Anda di halaman 1dari 29

GOLONGAN-2

BERILIUM, MAGNESIUM, DAN LOGAM ALKALI TANAH

Unsur-unsur berilium, magnesium dan alkali tanah (kalsium, stronsium, barium,


dan radium) sebagai satu grup (golongan) merupakan logam-logan yang sangat aktif,
dengan tingkat elektronegativitas yang makin bertambah kecil sejajar dengan
bertambahnya nomor atom. Unsur-unsur logam pada golongan ini sering disebut sebagai
unsur golongan II-A atau unsur golongan 2.

3.1 Kecenderungan Sifat Fisika dan Kimia Unsur-unsur Logam Alkali


Logam alkali tanah, kalsium, stronsium, barium dan radium membentuk satu seri
unsur dan persenyawaan yang memiliki persamaan sifat. Magnesium agak berbeda dari
unsur-unsur berikutnya, dan menunjukkan persamaan sifat dengan unsur seng. Berilium
sangat jelas berbeda dari magnesium dan bahkan terhadap unsur-unsur logam golongan 2
yang lain. Berilium memiliki sifat yang lebih dekat kepada unsur logam aluminium.

Gambar 3.1 Logam alkali tanah

Berilium ditemukan oleh Louis-Nicolas Vauquelin pada tahun 1798 dan dapat diisolasi
oleh Friedrich Wöhler dan Antoine-Alexandre-Brutus Bussy pada tahun 1828.
Magnesium ditemukan oleh Joseph Black pada tahun 1755 dan diisolasi oleh
Humphry Davy pada tahun 1808, sedangkan bentuk murninya diisolasi oleh Antoine-
Alexandre-Brutus Bussy tahun 1828.
Kalsium, stronsium dan barium telah dapat diisolasi oleh Humphry Davy pada
tahun 1808, dengan menggunakan cara elektrolisis.
Radium dapat diisolasi oleh Marie Curie pada tahun 1898 dari bijih pitch-blende,
suatu mineral uranium yang menunjukkan reaktivitas yang sangat tinggi.
3.1.1 Sifat Fisika Unsur Logam Golongan 2
Kecuali dari berilium, semua berwarna putih, mudah dipotong dan nampak
mengkilat bila dipotong serta akan cepat menjadi buram bila dibiarkan di udara.
Berilium berwarna abu-abu dan keras. Barium seringkali disimpan dalam minyak
karena dalam keadaan serbuk yang halus secara spontan dapat terbakar. Titik lebur dan
titik didih tidak menunjukkan keteraturan yang baik. Data sifat fisika yang lain
diberikan dalam Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Data Sifat Fisika Grup IIA

Be Mg Ca Sr Ba Ra
Nomor atom 4 12 20 38 56 88
Elektron terluar 2s2 3s2 4s2 5s2 6s2 7s2
Berat atom 9,012 24,305 40,08 87,62 137,34 226
Jari-jari atom (Å) 1,12 1,60 1,97 2,15 2,22 2,20
Jari-jari ion, M2+ (Å) 0,59 0,85 1,14 1,32 1,49 -
Volume atom, mL mol-1 4,85 14,00 26,08 34,01 38,26
Potensial elektrode standar, volt -1,85 -2,37 -2,87 -2,89 -2,90 -2,92
Titik didih, oC 2484 1105 1484 1384 1640 1140
Titik lebur, oC 1283 649 839 770 725 700
Elektronegativitas 1,5 1,2 1,0 1,0 1,0 1,0
Kerapatan, 20oC, g mL-1 1,85 1,74 1,55 2,60 3,51 5
Kelimpahan, % berat 0,066 2,1 3,63 0,042 0,039
Energi ionisasi (kJ/mol)
M(g) → M+(g) + e 899 738 599 550 503 509
M (g) → M (g) + e
+ 2+
1757 1451 1145 1064 965 979

Logam-logam golongan 2 ini karena keaktifannya yang sangat tinggi selalu


didapat di alam sebagai persenyawaan. Kalsium merupakan unsur dengan kelimpahan
terbanyak setelah aluminium dan besi dalam kerak bumi, didapatkan sebagai senyawa
karbonat atau sulfat. Stronsium dan barium terdapat dalam mineral tertentu dengan
jumlah yang sangat sedikit. Berilium didapat sebagai mineral kompleks silikat.
Magnesium selain diperoleh sebagai karbonat dan sulfat juga didapat sebagai senyawa

2
klorida. Semua unsur logam alkali tanah dapat diperoleh dengan menggunakan proses
elektrolisis leburan senyawa kloridanya.

3.1.2 Sifat Kimia Unsur Logam Golongan 2


(1) Reaksi unsur-unsur dengan udara
Dalam udara, berilium dan magnesium mengalami oksidasi permukaan,
sedangkan logam yang lain reaksi oksidasinya berjalan lebih lanjut, bukan hanya pada
permukaannya saja. Jika logam-logam ini dibakar akan dapat menghasilkan senyawa
oksida dan nitrida.

(2) Reaksi unsur-unsur dengan air


Reaktivitas terhadap air berbeda-beda. Berilium bereaksi dengan air pada keadaan
panas pijar dan air sendiri dalam bentuk uap. Magnesium bereaksi dengan air dingin
secara perlahan, makin cepat bila makin panas, dan terbakar dalam uap air. Logam-logam
yang lain bereaksi sangat cepat dengan air dingin, membebaskan banyak panas.

M + 2H2O  M(OH)2 + H2

(3) Reaksi unsur-unsur dengan asam


Asam klorida dan asam sulfat encer bereaksi dengan unsur logam golongan 2
menghasilkan garam dan gas hidrogen,

Mg (s) + 2HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2 (g)

Ca (s) + H2SO4 (encer)  CaSO4 (aq) + H2 (g)

Dalam keadaan yang pekat, asam klorida bereaksi seperti yang encer hanya lebih kuat,
sedangkan bagi asam sulfat pekat dihasilkan garam, gas belerang dioksida, dan air,

Mg (s) + 2H2SO4 (pekat)  MgSO4 (aq) + SO2 (g) + 2H2O (l)

Dengan asam nitrat encer, logam alkali tanah (kalsium, stronsium, dan barium) bereaksi
secara cepat, menghasilkan garam nitrat, nitrogen monoksida, dan air.

3Ca (s) + 8HNO3 (encer)  3Ca(NO3)2 (aq) + 2NO (g) + 4H2O (l)

sedangkan berilium bereaksi secara lambat dengan asam nitrat encer. Untuk logam
magnesium bereaksi dengan asam nitrat encer menghasilkan garam nitrat dan amonium
nitrat, serta air.

4Mg (s) + 10HNO3 (encer)  4Mg(NO3)2 (aq) + NH4NO3 (aq) + 3H2O (l)

3
Dengan asam nitrat yang pekat, unsur-unsur logam golongan 2 akan dapat bereaksi
menghasilkan garam nitrat, nitrogen dioksida, dan air,

M (s) + 4HNO3 (pekat)  M(NO3)2 (aq) + 2NO2 (aq) + 2H2O (l)

(4) Reaksi unsur-unsur dengan alkali


Logam-logam golongan 2 tidak bereaksi dengan alkali (misalnya NaOH) baik
dalam keadaan yang pekat maupun dalam keadaan lebur, kecuali logam berilium,

Be (s) + 2NaOH (aq)  Na2BeO2 (aq) + H2 (g)

(5) Reaksi dengan unsur-unsur yang lain.


Unsur-unsur golongan 2 dapat bereaksi dengan unsur bukan logam dalam
keadaan panas. Dengan hidrogen (kecuali berilium) menghasilkan hidrida, dengan
halogen menghasilkan halida dan dengan belerang menghasilkan sulfida. Dengan
nitrogen perlu suhu yang lebih tinggi lagi agar diperoleh senyawa nitrida, tetapi dengan
posfor dapat berjalan seperti dengan unsur-unsur yang lain.

3.2 Persenyawaan Unsur Logam Alkali Tanah


Berilium sebagai salah satu unsur logam alkali tanah mempunyai sifat-sifat yang
banyak berbeda dari logam alkali tanah yang lain. Berilium dapat membentuk senyawa
ionik maupun yang kovalen, sedangkan yang lain hanya membentuk persenyawaan ionik.

3.2.1 Hidrida
Kecuali dari berilium, hidrida-hidrida logam alkali tanah dapat diperoleh dengan
cara memanaskan secara langsung unsur-unsur pembentuknya, misalnya:

Mg (s) + H2 (g)  MgH2 (s)

Ca (s) + H2 (g)  CaH2 (s)

Hidrida ini merupakan persenyawaan ion, bila bereaksi dengan air akan menghasilkan
senyawa hidroksida dan gas hidrogen,

CaH2 (s) + 2 H2O (l)  Ca(OH)2 (aq) + H2 (g)

Berilium hidrida dapat diperoleh dengan cara mereduksi berilium klorida dengan
menggunakan reduktor litium aluminium hidrida. Berilium hidrida merupakan
persenyawaan kovalen.

