Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIK BUDAYA SUNDA PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA

PUSKESMAS GRIYA ANTAPANI TAHUN 2017

Ermiati, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat1, Jahidul Fikri Amrullah, M.Kep2,


M.Angga Apriansyah Santoso, S.Kep3 123Program studi S1 Ilmu Keperawatan
STIKes Dharma Husada Bandung Jl. Terusan Jakarta 75 Bandung

ABSTRAK

Keanekaragaman budaya di Indonesia identik dengan kebudayaan yang masih di lestarikan hingga saat
ini. Salah satu budaya yang mempengaruhi perilaku kesehatan terutama ibu dan anak diantaranya adalah
pantang makan, adat istiadat dan ritual aktivitas. Pantangan budaya tersebut secara negatif berdampak
pada ibu post partum seperti mengalami infeksi pada saat persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Praktik Budaya Sunda Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Griya Antapani
Tahun 2017. Jenis penelitian berupa deskriptif dengan pendekatan survey deskriptif. Jumlah populasi
sebanyak 153 orang, teknik sampling Purposive sampling, sehingga diperoleh sampel 25 orang ibu
Postpartum. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dan analsis persentase. Hasil
penelitian menunjukan ada pantangan makan sebanyak 22 orang (88,0%), rata-rata makanan yang
dipantang adalah makan terlalu banyak 16 orang (64,0%), hampir seluruhnya 25 orang (100%) yaitu ada
aturan adat istiadat, rata-rata adat istiadat yang dilakukan yaitu upacara ekah sebanyak 24 orang
(96,0%), dan ada ritual aktifitas pada ibu yaitu sebanyak 22 orang (88,0%). Rata-rata ritual yang
dilakukan yaitu ibu tidak boleh keramas setelah melahirkan sebanyak 17 orang (68,8%). Sarannya
diharapkan tenaga kesehatan dapat merubah kebiasaan masyarakat terutama pada ibu post partum,
sehingga perilaku ibu terhadap kesehatan dapat berpengaruh positif.

Cultural diversity in Indonesia are identical with the culture that is still preserved today. One of the
cultures that influence health behaviors, especially women and children among them was to abstain
from eating, customs and ritual activity. Cultural taboos that negatively impact on post partum mother
as having an infection during delivery. This study aims to determine Culture in Practice On Mother Post
Partum Wilayah Kerja Puskesmas Griya Antapani year 2017. This type of research in the form of
descriptive descriptive survey. Total population of 153 people, sampling purposive sampling techniques,
in order to obtain a sample of 25 people Postpartum mothers. The research instrument used is the
questionnaire and the analysis percentage. The results showed no restrictions to eat as many as 22
people (88.0%), average food abstinence is eating too many 16 people (64.0%), almost all 25 (100%),
of no customs rules, average -rata customs do is ceremony ekah many as 24 people (96.0%), and there
is a ritual activity in the mother as many as 22 people (88.0%). On average rituals are performed that
mothers should not be washed after birth were 17 (68.8%). His advice can health workers are expected
to change the habits of people, especially in the post partum mothers, so that maternal behavior can be
a positive effect on health.

Kata Kunci : Budaya Sunda, Ibu, Post Partum, Praktik

STIKes Dharma Husada Bandung 1


PENDAHULUAN Persepsi tersebut menyebabkan perhatian
terhadap kesehatan ibu menjadi lebih rendah.
World Health Organization (WHO) Masyarakat akan bersikap pasrah jika
diperkirakan di seluruh dunia terdapat sekitar dihadapkan pada ibu yang mengalami gawat
536.000 wanita meninggal dunia akibat pada saat hamil saat melahirkan (Indriyani,
masalah persalinan. Dari jumlah tersebut, 99% 2013).
diantaranya terjadi di negara-negara Berdasarkan hasil Survey Demografi
berkembang. (Indriyani. 2013). Mortalitas dan Kesehatan Indonesia tahun 2013-2015 angka
morbiditas pada waktu hamil dan bersalin kematian ibu di Indonesia adalah 307/100.000
adalah masalah besar di negara berkembang. kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan
Di negara miskin sekitar 25-50% kematian target yang ingin dicapai oleh pemerintah pada
Wanita Usia Subur disebabkan oleh hal yang tahun 2010 sebesar 125/100.000 kelahiran
berkaitan dengan kehamilan (Swasono, 2008). hidup angka tersebut masih tergolong tinggi
Risiko kematian ibu semakin tinggi akibat (SDKI, 2015).
adanya faktor-faktor risiko keterlambatan. Ada Kematian tersebut yang dipandang Masyarakat
tiga risiko keterlambatan, yakni terlambat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan
mengenali tanda bahaya (terlambat mengambil latar belakang budaya berbeda yang sangat
keputusan), terlambat sampai di fasilitas mempengaruhi tingkah laku kehidupan
kesehatan pada saat keadaan darurat, dan masyarakat termasuk perilaku kesehatan
terlambat memperoleh pelayanan persalinan terutama kesehatan ibu dan anak. Banyak
oleh tenaga kesehatan. Risiko kematian ibu praktik budaya yang berpengaruh secara
akibat persalinan dapat ditekan jika ibu negatif terhadap perilaku kesehatan
mendapatkan layanan persalinan yang cepat masyarakat, sehingga berisiko lebih besar
dan berkualitas di fasilitas kesehatan, termasuk untuk mengalami infeksi pada saat persalinan.
mendapat pertolongan oleh tenaga kesehatan Pada beberapa budaya, pantang makan pada
yang kompeten dan memiliki kewenangan. ibu hamil, bersalin dan nifas dapat
Keterbatasan dan ketidaktersediaan biaya berpengaruh terhadap asupan gizi (Rina,
menjadi salah satu kendala masyarakat untuk 2013).
memperoleh akses ke pelayanan persalinan Penyebab tingginya angka kematian ibu
oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. terutama disebabkan karena faktor non medis
Penyebab kematian ibu yang paling umum di yaitu faktor ekonomi, demografi, faktor agama
Indonesia adalah penyebab obstetri langsung dan budaya. Sebagai contoh memperkirakan
yaitu perdarahan 28%, preeklampsi/eklampsi 585.000 perempuan meninggal setiap hari
24%, infeksi 11%, sedangkan penyebab tidak akibat komplikasi kehamilan, proses kelahiran,
langsung adalah trauma obstetri 5% dan lain- dan preeklamsia (WHO, 2004).
lain 11% (WHO, 2007). Kematian ibu merupakan permasalahan
Indonesia masih dianggap sebagai salah satu dimana erat hubungannya dengan aspek sosial
yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan dan budaya, seperti kebiasaan, keyakinan,
banyak masyarakat didunia mempercayai kepercayaan, sikap dan perilaku masyarakat
bahwa tiap perpindahan dari suatu tahapan terhadap perawatan hamil, bersalin dan nifas
kehidupan kepada tahapan kehidupan lainya yang mengakibatkan tingginya angka
merupakan suatu masa krisis yang gawat atau kesakitan dan kematian ibu dan bayi.
membahayakan. Untuk hal itu di adakan Berdasarkan paradigma Blum, faktor perilaku
upacara-upacara yang di sebut crisis rites mempunyai pengaruh sangat besar terhadap
(upacara waktu krisis) atau rites de passage derajat kesehatan. Hal ini sejalan dengan
(upacara pengalihan) untuk menolak bahaya konsep bahwa yang melatarbelakangi
gaib yang mengancam individu dan kematian ibu tersebut adalah : pertama, status
lingkunganya. Negara Nigeria masyarakat kesehatan ibu hamil itu sendiri, kedua akses ke
yang berpengetahuan rendah akan pasrah pada pelayanan kesehatan; dan ketiga perilaku ibu
sayatan gishiri yang merupakan tindakan dalam memelihara kesehatannya. Ketiga
pembedahan pada vagina yang dilakukan oleh konsep itu dipengaruhi oleh factor ekonomi,
dukun beranak pada kasus persalinan macet. sosial dan budaya (Azrul A,2013).
Persepsi masyarakat terhadap kematian ibu Indonesia mempunyai sejumlah pengetahuan
sebagian besar diwarnai oleh penyebab seperti: dan perilaku budaya yang dinilai tidak sesuai
agama, kepercayaan dan faktor supranatural. dengan prinsip-prinsip kesehatan menurut ilmu

