Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PENGENALAN PELARUT ORGANIK

Kelompok : 5
Kelas : 1A D4 TKI
Anggota Kelompok : 1. Gumawa Windu Manggada (1741420059)
2. Indira Inastiti Noor (1741420088)
3. Moch Farhein Ferdinal (1741420008)
I. DASAR TEORI
Senyawa organik merupakan senyawa yang memiliki atom karbon sebagai salah satu unsur
yang menyusun senyawanya kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Penggunaan senyawa
organik itu sendiri telah banyak digunakan dalam laboratorium, dan kehidupan sehari-hari pun
kerap dipakai untuk keperluan manusia. (Titin, 2013)

Pelarut organik merupakan salah satu jenis dari zat organic yang dapat melarutkan zat-zat
terlarut tertentu, selain itu pelarut organik juga memiliki titik didih yang rendah sehingga mudah
menguap selain itu tiap jenis pelarut organic memiliki kelarutan yang berbeda-beda. Ada beberapa
faktor, diantaranya

1. Kepolaran senyawa

Kepolaran senyawa merupakan salah satu yang mempengaruhi larut tidaknya suatu
senyawa organic, karena senyawa organic sangat bergantung terhadap ada tidaknya interaksi
antara sesame pelarut maupun pelarut terhadap air seperti gaya van der walls, gaya london, ikatan
hidrogen, dan lain sebagainya

2. Sifat hidrofobik dan hidrofilik

Faktor lain larut tidaknya senyawa organic bisa disebabkan karena terbentuk tidaknya
ikatan antara senyawa organik dengan air, apabila berhasil membentuk ikatan hydrogen dengan
air maka disebut bagian hidrofil sedangkan bila berupa kerangka hidrokarbon, maka disebut
bagian hidrofob

1
3. Kesamaan gugus fungsi

Kesamaan gugus fungsi merupakan faktor lain dalam kelarutan senyawa organik karena
pada dasarnya semua pelarut mengandung ikatan hidrokarbon sehingga jika keduanya memiliki
ikatan karon yang dominan maka kedua senyawa itu dapat larut

4. Gaya kohesi dan adhesi

Gaya ini juga merupakan pengaruh kelarutan senyawa organic, karena apabila gaya
kohesi lebih besar dari adhesi maka cendrung sukar larut dkarenakan hanya bisa menarik partikel
sejenisnya, begitupun sebaliknya

II ALAT DAN BAHAN

Alat : - Tabung reaksi 12 buah Bahan: - Aquades


- Rak Tabung Reaksi 1 buah - Larutan Benzena
- Pipet ukur 1ml (sudah disediakan) - Larutan Toluena
- Pipet tetes (sudah disediakan) - Larutan n heksana
- ball pipet 1 buah - Larutan Sikloheksana
- Botol aquades - Larutan etanol
- Larutan Isopropil alcohol
- Larutan kloroform
- Larutan aseton

III. PROSEDUR KERJA


A. Pelarut Organik dengan air
1. Menyiapkan beberapa tabung reaksi kering dan rak tabung reaksi
2. Mengisi aquades ke masing-masing tabung reaksi ±1ml
3. Mengisi dengan masing-masing pelarut organik sebanyak ±1 ml secara tetes menetes
sambil diamati perubahannya

4. Mengulangi langkah 3 dengan tabung reaksi berisi aquades yang lain dan isikan
dengan pelarut organik yang berbeda

2
B. Pelarut Organik dengan Pelarut Organik
1. Menyiapkan beberapa tabung reaksi kering dan rak tabung reaksi
2. Mengisi pelarut organik ke masing-masing tabung reaksi ±1ml
3. Mengisi dengan masing-masing pelarut organik sebanyak ±1 ml secara tetes menetes
sambil diamati perubahannya

4. Mengulangi langkah 3 dengan tabung reaksi berisi pelarut organik yang lain dan isikan
dengan pelarut organik yang berbeda

