Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan laporan Gear Box
tepat pada waktunya. Dengan membuat tugas ini diharapkan pembaca mampu
lebih mengenal tentang pentingnya gear box dalam industri.

Dalam proses penyelesaian laporan ini, kami banyak mengalami kesulitan.


Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya laporan ini
bisa terselesaikan. Karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa


2. Bapak M. Munir Fahmi, MT
3. Orang tua.
4. Serta teman - teman yang telah membantu dalam menyelesaikan
makalah ini.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami. Oleh karena
itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca
demi kesempurnaan laporan ini.

Dengan tersusunnya laporan ini, penulis berharap agar laporan ini dapat
digunakan sebagai salah satu sumber penambah ilmu, wawasan, dan pengetahuan.
Disamping penulis mengharapkan bahwa laporan ini tidak hanya sebagai
pelengkap tugas saja melainkan dapat disebut hasil karya yang setidaknya
dipelihara dan digunakan sebagaimana semestinya.

Bandung, 04 Januari 2017

Penulis

Laporan Gearbox Page 1


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................1

BAB I...................................................................................................... 3

PENDAHULUAN....................................................................................... 3

1.1. Latar Belakang..........................................................................3

1.2 Tujuan Penulisan........................................................................3

1.3. Perolehan Data..........................................................................4

BAB II..................................................................................................... 5

LANDASAN TEORI...................................................................................5

2.1 Pengertian Gearbox...................................................................5

2.2 Fungsi Gearbox..........................................................................5

2.3 Bagian Bagian Gearbox Secara Umum..................................6

2.4 Prinsip Kerja Gearbox................................................................8

2.5 Roda Gigi Cacing.......................................................................9

BAB III................................................................................................... 12

PRAKTIK KERJA DAN DATA ANALISIS.....................................................12

3.1 Alat yang digunakan................................................................12

3.2. Langkah Kerja..........................................................................21

3.3 Data Konstruksi.......................................................................24

BAB IV.................................................................................................. 26

KESIMPULAN DAN SARAN.....................................................................26

4.1 Kesimpulan.............................................................................. 26

4.2 Saran....................................................................................... 26

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................27

LEBAR PENGESAHAN............................................................................28

Laporan Gearbox Page 2


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam beberapa unit mesin memiliki system pemindahan tenaga yaitu


gearbox yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga atau daya mesin ke salah satu
bagian mesin lainnya, sehingga unit tersebut dapat bergerak menghasilkan sebuah
pergerakan baik putaran maupun pergeseran. Gearbox merupakan suatu susunan
dari berbagai macam roda gigi dan poros. Komponen ini harus memiliki
konstruksi yang tepat agar dapat menempatkan poros-poros roda gigi pada sumbu
yang benar sehingga roda gigi dapat berputar dengan baik dengan sedikit mungkin
gesekan yang terjadi. Selain harus memiliki konstruksi yang tepat, terdapat
beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh komponen ini yaitu dapat
meredam getaran yang timbul akibat perputaran dan gesekan antar roda gigi.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi nilai mata kuliah
Teknik Perawatan Mekanik. Selain itu pula diharapkan laporan ini dapat
memberikan wawasan bagi pembaca agar dapat memahami :

1. Cara pemasangan dan pelepasan roda gigi cacing pada gearbox

2. Klasifikasi dan peralatan yang digunakan dalam pemasangan dan


pelepasan gearbox

3. Melakukan identifikasi gearbox, roda gigi cacing dan bearing yang


digunakan didalam gearbox.

Laporan Gearbox Page 3


1.3. Perolehan Data

Data-data dari laporan ini diperoleh dari hasil praktikum dan juga dari
beberapa sumber penunjang seperti makalah, jurnal maupun internet yang
membahas mengenai gearbox.

