Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL JURNAL REVIEW

DEMOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN

Oleh :

Ghannes Sintampalam

3173131013

D Geografi 2017

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena
atas berkat Rahmat dan HidayahNya, penulis dapat menyelesaikan Critical
Jurnal Report tepat pada waktunya. Critical Jurnal Report ini disusun guna
memenuhi salah satu tugas Demografi dan Kependudukan.

Critical Jurnal Report yang penulis susun ini belumlah sempurna, akan
tetapi penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam pembuatan CJR ini.
Oleh karena itu,penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam pembuatan CJR ini sampai selesai. Serta
ucapan terimakasih penulis sampaikan juga kepada Bapak Dosen Demografi dan
Kependudukan yang telah memberikan tugas ini kepada penulis.

Akhir kata, penulis berharap CJR ini dapat bermanfaat bukan hanya bagi
penulis sendiri namun juga dapat bermanfaat bagi semua orang yang membaca
CJR ini untuk menambah wawasannya. Kritik dan saran yang membangun
sangat penulis harapkan demi kesempurnaan CJR ini.

Medan, Oktober 2019

Penulis

i
Daftar Isi

Kata Pengantar ........................................................................................................... i

Daftar Isi ....................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1

Latar Belakang ............................................................................................................... 1

BAB II RINGKASAN JURNAL .............................................................................. 2

A. Identitas Jurnal .................................................................................................. 2


B. Ringkasan Jurnal .............................................................................................. 2

BAB III PEMBAHASAN .......................................................................................... 5

BAB IV PENUTUP ..................................................................................................... 7

A. Kesimpulan ....................................................................................................... 7
B. Saran .................................................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pemilihan jurnal ini sebagai sebagai tugas Critical Jurnal Review karena ingin
mengetahui untuk mengetahui pertumbuhan dan persebaran penduduk di Provinsi
Sumatera Utara yang meliputi ; Analisis Pertumbuhan Dan Persebaran Penduduk
Provinsi Sumatera Utara Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010. Jurnal
ini sangat relevan dengan mata kuliah Demografi dan Kependudukan, karena pada
jurnal ini membahas tentang Demografi sesuai materi pada mata kuliah Demografi
dan Kependudukan.

1
BAB II
RINGKASAN JURNAL
A. Identitas Jurnal
Judul : Analisis Pertumbuhan Dan Persebaran Penduduk Provinsi
Sumatera Utara Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk
Tahun 2010
Penulis : Mbina Pinem
ISSN :-
Nama Jurnal : JUPIIS
Vol/No : VOLUME 6 Nomor 1
Penerbit : Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan
Tahun Terbit : 2013

B. Ringkasan Jurnal

a. Pendahuluan

Penduduk merupakan penggerak laju pembangunan, oleh karena itu pengetahuan


mengenai pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, dan persebaran penduduk
sangat diperlukan untuk perencanaan pembangunan. Pengetahuan penduduk
menyangkut tentang kualitas dan kuantitas penduduk. Kualitas penduduk
menyangkut tentang tingkat pendidikan dan keahlian, sedangkan pengetahuan
tentang kuantitas penduduk dapat memberikan gambaran tentang jumlah,
pertumbuhan, dan persebaran penduduk suatu wilayah.

Penduduk Sumatera Utara merupakan provinsi keempat terbesar penduduknya di


Indonesia yang mempunyai potensi yang cukup besar dalam pembangunan
bangsa,sehinga perlu dikaji bagaimana tingkat pertumbuhan dan persebarannya tiap
daerah. Dalam penelitian ini kondisi penduduk yang akan dibahas mencakup
tentang: jumlah pertumbuhan, komposisi, dan persebaran penduduk provinsi
Sumatera Utara, berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan dan


persebaran penduduk Sumatera Utara tahun 2010, menurut kabupaten/kota.

2
c. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode analisa data sekunder yang bersifat deskriptif.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keruangan, yaitu suatu pendekatan
yang mempelajari perbedaan lokasi suatu wilayah. Analisa keruangan adalah
analisa penyebaran fenomena Geografi dalam ruang (Bintarto.1991). Sebagai objek
penelitian adalah jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk
berdasarkan umur dan jenis kelamin, dan persebaran penduduk berdasarkan
kabupaten dan kota.

d. Hasil dan Pembahasan

Provinsi Sumatera Utara saat ini terdiri dari 25 kabupaten dan 8 kota dengan jumlah
penduduk tahun 2010 sebesar 12.982.204 jiwa. Penduduk Sumatera Utara dari
tahun 2000 s/d tahun 2010 bertambah sebanyak 1.468.231 jiwa atau mengalami
pertumbuhan sebesar 1,22% pertahun.

Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa daerah kabupaten yang mengalami


pertumbuhan penduduk yang besar adalah Tapanuli Tengah (2,46%), disusul
kabupaten Karo (2,17%), dan Tapanuli Selatan (2,12%) pertahun. Daerah
kabupaten yang mengalami pertumbuhan penduduk rendah adalah kabupaten Toba
Samosir (-0,38%) sebagai akibat pemekaran wilayah Samosir, Simalungun (-
0,46%), dan Langkat (0,66%).

Berdasarkan tabel 2 ini dapat terlihat bahwa usia penduduk 0-14 tahun berjumlah
4.315.441 jiwa (33,24%), usia penduduk umur 15-64 tahun berjumlah 8.161.958
jiwa (62,87%), dan usia penduduk 65 tahun ke atas ada sebanyak 504.805 jiwa
(3,89%). Besarnya Ratio Beban ketergantungan di Provinsi Sumatera Utara adalah
59. Nilai ini berarti bahwa setiap penduduk usia produktif (umur 15-64 tahun),
selain menanggung dirinya sendiri juga harus menanggung 59 orang usia belum
produktif dan usia tidak produktif lagi.

Berdasarkan tabel 3 dapat dihitung Sex Ratio penduduk Sumatera Utara sebagai
berikut : 6.483.354 : 6.498.850 x 100 = 99,76

3
Ini berarti bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 99 penduduk laki – laki,
jika dilihat berdasarkan wilayah maka rasio tertinggi adalah : Labuhan Batu Selatan
(104,31), di susul Labuhan Batu (102,31) dan Labuhan Batu Utara (102,21). Sex
Ratio yang paling rendah adalah Nias Barat (91,76), kemudian Nias (95,15), dan
Padang Sidempuan (95,25).

Berdasarkan tabel 4 terlihat bahwa kepadatan penduduk Sumatera Utara persatuan


luas wilayah (km2) adalah 181 jiwa/ km2. Jika dilihat persebaran kepadatan per
kabupaten, daerah kabupaten penduduk yang paling padat adalah Kabupaten Deli
Serdang dengan kepadatan 720 jiwa/ km2, disusul Kabupaten Batu Bara 415 jiwa/
km2, dan Serdang Bedagai 311 jiwa/ km2. Kepadatan penduduk yang terendah
terdapat di kabupaten Pak – Pak Barat 33 jiwa/ km2, disusul kabupaten Samosir
49 jiwa/ km2, dan Padang Lawas sebanyak 57 jiwa/ km2.

e. Kesimpulan

1. Provinsi Sumatera Utara terdiri dari 25 kabupaten, 8 kota, 325 kecamatan, dan
5.456 kelurahan/ desa dengan jumlah penduduk 12.982.204 jiwa. Daerah
Sumatera Utara terbagi atas 4 wilayah Geografi yaitu ; daerah pantai Timur,
daerah Tengah/ pegunungan, daerah pantai Barat, dan Nias.
2. Pertumbuhan penduduk Sumatera Utara dari tahun 2000 s/d 2010 mencapai
1,22% per tahun. Daerah kabupaten yang paling tinggi pertumbuhan
penduduknya adalah Tapanuli Tengah 2,46 % per tahun, sedangkan untuk
daerah perkotaan adalah kota Tanjung Balai sebesar 1,56% per tahun.
3. Bedasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, angka
ketergantungan di Sumatera Utara sebesar 59, sedangkan Sex Ratio sebesar
99,76.
4. Persebaran penduduk Sumatera Utara tidak merata, kabupaten yang paling
padat adalah kabupaten Deli Serdang sebesar 720 jiwa/ km2, dan yang paling
rendah kabupaten Pak – Pak Barat sebesar 33 jiwa/ km2. Untuk daerah
perkotaan yang paling padat adalah kota Medan sebesar 7.913 jiwa/ km2, dan
yang paling rendah adalah Gunung Sitoli sebesar 269 jiwa/ km2. Untuk daerah
Sumatera Utara kepadatan rata – rata adalah 181 jiwa/ km2.

