Anda di halaman 1dari 4

1. Rencana penjualan barang A selama 7 bulan pertama, tahun 1985 untuk PT.

HARHO adalah
sebagai berikut:
Januari 2.400 buah; Pebruari 2.600 buah; Maret 2.600 buah; April 2.800 buah; Mei 2.400
buah; Juni 2.500 buah; dan Juli 3.000 buah.
Distribusi penjualan: Jawa Barat 60%, Jawa Timur 40%.
Persediaan akhir bulanan dikehendaki paling tidak 40% dari taksiran penjualan bulan
berikutnya.
Persediaan barang jadi pada 1 Januari 1985 adalah: 1.060 buah.
Kebutuhan bahan mentah untuk membuat satu buah A adalah sebagai berikut:
Bahan mentah X = 5 buah; bahan mentah Y = 3 buah dan bahan mentah Z = 4 buah.
Harga bahan mentah per 1 Januari 1985:
Bahan mentah X = 61.000 buah; bahan mentah Y = 70.000 buah; bahan mentah Z = 77.000
buah.
Persediaan bahan mentah pada akhir bulan:

X Y Z

Januari 60.000 buah 75.000 buah 95.000 buah

Pebruari 60.000 69.000 100.000

Maret 62.000 74.000 96.000

April 65.000 77.000 95.000

Mei 64.000 70.000 90.000

Juni 63.000 71.000 90.000

DIMINTA:
a. Anggaran penjualan barang secara terperinci menurut daerah dan bukan (mulai Januari
sampai Juli).
b. Anggaran produksi barang A selama Januari sampai Juni.
c. Anggaran kebutuhan bahan mentah X mulai Januari sampai Juni.
d. Anggaran pembelian bahan mentah X mulai Januari sampai Juni.
2. PT. A sedang merencanakan kegiatan operasinya untuk semester II tahun 1985. Data yang
telah tersedia:
a. Rencana penjualan:

Daerah 1 Daerah 2

Juli 60.000 buah 80.000 buah

Agustus 66.000 90.000

September 70.000 92.000

Oktober 50.000 70.000

Nopember 51.000 72.000

Desember 45.000 45.000

Januari 1986 60.000 90.000

b. Kebutuhan bahan mentah per satu buah barang jadi adalah sebagai berikut:
Bahan mentah 1 2 buah â Rp. 10 per buah

Bahan mentah 2 3 buah â Rp. 15 per buah

Bahan mentah 3 4 buah â Rp. 20 per buah

c. Jumlah persedian barang jadi pada awal semester II tahun 1985 adalag 80.000 buah
sedang persediaan barang jadi pada akhir semester II tahun 1985 diingini berjumlah
75.000 buah.
d. Jumlah persediaan bahan mentah pada awal bulan ditentukan harus berjumlah 50% dari
penggunaan bahan mentah untuk bulan yang bersangkutan, sedangkan untuk barang jadi
persediaan pada awal bulan juga ditentukan harus berjumlah 50% dari rencana penjualan
bulan yang bersangkutan. Persediaan bahan mentah per 30 Juni 1985 = 125.000 buah
sedang persediaan per 30 Desember 1985 diingini berjumlah 100.000 buah.

DIMINTA:

a. Menentukan jumlah yang harus diproduksi untuk bulan Juli sampai Desember 1985.
b. Menyusun skedul produksi terperinci menurut bulan.
c. Menyusun anggaran kebutuhan bahan mentah 1 terperinci menurut bulan.
d. Menyusun anggaran pembelian bahan mentah 1 terperinci menurut bulan.
3. CV JOKO LODANG memproduksi dan menjual produk A. Rencana penjualan tahun 1985
diperkirakan 750.000 unit. Produk dijual di dua daerah yakni Surabaya dan Jakarta dengan
perbandingan penjualan 30% : 70%. Harga jual di dua daerah tersebut sama besarnya, yakni
Rp 100,- per unit. Pola penjualan berdasarkan pengalaman massa lalu tampak sebagai berikut:

Januari 5% Triwulan I 20%

Pebruari 10% Triwulan II 25%

Maret 15% Triwulan III 25%

Tingkat persediaan produk jadi:


Awal tahun = 100.000 unit
Akhir tahun = 50.000 unit
Perusahaan lebih mengutamakan stabilitas tingkat persediaan produk jadi. Setiap unit produk
jadi yang dihasilkan memerlukan bahan baku B sebanyak 2 Kg dan bahan baku C sebanyak 4
liter.
Atas dasar data tersebut diatas saudara diminta:
1) Menyusun anggaran penjualan
2) Menyusun anggaran produksi
3) Menyusun anggaran kebutuhan bahan bak

4. CV SERULING BAMBU menyajikan data sehubungan dengan kegiatan usahanya untuk


tahun anggaran 1985 sebagai berikut:
 Anggaran penjualan:

Januari 9.900 unit Triwulan II 30.300

Pebruari 12.200 unit Triwulan III 35.500

Maret 15.500 unit Triwulan IV 37.700

 Tingkat persediaan produk jadi:


Awal tahun 11.200 unit

Akhir tahun 11.100 unit

Jenis bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan produk jadi adalah Bahan Baku X, Y, Z
dengan tingkat pemakaian masing-masing 3Kg, 2Kg, dan 1Kg untuk setiap satu unit produk
jadi yang diproduksi. Sedang harga beli bahan baku per Kg berturut-turut: Rp. 50,-; Rp. 75,-;
dan Rp. 100,-.
Atas dasar data tersebut diatas saudara diminta:
(1) Menyusun anggaran produksi
(2) Menyusun anggaran kebutuhan bahan baku
(3) Menyusun anggaran pembelian bahan baku, khusus bahan baku Y jika diketahui:
Persediaan awal tahun bahan baku Y = 5.000 Kg.
Persediaan akhir:

Januari 1.500 Kg Triwulan II 4.500 Kg

Pebruari 1.500 Kg Triwulan III 7.000 Kg

Maret 1.500 Kg Triwulan IV 9.000 Kg