Anda di halaman 1dari 3

APLIKASI HOMECARE PADA KASUS SOSIAL DENGAN TBC

HOME CARE
Dapertemen Kesehatan (2002) menyebutkan bahwa home careadalah pelayanan kesehatan yang
berkesinabungan dan komperhensif yang diberikan kepada individu dan keluarga ditempat tinggal
mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan atau memaksimalkan tingkat
kemandirian dan
meminimalkan akibat dari penyakit.
Menurut Nuryandari (2004), menyebutkan ruang lingkup pelayanan home care
adalah:
1. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan
2. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik
3. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik
4. Pelayanan informasi dan rujukan
5. Pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan kesehatan
MODEL KONSEP
Teori lingkungan(florence nightingele)
(Tomey & Alligood, 2006)Lingkungan menurut florence nightingele menunjuk pada lingkungan
eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan yang meliputi lima komponen
lingkungan terpenting dalam mempertahanlan kesehatan individu yang meliputi :
1. udara bersi
2. Air yang bersih
3. Pemeliharaan yang efisien
4. Kebersihan
5. Penerangan
Penekanannya terhadap lingkungan sangat jels melalui pernyataan bahwa jika ingin meramalkan
kesehatan maka yang harus dilakukan adalah mengkaji keadaan rumah, kondisi dan cara hidup
seseorang.
TBC
Tuberkulosis (TB) yang dulu dikenal dengan TBC adalah penyakit menular langsung
yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar
kuman TB menyerang paru-paru, tetapi dapat juga menyerang organ atau bagian
tubuh lainnya (misalnya: tulang, kelenjar, kulit, dll). TB dapat menyerang siapa saja,
terutama usia produktif/masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak.
Menurut (Crofton,1999) seseorang dapat tertular penyakit TB paru jika terdapat
faktor risiko sebagai berikut; 1) Kontak serumah dengan penderita TBC BTA (+) 2)
Lingkungan: ventilasi yang kurang, kepadatan penduduk 3) Menderita HIV,
malnutrisi, penyakit DM, immuno-supresan 4) Perilaku tidak sehat.
TANDA GEJALA
Menurut Depkes RI (2007)Gejala utama TB: Batuk terus menerus dan berdahak
selama 2 minggu atau lebih. Gejala lainnya : Batuk bercampur darah, Sesak nafas dan
nyeri dada, Nafsu makan berkurang, Berat badan turun, Rasa kurang enak badan
(lemas), Demam/ meriang berkepanjangan, Berkeringat di malam hari walaupun tidak
melakukan kegiatan.
PERAN PERAWAT HOMECARE DALAM PERAWATAN HOME CARE PADA PASIEN TBC
Menurut jurnal Complience anf Effectiveness of Single Tuberculosis Drugs and Fixed Dose
Combination (FDC) on Pediatric Patients in a Hospital in Bandung pelayanan yang diberikan pertama
yaitu dilakukan pengkajian kebutuhan pasien melalui home visit untuk mengetahui kebutuhan
pelayanan perawatan yang diperlukan. Setelah dilakukan pengkajian selanjutnya menentukan
kebutuhan pasien diawali dengan merumuskan masalah keperawatan/diagnosa keperawatan
dilanjutkan dengan menyusun rencana keperawatan dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai
dengan kebutuhan pasien
Peran perawat homecare yang di bahas dalam beberapa jurnal pada psien penderita tbc adalah
PMO (pemantau minum obat), jadi peran perawat adalah :
a.Memastikan pasien menelan obat sesuai aturan sejak awal pengobatan sampai
sembuh.(dengan cara kesepakatan mengenai waktu minum obat, PMO meyaksikan
pasien minum obat)
b.Mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada pasien agar dapat menjalani
pengobatan secara lengkap dan teratur.(Meyakinkan kepada pasien bahwa TB bisa
disembuhkan dengan menelan obat secara lengkap dan teratur,Mendorong pasien
untuk tetap menelan obatnya saat mulai bosan,Mendengarkan setiap keluhan
pasien, menghiburnya dan menumbuhkan rasa percaya diri, Menjelaskan manfaat
bila pasien menyelesaikan pengobatan agar pasien tidak putus berobat)
c. Mengingatkan pasien TB untuk mengambil obat dan periksa ulang dahak sesuai
jadwal.
d. Menemukan dan mengenali gejala-gejala efek samping OAT dan merujuk ke
sarana pelayanan kesehatan.
e. Mengisi kartu kontrol pengobatan pasien sesuai petunjuk.
f. Memberikan penyuluhan tentang TB kepada keluarga pasien atau orang yang
tinggal serumah