Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH MATEMATIKA

TRIGONOMETRI

Oleh :

Indah Try Wahyudi


Rahmat Setiady Tasman
Nugraha Ali Dimyati
Dewi Sri Astuty

SMA NEGERI 4 WATAMPONE


TAHUN AJARAN 2017/2018

0
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya


menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia
mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang
TRIGONOMETRI, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber.
Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu
yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini
dapat terselesaikan.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu/Bapak guru yang
telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami
menyusun makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun
mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Watampone, 24 Maret 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan .................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Ukuran Sudut (Derajat Dan Radian) .................................... 3
B. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut Pada Segitiga
Siku-Siku .............................................................................. 4
C. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-Sudut
Istimewa ............................................................................... 6
D. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi .... 7
E. Identitas Trigonometri ......................................................... 10
F. Aturan Sinus dan Cosinus .................................................... 12
G. Grafik Fungsi Trigonometri ................................................. 14
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................... 17
B. Saran ..................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pernahkah kamu memperhatikan gerakan gelombang laut sampai ke
pinggir pantai/ dinding suatu pelabuhan? Tahukah kamu bagaimana cara
mengukur kedalaman laut/samudera? Phenomena nyata ini merupakan hanya
sebagain dari penerapan trigonometri dalam kehidupan nyata. Dalam bidang
fisika, teknik, dan kedokteran, trigonometri mengambil peranan penting
dalam pengembang teknologi kedokteran dan teori-teori fisika dan teknik.
Dalam Matematika, trigonometri digunakan untuk menemukan relasi antara
sisi dari sudut pada suatu segitiga.
Studi tentang trigonometri sebagai cabang matematika, lepas dari
astronomi pertama kali diberikan oleh Nashiruddin al-Tusi (1201-1274),
lewat bukunya Treatise on the quadrilateral. Bahkan dalam buku ini ia untuk
pertama kali memperlihatkan keenam perbandingan trigonometri lewat
sebuah segitiga siku-siku (hanya masih dalam trigonometri sferis). Menurut
O`Conners dan Robertson, mungkin ia pula yang pertama memperkenalkan
Aturan Sinus (di bidang datar).
Di Arab dan kebanyakan daerah muslim, trigonometri berkembang
dengan pesat tidak saja karena alasan astronomi tetapi juga untuk kebutuhan
ibadah. Seperti diketahui, orang muslim jika melakukan ibadah sholat, harus
menghadap ke arah Qiblat, suatu bangunan di kota Mekkah. Para
matematikawan muslim lalu membuat tabel trigonometri untuk kebutuhan
tersebut.
Dalam mempelajari fungsi trigonometri sering banyak yang merasa
kesulitan, padahal jika kita mengetahui konsep dasarnya itu tidak akan terjadi.
Bentuk soal seperti apapun kita akan dapat kerjakan yang penting kita
mengetahui konsep dasarnya. Trigonometri (dari bahasa Yunani trigonon =
tiga sudut dan metro = mengukur) adalah sebuah cabang matematika yang
berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus,
cosinus, dan tangen. Dasar dari Trigonometri adalah Konsep kesebangunan

1
segitiga siku-siku. Sisi-sisi yang bersesuaian pada dua bangun datar yang
sebangun memiliki perbandingan yang sama.
Mengenai fungsi trigonometri yaitu meliputi trigonometri dasar,
identitas trigonometri serta rumus-rumus dalam trigonometri telah kita
pelajari bersama sebelumnya. Sekarang ini yang akan kita pelajari mengenai
persamaan dan pertidaksamaan dalam trigonometri. Makalah ini bertujuan
untuk memudahkan sobat semua dalam belajar matematika, sehingga ketika
menemui soal mengenai persamaan ataupun pertidaksamaan trigonometri
tidak akan merasa kesulitan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaiamana Ukuran Sudut (Derajat Dan Radian) ?
2. Bagaimana Cara Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut Pada Segitiga
Siku-Siku?
3. Bagaimana Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-Sudut
Istimewa?
4. Bagaimana Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi?
5. Bagaiaman Identitas Trigonometri?
6. Bagaimana Aturan Sinus dan Cosinus?
7. Bagaimana Grafik Fungsi Trigonometri?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui Ukuran Sudut (Derajat Dan Radian)
2. Untuk mengetahui Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut Pada Segitiga
Siku-Siku
3. Untuk mengetahui Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-Sudut
Istimewa
4. Untuk mengetahui Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang
Berelasi
5. Untuk mengetahui Identitas Trigonometri
6. Untuk mengetahui Aturan Sinus dan Cosinus
7. Untuk mengetahui Grafik Fungsi Trigonometri

