Anda di halaman 1dari 11

makalah biologi sel pembelahan dan siklus sel, pertumbuhan dan diferensiasi

sel

TUGAS 6
PEMBELAHAN DAN SIKLUS SEL,
PERTUMBUHAN DAN DIFERENSIASI SEL
DISUSUN OLEH:
NAMA : YAHYA PINTOR NST
NIM : 4112220010
KELAS : NONDIK B 2011

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas ridho-Nya lah
makalah yang berjudul pelestarian keanekaragaman makhluk hidup ini dapat terselesaikan.
Serta para pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Adapun tujuan dalam
penyusunan makalah ini agar dapat menjadi rujukan untuk mempelajari tentang pembelahan,
siklus sel, pertumbuhan dan diferensiasi sel.
Dengan makalah ini kami mencoba memaparkan sedikit mengenai pembelahan sel
prokariot dan pembelahan sel eukariot, tentang amitosis dan meiosis, serta diferensiasi sel.
Dalam penulisan makalah ini penulis mencoba semaksimal mungkin dalam
penyusunannya. Namun tidak ada gading yang tak retak, begitupun dengan makalah ini, oleh
sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna memperbaiki
makalah sederhana ini.
Semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan,wawasan mengenai materi
pembelahan, siklus sel, pertumbuhan dan diferensiasi sel.
Medan, 01 Desember 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 1-2
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................... 2
1.3 Tujuan ................................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ................................................................................................................. 2
BAB II. PEMBAHASAN............................................................................................. 3-8
2.1 Pembelahan Sel Pada Eukariotik………………………………………………...... 3
2.2 Pembelahan Sel Pada Eukariotik………………………………………………….. 3-4
2.3 Siklus Sel…………………………………………………………………………. 4-5
2.4 Bagian Tipe Pembelahan Sel……………………………………………………… 5-7
2.5 Penyebab Diferensiasi Sel…………………………………………………... …… 7-8
BAB III. PENUTUP
Kesimpulan ........................................................................................................... ..... 9
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ .... 10

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembelahan sel adalah suatu proses dimana material seluler dibagi kedalam dua sel
anak. Ada dua macam pembelahan sel, yaitu pembelahan secara langsung ’amitosis’ dan
pembelahan secara tidak langsung ’mitosis dan meiosis’. Sel-sel mengalami pembelahan
melalui serangkaian proses yang terjadi berulang kali darin pertumbuhan ke pembelahan,
yang dikenal sebagai siklus sel, siklus sel terdiri atas lima fase utama : G1, S, G2, mitosis,
dan sitokinesis.
Sel-sel tersebut juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda melakukan
pembelahannya, ada sel-sel yang mampu melakukan pembelahan secara cepat, ada yang
lambat dan ada juga yang tidak mengalami pembelahan sama sekali setelah melewati masa
pertumbuhan tertentu, misalnya sel-sel germinatikum kulit mampu melakukan pembelahan
yang sangat cepat untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau mati. Akan tetapi sel-sel yang
ada pada organ hati melakukan pembelahan dalam waktu tahunan, atau sel-sel saraf pada
jaringan saraf yang sama sekali tidak mampu melakukan pembelahan setelah usia tertentu.
Sementara itu beberapa jenis bakteri mampu melakukan pembelahan hanya dalam hitungan
jam, sehingga hanya dalam waktu beberpa jam saja dapat dihasilkan ribuan, bahan jutaan sel
bakteri. Amitosis adalah pembelahan inti secara langsung diikuti dengan pembelahan
sitoplasma. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada
eukariotik. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi
proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetic, pembagian kromosom, dan pembelahan
sitoplasma yang didahului dengan pembentukan dinding sel baru. Proses pembelahan yang
demikian dinamakan amitosis, amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa
melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri.
Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel
identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel.
Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah.
Diferensiasi sel adalah suatu perubahan sel dimana sel yang telah mencapai volume
pertumbuhan akhir menjadi terspesialisasi sesuai fungsinya menghasilkan jenis jaringan,
organ atau organisme baru. Diferensiasi meliputi 2 hal :
1. Perubahan struktur dan aktivitas biokimia.
2. Perubahan aktivitas fisiologis. Diferensiasi sel terjadi karena :