5. Mengulangi kembali langkah 2 dengan pelarut organic yang lain

6 Mengulangi langkah 3 tanpa menggunakan kombinasi pelarut organic yang sama


seperti sebelumnya

3
IV. DATA PENGAMATAN

Tabel 1 Kelarutan didalam air

Pengamatan
No Nama Pelarut Organik
Tetes-tetes Pertama Setelah volume sama
1 Benzena Larut Tidak Larut
2 Toluena Larut Tidak Larut
3 n-heksana Larut Larut
4 Sikloheksana Larut Tidak Laut
5 Etanol Larut Larut
6 Isopropil Alkohol Larut Larut
7 Kloroform Tidak Larut Tidak Larut
8 Aseton Larut Larut

Isopropyl
Benzena Toluena n-heksana sikloheksana etanol kloroform aseton
alkohol
Benzena X larut Tidak larut larut larut larut larut larut
Toluena larut X Tidak larut larut larut Larut Larut larut
n-heksana Tidak larut Tidak larut X Tidak larut larut larut Tidak larut larut
Sikloheksana larut larut Tidak larut X larut larut larut larut
Etanol larut larut larut larut X larut larut larut
Isopropil
larut larut larut larut larut X larut larut
Alkohol
Kloroform larut larut Tidak larut larut larut larut X larut
Aseton larut larut larut larut larut larut larut X

4
Kelompok : 5
Kelas : 1A D4 TKI
Nama : Moch Farhein Ferdinal (1741420008)
V. PEMBAHASAN
Dalam praktikum kali ini dilakukan praktikum pengenalan pelarut organic yaitu dengan
membandingkan kelarutan pelarut organic dengan air, Pelarut-pelarut yang digunakan adalah

1. Benzena

Benzena merupakan salah satu jenis senyawa organic yang memiliki bentuk aromatis, pada
saat benzena dimasukan kedalam aquades di tetes-tetes awal larut dan saat mulai diteteskan pada
tetes ke 4 mulai terlihat benzene tidak larut, penyebab ini diutamakan karena dari kepolarannya
saja sudah berbeda, yakni benzene bersifat tidak polar sedangkan aquades bersifat polar, belum
lagi seluruh bagian dari benzene bersifat hidrofob. Hal ini juga berlaku antara benzene dengan
pelarut lain, benzene mudah larut pada pelarut lai karena kepolaran tersebut, kecuali pada n-
heksana yang sifatnya berbeda dari pelarut lain sehingga tidak larut

2. Toluena

Sama seperti benzene, Toluena merupakan senyawa organic yang berbentuk aromatis, saat
pencampuran dengan aquades, hanya pada tetes tetes pertama saja larut, sedangkan setelah 3 tetes
tidaklarut. Hal ini diseabkan oleh kepolaran senyawa toluene yang bersifat non polar, sedangkan
aquades bersifat polar. Kemudian struktur toluena bersifat hidrofob dan sama seperti benzene,

5
terhadap senyawa hidrokarbon lain larut dan hanya tidak larut dengan n-heksana karena perbedaan
struktur dan sifat kepolarannya itu sendiri

3. n-heksana

n-heksana merupakan sebuah senyawa karbon yang memiliki rantai lurus, dan bersifat non-
polar, Pada saat pencampuran dengan aquades, di tetes-tetes pertama, dapat larut sampai hamper
1 ml masih tetap larut, hal ini tidak sesuai dengan literatur, karena aquades bersifat polar,
sedangkan n-heksana bersifat non polar sehingga hasil yang didapatkan. Begitupun pencampuran
dengan pelarut organik lain, senyawa-senyawa seperti benzena, toluena, kloroform, dan
sikloheksana seharusnya dapat larut oleh n-heksana, namun menurut pengamatan tidak dapat larut.
Banyak faktor penyebab peristiwa ini, diantaranya kurang telitinya pengamat terutama
penggunaan alat, terlebih percobaan n-heksana ini dilakukan terakhir sebelum selesai sehingga
pengamat kurang teliti dalam percobaan ini

