Anda di halaman 1dari 13

BAB I

TINJAUAN UMUM ZAT AKTIF DAN SEDIAAN


1. Deskripsi senyawa aktif
Nama zat aktif : Isoniazid
Nama kimia : INH; Isonicotinic Acid Hydrazid
Sinonim : isoniazid, INH, Isonicotinic Acid Hydrazid
Gambar : 51
Rumus Molekul : C6H7N3O

Rumus struktur :
: Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) P, sukar larut dalam kloroform P
dan dalam eter P
: 5,5 - 6,5
: Stabilitas Stabil, tetapi mungkin (adalah) udara atau peka cahaya. Gampang menyala. tidak
cocok/bertentangan Dengan kuat mengoksidasi agen, chloral, aldehid, yodium, garam ferric,
hipoklorit.
: isoniazid adalah tidak cocok/bertentangan dengan chloral, aldehid, yodium, hipoklorit dan
garam ferric. Isoniazid adalah juga tidak cocok/bertentangan dengan pembuat proses
oksidasi. isoniazid boleh bereaksi dengan gula dan ketones. isoniazid dapat bereaksi sebagai
cuka lemah atau suatu dasar lemah. isoniazid dapat decomposed oleh oxidative dan reductive
reaksi.
: 170C - 173C
: Dalam wadah sejuk, tertutup baik dan ditempat kering
2. Alasan Pemilihan dan Defenisi bentuk sediaan
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberkulosis yang pada umumnya dimulai dengan membentuk benjolan benjolan kecil di
paru paru dan ditularkan lewat organ pernapasan. Kuman TBC pertama kali ditemukan oleh
dr. Robert Koch (Dirjen POM,1979 : 65).
Penyakit TBC disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberkulosis) yang menyerang
paru paru (Pedoman Nasional : 5).
Pada Tuberkulosis, basil Tuberkulosis menyebabkan suatu reaksi jaringan yang aneh di
dalam paru paru yang meliputi :
a. Penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofage
b. Pembentukan dinding di sekitar lesi oleh jaringan Fibrosa disebut Tuberkel
Proses pembentukan dinding ini tidak berhasil dan menyebar ke seluruh paru paru yang
mengurangi jumlah total jaringan paru paru yang berfungsi. Sehingga efek ini
menyebabkan ventilasi paru dan oleh karena itu menurunkan kapasitas vital, berkurangnya
luas total permukaan membran respirai, ratio ventilasi perfusi (Guyton : 381).
Tablet merupakan bahan obat berbentuk sediaan padat yang biasa dibuat dengan
penambahan bahan yang sesuai (Ansel,2008:244).
Tablet dapat dibuat dengan berbagai cara yaitu :
a. Cara kering : 1. Cetak langsung
2. Granulasi kering
b. Cara basah : 1. Granulasi basah
2. Cara cara khusus
Cara mana yang akan dilakukan tergantung pada sifat fisika kimia bahan obat, kemudian
pabrikasi, biaya produksi, peralatan yang tersedia dan lain lainnya. Bahan aktif obat yang
mempunyai sifat mudah mengalir, dapat dimampatkan dan mudah dibasahi, dapat dibuat
tablet dengan cara cetak langsung.
Bila bahan obat tidak memiliki sifat mudah mengalir, tablet dibuat dengan cara granulasi
kering dan bila tidak memiliki ketiga sifat di atas, tabletnya dibuat dengan cara basah. Cara
basah pengikat dan untuk pengeringan membutuhkan panas, karena itu cara basah tidak
sesuai untuk bahan obat yang peka terhadap pengaruh lembab dan panas (TSFP, 2012: 30-
31).
Isoniazid, derivate asam isonikotinat ini berkhasiat tuberkulostatik paling kuat terhadap M.
Tuberculosis (dalam fase istirahat) dan bersifat bakterisid terhadap basil yang sedang tumbuh
pesat. Aktif terhadap kuman yang berada intraselular dalam makrofag maupun di luar sel
(ekstraselular). Obat ini praktis tidak aktif terhadap bakteri lain. Mekanisme kerjanya
berdasarkan terganggunya sintesa mycolic acid, yang diperlukan untuk membangun dinding
bakteri (Tjay dan Rahardja, 2002).
Isoniazid langsung diserap dalam saluran cerna. Pemberian dosis oral sebesar 300 mg (5
mg/kg untuk anak anak) menghasilkan konsentrasi plasma puncak 3 5 g/ml dalam 1 2
jam (Shargel, 1988).
Adapun metode yang digunakan untuk tablet isoniazid ini adalah metode granulasi
basah karena zat aktif isoniazid ini merupakan serbuk hablur yang mudah larut dalam air
sehingga cocok untuk metode granulasi basah dan zat aktif ini terurai perlahan-lahan oleh
udara dan cahaya.
3. Dasar Pertimbangan dan Landasan hokum Penggolongan obat penandaan pada wadah, leaflet
atau brosur.
Obat yang digunakan termasuk golongan obat Keras. Obat keras adalah semua obat yang
mempunyai DM, diberi tanda khusus lingkaran bulat merah dengan garis tepi hitam dan huruf
K, semua obat injeksi, parenteral, infuse intravena.

