PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS TANJUNGWANGI
Jln Raya Tanjungwangi – Subang KM. 05 Telp. (0260) 422352
Kecamatan Cijambe Kabupaten Subang kode pos 41286
e-mail : puskesmas.tanjungwangi@gmail.com
KEPUTUSAN
KEPALA UPTD PUSKESMAS TANJUNGWANGI
KABUPATEN SUBANG
NOMOR : ...../...../SK/...../...../2018
TENTANG
PENYELENGGARAAN PELAYANAN KEFARMASIAN
DI UPTD PUSKESMAS TANJUNGWANGI
KEPALA UPTD PUSKESMAS TANJUNGWANGI KABUPATEN SUBANG
Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan di
Puskesmas perlu memperhatikan kebutuhan pasien,
keselamatan pasien dan harus berkesinambungan;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana yang
dimaksud dalam poin (a), perlu ditetapkan dengan
Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Tanjungwangi;
Mengingat : 1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1457/MENKES/SK/X/2003 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 75 tahun 2014, tentang Puskesmas;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 46 tahun 2015, tentang Akreditasi Puskesmas,
Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter dan
Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016
Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas;
5. Peraturan Bupati Subang no 1172 tahun 2015 tentang
tarif pelayanan pada unit pelaksana teknis dinas
puskesmas DTP dan NON DTP dengan status pola
pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah;
6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2015
tetnang Peredaran, Penyimmpanan, Pemusnahan, dan
Pelaporan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor
Farmasi;
7. Undang-undang no. 5 tahun 1997 tentang
psikotropika;
8. Undang-undang Republik Indonesia, Nomor 36 Tahun
2014, tentang Tenaga kesehatan;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51
Tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian;
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TENTANG KEBIJAKAN
PENYELENGGARAAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI
UPTD PUSKESMAS TANJUNGWANGI.
Kesatu : Kebijakan penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di
UPTD Tanjungwangi. Sebagaimana tercantum dalam
Lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
surat keputusan ini.
Kedua : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan
sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Subang
Pada tanggal : ..... Januari 2018
KEPALA UPT PUSKESMAS TANJUNGWANGI
drg. MUTIA DESTARY
NIP. 19711207 200012 2 002
LAMPIRAN 1 : KEPUTUSAN KEPALA UPTD
PUSKESMAS TANJUNGWANGI
KABUPATEN SUBANG
NOMOR :
TANGGAL :
TENTANG : PENYELENGGARAAN
PELAYANAN
KEFARMASIAN
A. PENILAIAN, PENYEDIAAN, PENGENDALIAN DAN PENGGUNAAN OBAT
1. Prosedur pengelolaan obat-obatan di Puskesmas meliputi penilaian,
penyediaan pengendalian dan penggunaan obat sesuai dengan standar
operasional yang ditetapkan.
2. Obat-obatan Psikotropika dan emergensi diatur dan dikelola dalam
prosedur khusus tersendiri
3. Apabila dipandang perlu, maka evaluasi pengelolaan obat dna
kefarmasian dapat dilakukan sewaktu-waktu
B. PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN OBAT
No Nama NIP Jabatan
1 Thyan Ellen, S.Si., Apt 19760825 199702 2 002 Apoteker
2 Enung Dedeh K, S.ST 19670524198803 2 005
3 Tuti Maendra, A.Md.Keb 19760923 200801 2 003
4 Nicke Uriant D, A.Md.Keb 19860602 201704 2 006
5 Fitri Irmayanti
Penanggung jawab Pelayanan Obat di UPTD Puskesmas Tanjungwangi
Kabupaten Subang mempunyai tugas melaksanakan Pelayanan
Kefarmasian yang meliputi :
1. Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Pakai, yang terdiri dari kegiatan:
a. perencanaan kebutuhan obat dan Bahan Medis Habis Pakai
b. Permintaanobat dan Bahan Medis Habis Pakai
c. Penerimaanobat dan Bahan Medis Habis Pakai
d. Penyimpananobat dan Bahan Medis Habis Pakai
e. Pendistribusianobat dan Bahan Medis Habis Pakai
f. Pengendalianobat dan Bahan Medis Habis Pakai
g. Pencatatan, Pelaporan dan Pengarsipan
h. Pemantauan dan evaluasi pengelolaanobat dan Bahan Medis Habis
Pakai
2. Pelayanan Farmasi Klinik yang terdiri dari :
a. pengkajian resep, penyerahan obat dan pemberian informasi obat
b. pelayanan informasi obat
c. konseling
d. ronde/ visite pasien (khusus puskesmas rawat inap)
e. pemantauan dan pelaporan efek samping obat (ESO)
f. pemantauan terapi obat (PTO)
g. evaluasi penggunaan obat.
