Anda di halaman 1dari 26

RINGKASAN MATERI PERKULIAHAN

TEORI AKUNTANSI

“Conceptual Framework “

Oleh :
KELAS REGULER 2

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2019
Kerangka Kerja Kerangka Konseptual

PENGERTIAN KERANGKA KONSEPTUAL

Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) didefinisikan oleh FASB


sebagai: “a coherent system of interrelated objectives and fundamentals that is expected
to lead to consistent standards and that prescribes the nature, function, and limits of
financial accounting and reporting”. Kerangka kerja konseptual (conceptual framework)
adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang
saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan
penentuan sifat, fungsi, serta batas- batas dari akuntansi keuangan dan laporan
keuangan Yang dimaksud tujuan adalah tujuan pelaporan keuangan . Sedangkan
fundamentals (kaidah-kaidah pokok) adalah konsep-konsep yang mendasarai akuntansi
keuangan, yakni yang menuntun kepada pemilihan transaksi, kejadian, dan keadaan-
keadaan yang harus dipertanggungjawabkan, pengakuan dan pengukurannya, cara
meringkas serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Konsep-konsep yang bersifat pokok atau fundamental, artinya bahwa konsep-konsep
lainnya mengalir dari konsep-konsep pokok tersebut yang diperlukan sebagai referensi
berulang-ulang dalam menetapkan, menafsirkan, dan menetapkan standar akuntansi
keuangan dan pelaporan.

B. TUJUAN DASAR

1. Tujuan pelaporan keuangan (objectives of financial reporting) adalah untuk


menyediakan informasi:

 yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai


tentang aktivitas bisnis dan ekonomi untuk membuat keputusan
investasi serta kredit;

 untuk membantu investor yang ada dan potensial, kreditor yang ada
dan potensial, serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu,
dan ketidakpastian arus kas masa depan;

 tentang sumber daya ekonomi, klaimterhadap sumber daya tersebut,


dan perubahan di dalamnya.
2. Tujuan (objectives) dimulai dengan lebih banyak berfokus pada informasi
yang berguna bagi para investor dan kreditor dalam membuat keputusan.
Fokus ini lalu menyempit pada kepentingan investor dan kreditor atas
prospek penerimaan kas dari investasi mereka dalam, atau dari pinjaman
yang telah mereka berikan ke entitas bisnis. Pada akhirnya, tujuan berfokus
pada laporan keuangan yang menyediakan informasi yang berguna untuk
menilai prospek arus kas yang akan diterima entitas bisnis yaitu arus kas
yang menjadi harapan investor dan kreditor. Pendekatan ini dikenal sebagai
kegunaan keputusan (decision usefulness).

3. Dalam menyediakan informasi kepada pemakai laporan keuangan, profesi


akuntan mengandalkan laporan keuangan bertujuan-umum(general-purpose
financial statement), yaitu menyediakan informasi paling bermanfaat dengan
biaya minimal kepada berbagai kelompok pemakai.

Tujuan dari pelaporan keuangan menurut SFAC NO. 1 (Statement of Financial Accounting
Concepts) :

- Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi


investor dan kreditor, dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan
investasi, kredit dan yang serupa secara rasional. Informasi tersebut
harus bersifat comprehensive bagi mereka yang memiliki pemahaman
yang rasional tentang kegiatan bisnis dan ekonomi dan memiliki
kemauan untuk memelajari informasi dengan cara yang rasional.

- Pelaporan keuangan memberikan informasi untuk membantu investor ,


kreditor dan pemakai lainnya tentang penerimaan kas bersih yang
berkaitan dengan perusahaan. · Pelaporan keuangan memberikan
informasi tentang sumber-sumber ekonomi suatu perusahaan dan klaim
terhadap sumber-sumber tersebut. · Pelaporan keuangan menyediakan
informasi tentang hasil usaha (performan keuangan) selama satu periode.

- Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana


perusahaan memperoleh dan membelanjakan kas, pinjaman dan
pengembaliannya, transaksi modal, dividen dan equities lainnya dan
faktor yang mempengaruhi solvenci dan likuiditas perusahan. Pelaporan
keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana manajemen
mempertanggung-jawabkan kepada pemilik atas pemakaian sumber
ekonomi yang dipercayakan kepadanya.

- Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi


manajer dan direktur sesuai kepentingan pemilik.

C. KARAKTERISTIK-KARAKERISTIK KUALITATIF

Agar berguna dalam pengambilan keputusan (decision usefulness), informasi


akuntansi harus memiliki dua kualitas yaitu kualitas fundamental dan kualitas peningkat.
Tentu saja terdapat beberapa kendala untuk mencapai dua kualitas tersebut.

1. Kualitas Fundamental

Relevansi (relevance) dan prediksi harus melekat pada informasi akuntansi.

 Relevansi. Agar relevan informasi akuntansi harus mampu membuat


perbedaan dalam sebuah keputusan. Informasi itu mampu mempengaruhi
pengambilan keputusan dan berkaitan erat dengan keputusan yang akan
diambil, jika tidak berarti informasi tersebut dikatakan tidak relevan.

- Nilai umpan balik (feedback value) adalah suatu alat bantu laporan
keuangan dari umpan balik kejadian masa lalu yang membantu dalam
mengkonfirmasi atau memperbaiki perkiraan sebelumnya.

 Nilai prediksi (predictive value) adalah nilai perkiraan dari informasi-


informasi sebelumnya untuk memberikan prediksi di masa yang akan datang.
Sebagai contoh, ketika perusahaan menyajikan laporan laba rugi komparatif,
seorang investor memiliki informasi untuk membandingkan hasil operasi
tahun lalu dengan tahun ini. Hal ini memberikan dasar umum untuk
mengevaluasi perkiraan sebelumnya dan untuk menfestimasi hasil yang
muungkin diperoleh tahun depan.

- Tepat waktu (timeliness) adalah aspek yang penting agar informasi dapat
“membuat suatu perbedaan” karena apabila informasi baru bisa didapat
setelah keputusan diambil, tidak akan banyak berguna. Pelaporan
keuangan banyak dikritik mengenai ketepatan waktunya karena pada
masa teknologi informasi seperti sekarang, pemakai laporan keuangan
semakin ingin mendapatkan jawaban dadlam waktu singkat, bukan pada
akhir suatu tahun atau suatu kuartal.

- Keandalan. Informasi dianggap andal jika dapat diverifikasi, netral,


disajikan secara tepat serta bebas dari kesalahan dan bias
(penyimpangan). Keandalan sangat diperlukan bagi individu-individu
pemakai yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi isi
faktual dari informasi. Realibilitas sangat diperlukan oleh individu-
individu yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi isi
faktual dari informasi.

1. Daya Uji (verifiability): ditunjukkan ketika pengukur-pengukur independen,


dengan menggunakan metode pengukuran yang sama, mendapatkan hasil
yang serupa.

2. Ketepatan penyajian (representational faithfulness): angka-angka dan


penjelasan dalam laporan keuangan mewakili apa yang benar-benar ada dan
terjadi.

3. Netralitas (neutrality): informasi tidak dapat dipilih untuk kepentingan


sekelompok pemakai tertentu. Info yang disajikan harus faktual, benar dan
tidak bias

4. Keberdaya ujian (verifiability). Informasi harus dapat diuji kebenarannya.


Dapat diujinya kebenaran informasi akuntansi berdasar pada keobyektifan
dan konsensus. Contoh, keandalan informasi harga perolehan fixed assets
harus diuji berdasar data masa lalu yang terekam pada faktur (keobyektifan).
Tetapi keandalan informasi tentang depresiasi aktiva tetap itu adalah
berdasarkan konsensusa mengenai metode depresiasi yang digunakan,
taksiran nilai residu, dan taksiran umur ekonomis.

5. Kenetralan (neutrality). Informasi akuntansi dimaksudkan untuk memenuhi


tujuan berbagai kelompok pemakai. Oleh karena itu harus bebas dari usaha-
usaha untuk memberikan keuntungan lebih kepada kelompok tertentu.
6. Kejujuran penyajian (representational faithfulness). Penyajian yang jujur
berarti adanya kesesuaian antara fakta dan informasi yang disampaikan.

2. Kualitas Peningkat

Kualitas Peningkat yang harus dimiliki informasi akuntansi adalah


keberdayabandingan (comparability) dan konsistensi (consistency).

