Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PAKET : SUPERVISI LANJUTAN


PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN JAILOLO-HALMAHERA BARAT
TAHUN 2013
KANTOR PELABUHAN JAILOLO HALMAHERA BARAT

I.

Latar Belakang
Pelabuhan Jailolo merupakan sebuah pelabuhan yang memiliki peranan penting di Kabupaten
Halmahera-Halmahera Barat. Fungsi pelabuhan Jailolo sebagai pintu gerbang transportasi air
dimana sebagai pelabuhan yang terletak di Halmahera Barat dimana saat ini melayani lintasan
kapal penyeberangan, kapal barang dan kapal rakyat dengan akses pulau pulau di Maluku,
demikian penting peranan dalam mencukupi kebutuhan perkeonomian masyarakat Jailolo .
Penyelesaian fasilitas pelabuhan Jailolo Halmahera Barat Tahun Anggaran 2013 yaitu
berupa :
1.
2.
3.
4.
5.
Adalah

Pekerjaan persiapan
Pekerjaan reklamasi pantai 9.200 m2
Pekerjaan reklamasi jalan pelabuhan 175 m2
Bangunan darat
Pekerjaan lain-lain
salah

satu

sebuah

upaya

Pemerintah

dalam

merealisasikan

pemenuhan

fasilitas/prasarana transportasi khususnya pelabuhan laut. Pelaksanaan pembangunan


tersebut akan terlaksana sebagaimana diharapkan yang dibuktikan dengan adaya upaya
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta dukungan masyarakat Halmahera Kabupaten
Halmahera yang dilaksanakan secara bertahap yaitu sampai dengan tahun Anggaran 2013.
Untuk kesinambungan upaya yang telah dilaksanakan perlu adanya tindak lanjut pelaksanaan
pembangunan menuju sasaran optimal yang ingin dicapai.
Dalam mewujudkan harapan tersebut, Pemerintah Pusat Departemen Perhubungan Cq.
Kepala Kantor Administrasi Pelabuhan Jailolo melalui APBN (rupiah murni) Anggaran 2013
APBN telah dialokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas pelabuhan laut Jailolo Tahun
Anggaran 2013.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut diatas tentunya diharapkan hasil yang
optimal melalui mekanisme kerja terpadu. Keterlibatan pihak lain / publik merupakan satu
kesatuan tata kerja dari berbagai pihak yang terkait, diantaranya Pihak Kantor Pusat Kuasa

Pengguna Anggaran, instansi teknik, pemakai sarana / prasarana dan publik jasa seperti jasa
konsultan pengawas konstruksi dan kontraktor pelaksana yang secara bersama-sama
merupakan satu sistem terpadu yang saling menunjang.
Konsultan pengawas konsruksi adalah salah satu sub sistem yang cukup besar peranannya
dalam tahap pembangunan fisik di lapangan, yang sama diharapkan secara

professional

dapat memberi kontribusi fisik di lapangan dalam pengendalian / mengarahkan jalannya


pelaksanaan fisik konstruksi, sehingga tujuan kegiatan dapat tercapai sebagaimana mestinya.
II. Maksud dan Tujuan
a. Kerangka Acuan Kerja
merupakan

masukan,

(KAK) ini merupakan petunjuk bagi konsultan pengawas yang


criteria,

proses

dan

keluaran

yang

harus

dipenuhi

dan

diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan.


b. Dengan penegasan ini diharapkan konsultan pengawas dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan pengeluaran memenuhi sesuai Kerangka Acuan
Kerja (KAK) ini.
III. Sasaran
Pengendalian/Pengarahan jalannya pelaksanaan pekerjaan konstruksi dilapangan secara
Profesional, sehingga tujuan kegiatan pembangunan dapat tercapai sebagaimana yang
disyaratkan.
IV. Lokasi Kegiatan
Pelabuhan Laut Jailolo , Kabupaten Halmahera Baratn-Maluku Utara
V. Sumber Pendanaan
Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2013.
VI. Nama

dan

Organisasi

Pejabat

Pembuat

Komitmen

Panitia

Pengadaan

Nama Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen:


Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Jailolo
Nama Panitia Pengadaan Barang/Jasa :
Panitia Pengadaan Barang/Jasa Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Jailolo.
VII. Data Dasar
Data Dasar atas pelaksanaan Lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan Jailolo Tahun
Anggaran 2013 APBN ialah gambar/Design dan Spesifikasi Teknik.
VIII.

