Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF)

Volume 3 Nomor 2 2013 ISSN : 2089-6158 27

PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIKUM FISIKA


BERBASIS ANALISIS KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN

Ahmad Fauzi, Edy WiyonoSri Budiawanti 1)


1) Program Studi Pendidikan Fisika PMIPA FKIP UNS
Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta,
fauziuns@gmail.com

Abstrak
Di dalam setiap kegiatan laboratorium, dilakukan pengukuran dan analisis data untuk membuat suatu
kesimpulan. Oleh karena itu analisis ketidakpastian pengukuran menjadi sangat penting. Praktikum merupakan
salah satu bagian utama dari fisika, namun sayangnya tidak dijabarkan secara jelas sampai tingkat manakah
pengetahuan dasar tentang pengukuran harus diajarkan dan langkah-langkah pengolahan data yang harus
mahasiswa kuasai. Menurut hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa tentang
analisis ketidakpastian pengukuran rendah. Menurut beberapa penelitian, diketahui bahwa minimnya
kemampuan mahasiswa dikarenakan banyak mahasiswa meremehkan analisis ketidakpastian.
Tujuanpenelitianiniadalahmenghasilkan model praktikum fisika berbasis analisis ketidakpastian pengukuran
yang sesuai untuk mahasiswa.Jenispenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahpenelitianpengembangan
(R and D) yang meliputitahap (1) studipendahuluandan (2) pengembangan model.Penelitianinidilaksanakan di
Pendidikan Fisika Jurusan PMIPA FKIP UNS. Data penelitiandikumpulkanmelaluiobservasi, tes,
wawancaradanangket.Data dariobservasi,
wawancaradanangketdianalisisdenganteknikdeskriptifkualitatifsedangkanhasiltesdianalisisdengan gain
ternormalisasi.Berdasarkan hasil uji coba model praktikum yang dibuat disimpulkan bahwa model praktikum
berbasis ketidakpastian yang sesuai untuk mahasiswa adalah model praktikum yang lebih menitikberatkan
pemahaman tentang dasar-dasar analisis ketidakpastian pengukuran secara lengkap sebelum mahasiswa
melaksanakan kegiatan laboratorium. Pada model ini, mahasiswa harus mengajukan hipotesis sendiri, melakukan
percobaan untuk menguji hipotesis selain itu tiap kegiatan praktikum mahasiswa harus mengerjakan soal pre tes
dan post tes. Hasilujicoba model praktikum denganprinsip One on One menunjukkanskor gain 0,43 yang
tergolongsedang, hasilujicobakelompokkecilmenunjukkanskor gain 0,51. Gain diperolehpadaujicoba yang
lebihluasadalah 0,42 yang tergolongsedang.

Kata Kunci: Analisis, ketidakpastian, pengukuran

Didalam setiap kegiatan laboratorium,


Pendahuluan mahasiswa melakukan pengukuran dan harus
Dalam pembelajaran fisika, mahasiswa menganalisis data mereka untuk membuat
diharapkan tidak hanya menguasai konsep- suatu kesimpulan. Oleh karena itu pengajaran
konsep fisika secara teori tetapi juga mampu analisis ketidakpastian menjadi sangat penting.
menggunakan metode ilmiah untuk Sekalipun demikian menurut Taylor (1997)
membuktikan konsep-konsep fisika yang banyak guru, dosen sampai profesor dibuat
didapat dari teori tersebut. Praktik pusing dengan minimnya kemampuan dan
laboratorium adalah salah satu cara yang pengertian siswa/mahasiswa tentang hal ini.
ditempuh untuk mencapai tujuan ini. Sekarang Menurut Taylor minimnya kemampuan dan
ini, hampir semua dasar-dasar fisika yang pengertian mahasiswa dikarenakan banyak
diajarkan kepada mahasiswa didasarkan pada mahasiswa meremehkan analisis
percobaan/eksperimen, dimana dalam ketidakpastian.
eksperimen tersebut memerlukan pengukuran Pengukuran ketidakpastian
yang selalu mengandung ketidakpastian. merupakan suatu bagian penting dari suatu
kegiatan eksperimen (praktikum). Ilmu
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF)
Volume 3 Nomor 2 2013 ISSN : 2089-6158 28