4. Sikloheksana

Sikloheksana merupakan senyawa organik yang memiliki sifat non-polar, dan memiliki
bentuk segienam melingkar. Pada saat mulai diteteskan dengan aquades awalnya sikloheksana

6
dapat larut dengan air, namun setelah tetes ke 3 mulai terlihat perbedaan pada pengamatan antara
sikloheksana dan aquades yang tidak dapat bercampur. Selain itu juga teramati sikloheksana juga
dapat larut dengan seluruh pelarut organik lain kecuali n-heksana. Sikloheksana tidak bisa
bercampur dengan air dikarenakan sifat kepolarannya itu sendiri ditambah lagi tidak terbentuknya
ikatan senyawa organic dengan air. Namun pada pelarut lain, rata-rata bersifat larut karena
mayoritas pelarut organik bersifat non-polar

5. Etanol

Etanol merupakan salah satu jenis gugus fungsi yang memiliki 2 atom karbon. Unsur ini
umumnya bisa larut di hampir semua jenis larutan dikarenakan etanol memiliki sifat yang mirip
dengan air. Ini terbukti saat diteteskan dengan air, etanol dapat larut dengan sempurna begitupun
dengan senyawa lain, etanol cenderung mudah bersatu karena gugus fungsi yang dimiliki oleh
senyawa etanol tersebut memiliki bentuk yang cukup mirip dengan gugus-gugus fungsi lainnya

6. Isopropil alkohol

Isopropil alcohol merupakan salah satu senyawa gugus alkohol . Sama seperti etanol,
isopropil alkohol juga memiliki sifat-sifat yan dimiliki oleh gugus alkohol yaitu cenderung mudah

7
larut di berbagai jenis senyawa organik serta mudah larut dalam air. Hal ini terbukti dengan hasil
pengamatan praktikum dimana semua pelarut isopropil dapat larut dengan seluruh pelarut lain juga
dengan air. Sama seperti etanol, ini bisa terjadi karena terdapat kesamaan gugus fungsi dan sifat
polaritas dari senyawa itu sendiri sehingga bisa larut dalam pelarut lain, maupun dengan aquades

7. Kloroform

Kloroform merupakan salah satu pelarut organik yang memiliki ikatan dengan atom chlor.
Pada saat pencampuran dengan aquades, di tetes-tetes pertama, sudah terlihat tidak larut. Inin
dikarenakan sifat kloroform yang memiliki sifat yang sangat non polar sehingga tidak bisa larut
sama-sekali. Namun ketika dilarutkan dengan seluruh pelarut organik lain bisa larut semua kecuali
n-heksana. Peristiwa ini bisa terjadi karena sifat kloroform yan sangat tidak polar serta mudah
membentuk ikatan dengan atom hidrokarbon lain sehingga mudah larut

8. Aseton

Aseton merupakan salah satu pelarut organik dari gugus keton dan bersifat polar. Pada saat
dicampurkan dengan aquades, pada tetes-tetes awal aseton dapat larut, hingga setelah 1 ml masih
tetap larut. Begitupula dengan pelarut organik lain dapat larut dengan aseton karena sifat senyawa

8
hidrokarbon yang mudah larut karena kesamaan struktur atau gugusnya sehingga aseton bisa larut
ke seluruh senyawa organik lainnya

Tugas MSDS Bahan

Rumus
No Nama Bahan Bentuk Bahaya Aspek K3
Kimia
1 Benzena C 6 H6 Cairan- Mudah terbakar- Terhirup: pindahkan ke
- Iritasi bila tempat yang berudara segar,
terkena mata dan jika tidak bernafas beri
kulit pernafasan buatan, bila
- Bahaya bila kesulitan bernafas beri
terhiru dan tertelan oksigen. Segera beri tindakan
medis.
- Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: segera
basuh kulit dengan air yang
banyak, segera beri tindakan
medis.
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkan, jangan
beri apapun melalui mulut
jika korban tidak sadar.
2 Toluena C7H8 atau Cairan- Mudah terbakar- Terhirup: pindahkan ke
C5-H5- - Iritasi bila tempat yang berudara segar,
CH3 terkena mata dan jika tidak bernafas beri
kulit pernafasan buatan, bila
- Bahaya bila kesulitan bernafas beri
terhirup dan oksigen. Segera beri tindakan
tertelan medis.
- Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.