Standar Teknis

Standar Teknis untuk pelaksanaan penyelesaian pembangunan fasilitas pelabuhan Jailolo


ialah Gambar/Design beserta Spesifikasi Teknis yang telah diperiksa diketahui/disetujui oleh
Direktur Pelabuhan dan Pengerukan - Ditjen Perhubungan Laut.
IX. Studi-Studi Terdahulu
Soild Investigation dan Design (SID) yang telah disahkan oleh Direktorat Jenderal
Perhubungan Laut. Cq. Direktorat Pelabuhan dan Pengerukan.
X. Referensi Hukum
a) PERPRES Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah, beserta perubahannya.
b) Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 6 Tahun 2009 tentang Tata Cara Tetap Administrasi
Pelaksanaan Anggaran dilingkungan Departemen Perhubungan.
c) Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 71 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Perhubungan No. KM 6 Tahun 2009 tentang Tata Cara Tetap Administrasi
Pelaksanaan Anggaran dilingkungan Departemen Perhubungan.
XI. Lingkup Kegiatan
a. SPESIFIKASI DAN KETENTUAN TEKNIS
Terhadap pelaksanaan pekerjaan yang akan diawasi konsultan, digunakan spesifikasi teknis
dan gambar-gambar rencana pelaksanaan yang telah dishakan leh Direktorat Pelabuhan
dan Pengerukan dan yang telah diperiksa, diketahui dan disetujui oleh Direktur Pelabuhan
dan Pengerukan - Ditjen Perhubungan Laut serta ketentuan-ketentuan teknis lainnya yang
berlaku untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Lingkup pekerjaan yang akan diawasi adalah pelaksanaan pembangunan fasilitas
pelabuhan Jailolo Tahun Anggaran 2013.
b. RUANG LINGKUP DARI ACUAN TUGAS INI
Pemberi Tugas / Kuasa Pengguna Anggaran akan menunjuk konsultan supervisi guna
pelaksanaan pengawasan pada saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi, termasuk
memeriksa dan menyetujui shop drawings (gambar-gambar pelaksanaan) yang dibuat oleh
kontraktor pelaksana selama waktu pelaksanaan pekerjaan dan semua aspek yang
diperlukan selama pelaksanaan konstruksi.
Acuan tugas supervisi ini harus dibaca bersama-sama dengan standard konstruksi dari
dokumen kontrak antara pemberi tugas dan konsultan supervisi.
c. LAYANAN KONSULTASI YANG DIBUTUHKAN
1) Struktur Organisasi dari Layanan Konsultasi

Secara garis besar dan sederhana, hubungan antara konsultan supervisi dengan
lembaga-lembaga