STIKes Dharma Husada Bandung 2


kedokteran atau bahkan memberikan dampak penelitian pada masyarakat Sunda di
kesehatan yang kurang menguntungkan bagi Kabupaten Sukabumi dan di Kabupaten
ibu dan anaknya. Salah satu contohnya budaya Serang dan Pandeglang. Anjuran tersebut
yang masih melekat adalah engganya ibu membuat ibu tidak beristirahat dengan nyaman
hamil untuk memeriksakan kesehatan ke sehingga dapat mengganggu kesehatan ibu dan
puskesmas atau sarana kesehatan lainya. meningkatkan resiko tromboplebitis.
Mereka masih ada yang sering melahirkan di Di wilayah kerja Puskesmas Griya Antapani
rumah yang ditolong oleh dukun dan ada pula menurut tokoh masyarakat dan ibu pasca
yang percaya saat melahirkan bayinya lebih melahirkan budaya yang dimilki adalah
senang pergi keladang untuk melahirkan di upacara memelihara tembuni Tembuni
sana dan ada juga pantangan-pantangan dalam (placenta) dianggap sebagai saudara bayi harus
makanan untuk ibu hamil atau yang telah diadakan upacara saat menguburnya dirawat,
melahirkan (Syafrudin dan Mariam, 2010). dibersihkan dan di masukan didalam pendil
Tingginya angka kematian ibu di Indonesia dicampuri bumbu-bumbu garam, asam dan
dikarenakan kurangnya gizi akibat pantangan gula merah lalu ditutup memakai kain putih
dalam makanan contohnya, ibu pasca dan selanjutnya dikuburkan dihalaman rumah
melahirkan tidak boleh makan ikan, telur dan dan didekat tembuni dinyalakan lilin atau
makanan yang mengandung gizi lainya karena cahaya dimaksudkan agar si bayi selamat dan
takut anaknya bau amis, atau pantangan lainya bahagia.
yang membuat si ibu kekurangan gizi. Selain Pantangan tidak boleh memakan buah nanas
itu ada komplikasi yang lain yang diakibatkan karena akan diyakini mendatangkan penyakit
oleh budaya yang tidak baik seperti kasus gatal di pipi bayi, tidak boleh makan buah
pendarahan saat melahirkan akibat melahirkan salak karena akan menyebabkan penyakit
didukun yang tidak mengetahui terkait koreng di kepala bayi, tidak boleh membawa
placenta yang masih tertinggal, keadaan bayi keluar maghrib karena bayi baru lahir
tersebut diakibatkan oleh faktor budaya yang sangat berbau darah sehingga dapat menarik
masih melekat didaerah masing-masih perhatian mahluk halus untuk menculik bayi
(Syafrudin dan Mariam, 2010). untuk mencolek si bayi yang dapat
Penelitian Suprabowo (2006) mengungkapkan mengakibatkan bayi rewel dan sakit-sakitan,
bahwa apabila ibu memakan makanan daging bayi jangan pernah ditinggal atau tidur sendiria
dan telur maka anaknya akan menderita karena bayi akan diajak bermain oleh roh-roh
hernia. Makanan yang dimakan ibu akan jahat (Puskesmas Griya Antapani, 2016)
diteruskan ke anak melalui air susu. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 orang
Sedangkan jika pantang makan sayuran yang ibu PostPartum ada tujuh ibu yang mengalami
berjenis dingin akan menyebabkan ibu sakit masalah kesehatan selama Post Partum. Tiga
yang sesuai dengan konsep panas dingin. orang ibu posrpartum dengan setio caesaria
Makanan yang dipantang pada dasarnya menyatakan luka operasi lambat sembuh saat
bernilai gizi tinggi yang sangat diperlukan oleh diperiksa luka terlihat kemerahan, ibu
ibu. Pada saat nifas ibu dianjurkan untuk menyatakan memiliki pantangan tidak boleh
makan nasi dengan garam, sayur daun makan telur, ikan dan yang berbau amis karena
singkong dan daun katuk. Makanan yang akan memperlambat penyembuhan luka pasca
dianjurkan pada ibu nifas tersebut tampaknya operasi serta membuat luka menjadi gatal.
bernilai gizi yang rendah. Dari empat orang ibu yang melakukan
Pelaksanaan dan anjuran akan berakibat pada persalinan normal dan terdapat episiotomi
penurunan asupan gizi ibu berkurang, yang mengeluh produksi asi kurang/sedikit dari
berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas peryantaan ibu mengungkapkan memiliki
air susu ibu yang akan mempengaruhi asupan pantangan tidak boleh makan yang berkuah
gizi pada bayi dengan segala resikonya. Selain serta terlalu banyak minum air putih karena
itu, ibu nifas dianjurkan untuk nyandar yaitu dikhawatirkan akan membuat luka menjadi
dalam posisi punggung tegak dan kaki lurus. basah dan susah sembuh.
Hal tersebut dilakukan selama sekitar satu Masyarakat Indonesia memang mempunyai
bulan, tetapi ada yang kurang dari itu. keanekaragaman budaya maupun bahasa dan
bertujuan agar darah putih tidak naik ke kepala lain sebagainya, masyarakat Indonesia yang
yang dapat menyebabkan ibu menjadi gila dan sebagian besar identik dengan kebudayaan
buta. Hal yang sama juga ditemukan pada yang masih mereka lestarikan hingga saat ini,

STIKes Dharma Husada Bandung 3


memang menjadi suatu keunikan yang patut Instrumen Penelitian
kita syukuri namun, ada beberapa budaya-
budaya maupun adat-istiadat yang di dalam Instrumen penelitian menggunakan kuesioner
dunia kesehatan sendiri masih bertentangan. yang didalamnya mengandung tiga katagori
Masih ada pantangan-pantangan yang masih terdiri dari 5 item pertanyaan praktik dalam
dipercayai oleh masyarakat Indonesia dan hal makanan, 4 item pertanyaan dalam praktik
banyak terdapat isu-isu tentang budaya yang adat istiadat dan 7 item praktik dalam hal
berkaitan dengan ibu post partum yang masih aktivitas, masing-masing pertanyaan di lihat
di yakini hingga saat ini. Oleh karena itu dari berdasarkan materi dari tinjauan pustaka. Hasil
uraian diatas maka penulis tertarik untuk jawaban responden diberi nilai 1 jika
meneliti tentang Praktik Budaya Sunda Pada jawabannya Ya, dan diberi nilai 0 jika
Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas jawabannya tidak hasil akhir untuk
2017 . Berdasarkan latar belakang di atas, mengetahui Praktik Budaya Pada Ibu
maka rumusan masalah dalam penelitian ini PostPartum.
adalah Bagaimanakah Praktik Budaya Sunda
Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Uji Konten
Puskesmas 2017?. Pada penelitian ini dilakukan uji konten
METODOLOGI PENELITIAN artinya peneliti menanyakan item pertanyaan
kepada ahli tentang kuesioner Praktik Budaya
Jenis penelitian yang digunakan adalah Sunda Pada Ibu Postpartum yaitu kepada Dr.
deskriptif suatu metode penelitian untuk Siti Sugih Hartiningsi. S.Si., M.Kes.
mendeskriptifkan atau menguraikan suatu dinyatakan sudah relevan dan sudah layak
keadaan di dalam suatu komunitas atau digunakan untuk penelitian
Masyarakat (Notoatmodjo, 2010). Pada
penelitian ini praktik budaya sunda pada Ibu Teknik pengolahan dan analisa data
Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Griya Proses pengolahan data terdapat langkah-
Antapani Bandung. langkah yang harus ditempuh, diantaranya :
Editing data, Coding (Pengkodean), Data
Pendekatan waktu dalam pengumpulan data Entry (Pemasukan Data), Cleaning Data
menggunakan pendekatan survey deskriptif (Pembersihan Data)
adalah suatu desain penelitian yang digunakan
untuk menyediakan informasi yang Analisa Data
menggambarkan tentang prevalensi yang Analisa data yang merupakan proses
digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk penyederhanaan data ke dalam bentuk yang
mengetahui praktik budaya sunda pada ibu lebih mudah dibaca dan di interpretasikan
PostPartum di Wilayah Kerja Puskesmas dengan menggunakan statistik, kemudian
Griya Antapani Bandung. diberikan interpretasi dan membandingkan
hasil penelitian dengan teori yang ada. Analisa
Variable pada penelitian ini adalah variable data yang dilakukan dalam penelitian ini
dalam hal makanan, variable dalam hal ritual adalah : Analisis Univariat yaitu Analisa data
adat-istidata dan variable dalam hal aktivitas. dilakukan dengan cara univariat yaitu untuk
menjelaskan atau mendeskripsikan
Populasi dalam penelitian adalah seluruh Ibu karakteristik setiap variabel penelitian yaitu
Post partum yang ada di Wilayah Puskesmas menguraikan hasil persentase pantangan dalam
Griya Antapani Bandung dari bulan agustus hal makan, adat istiadat dan aktivitas pada ibu
2016 sampai bulan januari 2017 berjumlah post partum.
153 orang. Penelitian ini menggunakan Pada umumnya dalam analisis ini hanya
Purposive sampling merupakan tehnik menghasilkan distribusi frekuensi dan
penentuan sample dengan pertimbangan persentase dari tiap variabel, (Notoatmodjo,
tertentu dengan kriteria Inklusi yaitu Suami 2012). Adapun analisis dalam penelitian ini
dan istri bersuku sunda, bu Nifas sampai 40 yaitu data yang meliputi adat-istiadat pada ibu
hari postpartum, pantangan dalam hal aktivitas,
pantangan dalam hal makanan dengan
dilakukan menggunakan rumus persentase
frekuensi sebagai berikut:

