0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan6 halaman

Laporan Kasus Appendicitis Akut pada Remaja

Pasien perempuan berusia 13 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah disertai demam dan mual. Pemeriksaan menemukan tanda-tanda appendicitis akut dan skor Alvorado 8 serta skor appendicitis inflamasi 6. Diagnosa appendicitis akut ditambah infeksi saluran kemih. Pasien dioperasi dan didiagnosa gangrenous appendicitis ditambah infeksi saluran kemih. Pemulihan pasien berjalan dengan baik dan pulang pada hari ke-

Diunggah oleh

lisa_ozzora
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan6 halaman

Laporan Kasus Appendicitis Akut pada Remaja

Pasien perempuan berusia 13 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan bawah disertai demam dan mual. Pemeriksaan menemukan tanda-tanda appendicitis akut dan skor Alvorado 8 serta skor appendicitis inflamasi 6. Diagnosa appendicitis akut ditambah infeksi saluran kemih. Pasien dioperasi dan didiagnosa gangrenous appendicitis ditambah infeksi saluran kemih. Pemulihan pasien berjalan dengan baik dan pulang pada hari ke-

Diunggah oleh

lisa_ozzora
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KASUS

A. Identitas Pasien
NAMA : Nn. V

Masuk RS : 05/02/2017 pukul 14.00 WIB

Tanggal lahir : 19 September 2003

Usia : 13 tahun

Status sosial : Menengah ke bawah

Data Demografis

Alamat : Jl. Ahmad Yani RT 30 Kelurahan KP 1, Kuala Pembuang, Seruyan

Agama : ISLAM

Suku : BANJAR

Pekerjaan : Siswa

Bahasa Ibu : Banjar

Status : Belum menikah

Pendidikan : SMP

B. Anamnesis

Keluhan Utama : Nyeri perut kanan bawah

Riwayat penyakit sekarang


Pasien datang dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan sejak 3 hari. Keluhan
seperti dicubit pada perut. Keluhan semakin bertambah sangat nyeri sejak 1 hari
SMRS hingga meluas pada perut bagian tengah dan kiri bawah.
Keluhan bertambah berat bila pasien batuk atau melakukan aktivitas (berjalan /
duduk). Keluhan awalnya berkurang dengan pasien beristirahat namun 1 hari
SMRS keluhan tidak ada pengurangan walau sudah minum antibiotik
(Amoxicillin).
Keluhan disertai dengan demam, demam yang dialami berkurang dengan obat
penurun panas. Keluhan lain mual (+) muntah 2 3 x/hari. Nafsu makan menurun.
BAB(-), BAK (+) dbn. R/ menstruasi teratur HPHT 1 minggu yang lalu.
Keputihan (-), berhubungan seksual (-)

Riwayat penyakit dahulu :


Riwayat keluhan yang sama sebelumnya(-), R/ infeksi saluran pernafasan (+)

Riwayat penyakit keluarga :


Riwayat keluhan yang sama di keluarga (-), DM (-).

Riwayat personal dan sosial


Pasien jarang makan makanan berserat. R/ minum alkohol (-)

C. Pemeriksaan Fisik
Tanda vital :
KU = tampak sakit sedang
Kes = Compos mentis
TD = 110/60 mmHg RR = 20 x/menit
Nadi = 82 x/menit, kuat T = 37,5 0 C

Status generalis
Kepala : normocephal, KGB leher dbn
Mata : konjungtiva ananemis, pupil isokor 3 mm/3mm
Thoraks: Paru
- Inspeksi : Simetris, retraksi (-)
- Palpasi : dalam batas normal, taktil fremitus simetris
- Perkusi : dalam natas normal
- Auskultasi : Wheezing(-/-), Ronkhi (-/-), ves (+/+)
Jantung
- Inspeksi : Ictus cordis tampak (+)
- Palpasi : Ictus cordis teraba, thrill (-)
- Perkusi : dalam batas normal
- Auskultasi : BJ I/II Normal, gallop (-), murmur (-)
Abdomen
- Inspeksi : Datar
- Auskultasi : Bising usus (+) normal
- Palpasi : Supel, Nyeri tekan di titik Mc. Burney +, suprapubik, dan inguinal
dextra et sinistra
- Hepar : dalam batas normal
- Perkusi : Timpani pada 4 kuadran abdomen (+), massa (-), ascites (-), nyeri
ketok CVA (-).

