Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL JOURNAL REVIEW

“Agama dan Kepercayaan dan Perspektif agama dan


kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia”

Mata Kuliah : Geografi Budaya dan Politik

Oleh :

PUTRI HANDAYANI SIAHAAN (3163131028)

Kelas C Reguler 2016

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
karunianya penulis dapat menyelesaikan tugas Critical Journal Report ini tepat pada waktu
yang telah ditetapkan.
Dalam menyusun tugas ini, masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis sangat
membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun dan
menyempurnakan tugas ini.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak trima kasih dan semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.

Penulis

Putri Handayani Siahaan


3163131028

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................... 2

DAFTAR ISI.......................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Identitas jurnal ....................................................................... 4


BAB II RINGKASAN JURNAL......................................................... 5

BAB III PEMBAHASAN JURNAL


3.1. Pembahasan Jurnal Review .................................................... 8
3.2. Evaluasi Jurnal Review .......................................................... 9
BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan ............................................................................. 11
4.2. Saran ....................................................................................... 11

3
BAB I

RINGKASAN JURNAL

2.1. IDENTITAS JURNAL

1. Jurnal utama

A. judul : Agama dan Kebudayaan


B. Penulis : Amri Marzali
C. Nama jurnal : Kebudayaan
D. Vol/nomor : vol.1/ no.1
E. Issn : 2528-1569
F. Penerbit : Universitas Malaya
G. Tahun terbit : 2016
1. Jurnal pembanding
A. judul : perspektif agama dan kebudayaan dalam
kehidupan masyarakat indonesia
B. Penulis : Laode Monto Bauto
C. Nama jurnal : Kebudayaan
D. Vol/nomor : volume 23 nomor 2
E. Issn :-
F. Penerbit : FISIP Universitas Haluoleo Kendari
G. Tahun terbit : 2014

4
BAB II
RINGKASAN JURNAL

Ringkasan Jurnal Utama

Istilah agama dalam kajian sosioantropologi adalah terjemahan dari kata religion dalam
bahasa Inggris, tidak sama dengan istilah agama dalam bahasa politik-administratif
pemerintah Republik Indonesia. Dalam karangan ini, agama adalah semua yang disebut
religion dalam bahasa Inggris, termasuk apa yang disebut agama wahyu, agama natural, dan
agama lokal. “Agama” dalam pengertian politik-administratif pemerintah Republik Indonesia
adalah agama resmi yang diakui oleh pemerintah, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik,
Hindu dan Budha, dan pada masa akhir-akhirnya ini juga dimasukan agama Kongkucu
(Saifudin 2000: 2). Perbedaan antara istilah agama yang digunakan dalam karangan ini
dengan yang digunakan oleh pemerintah Republik Indonesia tidak akan dibahas lebih jauh,
karena berlakunya adalah khas di Indonesia saja.
Pendekatan Sosioantropologis dalam
Kajian tentang Agama.
Sosioantropologi berasal dari sinkronisasi disiplin ilmu social anthropology yang menjadi
tradisi di Inggris dan cultural anthropology yang menjadi tradisi di USA. Penulis memilih
untuk tidak mengikuti salah satu dari kedua tradisi ini, tetapi menggabungkannya secara
elektif. Penulis berpendapat bahwa hal ini lebih tepat dan lebih sesuai untuk masyarakat
Indonesia yang sedang bergerak meninggalkan tipe masyarakat pertanian, perdesaan dan
tradisional menuju pada tipe masyarakat industri, perkotaan dan moderen. Perbedaan dan
persamaan dari kedua antropologi ini terutama terletak pada subject matter kajiannya. Subject
matter kajian antropologi sosial adalah sama dengan sosiologi, yaitu hubungan-hubungan
sosial yang terkristal dalam struktur sosial dan institusi sosial suatu komunitas. Namun,
berbeda dari sosiologi yang memiliki tradisi mempelajari komuniti-komuniti industri,
perkotaan dan moderen, maka antropologi sosial mengkaji struktur sosial dan institusi sosial
milik komuniti-komuniti kecil arkaik-tradisional di perdesaan, karena itu antropologi sosial
juga disebut micro sosiology. Perbedaan kedua terletak pada cara pengambilan kesimpulan
umum. Berbeda dari sosiologi yang umumnya mengambil kesimpulan umum dengan cara
statistik dan kuantitatif, maka antropologi sosial mengambil kesimpulan dengan cara
komparatif dan kualitatif. Oleh karena itu antropologi sosial jugadisebut dengan nama
comparative sociology. Sosioantropologi mempertahankan pendekatan kualitatif, tetapi

5
perhatian diberikan kepada jenis-jenis komunitas yang lebih luas, baik komunitas arkaik-
tradisional maupun komunitas industri-moderen. Dengan demikian aneka fenomena
keagamaan yang dibahas termasuk fenomena keagamaan yang berasal dari kedua jenis
komunitas tersebut. Sementara itu subject matter dari kajian antropologi kultural Amerika
adalah budaya (culture) dari komunitas.