1. Semua informasi genetik yang dimiliki oleh suatu organisme akan diwariskan kepada
sel anak pada saat pembelahan sel. Artinya : Informasi genetik yang tepat perlu
diterima oleh setiap sel, sehingga setiap organ pada organisme dapat berkembang
pada jalur yang tepat. Dalam perjalanan proses perkembangan, setiap informasi
genetik yang tidak relevan atau tidak dibutuhkan atau disimpan dan tidak digunakan.
2. Semua sel anak mula-mula memperoleh semua informasi genetik, tetapi bila pada
jaringan tertentu tidak diperlukan lagi akan mengalami degenerasi.
3. Semua informasi genetik diwariskan sama banyak, tetapi pada jaringan tertentu
informasi tersebut dilipat gandakan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana pembelahan sel prokariotik dan sel eukariotik?
2. Bagaimana pembelahan sel secara amitosis, mitosis, dan meiosis?
3. Bagaimana siklus pada sel?
4. Apa penyebab diferensiasi sel?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pembelahan sel prokariotik dan sel eukariotik.
2. Untuk mengetahui pembelahan sel secara amitosis, mitosis, dan meiosis.
3. Untuk mengetahui siklus sel
4. Untuk mengetahui diferensial sel

1.4 Manfaat
1. Agar mengetahui pembelahan sel prokariotik dan sel eukariotik.
2. Agar mengetahui pembelahan sel secara amitosis, mitosis, dan meiosis.
3. Agar mengetahui siklus sel
4. Agar mengetahui diferensial sel

BAB II
PEMBAHASAN

Pembelahan sel adalah suatu proses dimana material seluler dibagi kedalam dua sel anak.
Pada organisme tersebut, yang umumnya dimulai dari satu sel tunggal. Pembelahan sel juga
merupakan suatu proses dimana jaringan-jaringan yang telah rusak diganti dan diperbaiki. Sel
mempunyai kemampuan untuk memperbanyak diri dengan melakukan pembelahan. Pada
hewan uniseluler cara ini digunakan sebagai alat reproduksi, sedangkan pada hewan multi
seluler cara ini digunakan dalam memperbanyak sel somatis untuk pertumbuhan dan pada sel
gamet untuk proses pewarisan keturunan hingga akhirnya membantu membentuk individu
baru.Ada dua macam pembelahan sel, yaitu pembelahan secara langsung ’amitosis’ dan
pembelahan secara tidak langsung ’mitosis dan meiosis’.
2.1 Pembelahan sel pada prokariotik
Pada sel prokariotik, materi genetik tersebar didalam suatu badan serupa inti yang tidak
dikelilingi oleh membran. Mikroorganisme yang prokariotik, misalnya bakteri dan alga hijau-
biru. Proses pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada
eukariotik. Pada prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi
proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetik, pembagian kromosom, dan pembelahan
sitoplasma yang didahului dengan pembentukkan dinding sel baru. Proses pembelahan yang
demikian dinamakan amitosis. Amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa
melibatkan kromosom, contohnya pada sel bakteri.
Ciri-ciri sel prokariotik adalah bahan genetik (DNA) tidak terstruktur dalam bentuk
nukleus, DNA terdapat pada nukleolit yang tidak terselubungi oleh membran. Secara umum
sel prokariotik memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan sel eukariotik. Setiap
prokariotik merupakan sel tunggal, tetapi akan sering terlihat dalam tipe rantai, agregat, atau
kelompok sel yang jumlahnya ratusan.
2.2 Pembelahan sel pada eukariotik
Pada sel-sel eukariotik, hal pembagian material genetik secara persis sama adalah lebih
kompleks. Sebuah sel eukariotik mengandung kira-kira 1000 kali lebih banyak DNA
dibanding sebuah sel prokariotik. Disamping itu, DNA ini berbentuk linea, membentuk
sejumlah kromosom yang jelas berbeda. Sebagai contoh, sel-sel somatik (tubuh) manusia
mempunyai 46 kromosom, masing-masing berbeda satu sama lainnya. Pada saat sel-sel ini
membelah, setiap sel anak harus menerima satu duplikat dan hanya satu dari setiap 46
kromosom. Disamping itu, sel-sel eukariotik mengandung berbagai macam organela dan ini
juga harus dibagi sec ara merata diantara sel-sel anak. Pada sel eukariotik memiliki inti sel
yang sangat kompleks dengan selubung inti yang terdiri dari dua membran. Sel-sel pada
tubuh hewan dan tumbuhan termasuk dalam golongan sel eukariotik. Mikroorganisme yang
eukariotik, misalnya protozoa, protista, dan semua jamur.
2.3 Siklus sel
Sel-sel mengalami pembelahan melalui serangkaian proses yang terjadi berulang kali darin
pertumbuhan ke pembelahan, yang dikenal sebagai siklus sel, siklus sel terdiri atas lima fase
utama : G1, S, G2, mitosis, dan sitokinesis. Durasi (lamanya) masing-masing fase dari siklus
ini berfariasi dari beberapa jam sampai beberapa hari, bergantung dari tipe sel dan faktor-
faktor luar seperti suhu dan nutrisi yang tersedia.