2BeCl2 (s) + LiAlH4 (s)  LiCl (aq) + AlCl3 (s) + 2BeH2 (s)

3.2.2 Oksida
4
Semuanya dapat dibuat dengan memanaskan logam dalam oksigen, atau
memanaskan hidroksida, karbonat maupun nitratnya,

Mg(OH)2 (s)  MgO (s) + H2O (l)


CaCO3 (s)  CaO (s) + CO2 (g)

2Ba(NO3)2 (s)  2BaO (s) + 4NO2 (g) + O2 (g)

Kecuali BeO, semua oksida logam alkali tanah bersifat basa kuat, larut sedikit dalam air
dan makin besar kelarutannya sejajar dengan nomor atom logam yang juga semakin
besar. Berilium oksida,BeO bersifat ampoter.

Tabel 3.2. Oksida Logam Alkali Tanah

Be Mg Ca Sr Ba
Monoksida BeO MgO CaO SrO BaO
Peroksida MgO + MgO2 CaO2 SrO2 BaO2**
Jenis Kovalen Zat padat berwarna putih, ionik

** Hasil yang biasa didapatkan pada pemanasan dalam gas oksigen.

Pada pemanasan logam-logam dengan oksigen, dihasilkan monoksida. Pada


pemanasan lanjut (dilakukan pada tekanan biasa) akan dihasilkan senyawa peroksida
hanya bagi barium. Peroksida logam yang lain diperoleh dari netralisasi hidrogen
peroksida dengan senyawa hidroksida logam alkali tanah yang bersesuaian, atau dari
natrium peroksida dengan suatu larutan garam yang dipilih. Oktahidrat akan didapat bagi
kalsium, stronsium dan barium.

H2O2 (aq) + Ca(OH)2 (aq)  CaO2 (s) + 2H2O (l)

CaO2 (s) + 8H2O (l)  CaO2.8H2O (s)

Bagi berilium, tidak dikenal adanya peroksida.

3.2.3 Hidroksida
Magnesium dan alkali tanah hidroksida merupakan zat padat putih dan bersifat
basa kuat. Sedikit larut dalam air, dan makin besar kelarutannya bersamaan dengan
nomor atom logam yang bertambah. Tidak mudah diuraikan oleh pemanasan, dan barium
hidroksida adalah senyawa yang paling sukar diuraikan,

5
Ba(OH)2 (s) 
 BaO (s) + H2O (l) (sukar diuraikan)

Senyawa hidroksida dari logam alkali tanah dapat diperoleh dengan cara mencampur
senyawa oksida dengan air, meskipun hanya memperoleh sedikit senyawa magnesium
hidroksida, sedangkan dalam industri digunakan cara lain yang sesuai, misalnya dengan
reaksi pengendapan.

MgO (s) + H2O (l)  Mg(OH)2 (aq)

CaCl2 (aq) + 2NaOH (aq)  2NaCl (aq) + Ca(OH)2 (aq)

Berilium hidroksida dapat diperoleh dengan cara pengendapan seperti di atas, dan
senyawa berilium hidroksida yang diperoleh merupakan basa ampoter.

3.2.4 Karbida
Karbida dapat diperoleh dengan memanaskan campuran karbon dengan oksida
logam alkali tanah dalam tungku api,

CaO (s) + 3C (s)  CaC2 (s) + CO (g)

Senyawa magnesium karbida lebih baik dibuat dengan cara memanaskan logam
magnesium dalam asetilen,

Mg (s) + C2H2 (g)  MgC2 (s) + H2 (g)

Karbida ini merupakan persenyawaan ion, yang bila direaksikan dengan air dapat
menghasilkan gas asetilen,

MgC2 (s) + 2H2O (l)  Mg(OH)2 (s) + C2H2 (g)

Berilium karbida, Be2C, dengan air memberikan menghasilkan gas metana,

Be2C (s) + 2H2O (l)  2BeO (s) + CH4 (g)

3.2.5 Nitrida
Diperoleh dengan memanaskan logam dalam nitrogen. Nitrida ini merupakan
persenyawaan ion yang jika direaksikan dengan air akan dapat menghasilkan gas
amoniak.

3Mg (s) + N2 (g)  Mg3N2 (s)

Mg3N2 (s) + 6H2O (l)  3Mg(OH)2 (s) + 2NH3 (g)

6
Unsur-unsur golongan 5 yang lain bertindak serupa dengan nitrogen, misalnya untuk
posfor:

3Ca (s) + 2P (s)  Ca3P2 (s)

Ca3P2 (s) + 6H2O (l)  3Ca(OH)2 (aq) + 2PH3 (g)

3.2.6 Sulfida
Senyawa sulfida logam alkali tanah dapat diperoleh dengan cara memanaskan
secara langsung unsur-unsurnya dengan belerang. Cara lain adalah dengan mereduksi
senyawa sulfat logam alkali tanah dengan karbon,

Mg (s) + S (s)  MgS (s)

BaSO4 (s) + 4C (s)  BaS (s) + 4CO (g)

Senyawa sulfida ini dapat diuraikan oleh air menjadi senyawa hidroksida dan
hidrogensulfida, tetapi untuk MgS hanya akan menghasilkan sedikit saja hidrogen sulfida

2CaS (s) + 2H2O (l)  Ca(OH)2 (aq) + Ca(HS)2 (aq)

MgS (s) + 2H2O (l)  Mg(OH)2 (s) + H2S (g)

BeS lebih kovalen dari sulfida-sulfida yang lain, bila bereaksi dengan air secara perlahan
akan menghasilkan senyawa hidrogen sulfida, seperti pada MgS.

Unsur-unsur Grup 6 yang lain, yaitu selenium dan telurium bereaksi serupa
dengan belerang.

3.2.7 Halida
Senyawa halida logam alkali tanah dapat terbentuk dengan cara reaksi langsung
unsur-unsur pembentuknya, misalnya:

Mg (s) + Cl2 (g)  MgCl2 (s)

Ca (s) + Cl2 (g)  CaCl2 (s)

Senyawa halida ini berupa zat padat berwarna putih yang dapat larut dalam air. Fluorida
yang paling sukar larut, kelarutannya bertambah kecil sejajar dengan nomor atom logam
yang semakin bertambah bertambah. Khusus bagi magnesium klorida dalam air akan
terjadi hidrolisis,

MgCl2 (s) + H2O (l)  Mg(OH)2 (s) + HCl (aq)

7
Berilium halida dibuat dengan cara mereduksi BeO dengan karbon di bawah aliran gas
halogen. Berilium halida merupakan persenyawaan kovalen dan akan terurai jika
bereaksi dengan air.

BeO (s) + C (s) + Cl2 (g)  BeCl2 (s) + CO (g)

BeCl2 (s) + H2O (l)  BeO (s) + 2HCl (aq)

3.2.8 Garam oksi


Semua garam oksi logam alkali tanah tidak berwarna, kecuali bila anionnya
berwarna. Senyawa sulfat dari logam alkali tanah sedikit saja larut dalam air, sedangkan
magnesium sulfat dapat larut dengan baik dalam air (MgSO4 35,8 g; CaSO4 0,11 g; SrSO4
0,001 g dan BaSO4 0,000229 dalam 100 g air).
Senyawa karbonat logam alkali tanah sedikit larut alam air, dan dapat membentuk
bikarbonat bila ke dalam larutan dialiri gas karbon dioksida. Stabilitas karbonat-karbonat
ini terhadap pemanasan bertambah bila nomor atom logam bertambah. Berilium karbonat
sangat tidak stabil, didapat dengan mengalirkan karbon dioksida kepada larutan berilium
hidroksida. Senyawa nitratnya dapat larut dalam air dan akan terurai jika dipanaskan
menghasilkan senyawa oksida, nitrogen dioksida dan oksigen.

3.3 Berilium
3.3.1 Terdapatnya di Alam dan Cara Pembuatan Berilium
Berilium di alam ditemukan sebagai mineral beril. Mineral beril adalah
aluminium berilium siklosilikat dengan rumus kimia Be3Al2(SiO3)6. Mineral beril murni
tidak berwarna, tetapi sering diwarnai oleh kotoran, sehingga menjai berwarna, misalnya
ada yang berwarna hijau, biru, kuning, merah, dan ada juga yang putih. Berilium sudah
lama dikenal dalam batu zamrud (Be3Al2SiO6) yang berwarna biru hijau. Yang berwarna
hijau tua (dengan pengotor kromium dan kadang-kadang vanadium) dinamakan emeral. Banyak
didapat di Brazil, Argentina, Afrika Selatan dan India.

beril emeral zamrud


Gambar 3.4 Mineral beril dalam berbagai variasi warna

8
Berilium dapat diperoleh dengan cara elektrolisis dari berilium fluorida atau
berilium klorida lebur. Mula-mula mineral beril dihancurkan dan dipanaskan bersama
kapur pada suhu 1500oC guna menyingkirkan alumina dan silika yang ada. Dengan
menambah asam sulfat pekat, maka terendaplah silika dan kalsium sulfat. Setelah
endapan dipisahkan, larutan yang diperoleh dijenuhi dengan amonium sulfat, sehingga
pada penghabluran akan diperoleh kristal tawas amonium. Dengan menambah amonium
hidroksida maka berilium hidroksida dapat diendapkan; endapan ini dipisahkan,
dikeringkan pada suhu 100oC. kemudian hidroksida ini direduksi dengan arang dalam
aliran gas klorin, sehingga didapat berilium klorida,
Be(OH)2 (s)  BeO (s) + H2O (l)
BeO (s) + C (s) + Cl2 (g)  BeCl2 (s) + CO (g)
Guna menurunkan titik lebur klorida ini, dipakai fluks garam biasa, dan ini dapat
dilakukan pada suhu 350oC dalam sel dari nikel.