1. Keberdayabandingan. Informasi akuntansi akan lebih bermanfaat jika dapat


dibandingkan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain dalam
satu industri (perbandingan horizontal) atau membandingkan perusahaan
yang sama untuk periode yang berbeda (perbandingan vertikal). Jadi
diperlukan standar dan ukuran tertentu.

2. Konsistensi. Sebuah entitas dikatakan konsisten dalam menggunakan standar


akuntansi apabila mengaplikasikan perlakuan akuntansi (metode akuntansi)
yang sama untuk kejadian-kejadian serupa, dari periode ke periode.

Kendala-kendala.
Terdapat dua kendala yang mempengaruhi tercapainya kualitas informasi seperti yang
telah dijelaskan, yaitu pertimbangan manfaat-biaya dan tingkat materialitas. Dua
kendala lainnya yang kurang dominan tapi merupakan bagian dari lingkungan
pelaporan adalah praktek industri dan konservatisme.
Pertimbangan manfaat-biaya (cost-effectiveness). Untuk menghasilkan
informasi yang relevan,andal, berdaya banding, dan konsisten dibutuhkan
biaya yang mahal. Oleh karena biaya dan terutama manfaat tidak mudah
diukur, maka mempertimbangkan hubungan manfaat-biaya menjadi masalah

Materialitas (materiality) berhubungan dengan dampak suatu item terhadap


operasi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Suatu item akan dianggap
material jika pencantuman atau pengabaian item tersebut mempengaruhi
atau mengubah penilaian seorang pemakai laporan keuangan. Baik faktor-
faktor kuantitatif maupun kualitatif harus dipertimbangkan dalam
menentukan apakan suatu item material atau tidak.

Konservatisme (conservatism) berarti jika ragu, maka pilihlah solusi yang


sangat kecil kemungkinannya dalam menghasilkan penetapan laba dan
aktiva yang terlalu tinggi. Tujuan dari konvensi ini, jika diaplikasikan secara
tepat adalah menyediakan pedoman yang paling rasional dalam situasi sulit :
jangan menyajikan angka laba bersih dan aktiva bersih yang terlalu
tinggi. Dalam merumuskan kerangka kerja konseptual, FASB tidak
memasukkan konservatisme dalam daftar karakteristik kualitatif. Namun,
konservatisme merupakan konsep yang sangat penting.

Kerangka konseptual terdiri dari konsep-konsep yang dipakai untuk


mengimplementasikan tujuan dasar. Konsep-konsep ini menjelaskan apa,
kapan, dan bagaimana unsur-unsur serta kejadian keuangan harus diakui,
diukur, dan dilaporkan oleh sistem akuntansi.

Asumsi-Asumsi Dasar.

Asumsi-asumsi menyediakan satu landasan bagi profesi akuntansi. Jadi,


asumsi dasar akuntansi adalah anggapan-anggapan yang digunakan oleh
para akuntan agar akuntansi dapat dipraktikkan.

a. Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption). Akuntansi


memandang bahwa perusahaan merupakan unit yang berdiri sendiri dan
terpisah dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan (pemilik, kreditor,
karyawan, dan lainnya).

b. Kesinambungan (going concern). Sebagian besar metode akuntansi di


dasarkan pada asumsi kelangsungan hidup yaitu perusahaan bisnis akan
memiliki umur yang panjang.pengalaman mengindikasikan bahwa,
meskipun banyak mengalami kegagalan bisnis, perusahaan dapat memiliki
kelangsungan hidup yang panjang

c. Asumsi unit moneter ( monetary unit assumption). Akuntansi


menggunakan unit moneter sebagai alat pengukur suatu obyek atau aktivitas
perusahaan dan menganggap nilai uang adalah stabil dari waktu ke waktu.

d. Asumsi periodisitas (periodicity assumption). Cara yang paling akurat


untuk mengukur hasil operasi perusahaan adalah dengan mengukurnya pada
saat perusahaan tersebut di likuidasi. Namun, pengambil keputusan tidak
bisa menunggu selama itu untuk menerima informasi semacam itu. Asumsi
periodisitas (periodicity assumption) atau periode waktu menyiratkan bahwa
aktivitas ekonomi sebuah perusahaan dapat di pisahkan dalam periode waktu
artifisial periode waktu ini bervariasi, tetapi yang paling umum yaitu secara
bulanan, kuartalan dan tahunan

