Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan
dukungan fisik pada makahluk hidup. Manusia dalam kesehariannya
banyak melakukan aktivitas seperti bekerja, berlari, berjalan, duduk,
dan berdiri. Untuk melakukan kegiatan tersebut ditunjang dengan
adanya sistem rangka. Secara umum fungsi sistem rangka yaitu
membentuk kerangka yang kaku dengan jaringan- jaringan dan organ-
organ yang melekat padanya.
Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan
yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligament, tendon, otot, dan
organ lainnya. 206 tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka.
Tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh
bentuk energy paling murni didalam tubuh.
Tulang juga merupakan organ yang mengandung mineral
kalsium paling banyak diantara organ tubuh lainnya. Rangka tubuh
manusia tersusun atas berbagai bentuk tulang yang saling
berhubungan. Secara garis besar tulang-tulang yang menyusun
rangka tubuh dikelompokkan menjadi tulang-tulang tengkorak, tulang-
tulang badan, dan tulang-tulang anggota badan.
Adapun hal yang melatar belakangi diadakannya praktikum ini
adalah untuk mengetahui lebih jelas mengenai kerangka tubuh pada
manusia beserta bagian-bagian.
Farmasi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara membuat,
mencampur, menganalisis serta menstandarkan obat dan
penggunaannya secara aman. Maka dalam hal ini berkaitan dengan
dilakukannya percobaan ini guna mengetahui obat-obat saja yang
perlu atau bekerja pada sistem rangka jika terjadi kelainan pada
rangka tubuh manusia agar penggunaan obat tersebut dapat
mencapai efek terapeutik
I.2. Maksud dan Tujuan
I.2.1. Maksud Percobaan
Adapun maksud dari praktikum ini adalah untuk mengetahui

dan memahami bagian dan fungsi sistem rangka.

I.2.2. Tujuan Percobaan


Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui struktur-
struktur dan jenis serta jumlah tulang penyusun rangka manusia.