yang terkait dalam pelaksanaan pekerjaan yang dituangkan pada

Kerangka Acuan Kerja ini. Disamping itu, konsultan supervisi juga diharuskan mampu
bekerjasama dengan unsur teknis dan konsultan perencana atau pihak direksi yang
dianggap perlu guna mendukung tercapainya sasaran kegiatan.
2) Kebutuhan Umum dan Pelayanan
Jenis Pelayanan yang harus dipersiapkan oleh Konsultan pengawas yaitu Field
Supervision Team (Tim Supervisi Lapangan).
Pemberi tugas akan dibantu oleh Direksi yang memberikan wewenang kepada Field
Supervision Team yang bertindak sebagai Wakil Direksi seperti yang ditentukan dalam
dokumen kontrak. Kewenangan yang dilimpahkan kepada Field Supervision Team oleh
Direksi termasuk hal preogrative atas masalah-masalah teknik dan kontraktual yang
secara jelas disebutkan dalam dokumen kontrak dan tidak dapat dipermasalahkan oleh
konsultan. Untuk masalah-masalah keuangan, teknis dan kontraktual yang tidak
disebutkan secara jelas dalam dokumen kontrak dan timbul masalah, keputusan akhir
akan diambil oleh pemberi tugas, tidak oleh konsultan.
Pekerjaan ini juga termasuk mempersiapkan nasehat-nasehat teknis bagaimana
melaksanakan serta menyelenggarakan pekerjaan sesuai dengan standar yang ada,
pemeriksa pekerjaan harian kontraktor, mencatat dengan teliti semua pemakaian bahan
baik mutu maupun jumlahnya. Dalam hal pekerjaan Mayor, Field Supervisi Team akan
bertanggung jawab atas Shop Drawings yang dibuat oleh Kontraktor.
Layanan pekerjaan juga mencakup supervisi dari semua aspek pelaksanaan pekerjaan
mayor dan manajemen bahwa konstruksi sesuai dengan standar spesifikasi yang
disepakati dalam dokumen kontrak antara kontraktor pelaksana dan pemberi tugas.
3) Layanan Keahlian
Profesional Staf Supervisi Team, dan anggota Field Supervision Team lainnya
ditempatkan oleh Konsultan supervisi dengan perincian sebagai berikut :
a) Site Engineer (SE) - 1 orang, senantiasa selalu siap menjalin hubungan komunikasi
dengan anggota-anggota Field Supervision Team lainnya di lapangan. Berkedudukan
di lokasi pekerjaan dan menjadi penanggung jawab pelaksanaan supervisi di
lapangan serta senantiasa berkoordinasi dengan supervisor Engineer / Team Leader
dan Staf Supervisi lainnya.

b) Inspector - 1 orang, berkedudukan di lokasi pekerjaan dan senantiasa berhubungan /


berkomunikasi dengan Site Engineer (SE) dan Staf Pendukung Supervisi lainnya.
4) Tata Usaha dari Layanan Keahlian
Kuasa Pengguna Anggaran / Pejabat Pembuat Komitmen bertanggung jawab atas
koordinasi secara menyeluruh dari kegiatan-kegiatan konsultan dan mengambil
keputusan atas keperluan yang dibutuhkan mobilisasi / demobilisasi sehubungan dengan
pelaksanaan layanan keahlian tersebut.
XII. Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen
Berdasarkan

Dokumen

Pengadaan

Pekerjaan

Konstruksi,

Kontraktor

diperintahkan

membangun kantor Direksi Kit (gedung operasional) untuk keperluan Field Supervision Team di
lapangan dan dapat digunakan oleh konsultan.
Sedangkan peralatan lain yang mendukung pekerjaan supervisi disediakan oleh konsultan
tersebut, termasuk kendaraan, rumah untuk penginapan dan akomodasi staf konsultan.
Fasilitas-fasilitas ini dapat dimasukkan dalam usulan biaya yang diajukan oleh konsultan.

XIII.

Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi

Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan supervisi adalah sebagai berikut :


Nama Peralatan

Satuan

Jumlah

Komputer PC

Unit

1,00

Printer A3 Colour

Unit

1,00

Printer A4 Colour

Unit

1,00

Camera Foto Digital

Unit

1,00

Perlengkapan Inspeksi Lapangan

LS

1,00

XIV. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa


Kewenangan anggota penyedia adalah ketentuan yang mengatur mengenai apabila penyedia
adalah sebuah joint venture yang beranggotakan

lebih dari satu penyedia, anggota joint

venture tersebut memberi kuasa kepada salah satu anggota joint venture untuk bertindak dan
mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia lainnya terhadap PPK.
XV.Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan
180 (seratus delapan puluh) hari kalender atau di hitung selama 6 (enam) bulan kalender

terhitung sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)


XVI.