STIKes Dharma Husada Bandung 4


Rumus : Berdasarkan tabel 4.2 hasil penelitian yang
didapatkan bahwa sekitar 16 orang (64,0%)
= %
ibu post partum memiliki pantangan makan
makanan yang terlalu banyak.
Keterangan :
P : Presentase untuk setiap item/ kategori Tabel 4.3 Praktik Budaya Sunda Dalam Hal
x : Jumlah skor jawaban yang dipilih Adat Istiadat Pada ibu Post partum di
responden Wilayah Kerja Puskesmas Griya Antapani
N : Jumlah skor maksimal Bandung

Setelah dilakukan analisis data univariat pada Praktik


penelitian ini peneliti melakuan penetuan Budaya Sunda
f %
kategori setiap variabel yaitu jika ya = apabila Dalam Hal
Adat Istiadat
ibu memiliki pantang dalam hal makan, adat Ya 25 100
istiadat dan aktivitas dan tidak = apabila ibu Tidak 0 0
tidak memiliki pantang dalam hal makanan, Total 25 100
adat istiadat dan aktivitas.
Berdasarkan hasil tabel 4.3 didapatkan bahwa
HASIL PENELITIAN DAN sekitar 25 orang (100%) ibu post partum
PEMBAHASAN melaksanakan ritual adat istiadat berdasarkan
kepercayaan setempat
Berikut dipaparkan hasil penelitian terhadap
25 ibu Post partum di Wilayah Kerja Tabel 4.4 Praktik Budaya Sunda Pada ibu
Puskesmas Griya Antapani Bandung. Analisis Post partum dilihat Dalam adat istiadat
data pada penelitian ini yaitu mengetahui
praktik budaya sunda dalam hal makanan, Ya tidak
Adat istiadat
adat-stiadat, dan aktivitas. Berikut hasilnya f % f %
dapat terlihat pada tabel sebagai berikut : Upacara mengubur 19 76.0 6 24.0
ari-ari
Upacara lepasnya tali 20 80.0 5 20.0
Tabel 4.1 Praktik Budaya Sunda Dalam Hal pusat bayi
Makanan Pada ibu Post partum di Wilayah Upacara 22 88.0 22 88.0
Kerja Puskesmas Griya Antapani Bandung cukuran/marhaban

Praktik Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa dari


Budaya Sunda jawaban responden mengenai paraktik budaya
f %
Dalam Hal
Makan
sunda pada ibu post patum sekitar 22 orang
Ya 22 88,0 (80,0%) melakukan adat istiadat setelah
Tidak 3 12,0 melahirkan yaitu upacara cukuran/marhaban
Total 25 100
Tabel 4.5 Praktik Budaya Sunda Dalam
Berdasarkan hasil tabel 4.1 didapatkan bahwa Hal Aktivitas Pada ibu Post partum di
sebagian ibu post patum yaitu 22 orang Wilayah Kerja Puskesmas Griya Antapani
(88,0%) memiliki pantangan makan setelah Bandung
melahirkan.
Praktik
Tabel 4.2 Praktik Budaya Sunda Pada ibu Budaya Sunda
f %
Dalam Hal
Post partum dilihat Dalam Hal Makanan Aktivitas
Ya 22 88,0
Ya Tidak Tidak 3 12,0
Pantang Makan
f % f % Total 25 100
Telur, ikan, daging 7 28.0 18 72,0
Air Putih 10 40,0 15 60,0
Makan berkuah 6 24,0 19 76,0
Berdasarkan hasil tabel 4.5 didapatkan bahwa
Buah-buahan 8 32,0 17 68,0 Praktik Budaya Sunda Dalam Hal Aktivitas
Makan terlalu banyak 16 64,0 9 36,0 Pada ibu Post partum sebagian besar berada

STIKes Dharma Husada Bandung 5


pada kategori ya yaitu sebanyak 22 orang pantangan makan telur, ikan, daging sebanyak
(88,0%). 7 orang (28,0%). Telur, ikan dan daging
merupakan asupan nutrisi yang baik bagi ibu
Tabel 4.6 Praktik Budaya Sunda Pada ibu post partum, apabila ibu post partum ada
Post partum dilihat Dalam Pantangan pantangan makanan tersebut ibu akan
Aktivitas kekurangan nutrisi yang berpengaruh terhadap
ASI untuk bayi, karena dalam merawat bayi
Pantangan Ya tidak perlu tenaga yang ekstra seperti memberikan
Aktivitas f % f % perhatian, menyayangi tanpa perlu bantuan
Tidak boleh tidur 10 40.0 15 60.0
siang setelah
dari orang lain, sehingga perlu diperhatikan
melahirkan asupan nutrisi serta vitamin yang masuk
Tidak boleh 17 68.0 8 32.0 kedalam tubuh ibu post partum, karena hal ini
keramas setelah dapat meningkatkan kualitas ASI.
melahirkan Kandungan protein yang terdapat dari telur,
Membawa gunting 13 52.0 12 48.0
saat pergi keluar
ikan dan daging mempunyai kandungan
rumah protein yang paling tinggi dengan asam amino
Menyimpan gunting 10 40.0 15 60.0 yang paling lengkap. Telur, ikan dan daging
di bawah bantal menjadi makanan yang sangat baik untuk luka
Tinggalkan bayi 9 36.0 16 64.0 jahitan, dengan demikian pada ibu post patum
sendirian
Dilarang membawa 7 28.0 18 72.0
yang baru saja operasi dan mempunyai luka
bayi keluar rumah jahitan, pada ibu sangat disarankan untuk
setelah magrib mengkonsumsi berbagai macam makanan
Tidak boleh keluar 7 28.0 18 72.0 yang mempunyai kandungan protein yang
rumah selama 40 tinggi seperti ikan, telur dan daging.
hari
Kepercayaan masyarakat sunda tentang
pantangan makanan pada ibu post partum
Berdasarkan tabel 4.6 diketahui praktik budaya yaitu ibu yang baru melahirkan dipantang
sunda pada ibu Post partum didapatkan pada untuk tidak makan daging, telur, ikan, lamanya
ibu post partum tidak boleh tidur siang pantangan tergantung dari jenis makanannya.
setelah melahirkan yaitu sebanyak 10 orang Makanan yang dianjurkan yaitu nasi putih
(40,0%), tidak boleh keramas setelah dengan garam dan daun bungkal selama 3 hari.
melahirkan sebanyak 17 orang (68,8%), tidak Daun bungkal atau daun katuk (Sauropus
boleh membawa gunting saat pergi keluar androgynus) merupakan tumbuhan sayuran
rumah yaitu sebanyak 13 orang (52,0%), yang banyak dimanfaatkan oleh ibu post
menyimpan gunting di bawah bantal sebanyak partum selama 3 hari untuk produksi ASI lebih
10 orang (40,0%), tidak boleh tinggalkan bayi banyak. Dari penelitian-penelitian tersebut
sendirian sebanyak 9 orang (36,0%) dilarang terlihat bahwa tiap daerah memiliki
membawa bayi keluar rumah setelah magrib kepercayaan yang berbeda tentang makanan
sebanyak 7 orang (28,0%), tidak boleh keluar yang pantang dikonsumsi ibu post partum
rumah selama 40 hari sebanyak 7 orang (Sarwono, 2005).
(28,0%). Pantang makanan pada masa post partum
dapat menurunkan asupan gizi ibu yang akan
Pembahasan berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan
Praktik Budaya Sunda Dalam Hal produksi air susu. Sehingga kecukupan gizi
Makanan Pada ibu Post partum di Wilayah bayi juga akan berpengaruh. Perilaku pantang
Kerja Puskesmas Griya Antapani Bandung makanan tidak sesuai dengan anjuran untuk
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan mengkonsumsi makanan yang mengandung
dari 25 orang ibu post partum sebagian besar karbohidrat, sayuran, buah, protein hewani,
berada pada kategori ya yaitu sebanyak 22 protein nabati serta banyak minum setiap hari
orang (88,0%). Hal tersebut pada ibu post (Suprabowo, 2006).
partum berada pada kategori ya artinya di Konsep makanan empat sehat lima sempurna
Wilayah Kerja Puskesmas Griya Antapani sangat diperlukan untuk ibu post partum.
Bandung ada pantangan dalam hal makan. Makanan secara medis tidak ada yang dilarang
Sebagian responden menunjukan di Wilayah kecuali memang ada alergi tertentu (Alex,
Kerja Puskesmas Griya Antapani Bandung ada 2010). Menurut Sarwono (2005), menghindari

