Anda di halaman 1dari 20

SAP PADA KLIEN DENGAN ANGINA PECTORIS

Dosen Pengampu : Kusnendar, S.Kep.,Ns

Di Susun Oleh :
1. Oky Bagus P (121420126110101)
2. Prsetyo Arif P (121420126130103)
3. Rachmadani Dewi C (10/1749/pr/0103)
4. Sihol Silalahi (121420126320122)
5. Singgih Prakoso (121420126330123)
6. Slamet (121420126360126)
7. Sri Hastuti W (121420126390129)
8. Sri Ratna Ningsih (121420126400130)
9. Sulistyorini (121420126430133)
10. Tita Nurjanah (121420126470137)
11. Zuhara Intan M. (121420126670157)
12. Dwiyantoro (11/2015/PR/0034)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
2015
SAP ANGINA PECTORIS

Pokok Bahasan : Angina Pectoris


Sub Pokok Bahasan : perawatan gawat darurat Angina pectoris
Sasaran : Mahasiswa Kelas VI B
Waktu : 30 menit
Hari / Tanggal : Senin,
Tempat : C302
Penyuluh : Kelompok 4

A. LATAR BELAKANG
Angina pectoris ialah suatu sindrom klinis dimana terjadi sakit dada
yang khas, yaitu seperti tertekan atau terasa berat di dada yang sering
menjalar ke lengan kiri. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu
melakukan aktivitas dan segera menghilang bila pasien beristirahat. Oleh
karena itu sebagai calon seorang perawat professional diharapkan mampu
mengerti serta melaksanakan asuhan keperawatan yang tepat pada pasien
dengan berdasarkan etiologi atau faktor-faktor yang berkaitan dengan
penyakit tersebut. Sesuai dengan konsep yang sudah ada yakni pengkajian,
diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Di Amerika serikat didapatkan bahwa kurang lebih 50% dari penderita
penyakit jantung koroner mempunyai manifestasi awal angina pectoris
stabil ( APS ). Jumlah pasti penderita angina pectoris sulit deketahui.
Dilaporkan bahwa insiden angina pectoris pertahun pada penderita diatas
usia 30 tahun sebesar 213 penderita per 100.000 penduduk. Asosiasi
jantung Amerika Memperkirakan ada 6.200.000 penderita APS ini di
Amerika serikat. Tapi data ini nampaknya sangat kecil dibandingkan dari
laporan dua studi besar dari Olmsted Country dan Framingham, yang
mendapatkan bahwa kejadian infark miokard akut sebesar 3% sampai 3,5%
dari penderita angina pectoris pertahun, atau kurang lebih 30 penderita
angina pectoris untuk setiap penderita infark miokard akut. ( tucker, 2008 ).
Di Indonesia penyakit jantung adalah pembunuh no. tiga. Jantung
adalah organ tubuh yang nekerja paling kuat. setiap harinya organ tubuh ini
memompa 16.000 liter darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah
sekitar 90.000 km. walaupun relative kecil namun organ ini bekerja dua
kali lebih keras dari pada betis pelari sprint atau otot petinju kelas berat.
Tidak ada otot kecuali otot rahim wanita yang bekerja siang dan malam
selama 70 tahun atau lebih seperti jantung. Berikut ini terdapat beberapa
anjuran yang akan berguna bagi pemeliharaan kesehatan jantung. Namun,
yang perlu ditekankan bahwa dengan mengikuti anjuran-anjuran bukan
berati kita akan kebal terhadap penyakit jantung, sebab sampai sekarang
belum ada sesuatupun yang dapat member kekebalan seperti itu ( Barbara
C Long, 2006 ).
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang perawatan
angina pectoris, peserta penyuluhan dapat mengerti, menghayati dan
melaksanakan hidup sehat melalui pendekatan Komunikasi, Informasi dan
Edukasi (KIE) sehingga kesakitan dan kematian angina pectorus dapat
dicegah dan dikurangi.
C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mendapatkan penyuluhan satu (1) kali diharapkan Peserta
penyuluhan mampu :
1. Menjelaskan pengertian Angina pectoris
2. Menjelaskan Penyebab Angina pectoris
3. Menjelaskan tanda gejala Angina pectoris
4. Menjelaskan patofisiologi Angina pectoris
5. Menjelaskan pemeriksaan penunjang Angina pectoris
6. Mendemonstrasikan bagaimana cara pencegahan dan penanganan pada
penderita Angina pectoris.
D. METODE
Roleplay dan tanya jawab
E. MEDIA
1. Laptop
2. LCD
F. KISI-KISI MATERI
1. Pengertian Angina pectoris
2. Penyebab Angina pectoris
3. Tanda dan gejala Angina pectoris
4. Patofisiologi Angina pectoris
5. Pemeriksaan penunjang Angina pectoris
6. Penatalaksanaan Angina pectoris
G. PENGORGANISASIAN
No KEGIATAN RESPON WAKTU
KELUARGA