Laporan Gearbox Page 4


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Gearbox

Gearbox atau gear motor merupakan suatu alat khusus yang dapat
menambah kekuatan beban (torsi) dengan cara menambah kecepatan dari dynamo
motor. Gearbox juga adalah alat pengubah daya dari mesin yang berputar menjadi
tenaga yang lebih besar dengan mengkombinasikan perangkat mekanik dan
elektrik.
Secara prinsip perbedaan dynamo motor (elektrik motor) dan gearbox adalah :
Dynamo motor memilki kecepatan tinggi namun beban yang dimiliki
rendah (torsi kecil)
Gearbox memiliki kecepatan rendah namun mampu untuk beban-
beban yang berat (torsi besar)

2.2 Fungsi Gearbox

Gearbox dalam hal yang bersangkutan dengan bidang kebutuhan industri atau
permesinan memiliki fungsi sebagai pemindah tenaga dari tenaga penggerak
(mesin diesel atau dinamo motor elektrik) ke mesin yang ingin digerakan.
Setidaknya ada 2 alasan kunci mengapa penggunaan Gearbox dalam dunia
permesinan memegang peranan penting, pertama fungsi Gearbox utamanya adalah
memperlambat kecepatan putaran yang dihasilkan dari perputaran dinamo motor
atau mesin diesel dan yang kedua adalah untuk memperkuat tenaga putaran yang
dihasilkan oleh dinamo atau diesel.
Secara umum gearbox mempunyai beberapa fungsi antara lain :
Merubah momen puntir yang akan diteruskan ke roda.
Menyediakan rasio gigi yang sesuai dengan beban mesin.

Laporan Gearbox Page 5


Merubah arah putaran output sehingga kendaraan dapat bergerak mundur.
Memudahkan pengemudi dalam memindahkan gigi.
Merubah putaran mesin tanpa selip
Memperkuat daya/elektrik dari motor
Memperlambat kecepatan

2.3 Bagian Bagian Gearbox Secara Umum

1. Input shaft (poros input)


Input shaft adalah komponen yang menerima momen output dari unit
kopling, poros input juga befungsi untuk meneruskan putaran dari clutch kopling
ke mainshaft (poros utama), sehingga putaran bisa di teruskan ke gear-gear. Input
shaft juga sebagai poros dudukan bearing dan piston ring, selain itu berfungsi juga
sebagai saluran oli untuk melumasi bagian dari pada inputshaft tersebut.

2. Gear shift housing (rumah lever pemindah rpm)


Gear shift housing adalah housing dari pada lever pemindah gigi yang
berfungsi untuk mengatur ketepatan perpindahan gigi, apabila gigi sudah
dipindahkan maka lever akan terkunci sehingga lever tidak bisa berpindah sendiri
pada saat spindel sedang berputar.

3. Main shaft (poros utama)


Main shaft yang berfungsi sebagai tempat dudukan gear,sinchromest,
bearing dan komponen-komponen lainnya. Main shaft jugaberfungsi sebagai
poros penerus putaran dari input shaft sehinggaputaran dapat di teruskan ke
spindel, main shaft juga berfungsi sebagai saluran tempat jalannya oli.

4. Planetary gear section (unit gigi planetari)

Laporan Gearbox Page 6


Planetary adalah alat pengubah rpm di suatu range tertentu dimana rpm
dapat di ubah sesuai dengan kebutuhan proses pengerjaan dan dapat pula
mengubah arah putaran spindel.

5. Oil pump assy (pompa oli)


Oil pump berfungsi untuk memompa dan memindahkan oli dari transmisi
case (rumah transmisi) menuju ke sistem untuk dilakukan pelumasan terhadap
komponen-komponen yang ada di dalam transmisi secara menyeluruh.

6. Clucth housing
Clutch housing adalah rumah dari clucth kopling yang berfungsi sebagai
pelindung clutch kopling, clutch housing juga berfungsi sebagai tempat dudukan
dari pada oil pump dan input shaft.

7. Transmisi gear/ roda gigi transmisi


Transmisi gear atau roda gigi transmisi berfungsi untuk mengubah input
dari motor menjadi output gaya torsi yang meninggalkan transmisi sesuai dengan
kebutuhan mesin.

8. Bearing
Bearing berfungsi untuk menjaga kerenggangan dari pada shaft (poros),
agar pada saat unit mulai bekerja komponen yang ada di dalam transmisi tidak
terjadi kejutan, sehingga transmisi bisa bekerja dengan smooth (halus).