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Ukuran Sudut (Derajat Dan Radian)


Pada umumnya, ada dua ukuran yang digunakan untuk menentukan
besar suatu sudut, yaitu derajat dan radian. Tanda O dan rad berturut-
turut menyatakan simbol derajat dan radian.
1. Satuan Derajat ( )
Ukuran sudut satu putaran penuh adalah 360 , ditulis 1 putaran = 360
1
atau 1 = 360 putaran.

Ukuran sudut yang lebih kecil adalah menit ( ) dan detik ( ). Hubungan
antara derajat, menit, dan detik adalah
1 = 60
1 = 60
Maka dapat disimpulkan 1 = 60 = 3600 .
Dalam perhitungan sering dipakai bentuk desimal derajat yang dapat
diubah menjadi menit dan detik atau sebaliknya.
Contoh 1:
Ubahlah bentuk decimal derajat berikut menjadi menit.
a. 53,8
b. 21,4
Jawaban:
53,8 = 53 + 0,8 21,4 = 21 + 0,4
8 4
= 53 + (10 60) = 21 + (10 60)
= 53 + 48 = 5348 = 21 + 24 = 2124
2. Satuan Radian
Besar suatu sudut disebut satu radian dan ditulis 1 rad.
Jika panjang busur AB sama dengan jari-jari (r) maka
B

C A
O

3
Pada gambar 1, panjang busur AB = panjang jari-jari OA, sehingga:

= 1 . Dikatakan bahwa sudut AOB = 1 rad.


Pada gambar 2, = = sehingga: = .

Sedangkan = 180, maka 180 = .


Secara analog 360 = 2 . Maka 1 keliling lingkaran = 2 .
3 Konversi Satuan Sudut Dalam Derajat ke Satuan Sudut Dalam Radian
360 = 2
180 =
Sehingga:

1 = = 0,017 , = 3,14
180

Contoh:

60 = 60 =
180 3

B. Perbandingan Trigonometri Suatu Sudut Pada Segitiga Siku-Siku


Gambar di samping adalah segitiga siku-
B
siku dengan titik sudut sikunya di C.
a c Panjang sisi di hadapan sudut A adalah a,
panjang sisi di hadapan sudut B adalah b,
C A
b
dan panjang sisi di hadapan sudut C adalah
Gb. 2.2. perbandingan trigonometri
c.
Terhadap sudut :
Sisi a disebut sisi siku-siku di depan sudut
Sisi b disebut sisi siku-siku di dekat (berimpit) sudut
Sisi c (sisi miring) disebut hipotenusa
Berdasarkan keterangan di atas, didefinisikan 6 (enam) perbandingan
trigonometri terhadap sudut sebagai berikut:
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
1. sin
panjang hipotenusa c
panjang sisi siku - siku di dekat (berimpit) sudut A b
2. cos
panjang hipotenusa c

4
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
3. tan
panjang sisi siku - siku di dekat sudut A b
panjang hipotenusa c
4. csc
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
panjang hipotenusa c
5. sec
panjang sisi siku - siku di dekat sudut A b
panjang sisi siku - siku di dekat sudut A c
6. cot
panjang sisi siku - siku di depan sudut A a
Dari perbandingan tersebut dapat pula ditulis rumus:
sin cos
tan dan cot
cos sin
1 1
sec dan csc
cos sin
Contoh:
Pada gambar di samping segitiga
sikusiku ABC dengan panjang a 24 B

dan c 25. a c
Tentukan keenam perbandingan

C A
trigonometri untuk . b
Gb. 2.3. perbandingan trigonometri
Penyelesaian:
Nilai b dihitung dengan teorema Pythagoras

b 25 2 24 2

625 576

49 7
a 24 c 25
sin csc
c 25 a 24
b 7 c 25
cos sec
c 25 b 7
a 24 c 7
tan cot
b 7 a 24

5
C. Nilai Perbandingan Trigonometri untuk Sudut-Sudut Istimewa
Sudut istimewa adalah sudut yang perbandingan trigonometrinya dapat dicari
tanpa memakai tabel matematika atau kalkulator, yaitu: 0, 30, 45,60, dan
90.
Sudut-sudut istimewa yang akan dipelajari adalah 30, 45,dan 60.
Untuk mencari nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa digunakan
segitiga siku-siku seperti gambar berikut ini. 3