1. Pendahuluan 3 menit

- Menyampaikan salam - Membalas salam


- Menjelaskan tujuan - Memperhatikan
- Apersepsi - Memberikan
respon
2. Penyampaian materi 20 menit

a. Menjelaskan dan menguraikan- Memperhatikan


materi ttg: penjelasan dan
demonstrasi dengan
1. Pengertian Angina pectoris
cermat
2. Penyebab Angina pectoris
3. Tanda dan gejala Angina
pectoris
4. Patofisiologi Angina pectoris
5. Pemeriksaan penunjang
Angina pectoris
6. Penatalaksanaan Angina
pectoris - Menanyakan hal
b. Memberikan kesempatan pada peserta yang belum jelas
penyuluhan untuk bertanya - Memperhatikan
c. Menjawab pertanyaan peserta jawaban penyuluh
penyuluhan yang berkaitan
dengan materi yang belum jelas
3. Penutup - Menanyakan hasil 7 menit
yang belum jelas
- Tanya jawab (Evaluasi)
dan menjawab
- Menyimpulkan hasil materi
- Kontrak waktu selanjutnya pertanyaan
- Mengakhiri kegiatan (Salam) - Menjawab salam
penutup

H. SETTING TEMPAT

I. SUSUNAN ACARA PELAKSANAAN


1. Pendahuluan
2. Penyampaian Materi
3. Penutup

J. METODE EVALUASI
Menanyakan pada peserta penyuluhan tentang :
1. Pengertian Angina pectoris
2. Penyebab Angina pectoris
3. Tanda dan gejala Angina pectoris
4. Patofisiologi Angina pectoris
5. Pemeriksaan penunjang Angina pectoris
6. Penatalaksanaan Angina pectoris
Lampiran materi
A. DEFINISI
Angina Pectoris adalah suatu sindroma klinis yang ditandai
dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasaan tertekan di dada
depan.(Brunner & Suddarth, 2005).
Angina pectoris adalah sutu sindroma klinis yang ditandai
dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasaan tertekan didada
depan, penyebab diperkirakan berkurangnya aliran darah koroner,
menyebabkan suplai oksigen kejantung tidak adekuat, atau dengan
katalain, suplai kebutuhan jantung meningkat. Angina biasanya
diakibatkan oleh penyakit aterosklerotik dan hampir selalu berhubungan
dengan sumbatan arteri koroner utama ( smaltzer, 2006 ).
Angina pectoris adalah sutu sindroma klinis yang ditandai
dengan episode atau paroksisma nyeri atau perasaan tertekan didada
depan, penyebab diperkirakan berkurangnya aliran darah koroner,
menyebabkan suplai oksigen kejantung tidak adekuat, atau dengan
katalain, suplai kebutuhan jantung meningkat. Angina biasanya
diakibatkan oleh penyakit aterosklerotik dan hampir selalu berhubungan
dengan sumbatan arteri koroner utama ( smaltzer, 2006 ).
B. ETIOLOGI
1. Ateriosklerosis,merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit,
dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur dimana
bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding
arteri.
2. Spasme arteri koroner
3. Anemia berat,Artritis dan Aorta Insufisiensi
4. Denyut jantung yang terlalu cepat
5. Kelainan pada katup jantung, terutama aortic stenosis yang
disebabkan oleh sedikitnya aliran darah ke katup jantung.
6. Penebalan pada di dinding otot jantung - hipertropi- dimana dapat
terjadi pada penderita tekanan darah tinggi sepanjang tahun.
C. MANIFESTAS KLINIS
1. Angina pectoris stabil.
a. Muncul ketika melakukan aktifitas berat
b. Biasanya dapat diperkirakan dan rasa nyeri yang muncul biasanya
sama dengan rasa nyeri yang datang sebelumnya
c. Hilang dalam waktu yang pendek sekitar 5 menit atau kurang
d. Hilang dengan segera ketika anda beristirahat atau menggunakan
pengobatan terhadap angina
e. Rasa sakitnya dapat menyebar ke lengan, punggung atau area lain
f. Dapat dipicu oleh tekanan mental atau stres.
2. Angina pectoris tidak stabil.
a. Angina yang baru pertama kali atau angina stabil dengan
karakteristik frekuensi berat dan lamanya meningkat.
b. Timbul waktu istirahat/kerja ringan.
c. Tidak dapat diperkirakan
d. Biasanya lebih parah dan hilang dalam waktu yang lebih lama
e. Dapat tidak akan hilang saat beristirahat ataupun pengobatan
angina
f. EKG: Deviasi segment ST depresi atau elevasi.
3. Angina variant.
a. Angina yang terjadi spontan umumnya waktu istirahat dan pada
waktu aktifitas ringan. Biasanya terjadi karena spasme arteri
koroner
b. EKG deviasi segment ST depresi atau elevasi yang timbul pada
waktu serangan yang kemudian normal setelah serangan selesai.
D. PATOFISIOLOGI
Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidak
