Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN TAKSONOMI DENGAN ILMU LAIN

OLEH:

1. Silvi
2. Siti Aminah
3. Fajar
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kemudahan dalam proses pembuatan makalah ini. Makalah yang berjudul “
Hubungan Taksonomi Dengan Ilmu Lain” ini dibuat berpedoman pada artikel-
artikel yang ada pada website. Tujuan khusus dalam pembuatan makalah ini adalah
untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Taksonomi Tumbuhan.

Dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini, tidak lupa kami mengucapkan
banyak terimakasih pada semua pihak sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
ini dengan tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada
Dosen kami yang telah membimbing dalam mata kuliah ini..

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Kritik dan saran sangat kami harapkan agar nantinya dapat membuat makalah yang
lebih baik lagi. Akhirkata kami ucapkan terima kasih.

Samarinda, 10 february 2018

Hormat kami

Kelompok 2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………… i

Daftar Isi ………………………………………………………………………….ii

Bab I : Pendahuluan ……………………………………………………………...1

Latar belakang …………………………………………………………..1.1

Rumusan Masalah ………………………………………………………1.2

Manfaat …………………………………………………………………1.3

Bab II :
pembahasan………………………………………………………………………2

Taksonomi tumbuhan tingkat tinggi…………………………………….2.1

Hubungan Taksonomi dengan Ilmu Lain………………………………2.2

Bab III :
penutup…………………………………………………………………………..3
BAB I

PENDAHULUAN

Taksonomi merupakan kelompok ilmu dasar yang berarti ilmu kajian dasar dari
ilmu biologi dengan tidak membatasi hanya satu atau objek tertentu saja.
Taksonomi berasal dari 2 kata. Yaitu Taxis (susunan) dan nomos(hukum atau
aturan). Taksonomi tumbuhan tidak hanya mempelajari tentang pencirian,
klasifikasi, pendeskripsian (pertelaan), dan penamaan saja. Tetapi juga mempelajari
fungsi-fungsi ekologisnya di alam. Taksonomi merupakan bagian dari sistematika.
Sistematika cakupannya lebih luas yaitu meliputi taksonomi, studi evolusi dan
filogeni.

Pencirian tumbuhan ditulis dalam bentuk uraian objek agar memberikan


keyakinan akan kepastian gambaran suatu objek yang bersifat pasti. Kita tentunya
pernah mengelompokkan suatu hal berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri.
Kegiatan tersebut bersifat naluri yang mempermudah kegiatan dan pencapaian
kebutuhan manusia. Sebagai contoh, manusia membutuhkan nutrisi yang akan
digunakan saat metabolisme berlangsung. Dan makanan memiliki kandungan
beberapa nutrisi yang dibutuhkan. Sehingga makanan akan menyuplai kebutuhan
tubuh manusia. Sebelumnya kita terlebih dahulu mengelompokkan makanan
kedalam kelompok makanan yang menguntungkan atau kelompok makanan yang
mengandung racun (merugikan). Klasifikasi sendiri merupakan kegiatan
mengelompokkan. Dari hasil pengelompokkan tersebut diperoleh hasil
pengelompokkan beberapa kelompok kecil yang terbentuk. Selanjutnya kelompok-
kelompok hasil yang diperoleh dari klasifikasi disebut takson.

Taksonomi merupakan ilmu hayat yang memiliki hubungan dengan cabang


ilmu yang lain.adapun ilmu ilmu yang berhubungan dengan taksonomi adalah,
morfologi, anatomi, ambriolog, palinologi, sitologi, fisiologi, fitokimia dan
penyebaran geografi. Ilmu ini akan berhubungan dengan taksonomi, dengan adanya
ilmu ini kita lebih mudah untuk mengidentifikasi suatu tumbuhan. Ilmu-ilmu
tersebut akan berkembang sehingga pusat kepentingan akan berubah bergantung
pada arah perkembangan dan kebutuhan terhadap ilmu. Data yang diperoleh dari
taksonomi sendiri dapat digunakan untuk mempelajari kekerabatan yang mungkin
terjadi dan dapat digunakan sebagai acuan untuk rekayasa genetika.