3. Di dalam melaksakan tugas, Penanggung jawab Pelayanan Obat di
UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang berpedoman pada
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan bertanggung jawab
kepada Kuasa Pengguna Anggaran UPTD Puskesmas Tanjungwangi
Kabupaten Subang.
C. PENYEDIAAN OBAT YANG MENJAMIN KETERSEDIAAN OBAT
1. Obat harus tersedia di puskesmas sesuai dengan formularium
puskesmas.
2. Penyediaan obat yang menjamin ketersediaan obat di UPTD Puskesmas
Tanjungwangi Kabupaten Subang dikoordinir oleh Apoteker
Penanggung jawab.
3. Di dalam pelaksanaan penyediaan obat yang menjamin ketersediaan
obat, Apoteker penanggung jawab UPTD Puskesmas Tanjungwangi
Kabupaten Subang berpedoman pada Peraturan Perundang-undangan
yang berlaku dan bertanggung jawab kepada Kuasa Pengguna
Anggaran UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang.
4. Obat harus tersedia dalam seminggu dan 24 jam
5. Ketersedian obat wajib dievaluasi paling lambat tiap tiga bulan sekali.
D. PELAYANAN OBAT 24 JAM KEPADA PASIEN
1. Pelayanan obat 24 jam dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan
pasien pada Unit Gawat Darurat 24 Jam terbatas pasien Rawat Inap/
One Day care.
2. Tujuan dilaksanakannya pelayanan obat 24 jam di UPTD Puskesmas
Tanjungwangi adalah agar :
a. Kebutuhan masyarakat dalam hal ini pasien UGD 24 jam terbatas
dan pasien Rawat Inap/ One Day Care dapat terlayani secara
optimal selama 24 jam.
b. Terdapat mekanisme pelayanan yang jelas dan teratur dalam
melaksanakan pelayanan obat 24 jam.
3. Pelayanan obat 24 jam di UPTD Puskesmas Tanjungwangi diluar jam
kerja dilaksanakan oleh petugas pelayanan kefarmasian yang pada saat
pelayanan sedang melaksanakan tugas piket jaga. Dalam
pelaksanaannya petugas piket jaga harus :
a. Menulis obat yang dikeluarkan dari kamar obat pada resep pasien.
b. Memberi etiket pada obat yang diresepkan.
c. Menuliskan perintah pemakaian obat pada etiket atau plastik resep.
d. Memberikan obat kepada pasien dengan disertai penjelasan cara
penggunaan dan efek samping obat.
e. Memastikan pasien mengerti penjelasan yang telah diberikan.
f. Ikut menjaga dan memastikan keamanan obat di kamar obat.
4. Analisis dan evaluasi dilakukan oleh petugas pengelola obat untuk
menentukan obat – obat yang harus disediakan pada pelayanan obat
24 jam dan memastikan keamanan obat di kamar obat.
E. PERSYARATAN PETUGAS YANG BERHAK MEMBERIKAN RESEP
Persyaratan petugas yang berhak memberikan resep di UPTD Puskesmas
Tanjungwangi :
1. Menetapkan definisi resep adalah permintaan tertulis dari seorang
dokter, dokter gigi kepada apoteker untuk membuat dan menyerahkan
obat kepada pasien.
2. Menunjuk dan menetapkan persyaratan petugas yang berhak memberi
resep di UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang.
3. Petugas yang berhak memberi resep di UPTD Puskesmas Tanjungwangi
yang dimaksud adalah Dokter Umum dan Dokter Gigi yang memiliki
Surat Izin Praktek (SIP) di UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten
Subang.
4. Dalam kondisi tertentu dimana petugas yang berhak memberi resep
tidak ada, maka petugas lain yang telah dilatih dapat memberikan
resep kepada pasien dengan pengawasan dan pembinaan dari Kepala
Puskesmas.
