Anda di halaman 1dari 10

Persamaan Berderajat Pertama dengan Tiga Variabel di R3

Persamaan yang berbentuk Ax + By + Cz + D = 0, (3*) dengan A, B,


C, D merupakan bilangan real dan A, B, C tak bersama-sama nol,
dinamakan persamaan berderajat pertama dengan tiga variabel x, y,
z di R3

Grafik dari himpunan penyelesaian persamaan (3*), merupakan


bidang datar. Jadi bidang datar berkaitan dengan persamaan (3*).
Sebelum dilakukan penyajian materi tentang bidang datar, perlu
disajikan dulu obyek geometri yang merupakan pengertian pangkal,
yakni titik.

Titik dan jarak dua titik di R3


Untuk pembahasan geometri analitik di ruang dimensi tiga, perlu
diperkenalkan terlebih dulu rumus-rumus untuk menentukan jarak dua
titik, dan cara-cara untuk melukislkan arah suatu ruas garis atau garis.

Dalam dimensi tiga, sumbu-sumbu koordinat pada sistem koordinat


Kartesius tegak lurus merupakan garis-garis yang saling tegak lurus.
Sumbu-sumbu tersebut dinamakan sumbu x, sumbu y, dan sumbu y.
Sedangkan bidang datar yang dutentukan oleh sumbu-sumbu
koordinat tersebut dinamakan bidang koordinat, yang dinamakan
bidang-bidang xy, yz, dan xz. Dalam sistem ini, koordinat suatu titik
mempunyai tiga komponen yang dinyatakan oleh pasangan tiga
berurutan (ordered triple) berbentuk (x, y, z). Titik (2, 3, 5) terletak dua
satuan dari bidang yz, tiga satuan dari bidang xz, dan lima satuan dari
bidang xy. Tiga bidang koordinat memisahkan ruang menjadi 8
daerah (region) yang dikenal sebagai oktan (octants) Daerah yang
koordinat (x, y, z) semuanya positif dinamakan daerah pertama (first
octant).

Titik merupakan pengertian pangkal. Titik di dapat berupa titik potong


(titik tembus), titik puncak, titik sudut, titik pusat. Setiap titik di R3 dapat
dikaitkan dengan satu pasangan bilangan real (x, y, z), dan sebaliknya
setiap pasangan bilangan real (x, y, z) dapat dikaitkan dengan satu
titik di . Jika ada dua titik di maka antara kedua titik tersebut dapat
ditentukan jaraknya.
Teorema Jarak antara titik P(a,b,c) dan titik P(p,q,r) adalah:

𝑑= (𝑎 − 𝑝)2 + (𝑏 − 𝑞)2 + (𝑐 − 𝑟)2


Buktikan! (Petunjuk : Gunakan teorema Pythagoras)
Posisi setiap garis di R3, ditentukan oleh sudut arah. Sudut arah suatu
garis ditunjukan oleh besar sudut antara garis tersebut dengan sumbu
x, sumbu y, dan sumbu y. Jika sudut arah suatu garis diketahui, maka
dapat ditentukan cosinus arahnya, dan bilangan arahnya.

Teorema Jika d adalah jarak antara P(a,b,c) dan Q(p,q,r), maka


cosinus arah garis yang memuat titik P dan titik Q,adalah:
𝑎−𝑝 𝑐−𝑟
cos 𝛼 = , cos 𝛽 = 𝑏−𝑞
𝑑
, cos 𝛾 = , dengan α, β, γ berturut-urut
𝑑 𝑑
merupakan sudut arah garis terhadap sumbu x, y, z.

Teorema Jika cos u, cos v, cos w merupakan cosinus arah suatu


garis maka berlaku: cos2 u + cos2 v + cos2 w = 1
Bilangan arah suatu garis lurus, adalah sebarang pasangan bilangan
(l, m, n) yang diperoleh dengan mengalikan suatu konstan dengan
cosinus arah suatu garis.
Teorema Jika suatu garis memuat P(a,b,c) dan Q(p,q,r), maka
bilangan arah garis tersebut adalah [l,m,n], dengan l=(a-p), m=(b-q),
dan n=(c-r).

Teorema Jika θ merupakan sudut antara dua garis yang masing-


masing memiliki sudut arah a1, b1, c1 dan a2, b2, c2, maka Cos θ = cos
a1 cos a2 + cos b1 cos b2 + cos c1 cos c2.
Teorema Jika dua garis berturut-turut mempunyai bilangan arah
[l1,m1,n1], dan [l2,m2,n2] maka kedua garis tersebut:
§ sejajar jika dan hanya l2 = kl1, m2 = k m1, n2 = k n1 dengan k ≠ 0.
§ saling tegak lurus jhj l1.l2 + m1.m2 + n1.n2 = 0

Bidang datar dan Normal


Bidang datar merupakan himpunan titik-titik yang memenuhi syarat-
syarat tertentu. Bidang datar (selanjutnya cukup disebut dengan
bidang) merupakan salah satu obyek geometri di R3. Selain
bidang terdapat obyek geometri yang lain yaitu bidang lengkung, atau
luasan (surface). Pada pembahasan selanjutnya dibedakan antara
bidang (plane) dan bidang lengkung (surface).

