Anda di halaman 1dari 22

SEL SURYA DAN KARAKTERISTIKNYA

BAHAN LISTRIK

OLEH :
PUTU RUSDI ARIAWAN
NIM. 0804405050

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
JIMBARAN BALI
2010
Abstrak

Masalah energi tampaknya akan tetap menjadi topik yang hangat sepanjang
peradaban umat manusia. Upaya mencari sumber energi alternatif sebagai pengganti
bahan bakar fosil masih tetap ramai dibicarakan. Ada beberapa energi alam sebagai
energi alternatif yang bersih, tidak berpolusi, aman dan dengan persediaan yang tidak
terbatas. Di antaranya adalah energi surya, angin, gelombang dan perbedaan suhu air
laut. Di masa yang akan datang, dengan adanya kebutuhan energi yang makin besar,
penggunaan sumber energi listrik yang beragam tampaknya tidak bisa dihindari. Oleh
sebab itu, pengkajian terhadap berbagai sumber energi baru tidak akan pernah
menjadi langkah yang sia-sia.
Dari hasil riset betahun - tahun para ilmuwan akhirnya berhasil menciptakan
suatu alat yang dapat memanfaatkan sinar matahari menjadi energi listrik. Alat
tersebut dinamakan Solar Cell atau Photovoltaic Cell (Sel Surya ). Prinsip kerja dari
Sel Surya ini adalah menyerap sinar matahari kemudian menggunakan sinar tersebut
untuk membangkitkan elektron-elektron di dalam Sel Surya sehingga menghasilkan
arus listrik. Sehingga sel surya dapat dikatakan merupakan sumber energi alternative
yang sangat potensial
Untuk itu, kita perlu mengetahui bagaimana sebenarnya Potensi Sel Surya
itu sebagai sumber energi listrik baru dan penggunaanya di berbagai bidang
kehidupan. Dan diharapkan nantinya penggunaan Sel Surya sebagai sumber energi
listrik sudah lumrah digunakan ,khususnya di Indonesia yang mendapat sinar
matahari penuh setiap tahun.

PUTU RUSDI ARIAWAN i


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
karunia – Nya paper ini dapat terselesaikan. Penyusunan paper ini merupakan
pengganti ujian akhir semester mata kuliah Bahan Listrik program sarjana (S1)
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Udayana. Adapun judul paper ini
adalah: SEL SURYA DAN KARAKTERISTIKNYA.
Saya menyadari bahwa apa yang tersusun dalam paper ini jauh dari apa yang
diharapkan secara ilmiah. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan,
pengetahuan, dan pengalaman yang saya miliki. Maka dari itu kritik, saran,
bimbingan, dan petunjuk – petunjuk dari semua pihak terutama kepada bapak Ir.
Ketut Wijaya selaku dosen mata kuliah bahan listrik sangat saya harapkan guna
kelengkapan dan penyempurnaan paper ini.
Akhir kata, saya harapkan paper ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
khususnya mahasiswa jurusan teknik elektro dan bagi perkembangan ilmu teknologi
informasi.

Denpasar, Agustus 2010

Penyusun

PUTU RUSDI ARIAWAN ii


DAFTAR ISI
Abstrak...................................................................................................................i
Kata Pengantar ...................................................................................................... ii
Daftar Isi................................................................................................................ iii
Daftar Gambar.......................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan.............................................................................. 2
1.4 Manfaat Penulisan............................................................................ 2
1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Masalah...............................................2
1.6 Sistematika Penulisan.......................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 4
2.1 Pengertian Sel Surya ........................................................................ 4
2.2 Bahan Sel Surya............................................................................... 4
2.3 Panel Sel Surya ................................................................................ 6
BAB III METODOLOGI PENELITIAN............................................................. 8
3.1 Prosedur Pengumpulan Data............................................................ 8
3.2 Prosedur Pengolahan Data ............................................................... 8
3.3 Aspek-Aspek Yang Dikaji…………………………………………8
3.4 Teknik Mengambil Keputusan……………………………………..8
BAB IV PEMBAHASAN.................................................................................... 9
4.1 Sistem Kerja Sel Surya .................................................................... 9
4.2 Penggunaan Sel Surya...................................................................... 11
4.3 Keuntungan Dan Kelemahan Sel Surya........................................... 14
BAB V PENUTUP............................................................................................. 15
5.1 Kesimpulan………………………………………………………...15
5.2 Saran……………………………………………………………….15
Daftar Pustaka

