Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PENDAHULUAN

“CHRONIC MYELOID LEUKIMIA”

(CML)

Di Ruang 25 RSUD dr. Syaiful Anwar

Malang

OLEH:

Dea Mayella Putri .S

NIM.201720461011085

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2018
“CHRONIC MYELOID LEUKIMIA”

(CML)

A. Pengertian

Leukimia mieloblastik kronik atau chronic myeloid leukemia (CML) diartikan sebagai
bentuk kronik leukemia dengan sel-sel seri myeloid yang dominan. CML adalah salah satu
bentuk dari leukemia yang ditandai dengan meningkatnyan dan pertumbuhan yang tidak
teratur dari sel myeloid di dalam sum-sum tulang dan terakumulasi juga di dalam darah
(Price & Wilson, 2006)

B. Etiologi

Etiolgi CML masih belum diketahui. Menurut Jorge et al., (2010) beberapa asosiasi
menghubungkannya dengan faktor genetic dan faktor lingkungan, tetapi kebanyakan kasus,
tidak ada faktor yang menyebabkan CML, yaitu faktor instrinsik dan faktor instrinsik (host)
dan faktor ekstrinsik (lingkungan).

a. Faktor instrinsik:
- Keturunan dan kelainan kromosom
- Defisiensi imun dan defisiensi sumsum tulang
b. Faktor Ekstrinsik
- Faktor radiasi
- Bahan kimia dan obat-obatan
- Infeksi virus

C. Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis CML, menurut I Made (2006) dan Victor et al., (2005) tergantung pada
fase yang kita jumpai pada penyakit tersebut, yaitu:
a. Fase kronik:
- Gejala hiperkatabolik: BB menurun, lemah, anoreksia berkeringat pada malam hari.
- Splenomegaly hamper selalu ada, sering massif.
- Hepatomegaly lebih jarang dan lebih ringan.
- Gejala gout
- Anemia
- Gangguan penglihatan
b. Fase transformasi akut:
Timbul keluhan baru seperti: demam, lelah, nyeri tulang yang semakin progresif.
c. Fase blast (krisi blast):
Pada sekitar 1/3 penderita, perubahan terjadi secara mendadak, tanpa didahului masa
prodromal keadaan ini disebut krisi blastik. Tanpa pengobatan adekuat penderita
sering meninggal dalam 1-2 bulan.

D. Pemeriksaan Penunjang
1. Laboraturium
2. Biopsy sumsung tulang
3. Foto dada dan biopsy nodus limfe

E. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko infeksi b/d gangguan kematangan sel darah putih
2. Nyeri akut b/d agen fiscal
3. Kekurangan volume cairan b/d kehilangan cairan berlebihan.