adekuatan suplay oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan
karena kekakuan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner
(ateriosklerosis koroner). Sewaktu beban kerja suatu jaringan
meningkat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Apabila
kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner
berdilatasi dan megalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot
jantung.
Namun apabila arteri koroner mengalami kekauan atau
menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai
respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen, maka terjadi
iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.
Angina Pectoris Adanya endotel yang cedera mengakibatkan
hilangnya produksi No (nitrat Oksida yang berfungsi untuk
menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini
dapat menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner
yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke
miokard berkurang.
Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang
begitu nampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari
75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke
koroner akan berkurang.
Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk
memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan
asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri.
Apabila kenutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai
oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif
untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat.
Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.
E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Elektrokardiogram
Gambaran elektrokardiogram (EKG) yang dibuat pada waktu
istirahat dan bukan pada waktu serangan angina seringkali masih
normal. Gambaran EKG kadang-kadang menunjukkan bahwa
pasien pernah mendapat infark moikard pada masa lampau.
Kadang-kadang EKG menunjukkan pembesaran ventrikel kiri pada
pasien hipertensi dan angina. Kadang-kadang EKG menunjukkan
perubahan segmen ST dan gelombang T yang tidak khas. Pada
waktu serangan angina, EKG akan menunjukkan adanya depresi
segmen ST dan gelombang T menjadi negatif.
2. Foto Rontgen Dada
Foto rontgen dada seringkali menunjukkan bentuk jantung yang
normal, tetapi pada pasien hipertensi dapat terlihat jantung yang
membesar dan kadang-kadang tampak adanya kalsifikasi arkus
aorta.
3. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium tidak begitu penting dalam diagnosis
angina pectoris. Walaupun demikian untuk menyingkirkan
diagnosis infark miokard jantung akut maka sering dilakukan
pemeriksaan enzim CPK, SGOT, atau LDH.
Enzim tersebut akan meninggi pada infark jantung akut sedangkan
pada angina kadarnya masih normal. Pemeriksaan lipid darah
seperti kadar kolesterol, HDL, LDL, dan trigliserida perlu dilakukan
untuk menemukan faktor resiko seperti hiperlipidemia dan
pemeriksaan gula darah perlu dilakukan untuk menemukan diabetes
mellitus yahng juga merupakan faktor risiko bagi pasien angina
pectoris.
4. Uji Latihan Jasmani
Karena pada angina pectoris gambaran EKG seringkalimasih
normal, maka seringkali perlu dibuat suatu ujian jasmani. Pada uji
jasmani tersebut dibuat EKG pada waktu istirahat lalu pasien
disuruh melakukan latihan dengan alat treadmill atau sepeda
ergometer sampai pasien mencapai kecepatan jantung maksimal
atau submaksimal dan selama latihan EKG di monitor demikian
pula setelah selesai EKG terus di monitor. Tes dianggap positif bila
didapatkan depresi segmen ST sebesar 1 mm atau lebih pada waktu
latihan atau sesudahnya. Lebih-lebih bila disamping depresi segmen
ST juga timbul rasa sakit dada seperti pada waktu serangan, maka
kemungkinan besar pasien memang menderita angina pectoris.
Di tempat yang tidak memiliki treadmill, test latihan jasmani dapat
dilakukan dengan cara Master, yaitu latihan dengan naik turun
tangga dan dilakukan pemeriksaan EKG sebelum dan sesudah
melakukan latihan tersebut.
5. Thallium Exercise Myocardial Imaging
Pemeriksaan ini dilakukan bersama-sama ujian latihan jasmani dan
dapat menambah sensifitas dan spesifitas uji latihan.thallium 201
disuntikkan secara intravena pada puncak latihan, kemudian
dilakukan pemeriksaan scanning jantung segera setelah latihan