3.3.2 Sifat-sifat Berilium


Berilium merupakan logam yang berwarna putih yang keras, penghantar panas
dan listrik yang baik. Titik didih lebih dari unsur lain dalam grup ini menunjukkan ikatan
diantara atom-atomnya yang sangat kuat. Jari-jari ionnya kecil dan ini memberikan
kemampuan yang besar untuk mempolarisasi anion, dan ikatan ion berilium akan
memberikan bagian kovalensi yang tinggi.

3.3.3 Kegunaan Berilium


Berilium banyak dipergunakan sebagai bahan pembuatan aliasi, seperti aliasi
berilium-tembaga. Berilium yang murni sebenarnya belum lama diusahakan, dan ini
diperlukan secara khusus dalam reaktor atom, jendela sinar-X dan pada peluru kendali
kecepatan tinggi. Pesawat Mc Donnell douglas F-4 Phantom merupakan pesawat udara
pertama yang menggunakan komponen dari berilium. Namun begitu, penanganan atau
alat-alat yang menggunakan berilium ini harus cermat, karena berilium bersifat racun.

Gambar 3.6 Tabung sinar-X (kiri) dan jendela


sinar-X, yang terbuat dari logam berilium
(kanan)

9
Gambar 3.7 Aliasi baja berilium, banyak
digunakan dalam konstruksi bangunan

3.4. Magnesium
3.4.1 Terdapatnya di alam
Magnesium diperoleh di kerak bumi sebagai mineral karnalit, KCl.MgCl 2.6H2O,
kiserit, MgSO4.H2O (Stassfurt), kainit, KCl.MgSO4.3H2O, dolomit, MgCO3.CaCO3 dan
magnesit, MgCO3. Kiserit banyak terdapat di Amerika Utara, Eropa, India dan Uni
Soviet. Di Kanada diperoleh brusit, MgCO3.H2O. Di Inggris terkenal dengan garam
Epsomnya, MgSO4.7H2O.

dolomit dan magnesit dolomit dengan kalkopirit dolomit

Brusit, dengan formula Mg(OH)2 Garam epsom, dengan formula MgSO4.7H2O


Gambar 3.6 Berbagai mineral yang mengandung magnesium

Selain dalam kerak bumi, persenyawaan magnesium juga banyak diketemukan


dalam air laut (mengandung sekitar 0,13% berat garam magnesium). Di samping itu
magnesium didapat pula dalam hijau daun.

Gambar 3.7 Hijau daun mengandung magnesium


3.4.2 Cara Pembuatan Magnesium

10
Logam magnesium dapat diperoleh dengan menggunakan cara elektrolisis klorida
lebur, MgCl2. Pada awalnya (1886) digunakan elektrolit karnalit, tetapi kemudian
ternyata cara ini kurang efisien karena adanya kelompok hidroksida dalam garam basa.
Ini menyebabkan hidrogen dibebaskan, yang berarti mengurangi jumlah magnesium yang
terbebas, sedang pada anoda oksigen terbebas. Setelah dilakukan penelitian, maka pada
masa sekarang karnalit diganti dengan magnesium klorida sintesis yang diperoleh dari
proses elektron atau proses Dow, namun begitu sumber utama yang murah adalah tetap
air laut.
Elektrolisis dikerjakan dalam sebuah sel yang dilengkapi dengan anoda karbon
dan katoda baja (Gambar 4.1.). Sel ini sendiri dibuat dari baja yang dilapis dengan batu
tahan api, sedangkan ruang anoda dipisahkan dari ruang katoda dengan sebuah penyekat
dari tembikar. Suhu elektrolit antara 670 – 730oC dan leburan elektrolit mengandung
NaCl (50 – 60%) dan kalsium klorida (15%) sebagai fluks, di samping juga ikut
menaikkan kepekatan.
Magnesium terbentuk pada katoda baja, dan karena ringannya mengapung pada
permukaan leburan dan dilindungi dengan udara gas arang guna mencegah oksidasi.
Pada produksi dengan reduksi kimiawi, meskipun magnesium oksida itu sangat
stabil, tetapi telah pula diketemukan satu cara untuk mereduksi magnesium oksida. Di
sini diperlukan suhu yang sangat tinggi, dan cara ini mempunyai kekurangan karena tidak
dapat dilakukan secara kontinu.

Gambar 3.1 Skema industri pembuatan logam magnesium dari bahan dasar air laut

11
Gambar 3.2 Bagan sel untuk mengelektrolisis MgCl2 cair.
Logam magnesium terbentuk pada katoda baja
dan naik ke atas, sedangkan gas klorin terbentuk
di sekitar anoda grafit

MgCO3  MgO + CO2


MgO + C  Mg + CO
Reaksi ini dilakukan pada suhu sekitar 2000oC dalam tungku listrik, dan mendinginkan
hasil dengan gas hidrogen atau gas alam kepada suhu 200 oC. Pendinginan ini akan
menghindarkan reduksi karbon monoksida oleh magnesium. Dalam bentuk serbuk logam
didestilasikan kembali pada suhu 800oC sehingga akan diperoleh kristal logam yang
halus.

4.1. Sifat-sifat Magnesium


a. Sifat Fisika
Sifat fisika secara umum telah diberikan dalam Tabel 3.1. Logam putih yang
ringan ini dapat ditempa pada waktu panas; ia merupakan penghantar panas dan listrik
yang baik. Dalam laboratorium sering tersedia sebagai bentuk kawat atau pelat dengan
warna abu-abu.

b. Sifat Kimia
(1) Reaksi logam magnesium dengan udara
Udara yang kering dan suhu yang rendah tidak berpengaruh terhadap magnesium.
Pada suhu yang tinggi terjadi oksidasi bahkan dapat terjadi pembakaran yang
menghasilkan magnesium oksida dan sedikit nitrida. Dalam udara yang lembab, secara
perlahan dapat terjadi oksidasi. Dalam oksigen murni terbakar dengan nyala yang putih
terang, sangat menyilaukan.

12
Gambar 3.8 Magnesium terbakar di udara menghasilkan cahaya yang sangat terang

(2) Reaksi logam magnesium dengan air


Air yang dingin hanya sedikit saja mempengaruhi magnesium, bereaksi
menghasilkan magnesium oksida dan hidrogen. Reaksi ini menjadi makin cepat bila air
menjadi makin panas, bahkan dapat terbakar dalam uap air,
Mg (s) + H2O (l)  MgO (s) + H2 (g)

(3) Reaksi logam magnesium dengan asam


Asam klorida dan asam sulfat yang encer dapat bereaksi dengan magnesium
menghasilkan garam dan gas hidrogen,
Mg (s) + 2HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2 (g)
Mg (s) + H2SO4 (aq)  MgSO4 (aq) + H2 (g)
Sedang dalam asam sulfat pekat akan menghasilkan garam sulfat, belerang dioksida dan
air; asam klorida pekat bereaksi seperti yang encer, hanya lebih kuat.
Mg (s) + 2H2SO4 (pekat)  MgSO4 (aq) + SO2 (g) + 2H2O (l)
Asam nitrat yang sangat encer bertindak seperti asam klorida agak pekat (50%)
bereaksi menghasilkan garam nitrat, amonium nitrat dan air,
4Mg (s) + 10HNO3 (aq)  4Mg(NO3)2 (aq) + NH4NO3 (aq) + 3H2O (l)
Amonium nitrat sendiri dapat terurai menjadi dinitrogen monoksida, (N2O) dan air
karena itu reaksinya menjadi lebih rumit. Asam yang pekat bereaksi menurut persamaan:
Mg (s) + 4HNO3 (aq)  Mg(NO3)2 (aq) + 2NO2 (g) + 2H2O (l)

(4) Reaksi logam magnesium dengan larutan alkali


Larutan alkali, misalnya larutan NaOH tidak bereaksi dengan logam magnesium
baik dalam keadaan pekat maupun dalam keadaan lebur.

(5) Reaksi logam magnesium dengan unsur-unsur yang lain


Magnesium bereaksi dengan unsur-unsur bukan logam dalam keadaan panas
secara langsung: oksigen, belerang, nitrogen, posfor, halogen dan hidrogen.