Logo obat keras

4. Nomor Registrasi dan Nomer batch


No. Registrasi : DKL 1324079410A1
D dalam, K tergolong obat keras, L obat lokal, 13 tahun produksi 2013, 240 nomor urut
pabrik, 794 urutan sediaan, 10 ketetapan kekuatan tablet , A1 sediaan pertama.
No.Batch : D 240794

BAB II
URAIAN DAN ANALISIS FARMAKOLOGI

1. Nama Obat dan Sinonim


Nama Obat : isoniazid
Nama Kimia : INH
2. Bentuk senyawa zat aktif
Isoniazid atau isonikotinil hidrazid yang sering disingkat INH adalah suatu
antituberkulosis yang bekerja bakterisid terhadap bakteri intra seluler serta ekstraseluler
dengan mengganggu biosintesa asam mikolat dari sel bakteri pada rute pemberian peroral.
Isoniazid dapat diberikan tunggal atau dikombinasikan dengan rifampisin (Obat
Generik,2013:81).
Isoniazid, derivate asam isonikotinat ini berkhasiat tuberkulostatik paling kuat terhadap
M. Tuberculosis (dalam fase istirahat) dan bersifat bakterisid terhadap basil yang sedang
tumbuh pesat. Aktif terhadap kuman yang berada

intraselular dalam makrofag maupun di luar sel (ekstraselular). Obat ini praktis

tidak aktif terhadap bakteri lain. Mekanisme kerjanya berdasarkan terganggunya


sintesa mycolic acid, yang diperlukan untuk membangun dinding bakteri (Tjay dan Rahardja,
2002).