Ringkasan Jurnal Pembanding


Latar belakang lahirnya agama karena adanya masalah kekuatan yang dianggap lebih tinggi
dari kekuatan yang ada pada dirinya sehingga mereka mencari lebih dalam dari mana asal
kekuatan yang ada pada alam baik berupa gunung laut langit dan sebagainya, dan ketika
mereka tidak dapat mengkajinya maka disembah karena mereka berpikiran, bahwa kekuatan
alam itu memiliki kekuatan yang luar biasa dan bisa menghidupi beribu-ribu, bahkan berjuta
juta umat manusia sehingga muncullah agama yang merupakan salah satu usaha manusia
untuk mendekatkan diri pada kekuatan supranatural. Sebelum kita memahami perspektif
agama, budaya dan masyarakat, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui penjelasan
eksistensi tentang agama. Agama merupakan suatu kepercayaan tertentu yang dianut
sebagian besar masyarakat merupakan tuntunan hidup. Agama menyangkut kepercayaan-
kepercayaan dan berbagai prakteknya, serta benar-benar merupakan masalah sosial yang pada
saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat manusia. Karena itu, lahir pertanyaan
bagaimana seharusnya dari sudut pandang sosiologis. Dalam pandangan sosiologi, perhatian
utama agama adalah pada fungsinya bagi masyarakat. Di mana fungsi seperti diketahui,
menunjuk pada sumbangan yang diberikan agama atau lembaga sosial yang lain untuk
memper-tahankan keutuhan masyarakat sebagai usaha aktif yang berlangsung secar terus-
menerus. Konsepsi agama menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sistem yang
mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada tuhan yang mahakuasa serta
tata kaidah. Penulis masih sering menyaksikan adanya sebahagian anggota masyarakat yang
mencampur adukkan antara nilai-nilai agama dengan nilai-nilai budaya yang padahal kedua
hal tersebut tentu saja tidak dapat seratus persen disamakan, bahkan mungkin berlawanan.
Demi terjaganya esistensi dan kesucian nilai-nilai agama sekaligus memberi pengertian,
disini penulis hendak mengulas mengenai Apa itu agama dan apa itu budaya, dan masyarakat
yang memiliki hubungan yang kuat. Budaya atau yang biasa di sebut culture merupakan
warisan dari dari nenek moyang terdahlu yang masih eksis sampai saat ini. Suatu bangsa
tidak akan memiliki ciri khas tersendiri tanpa adanya budaya-budaya yang di miliki. Budaya-
budaya itupun berkembang sesui dengan kemajuan zaman yang semakin modern.

6
Kebudayaan yang berkembang dalam suatu bangsa itu sendiri di namakan dengan
kebudayaan lokal, karena kebudayaan lokal sendiri merupakan sebuah hasil cipta, karsa dan
rasa yang tumbuh dan berkembang di dalam suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Di
dalam kebudayaan suatu pasti menganut suatu kepercayaan yang bisa kita sebut dengan
agama. Agama itu sendiri iyalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan atau juga
disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban yang
bertalian dengan kepercayaan yang dianut oleh suatu suku/etnik tersebut.

7
BAB III

PEMBAHASAN JURNAL

3.1. JURNAL UTAMA

A. PEMBAHASAN JURNAL REVIEW

Jurnal ini ditulis oleh Amri Marzali, bidang yang diminati oleh penulis ini sangat
mendukung penelitian ini. Menurut saya argument ini menarik karena ini merupakan buah
pemikiran semua orang yang telah masuk dalam situasi ini, sehingga saat pembaca membaca
pendahuluan ini mereka seakan-akan ingin tahu dan rasa penasaran tentang akhir dari
penelitian ini, yang artinya mereka ingin menemukan sesuatu yang berharga dari jurnal ini
yang dapat memecahkan pertanyaan yang dimana dalam fakta dan peranan agama dam
kebudayaan sekarang ini.

Pada jurnal ini pembahasan penelitian lebih kepada keagamaan dibandingkan kebudayaan
sementara judul dari jurnal ini adalah Agama dan Kebudayaan tetapi penulis lebih banyak
menjelaskan tentang agama. Agama-agama suku-suku terbelakang itu memberikan semua
data yang berguna bagi satu analisis komparatif yang bertujuan untuk menentukan ciri-ciri
utama dari fenomena keagamaan, dan membuat pernyataan-pernyataan significan, umum,
dan valid tentang agama-agama tersebut. Dalam jurnal ini penulis banyak sekali memberikan
banyak istilah-istilah yang saya kurang pahami maknanya. Terdapat juga tulisan yang
berbeda jenisnya dengan tulisan yang berikutnya yang membuat pembaca bingung.