SFAC 05

Pengakuan dan Pengukuran Keuangan Pernyataan Badan Usaha

 Pernyataan ini menetapkan kriteria pengakuan dan panduan tentang


informasi apa yang harus dimasukkan laporan keuangan dan kapan.
Pernyataan tersebut memberikan dasar untuk pertimbangan kriteria dan
pedoman olehpertama-tama membahas laporan keuangan yang harus
disajikan dan kontribusinya dalam pelaporan keuangan. Saya memberikan
perhatian khusus pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif.
Pernyataan itu juga membahasmasalah pengukuran tertentu yang terkait erat
dengan pengakuan.
 Laporan keuangan adalah fitur utama dari pelaporan keuangan yang
merupakan sarana utama dalam mengkomunikasikan keuanganinformasi
kepada orang-orang di luar suatu entitas. Beberapa informasi bermanfaat
lebih baik disediakan oleh laporan keuangandan beberapa lebih baik
disediakan, atau hanya dapat diberikan, dengan catatan atas laporan
keuangan, informasi tambahan,atau cara lain pelaporan keuangan. Untuk
item yang memenuhi kriteria pengakuan, pengungkapan oleh lainnyaberarti
bukan pengganti untuk pengakuan dalam laporan keuangan.
 Pengakuan adalah proses menggabungkan secara formal suatu item ke
dalam laporan keuangan entitas sebagaiaset, liabilitas, pendapatan,
pengeluaran, atau sejenisnya. Item yang diakui digambarkan dalam kata dan
angka, denganjumlah yang termasuk dalam total pernyataan.
 Seperangkat laporan keuangan untuk suatu periode harus menunjukkan:
1. Posisi keuangan pada akhir periode
2. Penghasilan untuk periode tersebut
3. Penghasilan komprehensif untuk periode tersebut
4. Arus kas selama periode tersebut
5. Investasi oleh dan distribusi kepada pemilik selama periode tersebut.
 Laporan keuangan berkontribusi secara individual dan kolektif untuk
memenuhi tujuan pelaporan keuangan.Tidak ada satu laporan keuangan yang
cenderung memberikan semua informasi laporan keuangan yang berguna
untuk suatu hal tertentujenis keputusan.
 Bagian-bagian dari laporan keuangan juga berkontribusi untuk memenuhi
tujuan pelaporan keuangan dan mungkinlebih bermanfaat bagi mereka yang
melakukan investasi, kredit, dan keputusan serupa daripada keseluruhan.
 Laporan keuangan dihasilkan dari penyederhanaan, pengembunan, dan
pengumpulan data. Hasilnya, merekamenyampaikan informasi yang akan
dikaburkan jika disediakan perincian. Meskipun penyederhanaan
itu,kondensasi, dan agregasi diperlukan dan bermanfaat, Dewan percaya
bahwa itu penting untuk dihindarimemfokuskan perhatian hampir secara
eksklusif pada "garis bawah," laba per saham, atau yang sangat
disederhanakan lainnyakondensasi.