pengetahuan tersusun dari sejumlah dimatikan pada saat ayunan berayunan


pengetahuan yang tersusun secara sistematis melewati titik tertinggi atau titik terendah?)
dengan melibatkan sekumpulan data melalui dan berapa banyak pengukuran perlu dilakukan
pengamatan, eksperimen, perumusan masalah (berapa kali pengukuran perlu diulang atau
dan pengujian hipotesis. Hukum alam data manakah yang perlu dipakai atau perlu
dikembangkan dan diuji dari tahun ke tahun dibuang).
dengan menggunakan metode ilmiah. Proses Deardroff dan Fairbrother (2001)
inquiri secara alami mengarahkan pertanyaan menyatakan bahwa pengetahuan tentang
penting tentang apakah hasil suatu pengukuran ketidakpastian secara lebih luas dapat
sesuai dengan suatu hipotesis (ramalan teoritis) dikategorikan sebagai berikut:
dan apakah hasil pengukuran tersebut dapat Semua pengukuran selalu berhubungan
dibuktikan oleh peneliti lain. Untuk menjawab dengan ketidakpastian, yang
pertanyaan-pertanyaan tersebut ketidakpastian seharusnya dapat diukur dan
dari pengukuran harus dinyatakan untuk dilaporkan.
menunjukkan ketepatan dan ketelitian
pengukuran yang dilakukan. Hanya setelah Hasil perhitungan yang berhubungan
ketidakpastian dari suatu hasil percobaan dengan ketidakpastian berdasarkan
diketahui, suatu kesimpulan yang layak dapat pada ketidakpastian berpengaruh
dibuat untuk dibandingkan dengan suatu terhadap nilai variabel terikat
prediksi teoritis atau beberapa nilai percobaan eksperimen tersebut.
lain. Oleh karena itu, proses menentukan Desain eksperimen dan ketrampilan
ketidakpastian pengukuran menjadi dalam melaksanakan percobaan
kemampuan dasar yang harus dimiliki untuk berpengaruh luas terhadap adanya
melakukan semua percobaan ilmiah. ketidakpastian dalam suatu
Pengolahan data dan perbandingan
pengukuran.
data, mutlak membutuhkan pengetahuan
tentang prinsip pengukuran dan pengetahuan Tidaklah mungkin secara ilmiah
tentang analisis ketidakpastian. Pengukuran membandingkan hasil dan menarik
yang berhubungan dengan ketidakpastian kesimpulan dari suatu eksperimen
sangat penting dalam pengetahuan empiris dan tanpa melibatkan ketidakpastiannya.
menjadi salah satu komponen yang paling Berdasarkan uraian Deardroff dan
mendasar dan penting dalam pendidikan ilmu Fairbrother tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengetahuan alam (Duggan dan Gott 2002). pengetahuan ketidakpastian sangat penting
Masing-masing tahap dari eksperimen, desain dalam menunjang kegiatan laboratorium.
eksperimen, pelaksanaan, analisis dan tahap Banyak orang menganggap bahwa
pengambilan kesimpulan membutuhkan pengetahuan tentang pengukuran adalah hal
pengetahuan tentang bagaimana cara sepele dan tidak penting. Hal ini dapat
melaksanakan pengukuran dan kemampuan diketahui dengan sedikitnya penelitian yang
dalam menggunakan pengetahuan ini secara mengkaji masalah pengukuran dan
tepat dengan pemahaman tentang ketidakpastian pengukuran. Penelitian-
ketidakpastian yang selalu meliputi penelitian yang telah dilakukan sebelumnya
pengukuran yang dilakukan. Sebagai contoh, berfokus pada identifikasi kesulitan mahasiswa
seorang mahasiswa akan melakukan percobaan dan tes pemahaman mahasiswa tentang
ayunan sederhana untuk menentukan besarnya pengukuran. Salah satu dari hasil penelitian
percepatan grafitasi dengan mengukur periode yang telah dilakukan menunjukkan bahwa
ayunan. Tanpa pemahaman tentang konsep mahasiswa secara spontan jarang melakukan
pengukuran, maka mahasiswa tersebut tidak ujicoba berulang kecuali mereka menemui
akan dapat memutuskan: bagaimana cara adanya keganjilan dalam melakukan
merangkai peralatan ayunannya (apakah pengukuran pertama kalinya (Sere, Journeux &
benang harus tegang atau boleh kendor?), Larcher, 1993). Umumnya, mahasiswa dalam
bagaimana cara mengukur periodenya (apakah melaksanakan suatu percobaan berfokus pada
stopwatch harus mulai dihidupkan atau
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF)
Volume 3 Nomor 2 2013 ISSN : 2089-6158 29