Isoniazid langsung diserap dalam saluran cerna. Pemberian dosis oral sebesar 300 mg (5
mg/kg untuk anak- anak) menghasilkan konsentrasi plasma
puncak 3 5 g/ml dalam 1 2 jam (Shargel, 1988).
3. Efek farmakologi dan mekanisme kerja dalam tubuh
logi : Isoniazid adalah suatu antituberkulosis yang bekerja bakterisid terhadap bakteri intraseluler
serta ekstraseluler dengan mengganggu biosintesa asam mikolat dari dinding sel bakteri. Obat
ini dapat dengan mudah diabsorbsi pada pemberian peroral. Isoniazid dapat diberikan tunggal
atau kombinasi dengan rifampisin, Streptomisin dan etambutol.
me aksi : Tidak diketahui, namun diperkirakan terjadi penghambatan sintesis asam mikolat yang
menyebabkan kerusakan dinding sel bakteri.
4. Nasib obat dalam tubuh
kinetik : Absorpsi : cepat dan lengkap; kecepatan absorpsi dapat berkurang dengan adanya makanan ;
Distribusi : terdistribusi pada semua jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan
serebrospinal; menembus plasenta; masuk ke dalam air susu ;Ikatan protein : 10%-50%;
Metabolisme : Melalui hati dengan penurunan kecepatan metabolisme tergantung pada tipe
asetilator ; Eliminasi : asetilator cepat : 30-100 menit ; asetilator lambat : 2-5 jam; terjadi
perpanjangan pada pasien dengan kerusakan hati dan ginjal yang berat; Waktu untuk
mencapai kadar puncak, serum: 1- 2 jam ; Ekskresi : urin ( 75% sampai 95%); melalui feses
dan saliva; Rentang terapeutik : 1-7 mcg/ml (SI : 7-51 mol/L); Toxic ; 20-710 mcg/mL (SI:
146-5176 mol/L.
5. Indikasi dan Kontraindikasi
Indikasi : Antituberkulosis
dikasi : Drug induced liver disease (obat dapat menginduksi timbulnya penyakit hati);
Hipersensitivitas terhadap isoniazid atau komponen lain dalam sediaan ; penyakit hati akut,
riwayat kerusakan hati selama terapi dengan isoniazid
6. Dosis, Perhitungan dosis dan aturan Pakai
Dosis : Dewasa : 300 mg/ hari dalam dosis tunggal
Anak-anak : 10-2- mg/kgBB/hari
Perhitungan Dosis : 1 tablet isoniazid 300 mg mengandung
a. Isoniazid = 180 mg
b. Amilum Maydis :
Penghancur luar : 2% x (300) = 6 mg
Penghancur dalam : 3% x (300) = 9 mg
c. Avicel pH = 15% (300)
= 45 mg
d. Talk = 2% x (300)
= 6 mg
e. Metyl selulosa = 3%(300)
= 9 mg
Perbatch
Isoniazid 180mg x 12 = 2,160 mg
Metyl selululosa 9 mg x 12 = 108 mg
Amylum maydis
Luar 6mg x 12 = 72 mg
Dalam 9 mg x 12 = 108 mg
Talk 6 mg x 12 = 72 mg
Avicel 45 mg x 12 = 540 mg
7. Efek samping dan toksisitas obat
mping : Mual, muntah, konstipasi; neuritis perifer dengan dosis tinggi (diperlukan profilaksis
piridoksin), neuritis optik, konvulsi,episode psikosis, vertigo; reaksi hipersensitivitas
termasuk demam, eritema multiforma, purpura; gangguan darah ;termasuk agranulositosis,
anemia haemolitik, anemia aplastik; hepatitis (terutama umur diatas 35 tahun); syndrom like-
systemic lupus erythematosus, pellagra, hyper reflexia, hiperglikemia dan dilaporkan
ginekomastia.
s : Gejala yang timbul 30 menit sampai 3 jam setelah pemakaian berupa mual, muntah,
kesulitan berbicara, gangguan penglihatan atau halusinasi, tekanan pernafasan dan SSP,
kadang kadangasidosis, asetonurea, dan hiperglikemia pada pemeriksaan laboratorium.
8. Interaksi obat
obat : Efek sitokrom P450: substrat CYP2E1 (major); Menghambat CYP1A2 (lemah), 2A6