Pernyataan Konsep FASB

Pernyataan posisi keuangan memberikan informasi tentang aset, kewajiban, dan


ekuitas entitas dan aset mereka hubungan satu sama lain pada periode tertentu.
Pernyataan tersebut menggambarkan sumber daya entitas struktur —jumlah aset
— dan struktur pembiayaannya — kelas dan jumlah utama kewajiban dan
ekuitas.
 Konsep posisi keuangan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan nilai
perusahaan bisnis, tetapi bersama-sama dengan laporan keuangan lainnya
dan informasi lainnya, harus memberikan informasi yang berguna bagi
mereka yang menginginkannya untuk membuat estimasi mereka sendiri
atas nilai perusahaan. Estimasi tersebut adalah bagian dari analisis
keuangan, bukan dari pelaporan keuangan, tetapi akuntansi keuangan
membantu analisis keuangan.
 Laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif bersama-sama
mencerminkan sejauh mana dan cara dalam di mana ekuitas suatu entitas
bertambah atau berkurang dari semua sumber selain transaksi dengan
pemilik selama suatu periode.
 Konsep penghasilan yang ditetapkan dalam Pernyataan ini mirip dengan
laba bersih untuk periode dalam praktik saat ini, namun demikian, tidak
termasuk penyesuaian akuntansi tertentu pada periode sebelumnya yang
diakui pada periode berjalan periode — efek kumulatif dari perubahan
dalam prinsip akuntansi adalah contoh utama dari praktik saat ini. Dewan
mengharapkan konsep pendapatan tunduk pada proses perubahan
bertahap atau evolusi yang dimilikinya ditandai perkembangan laba
bersih.
 Penghasilan adalah ukuran kinerja entitas selama suatu periode. Ini
mengukur sejauh mana arus masuk aset (pendapatan dan keuntungan)
yang terkait dengan siklus tunai ke kas secara substansial diselesaikan
selama periode tersebut arus keluar aset (biaya dan kerugian) yang
terkait, secara langsung atau tidak langsung, dengan siklus yang sama.
 Penghasilan komprehensif adalah ukuran luas dari efek transaksi dan
peristiwa lainnya pada entitas, terdiri seua perubahan yang diakui dalam
ekuitas (aset bersih) entitas selama periode dari transaksi dan lainnya
peristi dan keadaan kecuali yang dihasilkan dari investasi oleh pemilik
dan distribusi ke pemilik. Berbagai istilah digunakan untuk pendapatan
bersih dalam praktik saat ini. Dewan mengantisipasi bahwa berbagai
istilah akan digunakan loparan keuangan masa depan sebagai nama untuk
penghasilan , misalnya laba bersih atau rugi bersih dan pendapatan
komprehensif (misalnya, total perubahan non-pemilik dalam ekuitas atau
kerugian komprehensif). penghasilan
 Penghasilan dan pendapatan komprehensif tidak sama karena keuntungan
dan kerugian tertentu termasuk dalam komprehensifpenghasilan tetapi
tidak termasuk dalam penghasilan. Item-item tersebut terbagi dalam dua
kelas yang diilustrasikan oleh pratik tertentu saat ini:
 Pengaruh penyesuaian akuntansi tertentu pada periode sebelumnya
yang diakui pada periode berjalan (sudahdijelaskan)
 Perubahan tertentu lainnya dalam aset bersih (terutama keuntungan
dan kerugian holding tertentu) yang diakui dalam laporan
keuangan Periode tetapi pengecualian dari pendapatan, seperti
beberapa perubahan dalam nilai pasar dari investasi dalam
dipasarkan efek ekuitas diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar,
beberapa perubahan dalam nilai pasar investasi dalam industri
mempunyai ekuitas praktik akuntansi khusus untuk surat berharga
 Laporan yang dibahas dalam Pernyataan ini didasarkan pada
konsep modal keuangan pemeliharaan. perubahan
 Standar di masa depan dapat mengubah apa yang diakui sebagai
komponen pendapatan. Standar di masa depan mungkin juga
dikenal perubahantertentu dalam aset bersih sebagai komponen
dari pendapatan komprehensif tetapi tidak dari pendapatan.
 Laporan arus kas secara langsung atau tidak langsung
mencerminkan penerimaan kas suatu entitas yang diklasifikasikan
oleh sumber utamadan pembayaran kasnya diklasifikasikan
berdasarkan penggunaan utama selama suatu periode, termasuk
informasi arus kas tentang operasinya,pembiayaan, dan kegiatan
investasi.
 Pernyataan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik
mencerminkan transaksi modal entitas selama periode — sejauh
mana dan dalam hal apa ekuitas entitas meningkat atau menurun
dari transaksi dengan pemilik