pencarian nilai sebenarnya tanpa diantaranya mata kuliah praktikum oleh


mempertimbangkan ketidakpastiannya. mahasiswa dianggap sebagai sesuatu yang
Menurut hasil penelitian Lubben et.al terpaksa mereka lakukan karena tercantum
(2005) bahwa banyak siswa sekolah menengah dalam daftar mata kuliah sehingga harus
dan mahasiswa mengalami kesulitan dalam diambil, akibatnya praktikum dilakukan
melakukan pengukuran secara benar dan mahasiswa dengan semangat ingin tahu yang
memperkirakan secara tepat tentang reliabilitas minimum dengan tidak ada pengertian cukup
dan validitas hasil pengukurannya. Penelitian tentang maksud dan tujuan kurang
yang dilakukan Lubben et al. ini memiliki dua dipersiapkan. Pengukuran dilakukan secara
tujuan pokok, pertama untuk menyelidiki spontan, tanpa adanya kesadaran tentang apa
pengaruh pedoman praktikum terhadap yang sedang terjadi. Hal ini berakibat pada
pemahaman mahasiswa tentang pengukuran timbulnya rasa bosan dan jemu, dan waktu
dan ketidakpastian dan kedua mengidentifikasi yang digunakan di laboratorium seolah-olah
pola dari alasan mahasiswa tentang waktu yang terbuang.
pelaksanaan pengukuran dan pengukuran
ketidakpastian.
Hasilpenelitian Buffler et al. (2001) METODOLOGI PENELITIAN
menunjukkan bahwa sebelum dilakukan Penelitian ini dilakukan di Pendidikan
kegiatan praktikum, prosentase dari mahasiswa Fisika Jurusan PMIPA FKIP Universitas
yang memberi alasan dari Point-Paradigm Sebelas Maret Surakarta. Jenispenelitian yang
tentang pertanyaan pengumpulan pengolahan digunakanadalahpenelitianpengembangan
data berada pada range 54%-77% dan menurun (Research and Development).Model
menjadi 13%-21% setelah kegiatan praktikum. pengembangan yang
Ketika diminta untuk membandingkan dua digunakandalampenelitianiniadalah model
kumpulan data dari masing-masing lima data yang dikembangkanolehSukmadinata.Model
percobaan dengan rata-rata percobaan inimeliputi2tahappengembanganyaitustudipend
diketahui, tidak ditemukan mahasiswa yang ahuluan,pengembanganproduk.Tahap studi
menggunakan Point-Paradigm dalam pendahuluan terdiri atas: studi pustaka, survei
memberikan alasan, dan 98% mahasiswa lapangan dan penyusunanprodukawal.
memberi alasan gabungan antara Set Paradigm Sedangkanuntuktahappengembanganmeliputiuj
dan Point Paradigm. Kebanyakan mahasiswa icobaterbatasdanujicoba yang lebihluas.Uji
menjawab dengan membandingkan rata-rata coba terbatas dengan prinsip One on Onedan
kedua data tersebut, dan mereka masuk dalam kelompok kecil yang terdiri atas 8 mahasiswa
kategori gabungan (Set Paradigm dan Point yang dipilih secara acak.Sedangkan untuk uji
Paradigm) karena mereka menggunakan coba lebih luasdilakukan pada seluruh
pemahaman rata-rata akan tetapi mereka tidak mahasiswa semester III
memberikan cukup bukti bahwa mereka ProgramPendidikanFisika FKIP
mempertimbangkan pengukuran lain. Para UniversitasSebelas.
mahasiswa mampu menggunakan matematika Teknikpengumpulandatadalampenelitian
berdasarkan kategori Set Paradigm, tetapi iniadalahdenganobservasi, tes, wawancaradan
pemahaman matematika tersebut tidak mampu angket. Data-data dari observasi, wawancara
mendukung alasan mereka berdasarkan dan angket diolah menggunakan teknik
kategori pemahaman Set Paradigma. deskriptif kualitatif sedangkan tes diolah
Rahardjo dkk (2007) mengadakan dengan menggunakan gain
penelitian tentang hubungan antara ternormalisasidenganpersamaan gain
kemampuan psikomotor, sikap ilmiah dan ternormalisasi Hake berikut:
pemahaman konsep fisika pada mahasiswa S f Si
yang mengikuti kegiatan praktikum fisika g
dasar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut 1 S i
disimpulkan bahwa sikap ilmiah mahasiswa
tergolong rendah. Rendahnya sikap ilmiah
mahasiswa ini disebabkan oleh banyak faktor
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF)
Volume 3 Nomor 2 2013 ISSN : 2089-6158 30

