Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN STRATEJIK DAN KEPEMIMPINAN

“UJIAN TENGAH SEMESTER”

OLEH

I Putu Ari Darmawan 1707611004

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2018
1. Jika Anda adalah seorang yang termasuk dalam tim perencanaan strategi organisasi dan
punya wewenang untuk menentukan Visi, Misi, Tujuan dan Strategi Organisasi yang Anda
pimpin, maka sekarang Anda diminta untuk :
a. Menentukan Visi, Misi dan Tujuan yang akan dapat dicapai oleh organisasi yang Anda
Pimpin
b. Mengidentifikasi tujuh faktor dari lingkungan eksternal dan lima factor dari lingkungan
internal yang bersifat strategis dalam organisasi Anda
c. Menganalisis lingkungan eksternal dan internal dan meringkas hasil analysis Anda
dalam Tabel EFAS dan Tabel IFAS
d. Rumuskanlah alternative strategi organisasi yang akan diambil berdasarkan hasil
analisis analisis

Jawab
A. Tujuan dari organisasi Kesehatan Masyarakat:
Organisasi kesehatan masyarakat Berperan sebagai peningkatan kualitas kesehatan
masyarakat.

Visi :
Terwujudnya derajat kesehatan masyarakat secara adil dan merata

Misi :
1. Membangun komitmen bersama antar mahasiswa kesehatan tanpa melihat
kepentingan profesi dan institusi.
2. Membangun komitmen bersama antar mahasiswa kesehatan tanpa melihat
kepentingan profesi dan institusi.
B. Faktor lingkungan internal:
1. Mempunyai dokter spesialis
2. Tenaga medis berpendidikan minimal D-III
3. Usia perawat masih dalam usia produktif
4. Tarif pelayanan sesuai perda
5. Mempunyai suasana yang nyaman dan aman
6. Pelayanan yang ramah dan sopan
7. Menerima pasien dari askes dan astek
Kekurangan:
1. Keterampilan kerja dari seluruh pegawai rumah sakit masih relatif kurang
2. Disiplin waktu para dokter dan perawat masih perlu ditingkatkan
3. Kondisi keamanan masih kurang
Faktor lingkungan eksternal:
1. Dapat bekerja sama dengan perusahaan di sekitar lokasi
2. Mendapat dukungan penuh dari pemerintah
3. Kinerja dari para pegawai baik perawat, bidan, dan spesialis masih dapat
ditingkatkan.
4. Peran serta masyarakat cukup baik.
5. Tingkat kepercayaan masyarakat tinggi
6. Tingginya kepedulian masyarakat akan hidup sehat
7. Bekerja sama dengan apotik terdekat

Kekurangan:
1. Adanya persepsi masyarakat tentang lokasi yang kurang aman
2. Daya beli masyarakat menurun
3. Tingkat pendidikan penduduk sekitar rendah
C. Tabel IFAS
No. Faktor Strategis Internal Bobot Peringkat Terbobot
Strength (Kekuatan)
1 Mempunyai dokter spesialis 0.20 4 0.80
2 Tenaga medis berpendidikan minimal D-III 0.07 2 0.14
3 Usia perawat masih dalam usia produktif 0.06 3 0.18
4 Tarif pelayanan sesuai perda 0.14 4 0.56
5 Mempunyai suasana yang nyaman dan aman 0.20 3 0.60
6 Pelayanan yang ramah dan sopan 0.30 4 1.20
7 Menerima pasien dari askes dan astek 0.05 2 0.10
1.02 3.58

Weakness (Kelemahan)
Keterampilan kerja dari seluruh pegawai rumah sakit masih relatif
1 kurang 0.15 3 0.45
2 Disiplin waktu para dokter dan perawat masih perlu ditingkatkan 0.05 2 0.1
3 Kondisi keamanan masih kurang 0.09 3 0.27
0.29 0.82

Total 1.31 4.40


Tabel EFAS
No. Faktor Strategis Eksternal Bobot Peringkat Terbobot
Strength (Kekuatan)
1 Dapat bekerja sama dengan perusahaan di sekitar lokasi 0.15 3 0.45
2 Mendapat dukungan penuh dari pemerintah 0.20 2 0.40
3 Mendapat pengakuan kualitas dari para dokter 0.15 3 0.45
4 Peran serta masyarakat cukup baik 0.14 4 0.56
5 Tingkat kepercayaan masyarakat tinggi 0.15 2 0.30
6 Tingginya kepedulian masyarakat akan hidup sehat 0.30 4 1.20
7 Bekerja sama dengan apotik terdekat 0.05 2 0.10
1.14 3.46

