Anda di halaman 1dari 9

Metodologi Penelitian Kualitatif

Perancangan Penelitian Kualitatif

John W. Creswell

Kelompok 6:

Nur Alim Bahri

M. Dhanutirto F. Tuwow

MAGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
PERANCANGAN PENELITIAN KUALITATIF

Pengertian Penelitian Kualitatif

Creswell (1994):
Penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang
berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dari masalah
manusia.

Sugiyono (2010):
Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah,
(sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen
kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal,
teknik pengumpulan dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan
hasil penelitian kualitatif lebih menekan makna dari pada generalisasi.

Amaliah (2014)
Menjelaskan bahwa penelitian kualitatif berusaha mengungkapkan berbagai
keunikan yang terdapat pada individu, kelompok, masyarakat atau organisasi dalam
kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ciri ciri Riset Kualitatif

Creswell selalu memulai pembicaraan tentang penelitian kualitatif dengan


mengemukakan defenisinya terlebih dahulu. Pendekatan yang tampak tidak rumit ini
pun justru menjadi semakin sulit tahun-tahun terakhir. Defenisi yang kemukakan oleh
Denzin & Lincoln (1994, 2000, 2005, 2011) dalam karya mereka The SAGE Handbook
of Qualitative Research memperlihatkan watak yang terus berubah dari penelitian
kualitatif, mulai dari konstruksi sosial, kemudian interpretivisme, hingga keadilan sosial
didunia. Creswell cantumkan defenisi mutakhir para penulis disini :

Penelitian Kualitatif adalah suatu aktifitas berlokasi yang menempatkan


penelitinya di dunia. Penelitian kualitatif terdiri dari serangkaian praktik penafsiran
material yang membuat dunia menjadi terlihat. Praktik-praktik ini mentransformasi
dunia. Mereka merubah dunia menjadi serangkaian representasi, yang mencakup
berbagai catatan lapangan, wawancara, percakapan, foto, rekaman, dan catatan
pribadi. Dalam hal ini penelitian kualitatif melibatkan suatu pendekatan penafsiran yang
naturalistik terhadap dunia. Hal ini berarti bahwa peneliti kualitatif mempelajari benda-
benda di lingkungan alamiahnya, berusaha untuk memaknai atau menafsirkan
fenomena dalam sudut pandang makna-makna yang diberikan oleh masyarakat
kepada mereka (Denzin & Lincoln, 2011 hlm, 3).

Sebagai seorang metodolog riset terapan, defenisi Creswell tentang penelitian


kualitatif memasukan banyak unsur dari Denzin & Lincoln, tetapi defenisi ini
memberikan penekanan yang lebih besar pada desain riset dan penggunaan berbagai
pendekatan yang khas dalam penelitian (misalnya, etnografi, narasi). Defenisi Creswell
adalah sebagai berikut:

Penelitian kualitatif dimulai dengan asumi dan penggunaan kerangka


penafsiran/teoretis yang membentuk atau mempengaruhi studi tentang permasalahan
riset yang terkait dengan makna yang dikenakan oleh individu atau kelompok pada
suatu permasalahan sosial atau manusia. Untuk mempelajari permasalahan ini, para
peneliti kualitatif menggunakan pendekatan kualitatif mutakhir dalam penelitian
pengumpulan data dalam lingkungan alamiah yang peka terhadap masyarakat da
tempat penelitian, dan analisis data yang bersifat induktif maupun deduktif dan
pembentukan berbagai pola atau tema. Laporan atau presentase tertulis akhir
mencakup berbagai suara dari para partisipan, refleksivitas dari peneliti, deskripsi dan
interpretasi tentang masalah penelitian, dan kontribusinya pada literatur atau seruan
bagi perubahan.

Perhatikan bahwa pada defenisi ini memberi penekanan pada proses penelitian
yang mengalir dari asumsi filosofis, menuju lensa penafsiran, kemudian menuju
prosedur yang dilibatkan dalam mempelajari isu-isu sosial atau manusia. Kemudian,
terdapat suatu kerangka bagi prosedur tersebut-pendekatan yang digunakan dalam
penelitian, misalnya grounded theory, atau studi kasus, atau yang lain.

