Anda di halaman 1dari 8

SAP

VARICELLA (CACAR AIR)


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Keperawtan Anak

Disusun oleh :
Fahmia Fauziah Mubarok
34403515050
KELAS 2A

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD)
Jl. Pasir Gede Raya No.19 Tlp. (0263) 267206 Fax. 270953 Cianjur 43216
2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Varicella ( cacar air)


Sasaran : Orang tua yang mempunyai bayi dan balita
Hari/tanggal : Kamis, 24 April 2017
Waktu pertemuan : 09.00 WIB
Tempat : Desa Sukamaju
Penyuluh : Fahmia Fauziah Mubarok

A. LATAR BELAKANG
Cacar air merupakan infeksi sangat menular yang disebabkan oleh
virus varisela zoster. Cacar air dijangkiti melalui batuk dan bersin serta
sentuhan langsung dengan cairan dalam lepuh cacar air. Penyakit ini
biasanya tidak parah dan hanya singkat di kalangan anak sehat, adakalanya
cacar air akan menjadi penyakit yang lebih parah, misalnya infeksi bakteri
pada kulit yang mengakibatkan bekas luka, radang paru-paru, atau radang
otak
Cacar air mungkin menimbulkan risiko terhadap bayi dalam
kandungan jika terjangkit sewaktu hamil. Cacar air dapat menyebabkan
penyakit parah, bahkan maut, pada tiap golongan usia. Waktu inkubasi
untuk cacar air adalah 10 sampai 21 hari, diikuti dengan ruam berbintik
merah pada mulanya, yang kemudian menjadi lepuh dalam waktu
beberapa jam. Bintik-bintik ini biasanya timbul di badan, muka dan bagian
tubuh yang lain. Banyak orang yang menderita infeksi cacar air mengalami
demam dan merasa kurang sehat dan mungkin merasa gatal sekali.
Siapapun yang belum pernah menderita cacar air dapat terjangkit.
Siapapun yang pernah menderita cacar air dianggap kebal dan tidak
memerlukan vaksin. Sekitar 75% dari masyarakat menderita infeksicacar
air sebelum usia 12 tahun.

B. TUJUAN

1 Tujuan Instruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, sasaran mampu
memahami dan mengenal penyakit Varicella ( cacar air )

2 Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan diharapkan sasaran
mampu :
a. Menjellaskan kembali pengertian Varicella ( cacar air )
b. Menjelaskan kembali penyebab Varicella ( cacar air )
c. Menjelaskan bagaimana cara penularan Varicella ( cacar air )
d. Menjelaskan tanda dan gejala Varicella ( cacar air )
e. Menjelaskan bagaimana cara pengobatan Varicella ( cacar air )

C. MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Varicella ( cacar air )
2. Penyebab Varicella ( cacar air )
3. Tanda gejala Varicella ( cacar air )
4. Cara pengobatan Varicella ( cacar air )

D. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

E. MEDIA
1. Leaflet

F. KEGIATAN PENYULUHAN

No Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Sasaran


1 5 menit Pembukaan :
Mengucapkan salam Menjawab salam
Memperkenalkan diri Menyimak
Menjelaskan maksud dan tujuan
2 10 menit Isi materi :
Menjelaskan pengertian Varicella Menyimak
( cacar air )
Menjelaskan penyebab penyakit
Varicella (cacar air )
Menjelaskan cara penuaran
penyakit Varicella (cacar air )
Menyebutkan tanda dan gejala
penyakit Varicella ( cacar air )
Menyebutkan penatalaksanaan
pengobatab Varicella (cacar air )
3 5 menit Penutup :
Memberikan kesempatan Bertanya
bertanya Menyimak
Menyimpulkan isi materi Merespon
Memberikan leaflet Menjawab salam
Mengucapkan salam penutup

A. EVALUASI
1. Prosedur : Akhir penyuluhan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuk soal : Tanya jawab
4. Jumlah soal : 3 soal
5. Jenis soal :
a. Apa yang dimaksud dengan Varicella ( cacar air ) ?
b. Apa tanda gejala Varicella ( cacar air ) ?
c. Bagaimana cara pengobatan Varicella ( cacar air )?
6. Jawaban soal :
a. Cacar air merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus
varicella-zoster (virus cacar air), menyerang ketika ketahanan
tubuh melemah atau kondisi tubuh sedang tidak fit. Cacar air
menular melalui udara saat pasien bersin, batuk atau melalui
sentuhan langsung dengan cairan cacar.
b. Penyebab Penyakit Cacar Air lainya yaitu:
1) Disebabkan Oleh Virus Varicella-zoster
2) Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh
3) Pola Hidup tidak Sehat
4) Hidup dalam Lingkungan tidak Bersih atau tidak Sehat
5) Penularan dari Orang Lain
c. Cara pengobatannnya
1) Mandi menggunakan air hangat
2) Menggunakan lotion dari dokter pada daerah yang gatal
3) Istirahat yang cukup
4) Makan makanan yang bergizi yang dapat menambah kekuatan
sistem kekebalan tubuh
5) Menggunakan pakaian yang sedikit longgar supaya tidak
membuat luka.
6) Lakukan konsultasikan dengan dokter, juga berkonsultasi
dengan dokter jika benjolan pecah dan menjadi terinfeksi atau
jika ada bintik-bintik di mata, telinga atau mulut.
7) Harus menerapkan pola hidup sehat dengan rajin konsumsi
buah dan sayur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
supaya tubuh dapat terbebas dari serangan berbagai virus
penyebab gejala penyakit cacar air.

