Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat Karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan tugas makalah Studi Kasus Sistem Informasi Akuntansi di
perusahan PT. DJARUM (Djarum Foundation)

Dalam penyusunan makalah ini penulis berharap semoga makalah ini


dapat bermanfaat bagi penulis sendiri maupun kepada pembaca umumnya.

Palu, 27 April 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................................ 1

Daftar Isi................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang........................................................................... 3

Permasalahan dan Batasan Masalah.................................................. 3

Tujuan................................................................................................ 3

Manfaat dari penulisan ini adalah...................................................... 4

- Bagi Perusahaan............................................................... 4
- Bagi Penulis..................................................................... 4

BAB II PEMBAHSAN

Pengertian gaji, profil perusahaaan, struktur organisasi............... 5

- Gaji dan Upah........................................................... 5


- Sejarah Singkat Perusahaan....................................... 6
- Struktur Organisasi Perusahaan................................. 8

Kasus.......................................................................................... 9

Tanggapan................................................................................. 10

BAB III PENUTUP

Kesimpulan............................................................................... 11

Saran......................................................................................... 11

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PT. Djarum adalah salah satu perusahaan distributor yang bergerak


dibidang penjualan rokok kretek dan cerutu yang mana pada akhir periode
akuntansi (bulan) melakukan proses penggajian kepada para karyawannya dan
membuat laporan gaji sebagai pertanggung jawaban kepada pimpinan perusahaan.
Proses pencatatan dan perhitungan gaji yang diterapkan oleh perusahaan masih
bersifat manual sehingga menyebabkan proses gaji sering terlambat. Oleh sebab
itu perusahaan ini sebenarnya membutuhkan suatu sistem perhitungan gaji yang
cepat dan akurat sehingga proses kerja bagian personalia dan kasir menjadi lebih
efisien.

1.2 Permasalahan dan Batasan Masalah

Adapun permasalahan yang dihadapi oleh PT. Djarum adalah seringnya


proses pembayaran gaji karyawan yang terlambat, hal ini diakibatkan oleh
penyusunan laporan penggajian masih manual sehingga lambat dan tidak efisien,
serta menyulitkan pihak keuangan yaitu bagian penggajian untuk membayar gaji
karyawan.

Karena keterbatasan waktu dan mengingat banyaknya permasalahan yang


dihadapi oleh perusahaan maka penulis melakukan pembatasan masalah. Adapun
batasan masalah ini adalah mengenai apa penyebab perusahaaan mengalami
keterlambatan dalam memberikan gaji karyawannya.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah memberikan masukan kepada


perusahaan PT. Djarum sehingga membantu pihak perusahaan untuk menyusun
laporan penggajian menjadi cepat dan lebih efisien.

3
1.4 Manfaat dari penulisan ini adalah :
1. Bagi perusahaan

Sebagai masukan bagi PT. Djarum agar dapat segera terselesaikan laporan
gaji dapat disajikan tepat waktu dan akurat.

2. Bagi penulis

Sebagai wahana dalam meningkatkan kemampuan, dan juga sebagai


penyelesaian tugas mid semester.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian gaji, profil perusahaaan, struktur organisasi


1. Gaji dan Upah

Gaji merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan
yang mempunyai jenjang jabatan seperti manajer. Penggajian dapat diartikan
sebagai proses pembayaran upah kepada seseorang atau individu untuk pengganti
hasil kerja atau jasa yang telah dilakukan. Jadi Sistem penggajian atau
kepegawaian adalah sistem yang mencakup seluruh tahap pemrosesan penggajian
pelaporan kepegawaian. Sistem menyajikan cara-cara penggajian pegawai secara
memadai dan akurat, menghasilkan laporan-laporan penggajian yang diperlukan
dan menyajikan informasi kebutuhan pegawai kepada manajamen. Pemrosesan
harus meliputi pengurangan pajak, potongan tertentu, pelaporan kepada
pemerintah dan persyaratan-persyaratan kepegawaian lainnya. Pemrosesan
penggajian merupakan satu kegiatan yang peka terhadap hukuman denda maupun
penjara jika pencatatan yang dibuat tidak memadai.