4
BAB III
PEMBAHASAN

1. Penelitian ini dilaksanakan di Sumatera Utara hasil Sensus penduduk tahun


2010. bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan persebaran penduduk di
Provinsi Sumatera Utara yang meliputi ; Analisis Pertumbuhan Dan Persebaran
Penduduk Provinsi Sumatera Utara Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk Tahun
2010. Dimana penelitian ini berkaitan dengan keahlian Mbina Pinem yang
berasal dari Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan., sangat tepat dan
relevan dengan topik jurnal yang di telitinya.
2. Pokok-pokok argumen penulis dalam pendahuluan adalah Penduduk
merupakan penggerak laju pembangunan, oleh karena itu pengetahuan
mengenai pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, dan persebaran
penduduk sangat diperlukan untuk perencanaan pembangunan. Pengetahuan
penduduk menyangkut tentang kualitas dan kuantitas penduduk. Kualitas
penduduk menyangkut tentang tingkat pendidikan dan keahlian, sedangkan
pengetahuan tentang kuantitas penduduk dapat memberikan gambaran
tentang jumlah, pertumbuhan, dan persebaran penduduk suatu wilayah.
3. Pada jurnal ini tidak terdapat kajian teori atau tinjauan pustaka dari beberapa
orang ahli untuk mendukung penelitian ini.
4. Terdapat metode penelitian dari jurnal ini, Penelitian ini menggunakan
metode analisa data sekunder yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang
digunakan adalah pendekatan keruangan, yaitu suatu pendekatan yang
mempelajari perbedaan lokasi suatu wilayah. Analisa keruangan adalah
analisa penyebaran fenomena Geografi dalam ruang (Bintarto.1991). Sebagai
objek penelitian adalah jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, komposisi
penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin, dan persebaran penduduk
berdasarkan kabupaten dan kota.
5. Dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut. (1) Provinsi
Sumatera Utara terdiri dari 25 kabupaten, 8 kota, 325 kecamatan, dan 5.456
kelurahan/ desa dengan jumlah penduduk 12.982.204 jiwa. Daerah Sumatera
Utara terbagi atas 4 wilayah Geografi yaitu ; daerah pantai Timur, daerah

5
Tengah/ pegunungan, daerah pantai Barat, dan Nias. (2) Pertumbuhan
penduduk Sumatera Utara dari tahun 2000 s/d 2010 mencapai 1,22% per tahun.
Daerah kabupaten yang paling tinggi pertumbuhan penduduknya adalah
Tapanuli Tengah 2,46 % per tahun, sedangkan untuk daerah perkotaan adalah
kota Tanjung Balai sebesar 1,56% per tahun. (3) Bedasarkan komposisi
penduduk menurut umur dan jenis kelamin, angka ketergantungan di Sumatera
Utara sebesar 59, sedangkan Sex Ratio sebesar 99,76. (4) Persebaran penduduk
Sumatera Utara tidak merata, kabupaten yang paling padat adalah kabupaten
Deli Serdang sebesar 720 jiwa/ km2, dan yang paling rendah kabupaten Pak –
Pak Barat sebesar 33 jiwa/ km2. Untuk daerah perkotaan yang paling padat
adalah kota Medan sebesar 7.913 jiwa/ km2, dan yang paling rendah adalah
Gunung Sitoli sebesar 269 jiwa/ km2. Untuk daerah Sumatera Utara kepadatan
rata – rata adalah 181 jiwa/ km2.

6
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Penulis mengambil kesimpulan dari kritik ini, jurnal dengan judul " Analisis
Pertumbuhan Dan Persebaran Penduduk Provinsi Sumatera Utara Berdasarkan
Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010" dapat dikatakan masuk dalam kategori sebuah
penelitian yang baik. Berdasarkan hasil evaluasi dan kritik ini pada dasarnya jurnal
ini merupakan penelitian yang baik atau "good research" Namun pada jurnal ini
masih memiliki kekurangan, pada jurnal ini masih belum mengikuti kaidah tata cara
penulisan karya ilmiah yang baik.

B. SARAN

Pada jurnal ini masih terdapat kekurangan seperti tidak adanya kajian teori, penulis
berharap pada penelitian selanjutnya bisa sesuai dan terdapat implikasi untuk
penelitian berikutnya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Pinem, Mbina (2013). Analisis Pertumbuhan Dan Persebaran Penduduk Provinsi


Sumatera Utara Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010. JUPIIS: Kajian,
Vol 6 Nomor 1