Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS TINDAKAN KEPERAWATAN

(BST)

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan : Mengajarkan ROM


Nama klien
:
Diagnosa Medis
:
2. Diagnosa keperawatan

3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional


3.1 Prainteraksi
a. Menyiapkan alat
R. Mempermudah dalam melakukan tindakan
3.2 Tahap oreintasi
a. Memberi salam, memperkenalkan diri, menanyakan nama klien
R. menerapkan komunikasi terapeutik
b. Menjelaskan tujuan dan posedur pelaksanaan
R. memberikan informasi pada klien tentang tindakan yang akan
dilakukan
c. Menanyakan persetujuan dan kontak waktu
R. menghormati hak klien
3.3 Tahap Kerja
a. Cuci tangan.
R. Mencegah transmisi mikroorganisme.
b. Menjaga privacy klien, persiapkan tempat tidur (TT), kunci TT,
posisi TT dalam tinggi yang tepat
R. Memastikan keamanan pasien selama di lakukannya tindakan.
c. Posisikan klien pada posisi terlentang dan lurus
R. Posisi anatomis, memudahkan dalam melakukan tindakan
d. Lakukan ROM pasif pada kepala dan leher
R. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan
otot serta merangsang sirkulasi darah tetap lancar di daerah
kepala dan leher
e. Lakukan ROM pasif pada ekstermitas atas kanan dengan gerakkan
dan jumlah pengulangan yang tepat
Tangan, telapak tangan & jari : fleksi & ekstensi
Bahu : abduksi, adduksi, rotasi internal dan rotasi luar
Elvasi dan depresi bahu
R. Mencegah kekakuan kelainan bentuk, dan kontraktur serta
merangsang sirkulasi darah, pada sendi di ekstermitas atas
kanan.
f. Lakukan ROM pasif pada ekstermitas bawah kanan dengan
gerakkan dan jumlah pengulangan yang tepat
Kaki : fleksi dan ekstensi
Paha : abduksi, adduksi, rotasi internal dan rotasi eksternal

Pergelangan kaki dan jari : dorsofleksi, dan plantas fleksi


R. Mencegah kekakuan kelainan bentuk, dan kontraktur serta
merangsang sirkulasi darah, pada sendi di ekstermitas bawah
kanan.
g. Naikkan pegaman TT : letakkan pada posisi yang berlawanan
dengan bagian yang dilakukan ROM
R. Memudahkan dalam melakukan gerakan ROM dan menerapkan
patient safety.
h. Turunkan pengaman dan melakukan ROM pasif pada ekstermitas
atas kiri
Tangan, telapak tangan & jari : fleksi & ekstensi
Bahu : abduksi, adduksi, rotasi internal dan rotasi luar
Elvasi dan depresi bahu
R. Mencegah kekakuan kelainan bentuk, dan kontraktur serta
merangsang sirkulasi darah, pada sendi di ekstermitas atas kiri.
i. Lakukan ROM pasif pada ekstermitas bawah kiri
Kaki : fleksi dan ekstensi
Paha : abduksi, adduksi, rotasi internal dan rotasi eksternal
Pergelangan kaki dan jari : dorsofleksi, dan plantas fleksi
3.4 Tahap terminasi
a. Evaluasi tindakan terhadap pasien.
R. Mengetahui sejauh mana pasien pemahaman pasien terhadap
tindakan yang dilakukan.
b. Brpamitan dengan klien
R. menerapkan etika Islami
c. Dokumentasi
R. Bentuk tanggung jawab dan tanggung gugat.

4. Bahaya bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan ROM dan cara
pencegahannya:
No. Bahaya yang mungkin muncul
Pencegahannya
1.
Meningkatnya rasa nyeri dan Sebelum
melakukan
tindakan,
peradangan pada pasien
pastikan tidak ada kontraindikasi
dalam melakukan ROM
2.
Gerakan ROM yang di lakukan Perawat harus sudah memahami dan
salah
mengerti terhadap tindakan ROM
3.
Pasien mengalami kelelahan
Pastikan tidak terlalu memaksakan
pasien untuk melakukan tindakan
ROM, lakukan sebatas kemampuan
pasien
5. Tujuan tindakan ROM dilakukan

Mempertahankan atau memelihara fleksibilitas dan kekuatan otot

Memelihara mobilitas persendian

Merangsang sirkulasi darah

Mencegah kelainan bentuk, kekakuan dan kontraktur

6. Hasil yang didapat dan maknanya


No
1.
2.

Hasil
Pasien bisa melakukan ROM
secara mandiri
Nampak pasien bahagia karena
telah diajarkan ROM oleh
perawat

Maknanya
Pasien mengerti dan memahami
penjelasan yang perawat berikan
Pasien merasa di beri dukungan
emosional,
dimana
dukungan
emosional
dapat
mempercepat
kesembuhan pasien.

7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukakn untuk


mengatasi masalah/diagnosa tersebut. (mandiri dan kolaborasi)
Mandiri
Ajarkan teknik ambulasi dan berpindah yang aman.
Berikan penguatan positif selama aktivitas.
Ajarkan dan bantu pasien dalam proses berpindah(misalnya, dari
tempat tidur ke kursi).
Ajarkan pasien cara bangun dari tempat tidur secara perlahan.
Anjurkan untuk berlatih bersama anggota keluarga atau teman.
Kolaborasi
Berikan analgesik sebelum melakukan tindakan.
Rujuk ke ahli terapi fisik untuk program latihan.
Rujuk ke layanan fisioterapi untuk memperoleh latihan kekuatan,
keseimbangan dan cara berjalan.
Rujuk ke layanan terapi okupasi untuk alat bantu.

Banjarmasin,

November 2016

Ners Muda

Fansyah
Preseptor Klinik

(.....................................)