Ahli taksonomi tumbuhan mempunyai peranan dan tanggung jawab dalam


membantu usaha konservasi jenis, membuat cagar alam dan mencegah punahnya
jenis-jenis tumbuhan tertentu. Seelain itu seorang ahli taksonomi harus mempunyai
pengetahuan tentang morfologi, embriologi, anatomi, sitogenetik dan ilmu sejenis
lainnya. Cabang ilmu ini merupakan dasar dari botani, tapi di lain pihak
perkembangannya sangat tergantung pada kemajuan cabang-cabang botani lainnya.
Data-data yang diungkapkan sebagai hasil penelitian sitologi, genetika, anatomi,
ekologi, morfologi, palinologi, palaentologi, fitogeografi, fitokimia dan cabang-
cabang botani lain sangat berguna bagi botani sistematika. Akan tetapi ilmu-ilmu
itu sendiri tidaklah akan berjalan pesat secara efisien tanpa bantuan botani
sistematika. Percobaan-percobaan yang dilakukan dalam cabang-cabang botani
yang banyak tersebut tidak mungkin dapat diulangi dan kebenaran kesimpulannya
dikukuhkan kalau identitas atau nama tumbuhan objeknya meragukan.
Kekurangcermatan dalam penamaan objek percobaan akan menyebabkan nilai
suatu penelitian merosot atau bahkan tidak ada harganya sama sekali (Rifai, 1989).

Dengan adanya taksonomi tumbuhan, manusia dapat memenuhi kebutuhan


hidupnya dan dapat melakukan kegiatan dengan mudah dan berimbang. Karena
manusia dapat memperoleh spesimen tumbuhan lain yang semarga dan memiliki
keunggulan khas serta dapat melestarikan keberadaan tumbuhan yang mulai
mengalami kepunahan gen-gen yang berpotensi.

A. TUJUAN
1. UNtuk mengetahui hubungan taksonomi dengan ilmu lain
2. Untuk mengetahui jenis- jenis ilmu yang berhubungan dengan taksonomi
3. Untuk mengetahui pengertian taksonomi
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu taksonomi?
2. Apa hubungan taksonomi dengan ilmu lain?
3. Apa saja jenis ilmu- ilmu yang berhubungan dengan taksonomi?

C. MANFAAT
1. Agar dapat mengetahui hubungan taksonomi dengan ilmu lain
2. Agar dapat mengetahui pengertian taksonomi
3. Agar dapat mengetahui jenis-jenis ilmu yang berhubungan dengan
taksonomi

BAB II
PEMBAHASAN

A. Taksonomi Tumbuhan Tingkat Tinggi


Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari identifikasi, tata nama, dan
klasifikasi, yang biasanya terbatas pada objek biologi, bila terbatas pada
tumbuhan sering disebut sistematik tumbuhan. Unsur utama yang menjadi
lingkupnya taksonomi tumbuhan adalah pengenalan yang didalamnya tercakup
pemberian nama dan penggolongan. Sistematik diberi batasan sebagai ilmu
yang secara ilmiah mempelajari tentang macam-macam dan keanekaragaman
organisme serta hubungan kekerabatan di antara mereka. Dengan batasan
demikian, beberapa ahli menganggap bahwa sistematik mempunyai cakupan
yang lebih luas daripada taksonomi.
Ilmu taksonomi tumbuhan mengalami banyak perubahan cepat semenjak
digunakannya berbagai teknik biologi molekular dalam berbagai kajiannya.
Pengelompokan spesies ke dalam berbagai takson sering kali berubah-ubah
tergantung dari sistem klasifikasinya.
Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran,
penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan
(klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini merupakan cabang dari
taksonomi.
Taksonomi tumbuhan sering kali dikacaukan dengan sistematika tumbuhan
dan klasifikasi tumbuhan. Klasifikasi tumbuhan adalah bagian dari taksonomi
tumbuhan. Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat
dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih
banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam
sistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di
sisi lain, taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan
sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi).
B. Hubungan Taksonomi dengan Ilmu Lain
1. Morfologi
Morfologi tumbuhan merupakan ilmu penting bagi botani sistematika
sebab banyak peristilahan dan ciri tumbuhan yang dipelajari dalam
morfologi tumbuhan digunakan untuk mempertelakan suatu jenis
tumbuhan. Tanpa morfologi tidak mungkin taksonomi tumbuhan dapat
berkembang dengan baik. Semua peristilahan yag digunakan dalam Botani
sistematika selalu menggunakan peristilahan morfologi,
misalnya foetida (sangat berbau), edulis (dapat dimakan),caulifolia (bunga
dapat tumbuh di di batang), grandifolia (daun besar) dan lain sebagainya.
Ciri-ciri morfologi mempunyai faedah yang besar, bahkan pada
pengamatan-paengamatan spesimen herbarium,ciri-ciri ini menunjukkn
tingkat keberhasilan yang tinggi untuk menyusun klasifikasi. Ciri-ciri
morfologi dapat dilihat dengan mudah untuk menentukan variabilitasnya
daripada bila menggunakan ciri-ciri lainnya.
2. Paleobotani
Paleobotani atau palaebotani (dari bahasa Yunani paleon berati tua dan
botany yang berarti ilmu tentang tumbuhan) adalah cabang dari paleontologi
yang khusus mempelajari tentang tumbuhan pada masa lampau.
Dasar pengetahuan sistematik tumbuhan sangat diperlukan dalam
menentukan hubungan kekerabatan antara fosil tumbuhan dengan
tumbuhan yang masih hidup di masa kini dan dalam upaya rekonstruksi
sejarah evolusi dunia tumbuhan.
3. Anatomi
Hubungan taksonomi dengan anatomi adalah pengelompokkan
makhluk hidup berdasarkan sifat-sifat anatomi dari tumbuhan tersebut.
Sifat-sifat anatomi batang, daun, bunga sangat berguna dan mempunyai
nilai taksonomi penting pada golongan-golongan tertentu.
Anatomi juga mempunyai peran di dalam taksonomi, filogeni dan
ontogeni. Pada dunia tumbuhan sering kali ada dua tumbuhan yang persis
sama secara morfologi, sehingga memiliki nama ilmiah yang sama.
4. Embriologi
Individu dalam marga dan suku dapat dicirikan dengan tipe embrionya,
tanda ini dapat dipakai untuk menentukan pembatasan takson serta
kekerabatan alami. Data-data embriologis yang digabungkan dengan ciri-
ciri anatomis dan morfologis dapat digunakan dalam membuat klasifikasi
yang lebih baik.
5. Palinologi
Palinologi adalah studi tentang serbuk sari dan spora. Serbuk sari
menjadi sumber taksonomi yang penting. Variasi yang diperlihatkan serbuk
sari antara lain adalah jumlah dan letak alur dan lubang di permukaannya,
bentuk ukiran eksin (lapisan luar serbuk sari) serta bentuk umum dan
ukurannya. Serbuk sari bisa khas untuk jenis, marga atau suku.

