Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

IDENTIFIKASI NAMPLATE MOTOR 3 PHASE


STANDAR NEMA ATAU IEC

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Instalasi Listrik Tenaga
Dosen :Dwi Septiyanto, Drs., SST. M.Eng.

Disusun oleh :
Ryska Nisa Rochmawati
171321029

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI D3 – TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2018
1. NAME PLATE STANDAR IEC

DATA PABRIKAN

No Bagian Penjelasan

1. MERK memberikan informasi pabrik pembuatnya, pabrikan CHENG DAR


ELECTRICAL CO., LTD.

2. No.Katalog biasanya haya ditulis denga “No” kemudian diikuti oleh deretan angka misalnya
gambar No.33568
3. Phase (3~Mot) perhatikan terdapat tulisan 3~Mot yang menunjukkan jika motoran merupakan
motor 3-Phase.
4. Voltage(220/440 angka ini menunjukkan tegangan operasinya motor saat terhubung (∆ ) Segitiga
V) (delta) 380-415 volt, saat motor terkoneksi.

5. Connection ( /\ ) Connection (/\ / Y) : ini merupakan simbol koneksi (connection), simbol ini
harus sangat di perhatikan saat dalam penggunaan motor, tidak semua motor
memiliki koneksi /\ / Y , beberapa motor terkadang hanya memiliki salah satu
simbol saja star atau hanya delta saja. Seperti Name plate di atas hanya di
hubungkan dengan koneksi delta.
6. Arus / Full load Current (A) : artinya motor arus dalam keadaan beban penuh 154 – 168
ampere Ampere saat koneksi (∆) delta.

7. Duty cycle Pada NamePlate di atas tidak di tuliskan Duty cycle. Menurut Keterangan Type
Standart NEMA . Type 160 M/4 (60 min ) Nema Code letter
8. DAYA (90 kW) merupakan angka yang menunjukkan kapasitas tenaga yang dikeluarkan oleh
motor NEMA menyatakan dengan HP sedangkan IEC menyatakan dengan kW. 1
HP = 746 Watt = 120 kW. Sehingga Untuk daya Standart NEMA = 120,6 HP.
9. Power Factor cos phi atau power faktor yang tertulis pada name plate merupakan power factor
(Cosϕ0.84) yang didapat dari test motor pada beban penuh/full load. pF 0.85.

10. Kecepatan menunjukkan kecepatan putaran motor dalam RPM, sekaligus menunjukkan
Motor (1456 jumlah kutub/pole motoran. pada frekuensi 50Hz kecepatan 1456 rpm.
rpm)
Rumus : 120 x F / N , dimana F= frekuensi , N = jumlah kutub/pole.
11. Frekuensi (50 Frekuensi (Hz), menunjukkan frekuensi kerja motoran selain frekuensi 50.
Hz),

12. INS F Menunjukan kelas insulasi atau kemampuan isolasi yang digunakan pada kawat
gulungan (winding) terhadap perubahan atau kenaikan suhu atau temperatur. Pada
motor diatas kelas insulasinya adalah kelas F.
kelas isolasi kelas A: (105 °C/221 °F), cotton, silk paper. kelas B: (130 °C/266 °F) mica,
fiberglass, asbestos. kelas E: 120 °C/248 °F (hanya IEC, NEMA tidak ada kelas
E), kelas F: (155 °C/311 °F) mica, fiberglass, asbestos dan kelas H:(180 °C/356 °F)
13. AMB 40° C Menunjukan suhu operasi motor ketika di dalam maupun di luar ruangan yaitu sebesar
40° C
14. IP 55 Merupakan ingress protection (IEC standard) yang menunjukan ketahanan alat terhadap
lingkungan yang terdiri dari dua digit.
- Angka 5 menunjukan Debu tidak dapat masuk tetapi tidak mutlak karena masih
ada celah untuk debu masuk.
- Terlindung dari semprotan air tekanan rendah yang datang dari segala arah
(tidak mutlak).