4.2. Kegunaan Magnesium


Logam magnesium yang murni tidak cukup kuat untuk bahan bangunan dan
karena itu dipakai secara luas sebagai aliasi yang ringan. Aliasi merupakan zat dengan
sifat-sifat fisika yang terjadi dari suatu logam oleh penambahan unsur lain, biasanya juga
logam tetapi kadangkala metalloid atau bahkan bukan logam. Aliasi logam magnesium
13
dapat dibuat dengan menambahkan aluminium, mangan, seng, sirkonium atau dengan
tembaga. Aliasi terkenal seperti magnalium (95% Al dan 5% Mg), duralmin (95% Al,
0,5% Mg, 4% Cu dan 0,5% Mn) dan logam Y (90% Al, sisanya Mg, Cu, dan Ni).
Magnesium sangat reaktif, ia berada pada tempat yang tinggi dalam seri
elektrokimia. Karena sifat ini, magnesium dipergunakan sebagai pelindung katodik
terhadap logam lain dalam bangunan dari besi-baja; pipa-pipa air dari besi, dan dasar
kapal. Digunakan pula sebagai reduktor pada pembuatan titanium, dan dalam pembuatan
lampu kilat.

PERSENYAWAAN-PERSENYAWAAN MAGNESIUM

Magnesium hanya membentuk satu seri persenyawaan dengan bilangan oksidasi


+2. Persenyawaannya bersifat ionik, tidak berwarna kecuali anion yang terikat itu
berwarna.

4.3. Magnesium Hidrida


Senyawa ini dapat diperoleh dengan cara mengalirkan gas hidrogen kering ke atas
logam magnesium yang dipanaskan hingga merah pijar (400oC). Magnesium hidrida
merupakan zat padat berwarna putih, bersifat ion dan stabil terhadap panas, serta dapat
diuraikan oleh air menghasilkan senyawa hidroksida dan gas hidrogen,
MgH2 (s) + 2H2O (l)  Mg(OH)2 (aq) + H2 (g)
Magnesium hidrida dipergunakan sebagai reduktor.

4.4. Magnesium Oksida


Senyawa ini dikenal sebagai magnesia, dapat disediakan baik dengan membakar
logam di udara (oksigen) atau dengan memanaskan senyawa hidroksida, karbonat
maupun nitrat,
MgCO3 (s)  MgO (s) + CO2 (g)
Mg(NO3)2 (s)  MgO (s) + 2NO2 (g) + ½ O2 (g)
Magnesium oksida merupakan zat padat berwarna putih, sedikit larut dalam air
memberikan larutan bersifat basa, karena larutan ini mengandung magnesium hidroksida.
Magnesium oksida itu sendiri bersifat basa kuat, dan karena itu bereaksi dengan asam-
asam untuk membentuk garam,
MgO (s) + H2O (l)  Mg(OH)2 (aq)
MgO (s) + 2HCl (aq)  MgCl2 (aq) + H2O (l)
Magnesium oksida dapat bereaksi dengan karbon dioksida yang ada di udara udara
membentuk magnesium karbonat,
MgO (s) + CO2 (g)  MgCO3 (s)

14
Titik lebur magnesium oksida sangat tinggi, 2800oC dan oleh sebab itu magnesia
dipergunakan sebagai bahan pembuatan batu tahan api dan sebagai pelapis dinding
tungku api. Di samping itu karena sifatnya yang basa, dipakai juga dalam kesehatan.
4.5. Magnesium Hidroksida
Magnesium hidroksida merupakan zat padat berwarna putih yang sedikit larut
dalam air. Senyawa ini dapat diperoleh dengan pengendapan larutan garam magnesium
oleh larutan alkali,
Mg2+ (aq) + 2OH- (aq)  Mg(OH)2 (s)
Bila pengendapan mempergunakan amonium hidroksida, maka endapan ini dapat
dicegah dengan cara menambah amonium klorida, atau garam amonium pada umumnya,
hal ini disebabkan terjadinya kompleks dari magnesium, MgCl42-.
Magnesium hidroksida bersifat basa kuat, sukar diuraikan oleh panas dan baru
akan mulai terurai pada suhu di atas 300oC,
Mg(OH)2 (s)  MgO (s) + H2O (l)
4.6. Magnesium Karbonat
Didapat di alam sebagai mineral magnesit. Karena tidak begitu larut, maka dapat
dibuat dengan cara pengendapan dari suatu larutan garam magnesium dengan larutan
natrium bikarbonat,
Mg2+ (aq) + 2HCO3- (aq)  MgCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)
Dalam cara ini tidak dipergunakan karbonat normal karena akan terjadi endapan garam
basa, MgCO3.Mg(OH)2.
Magnesium karbonat bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan gas karbon
dioksida,
MgCO3 (s) + 2H+ (aq)  Mg2+ (aq) + H2O (l) + CO2 (g)
Magnesium karbonat juga diuraikan oleh panas, bahkan lebih mudah dari karbonat
logam alkali tanah yang lain.
Amonium karbonat tidak akan memberikan endapan pada larutan campuran
magnesium klorida dan amonium klorida karena terbentuknya kompleks, MgCl4=.

4.7. Magnesium Karbida


Senyawa ini dapat diperoleh dengan cara memanaskan logam magnesium dalam
asetilen. Magnesium karbida yang diperoleh jika direaksikan dengan air akan diuraikan
dan diperoleh kembali asetilen;
Mg (s) + C2H2 (g)  MgC2 (s) + H2 (g)
MgC2 (s) + 2H2O (l)  Mg(OH)2 (aq) + C2H2 (g)
Dengan bromin akan terbentuk heksabromoetan,
MgC2 (s) + 4Br2 (g)  MgBr2 (s) + C2Br6 (g)
Di samping magnesium karbida, didapat juga dimagnesium trikarbida, yang dapat
beraksi dengan air menghasilkan propina,
Mg2C3 (s) + H2O (l)  3Mg(OH)2 (s) + C3H4 (g)

4.8. Magnesium Nitrat

15
Magnesium nitrat merupakan zat padat tidak berwarna dan sangat larut dalam air.
Dapat diperoleh dengan cara mereaksikan logam, oksida, hidroksida atau karbonat
dengan asam nitrat encer. Penguapan dan penghabluran dari larutan yang didapat dari
reaksi ini akan menghasilkan senyawa magnesium nitrat heksahidrat, Mg(NO3)2.6H2O.
Jika senyawa ini dipanaskan akan dihasilkan oksida, nitrogen dioksida dan oksigen.

4.9. Magnesium Fosfat


Magnesium fosfat dapat diperoleh dengan cara memanaskan endapan magnesium
monohidrofosfat yang diperoleh dari reaksi antara larutan natrium monohidrofosfat
dengan larutan magnesium klorida,
Mg2+ (aq) + HPO42- (aq)  MgHPO4 (s)
4MgHPO4 (s)  Mg3(PO4)2 (s) + Mg(H2PO4)2
Bilamana larutan magnesium klorida ini mengandung amonium klorida dan
ammonia, maka endapan yang didapat adalah magnesium amonium fosfat heksahidrat,
MgNH4PO4.6H2O, suatu zat padat hablur berwarna putih. Reaksi ini biasanya
dipergunakan untuk menetapkan adanya ion magnesium dalam analisis kualitatif. Dalam
analisis kuantitatif, reaksi ini juga diperlukan bagi penentuan kadar magnesium. Untuk
maksud ini endapan dipanaskan hingga diperoleh berat tetap dari magnesium difosfat
sebagai hasil penguraian magnesium amonium fosfat heksahidrat:
2MgNH4PO4.6H2O  Mg2P2O7 + 2NH3 + 13H2O

4.10. Magnesium Sulfida


Dibuat dengan mereaksikan langsung unsur-unsur pembentuknya atau dengan
mereduksi senyawa sulfatnya dengan karbon. Magnesium sulfida dapat terurai oleh air
menjadi magnesium hidroksida dan hidrosulfida.

4.11. Magnesium Sulfat


Garam ini diperoleh dalam sumber air di Epsom (1695). Senyawa ini berupa zat
padat hablur tidak berwarna dengan hepta hidrat, MgSO4.7H2O dan dikenal sebagai
garam Epsom. Ia diperoleh juga dalam endapan garam-garam alam di Stassfurt, sebagai
kiserit, kainit dan skonit, K2SO4.MgSO4.6H2O.
Garam Epsom dibuat secara komersial dari magnesit atau dolomit dengan asam
sulfat, ataupun kristalisasi dari sumber-sumber alam.
MgCO3 (s) + H2SO4 (aq)  MgSO4 (s) + H2O (l) + CO2 (g)
MgSO4 (s) + 7H2O (l)  MgSO4.7H2O (s)
Pada pemanasan hingga 250oC garam ini akan kehilangan air hidratnya, dan bila
dipanaskan hingga 600oC akan mulai mengurai,
MgSO4.7H2O 250
o
C
7H2O + MgSO4 600 o
C
MgO + SO3
Magnesium sulfat dipergunakan sebagai obat kuras (urus-urus) dan dalam proses
penyamakan dan industri pewarnaan (pencelupan).