Weakness (Kelemahan)
1 Adanya persepsi masyarakat tentang lokasi yang kurang aman 0.15 4 0.6
2 Daya beli masyarakat menurun 0.07 3 0.21
3 Tingkat pendidikan penduduk sekitar rendah 0.1 3 0.3
0.32 1.11

Total 1.46 4.57

D. Strategi Organisasi

No. Faktor Stategis Kunci Bobot Peringkat Terbobot


1 Mempunyai dokter spesialis 0.20 4 0.80
2 Tarif pelayanan sesuai perda 0.14 4 0.56
3 Pelayanan yang ramah dan sopan 0.30 4 1.20
4 Mendapat dukungan penuh dari pemerintah 0.20 2 0.40
5 Tingkat kepercayaan masyarakat tinggi 0.15 2 0.30
6 Mempunyai suasana yang nyaman dan aman 0.20 3 0.60
Total 1.19 3.86

2. Gunakan Model Lima Kekuatan Porter untuk menganalisis persaingan dalam industri
pariwisata di Bali
Jawab
a. Ancaman dari pendatang baru ( threat of new entrants )
Industri kerajinan perak di Bali seringkali memiliki pendatang baru yang mempunyai
sumber daya dalam jumlah besar dan memiliki kemauan yang kuat untuk memperoleh
pangsa pasar. Seperti semakin banyak nya pusat oleh-oleh yang mampu menawarkan
harga yang relatif murah.
b. Ancaman dari produk pengganti ( threat of substitute products )
Kerajinan perak di bali akan menghadapi produk substitusi seperti aluminium yang
bisa menyerupai perak dan memiliki harga yang lebih murah sehingga akan
mempersulit pemasaran kepada masyarakat
c. Kekuatan tawar-menawar dari pemasok ( bargaining power of suppliers )
Produsen bahan-bahan pokok dalam pembuatan perak lebih memilh melakukan ekspor
dari pada menjual kepada pengerajin lokal, dalam hal ini sangat menyulitkan
pengerajin lokal dalam mendapatkan bahan baku.
d. Kekuatan tawar-menawar dari pembeli ( bargaining power of buyers )
Pembeli lebih suka membeli produk dengan harga serendah mungkin. Hal ini
mengakibatkan industri dapat memperoleh pengembalian ( laba ) serendah mungkin.
Pembeli akan menuntut kualitas yang lebih tinggi, harga yang murah, dimana hal ini
mendorong persaingan antar pengerajin dan pusat oleh-oleh.
e. Persaingan kompetitif di antara anggota industri ( rivalry among competitive firms )
Untuk mengatasi persaingan dalam idustri kerajinan perak, karena terlalu banyak nya
toko oleh-oleh yang berada di Bali maka para pengerajin harus meningkatkan kualitas
yang lebih baik lagi, harga lebih terjangkau, melakukan inovasi-inovasi baru terhadap
produknya supaya masyarakat tidak mengalami kejenuhan terhadap produk tersebut

3. Jika Anda adalah seorang manajer dari sebuah restoran yang termasuk kategori hotel melati
dalam situasi persaingan yang semakin ketat, strategi bersaing apa yang cocok untuk
diimplemantasikan agar tetap berkembang. Jelaskan
Jawab
Jika saya adalah seorang manajer restoran dari sebuah restoran kecil yang baru opening
maka strategi yang akan saya pilih adalah strategi defensif, yaitu strategi bertahan yang
bertujuan mengurangi kemungkinan diserang, membelokkan serangan ke arah yang tidak
membahayakan, atau mengurangi intensitasnya. bertujuan mempengaruhi perhitungan
pesaing tentang keuntungan yang dapat diharapkan dari strategi masuk atau perbaikan
posisi, sehingga pesaing berkesimpulan bahwa rencana tindakannya tidak layak atau
condong pada strategi yang tidak berbahaya. Untuk melaksanakan strategi ini, perusahaan
dapat melakukan tiga jenis taktik defensif, yaitu (1) membangun hambatan struktural, (2)
meningkatkan kemungkinan serangan balasan, dan (3) menurunkan dorongan menyerang.