Ekstremitas

Atas : akral hangat, RCT < 2 detik, sianosis (-), edema(-)


Bawah : akral hangat, RCT < 2 detik, sianosis (-), edema (-)

D. Pemeriksaan lainnya

Pemeriksaan Psoas sign (+)


Pemeriksaan Dunphy sign (+)
Pemeriksaan Obturator sign (-)
Pemeriksaan Rovsing Sign (+) tetapi nyeri >> di hipogastrium
Pemeriksaan rebound tenderness (+) ringan
Inguinal : Pembesaran KGB (-)

E. Pemeriksaan Penunjang

Lab darah rutin (05/02/2016)

- Hb = 14,7 g% - Ht = 44 %
- Eritrosit = 4,9 x 106/mm3 - Leukosit = 19.600/mm3
- Trombosit = 286.000/mm3 - CT / BT = 5 / 2
- Diff count = 2/0/3/76/12/7

Pemeriksaan Urine
- Warna = kuning muda
- Kejernihan = jernih
- PH =7
- Darah = positif (+)
- HCG test = negatif (-)
- Sedimen :
Leukosit = 20 25 /LPB
Eritrosit = 10 12/LPB

F. Permasalahan yang ada

Anamnesa:
Nyeri perut kanan bawah ( titik Mc. Burney ) dan perut bagian suprapubik.
Demam
Mual muntah
Pada pemeriksaan penunjang ditemukan : Leukositosis, Leukosituria, Hematuria

Skor Penilaian
Alvorado score :
- Migrasi nyeri pada fossa illiaca (-) 0
- Anorexia 1
- Mual muntah 1
- Nyeri pada fossa illiaca dextra 2
- Rebound tenderness 0
- Demam 36,50 C 1
- Leukositosis (> 10.000/mm3) 2
- Shift to the left of neutrofil 1
Nilai total alvorado score = 8

Appendicitis inflammatory response score :

Muntah =1
Nyeri fossa inferior kanan =1
Rebound tenderness = 1
Termperatur 38.5 C 0
=0
Peningkaan PMN 81 % =1
Nilai leukosit 19.600/mm = 2
3

CRP = tidak terdapat pemeriksaan


Maka didapatkan skor nya sekitar 6.

G. Diagnosa
Appendicitis Akut + ISK

Differential Diagnosa

Uretrolithasis
Colic abdomen
H. Tatalaksana

IVFD RL fls 20 tpm


Ceftriaxon vial 1 gr / 12 jam
Ketorolac inj 30 mg / 8 jam
Paracetamol fls 1 gr / 8 jam
Ranitidine amp 50 mg/ 12 jam
Puasa
Operasi cito appendectomy

I. Follow Up Pasien

Tanggal S/A O P

05/02/2017 S/ Nyeri di bagian perut TD =110/80 Th/ - R/ appendectomy


22.00 kanan bawah (+), mual mmHg - IVFD RL 20 tpm
(+), nafsu makan N = 88 x/menit
- Ranitidin 50 mg/12 h
menurun, demam (+) RR = 37.5 C
0 Ceftriaxon 1 gr/ 12 h
A/ appendicitis akut - Paracetamol 1 gr/ 8
h
- Puasa

06/02/2017 S/ Nyeri perut (+) TD = 100/80 Th/ - R/appendectomy


08.00 bertambah terutama di mmHg
suprapubik, mual (+), N = 100
demam (-) x/menit
A/ appendicitis akut + RR = 22x/menit
ISK T
0
= 36,2 C
06/02/2017 S/ Post operasi TD = 110/80 Th/ -RL 20 tpm
11.00 appendectomy mmHg - Ceftriaxon1 gr/ 12 h
A/ post appendectomy N = 88 x/menit - Metronidazole 500 mg/
ec peritonitis ec RR = 22x/menit 8h
appendicitis T
0
= 36,2 C - Ranitidine 50 mg/ 12 h
ganggrenous h 0 + ISK - Paracetamol 1 gr/ 8 h
- Bila flatus (+), diet cair

07/02/2017 S/Nyeri di bagian luka TD = 110/70 Th/ - Lanjutkan terapi


09.00 operasi mmHg - Diet lunak (bubur
Demam (+) N = 82 x/menit saring)
A/ post appendectomy RR = 22x/menit - Mobilisasi jalan
ec peritonitis ec T
0
= 37,6 C
appendicitis
ganggrenous h 1 + ISK
08/02/2017 S/Nyeri di bagian luka TD = 120/80 Th/ - Lanjutkan terapi
09.00 operasi mmHg - Diet lunak (bubur)
Demam (+) N = 104 - Mobilisasi jalan
A/ post appendectomy x/menit - Perawatan luka
ec peritonitis ec RR = 20x/menit
appendicitis T
0
= 37,7 C
ganggrenous h 2 + ISK
09/02/2017 S/Nyeri di bagian luka TD = 110/80 Th/ - BLPL
09.00 operasi mmHg - Obat pulang
Demam (-), BAB (-), BAK N = 74 x/menit - Cefixime 2 x 100 mg
(+) RR = 20x/menit - Ibuprofen tab 3 x 400
A/ post appendectomy T
0
= 36,8 C mg
ec peritonitis ec - Glutrop 1 x 1 tab
appendicitis
ganggrenous h 3 + ISK

Anda mungkin juga menyukai