F. PERSYARATAN PETUGAS YANG BERHAK MENYEDIAKAN OBAT
1. Petugas yamg berhak menyediakan obat di unit UPTD Puskesmas
Tanjungwangi adalah Tenaga Apoteker yang mempunyai latar belakang
pendidikan minimal Apoteker dan telah mempunyai Surat Izin Praktek
Apoteker (SIPA);
2. Petugas farmasi di Puskesmas dapat dibantu oleh petugas lain yang
bukan merupakan tenaga kefarmasian untuk melakukan pekerjaan
kefarmasian di UPTD Puskesmas Tanjungwangi, meliputi kegiatan
menyediakan obat dengan syarat di damping oleh petugas farmasi yang
bertanggung jawab UPTD Puskesmas Tanjungwangi;
3. Kompetensi tenaga apoteker sebagai petugas yang berhak menyediakan
obat antara lain :
a. Mampu memberikan pelayanan kefarmasian
b. Mampu melakukan akuntabilitas praktek kefarmasian
c. Mampu mengelola manajemen praktis farmasi
d. Mampu berkomunikasi tentang kefarmasian
e. Mampu melaksakan pendidikan dan pelatihan
f. Mampu melaksakan penelitian dan pengembangan
4. Semua tenaga kefarmasian di puskesmas harus selalu meningkatkan
pengetahuan, keterampilan, dan perilaku dalam rangka menjaga dan
menignkatan kompetensinya
5. Semua tenaga kefarmasian di puskesmas melaksakan pelayanan
kefarmasian berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang
dibuat secara tertulis, disusun oleh kepala ruang farmasi, dan
ditetapkan oleh Kepala Puskesmas. SOP tersebut diletakkan di tempat
yang mudah dilihat. Jenis SOP dibuat sesuai dengan kebutuhan
pelayanan yang dilakukan pada Puskesmas.
6. Dalam kondisi tertentu dimana petugas yang berhak menyediakan obat
tidak ada, maka petugas lain yang telah dilatih dapat menyediakan
obat kepada pasien dengan pengawasan dan pembinaan dari Kepala
Puskesmas dan atau Apoteker di Dinas Kesehatan Kabupaten Subang.
G. PELATIHAN BAGI PETUGAS YANG DIBERI KEWENANGAN MENYEDIAKAN
OBAT TETAPI BELUM SESUAI PERSYARATAN
1. Setiap tenaga kefarmasian di UPTD Puskesmas Tanjungwangi
mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan.
2. Apoteker dan atau tenaga teknis kefarmasian dan atau petugas yang
diberikan kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai
persyaratan harus memberikan masukan kepada pimpinan dalam
menyusun program pengembangan staf.
3. Staf baru mengikuti orientasi untuk mengetahui tugas, fungsi,
wewenang dan tanggung jawabnya.
4. Melakukan analisis kebutuhan peningkatan pengetahuan dan
keterampilan bagi tenaga kefarmasian dan petugas yang diberi
kewenangan menyediakan obat tetapi belum sesuai persyaratan.
5. Tenaga kefarmasian dan petugas yang diberi kewenangan menyediakan
obat tetapi belum sesuai persyaratan difasilitasi untuk mengikuti
program yang diadakan oleh organisasi profesi dan isntitusi
pengembangan pendidikan berkelanjutan.
6. Memberikan kesempatan bagi institusi lain untuk melakukan praktek,
magang, dan penelitian tentang pelayanan kefarmasian di Puskesmas.
H. PERESEPAN, PEMESANAN DAN PENGELOLAAN OBAT
Peresepan, pemesanan, dan pengelolaan obat di UPTD Puskesmas
Tanjungwangi Kabupaten Subang
1. Peresepan dilakukan oleh dokter umum, dokter gigi yang telah memiliki
Surat Ijin Praktek (SIP) yang ada di UPTD Puskesmas Tanjungwangi
2. Dalam kondisi tertentu dimana petugas yang berhak memberi resep
tidak ada, maka petugas lain yang telah dilatih dapat memberikan
resep kepada pasien dengan pengawasan dan pembinaan dari Kepala
Puskesmas.
3. Pemesana dan pengelolaan dilaksanakan sesuai dengan peraturan
menteri kesehatan nomor 74 tahun 2016 tentang standar pelayanan
kefarmasian di puskesmas
4. Di dalam melaksakan tugas pelaksanaan pemesanan, dan pengelolaan
obat di UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang
berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
bertanggung jawab kepada Kuasa Pengguna Anggaran UPTD
Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang.
I. PERESEPAN PSIKOTROPIK
Peresepan psikotropika di UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten
Subang :
1. Aturan peresepan psikotropika di UPTD Puskesmas Tanjungwangi
Kabupaten Subang dilaksakan oleh Dokter di UPTD Puskesmas
Tanjungwangi Kabupaten Subang
2. Peresepan psikotropika harus dilaksanakan berdasarkan kebutuhan
pasien sesuai diagnosis dan tatalaksana terapi yang tercantum dalam
pedoman pengobatan di puskesmas
3. Peresepan psikotropika diberikan paling lama untuk 10 hari dan bila
diperlukan bagi penderita dengan pengobatan jangka panjang maka
dokter akan meresepkan kembali setelah pasien kontrol pada
kunjungan berikutnya.
