruh jumlah dalam perkiraan pinjaman D terhadap modalnya, dalam perkiraan
modalnya, masih tersisa saldo debet sebesar $1.000. Jika D membayar $1.000 kepada perusahaan pada
saat ini, maka kekurangan modalnya tertutup dan perusahaan dapat membagikan uang kas kepada A,B
dan C pada likuidasi akhir. Akan tetapi,jika perusahaan tidak berhasil memperoleh kembali jumlah ini
dari D, dan perusahaan memutuskan untuk membagikan uang kas yang ada, maka pembagian ini harus
menetapkan kemungkinan, bahwa D gagal untuk memenuhi kewajibannya kepada persekutuan
firma.Kemudian, uang kas yang tersedia harus dibagikan dengan satu cara yang menimbulkan saldo
dalam perkiraan modal A,B dan C, yang dapat menutup kerugian sebesar $1.000. Jika D kemudian
membayar $1.000 per kas, maka jumlah ini dibayarkan kepada A,B dan C sesuai dengan saldo dalam
perkiraan modal mereka.
Dibawah ini terlihat laporan likuidasi yang didasarkan atas asumsi, bahwa D menyetorkan jumlah
kekurangan modalnya dan dengan itu tersedia uang kas, untuk dibagikan kepada A,B dan C.

Kas

Saldo

sebelum

likuidasi
penjualan
dan

Aktiva

Kewajiba

Pinjam

Pinjam

Lainnya

an B

an D

10.000

180.000

75.000

6.000

5.000

100.000

(180.000)

Persentase Modal dan Bagi Laba- Rugi


Modal

Modal

Modal

Modal

A(30%)
42.000

B(30%)
31.5000

C(20%)
20.500

C(20%)
10.000

(16.000)

(16.000)

aktiva

(24.000)

pembagian

kerugian
Pembayaran
kepada

(24.000)
110.000

75.000

(75.000)
35.000

(75.000)

6.000

5.000

18.000

7.500

4.500

(6.000)

6.000

5.000

18.000

7.500

4.500

(6.000)

para

kreditor
Mengimbangi
pinjaman
Mengimbangi
pinjaman

terhadap

saldo

dalam

perkiraan

modalnya
Pembayaran

(5.000)

5.000

35.000

6.000

18.000

7.500

4.500

(1.000)

(35.000)
1.000

(6.000)

(17.625)
375

(7.125)
375

(4.250)
250

(1.000)

kepada
sekutu(lihat
skedul)
Investasi

tambahan D
Pembayaran
kepada

1.000
1.000

375

375

250

(1.000)

(375)

(375)

(250)

para

sekutu

Dalam contoh ini, tersedia uang kas sebesar $35.000 untuk membayar A, B dan C, sementara itu
gabungan saldo pinjaman dan modal mereka berjumlah $36.000. Dalam menetapkan jumlah yang harus
dibayarka kepada sekutu ini, kerugian sebesar $1.000 yang ditutupi oleh oleh A,B dan C dalam hal D
insolvensi, harus diperhitungkan.
Jumlah yang harus dibayarkan kepada sekutu dapat disebut sebagai kepentingan bebas.
Kepentingan bebas ini dihitung dengan jalan menyatukan saldo pinjaman dan modal masing-masing
sekutu sebelum pembagian uang kas dan mengurangkan dari jumlah ini setiap saldo yang harus tetap
tersedia, untuk menutup kerugian yang mungkin di masa mendatang. Hal ini diperlihatkan dalam skedul
pada halaman berikut ini.
Firma A,B,C & D
Skedul Untuk Melengkapi Laporan Likiudasi
Jumlah Yang Harus Dibayarkan Kepada para Sekutu
1-31 Mei 1987
A
Saldo modal sebelum pembagian uang

(30%)
18.000

kas

B
(30%)
7.500

(20%)

(20%)

6.000

Ditambah: saldo pinjaman


Total kepentingan para sekutu

18.000

13.500

4.500

(1.000)

(375)

(375)

(2500

1.000

17.625

13.125
6.000

Pembayaran untuk menutup modal

17.625

7.125

4.250

Total pembagian uang kas

17.625

13.125

4.250

Kepentingan yang dibatasi kerugian


yang mungkin
Sebesar $1.000 bagi A,B dan C jika D
gagal

menyetor

jumlah

kekurangan

modalnya (rasio A, B dan C 30:30:20)


Kepentingan bebas Jumlah yang harus
dibayarkan kepada masing-masing sekutu
Pembayaran untuk menutup pinjaman