Aksioma Melalui tiga titik yang tidak segaris dapat ditentukan dengan
tepat satu bidang datar.
Teorema Melalui sebuah titik, dapat dibuat tepat sebuah bidang datar
yang tegak lurus terhadap garis yang ditentukan.
Garis yang tegak lurus terhadap bidang datar dinamakan normal
terhadap bidang. Jika garis L tegak lurus bidang datar V, dan bilangan
arah L adalah [l,m,n]. maka dapat ditunjukkan bahwa persamaan
bidang datar V adalah Ax + By + C = 0, dengan A, B, C merupakan
bilangan real.

Jarak titik terhadap bidang


Teorema Jarak tak berarah d antara titik P1(x1,y1,z1) dan bidang
|𝐴𝑥 +𝐵𝑦 +𝐶𝑧 +𝐷|
dengan persamaan Ax + By + Cz + D = 0 adalah 𝑑 = 1 2 12 21
𝐴 +𝐵 +𝐶
Persamaan berderajat kedua di R3
Bentuk umum persamaan berderajat kedua dengan tiga variabel
di adalah Ax2+By2+Cz2+Dxy+Exz+Fyz+Gx+Hy+Ly+J=0 … (4*), deng
an A,B,C,D,E,F, G,H,I,J merupakan bilangan real, dan A, B, C tak
bersama-sama nol.

Grafik dari himpunan penyelesaian dari persamaan tersebut,


merupakan bidang lengkung (surface). Pada pembahasan
selanjutnya, pembahasan bidang lengkung dibatasi pada silinder,
paraboloida, bola, elipsoida, dan hiperboloida.

Pada sub materi kajian sebelumnya, dibahas tentang persamaan


berderajat pertama dengan tiga peubah (variabel), dan grafiknya di
R3. Pada sub kajian materi ini dan selanjutnya akan dibahas
persamaan berderajat kedua. Grafik di R3 dari suatu persamaan
berderajat kedua dinamakan bidang lengkung kuadrat (quadric
surface). Untuk mempermudah melukis grafik persamaan berderajat
kedua di R3, perlu disajikan dahulu pengertian jejak-jejak (traces), dan
irisan-irisan (sections)

Jejak (trace) adalah suatu kurva yang terbentuk oleh perpotongan


antara bidang-bidang koordinat dengan sebuah bidang lengkung
(surfase). Sedangkan irisan (section) adalah suatu kurva yang
terbentuk oleh perpotongan antara beberapa bidang datar dan suatu
bidang lengkung.

Contoh:
Jejak (trace) grafik 4x2 – y2 + 4z2 = -16 pada bidang xy, merupakan
parabola. Persamaan dari jejak tersebut adalah: z = 0 dan 4x2 – y2 +
4z2 = -16
Irisan (section) grafik x2 + y2 + z2 = 20 pada bidang y = 4 merupakan
lingkaran. Persamaan irisannya adalah: y = 4 dan x2 + y2 + z2 = 20
a) Silinder
Definisi Silinder adalah suatu permukaan yang dibangun oleh sebuah
garis lurus yang bergerak sejajar dengan satu garis tertentu, dan
selalu memotong sebuah bidang berupa curva (Carico, 1980).

Berdasarkan definisi ini, dapat dikatakan bahwa silinder adalah suatu


bidang lengkung. Bidang lengkung ini merupakan himpunan garis
lurus/himpunan titik-titik yang memenuhi syarat syarat tertentu. Setiap
garis pada bidang lengkung suatu silinder, yang sejajar dengan garis
lurus yang telah ditentukan, dinamakan elemen (element) sillider.

Teorema berikut ini, dapat digunakan untuk mengidentifikasi bidang


lengkung silidrik tertentu dari persamaannya.

Teorema Jika sebuah persamaan terdiri atas dua atau tiga variabel x,
y, atau z, grafik di adalah sebuah silinder yang memiliki unsur-unsur
sejaran dengan:
§ Sumbu x jika persamaan hanya memuat variabel y dan z,
§ Sumbu y jika persamaan hanya memuat variabel x dan z,
§ Sumbu z jika persamaan hanya memuat variabel x dan y