(sedang), 2C8/9 (sedang) , 2C19 (kuat) , 2 D6 (sedang), 2E1 (sedang), 3A4 (kuat) ; induksi
CYP2E1 (sesudah dihentikan);Meningkatkan efek/toksisitas : penggunaan bersama
disulfiram menyebabkan reaksi intoleransi akut. Isoniazid dapat meningkatkan kadar/efek
amiodaron, ampfetamin, benzodiazepin, beta-blocker, calcium channel blocker, citalopram,
deksmedetomidin, ;anestesi, lidokain, mesoridazin, methsuksimid, mirtazapin, nateglinid,
nefazodon, paroksetin, fenitoin, pioglitazon, propanolol, risperidon, ritonavir, rosiglitazon,
sertralin, sildenafil (dan inhibitor PDE-5 yang lain), tacrolimus, teofilin,
thioridazin;antidepresan trisiklik,trimetadon,venlafaxin.Warfarin dan substrat dari
CYP2A6,2C8/9,2C19, 2D6,2E1 , atau 3A4. Benzodiazepin tertentu (midazolam dan
triazolam), cisaprid, alkaloid ergot, HMG-CoA reduktase inhibitor tertentu (lovastatin dan
simvastatin), ;dan pimozide biasanya kontraindikasi dengan inhibitor CYP3A4 kuat.
Mesoridazine dan thioridazine biasanya kontraindikasi dengan inhibitor CYP2D6 kuat. Jika
digunakan dengan inhibitor CYP3A4 kuat, diperlukan penyesuaian ;dosis untuk sildenafil
dan inhibitor PDE-5 yang lain.;Menurunkan efek: efek/kadar isoniazid diturunkan oleh garam
aluminium atau antasida. Isoniasid dapat menurunkan efek/kadar subsrat prodrug CYP2D6
(seperti kodein, hidrokodone, oksikodon, tramadol)
makanan : Harus digunakan satu jam sebelum atau dua jam sesudah makan pada keadaan
lambung kosong; peningkatan asupan makanan yang mengandung folat, niasin, magnesium.
Tidak diperlukan pembatasan makanan yang mengandung tyramin;
9. Penggunaan pada kondisi khusus, peringatan dan perhatian
aan : Harus digunakan satu jam sebelum atau dua jam sesudah makan pada keadaan lambung
kosong;
an : Kerusakan hati; kerusakan ginjal; status asetilator lambat ( meningkatkan risiko efek
samping); epilepsi; riwayat psikosis; ketergantungan alkohol, malnutrisi, diabetes melitus,
infeksi HIV (resiko neuritis perifer) ; kehamilan dan menyusui ; porfiria.;Gangguan hati :
pasien atau keluarganya harus diberitahu bagaimana mengenal tanda-tanda gangguan hati dan
disarankan untuk menghentikan pengobatan serta segera memeriksakan diri jika muncul
gejala yang menetap seperti mual, ;muntah, malaise atau jaundice (penyakit kuning).
Perhatian : Hati-hati penggunaan Isoniazid pada penderita dengan gangguan fungsi
ginjal danhati. Pada penderita gangguan fungsi ginjal dosis isoniazid perlu diturunkan. Hati-
hati penggunaan isoniazid pada penderita dengan riwayat psikosis, penderitadengan risiko
neuropati (seperti diabetes melitus), alkoholisme, malnutrisi, dan penderita HIV. Perlu
dilakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum memulai terapi dan selama terapi perlu dilakukan
monitor fungsi hati secara berkala. Hati-hati penggunaan isoniazid pada ibu hamil dan ibu
menyusui. Isoniazid diberikan bila manfaat pengobatan lebih besar dari pada risiko bagi
ibu dan bayi.
10. Cara penyimpanan dan contoh sediaan yang beredar dipasaran
Cara penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
sediaan : Beniazid - Decadoxin - Decadoxin Forte - INH 400 Ciba- INH Ciba - Inoxin Forte -
Pehadoxin - Pehadoxin Forte- Pulmolin - Pyravit - Pyrifort - Suprazid-
Suprazid Forte.