9. Sun gear
Sun gear berfungsi untuk meneruskan putaran ke planetary gear section.
Sun gear berhubungan langsung dengan gear yang ada pada unit planetary yang
berfungsi sebagai penerus putaran, momen dari transmisi.

10. Oil pipe

Laporan Gearbox Page 7


Oil pipe adalah pipa oli tipe batang, yang berfungsi sebagai saluran oli
untuk menyalurkan oli dari transmisi case ke planetary gear section untuk
dilakukan pelumasan terhadap unit planetary.

11. Oil filter


Oil filter adalah komponen yang berfungsi untuk menyaring oli dari
kotoran. Oli harus di saring, agar komponen transmisi tidak cepat aus yang
disebabkan karena terjadinya gesekan antara komponen yang dapat menimbulkan
geram-geram. Sehingga oli yang masuk ke sistem harus disaring dulu agar unit
transmisi tetap baik.

12. Piston ring


Piston ring berfungsi sebagai penyekat agar tidak terjadi kebocoran pada
sistem pelumasan, piston ring juga berfungsi sebagai pengencang input shaft agar
input shaft tidak rengang pada saat unit berjalan.

2.4 Prinsip Kerja Gearbox

Putaran dari engine di teruskan ke in-putshaft (poros in-put) melalui hubungan


antara clutch kopling, kemudian putaran di teruskan ke mainshaft (poros primer),
torque (torsi/momen) yang ada di mainshaft di teruskan ke layshaft (poros
sekunder) dengan hubungan antara gigi-gigi yang ada di mainshaft dan layshaft,
karena adanya perbedaan rasio dan bentuk dari gigi-gigi tersebut sehingga
kecepatan dan torque yang di keluarkan berbeda, tergantung dari kecepatan atau
speed yang di inginkan

2.5 Roda Gigi Cacing

Laporan Gearbox Page 8


Roda gigi cacing adalah jenis roda gigi yang terdiri dari 1 atau lebih gigi
dengan bentuk menyerupai sekrup. Biasanya dibuat bersama dengan pasangannya
yang disebut pinion/poros cacing.
Secara fisik, roda gigi cacing memiliki cekungan di tiap giginya.
Cekungan ini bertujuan mengubah titik kontak antara roda gigi dengan
pinion/poros cacing yang biasanya berupa titik, menjadi berupa garis. Sehingga
kontak yang terjadi menjadi lebih lama dan dapat menghasilkan media transmisi
daya tinggi.
Poros cacing dan roda gigi memiliki perbandingan rasio yang besar.
Sebagai contoh, roda gigi heliks biasanya terbatas pada rasio gigi kurang dari
10:1, sementara roda gigi cacing memiliki variasi rasio dari 10:1 ke 500:1.
Kerugian dari pasangan roda gigi cacing adalah rendahnya efisiensi karena
perbandingan rasio yang cukup besar.
Roda gigi cacing termasuk kedalam jenis helical gear, namun memiliki
sudut yang agak besar (hampir 90 derajat) dan ukurannya biasanya cukup panjang
dalam arah aksial dan oleh karena itu bentuknya menyerupai sekrup. Perbedaan
antara roda gigi cacing dan roda gigi heliks adalah roda gigi cacing dibuat
sekurang-kurangnya satu gigi berlangsung selama satu putaran penuh
mengelilingi heliks. Sebuah roda gigi cacing memungkinkan untuk memiliki satu
gigi saja. Pada roda gigi cacing terlihat seperti memiliki banyak gigi, namun
sebenarnya hanya satu satu gigi saja namun mengelilingi poros tersebut seperti
ulir. Sekrup yang memiliki satu awalan saja disebut ulir tunggal. Sedangkan yang
memilki lebih dari satu awalan disebut ulir majemuk. Sudut heliks cacing
biasanya tidak ditentukan.
Dalam pasangan roda gigi cacing, pergerakan hanya mungkin dilakukan
oleh poros cacing saja. Di sini roda gigi tidak mungkin untuk memutar poros
cacing. Terutama jika sudut lead-nya kecil, roda gigi mungkin hanya mengunci
terhadap poros cacing, karena komponen gaya keliling ke cacing tidak cukup
untuk mengatasi gesekan. Pasangan roda gigi cacing yang melakukan penguncian
diri disebut self locking, yang merupakan sebuah keuntungan dari penggunaan
pasangan roda gigi ini, misalnya ketika diinginkan untuk mengatur posisi suatu
mekanisme dengan memutar poros cacing dan kemudian memiliki mekanisme
menahan posisi tersebut. Contohnya adalah pengatur senar pada gitar.