PUTU RUSDI ARIAWAN iii


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Desain Sel Surya secara umum………………………………………4


Gambar 2.2. Spektrum serapan bahan x-H2Pc,PVA terhadap……………………..6
perubahan panjang gelombang
Gambar 2.3 Penyusunan Sel Surya menjadi Panel Surya…………………………7
Gambar 4.1 Prinsip kerja sel surya………………………………………………..9
Gambar 4.2 Kegunaan Sel Surya sebagai sumber energi listrik ………………....11
untuk lampu jalan dan telepon umum
Gambar 4.3 Penggunaan sel surya untuk lampu penunjuk jalan………………….12
Gambar 4.4 Ladang Sel Surya untuk pembangkit listrik di California……………12
Gambar 4.5 Penggunaan Sel Surya pada rumah-rumah…………………………...12

Gambar 4.6 Penginstalan komponen Sel Surya pada atap rumah…………………13

Gambar 4.7 Bangunan Pembangkit Listrik………………………………………..13


dengan Sel Surya di Melbourne ,Australia
Gambar 4.8 Ladang Sel Surya di Gurun Nevada , Amerika………………………13

PUTU RUSDI ARIAWAN iv


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah energi tampaknya akan tetap menjadi topik yang hangat


sepanjang peradaban umat manusia. Upaya mencari sumber energi alternatif
sebagai pengganti bahan bakar fosil masih tetap ramai dibicarakan. Ada beberapa
energi alam sebagai energi alternatif yang bersih, tidak berpolusi, aman dan
dengan persediaan yang tidak terbatas. Di antaranya adalah energi surya, angin,
gelombang dan perbedaan suhu air laut. Di masa yang akan datang, dengan
adanya kebutuhan energi yang makin besar, penggunaan sumber energi listrik
yang beragam tampaknya tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu, pengkajian
terhadap berbagai sumber energi baru tidak akan pernah menjadi langkah yang
sia-sia. Tulisan ini akan membahas perkembangan teknologi sel surya dewasa ini
sebagai komponen utama untuk pembangkit listrik tenaga matahari dan
prospeknya di masa depan dengan penekanan pada material pembentukan sel
surya itu sendiri.
Seperti kita ketahui, sinar matahari merupakan sumber energi yang tidak
terbatas jumlahnya. Dengan memanfaatkan potensi sinar matahari sebagai energi
khususnya energi listrik kita dapat memiliki cadangan energi yang cukup besar
bila sumber energi fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam mengalami
kelangkaan. Dari hasil riset betahun - tahun para ilmuwan akhirnya berhasil
menciptakan suatu alat yang dapat memanfaatkan sinar matahari menjadi energi
listrik. Alat tersebut dinamakan Solar Cell atau Photovoltaic Cell (Sel Surya ).
Prinsip kerja dari Sel Surya ini adalah menyerap sinar matahari kemudian
menggunakan sinar tersebut untuk membangkitkan elektron-elektron di dalam Sel
Surya sehinnga menghasilkan arus listrik.
Memang penggunaan Sel Surya sebagai pembangkit listrik belum begitu
banyak digunakan apalagi di negara-negara yang kurang mendapat sinar matahari
setiap tahunnya. Namun prospek Sel Surya ini sebagai alternatif sumber energi
listrik masa depan sangat menjanjikan,mengingat sinar matahari adalah sumber
energi yang tidak ada habisnya

PUTU RUSDI ARIAWAN 1


Untuk itu, perlu kita mengetahui bagaimana sebenarnya Potensi Sel
Surya itu sebagai sumber energi listrik baru dan penggunaanya di berbagai bidang
kehidupan. Dan diharapkan nantinya penggunaan Sel Surya sebagai sumber
energi listrik sudah lumrah digunakan ,khususnya di Indonesia yang mendapat
sinar matahari penuh setiap tahun.