dihentikan dan diulang kembali setelah pasien sehat dan kembali
normal. Bila ada iskemia maka akan tampak cold spot pada daerah
yang yang menderita iskemia pada waktu latihan dan menjadi
normal setelah pasien istirahat. Pemeriksaan ini juga menunjukkan
bagian otot jantung yang menderita iskemia.
K. PENATALAKSANAAN MEDIS
Tujuan penatalaksanaan medis angina adalah untuk menurunkan
kebutuhan oksigen jantung dan untuk meningkatkan suplai oksigen.
Secara medis tujuan ini dicapai melalui terapi farmakologi dan kontrol
terhadap faktor risiko. Secara bedah tujuan ini dicapai melalui
revaskularisasi suplai darah jantung melalui bedah pintas arteri koroner
atau angioplasti koroner transluminal perkutan (PCTA= percutaneus
transluminal coronary angioplasty).
1. Farmakologi
a. Golongan nitrat
Nitrogliserin merupakan obat pilihan utama pada serangan angina
akut, mekanisme venanya sebagai dilatasi vena perifer dan
pembuluh darah koroner, eveknya langsung terhadap relaksasi otot
polos vaskular. Nitrogliserin juga dapat meningkatkan toleransi
exercise pada penderita angina sebelum terjadi hipoktesia
miokard.Nitrogliserin adalah bahan vasoaktif yang berfungsi
melebarkan baik vena maupun arteria sehingga mempengaruhi
sirkulasi perifer. Dengan pelebaran vena terjadi pengumpulan
darah vena diseluruh tubuh. Akibatnya hanya sedikit darah yang
kembali ke jantung dan terjadilah penurunan tekanan pengisian
(preload). Nitrat juga melemaskan anter terjadi pengumpulan
darah vena diseluruh tubuh. Akibatnya hanya sedikit darah yang
kembali ke jantung dan terjadilah penurunan tekanan pengisian
(preload). Nitrat juga melemaskan anteriol sistemik dan
menyababkan penurunan tekanan darah (afterload). Semuanya itu
berakibat pada penurunan kebutuhan oksigen jantung,menciptakan
suatu keadaan yang lebih seimbang antara suplai dan kebutuhan.
Nitrogliserin biasanya diletakkan dibawah lidah (sublingual) atau
di pipi (kantong bukal) dan akan menghilangkan nyeri iskemia
dalam 3 menit.
b. Penyekat beta-adrenergi
Tujuan pemberian penyekat beta adalah memperbaiki
keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen miokard, mengurangi
nyeri, mengurangi luasnya infark dan menurunkan risiko kejadian
aritmia vebtrikel yang serius. Obat ini merupakan terapi utama
pada angina. Penyekat beta dapat menurunkan kebutuhan oksigen
miokard dengan cara menurunkan frekwensi denyut jantung,
kontraktilitas , tekanan di arteri dan peregangan pada dinding
ventrikel kiri. Efek samping biasanya muncul bradikardi dan
timbul blok atrioventrikuler. Obat penyekat beta antara lain :
atenolol, metoprolol, propranolol, nadolol.
c. Ca- antagonis
Dipakai pada pengobatan jangka panjang untuk mengurangi
frekuensi serangan pada beberapa bentuk angina, cara kerjanya
memperbaiki spasme koroner dengan cara menghambat tonus
vasometer. Obat ini bekerja dengan cara menghambat masuknya
kalsium melalui saluran kalsium, yang akan menyebabkan
relaksasi otot polos pembulu darah sehingga terjadi vasodilatasi
pada pembuluh darah epikardial dan sistemik. Golongan obat
kalsium antagonis adalah amlodipin, bepridil, diltiazem, felodipin,
isradipin, nikardipin, nifedipin, nimodipin, verapamil.
d. Nitrat dan Nitrit
Merupakan vasodilator endothelium yang sangat bermanfaat untuk
mengurangi symptom angina pectoris, disamping juga mempunyai
efek antitrombotik dan antiplatelet. Nitrat menurunkan kebutuhan
oksigen miokard melalui pengurangan preload sehingga terjadi
pengurangan volume ventrikel dan tekanan arterial. Salah satu
masalah penggunaan nitrat jangka panjang adalah terjadinya
toleransi terhadap nitrat. Untuk mencegah terjadinya toleransi
dianjurkan memakai nitrat dengan periode bebas nitrat yang cukup
yaitu 8 12jam. Obat golongan nitrat dan nitrit adalah : amil nitrit,
ISDN, isosorbid mononitrat, nitrogliserin.
2. Non Farmakologis
a. Berhenti merokok, karena merokok mengakibatkan takikardia dan
naiknya tekanan darah, sehingga memaksa jantung bekerja keras.
b. Diet
c. Mengurangi stress untuk menurunkan kadar adrenalin yang dapat
menimbulkan vasokontriksi pembuluhdarah.
d. Pengontrolan gula darah. Penggunaan kontra sepsi dan
kepribadian seperti sangat kompetitif, agresif atau ambisius.