16
4.12. Magnesium Halida
a. Magnesium Fluorida
Magnesium fluorida berupa zat padat yang berwarna putih yang sedikit saja larut
dalam air. Senyawa ini dapat diperoleh dengan cara mencampur larutan garam
magnesium dengan larutan garam fluorida.
Mg2+ (aq) + 2F- (aq)  MgF2 (s)
Cara lain dapat diperoleh dengan cara mengalirkan gas fluorin ke atas logam magnesium
yang dipanaskan.

b. Magnesium Klorida
Diperoleh di alam sebagai endapan karnalit. Hidrat yang banyak dijumpai adalah
MgCl2.6H2O, meskipun dengan 12, 8, 4 atau 2 molekul hidrat juga dapat diketemukan.
Magnesium klorida yang tidak berwarna, atau lebih sering dikatakan berwarna putih,
dapat disediakan dalam laboratorium dengan cara mereaksikan logam magnesium,
oksida, hidroksida atau karbonat dengan asam klorida encer, kemudian larutan yang
terbentuk dilakukan penghabluran, yang didapat adalah sebagai garam heksa hidrat.
Dalam industri, magnesium klorida dapat diperoleh dengan proses Elektron atau dengan
proses Dow.
Proses Elektron. Pada proses ini magnesit dipanaskan pada 500oC untuk
mendapatkan magnesium oksida; hasil ini ditutup dengan serbuk arang yang halus
dengan menggunakan magnesium klorida sebagai pengikat, lalu dipanaskan dalam
tungku. Bersamaan pemanasan itu pula dialirkan gas klorin pada suhu di atas titik lebur
magnesium klorida,
MgO + C + Cl2  MgCl2 + CO
Pada proses Dow, magnesium diekstrak dari air laut dari sisa larutan yang didapat
setelah klorin, bromin, natrium dan kalium dibebaskan. Susu kapur ditambahkan kepada
air laut yang dimaksud dalam bejana yang panjang, sehingga terendap magnesium
hidroksida, yang kemudian dipisahkan. Setelah itu, ditambahkan asam klorida kepada
magnesium hidroksida tersebut, sehingga diperoleh larutan magnesium klorida, Pada
penguapan akan didapat gumpalan-gumpalan yang mengering.
Penguapan (pemanasan) hidrat akan memberikan hasil hidrolisis kecuali bila
dibarengi dengan aliran gas hidrogen klorida pada suhu 100oC.
MgCl2.6H2O  MgCl2 + 6H2O
MgCl2 + H2O  Mg(OH)Cl + HCl
2Mg(OH)Cl  MgO.MgCl2 + H2O
MgO.MgCl2 digunakan untuk tapal gigi sementara, karena zat ini dapat menjadi padat
yang keras lagi putih.

c. Magnesium Bromida dan Iodida

17
Serupa dengan magnesium klorida, hanya lebih higroskopis. Terdapat dalam
karnalit dan dalam air laut. Senyawa ini dapat larut dalam beberapa zat organik.

4.13. Mengenal Garam Magnesium


Untuk menetapkan adanya ion magnesium dalam suatu zat, dapat ditentukan
dengan (1) uji magnesium fosfat seperti disebutkan pada 4.15 dan (2) dengan
menggunakan magneson II, para-nitrobenzen azo-alphanaftol. Bila hidroksidanya diberi
larutan ini, akan terbentuk warna biru.

ALKALI TANAH: KALSIUM, STRONSIUM, DAN BARIUM

4.14. Kelimpahan Alkali Tanah


Kalsium merupakan unsur logam ketiga terbanyak setelah aluminium dan besi.
Dalam kerak bumi terdapat sejumlah 3,6% berat dalam berbagai ikatan. Logam kalsium
termasuk konstituen esensial bagi tumbuhan dan hewan. Kalsium fosfat adalah
kosntituen yang utama dalam tulang. Kalsium karbonat, CaCO3 tersebar luas sebagai
batu kapur, kapur, marmer atau sebagai kalsit (CaCO 3) dalam Iceland spar (sangat
murni) atau bersama magnesium karbonat sebagai dolomit, MgCO3.CaCO3. Selain itu
didapat pula sebagai kalsium sulfat anhidrat, CaSO4, maupun yang dihidrat, CaSO4.2H2O
yang ada pada gips. Sebagai fluorida, CaF 2, dalam fluorspar, sebagai fosfat dalam batu-
batu fosfat dan sebagai silikat yang banyak terdapat dalam batu-batuan.
Dua unsur yang lain, stronsium dan barium merupakan unsur-unsur yang sangat
sedikit ada di alam. Keduanya didapat sebagai karbonat, SrCO3, dalam strontinit dan
BaCO3 dalam witerit dan keduanya itu terdapat di Inggris. Di samping itu, terdapat juga
sebagai senyawa sulfat, SrSO4, dalam selestin dan BaSO4 dalam batu berat atau barit.

4.15. Pembuatan Logam Alkali Tanah


Kalsium dibuat dengan cara elektrolisis leburan senyawa kloridanya. Untuk
menurunkan titik leburnya dipakai fluks garam fluoride (dari 772oC menjadi 650oC).
Stronsium dan barium dibuat dengan cara yang sama, hanya pada kedua logam ini
diperlukan suhu yang lebih tinggi lagi karena ikatan yang sangat kuat diantara ion-ion
penyusun garam klorida.
Cara lain yang dapat dipakai ialah mereduksi senyawa oksidanya dengan
menggunakan aluminium. Proses ini biasa dikenal dengan nama proses termit, dan
menggunakan suhu antara 1200oC – 1400oC:
3BaO (s) + 2Al (s)  3Ba (l) + Al2O3 (s)

4.16. Sifat-sifat Logam Alkali Tanah

18
a. Sifat-sifat Fisika
Sebagian dari sifat fisika alkali tanah telah diberikan dalam Tabel 3.1. Kesemua
logam ini masih dapat disebut cukup lunak, berwarna putih, konduktor panas dan listrik
yang baik. Bila baru dipotong menunjukkan permukaan yang mengkilat, tetapi akan
segera menjadi buram setelah dibiarkan beberapa waktu di udara. Kalsium sering
disediakan dalam laboratorium dalam bentuk butir-butir atau serbuk dengan warna abu-
abu. Semua logam alkali tanah larut dalam amoniak cair.

b. Sifat Kimia
Unsur alkali tanah terdapat pada bagian atas dalam seri elektrokimia dan karena
itu merupakan unsur-unsur yang sangat aktif, meskipun kurang aktif dibandingkan logam
alkali.
(1) Reaksi logam dengan udara.
Dalam udara, logam alkali tanah menjadi tertutup oleh serbuk putih dari senyawa
hidroksida. Semua logam itu akan segera terbakar bila dipanaskan di udara, bahkan bagi
barium dalam bentuk serbuk akan segera terbekar bila dipaparkan di udara tanpa
pemanasan lebih dahulu. Kalsium terbakar dengan nyala kemerahan yang menghasilkan
banyak nitrida, sedangkan kedua logam yang lain menghasilkan oksida dengan sedikit
nitrida,
3Ca (s) + N2 (g)  Ca3N2 (s)
2Ba (s) + O2 (g)  2BaO (s)

(2) Reaksi logam dengan air.


Air dingin dapat bereaksi dengan logam ini membentuk senyawa hidroksida dan
gas hidrogen,
Ba (s) + 2H2O (l)  Ba(OH)2 (aq) + H2 (l)
Kalsium bereaksi secara lambat, karena kalsium hidroksida yang terbentuk sukar larut.
Reaksinya menjadi makin cepat bila suhu air makin tinggi.

(3) Reaksi logam dengan asam


Asam klorida dan asam sulfat yang encer bereaksi dengan logam ini
menghasilkan garam dan gas hidrogen. Reaksi antara logam barium dengan asam sulfat
berjalan lambat karena hasil reaksinya terbentuk senyawa barium sulfat yang tidak larut
dalam air.
Ca (s) + 2HCl (aq)  CaCl2 (aq) + H2 (g)
Ba (s) + H2SO4 (aq)  BaSO4 (s) + H2 (g)
Dengan asam nitrat yang sangat encer, terjadi reaksi seperti dengan asam klorida encer,
tetapi dengan asam nitrat dengan kepekatan yang sedang, maka yang diperoleh adalah
garam nitrat dan gaas nitrogen dioksida,
3Ca (s) + 8HNO3 (aq)  3Ca(NO3)2 (aq) + 2NO2 (g) + 4H2O (l)

19
Logam alkali tanah bereaksi dengan asam klorida pekat seperti dengan yang encer hanya
lebih kuat, sedangkan dengan asam sulfat pekat menghasilkan garam sulfat dan belerang
dioksida.
Ba (s) + 2H2SO4 (aq)  BaSO4 (s) + SO2 (g) + 2H2O (l)
Reaksinya dengan asam nitrat yang pekat menghasilkan garam nitrat dan campuran
oksida-oksida nitrogen.

(4) Reaksi logam dengan alkali.


Logam alkali tanah tidak bereaksi dengan senyawa hidroksida logam alkali baik
dalam keadaan lebur maupu yang pekat.

(5) Reaksi logam dengan amoniak.


Logam alkali tanah dapat menyerap amoniak menghasilkan suatu zat dengan
formula umum M(NH3)y, yang merupakan suatu amoniakat. Logam larut dalam amoniak
cair dengan menghasilkan amida, M(NH2)2, seperti logam alkali .