BAB III
ANALISIS PREFORMULASI FORMULASI DAN USULAN FORMULA
1. Pendekatan formulasi
Isoniazid merupakan derivate isonikotinat yang berkhasiat tuberculosis. Paling kuat
terhadap Mycobacterium tuberculosis dalam fase istirahat, bersifat bakterisid terhadap basil
yang tumbuh pesat.
2. Formula Umum
a. Rancangan Formula
Nama Produk : Chunnamiazid
Jumlah Produk : 12 tablet salut@300mg
No. Reg : DKL 13240794 A1
No. Batch : D 240794
Komposisi : Tiap 300 mg tablet mengandung :
Isoniazid 150 mg
Amylum Maydis
Penghancur luar 2%
Penghancur dalam 3%
Metil selulosa 3%
Talk 2%
Avicel pH ad 300 mg
b. Master Formula
Diproduksi Tanggal Tanggal
Dibuat oleh Disetujui oeh
oleh formula produksi
PT.
25 november 10 desember Farid Maruf
Chunnam Nurfadilah
2013 2013 Ihromi
Farma
Kode Bahan Nama Bahan Kegunaan Perdosis Perbatch
INH 01 ISONIAZID Antidiabetic 180 mg 2160 mg
Amylum
AMM 02 Penghancur luar 6 mg 72 mg
Maydis
Penghancur
9 mg 108 mg
dalam
Metyl
MS 03 Pengikat 9 mg 108 mg
Selulosa
TK 04 Talk Pelicin 6 mg 72 mg
AV 05 Avicel Pengisi 45 mg 540 mg