dengan: diharapkan dapat mempermudah mahasiswa


g = gain mengolah data praktikum. Pada model
Sf = nilai rata-rata kelas akhir praktikum ini, untuk setiap pertemuan, semua
Si = nilai rata-rata kelas mula-mula kelompok mahasiswa mengerjakan topik
Keputusan uji: praktikum yang sama dan topik praktikum
g dikategorikan tinggi jika (<g>) 0.7; dibuat secara berurutan. Sebagai pedoman
g dikategorikan sedang jika 0.7 > (<g>) 0.3; dalam melaksanakan praktikum,maka model
g dikategorikan rendah jika (<g>) < 0.3. praktikum ini dilengkapi dengan modul
( Hake, 1998) praktikum.Modul praktikum yang
dihasilkanterdiriatas dua bab. Bab 1
berisitentang dasar-dasar analisis
ketidakpastian pengukuran dan bab 2 berisi
HASIL DAN PEMBAHASAN topik-topik praktikum. Topik-topik praktikum
pada penelitian ini ada tiga yaitu laboratorium
Model praktikum yang dikembangkan massa, sistem pegas dan ayunan sederhana.
yaitu model praktikum inquiri yang diharapkan Secara garis besar isi dari modul praktikum
dapat membantu mahasiswa meningkatkan yang dibuat adalah kajian tentang
ketrampilan proses ilmiah dan strategi kesulitan/miskonsepsi yang dialami
praktikummengacu pada kemampuan- mahasiswaseputar topik yang akan dipelajari,
kemampuan analisis ketidakpastian modul untuk mahasiswa yang berisi pre tes,
pengukuran. penjelasan topik yang akan dipelajari,
Berdasarkan hasil kajian-kajian hipotesis, cara kerja, dan analisis data dan post
penelitian-penelitian sebelumnya, disimpulkan tes.
bahwa dalam model praktikum fisika berbasis Draft modul praktikum
analisis ketidakpastian pengukuran ini, disusunpenelitidenganbeberapa kali revisiatas
kemampuan awal yang harus dimiliki saran reviewer. Revisiterutamapadakalimat-
mahasiswa adalah kemampuan analisis kalimat
ketidakpastian pengukuran sehingga sebelum yangkurangefektifdanpentingnyailustrasigamb
mahasiswa memulai praktikum, diajarkan dulu arpercobaan.Dalamujicobaterbatasdenganprins
analisis ketidakpastian pengukuran. Setelah ip One on One (2 mahasiswa) diperolehskor
dipandang semua mahasiswa memahami gain 0,43. Untuk ujicobakelompokkecil (8
analisis ketidakpastian pengukuran maka mahasiswa) diperolehskor gain 0,51.
praktikum dapat dimulai. Dalam kegiatan Padaujicobakelompokbesar (1 kelas) diperoleh
laboratorium ini, dua hari sebelum praktikum gain 0,42. Skor-skor hasil uji coba
mahasiswa harus mengerjakan pre tes dan initergolongsedang.
membaca informasi tentang praktikum yang Berdasarkanhasildari langkah-
akan dikerjakan yang dapat diunduh dari Blog, langkahpengembangantersebutdapatdisimpulka
setelah dinilai lulus praktikum dapat dimulai. nbahwapenelitianinitelahmenghasilkan draft
Sebelum melaksanakan praktikum, mahasiswa akhirmodel dan modul praktikum fisika
harus membuat hipotesis praktikum yang akan berbasis analisis ketidakpastian pengukuran.
dikerjakan kemudian melaksanakan praktikum Model dan modul praktikum yang disusun
dengan panduan modul. Setelah melaksanakan setelah diujicobakan di lapangan secara nyata
praktikum, mahasiswa harus membuat laporan telah terbukti berdampak positif terhadap
praktikum yang harus dikumpulkan seminggu peningkatan pemahaman konsep
berikutnya, selain itu mahasiswa juga harus ketidakpastian pengukuran. Dampak lain dari
menjawab soal post tes yang dapat diunduh penggunaan bahan ajar tersebut adalah
dari blog yang berisi soal-soal yang menguji semakin meningkatnya kemampuan
pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki mahasiswa dalam menganalsis data-data
mahasiswa setelah mengikuti kegiatan percobaan dengan menggunakan bantuan
laboratorium. Pada penelitian ini, mahasiswa Microsoft Excel.
diajarkan pengolahan data praktikum Berdasarkanhasilobservasikinerjamahasi
menggunakan Program Microsoft Excel yang swadalam melakukan kegiatan percobaan di
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF)
Volume 3 Nomor 2 2013 ISSN : 2089-6158 31