Sistem yang efisien diperlukan untuk menjaga hubungan baik antara pegawai dan
perusahaan. Sering sekali gaji dan upah dianggap mempunyai pengertian yang
sama oleh kebanyakan masyarakat. Anggapan ini terjadi mungkin disebabkan
karena gaji dan upah sama-sama merupakan balas jasa yang diberikan kepada
karyawannya. Pada kenyataannya kedua istilah tersebut mempunyai
perbedaan.Perusahaan manufaktur, pembayaran kepada karyawan biasanya dibagi
menjadi 2 golongan yaitu gaji dan upah. Gaji umumnya merupakan pembayaran
atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan yang mempunyai jenjang
jabatan manajer, sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas
penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan pelaksana (buruh). Umumnya gaji
dibayarkan secara tetap perbulan, sedangkan upah dibayar berdasarkan hari kerja,
jam kerja, atau jumlah satuan produk yang dihasilkan oleh karyawan.

5
Menurut undang-undang tenaga kerja no 13 tahun 2003, Bab 1, Pasal 1 berisikan
Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang
sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang
ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau
peraturan perundang undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan
keluarganya atas suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan.
Menurut Dewan Penelitian Pengupahan Nasional, memberikan definisi upah
sebagai sebagai berikut upah ialah suatu penerimaan sebagai suatu kerja berfungsi
sebagai suatu jaminan kelangsungan hidup yang layak bagi kemanusiaan dan
produktifitas yang dinyatakan dalam nilai atau bentuk yang ditetapkan menurut
suatu persetujuan Undang-Undang dan peraturan yang dibayarkan atas dasar suatu
perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan penerima kerja.Selanjutnya
pengertian gaji dan upah menurut Hadi Purwono adalah sebagai berikut: Gaji
(salary) biasanya dikatakan upah (wages) yang dibayarkan kepada pimpinan,
pengawas, dan tata usaha pegawai kantor atau manajer lainnya. Gaji umumnya
tingkatnya lebih tinggi dari pada pembayaran kepada pekerja upahan. Upah adalah
pembayaran kepada karyawan atau pekerja yang dibayar menurut lamanya jam
kerja dan diberikan kepada mereka yang biasanya tidak mempunyai jaminan
untuk dipekerjakan secara terus-menerus. (Hadi Purwono, 2003, 2). Dari definisi
Gaji dan upah di atas maka dapat disimpulkan bahwa gaji merupakan pengganti
jasa bagi tenaga-tenaga kerja dengan tugas yang sifatnya lebih konstan.
Ditetapkan melalui perhitungan masa yang lebih panjang misalnya bulanan,
triwulan atau tahunan.

Sedangkan upah adalah pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh
karyawan berdasarkan jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan misalnya jumlah
unit produksi.Dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 150 Tahun 2001 dan
keputusan Menteri Keuangan tentang PPh pasal 21 tahun 2003, ada dijelaskan
mengenai tingkat upah yang diterima karyawan.

6
2. Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Djarum adalah salah satu perusahaan distributor yang bergerak di bidang
penjualan rokok kretek dan cerutu yang mana pada akhir periode akuntansi
(bulan) melakukan proses penggajian kepada para karyawannya dan membuat
laporan gaji sebagai pertanggung jawaban kepada pimpinan perusahaan.

Seperti pada perusahaan dagang lainnya PT. Djarum juga adalah salah satu
perusahaan yang membeli dan menjual barang dagangnya dengan tujuan untuk
mencapai laba (profit) penjualan yang semaksimum mungkin. Oleh sebab itu
dalam melakukan kegiatan operasionalnya perusahaan ini juga mempunyai sistem
pembelian dan penjualan.

Pada tahun 1951, Oei Wie Gwan, seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia,


membeli perusahaan rokok NV Murup yang hampir gulung tikar di Kudus, Jawa
Tengah. Perusahaan tersebut memiliki merek Djarum Gramofon. Dia menyingkat
merek tersebut menjadi Djarum.

Perusahaan ini hampir punah ketika kebakaran besar menghancurkan pabrik


perusahaan pada tahun 1963, diikuti oleh kematian Oei Wie Gwan. Anaknya,
Budi dan Bambang Hartono, akhirnya mengambil kesempatan untuk membangun
perusahaan kembali.