B. EVALUASI REVIEW JURNAL


Jurnal ini merupakan jurnal yang sangat baik karena jurnal ini dapat membuat pemahaman
kita agama-agama yang ada, fungsi-fungsi agama, Agama Sosioantropologi, perkambangan
agama selama ini dari tahun ketahunnya.
Dalam penelitian ini tidak mendapatkan data dan tidak digunakan suatu metode yang
mengambil sumber bahan dari berbagai referensi buku guna mendapatkan informasi yang
dapat membantu penelitian ini.

8
3.2 JURNAL PEMBANDING

A. PEMBAHASAN JURNAL REVIEW


Jurnal ini ditulis oleh Laode Monto Bauto, bidang yang diminati oleh penulis ini
sangat mendukung penelitian ini. Menurut saya argument ini menarik karena ini merupakan
buah pemikiran semua orang yang telah masuk dalam situasi ini, sehingga saat pembaca
membaca pendahuluan ini mereka seakan-akan ingin tahu dan rasa penasaran tentang akhir
dari penelitian ini, yang artinya mereka ingin menemukan sesuatu yang berharga dari jurnal
ini yang dapat memecahkan pertanyaan yang dimana dalam perspektif agama dan
kebudayaan dalam kehidupan masyarakat indonesiasampai sekarang ini.
Pembahasan pada jurnal tersebut Hubungan agama, kebudayaan danmasyarakat serta
agama berfungsi sebagai alat pengatur pengontrol dan sekaligus membudayakannya dalam
arti mengungkapkan apa yang ia percaya dalam bentuk-bentuk budaya yaitu dalam bentuk
etis, seni bangunan, struktur masyarakat, adat istiadat dan lain-lain. Pengaruh timbal balik
antara agama dan budaya, dalam arti agama mempengaruhi kebudayaan, kelompok
masyarakat, suku bangsa. Kebudayaan cenderung mengubah keaslian agama sehingga
menghasilkan penafsiran berlainan. Agama dan Budaya memiliki keterhubungan yang erat,
yakni agama berperan sebagai konsepsi budaya dan sebagai realitas budaya yang terdapat di
Indonesia. Budaya merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada
di alam raya ini. Dengan kemampuan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia maka manusia
mampu menciptakan suatu kebudayaan. Kebudayaan digunakan untuk memahami agama
yang tampil dalam bentuk formal yang menggejala di masyarakat.

B. EVALUASI REVIEW JURNAL


Seseorang yang tulus dalam beragama, akan menghormati, menghargai dan bahkan
mengasihi dan merahmati sesamanya. Karena sesamanya adalah manusia yang dikasihi oleh
Tuhan yang Maha Esa. Seseorang yang tulus beragama mengasihi sesamanya hanya dengan
berpamrih pada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai segala sumber kasih dan rahmat.
Membedakan diri sendiri dengan orang lain adalah perbuatan akal sehat, tetapi melakukan
diskriminasi terhdap orang lain justru bertentangan dengan akal sehat dan nilai kemanusiaan
yang dijunjung tinggi oleh para umat beragama dari setiap agama yang saling berbeda.
Sebagai umat yang beragama, sudah sepatutnya kita menjadi contoh terbaik bagi umat
manusia sedunia dengan cara hidup yang saling mengasihi dan saling menghargai dengan
menerima perbedaan agama sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Esa.

9
10
BAB IV

PENUTUP

4.1. KESIMPULAN

Setelah ke dua jurnal ini maka reviewer menyimpulkan bahwa jurnal ini sangat baik
untuk dibacakarena jurnal ini dapat digunakan sebagai panduan dalam pembuatan Bencana
banjir dan Mitigasi banjir. jurnal ini juga akan mengajar kita dan membuka pengetahuan kita
tentang mempelajari agama dan kebudayaan yang ada di Indonesia serta bagaimana perspektif
agama dan kebudayaan dan bagaimana caramempertahankannya dalam bermasyarakat.

4.2. SARAN

Review menyarankan kepada pembaca agar mencari jurnal ini dan menjadikan
sebagai topik bacaan, karena nilai daam jurnal ini sangat berfungsi bagi kita secara umum.
Penemuan dalam penelitian jurnal ini sangat berhubungan dengan dengan kehidupan kita,
sehingga tidak ada salahnya kita menggunakan jurnal ini sebagai panduan kita untuk
semakin lebih menghargai perbedaan yang ada.

11