Anda di halaman 1dari 3

PENCABUTAN GIGI TETAP

No. Dokumen : C/VII/SOP/9/16/


SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/2

PUSKESMAS
MANDIANGIN Sat Joga Agus Widi Nugroho
NIP. 19650303 200907 1 001

1. Pengertian Pencabutan gigi tetap adalah pencabutan gigi tetap berakar tunggal
maupun jamak yang tidak dapat dilakukan perawatan.
2. Tujuan 1. sebagai acuan bagi tenaga medis dalam melakukan pencabutan gigi
tetap
2. agar pasien mengetahui prosedur penanganan penyakitnya
3. mengeliminasi penyebab terjadinya infeksi fokal
3. Kebijakan
4. Referensi Riawan, Lucky, drg. 2007. Materi dan Praktik Eksodonsia. Bandung:
FKG Unpad.
5. Alat dan Bahan 1. Alat tulis
2. lembar rekam medis
3. alat dasar: sonder, pinset, ekskavator
4. tang cabut/ekstraksi dewasa, bein/elevator
5. tampon, povidon iodine, spuit 3 cc beserta ampul Lidokain/
pehakain
6. handscoon, masker
7. gelas kumur
8. tisu
6. Prosedur/ 1. Pengukuran tekanan darah.
Langkah-langkah Jika tekanan darah pasien dalam batas normal, maka dapat langsung
dilakukan pencabutan gigi. Namun, jika di atas normal atau di
bawah normal, maka pasien dirujuk ke poli umum.
2. Menjelaskan prosedur kepada pasien/orangtua pasien
3. Mengisi lembar informed consent, dan meminta tanda tangan
pasien/orangtua
4. Mencuci tangan dengan sabun
5. Mengatur posisi pasien dan posisi operator menyesuaikan
6. Mempersiapkan spuit 3 cc, membuka tutup spuit dan memindahkan
lidokain ke dalam spuit dengan cara menghisap isi ampul sampai
habis dan menutup kembali spuit.
7. Membuang udara dalam spuit dengan cara memposisikan spuit
dengan ujung jarum menghadap ke atas, kemudian ketuk perlahan.
Kemudian dorong pompa perlahan-lahan sampai udara tidak tampak
lagi dan cairan keluar sedikit di ujung jarum.
8. Mengambil tampon yang telah ditetesi dengan povidone iodine.
9. Mengolesi gusi yang akan dilakukan injeksi dengan gerakan searah
1 kali.
10. Untuk menganastesi gusi bagian bukal, lidokain di suntikkan ke
gusi di sekitar apeks pada gigi yang akan dicabut dan melakukan
aspirasi, apabila keluar darah, geser posisi jarum ke titik lain
dan memasukkan jarum sampai menyentuh tulang. Menyuntikkan
lidokain 0,5-1 cc. Mencabut kembali jarum.
PENCABUTAN GIGI TETAP

PUSKESMAS No. Dokumen : C/VII/SOP/9/16/


MANDIANGIN Sat Joga Agus Widi
Nugroho
SOP No. Revisi :
NIP. 19650303 200907 1
Tanggal Terbit : 001
Halaman : 2/2
11. untuk menganastesi gusi bagian lingual/palatal, lidokain
disuntikkan
ke gusi sekitar apeks pada gigi yang akan dicabut atau pada
percabangan saraf dan melakukan aspirasi. Apabila keluar darah,
geser posisi jarum ke titik lain dan memasukkan jarum sampai
menyentuh tulang. Menyuntikan lidokain 0,5-1 cc. Mencabut
kembali jarum.
12. menunggu sampai obat bereaksi dan menimbulkan rasa tebal
dengan
menanyakan pada pasien apakah sudah terasa tebal dan bagaimana
perasaan pasien apakah terasa mata berkunang-kunang atau
pusing.
Bila sudah terasa tebal maka langsung dilakukan pencabutan.
13. melakukan pemisahan gigi dan gusi dengan memakai bein dengan
posisi bein mesio bukal / disto bucal gigi yang bersangkutan,
dengan
gerakan bein apikal ke coronal (dari bawah ke atas) sampai gigi
goyang.
14. meletakkan ujung tang pada bagian bukal dan lingual/palatinal
gigi
sampai dengan servikal gigi / bifurkasi gigi.
15. gerakan untuk pencabutan gigi tetap berakar tunggal adalah
luksasi
perlahan ke arah labio-palatal atau labio-lingual, diikuti dengan
gerakan rotasi dan ekstraksi.
16. gerakan untuk pencabutan gigi tetap berakar jamak adalah luksasi
perlahan ke arah labio-palatal atau labio-lingual, diikuti dengan
gerakan ekstraksi.
17. mengambil tampon kemudian menetesi tampon dengan povidone
iodine, meletakkan tampon pada luka bekas pencabutan, dan
meminta pasien untuk menggigit tampon kuat-kuat.
18. membuang sampah medis, seperti tampon yang digunakan selama
tindakan dan gigi yang sudah dicabut ke dalam tempat sampah
medis.
19. melepaskan sarung tangan dan dimasukkan dalam tempat sampah
medis kemudian mencuci tangan memakai sabun.
20. memberikan instruksi pascaekstraksi kepada pasien/pengantar.
21. Membuat dan penyerahan resep obat (antibiotik dan analgetik)
22. mencatat hasil tindakan pada rekam medis.
7. Bagan Alir -
8. Unit terkait Loket pendaftaran, apotek, poli umum
9. Hal-hal yang -
perlu
diperhatikan
10. Dokumen Rekam medis
terkait
11. Rekaman
historis N Halama Yang Diubah Perubahan Diberlakuka
o n n Tanggal