Apabila jumlah uang kas yang dapat dibayarkan kepada sekutu ditetapkan, maka uang kas ini
digunakan lebih dulu untuk membayar setiap pinjaman beredar dan sisanya kemudian digunakan untuk
saldo modalnya. Akan tetapi, D tidak menerima uang kas atau saldo pinjamannya, walaupun dalam
kenyataannya sekutu lainnya menerima pembayaran atas saldo modalnya. Prioritas hukum diberikan
untuk meniadakan hak mengimbangi atas saldo pinjaman. Pembagian uang kas dengan cara lainnya akan
menimbulkan pembayaran yang terlalu tinggi kepada sekutu tertentu dan pembayaran yang terlalu rendah
kepada sekutu lainnya, serta akan membutuhkan pemindahan uang kas di antara para sekutu jika ternyata
D gagal untuk memenuhi kewajibannya kepada perusahaan.
Ayat ayat jurnal untuk investasi tambahan D dan pembagian jumlah ini kepada A,B dan C
berbunyi sebagai berikut:
Transaksi
Investasi tambahan D untuk menutup kekurangan

Kas

Jurnal
$1.000

modalnya
Pembayarab

Modal
Modal A

$375

kepada

para

sekutu

dalam

penyelesaiaan akhir

$1.000

Modal B

375

Modal C

250
Kas

$1.000

Jika D melakukan langsung dengan sekutu lainnya, makan ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
Transaksi
Pembayaran langsung oleh D kepada A,B, dan C

Modal A

Jurnal
$375

dalam penyelesaian kewajibannya kepada mereka

Modal B

375

Modal C

250
Modal D

$1.000

Jika perusahaan tidak dapat menagih klaimnya dari D, makan ayat jurnal untuk mencatat kerugian
ini adalah sebagai berikut:
Transaksi
Penghapusan saldo piutang tak tertagih D terhadap

Modal A

Jurnal
$375

modal A,B dan C yang masing masing dalam

Modal B

375

rasio 30:30:20

Modal C

250
Modal D

$1.000

BAGIAN RATIH

Realisasi Aktiva dengan Hasil Uang Kas yang Tidak Cukup Untuk Membayar Para
Kreditor
Contoh 5. (a). Asumsikan bahwa aktiva non-kas firma A,B,C dan D hanya teralisasi
sebesar 560.000. Selanjutnya asumsikan bahwa semua sekutu solven secara pribadi dan mampu
memenuhi setiap kewajiban terhadap perusahaan, yang mungkin timbul dari likuidasi. Kerugian
sebesar $120.000 dibebankan terhadap saldo modal sekutu, dan uang terhadap kekurangan modal
dilakukan. Dalam hal ini, para kreditor dengan total saldo sebesar $5.000 belum dibayar: A dan B
mempunyai kekayaan positif dalam perusahaan masing-masing sebesar $6.000 dan $1.000,
sementara C dan D berhutang kepada perusahaan masing-masing sebesar $3.500 dan $9.000.
Jika C dan D membayar kepada perusahaandalam penyelesaian kewajiaban mereka, maka uang
kas sebesar $12.500 dapat dibagikan kepada kreditor serta kepada A dan B dalam penyelesaian
akhir. Dalam hal seperti ini, laporan likuidasi terbaca seperti pada halam berikutnya.
Firma A, B, C & D
Laporan Likuidasi
1-31 Mei 1987

Telah dikemukakan bahwa oleh karena yang timbul karena berhubungan dengan
persekutuan firma-kreditor, maka persekutuan firma ini tidak dipandang sebagai kesatuan usaha
tersendiri pribadi bertanggungjawab akan kewajiban perusahaan. Dalam contoh di muka,
penyelesaian dengan kreditor dicapai melalui setoran para sekutu yang defisit modal kepada
persekutuan firma. Akan tetapi,

asumsikan bahwa para kreditor telah mendapatkan aktiva

persekutuan firma yang tidak cukup untuk memenuhi secara tuntas kewajiban persekutuan firma
dan, dengan demikian, kreditor mengalihkan tuntutan mereka kepada masing-masing sekutu.
JIka kreditor berhasil menagih saldo yang terhutang kepada mereka sebesar $5.000 dari A,
misalnya, maka kepentingan A dalam persekutuan firma meningkat sebesar $5.000. Pada
penagihan akhir kekurangan modal dari C dan D masing-masing sebesar $3.500 dan $9.000, A
akan dibayar sebesar $11.000 dan B sebesar $1.500. Harus kita perhatikan, bahwa apabila
likuidasi diselesaikan dengan perolehan kembali dengan perolehan kembali dengan seluruh
kekurangan modal dari sekutu yang bersangkutan, maka hasil-hasil yang sama akan dicapai
terlepas dari siapa yang membayar kreditor. Pada masing-masing asumsi itu, A dan B

