Anda di halaman 1dari 3

CRACKED NIPPLE

Disetujui oleh
No.Dokumen Kepala UPTD
No. Revisi Puskesmas
SOP Tanggal Terbit 02 Januari 2010
Halaman 1/3

UPTD
PUSKESMAS
CIPUNAGARA TARMI, SKM., M.Si
196904151991032005

Nyeri pada puting merupakan masalah yang sering ditemukan pada ibu
menyusui dan menjadi salah satu penyebab ibu memilih untuk berhenti
menyusui bayinya. Diperkirakan sekitar 80-90% ibu menyusui mengalami
PENGERTIAN
nipple pain dan 26% diantaranya mengalami lecet pada puting yang biasa
disebut dengan nipple crack. Kerusakan pada puting mungkin terjadi karena
trauma pada puting akibat cara menyusui yang salah.
Diagnosis dan Penatalaksanaan Cracked Nipple
TUJUAN

KEBIJAKAN

REFERENSI

PROSEDUR
A. PETUGAS YANG MERIKSA
Dokter
Perawat

LANGKAH-LANGKAH :

Hasil Anamnesis (Subjective)


Keluhan
Adanya nyeri pada puting susu dan nyeri bertambah jika menyusui bayi.

Penyebab
Dapat disebabkan oleh teknik menyusui yang salah atau perawatan yang
tidak benar pada payudara. Infeksi monilia dapat mengakibatkan lecet.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)


Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik didapatkan :
1. Nyeri pada daerah puting susu
2. Lecet pada daerah puting susu

Pemeriksaan Penunjang
Tidak diperlukan pemeriksaan penunjang dalam penegakan diagnosis.

Penegakan Diagnostik (Assessment)


Diagnosis Klinis
Diagnosis bisa ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik.

Komplikasi
Risiko yang sering muncul adalah ibu menjadi demam dan pembengkakan
pada payudara.

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)


Penatalaksanaan Non-Medikamentosa
1. Teknik menyusui yang benar
2. Puting harus kering
3. Mengoleskan colostrum atau ASI yang keluar di sekitar puting susu
dan membiarkan kering.
4. Mengistiraharkan payudara apabila lecet sangat berat selama 24 jam
5. Lakukan pengompresan dengan kain basah dan hangat selama 5
menit jika terjadi bendungan payudara
Medikamentosa
1. Memberikan tablet Parasetamol tiap 4 6 jam untuk menghilangkan
nyeri.
2. Pemberian Lanolin dan vitamin E
3. Pengobatan terhadap monilia
Konseling dan Edukasi
1. Tetap memberikan semangat pada ibu untuk tetap menyusui jika
nyeri berkurang.
2. Jika masih tetap nyeri, sebagian ASI sebaiknya diperah.
3. Tidak melakukan pembersihan puting susu dengan sabun atau zat
iritatif lainnya.
4. Menggunakan bra dengan penyangga yang baik.
5. Posisi menyusuiharus benar, bayi menyusui sampai ke kalang
payudara dan
susukan secara bergantian di antara kedua payudara.
Tabel, Posisi menyusui yang baik

Posisi menyusui yang tidak


Posisi tubuh yang baik Kriteria Rujukan
benar
Rujukan diberikan
a.Posisi muka bayi
a. Leher bayi terputar jika terjadi kondisi
menghadap ke payudara
dan c yang mengakibatkan
(Chin to Breast)
abses payuda
b. Perut atau dada bayi
UGD
UNIT menempel pada b. Badan bayi menjauh
Poned
TERKAITperut /dada ibu (Chest to
Rawat inap
dari ibu
Chest)
Rawat jalan
c. Seluruh badan bayi
Pendaftaran
menghadap ke badan ibu
c. Badan bayi tidak
hungga telinga bayi
menghada kebadan
membentuk garis lurus
ibu
dengan lengan bayi dan
leher bayi
d. Seluruh punggung bayi d. .Hanya leher dan
tersanggah dengan bayi kepala tersanggah
e. Ada kontak mata antara e. Tidak ada kontak
ibu dengan bayi mata anta