1.2 Rumusan Masalah


Beranjak dari latar belakang masalah diatas dapat diambil beberapa rumusan
masalah yang menyangkut Sel Surya (Photovoltaic Cell), diantaranya :
 Bagaimana gambaran umum dari Sel Surya ?
 Bagaimana cara kerja Sel Surya ?
 Dalam bidang apa saja kegunaan dari Sel Surya ?
 Apa keuntungan dan kelemahan dari Sel Surya ?

1.3 Tujuan Penulisan


Ada tujuan dari penulisan paper ini antara lain
 Mengetahui dan memahami gambaran umum tentang Sel Surya
 Mengetahui prinsip dan cara kerja Sel Surya.
 Mengetahui aplikasi dan kegunaan Sel Surya
 Mengetahui keuntungan dan kelemahan dari Sel Surya

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat yang ingin penulis sampaikan dari pembuatan paper ini agar
pembaca khususnya mahasiswa teknik mengetahui gambaran umum dari Sel
Surya sebagai alternatif energi listrik di masa yang akan datang.

1.5 Ruang Lingkup dan Batasan Masalah


Melihat begitu kompleksnya permasalahan yang ada dalam sel surya,
maka penulis hanya membahas tentang gambaran umum sel surya dan
karakteristiknya serta keuntungan dan kerugiannya.

PUTU RUSDI ARIAWAN 2


1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai
berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Menyajikan latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan,
manfaat, ruang lingkup dan batasan masalah, serta sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Menyajikan materi-materi yang mendukung dari pembahasan masalah,
dalam hal ini tentang sel surya dan karakteristiknya.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Menyajikan metode-metode apa yang dilakukan oleh penulis untuk
menyelesaikan paper ini. Yang mana didalamnya berisi prosedur
pengumpulan data, prosedur pengolahan data, aspek-aspek yang dikaji,
teknik pengambilan kesimpulan.
BAB IV PEMBAHASAN
Yang berisikan tentang pembahasan-pembahasan yang dibuat
berdasarkan atas latar belakang, tujuan, dan pokok permasalahan yaitu
mengenai sel surya dan karakteristiknya.

BAB V PENUTUP
Penutup berisi kesimpulan dari pembahasan yang telah dijelaskan serta
saran yang akan sangat perlu untuk dipertimbangkan selanjutnya.

PUTU RUSDI ARIAWAN 3


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sel Surya


Sel surya mengubah cahaya menjadi listrik Mereka disebut surya atas
matahari atau "sol" karena matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat
dimanfaatkan. Sel surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat
diartikan sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek
photovoltaic untuk menyerap energi matahari dan menyebabkan arus mengalir
antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan. Sel surya biasanya berbentuk
wafer bulat diameter 3 inci (7,6 cm) dan tebal 300 mm. Bebentuk bujur sangkar
atau persegi panjang
Gambar 2.1 di bawah ini menunjukkan desain Sel Surya secara umum

2.2 Bahan Sel Surya

Teknologi Silikon dan GaAs

Pada prinsipnya, sel surya adalah identik dengan piranti semikonduktor


dioda. Hanya saja dewasa ini strukturnya menjadi sedikit lebih rumit karena
perancangannya yang lebih cermat untuk meningkatkan efisiensinya. Untuk
penggunaan secara luas dalam bentuk arus bolak-balik, masih diperlukan
peralatan tambahan seperti inventer, baterei penyimpanan dan lain-lain. Kemajuan
dari penelitian akan material semikonduktor sebagai bahan inti sel surya, telah
menjadi faktor kunci bagi pengembangan teknologi ini. Dalam teknologi sel
surya, terdapat berbagai pilihan penggunaan material intinya. Kristal tunggal
silikon sebagai pioner dari sel surya memang masih menjadi pilihan sekarang
karena teknologinya yang sudah mapan sehingga bisa mencapai efisiensi lebih

PUTU RUSDI ARIAWAN 4


dari 20 % untuk skala riset. Sedangkan modul/panel sel surya kristal silikon yang
sudah diproduksi berefisiensi sekitar 12 %.
Material yang berefisiensi tinggi lainnya adalah dari paduan golongan unsur III-V
GaAs dan InP.

