Anda di halaman 1dari 5

INSTRUKSI KERJA KALIBRASI

MIKROPIPET

I. INTERVAL KALIBRASI DAN PEMELIHARAAN


Tenggang waktu antara kalibrasi dan pemeliharaan ditentukan oleh pengguna alat.

II. RUANG LINGKUP / DESKRIPSI


Instruksi kerja untuk kalibrasi peralatan volume yang pengoperasiannya
menggunakan piston, seperti mikropipet, meliputi pipet tunggal maupun multi pipet
dengan rentang ukur 0,1 μl sampai 10 μl.

III. DOKUMEN ACUAN


- National Physical Laboratory Teddington United Kingdom, The Calibration and
Use of Piston Pipettes.
- R.R Cook, NATA, 1999 “Assesment of Uncertinties of Measurement for
Calibration and Testing Laboratories”.

IV. PERALATAN
- Air suling
- Kertas tisu
- Tempat penampung
- Timbangan elektronik
- Termometer (resolusi ± 0,10C)
- Barometer
- Hygrometer

V. LANGKAH KERJA KALIBRASI


1. Timbang tempat penampung air kosong. Catat dalam form data kalibrasi.
Penting! Dilarang melakukan “zerroing” timbangan dalam setiap langkah kalibrasi.
2. Ukur suhu air suling dengan thermometer yang mempunyai resolusi ± 0,10C
3. Atur mikropipet pada volume yang dikehendaki. Pasang tip yang sesuai.
4. Tekan tombol pipet sampai batas tekan pertama, dan tahanlah.
5. Masukkan tip pada air suling, sesuai tabel 1. Kedalaman pencelupan tip\
NO Volume pipet Kedalaman pencelupan tip
(μl) (mm)
1 1 – 100 2–3
2 100 – 1000 2–4
3 1000 - 5000 2-5
Tabel 1. Kedalaman Pencelupan Tip

6. Lepaskan tombol mikropipet dengan pelan dan kecepatan konstan.


7. Pindahkan air suling menyentuh kesisi bagian dalam penampung sampai habis
dengan menekan tombol pada mikropipet, sampai batas tekan pertama, kemudian
tekan lagi tombol sampai batas tekan kedua.
8. Timbang penampung yang telah berisi air pindahan. Bobot air adalah bobot
penampung beserta air suling dikurangi bobot kosong penampung. Catat dalam
form data kalibrasi.
9. Jangan membuang air pada penampung. Lakukan langkah 4 sampai 7 sampai
mendapat 10 data. Bobot air adalah koreksi bobot, yaitu bobot penampung beserta
isi dikurangi bobot penampung beserta isi pada langkah sebelumnya.
10. Input data hasil penimbangan pada software di computer.

VI. PERHITUNGAN HASIL KALIBRASI


Perhitungan kapasitas air yang dipindahkan dari volumetric glassware type ex (M
gram)
- Hitung bobot air yang dipindahkan dari mikropipet
𝑀 = (𝑀𝑖𝑠𝑖 + 𝑘𝑡𝑖𝑠𝑖 ) − (𝑀𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔 + 𝑘𝑡𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔 )
Dimana :
𝑀 = bobot air yang dipindahkan
𝑀𝑖𝑠𝑖 = bobot penampung berisi air suling
𝑘𝑡𝑖𝑠𝑖 = koreksi timbangan pada area bobot isi, di lihat di
sertifikat kalibrasi timbangan
𝑀𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔 = bobot penampung kosong
𝑘𝑡𝑘𝑜𝑠𝑜𝑛𝑔 = koreksi timbangan pada area bobot kosong, di lihat di
sertifikat kalibrasi timbangan
Pada penimbangan berikutnya, rumusnya menjadi :
𝑀 = (𝑀𝑖𝑠𝑖+𝑖 + 𝑘𝑡𝑖𝑠𝑖+𝑖 ) − (𝑀𝑖 + 𝑘𝑡𝑖 )
Dimana :
𝑀𝑖𝑠𝑖+𝑖 = bobot penampung sebelumnya ditambah bobot isi yang baru
𝑀𝑖 = bobot penampung sebelumnya
𝑘𝑡𝑖𝑠𝑖+𝑖 = koreksi timbangan pada area bobot 𝑖𝑠𝑖 + 𝑖
𝑘𝑡𝑖 = koreksi timbangan pada area bobot 𝑖

- ̅ 𝑔𝑟𝑎𝑚)
Hitung rata-rata bobot air yang dipindahkan dari mikropipet (𝑀
∑ 𝑀𝑖
̅=
𝑀
𝑛
Dimana :
𝑀𝑖 = bobot air ke i
𝑛 = banyaknya ulangan

- Tentukan koreksi factor X seperti pada tabel yang ada di lampiran. Koreksi factor
Z diambil dari Annex A; BS EN ISO 8655-6:2002

- Hitung kapasitas air yang terkandung volumetric glassware type “ex” (X ml)
𝑋=𝑀 ̅×𝑍
Dimana :
𝑀̅ = rata-rata bobot hasil penimbangan
𝑍 = factor koreksi, yaitu konversi densitas air pada suhu dan
tekanan tertentu