Personil Tenaga Ahli/Teknis


Posisi
Professional Staff :
Site Eng.

Kualifikasi
S1 Teknik Sipil

sub professional staff dan Suporting Staff :


1. Inspektor
DIII/STM Teknik sipil
2. -

Jumlah
1 orang

1 orang
-

KUALIFIKASI TENAGA INTI YANG DIPERLUKAN


1) Site Engineer 1 (satu) orang
Site

Engineer adalah pemimpin atau penanggung jawab supervisi di lapangan dan

tanggung jawab kepada Supervision Engineer dan Kuasa Pengguna Anggaran.


Persyaratan Site Engineer adalah sarjana teknik Sipil (S1) Ahli Sipil Muda yang mempunyai
pengalaman minimal 8 (delapan) tahun di bidang pengawasan dermaga, pelabuhan dan
prasarana, pemipaan dan sebagainya.
Guna mendukung tercapainya hasil yang efektif di lapangan, maka seorang Site Engineer
harus berpengalaman luas.
Secara ringkas, tugas Site Engineer antara lain:
a) Selama pelaksanaan pekerjaan tinggal di lokasi pekerjaan dan harus mudah dihubungi.
b) Mengikuti petunjuk teknik dari Kuasa Pengguna Anggaran / Direksi atau yang berwenang
dalam melaksanakan tugas-tugasnya antara lain hal-hal di bawah ini :
(1) Pengawasan bulanan dari kondisi site dan merumuskan kebutuhan yang mendesak
untuk program, pemeliharaan dan supervisi untuk maksud tersebut.
(2) Mengatur dan melaksanakan semua detail teknis yang dibutuhkan dalam acuan
tugas ini dan kebutuhan untuk pelaksanaan lain.

(3) Penafsiran yang benar dari gambar-gambar rencana dan spesifikasi.


(4) Teknik pelaksanaan konstruksi yang tepat untuk kegiatan-kegiatan yang berbeda
disesuaikan dengan keadaan lapangan.
(5) Methode yang tepat dari pengukuran kualitas agar sesuai dengan cara-cara
pembayaran dalam kontrak.
(6) Detail teknis bila ada perintah perubahan, untuk kondisi lapangan yang kejadian
khusus.
c) Mengawasi lokasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dan mengawasi kemajuan
pekerjaan.
d) Pemantauan dengan ketat atas kemajuan seluruh pekerjaan dan memberikan laporan
tepat pada waktunya bila pekerjaan telah terlambat lebih dari 5% dari rencana
e) Memantau dengan baik semua pengukuran kualitas dan melibatkan langsung dan
pengukuran akhir dari tiap-tiap bagian pekerjaan.
f)

Menyiapkan laporan bulanan dari kemajuan fisik dan keungan di bawah wewenangnya
dan mengirim kepada pihak Kuasa Pengguna Anggaran atau instansi-instansi yang
berkepentingan.

g) Melengkapi seluruh detail yang dibuat, termasuk perhitungan dan gambar guna
keperluan Change Orders (adanya permintaan perubahan design)
h) Menyiapkan rekomendasi kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk keperluan
rekomendasi dari mutu dan kuantitas pekerjaan yang telah selesai sebelum dituangkan
dalam permohonan pembayaran angsuran
2) Sub Profesiionanal Staff dan Supporting Staff :
1. Inspector, pendidikan Sarjana (S1) Teknik Sipil/Kelautan pengalaman profesional 5 (lima)
tahun atau pendidikan Diploma Tiga (D3) Teknik Sipil/Kelautan pengalaman profesional 7
(tujuh) tahun sesuai keahliannya sebanyak 3 (tiga) orang, serta memiliki pengalaman pada
posisi dan bidang pekerjaan yang sama sebanyak minimal 5 (lima) kali.
Tenaga professional wajib memiliki surat tugas kerja dan pengalaman kerja dari PPK, SKA
Ahli sipil Madya, Tenaga Pendukung sipil tersebut di atas wajib memiliki SKA dan Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP), kecuali untuk Draftman dan Operator Komputer/ Administrasi
hanya wajib memiliki NPWP.
XVII. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
180 (seratus delapan puluh) hari kalender atau dihitung selama 6 (enam) bulan kalender

XVIII.

Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan memuat: Laporan ini berisi tentang hasil rapat pendahuluan (kick-off
meeting).
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 14 (empat belas) hari kerja/bulan sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 2 ( dua ) buku laporan.
XIX. Laporan Harian
Berisi kegiatan kontraktor, kegiatan konsultan, berita acara rapat (bila ada), catatan
kecelakaan (bila ada), catatan masalah bagi kontraktor, masalah bagi konsultan atau masalah
lainnya, catatan cuaca (seperti hujan, banjir, angin). Dapat dilampirkan pada laporan ini hasil
pemeriksaan atau test yang dilakukan pada hari tersebut, selain itu perlu juga dilampirkan
berita acara rapat yang dilakukan. Penyerahan laporan ini dilakukan setiap minggu.
XX.Laporan Mingguan
Laporan Mingguan memuat: Merupakan rekapitulasi kegiatan dalam satu minggu yang
disusun berdasarkan laporan harian. Laporan mingguan ini disertai pula dengan jadwal
kegiatan untuk minggu selanjutnya dan hasil evaluasi jadwal dari minggu sebelumnya.
XXI. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan memuat: Berupa laporan singkat yang menunjukkan kemajuan fisik dan
keuangan serta permasalahan (bila ada) berikut usaha-usaha penyelesaian. Isi stastistik yang
utama (progress summary) dari laporan bulanan harus disampaikan setiap tanggal 5 pada
bulan berikutnya.
Sedangkan laporan kemajuan bulanannya sendiri sudah diterima paling lambat setiap tangal 2
bulan berikutya.
Laporan Bulanan harus diserahkan selambat-lambatnya: 5 (lima) hari kerja/setiap bulan pada
bulan berikutnya. Sebanyak 4 (empat) buku laporan setiap bulan.

XXII. Laporan Review Desain dan usulan perintah perubahan (Apabila di perlukan)

Untuk setiap perubahan desain yang besar memerlukan pengesahan dari Kuasa Pengguna
Anggaran Field Supervision Team dari Konsultan berkewajiban utuk meyiapkan laporan
desain review terisi :
1) Data Asli dan data waktu lelang.
2) Catatan lengkap dari semua data desain yang dipaaki untuk review desain.
3) Catatan as build drawings yang menunjukkan lokasi dan ukuran detail semua pekerjaan
yang telah dilaksanakan sampai keadaan terakhir.
4) Copy dari semua change order dan addendum yang telah disyahkan sebelumnya.
5) Copy dari penawaran kontraktor, termasuk harga satuan lelang dan detail analisa harga
satuan.
6) Deskripsi dri anggapan-anggapan yang dipakai dalam desain apabila dipakai anggapan
yang lain dari standar yang dipakai.
7) Gambar-gambar as-build drawings yang jelas menunjukkan desain perbaikan yang
diusulkan.
8) Daftar jadwal yang baru untuk kuantitas dan harga sehubungan dengan revisi desain
yang diusulkan
9) Gambar-gambar yang menunjukkan lokasi yang pasti dari usulan perubahan desain.
XXIII.

Laporan Akhir

Laporan Akhir memuat: Pada saat berakhirnya layanan konsultan sesuai kontrak, hal ini
adalah segera setelah PHO (Penyerahan Pertama Pekerjaan). Konsultan harus mengirim ke
Kuasa Pengguna Anggaran laporan akhir yang berisikan ringkasan dari methode konstruksi,
supervisi dari pelaksanaan, persoalan yang mungkin akan timbul bila ada, dan berbagai
macam perbaikan yang diperlukan dimasa mendatang untuk pekerjaan sejenis.
Karena cukup banyak laporan yang harus disajikan seperti tersebut diatas, maka laporan
akhir perlu dipisah menjadi beberapa buku / volume termasuk gambar terlaksana (as-built
drawings) pekerjaan konstruksi.
Laporan Akhir harus diserahkan selambat-lambatnya: 7 (tujuh) hari kerja/setelah bulan
terakhir penyelesaian pekerjaan sebanyak 2 (dua) buku laporan dan cakram padat (compact
disc) (jika diperlukan).