Laporan Gearbox Page 9


Hal ini menjadi unik karena hanya terjadi pada mekanisme roda gigi
cacing, dimana poros cacing dapat dengan mudah memutar worm gear, namun
worm gear tidak dapat memutar poros cacing. Hal ini disebabkan oleh kecilnya
sudut roda gigi cacing sehingga saat worm gear diputar, justru terjadi self locking.
Jika gigi pada pasangan roda gigi cacing, roda gigi heliks biasa hanya satu titik
kontak. Jika media transmisi daya tinggi diinginkan, bentuk gigi dari gigi harus
dimodifikasi untuk mencapai titik kontak yang lebih banyak dengan membuat
kedua gigi sebagian menyelimuti satu sama lain. Hal ini dilakukan dengan
membuat kedua cekung dan bergabung dengan mereka pada titik pelana; hal ini
disebut cone-drive.

Gambar Roda Gigi Cacing

Macam-macam roda gigi cacing:


1. Non Throated Worm Gear helical gear tanpa ada cekungan pada pasangan
kedua roda gigi.
2. Single Throated Worm Gear cekungan terdapat hanya pada roda gigi.
3. Double Throated Worm Gear cekungan terdapat pada roda gigi cacing dan
poros cacing.
Secara umum, worm gear berfungsi untuk mengurangi kecepatan
(memperhalus gerakan). Efisiensi worm gear tergantung pada lead angle,
kecepatan putaran, pelumasan, kualitas permukaan, dan prosedur
pemasangan/perakitan.

Laporan Gearbox Page 10


BAB III

Laporan Gearbox Page 11


PRAKTIK KERJA DAN DATA ANALISIS
3.1 Alat yang digunakan

No Nama Alat Spesifikasi


1 Varnier Caliper 150 x 0,05mm/6x1/1000
2 Palu Plastik
3 Palu Besi LB
4 Kunci L 8 N0.42 JB
5 Kunci L 10 10 CR-V
6 Pitch Gauge Matrik and Whitworth
7 Obeng Min
8 Jurnal

Laporan Gearbox Page 12


3.2. Langkah Kerja

Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan seperti yang tertera pada
table.

3.2.1 Lakukan proses pelepasan gearbox untuk melakukan identifikasi dengan


cara :
Longgarkan baut kepala out cover dengan kunci L kemudian lepaskan
kepala out cover.

Kemudian pada bagian samping, lepaskan cover worm shaft dengan


melonggarkan baut dengan menggunakan kunci L.

Laporan Gearbox Page 21


Setelah cover worm shaft dilepas, bearing dari frame dilepaskan dan
roda gigi cacing silindris dikeluarkan dari frame.

Lepas worm wheel dari frame dengan memukul poros dengan palu
plastic hingga terlepas dari bearing yang ada di frame.

Laporan Gearbox Page 22


Setelah proses pelepasan selesai, lakukan identifikasi dan pengukuran
sesuai dengan perintah yang diberikan oleh instruktur.

3.2.2 Setelah pengukuran dan identifikasi selesai, lakukan proses pemasangan


kembali gearbox dengan cara :
Masukkan worm wheel terlebih dahulu dibantu dengan memukul shaft
agar masuk ke dalam bearing yang ada di dalam frame.

Laporan Gearbox Page 23


Pada bagian samping, masukkan worm shaft dan pasangkan bearing
worm. Usahakan agar worm shft dan worm wheel menyatu dengan
baik.

