Anda di halaman 1dari 5

JURNAL KESEHATAN

PENDEKATAN KULTURAL DALAM PRAKTEK


KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RUMAH SAKIT
JOGJA INTERNATIONAL HOSPITAL

sebagai tugas mata kuliah psikososial dan budaya dalam keperawatan

OLEH:

RIAN RUSTANDI

C.0105.16.121

PRODI S1 KEPERAWATAN NON REGULER (UMUM)


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BUDI LUHUR CIMAHI
2017
ANALISIS JURNAL

Judul
PENDEKATAN KULTURAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN

PROFESIONAL DI RUMAH SAKIT JOGJA INTERNATIONAL

HOSPITAL

Penulis
Siti Lestari
Widodo
Sumardino

Tahun Jurnal
2014

Metode penelitian
metode penelitian yang digunakan oleh penelitia yaitu metode kualitatif.
tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan

tujuanpenelitian. Dalam penelitian kualitatif, sampel sumber data dipilih dan

mengutamakan prespektif emic, Sampel sumber data adalah perawat yang

memilki pengalaman berinteraksi dengan klien yang memiliki pandangan

atau latar belakang budaya yang berbeda. Tehnik pengumpulan data

digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), yang dilakukan dalam 3

tahap atau 3 kelompok,


Instrumen penelitian yang utama adalah peneliti sendiri. Akan tetapi setelah

Focus penelitian menjadi jelas Maka dikembangkan instrument penelitian

(alat bantu atau guide interview) yang akan mempertajam hasil penelitian.

Alat bantu lain yang digunakan adalah kamera, kaset, tape recorder dan buku
catatan lapangan. Pengembangan validitas data yang diperoleh pada

penelitian ini dengan cara triangulasi


Tempat penelitian
Penelitian ini dilakukan di Jogja International Hospital (JIH) Yogyakarta

Analisis hasil penelitian


1. Persepsi terhadap pentingnya pengetahuan tentang budaya
Dalam penelitian ini di dapatkan hasil bahwa Sebagian besar perawat

mempunyai persepsi bahwa pentingnya pengetahuan tentang budaya,

dalam penelitian ini juga terungkap bahwa alasannya sangat bervariasi.

Misalnya adalah agar mereka dapat mengerti/memahami dan

menempatkan diri atau menyesuaikan diri dengan pasiennya. Cultural

Shock akan dialami oleh klien pada suatu keadaan dimana perawat tidak

mampu beradaptasi dengan perbedaan nilai budaya dan kepercayaan. Hal

ini dapat menyebabkan munculnya rasa ketidaknyamanan dan beberapa

mengalami disorientasi
2. Sikap perawat terhadap klien denganbudaya yang berbeda
Dalam penelitian ini di dapatkan hasil bahwa pentingnya Menghargai budaya

pasien agar supaya pasien atau kelurga pasien merasa di hargai.


Didapatkan juga dalam penelitian ini bahwa sebagai perawat harus Memahami

budaya pasien dan Negosiasi dengan pasien atau keluarga artinya kita harus

tetap memahami kebudayaan pasien namun jika kebudayan tersebut justru

membahayakan kesehatan pasein atau memperberat penyakit pasein maka

kewajiban kita adalah untuk bernegosisasi dengan keluarga atau pasien dengan

cara penejelasan dan penjabaran yang mudah di pahami dan tidak bersikap

mengancam, dan perlu juga untuk Memberikan inform consent yang wajib

ditandatangani oleh pasien maupun keluarga bila tidak diperoleh kesepahaman

3. Hambatan perawat berhubungan perbedaan budaya


Dalam penelitian ini di dapatkan hasil bahwa hambatan yang di daptkan

perawat yaitu komunikasi karena terkait bahasa yang berbeda.


4. Pendekatan Budaya

Pendekatan yang harus di lakukan adalah dengan Pengkajian saat

wawancara. Lalu selajutnya Penyusunan intervensi harus memperhatikan

aspek budaya pasien. Serta dalam Implementasi dilakukan dengan

melibatkan keluarga

Kesimpulan
Merujuk pada penilitin ini dapat di simpulkan bahwa perawat sebagai tenaga

kesehatan yang mendampingi pasien setiap waktu haruslah memiliki

pengetahuan budaya yang luas, berbagai budaya harus di kuasai sehingga

akan terciptanya pelayanan keperawatan yang komperhensif, dalam peleitian

ini juga dapat di tarik kesimpulan bahwa hambatan dalam menjalankan

asuhan keperawatan yang berbeda kebudayaan adalah dalam hal komunikasi

maka perlunya tenaga keperawatan minimal mengenal berbagai bahasa, tidak

harus bisa namun dengan mengenal bahasanya akan menimbulkan efek

domino kea rah positif dimana pasien atau keluarga pasien merasa di haragai.

Perawat juga harus panadai dalam pendekatan kepada peasien dalam hal ini

terutama dalam menggali segala sesuatu hal budaya pasien yang berkaitan

dengan penyembuhan penyakit pasien, jika ada kesalah pahaman atau

menghambat penyembuhan pasein maka perawat harus berperan sebagai

educator tapi tentunya tidak memaksakan kehendak melainakan dengan

mendiskusikannya yang bersifat persuasif.

Lampiran Jurnal