J. PENGGUNAAN OBAT YANG DIBAWA SENDIRI OLEH PASIEN/KELUARGA
PASIEN
Jika ada obat yang dibawa oleh pasien, maka obat harus diidentifikasi dan
ditindaklanjuti sesuai dengan instruksi dokter
FORMULIR DAFTAR OBAT YANG DIBAWA PASIEN ATAU KELUARGA
Nama Pasien : Ruang :
No. Rekam Medis : Dokter :
Tgl Lahir :
BERLANJUT
ALASAN SAAT RAWAT
NAMA LAMA
TGL DOSIS MAKAN INAP
OBAT PEMAKAIAN
OBAT
YA TIDAK
K. PENYIMPANAN OBAT
1. Bahwa penyimpanan obat dan sediaan farmasi lain harus sesuai
dengan prosedur dan persyaratan penyimpanan obat yang telah
ditetapkan dengan persyaratan penyimpanan obat
2. Dalam menjamin keamanan dan mutu obat, maka perlu dilakukan
penyimpanan yang baik
3. Adapun tata cara penyimpanan obat di UPTD Puskesmas
Tanjungwangi, yaitu ruang penyimpanan kering dan tidak lembab,
adanya ventilasi agar ada aliran udara dan tidak lembab/panas,
ruangan mempunyai pintu yang dilengkapi dengan kunci, lantai dibuat
dari tegel/semen, bila perlu diberi alas papan/pallet untuk menyimpan
obat di atas lantai dan obat disimpan pada rak
4. Penyimpanan obat dan sediaan farmasi lain disimpan berdasarkan
farmakologis obat, jenis dan bentuk sediaan, stabilitas obat dengan
memperhatikan sistem FEFO dan FIFO.
5. Penyimpanan obat psikotropika harus diperlakukan secara khusus
dalam lemari penyimpanan khusus yang terkunci dan terpisah dengan
obat-obatan yang lain dan lemari hanya bisa dibuka oleh petugas
penanggung jawab yang sudah mempunyai surat tugas untuk
menyimpan kunci. Kotak penyimpanan harus tertanam rapat pada
bangunan sehingga tidak bisa dibawa-bawa, untuk mencegah
terjadinya tindakan pencurian.
L. PENANGANAN OBAT RUSAK/KEDALUWARSA
1. Dalam penanganan obat kedaluwarsa atau rusak Kepala UPTD
Puskesmas Tanjungwangi menunjuk koordinator farmasi pelaksana di
UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten Subang.
Penanggung jawab Penanganan Obat Kedaluwarsa atau Rusak
N
Nama NIP Jabatan
o
Penanggung
Jawab
Penanganan
1 Thyan Ellen, S.Si., Apt 19760825 199702 2 002
Obat
Kedaluwarsa
atau Rusak
2. Tugas, wewenang dan tanggung jawab koordinator farmasi pelaksana
pada diktum pertama adalah sebagai berikut :
a. Menyiapkan dokumen administrasi kegiatan maupun dokumen
administrasi yang terkait dengan penanganan obat kedaluwarsa
atau rusak yang ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku
b. Koordinator farmasi bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan
penanganan obat kedaluwarsa atau rusak
c. Mengumpulkan, mengolah, merangkum dan melaporkan data obat
kedaluwarsa atau rusak
d. Dalam melaksakan tugasnya pelaksana kegiatan berpedoman pada
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bertanggung
jawab kepada Kepala UPTD Puskesmas Tanjungwangi Kabupaten
Subang
M. LARANGAN MEMBERIKAN OBAT KEDALUWARSA DAN UPAYA UNTUK
MEMINIMALKAN ADANYA OBAT KEDALUWARSA DENGAN SISTEM FIFO
DAN FEFO
1. Bahwa pemakaian obat kedaluwarsa merupakan salah satu bentuk
dari pemakaian obat yang tidak tepat, dapat menimbulkan kerugian
pada pasien, mengancam keselamatan jiwa dan mengacaukan diagnosa
penyakit.
2. Dibutuhkan pemahaman akan pentingnya pengetahuan perihal
kedaluwarsa obat, baik oleh apoteker, maupun pasien.