I.3. Prinsip Percobaan


Adapun prinsip percobaan dari praktikum ini yaitu mengamati
sistem rangka secara spesifik dengan menggunakan torso manusia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Teori Umum
Kerangka adalah struktur padat yang dapat bergerak dan
menyangga tubuh. Kerangka rata- rata memiliki 206 tulang
(Parker; 2011).
Kerangka merupakan salah satu sistem penegak dan
penggerak tulang- tulang manusia dihubungkan satu dengan yang lain
melalui persendian sehingga terbentuk sistem lokomotor pasif.
Rangka manusia tersusun dari 206 tulang yang dipersambungkan
oleh persendian (Syaifuddin; 2011)
Tulang adalah jaringan yang paling keras diantara jaringan ikat
lainnya yang terdiri atas hampir 50% air dan bagian padat, selebihnya
terdiri dari bahan mineral terutama kalsium kurang lebih 67% dan
bahan seluler 33% (Widia; 2015).
Tulang terdiri atas :
1. Tengkorak otak 8 buah
2. Tengkorak wajah 4 buah
3. Tulang telinga 6 buah
4. Tulang lidah 1 buah
5. Tulang kerangka dada 25 buah
6. Tulang belakang dan gelang panggul 26 buah
7. Tulang anggota gerak atas 64 buah
8. Tulang anggota gerak bawah 62 buah (Syaifuddin; 2011).
Fungsi dari tulang yaitu sebagai berikut :
1. Mendukung jaringan tubuh dan memberikan bentuk tubuh.
2. Melindungi organ tubuh ( jaringan, otak, paru-paru, dan jaringan
lunak ).
3. Memberikan pergerakan (otot berhubungan dengan kontraksi dan
pergerakan).
4. Membentuk sel-sel darah merah didalam sum-sum tulang.
5. Menyimpan garam - garam mineral (kalsium, fosfor, magnesium,
dan fluor) (Widia; 2015).
Klasifikasi tulang kerangka diklasifikasikan sesuai dengan bentuk
dan formasinya, yaitu :
1. Tulang panjang atau tulang pipa
Dijumpai dalam anggota gerak. Tulang pipa bekerja sebagai
alat ungkit tubuh dan memungkinkannya bergerak.
2. Tulang pendek
Contoh yang baik dapat dilihat pada tulang-tulang karpalia di
tangan dan tarsalia di kaki.
3. Tulang pipih
Terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan
ditengahnya lapisan tulang seperti spons. Tulang ini dijumpai di
tempat yang memerlukan perlindungan seperti pada tulang
tengkorak.
4. Tulang tak beraturan
Tidak dapat dimasukkan dalam salah satu dari ketiga kelas
tadi contoh tulang tak beraturan tadi adalah vertebra dan tulang
wajah.
5. Tulang sesamoid
Tulang ini berkembang dalam tendon otot-otot dan dijumpai di
dekat sendi. Patella adalah contoh yang terbesar jenis ini
(Pearce, 2013).
Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagaian
yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak
(apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia
dewasa pada umumnya, sedangkan bagian apendikular terdiri dari
126 tulang dada (Luklukaningsih; 2011).
Bagian aksial terdiri dari :
1. Tulang tengkorak terdiri dari :
a. Tulang tempurung kepala
Tulang dahi ( Os frontale )
Tulang kepala belakang ( Os occipital )
Tulang ubun-ubun ( Os parietale )
Tulang tapis ( Os ethmoidale )
Tulang baji ( Os sphenoidale )
Tulang pelipis ( Os temporale )
b. Tulang muka
Tulang hidung ( Os nasale )
Tulang langit-langit ( Os pallatum )
Tulang air mata( Os lakrimal )
Tulang rahang atas ( Os maxilla )
Tulang rahang bawah ( Os mandibular )
Tulang pipi ( Os zygomaticum )
Tulang lidah ( Os hyoideum )
2. Tulang dada
Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu :
Hulu ( Os manubrium sterni )
Badan ( Os corpus sterni )
Taju pedang ( Os xiphoid processus )
3. Tulang rusuk
Tulang rusuk sejati ( Os costa vera )
Tulang rusuk palsu ( Os costa suria )
Tulang rusuk melayang ( Os costa fluctuantes )
4. Tulang belakang
Tulang leher ( Os cervical )
Tulang punggung ( Os thoracalis )
Tulang pinggang ( Os lumbar )
Tulang kelangkang ( Os sacrum )
Tulang ekor ( Os cocigeus )
5. Tulang gelang bahu
Tulang belikat ( Os scavula )
Tulang selangka ( Os Clavicula )
6. Tulang gelang panggul
Tulang usus ( Os ilium )
Tulang pinggul ( Os pelvis )
Tulang duduk ( Os ichium )
Tulang kemaluan ( Os pubis )
Bagian apendikular terdirir atas :
1. Tulang lengan
Tulang lengan atas ( Os humerus )
Tulang hasta ( Os ulna )
Tulang pengumpil ( Os radius )
Tulang telapak tangan ( Os metacarpal )
Tulang jari tangan ( Os phalanges )
2. Tulang tungkai
Tulang paha ( Os femur )
Tulang tempurung lutut ( Os patella )
Tulang kering ( Os tibia )
Tulang betis ( Os fibula )
Tulang pergelangan kaki ( Os tarsal )
Tulang telapak kaki ( Os metatarsal )
Tulang jari kaki ( Os phalanges )
( Luklukaningsih; 2011 )
Adapun gangguan pada sistem rangka adalah sebagai berikut
1. Kelainan tulang karena kebiasaan yang salah :
a. Lordosis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke belakang.
b. Kiposis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke belakang.
c. Scoliosis, tulang punggung yang bengkok kekiri atau ke
kanan.
2. Kelainan tulang karena kekurangan gizi
Kekurangan zat gizi seperti vitamin D, zat kapur, dan fosfor
