Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Bioretensi

Bioretensi adalah salah satu drainase yang berwawasan lingkungan, dimana bioretensi
memiliki manfaat untuk meminimumkan limpasan permukaan dengan memperbesar kapasitas
infiltrasi sesuai dengan kondisi alam semula.
Fungsi dari biorentensi adalah meminimalkan debit banjir pada pada suatu kawasan
dengan meresapkan air hujan kedalam tanah dan memanfaatkan vegetasi (tutupan lahan) yang
ada didalamnya untuk menguapkan sebagian air limpasan melalu evapotransiprasi. Biasanya
pemanfaatan bioretensi digunakan pada kawasan permukiman, industri dan komersial (jasa),
dimana koefesien limpasan air permukaan yang besar sehingga menghasilkan debit air limpasan
yang cukup besar. Hal ini memerlukan pengolahan air limpasan permukaan dengan
mempertahankan infiltrasi dan filtrasi air (meresapkan sebanyak-banyaknya air limpasan
permukaan) agar tidak terjadi genangan air dan meningkatkan kualitas air tanah. Beberapa
contoh bioretensi yaitu :

Gambar 1. Bioretensi pada Kawasan Parkir dapat dimanfaatkan sebagai median, pulau parkir dan
saluran drainase wilayah

Bioretensi merupakan teknologi aplikatif dengan mengambungkan unsur tanaman, (green


water) dan air (blue water) di dalam suatu bentang lahan dengan semaksimal mungkin
merespkan air ke dalam tanah. Green water adalah air yang tersimpan di pohon dan lahan,
sedangkan blue water adalah air yang tertampung dalam bentuk mata air, sungai dan danau.
Bioretensi merupakan upaya menampung air selama mungkin berada di dalam DAS
untuk mengisi aquifer bebas, sehingga air dapat dikendalikan dan dimanfaatkan seoptimal
mungkin untuk kepentingan masyarakat. Pembuatan bioretensi dapat dilakukan di halaman
rumah, selokan, trotoar, taman, lahan parkir dan di gang-gang sempit yang padat penduduk.
Prinsip dasar bioretensi adalah menahan air di lahan untuk mengisi aquifer bebas,
sehingga air dapat dikendalikan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan
masyarakat. Sistem bioretensi ini menggabungkan antara sumur resapan dengan tanaman.
Proses pembuatannya terbilang sederhana, antara lain yaitu :
1.Pembuatan selokan kecil menuju sumur resapan.
2.Penggalian sumur resapan satu meter persegi kedalaman 2,7 meter.
3.Pemasangan bius penahan dinding sumur resapan. Bius terbuat dari cetakan beton, berbentuk
seperti jendela persegi panjang berukuran satu meter, dan memiliki empat lubang. Bius
dipasang di samping kanan kiri dan atas bawah dinding sumur resapan.
4.Pemasangan ijuk dan batu kali di dinding bawah sumur resapan sedalam 1,7 meter. Ijuk dan
batu kali ini berfungsi menyerap air dan menahan energi kinetik air yang masuk ke bawah
sumur.
5.Pemasangan penutup sumur. Penutup ini terbuat dari beton.
Air limpasan hujan sengaja diarahkan masuk ke sumur melalui sebuah pipa, sehingga air
tidak semuanya langsung mengalir ke daerah lebih rendah.
Bioretensi berbeda dengan sumur resapan pada umumnya. Beberapa faktor yang perlu
diperhatikan dalam pembuatanbioretensi antara lain kedalaman air tanah lebih dari 3 meter,
tanah yangdipilih tidak jenuh air, merupakan lahan terbangun (berdiri bangunan), bukantanah
aluvial (lumpur sedimen), jarak dari septic tank lebih dari8 meter, dipilih lokasi geologi tanah
kipas aluvail yang memiliki dayaserap tinggi seperti busa.