Penelitian kualitatif sekarang ini melibatkan perhatian yang lebih besar pada
watak interpretatif dari penelitian tersebut dan menempatkan studi ini dalam konteks
politik, sosial dan kebudayaan, serta refleksivitas atau “kehadiran” para peneliti dalam
pembahasan-pembahasan yang mereka sajikan. Kita dapat melihat bahwa ada
beberapa ciri umum dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri tersebut disajikan dalam urutan
pengaruh tertentu.

 Lingkungan alamiah. Para peneliti kualitatif seringkali mengumpulkan data


dilapangan dimana para partisipan mengalami masalah-masalah yang dikaji
dalam penelitian tersebut.
 Peneliti sebagai instrumen penting. Para peneliti kualitatif mengumpulkan data
sendiri dengan mempelajari dokumen-dokumen, megamati perilaku, dan
mewawancarai para partisipan.
 Beragam metode. Para peneliti kualitatif biasanya mengumpulkan beragam
bentuk data, misalnya wawancara, pengamatan, dan dokumen, daripada
bersandar pada suatu sumber data tunggal.
 Pemikiran yang kompleks melalui logika induktif dan deduktif. Para peneliti
kualitatif membangun berbagai pola, kategori, dan tema mereka secara “Bottom
up”, dengan mengorganisasikan data secara induktif menjadi satuan-satuan
informasi yang semakin abstrak. Para peneliti juga menggunakan pemikiran
deduktif dimana mereka membangun tema-tema yang secara konstan terus di
evaluasi berdasarkan data yang mereka peroleh.
 Pemaknaan para partisipan. Sepanjang proses penelitian kualitatif, para peneliti
menjaga fokusnya pada bagaimana mempelajari pemaknaan dari para
partisipan terhadap permasalahan atau isu tertentu, bukan pemaknaan yang
dibawa oleh para peneliti ke dalam riset tersebut atau yang dibawa oleh para
penulis lain.
 Desain baru dan dinamis. Proses penelitian kualitatif selalu bersifat baru dan
dinamis. Hal ini berarti bahwa perencanaan awal riset tidak dapat ditetapkan
secara pasti, dan bahwa semua tahap dari proses tersebut dapat sewaktu-
waktu berubah atau bergeser setelah peneliti memasuki lapangan dan mulai
mengumpulkan data.
 Refleksivitas. Para peneliti ”memosisikan diri mereka” dalam suatu studi
kualitatif.
 Pembahasan Holistik. Para peneliti kualitatif mencoba mengembangkan
gambaran lengkap tentang permasalahan dalam studi.

Kapan Menggunakan Penlitian Kualitatif

Peneliti mengadakan penelitian kualitatif karena ada suatu permasalahan atau


isu yang perlu di eksplorasi. Semua ini adalah alasan yang strategis untuk
mengeksplorasi suatu permasalahan daripada menggunakan informasi yang sudah
ada dalam literatur atau bersandar pada hasil dari studi riset yang lain. Peneliti juga
melaksanakan penelitian kualitatif karena membutuhkan suatu pemahaman yang detail
dan lengkap tentang permasalahan tersebut.

Peneliti melakukan penelitian kualitatif ketika kita ingin memberdayakan individu


untuk dapat menyampaikan cerita mereka, mendengarkan suara mereka, dan
meminimalkan hubungan kekuasaan yang seringkali muncul antara seorang peneliti
dan para partisipan selama proses penelitian. Peneliti menyelenggarakan penelitian
kualitatif karena ingin memahami konteks atau lingkungan dimana para partisipan
dalam suatu studi menghadapi masalah tertentu.

Peneliti juga menggunakan penelitian kualitatif karena cara kuantitatif dan analisis
statistik tidak cocok untuk permasalahan tersebut. Interaksi diantara masyarakat,
misalnya, sulit untuk ditangkap dengan cara semacam itu, dan cara ini mungkin tidak
peka terhadap berbagai persoalan seperti perbedaan gender, ras, status ekonomi, dan
perbedaan individu. Menyamaratakan semua individu dengan cara statistik berarti
mengabaikan keunikan dari individu dalam studi kita. Pendekatan kualitatif merupakan
pendekatan yang lebih cocok untuk permasalahan semacam itu.