dapat menimbulkan gangguan proses pemebntukan tulang,
biasanya terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dan kaki
berbentuk O dan X.
3. Fraktura ( patah tulang ).
4. Karena adanya kuman (Luklukaningsih; 2011).
Jaringan tulang terdiri dari dua macam yaitu :
1. Tulang padat adalah material keras yang membentuk tulang
panjang dan permukaan luar dari tulang tulang lain.
2. Tulang spons terdiri atas lempengan lempengan tipis yang
bentuknya tidak beraturan disbut trabekula, tersususn dalam
jaringan berkisi-kisi (Suarnianti; 2016).
Persendian hubungan antara tulang yang satu dengan tulang
yang lain. Pada ujung-ujung tulang terdapat tulang rawan yang
merupakan bantalan sehingga tulang tidak langsung bertemu dengan
tulang lain. Tulang-tulang pada persendian diikat oleh suatu bahan
yang kuat dan lentur yang disebut ligamen.Persendian diikat pula oleh
otot-otot yang sangat kuat. Berdasarkan sifat gerak sendi dibedakan
menjadi sendi mati (sinartrosis). Sendi gerak (diartrosis), dan sendi
kaku (amfartrosis) (Farandika; 2014).
Berdasarkan arah pergerakannya persendian diartrosis dapat
dikelompokkan menjadi sendi peluru, sendi putar, sendi pelana , sendi
engsel, dan sendi luncur (Farandika; 2014).
1. Sendi peluru, merupakan persendian yang memungkinakan
gerakan ke segala arah. Dapat ditemukan pada hubungan antar
lengan atas dan tulang belikat dan tulang paha dengan tulang
pinggul.
2. Sendi putar merupakan persendian yang memungkinkan gerak
berputar atau rotasi. Dapat ditemukan pada hubungan lengan atas
dan lengan bawah, serta diantara tulang tengkorak dan tulang
atlas.
3. Sendi pelana merupakan persendian yang memungkinkan
beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke semua arah. Ditemukan
pada telapak tangan dan jari-jari tangan.
4. Sendi ensel merupakan persendian yang memungkinkan gerakan
ke satu arah. Ditemukan pada hubungan antarruas jari, siku, dan
lutut.
5. Sendi luncur. Merupakan persendian yang memungkinkan gerak
rotasi pada satu bidang datar saja ditemukan pada pergelangan
kaki (Iriant;, 2013).
Klasifikasi Persendian secara structural
1) Persendian fibrosa, persendiaan yang tidak memiliki rongga
2) Persendian kartilago, tidak memiliki rongga diperkokoh dengan
jaringan kartilago
3) Persendian synovial, memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan
kapsul dan ligament articular (Setiadi; 2016).
Otot adalah spesialis kontraksi pada tubuh. Otot rangka melekat
ke tulang. Kontraksi otot rangka menyebabkan tulang tempat otot
tersebut melekat bergerak, yang memungkinkan tubuh melaksanakan
berbagai aktivitas motorik (Sherwood; 2012).
Otot merupakan sebuah jaringan konektif yang memiliki tugas
berkontraksi, yaitu menggerakkan bagian-bagian tubuh, baik yang
disadari maupun yang tidak disadari gerakan tersebut merupakan
kerjasama antara otot dan tulang tulang tidak dapat berfungsi sebagai
alat gerak jika tidak digerakkan oleh otot, karena otot memiliki
kemampuan berkontraksi (Sarwadi; 2014)
Otot bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya
berelaksasi sehingga otot bisa menggerakkan berbagai bagian dari
tubuh manusia. Seperti lutut yang bisa di bengkokkan dan diluruskan
(Sarwadi; 2014).
Adapun struktur otot yaitu:
Otot lurik atau otot sadar terdiri atas kelompok sel sangat
panjang tersusun padat yaitu serat otot. Serat ini dikelompokkan
dalam gulungan (fasikel). Serat otot umumnya berukuran panjang 2-3
cm dan berdiameter 0,05 mm dan terdiri atas struktur lebih tipis
miofobril mengandung filamen otot tebal dan tipis yang terbentuk
terutama dari protein aktin dan myosin. Sejumlah besar kapiler
memberikan pasokan oksigen dan glukosa yang dibutuhkan otot untuk
dapat berkontraksi (Parker; 2011).
Jenis-Jenis otot, yaitu :
1. Otot polos
Otot polos tampak tersusun dalam dua lapisan, lapisan dalam
sel otot polosnya tersusun melingkar dan lapisan sebelah luar sel-
sel otot polosnya tersusun memanjang.
2. Otot rangka
Serabut otot pada penampang memanjangnya tampak
sebagai pita-pita panjang yang tersusun sejajar satu sama lain.
3. Otot jantung
Otot jantung berbeda dengan otot rangka, Karena sel-selnya
panjang, bercabang, dan bergabung satu sama lain dengan
perantaraan cabangnya sehingga membangun suatu jala
(Luklukaningsih; 2011).
BAB III
METODE KERJA
III.1 Alat dan Bahan
III.1.1 Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah
model rangka manusia, dan alat tulis.
III.2 Cara Kerja
1. Mengamati gambar rangka manusia, dan membandingkan
tulang-tulang pembentuk anggota gerak dimulai dari bagian
atas samapai bawah anggota tubuh.
2. Mencatat hasil pengamatan dengan melengkapi nama-nama
tulang (Indonesia + latin) serta jumlah dari masin-masing tulang
pada gambar yang tersedia.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
IV.1 Rangka Manusia