Siklus sel merupakan serangkaian kejadian dengan urutan tertentu berupa duplikasi
kromosom sel dan organel didalamnya yang mengarah ke pembelahan sel. Pada eukariotik
(sel bernukleus), proses perbanyakan atau sintesis bahan genetik terjadi sebelum
berlangsungnya proses pembelahan sel, mitosis atau meiosis.

Sel yang mempunyai kemampuan membelah adalah sel "muda" atau sel immature yang
belum memiliki fungsi tertentu. Pada kondisi lingkungan yang mendukung sel akan
memasuki siklus sel dan menghasilkan 2 sel identik. Sel yang tidak lagi membelah akan
keluar dari siklus dan berdeferensiasi menjadi sel yang mature dengan struktur dan fungsi
tertentu.

Pada dasarnya siklus sel terdapat 2 fase utama yaitu fase S (DNA sintesis) dan fase M
(Mitosis). Pada fase S terjadi duplikasi kromosom, organele dan protein interseluler dan pada
fase M terjadi pemisahan kromosom dan pembelahan sel. Sebagian besar sel memerlukan
waktu ekstra untuk proses sintesis sehingga pada siklus sel terdapat ekstra fase Gap yaitu Gap
1 antara fase M dan fase S serta Gap 2 antara fase S dan Mitosis. Hal ini mendasari
pembagian fase menjadi 4 fase yaitu Fase G1, Fase S, Fase G2 (ketiganya disebut Interfase)
dan fase M (mitosis dan sitokinesis). Interfase adalah fase istirahat, sel ini sebenarnya sangat
aktif secara biokimia walaupun terlihat tidak ada perubahan morfologi (waktu lama, 23 jam
dalam 1 siklus 24 jam). M phase (mitosis) merupakan inti dari siklus sel dan secara morfologi
terjadi perubahan yang jelas teramati berupa kromosom yang tertarik ke kutub, sitogenesis
dan akhirnya sel terbagi menjadi dua (waktu cepat, 1 jam dalam 1 siklus 24 jam). Fase Gi dan
G2 bukan hanya sebagai ekstra waktu proses sintesis namun juga berperan sebagai ekstra
waktu bagi sel untuk memonitor kondisi lingkungan internal dan eksternal sebelum masuk ke
fase S dan M. Jika kondisi lingkungan tidak mendukung maka sel berhenti berprogress pada
G1 dan bahkan memasuki kondisi resting state pada Go (G zero). Go ini dapat berlangsung
selama berhari-hari, bertahun-tahun atau sampai sel mati. Jika kondisi lingkungan
mendukung dan terdapat sinyal untuk tumbuh maka sel akan memulai proses pada suatu titik
akhir G1 yang disebut titik "Start". Setelah melalui titik ini sel akan mulai masuk fase S
ditandai dengan Replikasi DNA yang terus berlangsung bahkan walau signal pertumbuhan
dan pembelahan sudah tidak ada.

2.4 Bagian Tipe Pembelahan Sel

1. Amitosis
Adalah pembelahan inti secara langsung diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Proses
pembelahan sel pada sel prokariotik berbeda dengan pembelahan sel pada eukariotik. Pada
prokariotik pembelahan sel berlangsung secara sederhana yang meliputi proses pertumbuhan
sel, duplikasi materi genetic, pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma yang
didahului dengan pembentukan dinding sel baru. Proses pembelahan yang demikian
dinamakan amitosis, amitosis adalah pembelahan sel secara langsung tanpa melibatkan
kromosom, contohnya pada sel bakteri.

Kromosom hasil duplikasi, awalnya akan menempel pada membrane plasma.


Selanjutnya, akan terjadi pertumbuhan antara dua tempat perlekatan kromosom untuk
melakukan pemisahan materi inti. Kemudian akan terjadi sitokenesis yang diikuti dengan
terbentuknya dinding sel baru hingga dua sel anakan terbentuk, pembelahan yang demikian
juga sering disebut dengan pembelahan biner (binary fision) atau pembelahan sel secara
langsung.