3. Dalam menjamin keamanan pasien dan mutu obat, peringatan untuk
tidak memberikan obat kedaluwarsa kepada pasien jika sudah lewat
tanggal yang ditetapkan.
4. Penyimpanan dan penyusunan obat harus diperhatikan dan diatur
sebaik-baiknya, hal ini untuk menjamin obat tersedia dengan cukup
dan dalam kondisi baik, tidak rusak, dan tidak kedaluwarsa.
5. Perlu ditetapkan dan diterapkan Sistem penyimpanan dengan
memperhatikan bentuk sediaan dan kelas terapi Obat serta disusun
secara alfabetis Dengan sistem Pengeluaran Obat FEFO (First Expire
First Out) dan FIFO (First In First Out).
N. PENCATATAN, PEMANTAUAN, PELAPORAN EFEK SAMPING OBAT DAN
KEJADIAN TIDAK DIINGINKAN (KTD)
1. Untuk mencegah terjadinya efek samping obat dan kejadian yang tidak
diinginkan, maka penyampaian obat pada pasien harus disertai label
yang berisi minimal:
a. Nama pasien
b. Tanggal lahir
c. Nomor rekam medis
d. Aturan pakai
e. Cara pemakaian
f. Waktu menggunakan
2. Dalam pemberian obat harus memperhatikan ada tidaknya :
a. Riwayat alergi
b. Interaksi obat
c. Efek samping obat
3. Efek samping obat harus dilaporkan dan ditindak lanjuti, dan dicatat
dalam rekam medis
4. Jika terjadi kesalahan dalam pemberian obat maka harus dilaporkan
dan ditindak lanjuti, ditulis dalam buku evaluasi/monitoring ruangan
farmasi UPT Puskesms Malangbong
J. PENANGGUNG JAWAB TINDAK LANJUT PELAPORAN KESALAHAN
PEMBERIAN OBAT (KPO) DAN (KNC)
Penanggung jawab tindak lanjut pelaporan KPO dan KNC di UPTD
Puskesmas Malangbong Kabupaten Subang
N
Nama NIP Jabatan
o
Penanggung
Jawab Tindak
Lanjut Pelaporan
Kesalahan
1 Thyan Ellen, S.Si., Apt 19760825 199702 2 002
Pemberian Obat
(KPO) Dan
Kejadian Nyaris
Cedera (KNC)
K. PENYEDIAAN OBAT-OBAT EMERGENSI DI UNIT KERJA
1. Obat-obat emergensi harus tersedia di tempat pelayanan unit gawat
darurat UPTD Puskesmas Tanjungwangi untuk mengatasi jika terjadi
kedaruratan dalam pelayanan kesehatan
2. Obat emergensi harus disegel, dimonitor penggunaannya, dan segera
diganti jika digunakan dan disegel kembali oleh petugas farmasi.
3. Penyediaan obat emergensi di unit pelayanan UPTD Puskesmas
Tanjungwangi Kabupaten Subang dilaksanakan oleh tim penyediaan
obat emergensi di unit pelayanan UPTD Puskesmas Tanjungwangi
Kabupaten Subang
4. Penyediaan obat emergensi di unit pelayanan UPTD Puskesmas
Tanjungwangi Kabupaten Subang berpedoman pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku dan bertanggung jawab demi
keselamatan pasien
DAFTAR OBAT EMERGENSI DI UNIT PELAYANAN
Unit Pelayanan
No Nama Obat Loket
UGD Persalinan BP Gigi
Farmasi
1 Aminofilin injeksi √
2 Asam Asetilsalisilat Tablet √
3 Diazepam injeksi √
4 Diazepam Rectal √
5 Diazepam Tab 2 mg √
6 Dexametasone injeksi √
7 Difenhidramin injeksi √
8 Epinefrina HCl √ √
9 Fitomenadion (Vit K) Inj √ √ √
10 Garam Oralit √
11 Gentamisin injeksi √
12 Glukosa Larutan Infus 5% √
13 Lidokain injeksi √ √
14 Magnesium Sulfat injeksi √
15 Metil ergometrin injeksi √
16 Natrium Klorida Infus 0.9%
17 Oksitosin injeksi √
18 Ondansentron injeksi √
19 Ranitidin injeksi √
20 Ringer Laktat Lar. Infus √
Ditetapkan di : Subang
Pada tanggal : ..... Januari 2018
KEPALA UPT PUSKESMAS TANJUNGWANGI
drg. MUTIA DESTARY
NIP. 19711207 200012 2 002