Keterangan :
1. Frontal 2. Parietal
3. Temporal 4. Occipital
5. Zygomatikum 6. Maxilla
7. Mandibular 8. Cervical vertebrae
9. Nasal bone 10. Sternum
11. Humerus 12. Ulna
13. Radius 14. Lumbar vertebrae
15. Pelvis 16. Sacrum
17. Fovea kapitis 18. Femur
19. Patella 20. Tibia
21. Fibula 22. Trokanter mayor
23. Kondilus 24. Condyles medialis
25. Clavicula 26. Epicondylus lateralis
27. Processus olecrani 28. Cartilage costalis
29. Scapula
IV. 2 Tulang pembentuk tengkorak

Keterangan :
1. Sfenoid 2. Temporal
3. Frontal 4. Parietal
5. Oksipital 6. Maksila
7. Mandibula 8. Zigomatikum
9. Nasale 10. Lakrimalis
11. Hyoideum

IV.3 Ruas ruas tulang belakang

Keterangan :
1. Vertebra serviks 2. Vertebra toraks
3. Vertebra lumbal 4. Vertebra sacralis
5. Vertebra coccygeae
IV.4 Tulang penyusun tulang dada

Keterangan :
1. Manubrium sterni 2. Korpus Sterni
3. Xypoid Process 4. Costa vera
5. Costaspuria 6. Costa Fluitantes

IV. 5 Tulang pembentuk anggotak gerak


1. Tulang anggota gerak atas

Keterangan :
1. Humerus 2. Ulna
3. Radius 4. Karpal
5. Metakarpal 6. Phalanges)
2. Tulang anggota gerak bawah

Keterangan :
1. Femur 2. Patella
3. Fibula 4. Tibia
5. Tarsal 6. Metatarsal
7. Phalanges
BAB V
PEMBAHASAN