4. Dalam rangka mencapai daya saing usaha, apa yang harus disiapkan oleh seorang manajer
?
Jawab
a. Konsep
Dalam menjalankan bisnis tidak hanya dibutuhkan ide dan usaha keras saja,
diperlukan juga sebuah konsep yang matang. Konsep bisnis yang matang akan
membantu dalam mengenali berbagai potensi dan pangsa pasar yang ingin dituju.
Selain itu konsep bisnis yang matang akan membuat bisnis bisa berjalan lebih
maksimal. Dalam menentukan konsep bisnis, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, misalnya selera pasar, gaya hidup masyarakat, daya beli, sampai
persaingan bisnis.
b. Perencanaan
Konsep bisnis yang matang akan membantu dalam membuat perencanaan
bisnis yang baik. Jika perencanaan bisnis tidak matang, akan sia-sia dan kemungkinan
mengalami kerugian. Dalam perencanaan bisnis yang matang, harus menjabarkan visi
dan misi perusahaan, rencana promosi, rencana pemasaran, rencana keuangan, sampai
dengan menentukan analisis risiko yang mungkin akan dialami dalam bisnis, termasuk
perencanaan untuk menghadapi pesaing.
c. Kenali Pesaing
Mencari tahu siapa pesaing dalam bisnis kita adalah salah satu hal yang penting
dalam menjalankan bisnis. Cari tahu tentang produknya, berapa harganya, apa
kelebihannya, dan sebagainya. Informasi itu sangat bermanfaat untuk menentukan
strategis bisnis yang akan dijalankan.
d. Produk Berkualitas
Menciptakan produk berkualitas merupakan salah satu strategi dalam
menghadapi persaingan bisnis. Ciptakan produk terbaik, produk kita harus memiliki
kelebihan dibanding produk yang sudah ada di pasarang. Dengan memberikan produk
yang berkualitas pelanggan akan menjadi puas. Berikan kualitas yang lebih bagus
dibanding pesaing. Jika usaha makanan, maka berikan rasa yang lebih enak, kualitas
bahan makanan yang lebih baik. Pastikan bahwa kualitas produk kita bagus dan bisa
memuaskan konsumen, sehingga konsumen tidak pindah ke pesaing.
e. Promosi
Aktifitas promosi adalah bagian penting untuk menghadapi pesaing.
Promosikan apa yang menjadi kelebihan produk kita. Promosikan melalui berbagai
media dan lakukan secara konsisten agar produk kita dikenal oleh masyarakat luas.
Buatlah promosi yang lebih gencar dibanding pesaing sehingga konsumen tetap fokus
ke layanan dan produk kita. Pastikan konsumen mengetahui program-program
promosi dari produk kita. Gunakan berbagai media promosi untuk menjangkau
konsumen lebih banyak, misalnya media offline dan media online.
f. Inovasi
Persaingan dengan bisnis yang sejenis seringkali tak dapat dihindari. Namun
sebenarnya persaingan ini bisa membuat kita menjadi lebih kreatif untuk berkreasi.
Dengan persaingan akan membuat kita menjadi lebih inovatif untuk menciptakan
sebuah nilai tambah dalam produk yang dijual.
g. Harga Bersaing
Dalam menghadapi persaingan bisnis, memerikan harga bersaing adalah salah
satu strategi untuk meningkatkan penjualan dan melawan pesaing.
h. Sistem.
Sebuah sistem bisnis yang baik akan membantu agar bisa bertahan lebih lama
dan mendapat keuntungan yang diinginkan. Buat sistem bisnis yang baik. Setelah
pondasi bisnis dirasa kuat, maka lakukan perluasan pasar dengan berbagai sistem usaha
yang diinginkan, misalnya membuka cabang atau franchise.
i. Program Khusus Pelanggan

Buatlah program khusus bagi pelanggan, hal ini penting untuk menjaga
kesetiaan pelanggan. Misal program hadiah bagi pelanggan yang rutin membeli produk
kita, cara lain misalnya dengan berikan harga khusus pelanggan yang memang rutin
membeli produk kita.
j. Evaluasi

Diperlukan juga evaluasi terhadap kelangsungan bisnis. Kita tak bisa begitu
saja tutup mata dalam menjalankan bisnis, sebuah evaluasi terhadap kekurangan dan
nilai lebih dalam berbisnis juga diperlukan untuk semakin memajukan bisnis yang
dijalankan