3. Formula Pustaka
a. Uraian Bahan
1. Isoniazid
Nama resmi : ISONIAZIDUM
Nama lain : isoniazid, INH
Rumus Molekul : C6H7N3O
Berat Molekul : 137,14

Rumus Bangun :
Pemerian : sernuk hablur putih , tidak berbau, rasa agak pahit, terurai
perlahan-lahan untuk cahaya dan udara.
Kelarutan : Mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (96%)
Kegunaan : Zat aktif
Khasiat : Antituberkulosa
Farmakologi : merupakan antituberkulosis yang bekerja
bakterisid terhadap bakteri ekstra seluler dengan mengganggu biosintesa
asam molat dari dinding sel bakteri. Obat ini lebih mudah diabsorbsi pada pemberian oral.
Efek samping : Pada pemberian dosis tinggi dapat menyebabka nefritis perifer,
konvulsi. Reaksi alergi jarang ditemukan timbul serta dapat berupa erupsi kulit atau reaksi
hematologik.
Dosis : Dewasa : 300 mg/ hari dalam dosis tunggal
Anak-anak : 10-2- mg/kgBB/hari
Keterangan : obat keras
Indikasi : Antituberkulosis
Kontraindikasi : hipersensitif,gangguan fungsi hati
2. Talk (Excipient : 728)
Nama resmi : TALCUM
Nama lain : Talk,talcum,luzerac
Pemerian : Serbuk hablur, sangat halus licin
Kelarutan : Tidak larut dalam hampir semua pelarut
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Khasiat/penggunaan :Sebagai zat pelincir,pelican
Range : 1,0 10,0 %
Income : Dengan komponen ammonium
Rumus Molekul : Mg6(Si2O5)4(OH)4
Berat Molekul : 758,4
Stabilitas : Steril, dapat disterilkan dengan pemanasan pada 160C tidak
kurang 1 jam juga dapat disterilkan deengan etilen oksida atau sinar gamma
3. Avicel ph (exipient,129)
Nama resmi : CELLULOSUM MICROCRISTALINUM
Nama lain : Avicel pH
Rumus Molekul : (C6H10O5)n
Berat Molekul : 36.000
Pemerian : Serbuk selulosa berbentuk putih atau hampir putih, merupakan
serbuk tak berbau dan tak berasa dengan ukuran partikel yang bervariasi dengan aliran yang
baik atau serbuk granul tebal, kasar, halus.
Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air, larut di dalam asam
Kegunaan : Bahan pengikat, penghancur, peluncur, pengisi
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Income : Tidak menyatu dengan oksidator kuat
Stabilitas : Di tempat sejuk dan kering.
4. Amylum Maydis (Exipient.2006:685)
Nama resmi : AMYLUM SOLANII
Nama lain : amylum,kanji,maydis amylum
Rumus Molekul : C6H10O5
Stabilitas : kanji kering stabil jika dilindungi oleh kelembaban yang
tinggi.kanji dapat memacu factor kimia dan mikrobiologi di bawah penyimpanan normal.
Kanji yang padat tidak cocok untuk ditumbuhi mikroorganisme. Kanji harus dalam keadaan
segar atau baru jika digunakan pada permukaan granulasi basah.
Range : Pengisi, 3-10%
Pengikat, 3-20 pd granulasi basah
Penghancur, 3-25 %
Kelarutan : Larut dalam air
Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat
5. Metyl sellulosa (exipient;462)
Nama resmi : METHYLCELLULOSE
Nama lain : metIl selulosa, methycellulosum,benzen
Kegunaan : sebagai pengikat,pengemulsi dan sebagai penghancur
: sebagai bahan pengikat 1,0-5,0 %
Sebagai pengemulsi 1,0-5,0 %
Sebagai penghancur 2,0-10,0 %
: pH 3-11 di suhu kamar
: terhadap/ bersama hidrocloride, chloro cresol, mercuri, fenol, asam tannin, metal paraben,
propel paraben, dan butilparaben
n : serbuk putih,granul,berserat
4. Pengembangan formula
1. Avicel pH
a. Avicel pH berguna sebagai absorben, peluncur, bahan persuspensi, dan panghancur tablet.
Dianggap sebagai bahan komposisi tablet kempa Meskipun daya alirnya kurang, Avicel pH
cukup berpotensi dalam bahan pembuatan kempa langsung (Excipient, 2006: 130).
b. Avicel pH merupakan peluncur dan penghancur tablet. Dapat dikempa bersama tablet yang
dapat terikat sendiri, di mana hancur dengan cepat ketika ditempatkan dalam air
(Remington,2000:1042).
c. Avicel pH digunakan dalam sediaan farmasi bentuk padat, sangat cocok untuk tablet karena
mempunyai fungsi pengikat, penghancur, pengisi, dan dapat memperbaiki sifat aliran.
Walaupun Avicel dapat digunakan untuk semua metode pembuatan tablet, ia sangat efektif
digunakan pada cara cetak langsung karena mempunyai sifat kompresibilitas yang tinggi,
cepat hancur, kemudahan mengalir, stabilitas kelembaban yang baik dan inert terhadap bahan
pembantu lainnya (TSFP, 2012: 17).
2. Metil Selulosa
a. Metil selulosa digunakan sebagai pengisi, pengikat tablet dan kapsul. Metil selulosa secara
luas digunakan dalam sediaan oral dalam farmasidalam formulasi tablet dengan viskositas
yang rendah ataupun sedang digunakan sebagai pengikat (Excipent, 2009 ; 336)