30

2 1 1 2
60
45
1 Gb. 2.4.b. sudut istimewa
Gb. 2.4.a. sudut istimewa

Dari gambar 2.4.a dapat ditentukan

1 1 2
sin 45 2 csc 45 2
2 2 1

1 1 2
cos 45 2 sec 45 2
2 2 1
1 1
tan 45 1 cot 45 1
1 1
Dari gambar 2.4.b dapat ditentukan

1 3 1
sin 30 sin 60 3
2 2 2

3 1 1
cos 30 3 cos 60
2 2 2
1 1 3
tan 30 3 tan 60 3
3 3 1
2 2 2
csc 30 2 csc 60 3
1 3 3
2 2 2
sec 30 3 sec 60 2
3 3 1

6
3 1 1
cot 30 3 cot 60 3
1 3 3
Tabel nilai perbandingan trigonometri untuk sudut-sudut istimewa.

0 30 45 60 90
1 1 1
sin 0 2 3 1
2 2 2
1 1 1
cos 1 3 2 0
2 2 2
1 tak
tan 0 3 1 3 terdefinisi
3
tak 1
cot 3 1 3 0
terdefinisi 3
contoh:

1 1 1 2
1. sin 30 cos 45 2
2 2 2
1 1 1
2. sin 45 tan 60 cos 45 cot 60 2 3 2 3
2 2 3
1 1 4 2
6 6 6 6
2 6 6 3
D. Rumus Perbandingan Trigonometri Sudut yang Berelasi
Sudut-sudut yang berelasi dengan sudut adalah sudut (90 ), (180 ),
(360 ), dan -. Dua buah sudut yang berelasi ada yang diberi nama
khusus, misalnya penyiku (komplemen) yaitu untuk sudut dengan (90 -
) dan pelurus (suplemen) untuk sudut dengan (180 - ). Contoh:
penyiku sudut 50 adalah 40, pelurus sudut 110 adalah 70.
1. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (90 - )
Y y= Dari gambar 2.7 diketahui
P1(x1,yx Titik P1(x1,y1) bayangan dari P(x,y)
1y)
r
1 P(x,
akibat pencerminan garis y x, sehingga
1 r y)
y
diperoleh:

O x
(90-)
a. XOP = dan XOP1 = 90 -
1
X
x b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r
Gb. 2.7. sudut yang berelasi
7
Dengan menggunakan hubungan di atas dapat diperoleh:
y
sin 90 1 cos
x
a.
r1 r

x
cos 90 1 sin
y
b.
r1 r

y
tan 90 1 cot
x
c.
x1 y
Dari perhitungan tersebut maka rumus perbandingan trigonometri sudut
dengan (90 - ) dapat dituliskan sebagai berikut:

a. sin 90 cos d. csc 90 sec

b. cos 90 sin e. sec 90 cos ec

c. tan 90 cot f. cot 90 tan

2. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 - )


Titik P1(x1,y1) adalah bayangan dari Y
titik P(x,y) akibat pencerminan
terhadap sumbu y, sehingga P1(x1,y1) P(x,y)
r
a. XOP = dan XOP1 = 180 - r1
y1 (180-) y
b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r
x1 O x
maka diperoleh hubungan: X
y
sin 180 1 sin
y Gb. 2.8. sudut yang berelasi
a.
r1 r

x x
b. cos 180 1 cos
r1 r

y
tan 180 1
y
c. tan
x1 x
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:
a. sin 180 sin d. csc 180 csc
b. cos 180 cos e. sec 180 sec
c. tan 180 tan f. cot 180 cot

8
3. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (180 + )
Dari gambar 2.9 titik P1(x1,y1) adalah Y
bayangan dari titik P(x,y) akibat P(x,y)
r
pencerminan terhadap garis y x, (180+)
y
sehingga
x1 O x
a. XOP = dan XOP1 = 180 + y1
X
r1
b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r
maka diperoleh hubungan: P1(x1,y1)
Gb. 2.9. sudut yang berelasi
y y
a. sin 180 1 sin
r1 r

x x
b. cos 180 1 cos
r1 r

y y y
c. tan 180 1 tan
x1 x x
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:

