Anda di halaman 1dari 7

Naskah Role Play Komunikasi

( Perawat dengan Team Kesehatan )

Oleh Kelompok 7

A11 A

Dw. Ayu Agung Ari Dwijayanti (173212659)


I Ketut Antono (173212669)
Ni Putu Chandrawati (173212699)
Ni Kadek Kristiani (173212684)
Putu Indah Sasmitha (173212708)
Shatna Nadila Bella (173212709)

Prodi S1 Keperawatan

Stikes Wira Medika PPNI Bali

Tahun 2017 / 2018


Komunikai Perawat dengan Tim Kesehatan Lainnya

Perawat menjalankan peran yang membutuhkan interaksi dengan berbagai anggota tim
kesehatan lainnya. Unsur yang membentuk hubungan perawat dengan klien juga dapat
diterapkan dalam hubungan sejawat yang berfokus pada lingkungan kerjayang sehat dan
mencapai tujuan tatanan klinis. Komunikasi ini berfokus pada :

Pembentukan tim.
Fasilitasi proses kelompok.
Kolaborasi.
Konsultasi.
Delegasi.
Supervisi.
Kepemimpinan.
Manajemen.

Di dalam komunikasi ini juga diperlukan banyak keterampilan dalam berkomunikasi,


termasuk berbicara dalam presentasi, persuasi, pemecahan masalah klien didalam kelompok tim
kesehatan, pemberian tujuan performa, dan penulisan laporan. Didalam lingkungan kerja perawat
memerlukan interaksi social juga untuk membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan
dengan tim kesehatan yang lain. Perawat juga memerlukan persahabatan, dukungan, bimbingan,
dan dorongan semangat dari pihak lain untuk mengatasi tekanan akibat stress dengan tekanan
pekerjaan dan harus dapat menerapkan komunikasi yang baik dengan klien dan rekan kerja
sesama tim kesehatan yang lainnya. (Potter & Perry, 2009).

Skenario Role Play

Suatu hari disebuah ugd rumah sakit ada seorang pasien beserta istri dan anaknya,
saat diugd mereka didatangi oleh seorang perawat.

Perawat : Selamat siang, saya Perawat Chandra mau mencatat identitas, keluhan dan
memeriksa bapak. (sambil tersenyum)

Pasien : Selamat siang, sus ! ( sambil mengelap keringat dingin dengan saputangan).

Istri Pasien : Selamat siang, sus ! ( sambil tersenyum ).


Pasien : Sus, identitas saya dapat di catat sesuai dengan KTP dan keluhan saya
yaitu Bab cair selama +3 bulan walaupun sudah berobat di praktek
dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat BB menurun, sariawan.

Perawat : Bapak, apa ada yang lainnya keluhannya ? oh vital sign bapak T/D 100/60
mmhg, Temperatur 35 oC, Nadi 76 x/mnt, Napas 28 x/mnt dan BB 50 kg.
(sambil mencatat keluhan dan hasil periksa tadi).

Pasien : Keluhan saya tidak ada yang lain. Sus, saya gak bakal meninggal kan sus ?

Istri pasien : Astaga, papa itu udah pasti meninggal tau, eh maksud mama gak meninggal.
(sambil melotot dan mencubit suaminnya).

Perawat : Tentu saja tidak, setelah ini saya akan berdiskusi dengan dokter dan tim
kesehatan yang lain untuk memeriksa kondisi kesehatan bapak anda.
Mohon ditunggu untuk tindakan berikutnya, permisi. (sambil tersenyum)

Setelah itu perawat pun mencari dokter untuk memberitahu keluhan Bapak
Antono agar bisa diambil tindakan lebih lanjut untuk kedepannya.

Perawat : Dokter, ni ada pasien baru dengan keluhan Bab cair selama + 3 bulan
walaupun sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang,
berat BB menurun, sariawan dan vital signnya T/D 100/60 mmhg, Temperatur
35 oC, Nadi 76 x/mnt, Napas 28 x/mnt dan BB 50 kg. (sambil memberi data
pada dokter).

Dokter : (melihat data) Baik sus, mari antar saya ke ugd untuk bertemu dan melihat
kondisi bapak antono.

Akhirnya dokter dan perawat itu berjalan menuju ugd untuk menemui bapak
antono.

Dokter : Selamat siang pak, saya Dokter Yuari apa benar keluhan bapak selama + 3
bulan walaupun sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan
kurang, berat BB menurun, sariawan (sambil memegang bapak antono)

Perawat : Ih dokter ini ngapain nanya lagi sih, kan saya udah kasi tau tadi. Jadi gini,
dokter
udah gak percaya sama saya lagi sekarang? Bikes deh ah (wajah kesal).

Dokter : Saya nanya lagi supaya pasti bukan gk percaya sama kamu sus, maapkeun ya.
Pasien : Selamat siang.. Benar dok, keluhan saya seperti itu.