STIKes Dharma Husada Bandung 6


makanan berprotein seperti ikan dan telur Sebaiknya ibu post partum minum air putih
merupakan tindakan lazim yang tidak yang cukup yaitu 2,5-3 liter perhari, disertai
bermanfaat, bahkan dapat membahayakan. dengan asupan susu maupun jus buah. Bila
Larangan-larangan orang tua zaman dahulu setiap selesai minum ibu post partum akan
untuk pantang terhadap makanan tertentu bagi sering buang air kecil justru lebih baik. Tidak
ibu post partum merupakan mitos. Hal perlu khawatir jahitan pada daerah perineum
tersebut memang sulit dihilangkan karena hal (luka jahitan jalan lahir) akan basah dan tidak
tersebut telah menjadi suatu kepercayaan yang sembuh. Justru sebaliknya. Semakin sering
terus menerus dilakukan sampai sekarang ini. dibersihkan terutama dengan sabun dan air lalu
Kepercayaan memakan jenis makanan seperti dikeringkan setiap buang air kecil, maka
ikan, telur, daging dan sayuran tidak perlu jahitan akan segera pulih
dilakukan pada masa post partum . Manfaat air putih untuk kesehatan memang
Kepercayaan tentang pantangan tersebut hanya sangat banyak, air putih dapat digunakan
akan merugikan kondisi gizi ibu. Petugas untuk mengobati berbagai penyakit berbahaya
kesehatan diharapkan dapat memberikan atau mencegah terjadinya penyakit khususnya
penyuluhan dan konseling pada ibu post luka jahitan pada ibu melahirkan. Pada tubuh
partum untuk tidak pantang terhadap makanan manusia terdiri lebih dari 70% cairan yang
tertentu. Hal itu dilakukan agar ibu terhindar mana kebutuhan akan cairan sangat tinggi.
dari masalah-masalah yang terjadi misalnya Manfaat air dalam tubuh tentu tidak dapat
proses penyembuhan luka jahitan perineum digantikan oleh apapun. Cairan ini bisa
kurang yang mungkin dapat terjadi akibat dapatkan dengan mengkonsumsi air putih yang
kurangnya nutrisi pada masa post partum. cukup. Air Putih merupakan minuman yang
Menurut Walyani (2015) mengungkapkan paling sehat dan tidak berbahaya karena
bahwa pantangan tersebut tidak benar. Pada dibutuhkan setiap hari oleh tubuh kita untuk
ibu post partum, justru pemenuhan kebutuhan menjaga kesehatan (Saleha, 2009).
protein semakin meningkat untuk membantu Berdasarkan hasil penelitian di wilayah kerja
penyembuhan luka baik pada dinding Rahim Puskesmas Griya Antapani Bandung
maupun pada luka jalan lahir yang mengalami menunjukan sebagian besar 6 orang (24,0%)
jahitan. Protein digunakan sebagai zat ibu post patum patang makan berkuah. Hal
pembangunn yang membentuk jaringan otot tersebut ibu post partum menurut kepercayaan
tubuh dan mempercepat pulihnya luka. setempat pernyataan paraji bahwa jika ibu
Menurut pandangan peneliti kepercayaan makan berkuah dapat menyebabkan bayi
pantangan telur, ikan dan daging tersebut sering kencing, selain itu ada sebagian ibu
merugikan kondisi gizi ibu dan memperlambat percaya bahwa banyak air putih dapat
proses penyembuhan luka jahitan perineum, menyebabkan bekas robekan jahitan selalu
sebaiknya lebih digalakkan seperti lebih basah, akan tetapi pernyataan itu salah pada
banyak makan sayuran, ikan dan makanan dasarnya tubuh ibu post partum membutuhkan
yang banyak mengandung protein, karena banyak cairan terutama mengganti cairan
dalam proses penyembuhan luka sangat tubuh yang hilang baik saat mengalami
membutuhkan protein. perdarahan, keringat, untuk pembentukan ASI.
Menurut kepercayaan didaerah sekitar Bila cairan tubuh ibu post partum tidak
Puskesmas Griya Antapani Bandung sebagian tercukupi, maka akan terjadi kekurangan
responden percaya bahwa makan telur, ikan cairan, mengalami panas dan produksi ASI
dan daging akan membuat luka pasca sedikit.
melahirkan menjadi gatal-gatal dan susah Ibu post partum tidak diperbolehkan makan
sembuh. makanan yang berkuah karena rahim
Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja dipercaya akan licin sehingga dukun bayi akan
Puskesmas Griya Antapni sebagian besar ibu kesulitan saat melakukan pemijatan
post partum pantang minum air putih sebanyak mengembalikan posisi rahim ke posisi semula.
10 orang (40,0%). Hal tersebut menurut Tradisi yang berkembang dan masih dipegang
kepercayaan nenek moyang setempat bahwa teguh oleh masyarakat wilayah kerja
ibu Post partum tidak boleh minum air putih Puskesmas Griya Antapani Bandung adalah
yang banyak, karena akan menyebabkan air melakukan perawatan untuk bayi dan ibu post
susu pada ibu keluar banyak, selain itu juga partum selama masa post partum (40 hari).
akan mempersulit penyembuhan luka. Dukun bayi datang ke rumah ibu setiap hari