VII. PERHITUNGAN KETIDAKPASTIAN HASIL KALIBRASI


1. Hitung standar deviasi dari kapasitas air yang dipindahkan dari pipet
∑(𝑥𝑖 − 𝑥̅ )2
𝑆=√
𝑛−1
Dimana :
𝑥𝑖 = bobot air yang terkandung ke-i
𝑥̅ = rata-rata bobor air yang terkandung
𝑛 = banyaknya ulangan

2. Hitung ketidakpastian baku ripitabilitas (𝑼𝟏)


𝑆
𝑈1 =
√𝑛 𝑚𝑙
Dimana :
𝑆 = standar deviasi ulangan penimbangan
𝑛 = banyaknya ulangan (10)
derajat bebas = 𝑛 − 1 = 10 − 1 = 9

3. Hitung ketidakpastian baku timbangan standar (𝑼𝟐)


𝑈𝑡𝑖𝑚𝑏
𝑈2 =
𝑘 𝑚𝑔
Dimana :
𝑈𝑡𝑖𝑚𝑏 = limit performance dari sertifikat timbangan
𝑘 = factor cakupan
derajat bebas dianggap tidak terhingga (≈)
catatan : 1 mg setara dengan 1 ml dengan asumsi 𝜌𝑎𝑖𝑟 = 1

4. Hitung ketidak pastian baku thermometer (𝑼𝟑)


𝑈3 = 𝐶3 × 𝑈𝑡ℎ𝑒𝑟𝑚
Dimana :
𝐶3 = koefisien sensitifitas thermometer
𝑈𝑡ℎ𝑒𝑟𝑚 = ketidakpastian baku thermometer = 𝑈𝑠𝑒𝑟𝑡𝑖𝑓𝑖𝑘𝑎𝑡 /𝑘℃
𝐶3 dihitung dengan pendekatan sebagai berikut :
∆𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒
𝐶3 = ∆𝑡𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑢𝑟𝑒 ,dimana:
∆𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 = rata-rata kenaikan volume
∆𝑡𝑒𝑚𝑝 = rata-rata kenaikan suhu
∆𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 dan ∆𝑡𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑢𝑟𝑒 diperoleh dari tabel Z. Dari tabel tersebut dapat
dilihat bahwa bila suhu dinaikkan 0,50C maka rata-rata kenikan volumenya
adalah 0,0001 μl, maka:
0,0001×𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑎𝑙𝑎𝑡 𝜇𝑙/℃
𝐶3 = 0,5
Derajat bebasnya dianggap tidak terhingga.

5. Hitung ketidakapastian baku barometer (𝑼𝟒)


𝑈4 = 𝐶4 × 𝑈𝑏𝑎𝑟
Dimana :
𝐶4 = koefisien sensitifitas barometer
𝑈𝑏𝑎𝑟 = ketidakpastian baku barometer= 𝑈𝑠𝑒𝑟𝑡𝑖𝑓 𝑏𝑎𝑟𝑜𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 /𝑘 𝑃𝑎
𝐶4 dihitung dengan pendekatan sebagai berikut :
∆𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 dan ∆𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 diperoleh dari tabel Z.
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa bila tekanan udara dinaikkan 5 kPa
maka kenaikan volume rata-rata sebesar 0,0001 μl.
Dengan demikian 𝐶4 dapat dihitung sebagai berikut :
0,0001 𝜇𝑙/𝑘𝑃𝑎
𝐶4 = 5
Derajat bebasnya dianggap tidak terhingga.

6. Hitung ketidakpastian operator (𝑼𝟓)


Nilai ketidakpastian baku operator ditentukan dari serangkaian percobaan
pengamatan miniskus oleh teknisi kalibrasi.
Mempunyai distribusi normal, nilai pembangi = √9

7. Hitung ketidakpastian baku gabungan (𝑼𝒈𝒂𝒃)


𝑈𝑔𝑎𝑏 = √𝑈12 + 𝑈22 + 𝑈32 + 𝑈42 + 𝑈52 𝑚𝑙

8. Hitung ketidakpastian bebas efektif (𝑽𝒆𝒇𝒇 )


𝑈𝑔𝑎𝑏 4
𝑉𝑒𝑓𝑓 =
∑ 𝑈𝑖 4 /𝑉𝑖
Dimana :
𝑈𝑔𝑎𝑏 = ketidakpastian gabungan
𝑈𝑖 = ketidakpastian baku ke –i
𝑉𝑖 = ketidakpastian baku ke –i

9. Tentukan nilai cakupan (𝒌)


𝑘 = 𝑡95% (𝑉𝑒𝑓𝑓 )

𝑡95% (𝑉𝑒𝑓𝑓 ) = factor dari tabel t student pada tingkat kepecayaan 95%
dengan derajat bebas sebesar 𝑉𝑒𝑓𝑓

10. Hitung ketidakpastian yang diperluas (𝑼𝒆𝒙𝒑)


𝑈𝑒𝑥𝑝 = 𝑘 × 𝑈𝑔𝑎𝑏 𝑚𝑙