laboratorium diperolehhasilbahwapada 50% PENUTUP


mahasiswamenunjukkankinerjasangattinggi,
20% menunjukkankinerjatinggidan 30% Berdasarkan hasil analisis hasil
menunjukkankinerjasedang. penelitian dapat disimpulkan bahwa model
Hasilanalisisangkettanggapanmahasiswaterhad praktikum berbasis ketidakpastian yang sesuai
apmoduldiuraikanselengkapnyadalamtabelberi untuk mahasiswa adalah model praktikum
kut. yang lebih menitikberatkan pemahaman
Tabel1 AngketTanggapanMahasiswa terhadap tentang dasar-dasar analisis ketidakpastian
Modul Praktikum pengukuran secara lengkap sebelum
No Pernyataan mahasiswa melaksanakan kegiatan
SS S R TS STS
1
laboratorium. Pada model ini, mahasiswa35harus
Modulinidapatdipergunakansebagaisumberreferensibelajar 75
mengajukan hipotesis sendiri, melakukan
2 Isi modulbermanfaatdalamstudisaya 10 90
percobaan untuk menguji hipotesis yang
3 Isi materimodulcukuplengkap 68 18 14
diajukan secara mandiri selain itu tiap kegiatan
4 Tampilanisimodulmenarikdaninteraktif praktikum mahasiswa harus mengerjakan 23 soal
59 18
5 Instruksidalammodulsecaraumumcukupmembantudalammelakukan kegiatan praktikum
pre tes dan post tes. Untuk membantu 5 85 5 5
6 Dalammenggunakanmodul,dosentetapdibutuhkan mahasiswa melaksanakan kegiatan praktikum 45 55
7 Adanyatutorial dasar-dasar pengukuransangatmembantumempelajarimodul
maka mahasiswa juga diberi panduan 14 modul86
8 praktikum. Untuk membantu mahasiswa
Kata danbahasa yang dipakaidalammoduldapatdibacasecarajelas 64 18 18
9 Kata danbahasa yang dipakaidalammoduldapatdipahamimengolah data praktikum, mahasiswa
45 50 5
10 Modul ini membantusaya meningkatkanpemahamantentang diajarkan teknik pengolahan
analisis ketidakpastian data dengan
pengukuran 4 91 5
11 menggunakan Program Microsoft
Adanyasoal pre tes dan pos tes membantu saya mengetahui seberapa baik pengetahuan saya 9Excel
86 5
tentang praktikum yang saya kerjakan sehingga mahasiswa semakin mudah dalam
12
melaksanakan kegiatan praktikum.
Penggunaan Microsoft Excel untuk menggambarkan grafik mempermudah mengolah data-data 77 23
percobaan
13 Modul inicukupmudahdipelajari 31 64 5
14 Setelahmenggunakanmodulkemampuanpemahamansayauntukmemahamigrafiksemakinmeningkat 77 23
15 DAFTAR PUSTAKA 41 50
Setelahmenggunakanmodulinipemahamansayatentangkonsepanalisis ketidakpastian 9
pengukuransemakinmeningkat Abbott, D. S. (2003).Assessing student
understanding of measurement32 and
16 Setelahmenggunakanmodulinipemahamansayatentangpersamaandifferensialsemakinmeningkat 50 18
karena berguna untuk menentukan persamaan ralat uncertainty, doctoral dissertation, North
Carolina State University.
17 Penggunaanfasilitas fitting data membantu saya memperoleh data yang akurat dan presisi 59 36 5
18 Penggunaanmodul denganbantuanMirosoft Excel sangatmembantudalammemahamiberbagai 14 and
Allie, S., &Buffler, A. (1998).A course in tools 50 31 5
konsep fisika yang diperoleh dari grafik procedures for Physics 1. American
19 Sayasangatsenangmenggunakanmodulini dan trendline membantuJournal saya memahami
of Physics,tentang
66(7), 613-624. 14 71 15
akurasi dan presisi data dari praktikum yang dikerjakan
20 Sayatidakmerasabosandalammenggunakanmodulini Buffler, A., Allie, S., Lubben, F., & Campbell, B. 67 29 4
(2001). The development of first year
physics students ideas about measurement
Berdasarkantabel 1 di atas dapat in terms of point and set paradigms.
dikemukakanbahwasecaraumummahasiswa International Journal of Science Education,
23(11), 1137-1156.
berpendapat bahwa modul yang
disusunmasukdalamkategoribaik.Berdasarkanh
Campbell, B., Lubben, F., Buffler, A., & Allie, S.
asilanalisisangkettersebutdapatdisimpulkanbah (2005). Teaching Scientific Measurement
wapenggunaan modul dapat meningkatkan at University: Understanding Students
pemahaman mahasiswa tentang ketidakpastian Ideas and Laboratory Curriculum Reform,
pengukuran. Monograph of the African Journal of
Research in Mathematics, Science and
Mathematics Education.Kloof, South
Africa: SAARMSTE.
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF)
Volume 3 Nomor 2 2013 ISSN : 2089-6158 32