Awalnya, produk Djarum adalah rokok kretek lintingan tangan dan rokok kretek
lintingan mesin. Kedua produk itu sangat populer dan diproduksi dalam jumlah
besar. Rokok kretek lintingan tangan klasik terus dilakukan oleh Djarum
menggunakan metode kuno yang dikerjakan secara manual oleh buruh terampil.
Sementara rokok kretek lintingan mesin diperkenalkan pada awal tahun 1970,
diproduksi secara otomatis menggunakan mesin berteknologi tinggi.

Pada pertengahan tahun 1970-an, Djarum secara resmi mendirikan Research &
Development Center untuk mengembangkan produk rokoknya. Di tengah
besarnya pasar domestik untuk rokok kretek, pada tahun 1972 Djarum mulai
mengekspor kretek lintingan tangan dan lintingan mesin ke pengecer tembakau di

7
seluruh dunia, yaitu ke Republik Rakyat Tiongkok, Korea, Jepang, Belanda, dan
Amerika Serikat. Produk yang sukses di pasar internasional adalah Djarum Super
yang dipasarkan pada tahun 1981, dan diikuti dengan produk Djarum Special
yang diperkenalkan pada tahun 1983 di Amerika Serikat.

Setelah krisis finansial Asia tahun 1997, perusahaan ini menjadi bagian dari
konsorsium yang membeli Bank Central Asia (BCA) dari BPPN. BCA merupakan
bank swasta terbesar di Indonesia dan sebelumnya merupakan bagian dari Grup
Salim. Saat ini saham mayoritas bank (51%) dikendalikan oleh Djarum.

Pada tahun 2004 Djarum Group mengakuisisi kontrak BOT selama 30 tahun dari
pemerintah untuk mengembangkan dan merenovasi Hotel Indonesia di Jakarta di
bawah proyek superblok Grand Indonesia.

Pada tanggal 1 Januari 2005, PT Gallaher Indonesia membeli seluruh saham


Djarum dan menjadi bagian dari Gallaher Group.

Saat ini, Budi dan Michael Hartono adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia
menurut Forbes.

3. Struktur Organisasi Perusahaan

Setiap perusahaan mempunyai struktur organisasi tersendiri. Struktur organisasi


merupakan suatu rangkaian hubungan antara individu dengan individu, dan
individu dengan kelompok. Adapun gambar struktur organisasi sebagai berikut:

8
3. Kasus

Adapun permasalahan yang dihadapi oleh PT. Djarum adalah seringnya proses
pembayaran gaji karyawan yang terlambat. Hal tersebut sering terjadi pada
perusahaan, sehingga membuat para karyawan merasa bingung dengan keadaaan

9
ini. Hal tersebut membuat timbul pemikiran karyawan bahwa perusahaaan sedang
rugi atau mau bangkrut.

Biasanya perusahaan memberikan gaji kepada karyawan akhir bulan, yaitu


melalui staf keuangan. Jadi mereka ini yang berurusan dengan gaji. Akan tetapi
setiap keterlambatan pembayaran gaji mereka selalu tidak mau ambil pusing.
Apabila karyawan menanyakan kepada staf keuangan maka mereka akan
menjawab bahwa tugas mereka hanya membayar gaji.

Intinya dari permasalahan pada PT. Djarum adalah seringnya proses pembayaran
gaji karyawan yang terlambat. Perusahaan rokok yang mengaku mengalami krisis
keuangan, menyusul ketatnya regulasi pemerintah soal rokok.

Wakil Kepala Bidang Humas PT. Djarum dalam siaran persnya, Kamis, 9 Oktober
2014, mengatakan bagian Sumber Daya Manusia Djarum tengah menawarkan
program pensiun dini kepada karyawan borongan sigaret kretek tangan (SKT) dan
operasional. Divisi tersebut paling banyak menyerap tenaga kerja.

Ini untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk. Kamis, 9 Oktober 2014,
kondisi penjualan rokok Djarum merosot drastis belakangan ini. Kondisi ini
dipengaruhi regulasi pemerintah yang kurang menguntungkan bagi industri rokok
nasional.

Di antaranya, pembatasan iklan di media massa terutama televisi, pembatasan


kegiatan promosi dalam berbagai event, serta pencantuman gambar menyeramkan
dalam kemasan rokok. Hal itu membuat penjualan rokok Djarum turun jeblok
hingga memaksa perusahaan melakukan efisiensi.

