Anda di halaman 1dari 2

Kasus Iklan Telkomsel dan XL

Etika hanyalah bagai garis tepi arena, pembatas gerak para pemain yang diwasiti
oleh para pemainnya sendiri. Malahan kadang ditemui, penjaga garis pun tak hadir
ketika bola iklan sedang menggelinding. Karena itu, amatlah penting agar etika
berjalan seiring dengan irama permainan dari para pemilik dan penyalur pesannya,
termasuk dari riuh-rendah khalayaknya.

Etika pariwara yang berisi sekumpulan nilai dan pola laku moralitas periklanan ini
lebih lagi memiliki arti penting bagi mereka yang di pasar. Bukankah cukup sering
mereka sampai perlu berdesakan untuk membayar berbagai produk yang kebetulan
pernah diiklankan di radio, televisi, koran, majalah, atau papan iklan. Padahal
mereka paham bahwa pesan periklanan bukanlah perintah untuk melangkah ke
kasir toko, namun seni dan strategi berniaga untuk dipilih

lalu muncul pertanyaan adakah etika pariwara atau etika iklan yang kurang etis
atau terkesan menjatuhkan?.
jawab saya "ADA" , kali ini saya akan memberikan contohnya dan analisis
singkatnya.

taukah anda iklan provider TELKOMSEL dan XL ? saya rasa mungkin semuanya
sudah mengetahuinya.
betapa sengitnya perang antara provider telkomsel dan xl ini bisa kita lihat pada
layar kaca tidak lebih dari 2 minggu patilah kedua provider telekomunikasi itu
sudah berganti iklan , pada awalnya saya pikir hanya iklan biasa tapi makin lama
saya perhatikan , kedua provider telekomunikasi di indonesia ini bukan hanya
menawarkan produkanya saja akan keunggulan produk dari provider
telekomunikasi tetapi kalau kata peapatah "ada udang dibalik batu" yang artinya
selain beriklan mewarkan produk juga mulai membanding-bandingkan provider
kompetitornya
pertama dari iklannya lalu artisnya kira kira begini kronologisnya:
1. provider xl dahulu menampilkan iklan dengan artis artis ternama seperti raffi
ahmad, baim cilik hingga sule
disitu diceritakan bahwa baim menipu om yaitu sule.
2. tak lama kemudian munculah iklan dari telkomsel namun yang mnegejutkan
artis yang membintangi iklan tersebut adalah sule yang notabene adalah artis dari
xl disitu diceritakan bahwa sul sebagai artis yang sedang diwawancarai lalu berkata
"kapok dibohongi anak kecil"
3. tak mau kalah dari pesaingnnya xl meluncurkan aksinya namun tetap dalam
masa kewajaran dimana di sana menceritakan sulap gelas "ada yang berwana
merah dan biru"
4. telkomsel pun kebakran jenggot lalu juga membuat iklan kembali dimana
diceritakan ada kawanan orang yang sedang melihat tv bilang "ini emang benar,
gak pake sulap sulapan...."
5. telkomsel dengan jargon sule tampaknya sedang semangat-
semangatnyamengejek kompetitornya dengan membuat iklan baru lagi dimana
disitu memunculkan baim palsu dengan menampilkan bagian belakangnya, xl
hingga tampaknya sedikit dewasa karena tidak membalasnya atau mungkin bisa
jadi sedang mempersiapkan serangan balasan.

sebagai informasi .Telkom adalah pemain dominan di layanan telepon tetap dengan
penguasaan pasar 81.24% sementara indosat hanya 2% dan bakrie telecom hanya
16%, sementara telekom mengusai telepon bergerak seluler dengan menguasai
59,58% dari total pendapatn seluler nasional, sedangkan indosat 19,96% dan xl di
19,64%.

BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) mengharapkan idealnya tarif


ritel telekomunikasi adalah turun dua kali lipat dari penurunan tarif interkoneksi,
karena ada terminasi dan organisai . Namun sebagian kalangan masih
mengeluhkan tarif interkoneski yang baru ditetapkan kementrian komunikasi dan
informatika(kemenkoinfo) karena masih terlalu tinggi dibandingkan harga pasar.
Tak hanya itu , jika benar terjadi penurunan tarif, Quality of service yang diberikan
kepada pelanggan jangan sampai merosot. Pengalaman yang sudah-sudah,
penurunan tarif yang terjadi berdampak pada menurunnya kualitas layanan
operator .

Anda mungkin juga menyukai