Anda di halaman 1dari 2

a.

Jenis teknik audit

 Teknik ispeksi
“cara memperoleh bukti dengan mengunakan panca indra terutama mata untuk
memperoleh pembuktian atas sesuatu keadaan atau sesuatu masalah pada saat
tertentu”

 Observasi
“ Cara memperoleh dengan menggunakan panca indera terutama mata, yang
dilakukan secara kontinyu selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan suatu
keadaan atau masalah”

 Tanya jawab
“ Teknik audit dengan cara berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan untuk
memperoleh pembuktian, tanya jawab dapat di lakukan dengan lisan (wawancara)
dan Tulisan”

 Konfirmasi
“ Konfirmasi merupakan upaya untuk memperoleh informasi/penegasan dari sumber
lain yang independen, baik secara lisan atau tulisan dalam rangka pembuktian audit”

 Analisis
“Memacah atau menguraikan suatu keadaan atau masalah kedalam beberapa bagaian
atau elemen dan memisahkan bagian tersebut untuk di gabungkan dengan keseluruhan
atau dibandingkan dengan orang lain”

 Perbandingan
“ Usaha untuk mencari kesamaan dan perbedaan antara dua atau lebih gejala atau
keadaan” contohnya: membandingkan penerimaan atau pengeluaran yang sebenarnya
dengan jumlah menurut anggaran.

 Pemeriksaan bukti-bukti tertulis (Vouching dan Verifikasi)


“ Vouching adalah memeriksa authentik tidaknya serta lengkap tidaknya bukti yang
mendukung suatu transaksi. Verifikasi adalah istilah yang di gunakan dalam arti
umum untuk memeriksa ketelitian perkalian, penjumlahan, pembukaan, pemilikan,
dan eksistentinya.

 Rekonsiliasi.
“penyesuaian antara dua golongan data yang berhubungan tetapi masing-masing
dibuat oleh pihak-pihak yang independen (terpisah) untuk mendapatkan data yang
benar.

 Transir
“ cara memeriksa dengan jalan menelusuri proses suatu keadaan, kegiatan ataupun
masalah sampai pada sumber, atau bahan pembuktian”.
b. Metode Sampling dalam Audit