15. IE2 Menunjukan kelas effisiensi dengan standar IEC 60034-30-1 untuk motor induksi. IE
adalah singkatan dari International Efficiency.
IE2 = High Effecincy.
16. Frame Size Frame Size D280M Kode frame yang menjelaskan ukuran fisik motor dibuat
D280M dengan menggunakan standar IEC yaitu D280M
2. NAME PLATE STANDAR NEMA

DATA PABRIKAN

No Bagian Penjelasan

1. MERK memberikan informasi pabrik pembuatnya, pabrikan VEM

2. No.Katalog biasanya haya ditulis denga “No” kemudian diikuti oleh deretan angka misalnya
gambar No.70290/051
3. Type Standart menunjukkan standart NEMA dan Spesifikasi keseluruhan dari motor tersebut.
NEMA Contoh : Typ. KPR 160 M6.

4. Phase (3~Mot) perhatikan terdapat tulisan 3~Mot yang menunjukkan jika motoran merupakan
motor 3-Phase.

5. Voltage(380 V) angka ini menunjukkan tegangan operasinya motor saat terhubung (∆ / ∆)


Segitiga (delta) 220 volt, saat motor terkoneksi ( ∆ ) Delta tegangan operasi
menjadi 440 volt.
6. Connection ( /\ ) Connection (/\ / Y) : ini merupakan simbol koneksi (connection), simbol ini
harus sangat di perhatikan saat dalam penggunaan motor, tidak semua motor
memiliki koneksi /\ / Y , beberapa motor terkadang hanya memiliki salah satu
simbol saja star atau hanya delta saja. Seperti Name plate di atas hanya di
hubungkan dengan koneksi delta.
7. Arus Nominal Current (A) : artinya motor ini saat beroperasi normal membutuhkan arus 65.5
A saat terkoneksi ( Delta ∆ / ∆ ) , saat terkoneksi ( Delta ∆ ) membutuhkan
32.5 A. informasi ini juga merupakan acuan penting dalam penentuan type dan
ukuran kabel.
8. Duty cycle Pada NamePlate di atas tidak di tuliskan Duty cycle. Menurut Keterangan Type
Standart NEMA . Type 160 M/4 (60 min ) Nema Code letter J.
9. DAYA (18 kW) merupakan angka yang menunjukkan kapasitas tenaga yang dikeluarkan oleh
motor NEMA menyatakan dengan HP sedangkan IEC menyatakan dengan kW. 1
HP = 746 Watt = 0.746 kW. Sehingga Untuk daya Standart NEMA = 24 HP.
10. Power Factor cos phi atau power faktor yang tertulis pada name plate merupakan power factor
(Cosϕ0.84) yang didapat dari test motor pada beban penuh/full load. Standar NEMA Type
160 M/4 pF 0.85.

11. Kecepatan menunjukkan kecepatan putaran motor dalam RPM, sekaligus menunjukkan
Motor (1160 rpm jumlah kutub/pole motoran. pada frekuensi 50Hz kecepatan 1160 jumlah 4 Pole.
Menurut Standar NEMA : 1770 rpm . 60 Hz
12. Frekuensi (60 Frekuensi (Hz), menunjukkan frekuensi kerja motoran selain frekuensi 50.
Hz),

13. Indeks Proteksi merupakan indeks proteksi (IEC standard) dimana untuk IP 54 . Menunjukan
IP 54 ( 5) ketahanan terhadap Debu , dan (4 ) ketahanan terhadap percikan air dari
segala arah.
15. Effesiensi NEMA Effesiensi NEMA Standar dilihat dari Type Motor dimana Effesiensi 90.7 %.
Standart NEMA 50 Hz..

16. Torque/Torsi Standart NEMA Type 160 M/4 ; 1. Full load Torsi 534 lb-in , 2.Ia/In Rasio torsi
= 3.8 break down.

Anda mungkin juga menyukai