Anda di halaman 1dari 4

TUGAS SAT FARMAKOGNOSI 2012/2013

JUDUL : SIMPLISIA BUNGA MELATI


NAMA : PRASETYO HADI N
NPM : 260110100110

I. Sumber dan Deskripsi Tanaman


1.1. Klasifikasi Tanaman
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermathophyta
Sub division : Angiospermae
Class : Dicotyledonae
Ordo : Oleales
Family : Oleaceae
Genus : Jasminum
Species : Jasminum sambac (L.) Ait (Dalimartha, 2005).
1.2. Bagian yang digunakan
Bunga melati (Jasmine Flos.)

II. Ciri Makroskopik dan Mikroskopik


2.1. Makroskopik
Mahkota bunga berbentuk terompet, berbentuk lembaran agak mengerucut,
mahkota bunga panjang 0,6 cm sampai 1 cm, tangkai bunga panjang 0,7 cm sampai
1 cm.
2.2. Mikroskopik
Mikroskopik. Pada penampang melintang bunga, tampak epidermis daum
mahkota berbentuk hampir bulat, berpapila; parenkim mahkota berbentuk bulat, di
daerah ini terdapat berkas pembuluh dengan penebalan tangga dan spiral; epidermis
kelopak berbentuk persegi empat. Sayatan paradermal tampak epidermis daun
mahkota berbentuk polygonal, dinding antiklinal agak berombak, terdapat stomata

1|Prasetyo H.N / Simplisia Bunga Melati / 260110100110


tipe aktinositik; epidermis kelopak berbentuk empat persegi panjang, dinding
antiklinal rata. Serbuk sari bulat atau hampir segi tiga (triporat).
Serbuk berwarna kecoklatan. Fragmen pengenal adalah epidermis daun
mahkota; papilla daun mahkota; parenkim daun mahkota dengan berkas pembuluh
dengan penebalan tangga dan spiral; epidermis dengan papilla terlihat tangensial;
serbuk sari. (Prasetyo, 2009).

III. Ciri Fisik dan Deskripsi tumbuhan


Melati merupakan perdu tahunan yang tumbuh merambat setinggi 0,3 3 m. Pada
saat muda tanaman tumbuh tegak, batang berwarna hijau, berbentuk segiempat,
diameter batang 0,5 3 cm, memiliki cabang dan ranting yang menyebar ke segala arah
dengan pertumbuhan memanjang. Letak duduk daun berhadap-hadapan pada setiap
buku. Daun berbentuk oval, panjang 5 10 cm, lebar 4 6 cm, ujungnya runcing, pangkal
membulat, tepi daun rata, tulang daun menyirip, menonjol pada permukaan bawah,
permukaan daun hijau mengkilap, tangkai daun pendek. Bunga tumbuh di ujung tunas,
berbentuk tunggal atau berkelompok. Setiap tangkai bunga terdiri atas 3 15 kuntum
bunga. Bunga mengeluarkan aroma wangi. (Dalimartha, 2005).

IV. Aktifitas Biologi


Pada penelitian yang dilakukan oleh Kunhachan, P, dkk tahun 2009, diketahui
bahwa tidak ditemukan adanya toksisitas biologis sistemik pada hewan percobaan. Pada
pengujian menggunakan tikus galur wistar, ditemukan nilai LD50 lebih tinggi dari 5000
mg/Kg BB peroral. Pada uji penapisan fitokimianya ditemukan campuran kumarin,
glikosida jantung, minyak esensial, flavonoid, phenolic, saponin, dan steroid. Namun,
alkaloid, antrakuinon, dan tanin tidak terdeteksi.

V. Konstituen Senyawa Kimia


Simplisia bunga melati mengandung Minyak atsiri, asam folat, asam asetat ester
metil antranil, Melati juga mengandung asam format, asam asetat, asam benzoate,
linalool, asam salicylat, benzyl linalool ester, methyl linalool ester, benzyl alcohol, indol,
methyl anthranilate, sesquiterpene, sesquiterpenacohol, phytol, isophytal, phytylacetate,
hexenyl-benzoate, methylpalmitate, methyl-linolenate, geranyl-linaloal
(Wijayakusuma, 1994).

2|Prasetyo H.N / Simplisia Bunga Melati / 260110100110


VI. Penggolongan senyawa kimia
6.1. Terpenoid
Sesquiterpen, Sesquiterpen alcohol, linalool, benzyl linalool ester, methyl linalool
ester, fitol, isophytal, phytylacetate
6.2. Golongan Karboksilat
Asam benzoat, asam asetat, asam salicylat, methyl anthranilate, asam format,
6.3. Derivat Benzena
hexenyl-benzoate, benzyl alcohol, Indol,

VII. Penggunaan di Masyarakat


Penggunaan tradisional di masyarakat kebanyakan dipakai untuk mengatasi kelebihan
ASI, sakit mata, demam, sakit kepala, sesak napas, bengkak akibat disengat lebah.
Berikut beberapa resep tradisional dari bunga melati
a. Radang mata merah: Bunga melati sebanyak 6 gram dicuci bersih lalu digodok.
Sebagian air godokannya diminum dan sebagian lagi untuk mencuci mata
b. Bengkak akibat tersengat lebah: Bunga melati sebanyak 1 genggam diremas
sampai halus. Remasan bunga melati tersebut ditempel pada bagian tubuh yang
tersengat lebah.
c. Menghentikan produksi ASI yang berlebihan: Bunga melati secukupnya
dimemarkan, kemudian ditempelkan di sekitar payudara. Bunga melati ini diganti
beberapa kali sehari
d. Sesak nafas: Bunga melati sebanyak 3 gram dicuci bersih lalu digodok dengan 3
gelas air sampai tersisa 1 gelas. Kemudian disaring dan diminum 2 kali sehari
masing-masing gelas
e. Demam, Pilek, dan Diare: Ambil bunga melati 4 gram, teh hijau 4 gram, kapulaga
3 gram, lalu cuci bersih semua bahan, rebus dengan air 1,5 gelas, hingga tersisa 1
gelas. Minum sehari sekali selama 3-7 hari.
(Wijayakusuma, dkk, 1994).

3|Prasetyo H.N / Simplisia Bunga Melati / 260110100110


Referensi
Dalimartha, S. 2005. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 2. Trubus Agriwidya. Jakarta
Kunhachan, P. Banchonglikitkul,C. Kajsongkram,T. Khayungarnnawee,A. and
Leelamanit,C. 2009. Chemical Composition, Toxicity and Vasodilatation Effect of the
Flowers Extract of Jasminum sambac (L.) Ait. G. Duke of Tuscany. Evid Based
Complement Alternat Med. 2012; 2012: 471312. Published online 2012 March 26 on
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3320082/

Prasetyo, Galih A. 2009. Rincian Simplisia Jasmine Flos. Database Simplisia Yogyakarta.
http://www.farmasi.usd.ac.id/projects/simplisia/index.php/detail_simplisia/50 [Diakses
3 Agustus 2013]
Wijayakusuma, H. 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jilid 1. Pustaka Kartini.
Jakarta.
Wijayakusuma, H., S. Dalimartha, A.S. Wirian, T. Yaputra, dan B. Wibowo. 1994.
Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jilid 2. Pustaka Kartini. Jakarta.

4|Prasetyo H.N / Simplisia Bunga Melati / 260110100110