XXIV.
Laporan Lain-lain
1) Laporan Hasil Test Material.
Laporan ini berisi mengenai hasil dari pengujian material yang akan digunakan untuk
konstruksi.

2) Laporan Hasil Test Beton


Laporan ini berisi mengenai hasil dari pengujian kuat tekan beton yang telah digunakan
pada konstruksi. Laporan akan berisi pengujian sample beton untuk umur 7, 14, 21 dan
28 hari setelah beton tersebut dibuat.
3) Laporan Hasil Test mekanikal
Laporan ini berisi mengenai hasil dari

commissioning test pekerjaan mekanikal

bangunan gedung dan fasilitas ( jika terdapat intallasi peralatan mekanikal ).


4) Laporan Hasil comissioning test elektrikal
Laporan ini berisi mengenai hasil dari commissioning test pekerjaan elektrikal, standar
hasil test bangunan gedung dan fasilitas ( jika terdapat insttalasi peralatan elektrikal ).
DISKUSI
Sehubungan dengan adanya 3 (tiga) pihak yang terlibat di dalam pekerjaan ini (Pemilik
Pekerjaan, Kontraktor dan Konsultan), maka diperlukan suatu wadah yang berguna untuk
berkomunikasi secara resmi di antara pihak-pihak tersebut. Sarana ini adalah rapat
(meeting) yang mana berita acara rapat menjadi dokumen resmi yang patut ditaati oleh
semua pihak,
Rapat ini perlu dilakukan pada;

Awal pekerjaan (kick-off meeting).

Rapat berkala dengan basis mingguan (weekly meeting) dan basis bulanan (monthly
meeting), dengan materi rapat berdasarkan laporan harian, laporan mingguan dan
laporan bulanan.

Rapat Akhir (final meeting) dengan material dari laporan final (final report) yang telah
disusun.
Materi rapat dipersiapkan oleh Konsultan dengan masukan dari Pemilik Pekerjaan dan
Kontraktor. Pada rapat dapat disajikan pula gambar/photo yang dapat menjelaskan
kondisi terakhir di lapangan.
Setelah rapat, hasilnya dituangkan dalam suatu berita acara (minutes of meeting) yang
ditanda tangani oleh semua pihak (Pemilik Pekerjaan, Kontraktor dan Konsultan). Berita
acara rapat ini mengikat semua pihak yang terlibat di dalam proyek ini, khususnya
Kontraktor dan Konsultan.
Pada rapat periode selanjutnya, minutes of meeting rapat sebelumnya dijadikan salah
satu agenda rapat utama. Dengan demikian dapat diketahui apakah ada penyimpangan
atau tidak dari apa yang telah disepakati pada rapat sebelumnya.

DOKUMENTASI PROYEK
Pemantauan kemajuan pekerjaan di lapangan perlu diketahui dari Laporan-Laporan
seperti yang telah dijelaskan di atas. Dokumentasi dari setiap perkembangan pekerjaan
dari tahap awal pembangunan sampai tahap akhir pembangunan perlu disajikan dalam
Album Foto.
XXV. Produksi dalam Negeri
Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah
Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.
XXVI.

Persyaratan Kerjasama

Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan
jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi:
1.

Memiliki Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO)

2.

Sebagai anggota kemitraan dalam kerja sama operasional hanya boleh menambahkan
satu penawaran untuk satu paket pekerjaan.

XXVII.

Alih Pengetahuan

Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan


pertemuan

dan

pembahasan

dalam

rangka

proyek/satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen.

alih

pengetahuan

kepada

personil