a. sin 180 sin d. csc 180 csc


b. cos 180 cos e. sec 180 sec
c. tan 180 tan f. cot 180 cot

4. Perbandingan trigonometri untuk sudut dengan (- )


Dari gambar 2.10 diketahui titik Y
P(x,y)
P1(x1,y1) bayangan dari P(x,y)
r
akibat pencerminan terhadap sumbu x, (360-1)
y
sehingga x
O - x1
a. XOP = dan XOP1 = - X
r1 y1
b. x1 = x, y1 = y dan r1 = r
maka diperoleh hubungan P1(x1,y1)

y y
sin 1
Gb. 2.10. sudut yang berelasi
a. sin
r1 r

x
cos 1 cos
x
b.
r1 r

9
y y
c. tan 1 tan
x1 x
Dari hubungan di atas diperoleh rumus:

a. sin sin d. csc csc


b. cos cos e. sec sec
c. tan tan f. cot cot

Untuk relasi dengan (- ) tersebut identik dengan relasi dengan 360


, misalnya sin (360 ) sin .

E. Identitas Trigonometri
Identitas Trigonometri adalah kesamaan yang memuat bentuk
trigonometri dan berlaku untuk sembarang sudut yang diberikan. Ada
beberapa Jenis Identitas Trigonometri yakni sebagai berikut :
1. Identitas trigonometri dasar berikut ini merupakan hubungan kebalikan.
1 1
a. = atau =
1 1
b. = atau =
1 1
c. = ataucot =

2. Identitas trigonometri dari hubungan perbandingan (kuosien)



a. =

b. =

Identitas-identitas trigonometri dasar tersebut di atas diperoleh dari


definisi perbandingan trigonometri.
3. Identitas trigonometri dasar yang diperoleh dari hubungan teorema
Pythagoras
a. sin2 + cos2 = 1
b. 1 + tan2 = sec2
c. 1 + cot2 = cosec2
Untuk membuktikan ketiga identitas ini, misalnya adalah sebarang
sudut pada posisi standar dan titik (x, y) terletak pada kaki sudut , maka

10
x2 + y2 = r2 .(1)
Y

.
(x,y)

r
y

X
x

jika kedua ruas dari persamaan (1) dibagi dengan r2, x2, dan y2, maka
diperoleh :

2 2 2 2 2 2 2 2 2
+ 2 = 2 ; 2 + 2 = 2 ; 2 + 2 = 2
2

2 2 2 2 2 2
+ 2 = 1 ; 1+ 2 = 2 ; 2 + 1 = atau
2 2

2 2 2 2 2 2
( ) + ( ) = 1 ; 1 + ( ) = () ; () + 1 = ()

Dengan menggunakan definisi fungsi trigonometri, maka ketiga


persamaan terakhir ekuivalen dengan :
sin2 + cos2 = 1 ; 1 + tan2 = sec2 ; 1 + cot2 = cosec2

Y Dari gambar di samping diperoleh


P(x, y)
x y
cos , sin dan r x 2 y 2 .
r r r
y
y2 x2
O x Sehingga sin2 cos 2
X
r2 r2
Gb. 2.13. rumus identitas x2 y 2 r2
1
r2 r2
Jadi sin2 +cos2 1

11
F. Aturan Sinus dan Cosinus
1. Aturan Sinus
Pada setiap segitiga sembarang berlaku aturan sinus. Untuk
segitiga seperti gambar dibawah ini berlaku aturan sinus sebagai berikut :

Contoh Soal
1. Diketahui egitiga ABC dengan sudut A = 30o, sudut B = 45o, dan sisi
b = 10. Tentukan
a. Sudut C
b. Panjang a
c. Panjang b
2. Diketahui segitiga ABC dengan sis a = 10cm, sisi c = 12 dan sudut C
= 60o. tentukan
a. Sudut A
b. Sudut B
c. Panjang b
Jawab :
1. a. <C = 180o ( 30o + 40o) = 105o
a b a 10
b. = = Sin 30 =
Sin A Sin B Sin 45
10 x sin 30
a= sin 45
1
10 x 10 10
2
a= 1 = = 2 = 52
2 2 2
2

c b c 10
c. Sin C
= Sin B
= Sin 105 = Sin 45

12
10 x sin 105 10 x 0.966
c= = = 13.66
sin 45 0.707
a c 10 x sin 60
2. a. = =
Sin A Sin C 12
10 x 0,866
sin A = = 0,722
12

b. <B = 180o (60o + 46.22o) = 73,78o


b c b 12
c. = = =
Sin B Sin C sin 73,78 sin 60
12 x sin 73,78 12 x 0.960
b= = = 13,30
sin 60 0.866