TEORI
VARISELA (CACAR AIR)

A. DEFINISI
Varisela (cacar air) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh
infeksi virus varicella-zoster (virus cacar air). Virus ini menimbulkan reaksi
menyeluruh, bukan bersifat lokal. Cacar air merupakan penyakit kulit yang
umum dikenal masyarakat. Hampir semua orang dari anak-anak sampai
dewasa pernah terkena cacar air, yang perlu diperhatikan adalah virus ini
menyerang ketika ketahanan tubuh melemah atau kondisi tubuh sedang tidak
fit. Cacar air menular melalui udara saat pasien bersin, batuk atau melalui
sentuhan langsung dengan cairan cacar.

B. PENYEBAB
Cacar air disebabkan oleh adanya virus varicella-zoster. Virus ini
ditularkan melalui percikan ludah atau melalui benda-benda yang
terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa menularkan
penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang terakhir telah
mengering.
Karena itu, untuk mencegah penularan sebaiknya
penderita diisolasikan (diasingkan). Jika seseorang pernah menderita cacar air,
maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi.
Tetapi virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang
menjadi aktif dan menyebabkan Herpes zoster. Penyebab Penyakit Cacar Air
lainya yaitu:
1. Disebabkan Oleh Virus Varicella-zoster
2. Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh
3. Pola Hidup tidak Sehat
4. Hidup dalam Lingkungan tidak Bersih atau tidak Sehat
5. Penularan dari Orang Lain

C. CARA PENULARAN
Secara umum, penyakit ini menular jika ada kontak langsung dengan
penderita. Cacar air sendiri dapat menular melalui bersin, batuk, pakaian
pasien yang tercemar, serta sentuhan gelembung/lepuh yang pecah. Perlu juga
diwaspadai kontak virus yang berasal dari air ludah atau liur dari penderita
cacar air.

D. TANDA GEJALA
Waktu inkubasi untuk cacar air adalah 10 sampai 21 hari, diikuti dengan
ruam berbintik merah pada mulanya, yang kemudian menjadi lepuh dalam
waktu beberapa jam. Bintik-bintik ini biasanya timbul di badan, muka dan
bagian tubuh yang lain. Banyak orang yang menderita infeksi cacar air
mengalami demam dan merasa kurang sehat dan mungkin merasa gatal sekali.
Siapapun yang belum pernah menderita cacar air dapat terjangkit. Siapapun
yang pernah menderita cacar air dianggap kebal dan tidak memerlukan vaksin.
Sekitar 75% dari masyarakat menderita infeksi cacar air sebelum usia 12
tahun.
Cacar air berbeda dengan cacar biasa. Bekas gelembung yang ditimbulkan
itu pada umumnya akan hilang, kecuali satu dua buah yang gelembungnya
terkena infeksi dan merusak seluruh lapisan kulit.
Gejalanya demam dan lesu, kemudian demamnya menurun lalu timbul
bercak-bercak merah yang mempunyai gelembung kecil diatasnya. Isi
gelembung biasanya bening, tetapi bila terkena infeksi akan bernanah.
Gelembung yang bernanah inilah kadang-kadang menimbulkan bekas setelah
sembuh.
E. CARA PENGOBATAN
1. Mandi menggunakan air hangat
2. Menggunakan lotion dari dokter pada daerah yang gatal
3. Istirahat yang cukup
4. Makan makanan yang bergizi yang dapat menambah kekuatan sistem
kekebalan tubuh
5. Menggunakan pakaian yang sedikit longgar supaya tidak membuat luka.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengobati penyakit cacar air ini, yaitu:

1. Segera periksakan penderita cacar air ke dokter untuk mendapatkan


pengobatan yang lebih baik. Umumnya dokter akan memberi beberapa
obat seperti obat penurun panas untuk mengatasi demam, vitamin untuk
menambah daya tahan tubuh dan antivirus cacar air baik obat maupun
salep seperti salah satunya adalah Asiklovir.
2. Mandi secara teratur pagi dan sore. Gunakan sabun yang mengandung
antispetik yang banyak dijual atau dengan resep dokter yang bisa dibeli di
apotik.

3. Hindari pemakaian bedak tabur saat gelembung pecah. Hal ini disebabkan
pemberian bedak akan menambah perluasan penyebaran cairan dari cacar
air yang berisi virus ke kulit yang sehat. Pakailah salep yang telah di
resepkan dokter seperti Asiklovir atau salep betadine, agar luka cepat
mengering.

4. Hindari menggaruk luka bekas cacar air yang telah mengering agar tidak
membekas.