Cek putaran poros-poros gearbox apakah sudah benar atau tidak.


Setelah worm shaft dan worm wheel terpasang dengan baik, pasang
cover worm shaft dan worm wheel dengan benar. Atur kekencangan
baut agar tidak terlalu kencang.

Laporan Gearbox Page 24


Setelah semua terpasang, lakukan pengecekkan kembali apakah
gearbox dapat berfungsi seperti sebelumnya atau tidak.

3.3 Data Konstruksi

No Nama Komponen Ukuran (mm)


1. Tipe Gear Box B135 B120
2. Jarak Sumbu 120
3. No kode reduction gear box: -
4. Reduction Ratio: 1/50 -
5. Tipe shaft assembly: Worm Shaft -

3.3.1 Poros Penggerak (Worm shaft)

No Nama Komponen Ukuran (mm)


1. Diameter poros 30
2. Model worm shaft : Single Thread -
3. Jumlah lilitan worm shaft 6
4. Jumlah gigi yang digerakan 50
5. Reduction ratio 1 : 50

3.3.2 Poros yang digerakan dan Worm Wheel

No Nama Komponen Ukuran (mm)


1. Diameter poros 45
2. Panjang poros 85
3. Jumlah gigi worm wheel 50

Laporan Gearbox Page 25


4. Modul 5
5. Kode bantalan 1 : KBC 6210
Diameter dalam 50
Diameter luar 90
Tebal 20
6. Kode bantalan 2 : KBC 6210
Diameter dalam 50
Diameter luar 90
Tebal 20
7. Paking -
Jenis paking -
Ukuran paking -
Tebal paking -

3.3.3 Kekencangan Baut dan Pelumas

No Nama Komponen Standard


1. Ukuran baut penutup pada motor 8 mm
2. Bahan baut penutup 370 N/mm
3. Picth 16 G 3/8 mm
4. Standard torsi pengencangan
5. Ukuran baut penutup poros yang digerakan 10 mm
6. Bahan baut 370 N/mm
7. Picth 12 G mm
8. Kekentalan pelumas

Laporan Gearbox Page 26


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari praktikum ini adalah Gearbox atau gear motor


merupakan suatu alat khusus yang dapat menambah kekuatan beban (torsi)
dengan cara menambah kecepatan dari dynamo motor. Perakitan dan
pelepasannya bergantung pada semua komponen dikarenakan antara satu
komponen dan komponen lain berhubungan.

4.2 Saran
Saran dari praktikum ini adalah bila sedang pengambilan data atau
ketika membaca alat ukur pastikan tidak terjadi kesalahan paralaks atau
ketika sedang bekerja di lab diusahakan tidak main-main karena akan
mengganggu konsentrasi dalam praktikum ini.

Laporan Gearbox Page 27


DAFTAR PUSTAKA

Kangkoeng, Sieembah. 2014. Pengertian Gearbox. 11 Januari.


http://siembah96.blogspot.co.id/2014/01/pengertian-gearbox_11.html. [5
Januari 2017]

NN. 2015. Gearbox. 12 November.


https://gearboxreducer.blogspot.co.id/2015/11/gearbox.html. [5 Januari
2017]

NN. 2014. Apa itu Gearbox ? Apa fungsi Gearbox dan bagaimana aplikasinya
dalam kehidupan kita sehari-hari?. 10 Juni.
http://westerndrive.co.id/blog/?p=6. [5 Januari 2017]

NN. 2012. Gearbox. 10 Mei.


http://teknisisampah.blogspot.co.id/2012/05/gearbox.html. [5 Jauari 2017]

NN. TT. Worm Gear. http://tehnikmesinindustri.blogspot.co.id/2010/06/worm-


gear.html. [5 Januari 2017]

LEBAR PENGESAHAN

Nama mahasiswa NIM Tandatangan

Laporan Gearbox Page 28


Dari Pratama 151211039

Dzaka Lanaa 151211040

Fiqri Samrotul A 151211041

Hari /Tanggal : 6 Januari 2017

Instruktur :

( ...................................................... )

NIP :...............................................

Laporan Gearbox Page 29