Deardorff, D. L. (2001). Introductory physics Lippmann, R. F. (2003). Students Understanding


students treatment of measurement of Measurement and Uncertainty in the
uncertainty, unpublished doctoral Physics Laboratory: Social construction,
dissertation, North Carolina State underlying concepts, and quantitative
University. analysis. Doctoral Dissertation, University
of Maryland, College Park.
Djonoputro, Darmawan, 1984. TeoriKetidakpastian.
Bandung : ITB Lubben, F., Campbell B., Buffler, A. and Allie, S.
(2001) Point And Set Reasoning In
Got dan Duggan R. (2002). What sort of science Practical Science Measurement By
education do we really need? International Entering University Freshman. Science
Journal of Science Education, 24(7), 661- Education, 85 (4), 311-327.
679.
Lubben, F., Millar, R. (1996).Children's ideas about
Fairbrother, R. and Hackling, M. (1997) Is this the the reliability of experimental data. Int.
right answer? International Journal for J.Sci. Educ., 18(8), 955-968.
Science Education, 19 (8), 887-894.
Sr, M. G., Journeaux, R. &Larcher, C.
Fred Lubben, Bob Campbell, et al. (2001). Point (1993).Learning the Statistical Analysis of
and set reasoning in practical science Measurement Errors. International Journal
measurement by entering university of Science Education, 15(4), 427-438.
freshmen. Science Education 85(4): 311-
327. Syaodih, N. 2007.MetodePenelitianPendidikan.
Bandung: PT.RemajaRosdakarya.
Gall, M.D. dan Borg, W.R. 2003. Educational
Research An Introduction 7th Edition. Tiberghien, A., Veillard, L., Le Marechal, J-F.,
Boston: Allyn& Bacon. Buty, C., & Millar, R. (2001). An Analysis
Of Labworktasks Used in Science
Hake.1998. Interactive-engagement vs traditional Teaching at Upper Secondary School and
methods: A six-thousand- student survey University Levels in Several European
of mechanics test data for introductory Countries. Science Education, 85(5),
physics courses, American Journal of 483508.
Physics. 66: 64-74.

Hodson, D. (1998). Taking Practical Work beyond


the Laboratory. International Journal of
Science

John Taylor (1997). An Introduction to Error


Analysis: The study of uncertainties in
physical measurements, 2nd. ed.
University Science Books: Sausalito, CA,
1997. Sausalito, CA, University

Leach, J., Millar, R., Ryder, J., &Sr, M-G.


(2000). Epistemological Understanding in
Science Learning: the Consistency of
Representations Across Contexts.
Learning and Instruction, 10, 497527.

Leach, J., Millar, R., Ryder, J., Sere, M-G.,


Hammelev, D., Niedderer, H., &Tselfes,
V. (1998). Students images of science as
they relate to labwork learning.Lab work
in Science Education, Working Paper 6,
Targeted Socio-Economic Research
Programme Project PL 95-2005.

Beri Nilai