9
- Terkena kulit: segera
basuh kulit dengan air yang
banyak, segera beri tindakan
medis.
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.
3 Metanol CH3OH Cairan- Mudah terbakar- Terhirup: pindahkan ke
- Berbahaya bila tempat yang berudara segar,
tertelan, terhirup, jika tidak bernafas beri
atau terserap pernafasan buatan, bila
melalui kulit kesulitan bernafas beri
- Iritasi bila oksigen. Segera beri tindakan
terkena mata dan medis.
kulit - Terkena mata: segera
- Beracun basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: segera
basuh kulit dengan air yang
banyak, segera beri tindakan
medis.
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.
4 n-heksan C6H14 Cairan- Sangat mudah - Terhirup: pindahkan ke
atau terbakar dalam tempat yang berudara segar,
Heksana bentuk cairan jika tidak bernafas beri
maupun uap. pernafasan buatan, bila
- Menyebabkan kesulitan bernafas beri
iritasi bila terkena oksigen. Segera beri tindakan
mata dan kulit, juga medis.
saluran pernafasan- Terkena mata: segera
- Bahaya bagi basuh dengan air yang banyak
lingkungan min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: segera
basuh kulit dengan air yang
banyak, segera beri tindakan
medis.

10
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.

5 Sikloheksan C6H12 Cairan- Mudah terbakar- Terhirup: pindahkan ke


atau - Iritasi bila tempat yang berudara segar,
Cyclohexane terkena mata dan jika tidak bernafas beri
kulit pernafasan buatan, bila
- Bahaya bila kesulitan bernafas beri
terhirup dan oksigen. Segera beri tindakan
tertelan medis.
- Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: segera
basuh kulit dengan air yang
banyak, segera beri tindakan
medis.
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.
6 Etanol atau C2H5OH Cairan- Mudah terbakar
- Terhirup: pindahkan ke
etil alkohol baik dalam liquid tempat yang berudara segar,
maupun uap jika tidak bernafas beri
- Iritasi bila pernafasan buatan (jangan
terkena mata dan meleui mulut ke mulut), bila
kulit kesulitan bernafas beri
- Bahaya bila oksigen. Segera beri tindakan
terhirup dan medis.
tertelan - Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit, segera beri
tindakan medis. Bilas dengan
sabun dan air.

11
- Tertelan: jangan paksakan
muntah. Bila korban sadar,
beri 2-4 cangkir
susu/air. Jangan beri apapun
melalui mulut jika korban
tidak sadar. Segera beri
tindakan medis.

7 Isopropil C 3 H8 O Cairan- Iritasi bila- Terhirup: pindahkan ke


alcohol atau atau terkena kulit tempat yang berudara segar,
2-propanol C3H7OH - Bahaya bila jika tidak bernafas beri
atau terhirup, tertelan, pernafasan buatan (jangan
isopropanol atau terkena mata. meleui mulut ke mulut), bila
- Mudah terbakar kesulitan bernafas beri
oksigen. Segera beri tindakan
medis.
- Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: cuci dengan
sabun dan air. Tutup kulit
yang iritasi dengan emollient.
Segera beri tindakan medis.
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.
8 Butyl C4H9OH Cairan- Mudah terbakar- Terhirup: pindahkan ke
alcohol atau - Iritasi bila tempat yang berudara segar,
n-butanol terkena kulit jika tidak bernafas beri
- Bahaya bila pernafasan buatan, bila
terhirup, tertelan, kesulitan bernafas beri
atau terkena mata. oksigen. Segera beri tindakan
medis.
- Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: cuci dengan
sabun dan air. Segera beri

12
tindakan medis bila iritasi
berlangsung lama.
- Tertelan: beri 2 gelas air
bila korban sadar. Jangan
paksakan muntah. Jika korban
tidak sadar jangan beri apapun
melalu mulut. Segera panggil
dokter.