(6) Reaksi terhadap unsur lain.


Logam alkali tanah dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain yang bukan logam
dalam keadaan panas, misalnya dengan gas hidrogen, halogen, oksigen, belerang,
nitrogen dan fosfor.

4.17. Kegunaan Logam Alkali Tanah


Kalsium dipergunakan sebagai reduktor dalam pembuatan logam seperti krom,
menghilangkan oksida-oksida logam, menghilangkan belerang, atau menyingkirkan
nitrogen dan hidrogen dalam suatu campuran gas. Logam kalsium juga dipergunakan
sebagai pengering zat organik cair. Stronsium dan barium terutama dipergunakan dalam
bentuk persenyawaannya.

PERSENYAWAAN LOGAM ALKALI TANAH


4.18. Hidrida Alkali Tanah
Hidrida logam alkali tanah berupa zat padat ionik yang tidak berwarna. Senyawa
ini dapat terbentuk jika logam alkali tanah dipanaskan bersama dengan gas hidrogen.
Untuk kalsium hidrida diperlukan suhu 400oC sedangkan yang lain lebih tinggi lagi.
Stabilitas senyawa ini terhadap pemanasan semakin menurun bilamana nomor atom
logam bertambah. Senyawa hidrida logam alkali tanah merupakan sumber hidrogen yang
mudah dipindah-pindahkan, diantaranya yang paling dikenal adalah kalsium hidrida,
CaH2, yang banyak dipergunakan pada pengelasan. Kalsium hidrida ini juga merupakan
reduktor yang sangat baik. Bilamana dipanaskan bersama karbon dioksida dapat
menghasilkan formiat,
CaH2 (s) + 2CO2 (g)  Ca(HCOO)2

20
Sedangkan bila bereaksi dengan air akan terurai menghasilkan senyawa hidroksida dan
gas hidrogen.
CaH2 (s) + 2H2O (l)  Ca(OH)2 (aq) + H2 (g)

4.19. Oksida Alkali Tanah


a. Oksida
Senyawa oksida ini dapat dibuat dengan cara memanaskan logam dalam oksigen,
memanaskan senyawa hidroksida, nitrat, atau karbonat.
Kalsium oksida, secara komersial dibuat dari pemanasan batu kapur pada suhu
900oC – 1200oC.
CaCO3 (s)  CaO (s) + CO2 (g)
Kapur tohor (kalsium oksida) yang didapat ini biasanya merupakan gumpalan-
gumpalan berwarna putih, dengan titik lebur 2570oC. Pemberian air kepada kapur tohor
akan menghasilkan kapur mati, kalsium hidroksida.
CaO (s) + H2O (l)  Ca(OH)2 (s) + 63 kJ
Pada saat reaksi itu berlangsung, campurannya menjadi menggelembung, meletup-letup,
dan menjadi sangat panas serta timbul uap, akhirnya terbentuk padatan lunak yang dapat
menjadi serbuk yang halus berwarna putih.
Oksida-oksida alkali tanah merupakan basa kuat, dalam keadaan dingin dapat
bereaksi dengan asam, tetapi tidak dapat bereaksi dengan oksida asam, kecuali dalam
keadaan lembab. Dalam keadaan panas dapat bereaksi dengan oksida asam, dan terutama
dari kalsium oksida, CaO. Senyawa ini dipergunakan dalam proses metalurgi untuk
menghilangkan oksida-oksida yang bersifat asam. Pada proses ini akan diperoleh
senyawa yang mudah melebur, seperti:
SiO2 (s) + CaO (s)  CaSiO3 (l)
P4O10 (s) + 6CaO (s)  2Ca3(PO4)2 (l)
Kapur mentah juga dipergunakan dalam proses Gossage, dalam pembuatan
serbuk pemutih dan juga untuk pembuatan kapur soda (campuran CaO dan NaOH pekat),
yang dapat digunakan untuk absorpsi gas karbon dioksida dan gas-gas asam yang lain
yang tidak diperlukan serta pada proses dekarboksilasi. Selain itu, kalsium oksida
dipergunakan juga untuk pengering amoniak atau alkohol, dan dalam pembuatan semen,
mortar dan baja.

b. Peroksida
Kalsium peroksida, CaO2 dapat diperoleh dengan cara mencampur H2O2 dengan
susu kapur,
Ca(OH)2 (s) + H2O2 (aq) + 6H2O (l)  CaO2.8H2O (s)
Pemanasan hingga 100oC akan dapat menghilangkan air hidratnya.

21
Stronsium peroksida dibuat dengan cara yang sama dengan pembuatan kalsium
peroksida, sedangkan barium peroksida dapat didapat seperti CaO2 ataupun dengan
pemanasan oksida dalam oksigen.
tekanan tinggi
2BaO + O 2 2BaO 2
tekanan rendah
Reaksi ini sangat sensitif terhadap adanya zat lain karena itu bila dipergunakan udara,
harus dibersihkan dahulu dari karbon dioksida, debu, zat-zat organik serta partikel-
partikel lain.
Stabilitas peroksida bertambah sejajar dengan bertambahnya nomor atom. Zat ini
merupakan oksidator yang kuat, missal air akan dioksidkan menjadi hidrogen peroksida.
BaO2 (s) + 2H2O (l)  Ba(OH)2 (aq) + H2O2 (l)
Dengan asam-asam encer didapat juga hidrogen peroksida. Kalsium peroksida, CaO 2
dapat dipergunakan sebagai bahan peluntur dan bahan sterilisasi.

4.20. Hidroksida Alkali Tanah


Senyawa ini berbentuk zat padat berwarna putih bersifat ion dan merupakan basa
kuat. Sedikit larut dalam air, dan kelarutannya semakin bertambah sejajar dengan nomor
atom logam yang makin besar. Hal yang serupa terjadi pada penguraian panas untuk
menjadi oksida dan air, dimana barium hidroksida merupakan yang paling sukar terurai.
Hidroksida ini dapat dinetralkan oleh larutan asam, bereaksi dengan oksida asam
dan dapat menghasilkan gas amoniak jika bereaksi dengan garam amonium:
Ca(OH)2 (aq) + 2HCl (aq)  CaCl2 (aq) + 2H2O (l)
Ca(OH)2 (aq) + SO2 (g)  CaSO4 (s) + H2O (l)
Ca(OH)2 (aq) + 2NH4Cl (aq)  CaCl2 (aq) + 2NH3 (g) + 2H2O (l)
Senyawa hidroksida logam alkali tanah dapat dibuat dengan cara pengendapan dengan
mencampur larutan natrium hidroksida dan larutan garam yang sesuai.
Ba2+ (aq) + 2OH- (aq)  Ba(OH)2 (s)
atau dengan melarutkan senyawa oksidanya dalam air.
Kapur mati (Ca(OH)2) dapat diproduksi secara komersial dengan mencampur air
dengan kapur mentah (CaO). Reaksi ini banyak menghasilkan panas.
CaO (s) + H2O (l)  Ca(OH)2 (s) + 63 kJ
Kapur mati ini merupakan tepung berwarna putih yang dapat menyerap karbon dioksida
dari udara dan membentuk kalsium karbonat dan air. Kelarutan dalam air sangat sedikit;
dalam 100 gram air, hanya 0,185 gram pada 0oC dan 0,080 gram pada 100oC.
Susu kapur adalah suspensi kalsium hidroksida, Ca(OH) 2 dalam air dan
dipergunakan sebagai bahan industri alkali yang murah. Jika suspensi ini disaring, maka
filtrat (cairan/larutan yang diperoleh setelah disaring) disebut sebagai air kapur. Air
kapur ini dipakai sebagai bahan uji gas karbon dioksida, yang mula-mula dapat
memberikan endapan putih dari CaCO3, tetapi kemudian akan larut dalam kelebihan gas
membentuk suatu larutan yang jernih dari kalsium hidrogen karbonat, Ca(HCO3)2:
Ca2+ (aq) + 2OH- (aq) + CO2 (g)  CaCO3 (s) + H2O (l)
22
CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)  Ca2+ (aq) + 2HCO3- (aq)
Klorin bila dicampur dengan kalsium hidroksida,Ca(OH)2 yang kering dan dingin
akan menghasilkan serbuk putih, yaitu suatu campuran dari kalsium klorida dan kalsium
hipoklorit,
3Ca(OH)2 (s) + 2Cl2 (g)  {CaCl2.Ca(OH)2.H2O (s) + Ca(OCl)2 (s)} + H2O (l)
yang biasa disimpulkan sebagai
CaOCl2, serbuk pemutih

Dalam keadaan panas, yang diperoleh adalah kalsium klorat bersama kalsium klorida,
6Ca(OH)2 (s) + 6Cl2 (g)  5CaCl2 (s) + Ca(ClO3)2 (s) + 6H2O (l)
Bilamana serbuk pemutih diasamkan, akan dibebaskan gas klorin.
CaOCl2 (s) + H2SO4 (aq)  CaSO4 (s) + H2O (l) + Cl2 (g)
Serbuk peluntur bila dipanaskan akan terurai menjadi kalsium klorida, oksigen dan
kalsium klorat,
CaOCl2 (s) + 5CaOCl2 (s)  5CaCl2 (s) + Ca(ClO3)2 (s)
Serbuk pemutih (pengelantang) banyak dipergunakan dalam bidang kesehatan
(sterilisasi) dan dalam pembuatan kloroform.
Kapur mati (kalsium hidroksida), dipergunakan untuk pembuatan mortar dan
plester dalam industri bangunan, sebagai absorben gas yang bersifat asam dan pemulihan
kembali amoniak dalam proses Solvay serta dalam pelunakan air.
Mortar merupakan campuran dari kapur mati dengan pasir (1 : 3) atau serbuk batu
(clinker) yang dibuat seperti pasta dengan mencampur bersama air. Bilamana air
menguap, maka akan didapat suatu massa yang keras dan setelah beberapa lama kapur
mati bertukar kepada kalsium karbonat karena menyerap karbon dioksida dari udara, dan
ini membantu pengerasan massa. Pasir-pasir itu berlaku sebagai pembuka pori-pori yang
memungkinkan udara dapat masuk.