Apa yang Disyaratkan Penelitian Kualitatid pada Peneliti

Untuk melaksanakan penelitian kualitatif dibutuhkan komitmen yang kuat untuk


meneliti permasalahan dan memenuhi tuntutannya akan waktu dan sumber daya.
Penelitian kualitatif di dedikasikan bagi para peneliti yang memiliki kemauan untuk:

 Berkomitmen meluangkan banyak waktu dilapangan. Peneliti menghabiskan


banyak jam dilapangan, mengumpulkan banyak data, dan mengatasi persoalan
lapangan dalam usaha untuk memperoleh akses, hubungan, dan perspektif dari
“insider”.
 Terlibat dalam proses analisis data yang kompleks dan membutuhkan banyak
waktu melalui tugas yang berat untuk memilah-milah begitu banyak data dan
mereduksinya menjadi sejumlah kecil tema atau kategori.
 Menulis bagian yang panjang, karena bukti penelitian harus mendukung klaim-
klaim dan peneliti memperlihatkan beragam perspektifnya.
 Berpartisipasi dalam satu bentuk riset ilmu pengetahuan sosial dan humaniora
yang tidak memiliki pedoman yang tetap atau prosedur yang spesifik dan selalu
bersifat baru dan mengalami perubahan.

Proses Desain Studi Kualitatif

Sebagian penulis meyakini bahwa dengan membaca penelitian, mendiskusikan


prosedurnya, dan menunjukan persoalan yang muncul, seorang calon peneliti kualitatif
akan memiliki suatu rencana awal tentang bagaimana menyelenggarakan bentuk
penelitian ini (Weis dan Fine, 2000). Hal itu mungkin berlaku bagi sebagian individu.
Namun demikian, bagi sebagian yang lain, memahami persoalan yang lebih luas
mungkin sudah mencukupi untuk membantu mendesain suatu peneltian (Morse dan
Richards, 2002).

Meski demikian, Creswell mempunyai cara sendiri dalam merancang studi


kualitatif. Rancangan ini dapat dijelaskan dalam tiga komponen: pertimbangan awal
yang dipikirkan sebelum memulai penelitian, tahap atau langkah yang dijalani selama
melaksanakan penelitian tersebut, dan unsur yang terdapat dalam semua tahap dari
proses riset ini.

Pertimbangan Awal

Creswell mendapati bahwa penelitian kualitatif umumnya termasuk dalam


proses metode ilmiah, dengan tahap-tahap yang sama antara penelitian kualitatif dan
kuantitatif. Metode ilmiah dapat dideskripsikan mencakup permasalahan, hipotesis
(atau pertanyaan), pengumpulan data, hasil dan pembahasan. Semua peneliti hampir
selalu memulai dengan isu atau permasalahan, mempelajari literatur yang terkait
dengan permasalahan tersebut, mengajukan pertanyaan, mengumpulkan data dan
kemudian menganalisis data tersebut, lalu menulis laporan. Penelitian kualitatif juga
masuk dalam struktur ini, dan karenanya Creswell mengorganisasikan bab-bab dalam
buku ini untuk menjelaskan proses tersebut. Menarik dengan konsep kongruensi
metodologis yang dimajukan oleh Morse dan Richards (2002)-bahwa tujuan,
pertanyaan dan metode penelitian semuanya saling terhubung dan saling terkait
sehingga studi tersebut tampak sebagai kesatuan yang kohesif daripada sebagai
bagian yang terisolasi dan terpisah-pisah. Ketika sedang merancang studi kualitatif,
diyakini bahwa sang peneliti cenderung mengikuti konsep bagian yang saling
terhubung dan saling terkait ini.

Langkah/Tahap dalam Proses Penelitian

Ciri utama dalam penelitian kualitatif saat ini adalah keterlibatan yang mendalam
terhadap persoalan gender, kebudayaan, dan kelompok marginal. Topik-topiknya
secara umum bersifat “emosional” (dalam pengertian positif), dekat dengan
masyarakat, dan praktis.

Berikut adalah daftar singkat yang dibuat tentang ciri-ciri studi kualitatif yang baik.
Anda akan melihat penekanan pada metode yang tepat dan teliti pada daftar ini.