2. Mitosis
Mitosis adalah proses pembagian genom yang telah digandakan oleh sel ke dua sel
identik yang dihasilkan oleh pembelahan sel. Mitosis umumnya diikuti sitokinesis yang
membagi sitoplasma dan membran sel. Proses ini menghasilkan dua sel anak yang identik,
yang memiliki distribusi organel dan komponen sel yang nyaris sama. Mitosis dan sitokenesis
merupakan fasa mitosis (fase M) pada siklus sel, di mana sel awal terbagi menjadi dua sel
anakan yang memiliki genetik yang sama dengan sel awal.
Hasil utama dari mitosis adalah pembagian genom sel awal kepada dua sel anakan.
Genom terdiri dari sejumlah kromosom, yaitu kompleks DNA yang berpilin rapat yang
mengandung informasi genetik vital untuk menjalankan fungsi sel secara benar. Karena tiap
sel anakan harus identik secara genetik dengan sel awal, sel awal harus menggandakan tiap
kromosom sebelum melakukan mitosis. Proses penggandaan terjadi pada pertengahan
intefase, yaitu fase sebelum fase mitosis pada siklus sel.
Setelah penggandaan, tiap kromosom memiliki kopi identik yang disebut sister
chromatid, yang berlekatan pada daerah kromosom yang disebut sentromer. Sister chromatid
itu sendiri tidak dianggap sebagai kromosom.
Mitosis adalah cara reproduksi sel dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang
teratur, yaitu Profase Metafase-Anafase-Telofase. Antara tahap telofase ke tahap profase
berikutnya terdapat masa istirahat sel yang dinarnakan Interfase (tahap ini tidak termasuk
tahap pembelahan sel). Pada tahap interfase inti sel melakukan sintesis bahan-bahan inti.
Proses mitosis secara konvensional dibagi 6 fase yaitu interfase, profase,
prometafase, metafase, anafase, dan telofase (awal dan akhir). Profase biasanya merupakan
fase terpanjang, dengan mengambil waktu kurang lebih 60 % dari keseluruhan waktu yang
dibutuhkan dalam mitosis. Selama pembelahan mitosis yang berlangsung pada sel hewan dan
sel tumbuhan.
Hasil mitosis :
1) Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing-masing diploid.
2) Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.

3. Meiosis
Meiosis adalah salah satu cara sel untuk mengalami pembelahan. Ciri pembelahan secara
meiosis adalah:

 Terjadi di sel kelamin


 Jumlah sel anaknya 4
 Jumlah kromosen 1/2 induknya
 Pembelahan terjadi 2 kali

Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada
meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah
kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode
pembelahan sel, yaitu pembelahan meiosis I dan pembelahan meiosis II.
Hasil meiosis :
1) Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel anakan yang masing-masing haploid (n).
2) Jumlah kromosom sel anak setengah dari jumlah kromosom sel induknya.
3) Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel-sel gamet seperti sperma dan ovum (sel
telur).
Tujuan pembelahan sel secara tidak langsung yaitu:
1. mitosis : regenerasi
2. miosis : mengurangi kromosom (2n 46xx/xy diploid menjadi 1n 23x/y haploid).
2.5 Penyebab Diferensiasi

 Polaritas pada saat pembelahan sel tidak merata. Perbedaan tersebut disebabkan
karena penyebaran senyawa tertentu di dalam plasma tidak merata. Pada kutub yang
satu konsentrasinya rendah, sedangkan di kutub yang lain konsentrasinya tinggi.
 Pembelahan sel tidak setara . Dinding pemisah sel terbentuk tidak ditengah-tengah
sehingga dihasilkan 2 sel yang tidak sama besar. Awal yang tidak sama dari 2 sel
anakan ini tentu menyebabkan perbedaan aktivitas metabolisme sehingga salah satu
sel anak dapat membelah lagi sedangkan yang lain tidak mampu lagi.
 Letak sel dalam jaringan. (digunakan dalam teknik kultur jaringan).
 Faktor Hormon. Diperlukan dalam jumlah sedikit, karena tidak berpengaruh secara
langsung dan kerjanya relatif lambat.
 Faktor lingkungan (cahaya, suhu, ketersediaan air, oksigen, dll).
Semua sel yang telah mengalami diferensiasi, asal masih hidup bersifat totipotens. Artinya :
bila lingkungan sesuai dapat tumbuh membentuk individu baru. Khusus dalam kaitannya
dengan diferensiasi sel pada hewan atau manusia, setelah zigot terbentuk akan berkembang
menjadi morula dan kemudian berkembang lagi menjadi blastula. Blastula kemudian akan
berkembang lagi mejadi gastrula. Pada tahap gastrula ini lah akan terbentuk 3 lapisan baru
yaitu : Ektoderm, Mesoderm, dan Endoderm. Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi kulit,
rambut, sistem saraf dan alat indera. Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otok, rangka,
alat reproduksi, alat peredaran darah dan alat ekskresi. Sedangkan endoderm akan
berdiferensiasi menjadi alat pencernaan dan alat pernapasan seperti paru-paru.

BAB III
PENUTUP

Dari uraian makalah ini, diperoleh kesimpulan bahwa sel merupakan unit kehidupan
makhluk hidup. Setiap sel melakukan aktivitasnya masing-masing layaknya individu. Sel
melakukan reproduksi layaknya makhluk hidup. Baik secara amitosis, mitosis, meiosis.
Banyak sekali kegunaan reproduksi ini seperti, pada sel meristem tumbuhan berfungsi untuk
pertumbuhan, sedangkan pada sel epitel manusia untuk menggantikan sel-sel yang rusak atau
sudah tua dan lainnya.