STIKes Dharma Husada Bandung 7


untuk memandikan bayi, memjiat bayi dan ibu, menyebabkan perut menjadi bengkak dan
serta memberikan jamu pada ibu post partum . cepat hamil kembali. Selain itu mitosnya dapat
Dukun bayi seringkali yang memberikan membuat bencek organ kewanitaan. Hal
nasehat pada ibu untuk melakukan praktik terebut pernyataan yaitu salah. Ibu bisa
pantang makan selama post partum dengan mendapatkan serat secara alami pada buah-
berbagai alasan, salah satunya rahim akan buahan seperti pepaya, pisang dan mangga.
menjadi licin kalau dipijat oleh dukun karena Selain itu buah pisang selain kaya serat, juga
makan makanan yang berkuah. termasuk buah yang dapat mengurangi
Sayur berkuah bermanfaat untuk ibu post pendarahan yang terjadi, karena buah ini
partum yaitu untuk menghindari sembelit atau terbukti dapat membantu peningkatan
kontipasi pasca melahirkan, ibu sangat trombosit untuk mengurangi perdarahan dan
dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan membentuk keping-keping darah baru untuk
kaya serat yang umumnya terdapat pada sayur menghambat perdarahan pada rahim maupun
bekuah. Serat yang cukup pada makanan akan pada luka jahitan melahirkan
membuat feses menjadi lebih lunak dan licin Ibu post partum bisa mendapatkan serat secara
sehingga mudah melewati usus, jadi ibu tidak alami pada buah-buahan seperti pepaya, jambu
perlu mengedan kuat saat Buang Air Besar biji merah dan mangga. Jadi salah besar bila
sehingga dapat memperburuk tekanan pada pepaya dan pisang harus dihindari pasca ibu
jahitan melahirkan (baik itu jahitan Episiotomi melahirkan karena mitosnya dapat membuat
maupun jahitan Caesar). Bisa saja akibat benyek organ kewanitaan. Justru malah buah
tekanan saat mengedan bila terjadi sembelit pisang dan pepaya tersebut tergolong sumber
membuat jahitan tersebut terasa sakit atau makanan yang banyak mengandung serat
bahkan bisa terbuka kembali, atau bisa juga untuk memudahkan Buang Air Besar (BAB)
dinding rahim yang berada di otot perut (Marin, 2009).
mengalami kontraksi sehingga perdarahan Selain itu buah-buah kaya serat yang dapat
kembali terjadi (Marin, 2009). mengurangi pendarahan yang terjadi, karena
Hasil penelitian yang didapatkan di Wilayah buah-buahan terbukti dapat membantu
Kerja Puskesmas Griya Antapani Bandung peningkatan trombosit untuk mengurangi
sebagian besar 8 orang (32,0%) ibu post perdarahan dan membentuk keping-keping
partum pantang makan buah-buahan. Hal darah baru untuk menghambat perdarahan
tersebut bahwa sebagian responden percaya pada rahim maupun pada luka jahitan
apabila ibu Post partum banyak melahirkan (Marin, 2009).
mengkonsumsi buah-buahan akan berpengaruh Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian
kepada ASI yang dikonsumsi oleh bayi dan besar 16 orang (64,0%) di wilayah kerja
bayi dapat menyebabkan diare. puskesmas Griya Antapani Bandung pantang
Pada dasarnya konsumsi buah sangat baik makan terlalu banyak. Hal tersebut ibu pada
untuk menjaga kebugaran tubuh dan sama umumnya belum menyatakan dirinya kenyang
sekali tidak berpengaruh buruk terhadap mutu sebelum makan nasi. Lauk-pauk apapun
ASI. Pada ibu post patum jika mengkonsumsi dikonsumsi sebagai pelengkap konsumsi nasi
buah tidak menyebabkan diare pada bayi. tanpa memperhitungkan kandungan gizi yang
Selain itu ibu post partum juga memerlukan ada. Anggapan tentang apa yang namanya
asupan makanan berserat seperti buah dan makanan dan bukan makanan merupakan
sayur mayur untuk memperlancar buang air suatu kontruksi sosial. Masyarakat menilai
besar. Pada ibu post partum kebutuhan serat seseorang sudah makan ketika sudah
sangat penting untuk membantu proses mengonsumsi nasi. Foster & Anderson (2006)
pencernaan, Kadar vitamin dan air dalam menyatakan bahwa masyarakat umumnya
buah juga sangat baik untuk menjaga percaya bahwa kuantitas makanan adalah
kesehatan tubuh. Misalnya air jeruk, buah penting sementara kualitas terbatas untuk
pisang dan pepaya. Sebaiknya ibu post partum memperkuat tubuh dan sering diabaikan.
selalu menyertakan menu buah setiap makan Kebiasaan makan adalah kebiasaan yang tidak
agar tidak mengalami sembelit. akan cepat berubah dan akan sulit berubah
Menurut kepercayaan nenek moyang dan apabila pada makanan tersebut memiliki
paraji di Wilayah Kerja Puskesmas Griya makna mendalam.
Antapani bahwa ibu post partum banyak Pada ibu post partum , makanan bergizi dan
makan buah buahan dianggap akan porsi makan perlu ditingkatkan lebih baik dari

STIKes Dharma Husada Bandung 8


sebelum kehamilan. Sumber karbohidrat, mudah mendapatkan pekerjaan, kemudian jika
lemak, vitamin dan protein sangat dibutuhkan ari-ari bayi di hanyutkan ke sungai sebagian
untuk proses pemulihan fisik ibu selama post masyarakat sekitanya percaya bayi kelak
partum dan melawan infeksi. Selain itu, juga dewasa akan mendiri dan pergi diperantauan
berguna untuk pembentukan ASI agar untuk masalah pekerjaan.
berlangsung lancar. Langsing bukan dengan Menurut Lubis (2011) Tembuni/placenta
diet ketat pascabersalin, tetapi dengan dipandang sebagai saudara bayi karena itu
melakukan senam post partum dan menyusui tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi harus
bayi secara ekslusif tanpa bantuan susu diadakan upacara waktu menguburnya atau
formula. Dengan cara demikian, pembakaran menghanyutkannya ke sungai. Bersamaan
lemak pada tubuh akan berlangsung lebih baik dengan bayi dilahirkan, tembuni (placenta)
dan ibu akan cepat ramping kembali seperti yang keluar biasanya dirawat dibersihkan dan
saat sebelum hamil (Saleha, 2009). dimasukan ke dalam pendil dicampuri bumbu-
bumbu garam, asam dan gula merah lalu
Praktik Budaya Sunda Dalam Hal Adat ditutup memakai kain putih yang telah diberi
Istiadat Pada ibu Post partum di Wilayah udara melalui bambu kecil (elekan). Pendil
Kerja Puskesmas Griya Antapani Bandung diemban dengan kain panjang dan dipayungi,
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan biasanya oleh seorang paraji untuk dikuburkan
bahwa Praktik Budaya Sunda Dalam Hal Adat di halaman rumah atau dekat rumah. Ada juga
Istiadat Pada ibu Post partum hampir yang dihanyutkan ke sungai secara adat.
seluruhnya berada pada kategori ya yaitu Upacara penguburan tembuni disertai
sebanyak 25 orang (100%). Pada ibu post pembacaan doa selamat dan menyampaikan
partum berada pada kategori ya artinya ada hadiah atau tawasulan kepada Syeh
adat istiadat yang harus di patuhi oleh Abdulkadir Jaelani dan ahli kubur. Di dekat
beberapa ibu post partum, karena kebiasaan kuburan tembuni itu dinyalakan cempor/pelita
yang dipercayai oleh ibu mengenai adat sampai tali pusat bayi lepas dari perutnya.
istiadat yang masih berlaku di tempat tinggal Upacara pemeliharaan tembuni dimaksudkan
mereka. agar bayi itu selamat dan kelak menjadi orang
Pewarisan kebudayaan adalah proses yang berbahagia.
pemindahan, penerusan, pemilikan dan Lebih lanjut penelitian Ekowati 2012
pemakaian kebudayaan dari generasi ke menyebutkan bahwa, bayi memiliki kerabat
generasi secara berkesinambungan. Pewarisan (kakang kawah adhi ari-ari, sedulur papat lima
budaya bersifat vertikal artinya budaya pancer). Maksud dari kakang kawah karena
diwariskan dari generasi terdahulu kepada kawah atauair ketuban pecah mendahului bayi,
generasi berikutnya untuk digunakan, dan sehingga kawah dianggap sebagai saudara
selanjutnya diteruskan kepada generasi yang tuabayi, sedangkan ari-ari keluar sesudah bayi
akan datang. Pewarisan kebudayaan dapat lahir, sehingga disebut adhi ari-ari. Sedulur
dilakukan melalui enkulturasi dan sosialisasi. papat lima pancer dimaksudkan bahwa saat
Enkulturasi atau pembudayaan adalah proses bayi lahir di dunia, tidak hanya sendirian tetapi
mempelajari dan menyesuaikan pikiran dan dengan empat saudara, yaitu kawah, ari-ari,
sikap individu dengan sistem nilai, norma, darah, dan pusar, lima pancer maksudnya bayi
adat, dan peraturan hidup dalam itu sendiri sebagai pancer atau pusatnya. Salah
kebudayaannya. Proses enkulturasi dimulai satu primbon yang memuat mengenai konsep
sejak dini, yaitu masa kanak-kanak, bermula kakang kawah adhi ari-ari adalah Primbon
dilingkungan keluarga, teman permainan, dan Jawi. Saudara-saudara bayi tidak hanya 4,
masyarakat luas (Winarno, 2012). melainkan 8, yaitu (1) Celeng Demalung dari
Berdasarkan kebiasaan adat istiadat di kawah, (2) Asu Ajag dari ari-ari, (3)
Wilayah Kerja Puskesmas Griya Antapani Kalasrenggi dari darah, (4) Kutilapas dari
Bandung diketahui upacara mengubur ari-ari bungkus, (5) Kalarandhing dari lendir, (6)
bayi sebanyak 19 orang (76,0%). Hal tersebut Kalawekas dari kunir yang dijadikan sebagai
sebagian ibu Post partum mengggap bahwa alas, (7) Taliwangke dari usus ari-ari, dan (8)
upacara mengubur ari-ari bayi itu sangat Tikus Jinanda dari bagian ari-ari yang terlepas
penting, karena pada dasarnya kepercayaan (Ekowati, 2012).
dan mitos yang masih berlaku dengan upacara Pada masyarakat Sunda memiliki kepercayaan
tersebut bayi kelak dewasa akan bahagia dan bahwa ari-ari adalah saudara kembar bayi.