Pengakuan dan Pengukuran dalam Keuangan CON5 Pernyataan Badan Usaha


Item dan informasi tentang itu harus memenuhi empat kriteria pengakuan mendasar untuk
diakui dan harus diakui ketika kriteria terpenuhi, tunduk pada batasan biaya-manfaat dan
ambang materialitas.
Kriteria tersebut adalah:
 Definisi. Item tersebut memenuhi definisi elemen laporan keuangan.
 Dapat diukur. Ini memiliki atribut yang relevan yang dapat diukur dengan keandalan
yang cukup.
 Relevansi. Informasi tentang hal ini mampu membuat perbedaan dalam keputusan
pengguna.
 Keandalan. Informasi ini representasional, setia, dapat diverifikasi, dan netral.
• Item yang saat ini dilaporkan dalam laporan keuangan diukur dengan atribut yang
berbeda (misalnya, historisbiaya, biaya [penggantian] saat ini, nilai pasar saat ini,
nilai realisasi bersih, dan nilai sekarang di masa depanarus kas), tergantung pada
sifat item dan relevansi dan keandalan atribut yang diukur.
• Unit moneter atau skala pengukuran dalam praktik saat ini dalam laporan keuangan
adalah unit uang nominal,yaitu tidak disesuaikan untuk perubahan daya beli uang
dari waktu ke waktu. Dewan mengharapkan nominal ituunit uang akan terus
digunakan untuk mengukur item yang diakui dalam laporan keuangan.
• Pedoman lebih lanjut dalam menerapkan kriteria untuk mengenali komponen
pendapatan diperlukan karena adanyasecara luas diakui pentingnya pendapatan
sebagai ukuran utama kinerja entitas. Panduan untuk mengenalikomponen
pendapatan berkaitan dengan mengidentifikasi siklus mana yang secara substansial
lengkap dandengan mengaitkan pendapatan, keuntungan, pengeluaran, dan kerugian
tertentu dengan siklus itu.
• Dalam menilai prospek bahwa transaksi yang belum selesai akan diselesaikan
dengan sukses, gelarskeptisisme sering dibenarkan. Sebagai reaksi terhadap
ketidakpastian, persyaratan yang lebih ketat secara historis telahdikenakan untuk
mengakui pendapatan dan keuntungan sebagai komponen pendapatan selain untuk
mengakui biaya dankerugian. Reaksi konservatif tersebut memengaruhi panduan
untuk menerapkan kriteria pengakuan pada komponenpenghasilan.
• Panduan untuk mengakui pendapatan dan keuntungan didasarkan pada keberadaan
mereka:
 Disadari atau direalisasikan. Pendapatan dan keuntungan umumnya tidak diakui
sebagai komponen pendapatan sampaidirealisasikan atau direalisasikan.
 Penghasilan. Pendapatan tidak diakui sampai diperoleh. Pendapatan dianggap telah
diperoleh saatentitas secara substansial telah menyelesaikan apa yang harus
dilakukannya untuk berhak atas manfaat yang diwakili oleh pendapatan.Untuk
keuntungan, yang diperoleh umumnya kurang signifikan daripada direalisasikan.
 Panduan untuk pengeluaran dan kerugian dimaksudkan untuk mengakui:
 manfaat. Beban umumnya diakui ketika manfaat ekonomi entitas dikonsumsi
dalam kegiatan yang menghasilkan pendapatan atau sebaliknya
 Kehilangan atau kekurangan manfaat. Beban atau kerugian diakui jika menjadi
bukti yang sebelumnya diakuimanfaat ekonomi masa depan dari aset telah berkurang
atau dieliminasi, atau bahwa kewajiban telah terjadi ataumeningkat, tanpa manfaat
ekonomi terkait.
 Dalam sejumlah situasi tertentu, Dewan dapat menentukan bahwa informasi yang
paling berguna dihasilkan dari pengakuanefek peristiwa tertentu dalam pendapatan
komprehensif tetapi tidak dalam pendapatan, dan menetapkan standar yang
sesuai.Perubahan tertentu dalam aset bersih yang memenuhi kriteria pengakuan
mendasar mungkin memenuhi syarat untuk pengakuandalam pendapatan
komprehensif meskipun mereka tidak memenuhi syarat untuk pengakuan sebagai
komponen pendapatan.
 Informasi berdasarkan harga saat ini harus diakui jika cukup relevan dan dapat
diandalkan untuk membenarkanbiaya yang terlibat dan lebih relevan daripada
informasi alternatif.
 Sebagian besar aspek praktik saat ini konsisten dengan kriteria pengakuan dan
panduan dalam Pernyataan ini, tetapikriteria dan pedoman tidak menutup
kemungkinan perubahan di masa depan dalam praktik. Ketika bukti
menunjukkanbahwa informasi yang lebih berguna (relevan dan dapat diandalkan)
daripada informasi yang dilaporkan saat ini tersediadengan biaya yang dapat
dibenarkan, itu harus dimasukkan dalam laporan keuangan.