2. Aturan Cosinus
Pada setiap segitiga sembarang berlaku aturan cosines. Untuk
segitiga ABC (pada gambar aturan sinus diatas) aturan cosines sebagai
berikut :
a. a2 = b2 + c2 2.b.c.cos A
b. b2 = 2 + c2 2.a.c.cos B
c. c2 = a2 + b2 2.a.b.cos C
2 + 2 2
d. Cos A =
2
2 + 2 2
e. Cos B =
2
+ 2 2
f. Cos C =
2
Contoh Soal
1. Tentukan panjang sis ketiga suatu segitiga jika diketahui a= 10 cm, b =
12 cm dan sudut C = 60o
2. Tentukan besar sudut pada segitiga ABC jika diketahui panjang sisi-
sisinya a = 2 cm, b = 23 dan c = 4cm
Jawab :
1. c2 = a2 + b2 2.a.b.cos C
c2 = 102 + 122 2 x 10 x 12 cos 60o
c2 = 100 + 144 240 x 10.5
c2 = 244 120 = 124
c = 124 = 11.14 cm

13
2 + 2 2
2. Cos A =
2
(23)2 + 42 22 12 + 16 4 3 1
= = = 3
(2)(23)(4) 163 23 2
Jadi, besa <A = 30o
2 + 2 2 22 + 4(23)2 4+1612 1
Cos B = = = =
2 2(23)(2) 16 2

Jadi, besar <B= 60o


Besar <C = 180o (30o+60o) = 90o

G. Grafik Fungsi Trigonometri


Nilai Maksimum dan Minimum Fungsi Sinus dan Cosinus

1.
2.
Jadi,

3.
4.
Jadi, -1 cos 1 untuk tiap R
5. tan tidak mempunyai nilai maksimum maupun nilai minimum
Grafik Fungsi Trigonometri Baku
Ada dua cara menggambarkan grafik fungsi trigonometri y = sin x , y = cos
x, dan y = tan x dengan 0 x 360 yaitu dengan menggunakan tabel nilai
dan lingkaran satuan..
1. Grafik fungsi y = sin x (0 x 360)
Dengan tabel :

14
Dengan lingkaran satuan :

2. Grafik fungsi y = cos x (0 x 360)


Dengan tabel :

Dengan lingkaran satuan :

3. Grafik fungsi y = tan x ( 0 x 360 )


Dengan tabel :

15
Dengan lingkaran satuan :

Misalkan f(x) adalah fungsi - fungsi trigonometri baku f(x) = sin x, f(x) = cos
x dan F(x)= tan x dengan periodenya berturut - turut 2, 2, dan , maka :

Grafik Fungsi Trigonometri f(x) = a sin (kx b) c, f(x)=a cos (kx b) c,


dan f(x)= a tan (kx b) c
Langkah - langkah yang diperlukan dalam membuat grafik di atas adalah
dengan cara mentranslasikan secara horisontal ke kanan atau ke kiri,
kemudian ditranslasikan ke atas atau ke bawah.
Contoh buatlah grafik y = 2 sin (2x - /2) + 1
1. Gambar grafik y = sin 2x..
2. Ordinat pada tiap titik gambar 1, dikalikan dengan 2..
3. Kemudian grafik digeser ke kanan sejauh /4 satuan..
Supaya tahu besarnya pergeseran, persamaan di atas diubah dulu menjadi : y
= 2 sin 2(x - /4) + 1
4. Setelah itu grafik digeser satu satuan arah vertikal ke atas..

16
Contoh buatlah grafik y = 3 cos (2x + /3) - 1

1. Gambar grafik y = cos 2x..


2. Ordinat pada tiap titik gambar 1, dikalikan dengan 3...
3. Kemudian grafik digeser ke kiri sejauh /6 satuan...
Supaya tahu besarnya pergeseran, persamaan di atas diubah dulu menjadi : y
= 3 cos 2(x + /6) - 1
4. Setelah itu grafik digeser satu satuan arah vertikal ke bawah..
Contoh buatlah grafik y = 1 sin (-2x - /2 ).
1. Ubah dulu persamaannya menjadi : y = 1 sin -2(x + /4)= -1 sin 2( x +
/4)
2. Gambar grafik y = sin 2x...
3. Ordinat pada titik gambar 1, dikalikan dengan -1...
4. Kemudian grafik digeser sejauh /4 satuan arah ke kiri..
Contoh soal
1. Gambar di bawah adalah sketsa grafik dari fungsi f(x) = a sinkx dalam
interval 0 x 2
Carilah nilai a dan k, kemudian tulislah persamaan grafik fungsi itu