Sel surya film tipis

Sel surya yang terbuat dari film tipis (Thin film solar cells)d i antaranya
ada tiga material yang sedang dikembangkan secara intensif yaitu CuInSe2 (atau
paduannya seperti CuIns2 atau CuInGaSe2 ), CdTe dan silikon amorf. Sel surya
film tipis CdTe telah dapat diproduksi dalam bentuk modul percobaan dengan
efisiensi sekitar 10%. diterima dengan baik karena mengandung unsur cadmium.

Material CuInSe2 adalah juga diharapkan dapat digunakan secara luas.


Material dengan daya absorpsi cahaya yang besar ini, secara teoritik mempunyai
efisiensi 20% bahkan lebih. Dalam skala laboratorium saat ini telah dibuat
efisiensi di atas 15%. Yang terakhir adalah silikon amorf. Material ini juga
dikenal sebagai bahan dasar pembuatan flat panel display untuk layar komputer
atau televisi portabel. Ini dimungkinkan karena material ini bisa ditumbuhkan
dalam ukuran besar dengan lebar lebih dari satu meter. Film tipis silikon amorf
biasanya dibuat dengan menguraikan gas monosilane (SiH4 ) dalam plasma yang
dibangkitkan oleh penguat frekuensi radio (glow discharge) pada suhu yang relatif
rendah (250o C).

Sel Surya Bahan Organik


Berbagai jenis bahan organik telah dapat dipergunakan untuk men-desain
berbagai piranti seperti Sel Surya, sensor, transistor, diode, reflektor sinar-X, dan
lain-lain serta yang menarik adalah prospek teknologi elektronika molekul yaitu
teknologi men-desain berbagai piranti elektronika dalam skala molekul didasarkan
kepada rekayasa molekul dari bahan organik dan kombinasi bahan organik-logam
(organometallic)
Banyak bahan organik yang memungkinkan untuk dibuat Sel Surya
dengan beberapa kelebihan dan kekurangannya yang perlu untuk dikembangkan
dari waktu ke waktu sebagai contoh adalah desain Sel menggunakan bahan Metal-

PUTU RUSDI ARIAWAN 5


free Phtalocyanine (Pc), yaitu bahan organik phtalocyanine yang memiliki
struktur molekul tanpa ada ikatan logam yang dicampur dengan bahan
Polyvinylacetate (PVA) menjadi senyawa baru yang untuk mudahnya diberi istilah
x-H2Pc,PVA [7]. Bahan tersebut dibuat film dan dimendapkan di atas substrat
dengan cara meratakannya menggunakan mata pisau tipis atau dengan teknik
spin-coating. Bahan x-H2Pc sendiri merupakan bahan semikonduktor jenis p,
sedangkan bahan PVA dalam desain Sel ini berfungsi sebagai pengikat antara
substrat dengan bahan x-H2Pc. Spektrum serapan untuk perubahan panjang
gelombang dari bahan x-H2Pc,PVA dengan ketebalan 2 m m seperti ditunjukkan
pada Gambar 1. Dari spektrum tersebut dapat dilihat intensitas serapan maximum
cahaya tampak oleh bahan pada panjang gelombang sekitar 670 nm.

Gambar 2.2. Spektrum serapan bahan x-H2Pc,PVA terhadap


perubahan panjang gelombang

2.3 Panel Sel Surya

Panel sel surya tersusun dari gabungan beberapa sel surya. Sebuah sel
surya tunggal umumnya dapat membangkitkan daya 1 watt dengan tegangan 0,5
volt.Untuk menghasilkan daya dan tegangan yang lebih besar maka sel surya
disusun menjadi sebuah modul atau kumpulan beberapa Sel Surya .Kemudian
modul-modul ini dirangkai menjadi larik modul yang disebut Panel Surya.