memperoleh kembali masing-masing sebesar $6.000 dan $1.500, serta C dan D masing-masing
menyetor $3.500 dan $9.000
Contoh 5(b). Dalam contoh di atas tadi diasumsikan bahwa semua sekutu solven secara
pribadi dan mapu memenuhi setiap kewajiban apapun yang timbul dalam pencapaian
penyelesaian akhir. Akan tetapi, asumsikan bahwa sekutu tertentu insolven secara pribadi. Dalam
hal seperti ini undang-undang mengharuskan pengaturan aktiva (marsh aling of asset), dengan
prosedur yang harus ditempuh sebagai berikut: Aktiva persekutuan firma pertama kali harus
digunakan lebih dulu dalam penyelesaian atas kewajibansendiri, dan setiap aktiva terpisah
masing-masing sekutu sekutu pertama kali harus digunakan untuk menyelesaikan kewajiban
sekutu itu sendiri. Jadi para kreditor dari persekutuan firma yang insolven hanya dapat
mengklaim bagaina dari harta benda terpisah seorang sekutu, yang tidak dibutuhkan untuk
pemenuhan kewajiban probadinya; kelebihan harta benda terpisah demikian dari kewajiaban
pribadi dapat diklaim oleh kreditor persekutuan firma, terlepas dari kepentingan sekutu dalam
persekutuan firma, apakah positir atau ataukah negatif. Sebaiknya, para kreditor dari sekutu yang
insolven, dapat mengklaim harta benda persekutuan firma hanya setelah kreditor persekutuan
firma dibayar lunas; akan tetapi, klaim para kreditor yang terpisah terbitas pada sisa kepentingan
positif sekutu tertentu. Uniform Partnership Act menetapkan ketentuan sebagai berikut.
Apabila seorang sekutu palit atau alihwarinya insolven, maka klaim terhadap harta
bendanya
I.
II.
III.

yang terpisah kan berurutan sebagai berikut:


Klaim yang harus dibayar kepada kreditor terpisah.
Klaim yang harus dibayar kepada kreditor persekutuan firma
Klaim yang harus diabayar kepada para sekutu lewat setoran.

Kekurangan dalam perkiraan modal sekutu, dengan demikian, tidak diperhitungkan ke


dalam total klaim kreditor terpisah, di mana harta benda pribadi pertama kali digunakan lebih
dulu untuk memenuhinya menurut Uniform Partnership Act, tetapi harus dipenuhi hanya setelah
kreditor pribadi dan persekutuan firma lainnya dibayar seluruhnya.
Untuk mengilustrasikan penerapan peraturan diatas ini, kita asumsikan lagi bahwa
penjualan aktiva "firma A, B, C dan D" sebesar $60.00, pembayaran kepada kreditor sebesar
$70.000 dan pengimbangan saldo pinjaman terhadap kekurangan modal. Kewajiban sebesar
$5.000 tidak dibayar. Status pribsdi masing-masing dalam persekutuan firma, baik positif
maupun negatif, diperlihatkan di bawah ini.

Aktiva pribadi A dan B harus digunakan seluruhnya untuk membayar para kreditor
pribadi. Akan tetapi, aktiva pribadi B dan C melibihi hutang pribadi mereka masing-masing dan
kreditor persekutuan firma memperoleh jaminan (recourse) dari kedua sekutu ini untuk saldo
klaim mereka. Kenyataannya: Bahwa Bmempunyai kepentingan positif dalam persekutuan firma
yang menyebabakan ia tak dapat menolak jika kreditor persekutuan firma mengalihkan klaim
mereka kepadanya. Di samping itu, kreditor pribadi A yang tidak dapat dipenuhi seluruhnya
dengan aktiva pribadi A, akan mengalihkan klaim mereka lewat likuidasi akhir persekutuan dan
penyelesaian akhir kepentingan positif A.
Asumsian bahwa kreditor persekutuan firma menagih dari B. Sebelum para sekutu
melakukan penyelesaian alhir, klaim terhadap D, yang secara pribadi insolven, dihapuskan dan
membebani kodal A, B, dan C dalam rasio 30 : 30 : 20, C yang berhutuang kepada persekutuan
firma dan solven secara pribadi,membayar kepada A dan B, yang memiliki kekayaan positif
dalam persekutuan firma: Jumlah yang dapat diperoleh kembali atas kepentingan A digunakan
untuk membayara kreditor pribadinya. Dengan mengasumsikan penyelesaian dengan cara ini,
maka laporan likuidasi akan diselesaiakan seperti yang ditunjukan berikut.
Firma A, B, C & D
Laporan Likuidasi
1-31 1987

Jika sebagian pengganti tagihan dari B, kreditor persekutuan firma menagih dari C, maka
penyelesaiannya akhir akan memberikan hasil bersih yang sama. B harus menyetor $1.875, yakni
selisih antara beban pada modalnya untuk kekurangan modal D sebesar $3.375; C, setelah
membayar kreditor pribadinya, harus menyetor $750 untuk menutup kekurangan modalnya
sebesar $5.750, yang terdiri dari saldo debet dalam perkiraan modalnya sebesar $3.500, ditambah
dengan beban untuk kekurangan modal D sebesar $2.250. Setoran B dan C sebesar $2.625 akan
dibayarkan kepada A.