STIKes Dharma Husada Bandung 9


Setelah keluar dari tubuh ibu maka ari-ari beserta minuman berupa air, teh, atau kopi..
harus dimasukkan ke dalam bakul yang terbuat Keluarga, paraji, dan orang yang berdoa duduk
dari anyaman daun pandan atau kedalam mengelilingi sajian kemudian membaca doa
pendil. Proses penanaman ari-ari tersebut tidak selamat.
dilengkapi dengan berbagai macam barang Kabupaten Bandung pada sajian Puput Puseur
atau benda-benda tertentu seperti, peniti, (Cuplak Puseur) berupa makanan wajib
kembang tujuh rupa, daun hanjuang, dan berupa rurujakan, misalnya rujak pisang
berbagai bumbu, dengan demikian racikan manggala, rujak pisang emas, rujak pisang
dalam penguburan bayi menyimbolkan pada bogo, rujak pisang susu, rujak pisang ambon,
anak usia dewasa akan mempunyai rujak pisang nangka, rujak pisang raja; rujak
kebahagiaan. kelapa dari kelapa muda, rujak jeruk nipis;
Sedangkan ditinjau dari tenaga medis Ari-ari Bubur merah (beureum) dan bubur putih
atau tali pusar/plasenta merupakan bagian (bodas), makanan wajib ini dimaknai sebagai
suatu tali yang menghubungkan janin dengan perlambangan, misalnya beragam pisang
uri atau plasenta. Sebab semasa dalam rahim, melambangkan sifat-sifat luhur yang
tali inilah yang menyalurkan oksigen dan diharapkan ada pada bayi. Sementara itu,
makanan dari plasenta ke janin yang berada di bubur merah dan bubur putih melambangkan
dalamnya. Begitu janin dilahirkan, ia tidak lagi kehidupan lahir dan batin.
membutuhkan oksigen dari ibunya, karena Selain itu sajian kue-kue (hahampangan)
sudah dapat bernapas sendiri melalui berupa ranginang, opak, wajit, kacang rebus,
hidungnya. Oleh karena itu sudah tidak pisang rebus, dan umbi-umbian rebus,
diperlukan lagi, maka saluran ini harus segera kemudian tumpeng atau nasi putih dan semua
dipotong dan dijepit atau diikat (Baety, 2011). makanan ditempatkan dalam sebuah nyiru
Berdasarkan hasil penelitian dalam praktik setelah masing-masing makanan ditempatkan
budaya sunda yang dilihat dalam hal adat dalam wadah, disertai dengan minuman berupa
istiadat bahwa sebagian besar melakukan air, teh, atau kopi. Setelah itu, makanan
upacara lepasnya tali pusat bayi sebanyak 20 diletakan di atas tikar. Keluarga, paraji, dan
orang (80,0%). Hal terebut biasanya setelah pemimpin ritual duduk mengelilingi sajian.
terlepas tali pusat pada bayi masyarakat sekitar Setelah pembacaan doa, para hadirin
percaya dan biasanya diadakan selamatan, menyantap hidangan bersama-sama.
seperti membuat sesajen dari nasi kuning dan Upacara cukuran/marhaban sebanyak 22 orang
lalapan. (88,0%). Hal tersebut adat yang dilakukan
Menurut penelitian Intani, dkk (1998) yaitu untuk membersihkan kotoran yang masih
menemukan hasil Puput Puseur (Cuplak melekat pada kulit kepala bayi. Istilahnya
Puseur) merupakanadat istiadat yang adalah sisa pepelem atau daki atau bolot., agar
diselenggarakan 3 sampai 15 hari pasca setelah dicukur, rambut bayi tumbuh dengan
kelahiran bayi, tergantung dari lepasnya ujung baik dan anak kelak hidupnya cerah.
plasenta dari puser bayi. Penyelenggaraan Biasanya upacara Cukuran dilaksanakan
ritual dilakukan pada siang hari antara pukul setelah bayi berusia empat puluh (40) hari.
13.00-16.00. Tujuannya adalah untuk Tempat Penyelenggaraan upacara cukuran di
mensyukuri karunia Allah SWT atas satu fase rumah pasangan yang memiliki bayi atau di
kehidupan yang telah dilalui oleh bayi yaitu rumah orang tua salah satu pasangan tersebut.
lepasnya tali ari-ari dari puser bayi, dan Pihak yang terlibat dalam upacara cukuran
memohon keselamatan bayi tersebut. Ritual ini adalah orang tua bayi, bayi yang akan dicukur,
pada umumnya dilakukan oleh masyarakat orang yang memimpin upacara, serta kerabat
Sunda lapisan menengah ke atas. dan tetangga. Persiapan untuk upacara
Jumlah dan jenis makanan yang disajikan Cukuran adalah menyediakan perlengkapan
disesuaikan dengan hari kelahiran bayi berupa bubur gelintir yang nanti dihajatkan ke
(weton), yaitu senin (empat), selasa (tiga), rabu tetangga. Selain itu, menyediakan rupa-rupa
(tujuh), kamis (delapan), jumat (enam), sabtu kembang serta kain untuk membungkus
(sembilan), minggu (lima). Jika hari senin, rambut dan kembang.
maka makanan yang disajikan terdiri dari 4 Menurut Lubis (2011) upacara
macam, dan seterusnya. Setelah semua cukuran/marhaban. Upacara cukuran
makanan diberi wadah masing-masing, dimaksudkan untuk membersihkan atau
makanan tersebut diletakan di atas tikar, menyucikan rambut bayi dari segala macam