PUTU RUSDI ARIAWAN 6


Gambar 2.3 di bawah ini menggambarkan penyusunan Sel Surya menjadi Panel
Surya

Sel Surya

Modul Sel Surya

Panel Surya

Sel Surya Modul Sel Surya

Panel Surya

PUTU RUSDI ARIAWAN 7


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Prosedur Pengumpulan Data


Paper ini dibuat dengan data yang dikumpulkan dengan menggunakan dua
metode kepustakaan utama yang saya gunakan, yaitu yang diambil dari
kepustakaan berupa buku referensi dan sumber kepustakaan lain berupa internet.
3.2 Prosedur Pengolahan Data
Setelah penulis mendapatkan data-data mentah dari berbagai sumber
pustaka maka penulis perlu mengolah data tersebut , pengolahan data dilakukan
dengan beberapa metode yaitu :
1. Mencari hal-hal penting yang berhubungan dengan permasalahan yang
akan dibahas dari berbagai sumber misalnya buku, internet ataupun
dari literature lain.
2. Menyusun data yang diperoleh menurut sistematika paper berpola lima
bab.
3. Menarik kesimpulan yang bisa menjawab rumusan masalah.
3.3 Aspek-Aspek yang Dikaji
Aspek-aspek yang akan saya bahas dalam paper ini secara garis besar ada
4 yaitu:
1. Gambaran umum dari Sel Surya
2. Cara kerja Sel Surya
3. Aplikasi dari Sel Surya
4. Keuntungan dan kelemahan dari Sel Surya
3.4 Teknik Mengambil Kesimpulan
Berbagai pertimbangan penulis dalam menarik kesimpulan adalah sebagai
berikut.
1. Kesimpulan langsung berhubungan dengan rumusan masalah yang
dibuat.
2. Kesimpulan diperoleh dari hasil pertimbangan yang tidak sepihak,
tetapi berdasarkan berbagai referensi.
3. Kesimpulan merupakan jawaban dari masalah dan tujuan penulisan

PUTU RUSDI ARIAWAN 8


BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Cara Kerja Sel Surya


Sel Surya mengkonversikan langsung cahaya menjadi listrik pada
tingkat atom. Bahan dari sel surya mempunyai kemampuan photoelectric yaitu
kemampuan menyerap energi photon dalam cahaya dan melepaskan elektron
bebas jika terkena sinar matahari. Ketika elektron bebas ini ditangkap, timbul
suatu arus listrik yang dapat ditransmisikan menjadi energi listrik .

Absorbder

Gambar 4.1 prinsip kerja sel surya

Secara sederhana solar cell terdiri dari persambungan bahan


semikonduktor bertipe p dan n (p-n junction semiconductor) yang jika tertimpa
sinar matahari maka akan terjadi aliran electron, nah aliran electron inilah yang
disebut sebagai aliran arus listrik. Sedangkan struktur dari sel surya seperti
ditunjukkan dalam gambar di atas.

Bagian utama perubah energi sinar matahari menjadi listrik adalah


absorber (penyerap), meskipun demikian, masing-masing lapisan juga sangat
berpengaruh terhadap efisiensi dari Sel surya. Sinar matahari terdiri dari
bermacam-macam jenis gelombang elektromagnetik. Oleh karena itu absorber
disini diharapkan dapat menyerap sebanyak mungkin solar radiation yang berasal
dari cahaya matahari.

PUTU RUSDI ARIAWAN 9


Lebih detail lagi bisa dijelaskan sinar matahari yang terdiri dari photon-
photon, jika menimpa permukaaan bahan solar sel (absorber), akan diserap,
dipantulkan atau dilewatkan begitu dan hanya foton dengan level energi tertentu
yang akan membebaskan electron dari ikatan atomnya, sehingga mengalirlah arus
listrik. Level energi tersebut disebut energi band-gap yang didefinisikan sebagai
sejumlah energi yang dibutuhkan untuk mengeluarkan electron dari ikatan
kovalennya sehingga terjadilah aliran arus listrik.