9 Kloroform/ CHCl3 Cairan- Iritasi bila


- Terhirup: pindahkan ke
Chloroform terkena mata dan tempat yang berudara segar,
kulit jika tidak bernafas beri
- Bahaya bila pernafasan buatan, bila
tertelan dan kesulitan bernafas beri
terhirup oksigen. Segera beri tindakan
medis.
- Terkena mata: segera basuh
dengan air yang banyak min
15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: segera basuh
kulit dengan air yang banyak,
segera beri tindakan medis.
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.
10 Karbon CCl4 Cairan- Iritasi bila
- Terhirup: pindahkan ke
tetraklorida terkena mata dan tempat yang berudara segar,
kulit jika tidak bernafas beri
- Bahaya bila pernafasan buatan, bila
tertelan dan kesulitan bernafas beri
terhirup oksigen. Segera beri tindakan
medis.
- Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: segera cuci
dengan sabun dan air min 15
menit, segera beri tindakan
medis jika diperlukan.

13
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.

11 aseton C 3 H6 O Cairan- Mudah terbakar- Terhirup: pindahkan ke


- Iritasi bila tempat yang berudara segar,
terkena mata dan jika tidak bernafas beri
kulit pernafasan buatan (jangan
- Bahaya bila meleui mulut ke mulut), bila
terhirup dan kesulitan bernafas beri
tertelan oksigen. Segera beri tindakan
medis.
- Terkena mata: segera
basuh dengan air yang banyak
min 15 menit. Beri tindakan
medis.
- Terkena kulit: cuci dengan
sabun dan air. Tutup kulit
yang iritasi dengan emollient.
Segera beri tindakan medis.
- Tertelan: segera hubungi
dokter. Jangan paksakan
muntah kecuali tim medis
yang mengarahkannya,
jangan beri apapun melalui
mulut jika korban tidak sadar.

Kesimpulan :
- Bahwa Senyawa organik dapat larut dalam aquades bergantung terhadap sifat hidrofobik atau
hidrofilik dari senyawa itu sendiri

- Bahwa kelarutan senyawa organik sangat dipengaruhi oleh sifat polaritas larutan pelart organik
itu sendiri

- Bahwa Kemiripan Gugus Fungsi memiliki pengaruh dalam kelarutan terhadap sesame pelarut

14
Kelompok : 5
Kelas : 1A D4 TKI
Nama : Gumawa Windu Manggada (1741420059)
PEMBAHASAN

Pelarut adalah suatu zat yang melarutkan zat terlarut (cairan, padat atau gas yang berbeda
secara kimiawi), menghasilkan suatu larutan. Pelarut biasanya berupa cairan tetapi juga bisa
menjadi padat, gas, atau fluida superkritis. Kuantitas zat terlarut yang dapat larut dalam volume
pelarut tertentu bervariasi terhadap suhu.

Pelarut paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah air. Pelarut lain yang
juga umum digunakan adalah bahan kimia organik (mengandung karbon) yang juga disebut pelarut
organik. Pelarut biasanya memiliki titik didih rendah dan lebih mudah menguap, meninggalkan
substansi terlarut yang didapatkan. Untuk membedakan antara pelarut dengan zat yang dilarutkan,
pelarut biasanya terdapat dalam jumlah yang lebih besar.