 Peneliti menggunakan prosedur pengumpulan data yang tepat dan teliti.


 Peneliti membingkai studi tersebut berdasarkan asumsi dan ciri pendekatan
penelitian kualitatif.
 Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, misalnya salah satu dari
kelima pendekatan (atau yang lain).
 Peneliti memulai dengan fokus atau konsep tunggal untuk diteliti.
 Studi tersebut mencakup metode yang detail, pendekatan yang cermat dan
tepat dalam pengumpulan data, analisis data, dan penulisan laporan.
 Peneliti menganalisis data dengan menerapkan gaya abstraksi yang berbeda-
beda.
 Peneliti menulis secara persuasif sehingga pembaca seolah-olah merasa
“berada disana”.
 Studi tersebut merefleksikan sejarah, kebudayaan, dan pengalaman pribadi
dari sang peneliti.
 Penelitian kualitatif yang baik selalu bersifat etis.

Unsur-Unsur dalam Tahap Penelitian

Melalui proses perlahan pengumpulan data dan analisis data, Creswell


membentuk narasi tersebut-narasi yang mengasumsikan berbagai bentuk yang
berbeda dari satu proyek ke proyek lain. Creswell akan menuturkan cerita yang
terungkap seiring waktu. Creswell akan menyajikan studi tersebut dengan mengikuti
pendekatan tradisional dalam riset ilmiah (yaitu, permasalahan, pertanyaan, metode,
penemuan). Pada berbagai bentuk yang beragam ini, rasanya penting untuk
membicarakan tentang latar belakang dan pengalaman dan bagaimana mereka
memengaruhi penafsiran terhadap berbagai temuan dalam studi tersebut.

Disepanjang tahap riset tersebut, Creswell mencoba untuk peka terhadap


pertimbangan etika. Hal ini khususnya penting ketika melakukan negosiasi untuk dapat
masuk kedalam tempat penelitian; melibatkan para partisipan dalam studi tersebut;
mengumpulkan data yang bersifat personal dan emosional yang mengungkap detail
kehidupan; dan meminta para partisipan untuk meluangkan waktu untuk proyek
tersebut.

Selama proses perencanaan studi kualitatif, para peneliti perlu


mempertimbangkan segala persoalan etika yang mungkin muncul selama studi
tersebut dan merencanakan bagaimana persoalan ini harus diatasi. Banyak yang
beranggapan bahwa persoalan ini hanya muncul selama tahap pengumpulan data.
Padahal, persoalan itu muncul selama beberapa tahap dari proses riset, dan persoalan
itu terus meluas ketika para peneliti menjadi lebih sensitif terhadap kebutuhan dari para
partisipan, tempat penelitian, pihak terkait, dan para penerbit riset.