L. PENGKAJIAN
1. Pengkajian Primer
Pengkajian dilakukan secara cepat dan sistemik,antara lain :
a. Airway
1) Lidah jatuh kebelakang
2) Benda asing/ darah pada rongga mulut
3) Adanya sekret
b. Breathing
1) pasien sesak nafas dan cepat letih
2) Pernafasan Kusmaul
c. Circulation
1) TD meningkat
2) Nadi kuat
3) Disritmia
4) Adanya peningkatan JVP
5) Capillary refill > 2 detik
6) Akral dingin
d. Disability : pemeriksaan neurologis GCS menurun
A : Allert : sadar penuh, respon bagus
V : Voice Respon :kesadaran menurun, berespon thd suara
P : Pain Respons :kesadaran menurun, tdk berespon thd
suara, berespon thd rangsangan nyeri
U : Unresponsiv : kesadaran menurun, tdk berespon thd
suara, tdk bersespon thd nyeri
2. Pengkajian Sekunder
a. AMPLE : alergi, medication, past illness, last meal, event
b. Pemeriksaan seluruh tubuh : Head to toe
c. Pemeriksaan penunjang : lebih detail, evaluasi ulang
M. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri yang berhubungan dengan penyumbatan arteria koronaria,
vasospasme, hipoksia, uji diagnostik, dan kegiatan yang melelahkan.
2. Gangguan perfusi jaringan yang berhubungan dengan hipertensi,
angina, penyumbatan arteria koronaria.
3. Intoleran aktivitas yang berhubungan dengan kelemahan, suplai
oksigen tidak seimbang dengan kebutuhan, imobilisasi, nyeri
kelelahan.
4. Defisit pengetahuan yang berhubungan dengan kemampuan kognitif.
5. Cemas yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan,
perubahan fungsi dan peran, konsep diri, ancaman kematian
DIALOG ROLEPLAY