Dokter : Kalau begitu, saya mau periksa bapak sekarang ya.

Paisen : Iya periksa aja, saya rela silahkan asal dokter yang meriksa bukan istri saya !
(sambil megang-megang tangan dokter).

Istri pasien : Apa kamu bilang mas ? coba ulang ! (sambil melotot).

Pasien : Enggak tadi Cuma bilang mama cantik bingit (sambil nyolek dagu istri)

Dokter : Sudah selesai, sekarang bapak harus di rawat untuk pemeriksaan dan
pengobatan yang lebih lanjut oleh spesialis penyakit dalam, jadi saya
memberikan resep obat. (sambil menulis resep dan memberikan kepada
pasien)

Pasien : Saya serahkan kepada dokter, mana yang terbaik buat saya yang penting
saya sembuh dok gak jadi meninggal. (sambil mengelus dada)

Istri pasien : Ia benar itu dok jangan sampai suami saya meninggal, kasian nanti saya
jadi jomblo lagi.

Dokter : Sudah tenang saja sekarang suster akan memindahkan bapak ke Ruangan
Mawar untuk dirawat. Suster tolong Bapak Antono di bawa ke Ruang
Mawar untuk di rawat. (Sambil tersenyum)

Perawat : Oh, ia dok saya bawa sekarang pasiennya. (sambil mengantar pasien)

Setelah sampai di Ruang Mawar, akhirnya datanglah dokter spesialis penyakit


dalam untuk memeriksa keadaan Bapak Antono.

Dokter : Sus, apa ada pasien saya bernama Antono di Ruang Mawar ini ?
Perawat : Ada dok, pasien dari UGD dengan Bab cair selama + 3 bulan walaupun
sudah berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat
BB menurun, sariawan dan vital signnya. T/D 100/60 mmhg, Temperatur
35 0C, Nadi 76 x/mnt, Napas 28 x/mnt dan BB 50 kg. Mari saya antar
keruangannya. (sambil mengantar dokter)
Dokter : Bapak, pa benar bapak sakit selama + 3 bulan BAB cair walaupun sudah
berobat di praktek dokter, badan lemas, nafsu makan kurang, berat BB
menurun, sariawan dan saya mau periksa bapak ? (sambil tersenyum)
Pasien : Benar dok, sakit saya seperti yang dokter sebutkan dan silahkan periksa
saya dok.
Dokter : Bapak, ini ada resep obat untuk di beli di Apotik RS dan juga ada
pemeriksaan laboratorium ya. (memberi resep pada pasien)
Istri Pasien : Ia dok, nanti saya beli obat suami saya di Apotik RS ini.
Dokter : Sus, Konfirmasi dengan analis laboratorium untuk pemeriksaan
laboratorium serum HIV dan hasilnya sampaikan kepada saya nanti ya.
Perawat : Ia, dok saya akan konfirmasi sekarang. (meninggalkan ruangan Bapak
Antono)

Lalu perawatpun pergi bersama bapak antono dan keluarga ke laboratorium untuk
menemui analis kesehatan untuk konfirmasi pelaksanaan pemeriksaan Bapak Antono

Perawat : Mba, ada pasien untuk pemeriksaan serum HIV.


Analis Lab. : Oh ya mba yang mana pasiennya? Biar saya ambil dulu sampel darahnya
sekarang.
Perawat : Yang ini, mba. (menunjuk pak antono)
Analis Lab. : Bapak, saya mau mengambil darah bapak untuk pemeriksaan di
laboratorium ya.
Pasien : Silahkan, mba sekarang aja ambil biar cepat selesai. (sambil mengulurkan
tangan).
Analis Lab. : Bapak, pengambilan darah sudah selesai dan hasil nanti saya sampaikan
kepada suster Ruang Mawar ini ya.
Pasien : Terima kasih, mba sebelumnya. (sambil tersenyum)

Akhirnya setelah 2 jam berjalan keluarlah hasil lab dari Bapak Antono dan Analis lab
membawakan hasilnya ke Ruang Mawar untuk diberikan kepada perawat agar disampikan
kepada dokter internis.

Analis Lab. : Mba, ini hasil pemeriksaan lab. Bapak Antono dengan serum (+) HIV
Perawat : Oya, terima kasih mba.
Dokter : Sus, Bagaimana dengan hasil laboratoriumnya ?
Perawat : Hasil labnya serumnya (+) HIV, dok.
Dokter : Sus, saya mau ketemu pasiennya dan mana status pasiennya.
Perawat : Ini status pasiennya, dok. (sambil memberikan catatan pada dokter)

Lalu dokter internis dan perawat pun pergi menuju ke kamar Bapak Antono untuk
memberitahu hasil labnya.