Persoalan Etika dalam Riset Akuntansi


Pada Fase Apakah Jenis Persoalan Etika Bagaimana Mengatasi
Persoalan Etika Persoalan tersebut
Terjadi
Sebelum  Mencari persetujuan  Mengajukan
pelaksanaan studi universitas permohonan
 Mempelajari standar persetujuan pada
asosiasi profesi dewan peninjau
 Memperoleh izin lokal institusional
dari tempat dan para  Mengonsultasikan jenis
partisipan standar etika yang
 Memilih tempat yang dibutuhkan di bidang
tidak memiliki profesi
kepentingan dengan  Mengidentifikasi dan
hasil studi mempelajari izin lokal;
 Merundingkan meminta bantuan para
kepenulisan untuk gatekeeper
keperluan penulisan  Memilih tempat yang
tidak memunculkan
persoalan kekuasaan
dengan para peneliti
 Memberikan kredit
untuk kerja yang telah
dilakukan pada proyek
tersebut; menentukan
urutan penulis
Awal pelaksanaan  Menyampaikan tujuan  Kontak dengan
studi studi partisipan dan
 Tidak menekan menyampaikan pada
partisipan untuk mereka tentang tujuan
menandatangani umum dari studi
persetujuan  Memberi tahu partisipan
 Menghargai norma- bahwa mereka tidak
norma di masyarakat harus menandatangani
tempat penelitian formulir
 Peka terhadap  Memperhatikan
kebutuhan dari perbedaan kebudayaan,
populasi yang rentan agama, gender, dan
(misalnya, anak-anak) lain-lain yang perlu
dihargai
 Memperoleh
persetujuan yang tepat
(misalnya, orangtua dan
juga anak-anak)
Pengumpulan data  Menghargai tempat  Membangun
penelitian dan kepercayaan,
meminimalisasi menyampaikan
timbulnya gangguan perkiraan tingkat
 Menghindari menipu gangguan
partisipan  Membahas tujuan studi
 Mewaspadai potensi dan bagaimana data
ketidakseimbangan akan digunakan
kekuasaan dan  Mengindari pertanyaan
eksploitasi partisipan yang bersifat
(saat wawancara dan menggiring (leading
pengamatan) question); tidak
 Tidak memperalat membagi kesan pribadi;
partisipan dengan menghindari membuka
tidak memberikan informasi positif
imbalan  Menyediakan imbalan
untuk para partisipan
Anlisis data  Menghindari sepihak  Melaporankan beragam
dengan partisipan perspektif; melaporkan
 Menghindari temuan yang
membuka hasil yang bertentangan
positif saja  Memberi nama
 Menghargai privasi samaran atau alias;
dari para partisipan mengembangkan profil
gabungan
Pelaporan data  Pemalsuan  Menyusun laporan
kepenulisan, bukti, neraca lajur
data, temuan,  Melihat pedoman APA
kesimpulan (2010) untuk perizinan
 Larangan plagiat yang dibutuhkan untuk
 Menghindari mencetak kembali atau
membuka informasi menyadur karya
yang akan merugikan oranglain
partisipan  Menggunakan cerita
 Berkomunikasi dalam gabungan sehingga
bahasa yang tepat, individu tidak dapat
jelas, dan terus terang diidentifikasi
 Memggunakan bahasa
yang tepat bagi
audiensi dari riset
tersebut
Penerbitan studi  Membagi data dengan  Menyedikan salinan
orang lain laporan untuk para
 Tidak menggandakan partisipan; membagi
atau memecah-mecah hasil praktis;
penerbitan mempertimbangkan
 Memberikan distribusi website,
pernyataan kepatuhan mempertimbangkan
pada standar etika untuk penerbitan dalam
dan pernyataan tidak bergam bahasa
ada konflik  Menghidari
kepentingan, ika menggunakan bahan
diminta yang sama untuk lebih
dari satu penerbitan
 Mengungkap para
penyandang dana riset;
mengungkap siapa
yang akan mendapat
manfaat dari riset
tersebut

Contoh Penelitian Kualitatif yang Berkualitas dalam Bidang Akuntansi


“Saya harus segera menyelesaikan berkas ini...(sambil menata beberapa folder) kalau
tidak nanti auditor supervisor saya bisa marah besar. Kertas kerja semacam ini sangat
detil, jadi sepertinya saya bakal pulang sangat larut malam ini (menghembuskan napas
berat). Untungnya suami saya memahami. Dia bisa bantu jaga anak sebentar
(tersenyum kecut sambil menengok jam tangan, lagi lagi menghembuskann napas
berat)... Gantinya besok saya yang harus antar anak”.
Penjelasan Peneliti:
Sebagai seorang auditor perempuan, Rita harus berjuang untuk memenuhi
kewajibannya sebagai Ibu dan Istri serta tugasnya sebagai auditor. Tampak bahwa
walau Rita memiliki komitmen tinggi pada pekerjaannya, ia merasa tertekan saat
harus meninggalkan keluarganya . Hal ini tampak pada cara ia berkali kali
menghembuskan napas berat dan gelisah melihat jam tangannya jam tangannya,
sambil secara cepat mecocokkan kertas kerja dengan bukti audit.

Pada trasnskip wawancara ini peneliti mampu menghadirkan gambaran utuh


atas apa yang terjadi pada saat wawancara. Pada transkip tersbut peneliti mencoba
mengungkapkan sikap tubuh partisipan pada saat wawancara. Jadi pembaca lebih
dapat menggambarkan peristiwa pada wawancara yang tidak dapat digambarkan pada
penelitian kuantitatif.