STIKes Dharma Husada Bandung 10


najis. Upacara cukuran atau marhabaan juga mengatur pola tidur atau istirahat agar
merupakan ungkapan syukuran atau terima manfaatnya bisa lebih efektif (Swasono, 2008)
kasih kepada Tuhan YME yang telah Menurut paraji sekitar tempat tinggal
mengkaruniakan seorang anak yang telah lahir Puskesmas Griya Antapani ibu post patum
dengan selamat. Upacara cukuran tidak boleh tidur di siang hari karena
dilaksanakan pada saat bayi berumur 40 hari. ditakutkan akan memperlambat proses
Pada pelaksanaannya bayi dibaringkan di penyembuhan.
tengah-tengah para undangan disertai Istirahat yang memuaskan bagi ibu yang baru
perlengkapan bokor yang diisi air kembang 7 merupakan masalah yang sangat penting
rupa dan gunting yang digantungi perhiasan sekalipun kadang-kadang tidak mudah dicapai.
emas berupa kalung, cincin atau gelang untuk keharusan ibu untuk beristirahat sesudah
mencukur rambut bayi. Pada saat itu mulailah melahirkan dan kehamilan dengan beban
para undangan berdoa dan berjanji atau kandungan yang berat dan banyak keadaan
disebut marhaban atau pupujian, yaitu memuji yang menganggu lainnya, serta pekerjaan
sifat-sifat nabi Muhammad saw. dan bersalin,bukan persiapan yang baik dalam
membacakan doa yang mempunyai makna menghadapi kesibukan yang akan terjadi pada
selamat lahir bathin dunia akhirat. Pada saat hal hari-hari postnatal akan dipengaruhi oleh
marhaban itulah rambut bayi digunting sedikit banyak hal : begitu banyak yang harus
oleh beberapa orang yang berdoa pada saat itu. dipelajari Asi yang diproduksi dalam
payudara, kegembiraan menerima kartu
Praktik Budaya Sunda Dalam Hal Aktivitas ucapan selamat, karangan bunga, hadiah-
Pada ibu Post partum di Wilayah Kerja hadiah serta menyambut tamu, dan juga
Puskesmas Griya Antapani Bandung kekhawatiran serta keprihatian yang tidak ada
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kaitannya dengan situasi ini. dengan tubuh
praktik budaya Sunda yang dilihat dalam yang letih dan mungkin Pula pikiran yang
aktifitas pada ibu Post partum hasil penelitian sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan
menunjukan sebagian besar berada pada dibantu agar mendapatkan istirahat yang
kategori ya yaitu sebanyak 22 orang (88,0%). cukup (Marin, 2009).
Hal tersebut kategori ya menyatakan bahwa Pantangan aktivitas pada ibu Post partum
pada ibu Post partum menunjukan ada praktik didapatkan sebagian besar menunjukan ibu
budaya Sunda yang di percayai sebagai post patum tidak boleh keramas setelah
aktivitas yang tidak boleh dilewati. melahirkan sebanyak 17 orang (68,8%). Hal
Aktivitas adalah suatu kegiatan yang masih tersebut sebagian masyarakat sekitar
berlaku di masyarakat yang sesuai dengan berpandangan terhadap budaya yang masih
kebiasaan adat istiadat pada praktik budaya berkembang ditempat tinggal mereka yaitu ibu
sunda. Berdasarkan hasil penelitian yang post patum tidak boleh keramas setelah
didapatkan pada ibu post partum tidak boleh melahirkan pantangan tersebut dikwatirkan
tidur siang setelah melahirkan yaitu sebanyak bayinya akan masuk angin. Sebagai gantinya
10 orang (40,0%). Hal tersebut menurut rambut cukup sekadar disiram dengan air
sebagian ibu post patum yang ada di dingin penyiraman ini diyakini agar darah
masyarakat berkembang larangan bagi ibu putih bisa turun dan tak menempel di mata
yang baru saja melahirkan tidak boleh tidur namun agar tak bau apek dan tetap harum
siang. Hal tersebut jika ibu dilanggar maka disarankan menggunakan pewangi tentu saja
darah putih akan naik ke mata sehingga pantangan semacam itu untuk kondisi jaman
menyebabkan mata minus, katarak, sayu, dan sekarang.
wajah pun terlihat tua Menurut Walyani (2015) personal hygiene
Tidur atau istirahat yang cukup sangat penting sangat penting untuk mencegah infeksi yang
bagi recovery pasca melahirkan ataupun diakibatkan personal hygine yang kurang baik.
involusi organ reproduksi sendiri. Selain itu Selain itu keramas sama seperti pada masa
istirahat dan tidur bagi ibu pasca melahirkan sebelum hamil dan bersalin, maka saat
sangat penting untuk mengembalikan energi kehamilan pun maka rambut tetap memerlukan
yang terkuras, baik karena proses persalinan perawatan yang baik. Minimal mencuci
atau aktivitas malam untuk menyusui dan rambut secara teratur, bila keringat berlebih
mengganti popok si Kecil. Namun, ada bisa dilakukan setiap hari.
beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam

STIKes Dharma Husada Bandung 11


Didapatkan pada ibu post patum tidak boleh menjaga bayi dan ibunya. Jika ada yang
membawa gunting saat pergi keluar rumah mendengar suara manuk koreak, bayi harus
yaitu sebanyak 13 orang (52,0%). Biasanya segera digendong. Burung koreak dipercaya
ibu muda yang baru hamil atau yang sedang sebagai representasi hantu yang hendak
menyusui anak dianjurkan oleh orang-orang menculik atau mengganggu bayi. Tidak hanya
tua untuk membawa gunting ketika keluar bayi yang diperlakukan khusus, pakaiannya
rumah atau ketika buang hajat. Kepercayaan pun diperlakukan khusus, yaitu jangan
seperti itu telah menjadi tradisi turun temurun menyimpan cucian baju bayi di kamar mandi
di sebagian masyarakat daerah setempat. Baik atau tidak boleh menyimpan pakaian bayi di
di pedesaan maupun di perkotaan. Bahkan di luar rumah selepas magrib. Jika hal ini
beberapa tempat, hal itu masih lazim terjadi dilakukan maka bayi akan sering mengamuk.
sampai saat ini karena gunting mudah dibawa, Kemudian ibu yang ingin anaknya amis budi
digembol (dimasukkan) ke dalam baju, jika atau murah senyum biasanya mengusapkan
ibu melakukan aktivitas tersebut bayi akan cincin emasnya ke mulut bayi.
terhindar dari gangguan setan. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan
Menurut kepercayaan daerah Puskesmas Griya dari praktik budaya sunda dalam hal aktivitas
Antapani pada ibu setelah melahirkan di dekat pada ibu Post partum yaitu ibu dilarang
ibu di letakan gunting dan saat bepergian si ibu membawa bayi keluar rumah setelah magrib
dianjurkan juga membawa gunting ini sebanyak 7 orang (28,0%). Hal tersebut
dipercaya dapat menangkal datangya mahluk kepercayaan orang Sunda asli, anak bayi tidak
jahat yang akan menggangu bayi. Ibu mertua boleh dibawa pergi keluar rumah saat maghrib
atau menurut nenek moyang mereka tiba. Setelah terpengaruh budaya agama Islam,
beranggapan bahwa membawa peniti, gunting seorang anak boleh dibawa keluar tetapi harus
dan bangle itu bisa menjadi pelindung calon dibacakan Al-Fatihah & Ayat Kursi &
bayi dan ibunya, bahkan melindungi bayi yang kemudian ditiupkan ke si anak. Surup, seorang
baru lahir sampai usia sekian tahun yang bayi juga harus dijaga baik-baik, dipangku, &
katanya dapat melindungi dan tidak tak boleh lepas dari pandangan mata agar tak
menimbulkan bencana. diculik oleh mahluk halus. Anak-anak tak
Berdasarkan hasil penelitian bahwa ibu Post boleh berdiri di depan pintu, & banyak lagi
partum tidak menyimpan gunting di bawah aturan-aturan serupa.
bantal sebanyak 10 orang (40,0%). Hal Menurut Lubis (2011) tidak boleh membawa
tersebut bahwa penduduk Sunda diwajibkan bayi keluar rumah setelah magrib karena bayi
menyimpan gunting dibawah bantal, karena yang baru lahir masih sangat berbau darah
dengan benda tajam tersebut dapat menghindar sehingga dapat menarik perhatian dari mahluk
dari marbahaya atau bahaya yang tidak halus dan membuat bayi rewel dan sakit-
diinginkan pada bayi dan ibu sendiri. sakitan.
Pada dasarnya kepercayaan orang tua jaman Sementara bagi bayi, balita dan anak-anak kita
dahulu, saat hamil dan melahirkan, perempuan pelarangan keluar rumah memberi pelajaran
memiliki aroma harum yang disenangi oleh dan membiasakan anak menjalani pola hidup
makhluk halus, ketika gunting dan peniti ini sehat. Alih-alih membiarkan anak keluar
berfungsi untuk menangkal agar ibu yang rumah atau justru orangtua mengajak anak
mempunyai anak tidak diganggu oleh makhluk jalan-jalan waktu maghrib bukankah lebih baik
halus. jika anak diajak sholat berjamaah, belajar
Menurut Lubis (2011) setelah melahirkan di bersama dan mendongeng. Terlebih bagi para
dekat ibu di letakan gunting dan saat bepergian bayi yang masih peka dan dalam masa
si ibu dianjurkan juga membawa gunting ini keemasan memori dan mengimitasi banyak
dipercaya dapat menangkal datangya mahluk hal. Kebiasaan mengajak para bayi sholat,
jahat yang akan menggangu bayi. belajar, membacakan doa harian dan
Berdasarkan hasil penelitian tentang pantangan mendongengi akan menjadi sebuah proses
aktivitas ibu Post partum tidak boleh pembelajaran yang tersimpan sebagai file
tinggalkan bayi sendirian sebanyak 9 orang dialam bawah sadar yang kelak akan
(36,0%). Hal tersebut jika bayi jangan pernah membantu mereka untuk mempelajari sesuatu
ditinggal atau tidur sendirian karena bayi dapat yang lebih rumit seiring pertambahan usia
diajak bermain oleh roh-roh jahat. Bahkan, di mereka.
sebagian tempat banyak orang sengaja