Kerangka (sistem skeleton) merupakan rangkaian tulang yang


mendukung dan melindungi beberapa organ lunak, serta tempat
melekatnya otot. Untuk kepentingan ilmu pengetahuan rangka kemudian
digolongkan menjadi rangka aksial, rangka apendikular dan persendian
antar tulang
Tulang merupakan bagian dari jaringan ikat didalam tubuh.
Berdasarkan bentuk dan formasinya, tulang-tulang kerangka
diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yaitu; tulang panjang atau tulang
pipa, tulang pendek, tulang pipih, tulang tak beraturan, dan tulang
sesamoid. Tulang diselimuti dibagian luar oleh membrane fibrus padat
disebut periosteum. Periosteum memberikan nutrisi pada tulang dan
memungkinkan tumbu, selain sebagai tempat pelekatan tendon dan
ligament. Periosteum mengandung syaraf, pembuluh darah dan limfatik
Susunan kerangka terdiri dari susunan berbagai macam tulang-
tulang yang banyaknya kira-kira 206 buah tulang yang saling
berhubungan satu sama lainnya, yang terdiri dari tulang kepala yang
berbentuk tengkorak (8 buah); tulang wajah (14 buah); tulang telinga
dalam (6 buah); tulang lidah (1 buah); tulang yang membentuk kerangka
dada (25 buah); tulang yang membentuk tulang belakang dan gelang
pinggul (26 buah); tulang anggota yang membentuk lengan (anggota
gerak atas) (64 buah); tulang yang membentuk kaki (anggota gerak
bawah) (62 buah).
Tulang tengkorak terdiri atas tulang frontal (tulang dahi), tulang
parietal (tulang ubun-ubun), dan tulang oksipital (tulang kepala belakang);
dasar tengkorak, terdiri dari tulang sfenoidal (tulang baji), dan tulang
etmoidal (tulang lapis). Tengkorak wajah dibagi atas dua bagian yaitu,
bagian hidung dan bagian rahang. Bagian hidung terdiri dari tulang
lakrimal (tulang air mata).
Bagian rahang; terdiri dari tulang maksilaris. Tulang zigomatikum
(tulang pipi), tulang palatum (tulang langit-langit), tulang mandibula (tulang
rahang bawah). Dan tulang hyoid ( tulang lidah). Kerangka dada,
tersusun atas tulang keras dan tulang rawan. Kerangka dada dibentuk
oleh susunan tulang yang melindungi rongga dada yang terdiri dari; 1
buah tulang dada (sternum), 12 pasang tulang iga (kosta), dan 12 ruas
vertebra torakalis.
Tulang dada terdiri atas tiga bagian, yaitu: manubrium sterni, korpus
sterni, prosesus xifoid, bagian ujung dari tulang dada dan pada bayi masih
berbentuk tulang rawan. Tulang iga (kosta), banyaknya 12 pasang (24
buah). Tulang iga ini dibagi menjadi tiga macam, yaitu: iga sejati (tulang
kosta vera), banyaknya tujuh pasang, tulang iga tak sejati (tulang kosta
spuria), banyaknya tiga pasang, dan tulang iga melayang (tulang kosta
fluitantes), banyaknya dua pasang.
Tulang belakang, merupakan sebuah struktur lentur yang dibentuk
oleh sejumlah tulang yang disebut vertebra atau ruas tulang belakang.
Bagian-bagian ruas tulang belakang terdiri dari: vertebra servikalis (tulang
leher) 7 ruas, vertebra torakalis (tulang punggung), terdiri dari 12 ruas.
vertebra lumbalis (tulang pinggang), terdiri dari 5 ruas. vertebra sakralis
(tulang kelangkang), terdiri dari 5 ruas, dan vertebra koksigialis (tulang
ekor), terdiri dari 4 ruas.
Tulang anggota gerak atas terdiri atas gelang bahu, dibentuk oleh
dua buah tulang yaitu: skapula (tulang belikat) dan Klavikula (tulang
selangka). Humerus (tulang lengan), Ulna (tulang hasta), Radius (tulang
pengumpil), tulang pergelangan tangan dan tangan, disusun dalam
beberapa kelompok. Karpal (tulang pergelangan tangan), metakarpal
(tulang telapak tangan). Falang (tulang jari tangan).
Ilium (tulang usus), banyaknya 2 buah, kiri dan kanan. Iskium (tulang
duduk), Kerangka anggota gerak bawah, terdiri dari femur, tibia dan fibula,
tarsal, metatarsal dan falang.
Proses asifikasi tulang yaitu proses dimana sel-sel dan kartilago
diubah menjadi tulang selama pengembangan. Awalnya, selama
perkembangan embrio, kerangka tetap terutama rawan untuk membentuk
komponen struktural dasar dan kerangka tubuh. Rangka berasal dari
membran-membran menyerabut dan tulang rawan hialin pada bulan-bulan
pertama perkembangan embrio.
Perbedaan tulang dewasa dan tulang anak-anak yaitu berasal dari
mesenkim dan lebih banyak mengandung sel-sel tulang rawan.
Sedangkan pada orang dewasa lebih banyak mengandung matriks
(selaput tulang rawan) yang mengandung kondroblas.
Sendi adalah penghubung antar tulang sehingga tulang dapat
digerakkan. Sendi dikelompokkan dalam beberapa macam yakni sendi
berdasarkan arah gerakannya, berdasarkan struktur, berdasarkan fungsi,
dan berdasarkan anatomi lokasinya.
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia yang berfungsi
sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot menyebabkan
pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam
organisme tersebut. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik,
otot polos, dan otot jantung.
Gerakan tubuh dimungkinkan oleh kerja sama antara tulang dan otot,
otot memiliki gaya mengerut menggerakkan tulang atau kulit. Tanpa
adanya otot yang menempel pada tulang, maka tulang-tulang akan diam
dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya karena
otot yang memberikan kekuatan atau tenaga. Untuk melakukan berbagai
gerakan dibutuhkan alat pergerakan yaitu sendi. Salah satu komponen
penunjang sendi yaitu ligamen (jaringan pengikat) yang mengikat luar
ujung tulang yang saling membentuk persendian.
BAB VI
PENUTUP
VI.1 KESIMPULAN
Adapun kesimpulan pada praktikum ini adalah secara garis
besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi
menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka
apendikuler (anggota tubuh)
Pada rangka manusia terdiri dari: spenoidal, dan ethmoidal.
Pada tulang bagian wajah terdiri dari lacrimal, nasal, maxilla,
mandibula, sigomatic, palatum, dan hyodeum. Tulang belakang
terdiri dari vertebrata servicalis, vertebrata thoracalis, vertebrata
sacralis, dan vertebrata cokgiales. Tulang dada terdiri dari
manubrium sterni, corpus sterni, dan prosessus xipodeus.
Tulang rusuk meliputi costa vera, costa spuria dan costa
fluktuantes. Tulang gelang bahu meliputi clavikula dan scapula.
Tulang panggul meliputi illium, ischium, dan pubicum. Tulang lengan
terdiri atas humerus, ulna, radius, carpal, metacarpal dan pallanges.
Tulang tungkai terdiri atas femur, patella, tibia, fibula, tarsal,
metatarsal, dan phalanges.