Untuk membebaskan electron dari ikatan kovalennya, energi foton (hc)


harus sedikit lebih besar/diatas daripada energi band-gap. Jika energi foton terlalu
besar dari pada energi band-gap, maka extra energi tersebut akan dirubah dalam
bentuk panas pada solar sel. Karenanya sangatlah penting pada sel surya untuk
mengatur bahan yang dipergunakan, yaitu dengan memodifikasi struktur molekul
dari semikonduktor yang dipergunakan.

Tentu saja agar efisiensi dari solar cell bisa tinggi maka foton yang berasal
dari sinar matahari harus bisa diserap yang sebanyak banyaknya, kemudian
memperkecil refleksi dan remombinasi serta memperbesar konduktivitas dari
bahannya. Untuk bisa membuat agar foton yang diserap dapat sebanyak
banyaknya, maka absorber harus memiliki energi band-gap dengan range yang
lebar, sehingga memungkinkan untuk bisa menyerap sinar matahari yang
mempunyai energi sangat bermacam-macam tersebut.

Sebuah Sel Surya (yang terbuat dari silikon) pada umumnya dapat
menghasilkan tegangan 0.5 volt dan daya 1 watt. Jika ingin mendapatkan
tegangan yang lebih tinggi dan daya yang lebih besar maka sel surya akan disusun
menjadi sebuah panel yang terdiri dari puluhan bahkan ratusan sel surya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya tegangan dan daya yang
dihasilkan suatu sel surya, antara lain :

 Jenis bahan yang digunakan. Semakin baik bahan yang digunakan semakin
besar output yang dikeluarkan oleh Sel Surya. Bahan yang baik disini
dalam artian efisiensi bahan tersebut dalam menyerap dan mengubah sinar

PUTU RUSDI ARIAWAN 10


matahari cukup besar, sebab tidak sepenuhnya sinar matahari yang
mengenai Sel Surya diubah menjadi energi listrik.
 Intensitas sinar matahari. Intensitas sinar matahari sangat menentukan
kinerja Sel Surya. Bila sinar matahari kurang terang otomatis sinar yang
diserap oleh sel surya jugakurang sehingga output energi yang dihasilkan
juga kecil. Karena itu, pemakaian Sel Surya untuk memperoleh tegangan
dan daya listrik besar sebaiknya memilih lokasi yang memiliki intensitas
sinar matahari cukup besar seperti di daerah gurun dan perbukitan tandus.

4.2 Penggunaan Sel Surya

Sel Surya sebagai pembangkit tenaga listrik memang belum begitu populer
penggunaannya dibandingkan pembangkit listrik lain seperti pembangkit listrik
tenaga air, pembangkit listrik tenaga solar, pembangkit listrik tenaga uap. Namun,
walupun kurang populer bukan berarti Sel Surya tidak ada yang menggunakan.
Di bawah ini akan diberikan beberapa contoh pengunaan Sel Surya disertai
dengan gambar.