1. Pekerja kontruksi :
a. Sihol
b. Oki
2. Pasien : Prasetyo
3. Tim kesehatan perusahaan (TK) :
a. Dokter : Ratna,
b. Petugas kesehatan 1 :Singgih
c. Petugas kesehatan 2 : Sulis
4. Istri Pasien : Tita
5. Dokter IGD : Slamet
6. Perawat IGD :
a. Perawat IGD 1 : Zuhara
b. Perawat IGD 2 : Rachmadani Dewi
c. Perawat IGD 3 : Sri Hastuti

Pada Suatu hari, Tn.P sebagai pekerja konstruksi sedang bekerja


diperusahaannya, tiba-tiba saat Tn.P mengangkat beban berat dia jatuh
tersungkur, merintih kesakitan sambil memegang dada sebelah kirinya.

Pasien : (merintih kesakitan)

Pekerja 1 : Tolong tolong,,.(para pekerja mulai mendekat)

Pekerja 2 : Tn. P kenapa bias seperti ini?

Pekerja 1 : Tidak tahu pak tiba tiba seperti ini, pak tolong jagain Tn. P

sebentar, saya akan memanggil petugas kesehatan perusahaan


dulu,
Pekerja 2 : Baik pak, jangan terlalu lama, kasian Tn. P sudah mulai sesak

nafas. Saya akan menelfon keluarga Tn. P

Pekerja 2 menelfon Tn. P

Istri : Dengan siapa?

Pekerja 2 : Dengan saya kerabat Tn. P, bias bicara dengan istri Tn. P

Istri : Iya saya sendiri, ada apa ya?

Pekerja 2 : Bapak jatuh tersungkur saat bekerja tadi dan mengeluh nyeri

dada serta sesak nafas.

Istri : Lalu bagaimana keadaannya sekarang?

Pekerja 2 : Ibu langsung saja menuju rumah sakit, Tn. P akan segera

dibawa kesana.

Istri : Baik saya akan segera kesana.

Pekerja 1 memanggil petugas kesehatan

Pekerja 1 : Pak tolong pak,,,

PK 1 : Iya pak, ada yang bias dibantu?

Pekerja 1 : Itu pak Tn. P jatuh dan merintih kesakitan.

PK 1 : Baik pak kami akan segera kesana

Tim kesehatan menuju tempat kejadian..

Sesampainya ditempat kejadian


Dokter : Bagaimana kejadiannya pak?kok bisa seperti ini?

Pekerja 1 : Tadi Tn. P sedang mengangkat benda berat kemudian jatuh

tersungkur dengan merintih kesakitan sambal memegang dada


sebelah kirinya.

Doktermemeriksa Tn. P..

Dokter : Sus, pasang oksigen dan periksa tanda tanda vital Tn. P

PK 1 dan 2 : Baik dok. (memasang oksigen dan memeriksa tanda tanda

vital)

PK 2 : Dok, Tanda tanda vital Tn. P, TD :100/80, N : 105 ,

RR : 25x/menit

Dokter : Siapkan mobil, dan bawa Tn. P segera kerumah sakit.

PK 1 : Baik dok

Kemudian petugas kesehatan dan salah satu pekerja membawa Tn. P


kerumah sakit

Sampai di IGD rumah sakit

PK 1 : Sus, ini ada pasien dengan keluhan sesak nafas dan nyeri dada

sebelah kiri, Nyeri semakin hebat dan menjalar kelengan.

Perawat IGD 1 : Terapi yang sudah diberikan apa?

PK 1 : Sudah diberikan terapi oksigensi.


Kemudian di lakukan pengkajian lebih lanjut oleh perawat IGD dan dokter

Perawat IGD 1 :Tidak ada sumbatan jalan nafas, pasien sesak nafas, pernafasan

kusmaul

Perawat IGD 2 :Tanda tanda vital pasien, TD : 100/80, N : 110x/menit

RR : 27x/menit, akral teraba dingin, capillary refill > 2 detik,

Perawat IGD 3 : (melakukan pemeriksaan GCS), GCS pasien 12 dengan

Eyes : 4, M : 5, V : 3

Dokter : Sus tolong lakukan EKG pada pasien !

Perawat 1 : Baik dok.( melakukan EKG)

Perawat 1 : Dok hasil pemeriksaan EKG menunjukkan adanya depresi

segmen ST dan gelombang T menjadi negatif.

Dokter : Sus tingkatkan saturasi oksigen, pasang infuse dan berikan

Terapi farmakologi glyseryl trinitrite dosis 10 mcg/menit IV


melalui infus.

Perawat 1, 2, dan3 : Baikdok

Beberapa saat kemudian

Istri : Sus gimana keadaan suami saya?

Perawat3 : Suami ibu sudah ditangani, suami ibu ada diruangan, silahkan

ibu keruangan untuk melihat keadaannya.

Satu jam kemudian keadaan pasien mulai membaik, kemudian pasien


dibawa kebangsal untuk mendapatkan perawatan yang lebih komperhensif