Dokter : Selamat siang pak ! (sambil tersenyum)


Pasien : Selamat siang dok ! (sambil tersenyum)
Dokter : Apakah bapak pernah atau sering gonta ganti pasangan pada saat
berhubungan dengan lain jenis ?
Pasien : Benar dok, saya suka ganti pasangan saat berhubungan dengan lawannya
jenis + 1 tahun terakhir. Kok dokter bisa tahu ?
Dokter : Dari hasil pemeriksaan Lab. ternyata bapak menghidap penyakit HIV
Istri pasien : Aaaaakh, (terkejut dan melotot) suami saya menghidap penyakit HIV ?!
Dokter : Iya, nanti penjelasan lebih lanjut untuk ibu dan bapak tentang HIV, saya
serahkan kepada konselor RS ya pak. (sambil mengelus pundak bapak
antono)
Dokter : Sus, sampaikan kepada konselor untuk memberikan penjelasan dan
pengarahan kepada pasien Antono.
Perawat : Ia dok. Saya akan sampaikan. (sambil tersenyum)

Lalu perawat pun pergi menemui konselor dan mengajaknya menemui Bapak Antono
untuk memberikan penjelasan dan pengarahan

Perawat : Halo, Mba ada permintaan dari dokter untuk menjelaskan dan
mengarahkan pasein HIV ini.
Konselor : Ooo ya, ayo antar saya kesana.
Perawat : Pak, ini ada yang mau bertemu dengan bapak (sambil tersenyum).
Konselor : Selamat siang pak, perkenalkan saya indah sebagai konselor bapak
sekarang, saya mau berbicara kepada bapak tentang penyakit yang bapak
derita atau alami sekarang, apakah bersedia dan bapak ada waktu buat
saya? (sambil tersenyum)
Istri pasien : Silahkan, mba saya dan suami saya akan mendengarkan penjelasannya.
Konselor : Saya harapkan ibu dan bapak dapat tabah dan sabar atas penyakit yang
bapak derita, sebagaimana yang di sampaikan dokter tentang penyakit
bapak yaitu HIV. (sambil tersenyum)
Pasien : Mba, saya dan istri saya sudah tahu tentang penyakit saya. Dokter sudah
memberitahu saya sebelumnya.
Istri pasien : Lalu apa yang harus saya dan suami saya lakukan, mba ?! (wajah kaget)
Konselor : Yang bapak dan ibu harus lakukan sekarang, bapak menerimanya dengan
sabar dan tabah, berusaha untuk berobat, mendekatkan diri kepada Tuhan
YME, dan beraktifitas seperti biasa. (sambil tersenyum)
Pasien : Tapi itu pasti sangat sulit, namun saya akan usahakan mba.
Konselor : Kapan bapak melakukan gonta ganti pasangan saat berhubungan dengan
lawan jenis ? (sambil tersenyum)
Pasien : Setahun yang lalu mba, saya mengaku saya sempat berselingkuh dari istri
saya dan melakukan gonta ganti pasangan saat melakukan hubungan
seksual.
Konselor : Kemungkinan, penularan HIV nya lewat hubungan seksual itu pak.
Istri pasien : Ooo, ternyata selama ini papa tega ya sama mama. Papa tega kaya gitu
dibelakang mama (sambil menangis)
Pasien : Sudahlah mama coba mama tenang. (sambil mengelus pundak istrinya)
Konselor : Bapak, penyakit HIV di sebabkan oleh virus HIV yang menyerang
kekebalan tubuh dan penularannya lewat persalinan, hubungan sex,
transfusi darah, bekas jarum yang digunakan oleh penderita HIV. (sambil
tersenyum)
Pasien : Ohh, jadi itu penyebab dan penularan penyakit HIV.
Konselor : Bapak nanti ikuti arahan dokter, suster dan konselor selama bapak di
dalam pengobatan, perawatan dan konseling HIV di RS. (sambil
tersenyum)
Pasien : Iya, saya mengerti dan mengikuti arahannya.
Konselor : Saya berdoa semoga penyakit bapak ini dapat di sembuhkan, paling tidak
dapat mengurangi penderitaan yang bapak alami. (sambil tersenyum dan
memegang bapak antono)
Istri pasien : Terima kasih atas doanya untuk suami saya mba.
Konselor : Iya samasama bu, saya kira cukup pembicaraan kita pada hari ini,
sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan, selamat
siang. (sambil tersenyum)
Istri pasien : Saya dan suami saya juga mengucapkan terima kasih atas pemberitahuan
tentang penyakit saya dan nasehat-nasehatnya, selamat siang juga mba.
(sambil tersenyum)

Nama Pemeran

Dokter : Dw. Ayu. Agung Ari Dwijayanti (173212659)


Pasien : I Ketut Antono (173212669)
Perawat : Ni Putu Chandrawati (173212699)
Narator : Ni Kadek Kristiani (173212684)
Konselor : Putu Indah Sasmitha (173212708)
Istri Pasien dan analis lab : Shatna Nadila Bella (173212709)