Pada percobaan pengenalan pelarut organic, ditujukan untuk mengetahui kelarutan zat
organik dalam beberapa pelarut dan golongan suatu zat organik berdasarkan kelarutannya. Ada
beberapa zat organik yang akan kita uji diantaranya Acetone, Kloroform, Isopropil Alkohol,
Isopropil alkohol, Toluene, n-Hexane, Etanol , dan Benzene. Percobaan ini terdiri dari dua
percobaan, yakni pengujian kelarutan di dalam air dan pengujian kelarutan pelarut organic satu
terhadap lainnya.

Pada percobaan pertama kita menguji kelarutan air, dimana air di sini bertindak sebagai
penentu kepolaran suatu senyawa/ zat organik yang diuji. Pelarut organic yang larut dalam air
adalah Etanol, Isopropil Alkohol, Acetone, dan n-Hexane dikarenakan pelarut tersebut bersifat
hidrofilik , yakni dapat membentuk ikatan hydrogen dengan air. Namun, pada n-Hexane
berdasarkan teori hendaknya tidak larut dalam air disebabkan kurang telitinya dalam percobaan,
ataupun kadar antara air dan n-Hexane tidak seimbang. Sedangkan Siklo-Hexane, Kloroform,
Benzene, dan Toluene tidak larut dalam air, karena kerangka hidrokarbonnya atau lebih dikenal
dengan hidrofob yang memiliki bagian cukup besar sehingga menyebabkan kelarutan pelarut
organic tersebut menjadi terbatas dalam air.

15
Pada percobaan kedua kita menguji kelarutan pelarut organic satu terhadap lainnya, dimana
pelarut organic yang digunakan adalah Toluene, Siklo-Hexane, Isopropil Alkohol, Kloroform,
Acetone, Etanol, Benzene, dan n-Hexane.

Toluene, dikenal sebagai metilbenzene ataupun fenilmetana, adalah cairan bening tak
berwarna dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti benzene. Toluene adalah
hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam stok umpan industri dan juga sebagai
pelarut. Toluene tidak larut dalam n-Hexane, karena n- Hexane bersifat sangat non-polar dan
hidrokarbon. Namun toluene larut dalam pelarut organic seperti Siklohexane, Isopropil Alkohol,
Kloroform, Acetone, Etanol, dan Benzene. Selain itu Toluene bersifat nonpolar sehingga tidak
larut dalam air.

Siklohexane, ialah suatu sikloalkana dengan rumus molekul C6H12. Siklohexane digunakan
sebagai pelarut non-polar untuk industri kimia, dan juga sebagai bahan mentah untuk produksi
industri asam adipat dan kaprolaktam, yang keduanya merupakan “zat-antara” yang digunakan
dalam produksi nilon. Pada skala industri, Siklohexane diproduksi dengan mereaksikan benzene
dengan hidrogen. Siklohexane memiliki bau khas seperti-deterjen, mengingatkan produk
pembersih (yang kadang-kadang digunakan). Ketika dilarutkan dalam air, Siklohexane tidak larut
di dalamnya, karena bersifat non polar. Namun, Siklohexane larut di dalam pelarut Toluene,
Isopropil Alkohol, Kloroform, Acetone, Etanol, dan Benzene. Selain itu, Siklohexane juga tidak
larut dalam pelarut n-Hexane, karena n- Hexane bersifat sangat non-polar dan hidrokarbon.

Isopropil Alkohol adalah senyawa kimia dengan rumus molekul C3H8O atau C3H7OH.
Senyawa ini merupakan senyawa tak berwarna, mudah terbakar dengan bau menyengat. Senyawa
ini merupakan alkohol sekunder yang paling sederhana, di mana atom karbon yang mengikat
gugus alkohol juga mengikat 2 atom karbon lain (CH3)2CHOH. Merupakan isomer struktur dari
1-propanol. Isopropil alcohol larut di dalam air dan semua pelarut organic yang digunakan, yakni
Acetone, Siklohexane, Kloroform, Toluene, n-Hexane, Etanol , dan Benzene. Hal ini disebabkan
karena Isopropil Alkohol merupakan senyawa polar yang dapat larut dalam air dan pelarut lain.

Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl3). Kloroform dikenal karena
sering digunakan sebagai bahan pembius, akan tetapi penggunaanya sudah dilarang karena telah
terbukti dapat merusak liver dan ginjal. Kloroform kebanyakan digunakan sebagai pelarut
nonpolar di laboratorium. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan bening, mudah menguap, dan

16
berbau khas. Kloroform larut di dalam Acetone, Isopropil Alkohol, Siklo-Hexane, Toluene, Etanol
, dan Benzene. Namun, kloroform tidak larut di dalam air karena Kloroform bersifat nonpolar dan
tidak larut dalam n-Hexane, karena n-Hexane bersifat sangat non-polar dan hidrokarbon.

Acetone, dikenal sebagai propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on,


dimetilformaldehida, dan β-ketopropana, adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna
dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana. Acetone larut dalam berbagai
perbandingan dengan air, etanol, dietil eter,dll. Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting.
Acetone juga larut di dalam semua pelarut organic yang digunakan, yakni Kloroform, Isopropil
alkohol, Toluene, n-Hexane, Siklohexane, Etanol , dan Benzene. Hal ini disebabkan karena
Acetone merupakan senyawa polar yang dapat larut dalam air dan pelarut lain.

Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah
sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang
paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan
dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol sama halnya dengan
Acetone dan Isopropil alcohol yang merupakan senyawa polar yang dapat larut dalam air dan
pelarut lain. Sehingga Etanol dapat larut di dalam air dan semua pelarut organic yang digunakan,
yakni Kloroform, Acetone, Isopropil alkohol, Toluene, n-Hexane, Siklohexane, dan Benzene.

Benzene, dikenal dengan rumus kimia C6H6, PhH, dan benzol, adalah senyawa kimia
organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang
manis. Benzene terdiri dari 6 atom karbon yang membentuk cincin, dengan 1 atom hidrogen
berikatan pada setiap 1 atom karbon. Benzene merupakan salah satu jenis hidrokarbon aromatik
siklik dengan ikatan pi yang tetap. Benzene adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, dan
merupakan salah satu bahan petrokimia yang paling dasar serta pelarut yang penting dalam dunia
industri. Benzene sama halnya dengan Toluene, Kloroform, dan Siklohexane, yakni tidak larut
dalam air dan n-Hexane, namun larut dalam pelarut organic seperti Siklohexane, Isopropil
Alkohol, Kloroform, Acetone, Etanol, dan Toluene.

n-Hexane adalah senyawa dengan rumus kimia C6H14 yang merupakan hidrokarbon yang
banyak digunakan sebagai pelarut organik dengan sifat mudah menguap. "n" pada n-hexane
mengandung arti normal yang artinya rantai hidrokarbonnya lurus atau linier yang dituliskan CH3-
CH2-CH2-CH2-CH2-CH3. n-hexane yang merupakan pelarut yang sangat nonpolar dan relatif

17
aman karena tidak mengiritasi kulit dan tingkat toksisitasnya relatif rendah. Namun, n-hexane akan
mudah terbakar (flammable) jika n-hexane diletakkan di dekat api karena titik didih n-hexane yang
rendah yaitu 69 °C. n-Hexane dapat larut dalam pelarut Isopropil Alkohol, Acetone, dan Etanol.
Sedangkan tidak larut dalam pelarut Kloroform, Siklohexane, Toluene, dan Benzene. n-Hexane
larut dalam air, namun berdasarkan teori n-Hexane hendaknya tidak larut dalam air. Kesalahan
seperti ini disebabkan kurang telitinya dalam percobaan, ataupun kadar antara air dan n-Hexane
tidak seimbang. n-hexane bersifat sangat non-polar sehingga tidak larut dalam air dan hanya larut
dalam pelarut organik sesamanya yang bersifat hidrokarbon dan yang bersifat polar.