STIKes Dharma Husada Bandung 12


Jika sebagai orang tua, ibu yang mengandung, terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari
melahirkan dan membesarkan anak-anak pola-pola perilaku yang normatif. Artinya
dengan penuh cinta membiasakan diri untuk mencakup segala cara-cara atau pola-pola
menahan hasrat keluar rumah di waktu berpikir, merasakan dan bertindak.
maghrib, kelak sang buah hati pun akan SIMPULAN DAN SARAN
terpola dengan pembiasaan yang telah
dilakukan sejak dini. Dengan menjadikan Simpulan
maghrib sebagai waktu yang tepat untuk 1. Praktik budaya Sunda dalam hal makanan
belajar banyak hal bersama, di rumah, bersama pada ibu post partum sebagian besar
orang tua. menunjukan ada pantangan makan
Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan sebanyak 22 orang (88,0%), rata-rata
praktik budaya sunda yang dilihat dari makanan yang dipantang adalah makan
pantangan aktivitas pada ibu Post partum ibu terlalu banyak 16 orang (64,0%).
tidak boleh keluar rumah selama 40 hari 2. Praktik budaya Sunda dalam hal adat
sebanyak 7 orang (28,0%). Hal tersebut istiadat pada ibu post partum hampir
banyak orangtua muda zaman sekarang yang seluruhnya ibu post partum menunjukan
suka mengajak bayi mereka bepergian ke ada aturan adat istiadat sebanyak 25 orang
tempat umum, padahal kepercayaan orang (100%) Rata-rata adat istiadat yang
Sunda yang sering di pantang pada usia dilakukan yaitu upacara cukuran/marhaban
melahirkan pada ibu sebelum berusia 40 hari sebanyak 22 orang (88,0%).
bayi tidak boleh diajak keluar rumah. 3. Praktik budaya Sunda dilihat dalam
Pandangan secara medis menurut Walyani aktifitas pada ibu post partum menunjukan
(2011) pada ibu post partum 40 hari adalah sebagian besar ada ritual aktifitas pada ibu
waktu yang dibutuhkan bagi ibu untuk yaitu sebanyak 22 orang (88,0%). Rata-
memulihkan diri dari persalinan. Komplikasi rata ritual yang dilakukan yaitu ibu tidak
yang bisa saja terjadi setelah melahirkan antara boleh keramas setelah melahirkan
lain pembekuan darah, infeksi, atau sebanyak 17 orang (68,8%).
perdarahan. Hal ini umumnya terjadi dalam
dua minggu pertama setelah melahirkan, Saran
namun jarang terjadi. Karena itu kebanyakan 1. Bagi tenaga kesehatan
dokter menyarankan agar ibu menunggu Diharapkan dapat merubah kebiasaan
setidaknya tiga atau empat minggu sebelum masyarakat terutama pada ibu post partum,
keluar dari rumah. Untuk ibu yang bersalin sehingga perilaku ibu terhadap kesehatan
melalui operasi caesar, biasanya baru aman dapat berpengaruh positif.
untuk bepergian setelah enam minggu. 2. Bagi Puskesmas
Menurut kepercayaan parajai sekitar tempat Diharapkan pihak puskesmas mengadakan
tinggal mereka jika ibu keluar rumah selama penyuluhan tentang pengetahuan, sikap
40 hari karena ditakutkan akan mendapat dan perilaku, sehingga pantangan makan,
gangguan dari mahluk halus. adat istiadat dan ritual dapat dilakukan
Kebudayaan sebagai suatu system berisi dengan hasil positif, sehingga ibu dan
komponen-komponen budaya. Komponen bayinya hidup sehat.
yang abstrak dari kebudayaan terdiri dari 3. Bagi penelitian selanjutnya
pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, konsep- Diharapkan dapat meneliti lebih lanjut
konsep, tema-tema berpikir, dan keyakinan- tentang praktik budaya sunda dengan
keyakinan. System budaya adalah bagian dari variabel yang berebeda, seperti pengaruh
kebudayaan (Purwoastuti dan Walyani, 2015). prilaku ibu dengan kebiaasan adat Sunda.
Menurut Soekanto (2012) kebudayaan adalah
kompleks yang mencakup pengetahuan, DAFTAR PUSTAKA
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat
istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan A.Alimul Hidayat. 2007. Metode penelitian
serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan kebidanan Dan Tehnik Analisis Data.
oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Surabay: Salemba
Kata lain, kebudayaan mencakup semuanya Alex, 2010. Konsep Makanan Empat Sehat
yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia Lima Sempurna Sangat Diperlukan
sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan

STIKes Dharma Husada Bandung 13


Untuk Ibu Post Partum. Yogyakarta: Swasono, 2008. Kehamilan, Kelahiran,
PUSTAKAPRESS Perawatan Ibu dan Bayi Dalam Konteks
Baety, 2011. Biologi Reproduksi Kehamilan Budaya.Jakarta : UI Press.
dan Persalinan. Edisi 1. Yogyakarta: Swasono. 2008. Pengaruh nilai budaya
Graha Ilmu, terhadap ibu hamil, bersalin dan nifas.
Dumantuban. 2012. Kebudayaan dan Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Kesehatan Dalam Persfektif Syarifudin dan Maryam. 2013. Sosial budaya
Antropologi. Kesehatan: Jakarrta EGC dasar untuk mahasiswa kebidanan.
Ekowati, 2012. Kepercayaan Adat Budaya Jakarta: TIM
Pada Ibu Post Partum. Diakses dari WHO. 2014. Data angka kematian ibu
https://tonydreamtheater.wordpress.com diseluruh dunia. Diakses dair
. Diunduh pada tanggal 08 Februari http://www.who.int/ diunduh pada
2017. tangga 12 september 2016.
Foster dan Anderson, 2006. Antropologi Winarno. 2012. Pewarisan kebudayaan yang
Kesehatan. Jakarta: Penerbit Universitas bersifat vertical. Jakarta: EGC
Indonesia.
Indriyani. 2013. Keperawatan Maternal Pada
Area Antenatal. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Intan dkk, 1998. Upacara Puputan. Diakses
dari http://portalcirebon.blogspot.co.id.
Diunduh pada tanggal 08 Februari 2017.
Lubis, dkk. 2011. Sejarah Kebudayaan Sunda.
Jawa Barat: Yayasan Masyarakat
Sejarawan Indonesia
Marin, 2009. Pantangan dalam makanan dan
syuran untuk ibu hamil dan masa nifas.
Jakarta : EGC.
Ngatimin. 2013. Kepercayaan dan Nilai-Nilai
Sosial-Budaya. Makasar: Yayasan PK3
Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Notoatmodjo. 2012. Pendidikan Kesehatan.
Jakarta: Rineka Cipta
Notoatmodjo. 2013. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Purwoastuti dan Walyani. 2015. Ilmu Sosial
dan Budaya Dasar Pada Kebidanan.
Yogyakarta: PUSTAKAPRESS

Saleha 2009. Asuhan Kebidanan pada Masa


Nifas, Jakarta: Salemba. Medika.
Sarwono, 2005. Ilmu kebidanan. Jakarta :
Yayasan Bina Pustaka.
SDKI. 2015. Survey Demografi Kesehatan
Indonesi Tahun 2013-2015. Angka
Kematian Ubu di Indonesia
Suekanto. 2012. Pola Hidup Dalam
Kebudayaan. Jakarta
Suprabowo, 2006. Praktik Budaya dalam
kehamilan, Persalinan dan Nifas.
Diakses dari
http://jurnalkesmas.ui.ac.id. Diunduh
pada tanggal 08 Februari 2017.

STIKes Dharma Husada Bandung 14