VI.2 SARAN
Adapun saran yang dapat saya berikan setelah melakukan
praktikum ini adalah alat peraga sistem rangka manusia yang
disediakan oleh laboratorium digunakan karena pada saat kami
praktikum alat peraganya tidak diperagakan.
DAFTAR PUSTAKA

Farandika, R. 2014. Buku Pintar Anatomi Tubuh Manusia. Vicosta


Publishing; Depok. Hal 145-146

Irianto, Koes. 2013. Anatomi Dan fisiologi. Alfabeta; Bandung. Hal 98-99

Lidia, Widia. 2015. Anatomi, Fisiologi dan Siklus Kehidupan Manusia.


Nuha Medika ; Yogyakarta. Hal 1-2

Luklukaningsih Z. 2011. Anatomi Dan Fisiologi. Manusia. Nuha Medika;


Yogyakarta. Hal 3-5 dan hal 8-9

Parker, Steve. 2011. Ensiklopedia Tubuh Manusia. Erlangga ; Jakarta.


Hal 24
Pearce, E. 2014. Anatomi Fisiologi Untuk Paramedis. Gramedia; Jakarta.
Hal 50-51

Sarwadi. 2014. Buku Pintar Anatomi Tubuh Manusia. Dunia Cerdas;


Jakarta. Hal 23-24

Setiadi. 2016. Dasar-Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia. Indomedia


Pustaka; Yogyakarta. Hal 272-273

Sherwood, L. 2014. Fisiologi Manusia. EGC; Jakarta. Hal 277

Suarnianti. 2016. Anatomi dan Fisiologi Pada Tubuh Manusia.


Indomedia Pustaka; Yogyakarta. Hal 32-33

Syaifuddin. 2011. Anatomi Fisiologi Kurikulum Berbasis Kompetensi.


EGC; Jakarta. Hal 72
LAPORAN PRAKTIKUM

FARMAKOLOGI

Farmakodinamika

Oleh :

Kelompok : I

Golongan : A1

Fitrah Ramadhana ( 16. 026 ) Cindy Nikitha ( 16. 057 )

Nur Indah ( 16. 058 ) Nurlela ( 16. 059 )

Nuryanti ( 16. 060 ) Rahmayanti ( 16. 062 )

Asisten : Febi Refina Doa

LABORATORIUM FARMAKOLOGI

AKADEMI FARMASI KEBANGSAAN

MAKASSAR

2017