b. polimer-polimer alam yang telah dimodifikasi seperti alginat, derivat-derivat pengikat dan
derivat selulosa (metilselulosa, hidroksipropil selulosa) adalah pengikat dan perekat yang
umum digunakan (Lachman; 702)
c. Metil selulosa digunakan sebagai bahan pengemulsi,penghancur dan pengikat tablet
(Martindal; 1436).
3. Talkum
a. Talk digunakan sebagai bahan pelincir dalam pembuatan tablet dan penambahan talk 2%
memperbaiki daya alir basisnya yang lain. Daya meluncukan dan pelincir yang istimewa
berdasarkan atas dasarnya struktur isi yang berlapis pada talk sebagai komponen utama
bubuk, talk memiliki daya mengalir molekul yang bai (R.voigt ; 158)
b. Talk digunakan sebagai pelincir dalam membuat tablet untuk menghilangkan iritasi dan
mencegah luka tidak digunakan sebagai bahan pelincir dalam membuat tablet (Martindal).
c. Bahan-bahan umum yang digunakan sebagai pelincir adalah Talk. Mekanisme talk sebagai
pelincir : talk mencegah gesekan atau lengketnya massa cetak pada permukaan punch dan
die, gesekan sisi tablet dan dinding ruang cetak tablet (Lachman 2, 1989:692).
4. Amylum Maydis
Bahan penghancur dan pelicin tablet, Range Amylum Maydis untuk penghancur 5-15
% dipakai untuk memperoleh daya hancur yang cepat (Ansel 148, 263-264).
Disintegrant tablet dan binder pada tablet, digunakan pada konsentrasi 5-12 % dalam
tablet granulasi binder. Digunakan untuk disintegrant dengan konsentrasi 3-15% (Excipient
:522).
Starch pati digunakan 10% dalam tablet sebagai bahan disintegrasi (Martindale : 1275).
5. Perhitungan dan Penimbangan
Perhitungan Dosis : 1 tablet isoniazid 300 mg mengandung
a. Isoniazid = 180 mg
b. Amilum Maydis :
Penghancur luar : 2% x (300) = 6 mg
Penghancur dalam : 3% x (300) = 9 mg
c. Avicel pH = 15% (300)
= 45 mg
d. Talk = 2% x (300)
= 6 mg
e. Metyl selulosa = 3%(300)
= 9 mg
Perbatch
Isoniazid 180mg x 12 = 2,160 mg
Metyl selululosa 9 mg x 12 = 108 mg
Amylum maydis
Luar 6mg x 12 = 72 mg
Dalam 9 mg x 12 = 108 mg
Talk 6 mg x 12 = 72 mg
Avicel 45 mg x 12 = 540 mg
6. Prosedur pembuatan sediaan
Cara Kerja : 1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang isoniazid (zat aktif), metyl selulosa (pengikat), amylum maydis (penghancur),
avicel (pengisi), talk (pelicin).
3. Digerus dan campur isoniazid, avicel, dan amylum maydis ad homogen
4. Dibasahi dengan larutan metyl selulosa (pengikat)
5. Diayak campuran menjadi granul lalu dikeringkan pada suhu 40 50 C
6. Setelah kering, Diayak kembali menjadi granul sesuai ukuran yang diperlukan
7. Ditambah pelicin
8. Dicetak dimesin pencetak tablet.
tik sediaan akhir
a. Evaluasi fisika
1) Keseragaman ukuran (FI III) Diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari
satu sepertiga kali tebal tablet.
2) Kegunaan bobot dan keseragaman kandungan
3) Kekerasan Tablet (FI III) Pengukuran kekerasan tablet digunakan untuk mengetahui
kekerasannya, agar tablet tidak terlalu rapuh atau terlalu keras. Alat yang digunakan untuk
pengukuran kekerasan tablet adalah hardness tester.
4) Keregasan Tablet (friability) Friability adalah persen bobot yang hilang setelah tablet
diguncang. Penentuan keregasan atau kerapuhan tablet dilakukan terutama padawaktu tablet
akan dilapis (coating). Alat yang digunakan disebut friability tester.
b. Evaluasi kimia
1) Waktu Hancur (FI III) Waktu hancur penting dilakukan jika tablet diberikan per oral, kecuali
tablet yang harus dikunyah sebelum ditelan dan beberapa jenis tablet lepas-lambat dan lepas
tunda. Untuk obat yang kelarutannya dalam air terbatas, uji disolusi akan lebih berarti dari
pada uji waktu hancur.
2) Uji Disolusi
Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera
dalam masing-masing monografi untuk sediaan tablet dan kapsul, kecuali pada etiket
dinyatakan bahwa tablet harus dikunyah
10. Pengemasan sediaan jadi
a. Wadah

DAFTAR PUSTAKA

Ansel,Howard.2008.Pengantar bentuk sediaan Farmasi.Jakarta:UI Press

Departement of health.2009.British Farmacopeaeia.London

Dirjen POM.1979.Farmakope Indonesia Edisi III.Depkes RI

Hoan,Tan tjay.2007.Obat-obat penting.Jakarta:elex media computindo

Kibbe,Arthur.1999.Handbook of pharmaceutical exipient.London:APHA

Lachman,Leon dkk.2007.Teori dan praktik farmasi Industri.Jakarta:UI Press

ymond,Chand dkk.2004.Pharmaceutical exipients.Pharmaceutical development and technology.

Syarif,Amir.2012.Farmakologi dan Terapi.Jakarta:Badan penerbit FKUI

ight,R.1995.Buku pelajaran teknologi farmasi.Yogyakarta:Gajah mada University Press.