4.21. Karbonat Alkali Tanah


Karbonat-karbonat ini terdapat secara luas di alam dalam berbagai bentuk.
Kalsium karbonat terdapat dalam dua bentuk hablur, kalsit (yang lebih stabil, sistem
heksagonal) dan aragonit (metastabil, sistem rombis). Kalsit merupakan bentuk yang
biasa ada, tersebar secara luas di alam dengan berbagai nama: Iceland spar, kristal-kristal
tak berwarna; marmer, yang dapat dipoles; batu kapur adalah kristal massa-massa yang
saling menutup sedangkan kapur merupakan mikrokristal yang terbentuk dari rumah
kerang laut yang telah mati yang telah berlangsung sejak masa dahulu. Aragonit
diketemukan dalam batu-batu karang dan dalam rumah binatang-binatang lunak.
Stronsium karbonat dan barium karbonat hanya didapat sebagai aragonit saja.
Stronsium karbonat terdapat dalam mineral strontionit sedangkan barium karbonat dalam
mineral witerit.

23
Semua karbonat ini dapat diperoleh sebagai serbuk putih yang halus dengan cara
mencampur larutan amonium karbonat dengan larutan garam alkali tanah yang sesuai.
Semua senyawa karbonat logam alkali tanah sedikit larut dalam air. Kelarutannya
menjadi bertambah bila dialiri gas karbon dioksida, karena akan terbentuk senyawa
bikarbonat.
CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)  Ca2+ + 2HCO3-
Senyawa karbonat ini akan terurai pada pemanasan menjadi senyawa oksida dan gas
karbon dioksida,
CaCO3 (s)  CaO (s) + CO2 (g)
Kestabilan terhadap pemanasan semakin bertambah dengan bertambahnya nomor atom
logam. Pada tekanan 1 atm, CaCO3 akan terurai pada suhu sekitar 900oC, SrCO3 pada
suhu 1200 – 1300oC, dan BaCO3 pada suhu 1400oC.
Senyawa karbonat logam alkali tanah dapat bereaksi dengan asam menghasilkan
garam dan gas karbon dioksida.
BaCO3 (s) + 2HCl (aq)  BaCl2 (aq) + H2O (l) + CO2 (g)
Kalsium karbonat, terutama dalam batu kapur merupakan bahan mentah yang
sangat penting dalam perdagangan yang diperlukan secara luas guna pembuatan kapur
tohor (kalsium oksida).

4.22. Bikarbonat Alkali Tanah


Senyawa bikarbonat dapat diperoleh dengan cara mengalirkan gas karbon
dioksida ke dalam senyawa karbonat berair, atau dengan mencapur larutan bikarbonat
dengan lautan garam alkali tanah. Percampuran/ reaksi ini akan menghasilkan endapan
putih yang tidak stabil, dan cepat berubah menjadi karbonat,
Ca2+ (aq) + 2HCO3- (aq)  Ca(HCO3)2 (aq)
Senyawa bikarbonat logam alkali tanah merupakan zat padat berwarna putih, bila
dipanaskan akan mudah terurai menjadi karbonat, dan dapat larut dalam larutan asam
menghasilkan gas karbon dioksida.

4.23. Karbida Alkali Tanah


Senyawa karbida logam alkali tanah dapat diperoleh dengan cara memanaskan
oksida logam bersama karbon dalam sebuah tungku listrik pada suhu 2000oC. Kalsium
karbida,CaC2 dibuat secara komersial dari kapur mentah (CaO) dengan arang. Proses ini
berlangsung secara kontinu. Suatu aliran listrik tidak searah dialirkan melalui kokas di
antara balok arang sebagai pelapis dinding tungku dan balok arang yang lain sebagai
elektroda. Kalsium karbida yang dihasilkan dalam keadaan melebur dan juga dibebaskan
gas CO.

24
Dalam keadaan yang murni, kalsium karbida berwarna putih, tetapi hasil
pembuatan secara komersial berupa serpihan-serpihan abu-abu. Kalsium karbida ini
harus disimpan secara cermat dan bebas dari lembab.
Karbida-karbida (asetilida) berupa persenyawaan ion, dengan air akan
memberikan asetilen,
CaC2 + 2H2O  Ca(OH)2 + C2H2
Asetilida ini merupakan sumber gas asetilen yang merupakan bahan bakar yang
potensial. Di antara karbida-karbida itu, yang paling banyak dipergunakan adalah
kalsium karbida, CaC2, yang umumnya disebut sebagai karbid.

4.24. Sianamida Alkali Tanah


Dibuat dengan memanaskan karbida dalam nitrogen:
CaC2 (s) + N2 (g)  CaNCN (s) + C (s) + 300 kJ
Campuran hitam kalsium sianamida dan karbon biasa dipergunakan sebagai pupuk kapur
nitro, yang di dalam tanah diubah menjadi amonium karbonat oleh bakteri tanah,

CaNCN + 3H2O 


bakteri CO(NH2)2 + Ca(OH)2
CO(NH2)2 + 2H2O  (NH4)2CO3

4.25. Nitrat Alkali Tanah


Senyawa nitrat logam alkali tanah dapat diperoleh dari reaksi netralisasi asam
nitrat encer oleh hidroksida padat atau karbonatnya. Stronsium nitrat dan barium nitrat
yang diproduksi secara komersial dipergunakan dalam industri bunga api, yaitu dengan
mencampurkan larutan pekat natrium nitrat, NaNO3 dan klorida logam. Kalsium dan
stronsium memberikan nyala merah, sedangkan barium hijau.
Bila nitrat alkali tanah dipanaskan, maka air hidrat akan terlepas (kecuali barium
nitrat yang selalu anhidrat), dan pada pemanasan seterusnya anhidrat itu akan pecah
menjadi oksida, nitrogen dioksida dan oksigen:
2Ca(NO3)2.4H2O (s)  2CaO (s) + 4NO2 (g) + 8H2O (l) + O2 (g)
Kalsium nitrat dipergunakan sebagai pupuk bernitrogen.

4.26. Fosfat Alkali Tanah


Senyawa fosfat logam alkali tanah dapat dibuat dengan memanaskan senyawa
oksida bersama fosfor pentaoksida, misalnya:
6BaO (s) + 2P4O10 (s)  2Ba3(PO4)2 (s)
Kalsium fosfat normal, Ca3(PO4)2 yang biasa disebut sebagai kalsium fosfat, dapat dibuat
dengan cara mencampur larutan garam kalsium dan dinatrium monohidrofosfat beralkali.
Senyawa dinatrium monohidrofosfat beralkali berfungsi sebagai pembentuk ion fosfat:
HPO42- + OH-  H2O + PO43-
3Ca2+ + 2PO43-  Ca3(PO4)2
Kalsium fosfat berupa zat padat, serbuk berwarna putih dan tidak larut dalam asam kuat
encer karena terbentuk asam fosfat yang sedikit saja terurai.

25
Kalsium ortofosfat (kalsium fosfat) penting sebagai pupuk. Karena ia sukar larut,
maka lambat diserap. Ia juga dapat dipakai sebagai bahan pembuatan tulang atau dasar
kerak (mengandung kalsium fosfat dan kalsium silikat) dalam pembuatan baja. Kalsium
fosfat kotor, utamanya sebagai batu-batu fosfat dan fluor apatit, 3Ca(PO4)2.CaF2
merupakan sumber yang murah bagi fosfat dan fosfor. Ia ditukarkan kepada kapur-kapur
superfosfat dengan cara mengerjakannya bersama asam sulfat 65 – 70%. Penukaran ini
berlangsung selama jangka waktu 10 – 14 hari.
Ca3(PO4)2 + 2H2SO4 + 5H2O  Ca(HPO4)2.H2O + 2CaSO4.2H2O
kapur superfosfat
Ini merupakan penggunaan asam sulfat yang besar. Superfosfat ini larut dalam air, dan
karena itu bila dicampurkan dengan tanah akan dapat dipergunakan oleh tumbuhan.
Kapur superfosfat mengandung bagian besar bahan tak aktif kalsium sulfat untuk
mengurangi biaya yang tinggi pula maka dibuat tiga superfosfat dengan menggunakan
asam fosfat sebagai ganti dari asam sulfat,
Ca3(PO4)2 + 4H3PO4 + 3H2O  3Ca(H2P4)2.2H2O

4.27. Sulfida Alkali Tanah


Sulfida-sulfida ini dapat dibuat dengan memanaskan langsung unsur yang
diperlukan atau dengan cara mereduksi sulfat yang sesuai dengan karbon,
CaSO4 + 4C  CaS + 4CO
Ketiganya merupakan zat padat berwarna putih, diuraikan air menjadi hidroksida dan
hidrosulfida, umpama:
2CaS + 2H2O  Ca(OH)2 + Ca(HS)2
Kelarutan bertambah sejajar dengan nomor atom logam yang bertambah.
Kalsium hidrosulfida, Ca(HS)2 dipakai dalam penyamakan kulit dan sebagai obat
penghilang bulu pada umumnya. Dibuat secara komersial dengan mengerjakan
hidrosulfida pada suatu susu kapur.

