Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA NY.

S G1P0A0 UMUR 25 TAHUN


HAMIL 20 MINGGU DENGAN KONSTIPASI DI BPM E

I.

Pengkajian
Tanggal
Tempat
Jam

: 3 Mei 2016
: BPM E
: 16.00 WIB

II. Identitas Pasien


Nama
: Ny. S
Umur
: 25 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Tidak bekerja
Suku bangsa: Jawa/Indonesia
Alamat
: Ngesrep RT 3/ RW 3, Kota Semarang
Jawa Tengah

Penanggung Jawab/ Status: Suami


Nama
: Tn. K
Umur
: 30 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
:Karyawan swasta
Suku bangsa
: Jawa/Indonesia
Alamat
: Ngesrep RT 3/
RW 3, Kota Semarang, Jawa Tengah

A. Data Subjektif
- Ibu mengatakan bernama Ny. S Umur 25 tahun
- Ibu mengatakan ini hamil yang pertama dan belum pernah keguguran
- Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir tanggal 7 Desember 2015 dan Hari
-

Perkiraan Lahirnya tanggal 14 September 2016


Ibu mengatakan sulit buang air besar sejak 3 hari yang lalu.

B. Data Obyektif
Keadaan Umum
: Baik
Kesadaran
: Composmentis
Tanda Vital
: TD: 120/80 mmHg, N: 84 x/menit, S: 36,5C, R: 22x/menit
TB
: 157 cm
BB sebelum hamil
: 48 kg
BB kunjungan sebelumnya : 51 kg
BB saat kunjungan
: 52 kg
Status Present
:
Muka
: Tidak oedema, tidak sianosis, tidak ada cloasma
Mata
: Konjungtiva merah muda, sklera putih
Hidung
: Bersih, tidak terdapat secret abnormal dan polip
Mulut
: Tidak terdapat karies gigi, stomatitis.
Telinga: Tidak terdapat serumen maupun cairan abnormal
Leher
: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, limfe, dan venajugularis
Ketiak
: Tidak terdapat pembesaran kelenjar limfe
Dada
: Tidak terdapat retraksi dinding dada, tidak terdapat wheezing,
denyut jantung dan pernafasan teratur.
Perut
: Tidak terdapat pembengkakan hati, tidak terdapat luka bekas

Ekstremitas
Punggung
Status Obstetrik
Inspeksi
Muka
Mamae

operasi, tidak terdapat nyeri tekan pada gaster dan ginjal


: Atas : jemari lengkap, tidak oedem, pergerakan normal
Bawah: jemari lengkap, tidak oedem, tidak ada varises,
pergerakan normal
: Ibu mengalami lordosis fisiologis akibat kehamilan
:
: tidak ada oedem, tidak ada cloasma gravidarum
: payudara membesar, puting susu menonjol, areola

menghitam,
Abdomen

kolostrum belum keluar


: terdapat linea nigra, tidak terdapat striae gravidarum

Palpasi
Leopold I
: TFU 2 jari di bawah pusat, ballotement +
Leopold II
: ballotement +
Leopold III : ballotement +
Leopold IV : tidak dilakukan
TFU Menurut McDonald
: 14 cm
TBJ: (14-12) x 155= 310 gram
Auskultasi DJJ
: 140 x/mnt Frekuensi
: 12-11-12 teratur
Punctum Maksimum : bawah pusat sebelah kanan (Kuadran III)
C. Analisa
1. Diagnosa Aktual
Ny. S, GIP0A0, umur 25 tahun, umur kehamilan 20 minggu, hidup intrauterine,
teraba ballotement dengan kurangnya pengetahuan ibu tentang perubahan
fisiologis konstipasi pada ibu hamil
2. Masalah
Kurangnya pengetahuan ibu tentang perubahan fisiologis konstipasi pada ibu
hamil dan cara menanganinya
3. Diagnosa Potensial
Tidak Ada
4. Kebutuhan
Kebutuhan untuk KIE mengenai penyebab dan cara mengatasi konstipasi
D. Penatalaksanaan
Tanggal 3 Mei 2016
Pukul : 16.15 WIB
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yaitu keadaan ibu dan janin baik.
Hasil : Ibu mengucapkan hamdalah setelah mengetahui bahwa ibu dan janin
dalam keadaan sehat.
2. Memberikan apresiasi kepada ibu karena ibu sudah mengonsumsi makanan
bergizi dan teratur meminum obat yang diberikan bidan, serta menjaga kondisinya
dan janinnya tetap sehat kemudian memberikan motivasi untuk tetap
mempertahankannya.
Hasil : Ibu bersyukur dan terlihat senang dengan apa yang disampaikan oleh bidan
mengenai apresiasi dan motivasi untuk peningkatan kesehatannya selama hamil.