Panel Sel Surya

Gambar 4.2 kegunaan Sel Surya


sebagai sumber energi listrik untuk
lampu jalan dan telepon umum

PUTU RUSDI ARIAWAN 11


Panel Sel Surya

Gambar 4.3 penggunaan sel surya


untuk lampu penunjuk jalan

Gambar 4.4 ladang Sel


Surya untuk pembangkit
listrik di California

Gambar 4.5 Penggunaan sel surya pada rumah-rumah

PUTU RUSDI ARIAWAN 12


Gambar 4.6 penginstalan komponen Sel Surya pada atap rumah

Gambar 4.7 Bangunan Pembangkit Listrik dengan Sel Surya di Melbourne


,Australia

Gambar 4.8 Ladang Sel Surya di Gurun Nevada , Amerika

PUTU RUSDI ARIAWAN 13


4.3 Keuntungan Dan Kelemahan Sel Surya

Ada beberapa keuntungan dari Sel Surya sebagai alternatif sumber energi
listrik, antara lain :
 Sumber energi Sel Surya yaitu sinar matahari tidak akan pernah habis
untuk digunakan . Lain halnya dengan sumber energi lain seperti minyak
bumi,batu bara, gas alam yang lambat laun akan habis terpakai karena
tidak dapat diperbaharui.
 Sel Surya sebagai sumber listrik yang bebas polusi karena tidak
menimbulkan pencemaran ,baik itu pencemaran udara, air, tanah maupun
suara.
 Sel Surya sebagai sumber listrik mandiri, artinya setiap orang dapat
menggunakan Sel Surya untuk keperluannya masing-masing tanpa harus
mendapat ijin khusus, karena beberapa jenis Perangkat Sel Surya sudah
bisa dipasang di perumahan sebagai sumber listrik pribadi.

Sedangkan Kelemahan dari sel surya adalah :


 Sel surya hanya dapat digunakan jika ada sinar matahari, dan memerlukan
intensitas sinar matahari yang besar untuk menghasilkan listrik dengan
daya dan tegangan tinggi. Bila cuaca mendung atau hujan ,Sel Surya untuk
sementara tidak dapat digunakan.
 Harga bahan dan penginstalan Sel Surya untuk perumahan masih cukup
mahal untuk masyarakat umum. Sebagai gambaran untuk bisa
menghasilkan tenaga listrik dengan kekuatan 220 volt, diperlukan
lempengan silikon--yang berfungsi sebagai sel surya yang jumlahnya
ratusan. Untuk satu lempengan silikon sendiri diperlukan puluhan
Polycrystral silicon yang berukuran 10X1 inchi. Satu keping harga di
pasar sekitar 2 dolar AS per keping. Untuk satu keping polycrystal silicon
memiliki kemampuan, 0,5 watt. Satu lempengan memiliki kemampuan
menghasilkan arus listrik hingga 12 Volt DC yang setara dengan 50 watt.

PUTU RUSDI ARIAWAN 14


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Sel Surya merupakan alat pengkonversi sinar matahari menjadi energi
listrik.Sinar matahari yang berlimpah dapat menjadi cadangan energi listrik yang
besar bila dimanfaatkan dengan menggunakan Sel Surya pada umumnya terbuat
dari piranti semikonduktor yang memeiliki efek photoelectric, yaitu kemampuan
melepaskan elektron bila terkena sinar matahariPiranti semikonduktor itu
misalnya silikon yang menjadi dasar pembuatan Sel Surya.
Sel Surya merupakan sumber energi listrik yang bebas polusi, karena
tidak menghasilkan limbah berbahaya selama proses kerjanya.Selain bebas polusi
Sel Surya juga menggunakan input yang tidak akan pernah habis yaitu sinar
matahari.

5.2 Saran
Karena berbagai keuntungan yang dimiliki oleh sel surya seperti
disebutkan di atas, maka sel surya ini sangat layak untuk dijadikan pertimbangan
sebagai alternatif sumber energi listrik. Oleh karena itu di masa depan diharapkan
pemanfaatannya dapat lebih ditingkatkan terutama di negara kita yang banyak
mendapat sinar matahari tiap tahunnya.

PUTU RUSDI ARIAWAN 15


DAFTAR PUSTAKA

[1] Almanda,Deni. 1997. Prospek PLTS di Indonesia. Jakarta : Grasindo.

[2] Hariyadi.1998. Elektronika Molekul. Jakarta : Grasindo

[3] Dekker,Marcel. 1982. Molecular Electronic Devices .New York : F.L Carter

[4] Loutfy,R.O dan Sharp,J.H. 1979. J. Chem. Phys. New York : F.L Carter

PUTU RUSDI ARIAWAN


BIODATA PENULIS

Nama : Putu Rusdi Ariawan

TTL : Denpasar. 19 April 1990

Agama : Hindu

Mahasiswa Teknik Elektro Unv. Udayana

Email : turusdi.info@gmail.com

www.facebook.com/turusdi

PUTU RUSDI ARIAWAN