Divisi SKT dan operasional yang menyerap paling banyak tenaga kerja menjadi
sasaran efisiensi karena menyedot biaya sangat besar. Untuk menekan dampak
kerugian bagi karyawan, manajemen menawarkan program pensiun dini. Di
antaranya, pemberian uang pensiun hingga sepuluh kali gaji di depan, pemberian
tambahan uang pensiun, pemberian jaminan kesehatan BPJS kepada karyawan
dan keluarganya sampai usia karyawan 55 tahun, serta memberikan pelatihan

10
kewirausahaan bagi karyawan yang ingin mandiri. Hanya karyawan yang telah
memiliki masa kerja di atas 20 tahun yang mendapat penawaran ini.

Wakil kepala Bidang Humas mengklaim tawaran pensiun dini ini mendapat
respons bagus dari karyawan. Sejak diumumkan 6 Oktober 2014 hingga hari ini,
sudah 2.088 karyawan yang mengajukan diri kepada bagian SDM. Perusahaan tak
akan membatasi jumlah karyawan yang ingin mengikuti program ini. Rencananya,
penawaran ini akan ditutup hingga akhir Oktober 2014.

Program pensiun dini dipastikan tidak mengundang keresahan karyawan di bagian


produksi. Sebab, jauh sebelumnya, manajemen sudah mensosialisasikan dengan
baik. Karyawan yang tidak menghendaki pensiun tetap diperkenankan bekerja
hingga batas akhir usia pensiun 55 tahun. Belum diketahui pasti apakah peran
mereka akan digantikan dengan mesin yang selama ini dilakukan di unit sigaret
kretek mesin.

"Sempat mencoba bertahan lebih lama dari perusahaan rokok lain yang lebih dulu
mengurangi karyawan,"

4. Tanggapan

Setelah saya mengetahui masalah ini, sebenarnya karyawan tidak mengetetahui


bahwa sebenarnya penyebab seringnya keterlambatan pembayaran gaji adalah
Proses pencatatan dan perhitungan gaji yang diterapkan oleh perusahaan masih
bersifat manual sehingga hal menyebabkan proses gaji sering terlambat. Hak
yang membuat pihak keuangan yaitu bagian penggajian untuk membayar gaji
karyawan sering terlambat membayar gaji.

Menurut saya kejadian ini telah merugikan perusahaan terutama karyawan. Akibat
permasalahan ini kinerja dari karyawan juga akan terganggu, demikian juga
produktivitas perusahaan juga akan menurun.

11
Jadi sebaiknya perusahaan harus menggunakan teknologi komputerisasi,
walaupun perusahaan harus mengeluarkan kas yang besar, akan tetapi hal itu
menunjang proses pembayaran gaji yang lancar.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Setelah dianalisa dan dievaluasi keadaan perusahaan dan membandingkan dengan


teori, maka pada bab ini akan diambil kesimpulan dan saran yang mungkin
berguna bagi pihak perusahaan. Beberapa kesimpulan yang diambil oleh penulis
adalah sebagai berikut:

Sistem penggajian manual yang digunakan oleh PT. Djarum efektif,


efisien dan akurat dalam hal perhitungan gaji dan penyajian laporan
gaji.
Dengan menggunakan sistem komputerisasi penggajian, maka
informasi penggajian yang dihasilkan lebih lengkap, efisien, cepat dan
tepat dibandingkan sistem sebelumnya yang selalu mengalami
keterlambatan di dalam menyajikan informasi laporan penggajian.
Dengan diterapkannya program komputer dalam penggajian , dapat
memberikan kemudahan dalam proses perhitungan gaji serta dapat

12
mengetahui laporan gaji secara cepat dan dapat diminta sewaktu-waktu
pada saat dibutuhkan.

2. Saran

Adapun saran-saran yang dapat dikemukakan oleh penulis adalah sebagai berikut:

Penulis menyarankan hendaknya setiap transaksi harus langsung direkam


ke dalam komputer, sehingga komputer dapat menyajikan informasi
tentang laporan penggajian pegawai secara akurat.
Penulis menyarankan adanya pelatihan untuk pegawai yang menjalankan
atau menggunakan program sebelum diterapkannya sistem baru.

13