Anda di halaman 1dari 2

Tanya jawab instrumen

1) Pertanyaan dari Masnun Lintang Alnasyah dijawab oleh Rahma Aji Kurniawan
 Apa maksud dari aliran dapat balik dan tak mampu balik?
Jawaban :
aliran balik merupakan aliran yang terjadi apabila mengalami hambatan akibat
adanya bangunan atau rintangan pada saluran tersebut, misal : bendungan,
jembatan,dll. Sehingga hambatan ini menimbulkan aliran yang saling bertabrakan
dengan hambatan dan aliran balik ini juga dapat terjadi karena adanya turbulensi
seperti halnya pada aliran turbulen. Sedangkan untuk aliran tak mampu balik adalah
aliran yang tidak mengalami/tidak terjadi hambatan pada laju alirnya. Jadi, pada aliran
yang tak mampu balik, laju alirnya hanya lurus saja tidak mengalami olakan/ turbulen
seperti aliran balik.
2) Pertanyaan dari Laurensia Verina Thomas dijawab oleh Rahma Aji Kurniawan
 Jelaskan 3 saja prinsip kerja dari alat pengukur cairan!
Jawaban :
Dalam pengukuran cairan ada berbagai macam alat yang bisa digunakan. Disini
kami mengambil beberapa alat yang akan kami jelaskan prinsip kerjanya yaitu:
a.) meter piring angguk, dengan primsip kerjanya yaitu Satu putaran piring (disc)
memindahkan sejauh tertentu liquid. Pada alat ini hanya satu bagian yang bergerak
yang disebut piston. Liquid masuk melalui inlet port dan mengisi ruang di bawah dan
diatas piston yang terpasang rapat diruang pengukuran. Masuknya liquid berikutnya (
karena secara kontinyu) akan menggerakkan piston dalam gerakan nutasi sampai liquid
keluar dari bagian outlet. Gerakan dari piston dikendalikan oleh cakram pemindah
positif yang menjaga bagian bawah kontak dengan bagian bawah instrumen ukur di
satu sisi sementara di bagian atas kontak dengan bagian atas instrumen ukur disisi lain.
Hal ini menyebabkan ruang pengukuran terbagi menjadi ruangan terpisah yang
bergantian diisi dan dikosongkan oleh sejumlah volume cairan. Gerakan akan halus dan
tanpa pulsa (kejutan).

b.) meter sudu putar, prinsip kerjanya yaitu bekerja dengan sudut sudutnya yang
berpegas sehingga selalu berada dalam kontak dengan selongsong meter itu. Pada
waktu tromol eksentrik berputar, di dalam tromol terkurung suatu kuantitas tertentu
fluida yang akhirnya akan mengalir ke luar. Poros tromol eksentrik dihubungkan dengan
sudut putar relatif tidak peka terhadap viskositas karena sudu itu selalu berada dalam
kontak yang rapi dengan selongsongnya.
c.) meter impeller daun, Meter ini terdiri atas kipas (impeller) dan selongsongnya yang
dikerjakan dengan mesin sehingga sangat pas satu sama lain. Fluida yang masuk selalu
terperangkap di antara kedua rotor dan terbawa keluar oleh putarannya, jumlah
putaran rotor memberi petunjuk tentang lau aliran volumetric.

3) Pertanyaan dari Syabania Saputri dijawab oleh Rahma Aji Kurniawan


 Pada aliran termampatkan dan tak termampatkan terdapat rumus yang
menggunakan istilah konstan, apa maksudnya?
Jawaban :
Rumus aliran tak termampatkan:

Rumus aliran termampatkan:

Nah, maksud dari konstan disini adalah untuk menyatakan aliran fluida masuk akan
memiliki nilai yang sama dengan fluida yang keluar sehingga bisa dinyatakan
tetap/konstan. Jadi, sebagai contoh untuk aliran tak termampatkan, dari rumus
tersebut bisa diubah menjadi:
P1 + ρgh1 + ½ ρv12 = P2 + ρgh2 + ½ ρv22