Persamaan Silinder
Untuk pembahasan selanjutnya, koefisien yang memuat perkalian dua
buah variable (D, E, F) pada persamaa (4*) adalah nol, sehingga
persamaan menjadi
Ax2 +By2 +Cz2 +Gx +Hy +Iz +J =0 … (5*), dengan maksud untuk
mengurangi tingkat kesulitan yang dihadapi. Jika pada
persamaan (5*) hanya memuat dua variabel saja maka persamaan
yang berbentuk :
Ax2 + By2 + Gx + Hy + J = 0 … (6*), atau
Ax2 + Cz2 + Hy + Iz + J = 0 … (7*), atau
By2 + Cz2 + Hy + Iz + J = 0 … (8*)
Maka persamaan (6*), (7*), dan (8*) merupakan persamaan silinder.
Berikut ini akan diberikan contoh-contoh persamaan silinder.
Contoh persamaan silinder
· y2 - z = 0
· x2 + y2 – 9 = 0
· x2 + z2 = 16
· z = x2

Persamaan Bola
Bentuk umum persamaan bola adalah
Ax2 + By2 + Cz2 +Gx + Hy + Iz + J = 0, dengan A = B = C. Jika G, H,
dan I semuanya nol, maka persamaan menjadi Ax2 + By2 + Cz2 + J =
0. Karena A = B = C, diperoleh persamaan . Grafik dari persamaan
ini, merupakan bola yang mempunyai pusat titik asal (origin) dan
berjari-jari
Contoh persamaan bola
· x2 + y2 + z2 – 9 = 0
· x2 + y2 + z2 – 4x + 6y -16 = 0
· 2x2 + 2y2 + 2z2 – 4x + 6y – 8z - 25 = 0
c) Ellipsoida ( ellipsoid)
Definisi Jejak-jejak (traces) dari suatu bola pada setiap bidang
koordinat merupakan lingkaran. Suatu bidang lengkung tertentu
(bidang lengkung tertutup), yang mempunyai sekurang-kurangnya
satu trace berupa ellips, dinamakan ellipsoida.

𝑥2 𝑦2 𝑧2
Grafik dengan persamaan 2 + 2 + 2 = 1, (𝑎, 𝑏, 𝑐 ≠ 0) adalah
𝑎 𝑏 𝑐
elipsoida yang berpusat pada O(0,0).

Persamaan ellipsoida
Bentuk umum persamaan ellipsoida
adalah Ax2+By2+Cz2+Gx+Hy+Iz+J=0, dengan sekurang-kurangnya
satu dari A, B, C tidak sama dengan yang lain dan hasil perkalian dua
koefisien ini adalah bilangan positif.. Jika G, H, dan I semuanya nol,
maka persamaan menjadi Ax2+By2+Cz2+J=0. Grafik dari persamaan
ini, merupakan ellipsoida yang mempunyai pusat titik asal (origin) dan
sumbu simetri sb. X, sb, y, dan sb.z.

Contoh persamaan elipsoida


· x2 + 2y2 + 4z2 – 9 = 0
· 2x2 + 5y2 + 5z2 – 4x + 6y -16 = 0
· 2x2 + 4y2 + 2z2 – 4x + 6y – 8 z - 25 = 0
d) Paraboloida
𝑥2 𝑦2
Definisi Grafik dengan persamaan 2 + 2 = 𝑧, (𝑎, 𝑏 ≠ 0) adalah
𝑎 𝑏
sebuah paraboloida yang berpuncak di O (0,0).
Contoh persamaan paraboloida
· x2 + 2y2 – z = 0
· 2x2 + 5z2 – 6y = 0
· 4y2 + 2z2 – 4x - 25 = 0

e) Hiperboloida (hyperboloid)
Definisi
𝑥2 𝑦2 𝑧2
Grafik dengan persamaan 2 + 2 − 2 = 1, (𝑎, 𝑏, 𝑐 ≠ 0) adalah
𝑎 𝑏 𝑐
hiperboloid satu daun dengan sumbu mayor sumbu z.
𝑧2 𝑥2 𝑦2
Grafik dengan persamaan 2 − 2 − 2 = 1, (𝑎, 𝑏, 𝑐 ≠ 0) adalah
𝑎 𝑏 𝑐
hiperboloid dua daun dengan sumbu mayor sumbu z.
2 2
Grafik dengan persamaan 𝑎𝑥2 − 𝑦2 = 𝑧, (𝑎, 𝑏 ≠ 0) adalah sebuah
𝑏
hiperbolic paraboloid.
𝑥2 𝑦2 𝑧2
Grafik dengan persamaan 2 + 2 = 2 , (𝑎, 𝑏, 𝑐 ≠ 0) adalah kerucut
𝑎 𝑏 𝑐
dengan sumbu mayor adalah sumbu z.

Persamaan hiperboloida
Bentuk umum persamaan ellipsoida adalah Ax2 + By2 + Cz2 +Gx +
Hy + Iz + J = 0, dengan sekurang-kurangnya satu dari hasil perkalian
dua koefisien x2, y2, z2 adalah bilangan negatif..
Contoh persamaan hiperboloida
· x2 + 2y2 - 4z2 – 9 = 0
· -2x2 + 5y2 + 5z2 – 4x + 6y -16 = 0
· 2x2 - 4y2 + 8 z = 0

Baiklah kawan....
Sampai jumpa!