3. Memberitahu ibu bahwa sulit buang air besar yang ibu rasakan merupakan
ketidaknyamanan pada kehamilan yang normal. Penyebab konstipasi, diantaranya
adalah :
a. Meningkatnya hormon progesteron yang mempunyai efek rileks terhadap otototot polos, salah satunya otot usus akibatnya saluran pencernaan bekerja lebih
lambat.
b. Desakan usus oleh pembesaran janin.
c. Kurangnya cairan tubuh atau dehidrasi.
d. Gaya hidup dan pola makan yang kurang teratur (seperti diet yang buruk).
e. Kekurangan asupan vitamin C dan kurang makan makanan berserat.
f. Jarang atau kurang berolahraga.
g. Efek samping dari penggunaan suplemen zat besi.
Cara untuk meringankan terjadinya konstipasi, diantaranya adalah :
a. Meningkatkan in take makanan berserat tinggi seperti sereal/ roti dari gandum
utuh, beras merah, kacang-kacangan, buah dan sayuran segar setiap hari.
Konsumsi buah pepaya, semangka, wortel, dan pisang mas.
b. Minum banyak air putih, minimal 8 gelas per hari dan minum satu gelas jus
buah segar setiap hari.
c. Minum air hangat di pagi hari setelah bangun tidur, untuk merangsang
pergerakan usus.
d. Olahraga ringan secara teratur seperti berjalan kaki, dan berenang dapat
membantu meringankan susah buang air besar, selain membuat badan lebih fit
dan sehat.
e. Buang air besar segera saat terasa ada dorongan.
f. Jangan mengkonsumsi makanan siap saji dan bersifat panas, serta minum
minuman yang berkafein.
g. Istirahat yang cukup.
Hasil : Ibu lega mendengar bahwa keluhan yang dialami adalah normal dan Ibu
mengerti dengan penjelasan yang diberikan bidan mengenai penyebab konstipasi
serta cara meringankannya, terbukti dengan dapat menjelaskan kembali apa yang
telah disampaikan.
4. Memberikan tablet besi sebanyak 30 tablet, Kalk dan Vitamin C sebanyak 10
tablet dengan dosis 1xsehari 1tablet beserta penjelasan cara minum:
a. Vitamin C diminum dengan dosis 1xsehari 1 tablet bersama tablet besi karena
vitamin C membantu penyerapan zat besi.
b. Tablet besi diminum malam sebelum tidur dengan dosis 1xsehari 1 tablet,
diminum dengan air jeruk atau air putih karena meningkatkan proses
penyerapan Fe, tidak diminum bersamaan dengan teh, susu dan kopi karena
menghambat proses penyerapan Fe.
c. Kalk diminum pagi sesudah makan dengan dosis sehari 11 tablet.

Hasil : Ibu mendapatkan tablet besi sebanyak 30 tablet, Kalk serta Vitamin C
sebanyak 10 tablet dengan dosis 1xsehari 1 tablet dan ibu mengerti cara
meminumnya, terbukti dengan dapat menjelaskan kembali apa yang telah
disampaikan.
5. Membuat kesepakatan dengan ibu untuk kunjungan ulang 4 minggu lagi atau jika
ibu memiliki keluhan.
Hasil : Ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang 4 minggu lagi atau jika ibu
memiliki keluhan.

(Varney, Helen, 2007)


Dapus: Varney, Helen. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 Volume 2.
Jakarta: EGC