17
2. Gambar di bawah adalah sketsa grafik dari fungsi f(x) = a cos kx dalam
interval 0 x 2
Carilah nilai a dan k, kemudian tulislah persamaan grafik fungsi itu

3. Tentukan nilai maksimum dan minimum dari f(x) = - cos ( x + /4 ) + 1

4. Nilai minimum dari fungsi y = 2 + 3 sin2x adalah....

18
Di bawah ini adalah link untuk membantu membuat grafik :
Graphing Calculator
Sebelum menggambar grafik fungsi trigonometri, pada kalkulator tersebut
disetting terlebih dulu, x-axis nya dibuat dari min 0 sampai max nya 360,
sedangkan untuk y-axisnya menyesuaikan sesuai dengan persamaan yang
diberikan..Pada calculator tersebut untuk equationsnya di klik tool deg
(karena sudut dalam degree)
Latihan Soal
1. Gambarlah grafik fungsi trigonometri berikut dalam interval 0 x 360
A. y = 2 sin ( 2x - 60) + 1
B. y = tan (x + 45)
C. y = -2 cos (2x - 60)
Grafik y = 2 sin (2x - 60) + 1 lihat dibawah ini :

2. Tentukan nilai maksimum dan nilai minimum dari :

3. Tentukan pula nilai - nilai x yang menyebabkan fungsi no 2 di atas


mencapai nilai maksimum dan nilai minimum, x dalam interval 0 x
360

4. Grafik di bawah ini persamaannya adalah..

19
A. y = sin x
B. y = sin 2x
C. y = sin (-x)
D. y = sin (-2x)
E. y = cos 2x
F. y = cos x
G. y = 2 cos x
H. y = cos x
I. y = 2 cos x
J. y = 2 cos 2x

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Trigonometri terdiri dari sinus (sin), cosinus (cos), tangens ( tan),
cotangens (cot), secan (sec) dan cosecan (cosec). Trigonometri merupakan
nilai perbandingan yang didefinisikan pada koordinat kartesius atau segitiga
siku-siku.
Studi tentang trigonometri sebagai cabang matematika, lepas dari
astronomi pertama kali diberikan oleh Nashiruddin al-Tusi (1201-1274),
lewat bukunya Treatise on the quadrilateral. Bahkan dalam buku ini ia untuk
pertama kali memperlihatkan keenam perbandingan trigonometri lewat
sebuah segitiga siku-siku (hanya masih dalam trigonometri sferis). Menurut
O`Conners dan Robertson, mungkin ia pula yang pertama memperkenalkan
Aturan Sinus (di bidang datar)
B. Saran
1. Pemahaman terhadap rumusrumus dasar trigonometri harus betulbetul
menjadi penekanan dalam proses pembelajaran sehingga siswa mampu
mengaitkan dan menggunakan rumusrumus yang sesuai untuk
menyelesaikan persoalan trigonometri.
2. Semoga bahan ajar ini menjadi salah satu sumber bacaan bagi para guru
dalam pembelajaran matematika di SMK. Penulis menyadari adanya
keterbatasan dan kekurangan dalam penyusunan bahan ajar ini, sehingga
kritik dan saran sangat diharapkan.

21
DAFTAR PUSTAKA

Bernadeta Etty W, Suparno & Hutomo. (1996). Bahan Ajar STM. Yogyakarta:
PPPG Matematika.

Hyatt, H.R. & Small,L. (1982). Trigonometry a Calculator Approach. Canada:


John Wiley and Sons, Inc.

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Matematika Untuk


SMA/MA, SMK/MAK Kelas X Semester 2. Edisi Revisi. Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.

Kenneth S. Miller & John B. Walsh. (1962). Elementary and Advanced


Trigonometry. New York: Harper & Brothers Publisher.

Richard G. Brown. (1994). Advanced Mathematics . California: Houghton Mifflin


Company.

Tumisah P. Jono & Mukimin.(2002). Trigonometri Bahan Ajar Matematika SMK.


Yogyakarta: PPPG Matematika.

Winarno& Al. Krismanto. (2001). Bahan Standarisasi SMU Trigonometri.


Yogyakarta: PPPG Matematika.

22