4.28. Sulfit Alkali Tanah


Ketiga sulfit dibuat dengan cara mengalirkan gas belerang dioksida ke dalam
larutan hidroksida yang sesuai, misal:
Ba(OH)2 + SO2  BaSO3 + H2O
Kalsium sulfit, CaSO3 biasanya diperoleh sebagai endapan putih dari campuran
larutan suatu garam sulfit dengan garam kalsium, sedangkan hidrosulfitnya, Ca(HSO3)2
didapat secara komersial dengan mengalirkan gas belerang dioksida berlebih ke dalam
susu kapur,
Ca(OH)2 + SO2  CaSO3 + H2O
CaSO3 + H2O + SO3  Ca(HSO3)2
Larutan kalsium hidrosulfit yang mendidih dipergunakan untuk mengekstrak lignin bubur
kayu serta untuk sterilisasi tong kayu penyimpan beer.

26
4.29. Sulfat Alkali Tanah
Kalsium sulfat terdapat di alam sebagai anhidrat, CaSO4 atau sebagai dihidrat,
CaSO4.2H2O (gips) dalam berbagai bentuk yang dikenal sebagai selenit (transparan),
satin spar (batu sutera, berserat) dans ebagai batu pualam (gelap).
Bila gips dipanaskan hingga 97oC maka satu molekul air hidrat terlepas dan
terbentuk plaster Paris:
2CaSO4.2H2O  (CaSO4)2.H2O + 3H2O
Penambahan kepada plaster Paris ini menghasilkan reaksi yang berkebalikan dan suatu
massa padat kristal yang saling mengisi, gips terbentuk kembali, yang diikuti dengan
suatu pengembangan dan pembebasan panas. Plaster Paris banyak diperlukan dalam ilmu
bedah guna menahan letak tubuh agar tetap pada tempat yang telah ditetapkan.
Pada pemanasan lebih tinggi lagi hingga 200oC akan menghasilkan kalsium sulfat
anhidrat (yang juga dapat mengambil air) tetapi bila pemanasan hingga 400 oC atau lebih
akan menghasilkan suatu produk “bakaran mati” yang dihidratkan kembali hanya dengan
sangat lambat. Di atas suhu 400oC sebagian kalsium sulfat telah mengurai menjadi
kalsium oksida dan belerang trioksida dan diperoleh plaster estrich, yang dapat
dipergunakan untuk membuat permukaan yang keras secara lambat dan halus. Dan
pemanasan hingga 960oC, maka penguraian itu berlangsung cepat dan diikuti penguraian
belerang trioksidanya,
2CaSO4  2CaO + 2SO3  2SO2 + O2
Kalsium sulfat dipergunakan sebagai pengisi dalam pembuatan kertas lapis yang gilap.
Sulfat alkali tanah praktis tidak larut dalam air, dan kelarutannya makin
berkurang brsamaan dengan nomor atom logam yang bertambah.
Barium sulfat didapat di alam sebagai barit atai batu berat, zat padat putih dan
merupakan sulfat yang paling sukar larut, meski ia juga dapat larut dalam larutan natrium
karbonat pekat yang mendidih.
Barium sulfat dipergunakan dalam industri kertas guna memperbaiki kekaburan
(keadaan yang gelap) dan berat kertas. Cat warna putih litofon, merupakan suatu
campuran dari barium sulfat dan seng sulfide. Ini dibuat dari barium sulfide bersama
larutan seng sulfat.

4.30. Halida Alkali Tanah


Fluorida alkali tanah semuanya kurang larut dalam air dan karena itu dapat dibuat
dengan reaksi pengendapan, yaitu dengan mencampur larutan yang mengandung ion-ion
yang diperlukan, misal:
Ca++ + 2F-  CaF2
Kalsium fluorida terbentuk pada cara ini sebagai endapan putih seperti agar-agar dan
merupakan fluorida terpenting dari alkali tanah. Halida lain umumnya sangat larut dalam
air, hanya barium halida yang paling kurang.
27
Kalsium fluorida terdapat di alam sebagai fluorit atau fluospar mempunyai titik
lebur 1330oC. yang berwarna biru dipergunakan sebagai perhiasan dan dikenal sebagai
Blue John. Kalsium fluorida dipergunakan untuk membuat hidrofluorida (yang dapat
dipakai mengukir pada kaca) dengan mengerjakan bersama asam sulfat pekat:
CaF2 + H2SO4  CaSO4 + 2HF
Klorida-klorida dibuat dengan menetralkan asam klorida dengan hidroksida atau
dengan karbonat yang berlebih. Klorida ini semuanya higroskpois. Kecenderungan halida
membentuk amin dan jumlah hidrat berkurang bersamaan nomor atom logam yang
bertambah.
Kalsium klorida, biasanya sebagai heksahidrat, CaCl2.6H2O merupakan hidrat
yang mudah mencair dan melebur pada 30oC. Di samping itu juga dibuat tetra dan
dihidrat. Kalsium klorida anhidrat melebur pada suhu 782oC. Kalsium klorida sangat
larut dalam air, yang anhidrat eksotermis, sedangkan dengan heksahidrat endotermis.
Kalsium klorida terbentuk dalam jumlah besar sebagai hasil tambahan dari proses
soda amoniak, Ada sedikit tuntutan penggunaan kalsium klorida ini, terutama CaCl2 lebur
sebagai suatu bahan pengering yang bmanfaat tidak boleh dipergunakan untuk amoniak
dan alkohol, karena dapat terbentuk CaCl 2.8NH3 sebagai amoniakat, dan sebagai
CaCl2.4CH3OH dan CaCl2.6C2H5OH dengan alkohol metanol dan etanol. Di samping
penggunaan tersebut masih juga digunakan untuk pencairan es, pengendapan debu dalam
lombong batu bara dan sebagai cairan pendingin.
Barium klorida secara komersial dibuat dari kalsium klorida dengan cara
memanaskan brsama barit dan arang, dan kemudian mengekstrak hasil dengan air,
BaSO4 + 4C + CaCl2  BaCl2 + CaS + 4CO
Kristalisasi ekstrak menghasilkan hidrat dengan dua molekul air. Berlainan dengan
kalsium klorida, barium klorida tidak higroskopis ataupun menjadi cair, menghasilkan
anhidrat tanpa mengalami hidrolisis pada pemanasan. Barium klorida anhidrat ini
melebur pada 955oC.

4.31. Mengenal Ion-ion Kalsium, Stronsium, dan Ion Barium


a. Uji nyala: kalsium memberikan warna merah bata, stronsium merah tua dan barium
memberikan nyala hijau.
b. Reaksi pengendapan
(1) Ion kalsium: amonium oksalat memberikan endapan putih kalsium oksalat.
(2) Ion stronsium: kalium sulfat pekat memberikan endapan putih dan tidak bagi ion
kalsium.
(3) Ion barium: larutan kalium kromat memberikan endapan kuning barium kromat,
dan tidak pada ion kalsium ataupun ion stronsium.

RADIUM

28
4.32. Wujud dan Pengeluaran Radium
Merupakan unsur radioaktif mula-mula diasingkan Curies pada tahun 1898 di
Paris. Merupakan unsur yang sangat jarang didapat, meski ada dibanyak bagian dunia ini,
seperti pada air sumber. Ia terdapat dalam jumlah agak banyak dalam mineral uranium
pithlende, hasil uraian U-238.
238 234 234 234
92 U 
sinar alpha 90Th 
--sinar beta 91 Pa 
sinar beta 92 U

sinar alpha

226 230
88 Ra  90 U
Proses pembuatan Ra adalah rumit, tetapi prinsipnya adalah elektrolisis kloridanya.

4.33. Sifat Radium dan Kegunaannya


Di luar keradioaktifannya, ia menyerupai logam alkali yang lain. Ia dipegunakan
terutama dalam perubatan dengan menggunakan sifat-sifat radioaktifnya, guna
melambatkan penyakit agar tidak segera menyebar. Juga dalam jumlah sedikit dalam
industri jam.

29