Tipe butir polen pada angiospermae ada dua tipe pokok yaitu

a. Monocolpate
Monocolpate adalah butir polen yang dilengkapi suatu alur tunggal
yang terdapat pada sutu sisi alur polen yang jauh dari titik hubungan
tedrad.
b. Tricolpate
Tricolpate adalah butir polen dengan tiga alur medional. Ini merupakan
ciri khasnya dikotil.
6. Mikrobiologi
Dari segi mikrobiologi, dunia mikroba dikelompokkan menjadi dua
kelompok besar berdasarkan ada tidaknya inti, baik yang sudah
terdiferensiasi ataupun yang belum.
7. Sitologi
Hubungan taksonomi dengan ilmu ini adalah pengelompokkan sel
berdasarkan penyusunnya. Semua individu dalam suatu jenis biasanya
mempunyai jumlah kromosom yang sama, walaupun ada kekecualian. Jika
ada dua tumbuhan yang mempunyai persamaan secara morfolgi dan
anatomi, sedangkan ada ada semacam penelitian yang menyatakan bahwa
keduanya merupakan jenis yang berbeda, maka secara sitologi dapat
diperiksa bagaimana struktur dan jumlah kromosom keduanya. Jika ternyata
berbeda, maka peluang untuk memisahkan keduanya pun cukup terbuka.
8. Fitokimia
Dengan mengetahui kandungan kimia dari suatu jenis tumbuhan, maka
manfaat jenis tersebut dalam kehidupan dapat dimaksimalkan, sehingga
upaya dalam pembudidayaan juga dilakukan secara maksimal. Ciri-ciri
kimia dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok yaitu :
a. Secara langsung dapat dilihat seperti butiran pati dan rafid.
b. Berupa hasil tumbuhan seperti alkaloid,flavonoid, dan terpenoid.
c. Serologi dan elektroforesis protein.
9. Fisiologi
Tumbuhan yang tergolong dalam satu jenis dianggapa menunjukkan
sifat fisiologis yang sama. Tumbuhan yang menunjukkan sifat morfologi
yang sama memungkinkan sifat fisiologinya berbeda.

KESIMPULAN Dan SARAN

1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2010.Hubungan Taksonomi Dengan Ilmu Morfologi Dan Anatomi.
Diakses pada hari jumat, 19 september 2014.

Aththorick, T.A dan siregar, E.S.2006.Buku Ajar Taksonomi Tumbuhan.


Medan FMIPA Universitas Sumatra utara.

Hasairin ashar.2010. Taksonomi Tumbuhan Berbiji.Bandung. Citapustaka Media


Perintis.

Tjitrosoepomo,gembong.2001.Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta. Universitas


Gajah Mada