Kesimpulan:

1. Pelarut organik yang kita gunakan pada praktikum kali ini adalah benzena, toluena, n-hexane,
siklohexane, aseton, kloroform, isopropil alkohol.

2. Sifat pelarut organik dalam air ada yang larut dan ada yang tidak tergantung dari bagan hidrofil
dan hidrofobnya.

3. Sfat pelarut organik satu dengan yang lainnya juga sama ada yang larut dan tidak. Rata-rata saat
dilarutkan dengan sesama pelarut organik semuanya larut kecuali klorofoam dengan n-heksana
tdak larut, lalu n-heksana dengan benzene tidak larut, n-heksana dengan toluene tidak larut.

18
Kelompok : 5
Kelas : 1A D4 TKI
Nama : Indira Inastiti Noor (1741420088)

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas tentang kelarutan pelarut organik dalam
air dan pelarut organik terhadap pelarut organik lainnya. Pada percobaan kali ini kita
menggunakan berbagai macam jenis pelarut yaitu: air, benzena, toluena, n-heksan, sikloheksan,
aseton, klorofoam, isopropil alkohol. Semua pelarut organik dan air di uji coba satu persatu lalu
damati apakah bisa larut atau tidak. Pertama kita melarutkan air dengan bahan pelarut organk.
Pada tetes pertama, semuanya larut kecuali klorofoam yang dari tetes pertama sudah tidak larut
dengan air. Sedangkan pada tetes akhir, aseton, isopropl alkohol, toluene mengalami kelarutan.
Sedangkan klorofoam, sikloheksana, toluena dan benzene tidak larut. Pengaruh larut atau
tidaknya pelarut organik dalam air dipengaruhi oleh faktor ada atau tidaknya bagian molekul
organik yang dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air, yang lebih dikenal dengan bagian
hidrofil dan kerangka hidrokarbon yang merupakan penyebab ketidak larutan atau lebih dikenal
sebagai bagian hidrofob. Kedua faktor itu bersaing untuk menentukan kelarutan pelarut organk
di dalam air. Oleh sebab itu, maka ada pelarut yang larut dalam air dan ada yang tidak larut dalam
air.

lalu pelarut organik dilarutkan dengan pelarut organik yang lain. Rata-rata saat dilarutkan dengan
sesama pelarut organik semuanya larut kecuali klorofoam dengan n-heksana tdak larut, lalu n-
heksana dengan benzene tidak larut, n-heksana dengan toluene tidak larut. Larut atau tidaknya
pelarut organik di pengaruhi oleh beberapa faktor yatu oleh kesamaan gugus fungsnya. Sesama
hidroksida bisa larut. Pelarut hdrokarbon dapat larut. Pelarut hidrokarbon dapat melarutkan
pelarut organik yang kerangka hidrokarbonnya cukup dominan.

Kesimpulan

- Kelarutan senyawa organik sangat dipengaruhi oleh polar-tidaknya senyawa organik tersebut

- Viskositas tidak berpengaruh terhadap kelarutan senyawa organik, melainkan kepolaran senyawa
dan struktur senyawa itu sendiri

19
Daftar Pustaka

Amanatie.2015. BUKU PEGANGAN MAHASISWA KIMIA ORGANIK II. Universitas Negeri


Yogyakarta : Yogyakarta
Alex.2012. MSDS Senyawa Organik. https://alexschemistry.blogspot.co.id/2012/09/msds-
benzena-toluena-metanol-dsb.html?q=msds. Diakses 26 Maret 2018
Fitri. 2014. Sifat Kepolaran senyawa organik. http://17fitri92.blogspot.co.id/2014/09/kolom-
berisi-silica.html. Diakses 25 Maret 2018
Tim Kimia Organik.2018. Modul Praktikum Kimia Organik. Jurusan Teknik Kimia Politeknik
Negeri Malang: Malang

20