SFAC 6
Financial Accounting Standards Board
Elemen Laporan Keuanganpenggantian Pernyataan Konsep FASB No.
3(memasukkan amandemen Konsep FASBPernyataan No. 2)
 Unsur-unsur laporan keuangan adalah blok bangunan dengan mana laporan
keuangan beradadibangun - kelas item yang terdiri dari laporan keuangan.
Pos-pos dalam laporan keuangan mewakili dalam kata-kata dan angka-angka
sumber daya entitas tertentu, klaim atas sumber daya itu, dan dampak
transaksi serta peristiwa dan keadaan lain yang mengakibatkan perubahan
dalam sumber daya dan klaim tersebut.
 Pernyataan ini menggantikan Pernyataan Konsep FASB No. 3, Elemen
Laporan Keuangan BisnisPerusahaan, memperluas ruang lingkupnya untuk
mencakup organisasi nirlaba juga.
 Pernyataan ini mendefinisikan 10 elemen yang saling terkait yang terkait
langsung dengan pengukuran kinerja dan status suatu entitas. (Elemen-
elemen lain yang mungkin dari laporan keuangan tidak dibahas.)
 Aset kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang diperoleh
atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai akibat daritransaksi
atau peristiwa masa lalu.
 Liabilitas kemungkinan adalah pengorbanan masa depan dari
manfaat ekonomi yang timbul dari kewajiban kini entitas tertentu
untuk mentransfer aset atau memberikan layanan kepada entitas lain
di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa
lalu.
 Ekuitas atau aset bersih adalah bunga residual dalam aset entitas
yang tetap setelah dikurangi kewajibannya. Dalam perusahaan
bisnis, ekuitas adalah kepentingan kepemilikan. Dalam organisasi
nirlaba,yang tidak memiliki kepentingan kepemilikan dalam arti
yang sama dengan perusahaan bisnis, aset bersih dibagi ke dalamtiga
kelas berdasarkan ada atau tidak adanya batasan yang diberlakukan
donor — dibatasi secara permanen,dibatasi sementara, dan aset
bersih tidak dibatasi.
 Investasi oleh pemilik adalah peningkatan ekuitas perusahaan bisnis
tertentu yang dihasilkan dari transfer kepadanya dari entitas lain dari
sesuatu yang berharga untuk memperoleh atau meningkatkan
kepentingan kepemilikan (atau ekuitas)di dalamnya. Aset paling
sering diterima sebagai investasi oleh pemilik, tetapi apa yang
diterima mungkinjuga termasuk layanan atau kepuasan atau
konversi kewajiban perusahaan.
 Distribusi kepada pemilik adalah penurunan ekuitas perusahaan
bisnis tertentu yang dihasilkan dari pengalihan aset, pemberian
layanan, atau menimbulkan kewajiban oleh perusahaan kepada
pemilik. Distribusi kepemilik mengurangi minat kepemilikan (atau
ekuitas) dalam suatu perusahaan.
 Penghasilan komprehensif adalah perubahan dalam ekuitas
perusahaan bisnis selama periode dari transaksi dan peristiwa dan
keadaan lain dari sumber yang bukan pemilik. Ini mencakup semua
perubahan dalam ekuitas selama periode kecuali yang dihasilkan
dari investasi oleh pemilik dan distribusi ke pemilik.
 Pendapatan adalah arus masuk atau peningkatan lainnya dari aset
suatu entitas atau penyelesaian kewajibannya (atau kombinasi
keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, layanan render,
atau kegiatan lain yangmerupakan operasi utama atau pusat entitas
yang sedang berlangsung.
 Biaya adalah arus keluar atau penggunaan lainnya atas aset atau
incurrences kewajiban (atau kombinasi darikeduanya) dari
mengirimkan atau memproduksi barang, memberikan layanan, atau
melakukan kegiatan lain yang merupakan operasi utama atau pusat
entitas yang sedang berlangsung.
 Keuntungan adalah kenaikan dalam ekuitas (aset bersih) dari
transaksi periferal atau insidental dari entitas dandari semua
transaksi lain dan peristiwa serta keadaan lain yang memengaruhi
entitas kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh
pemilik.
 Kerugian adalah penurunan ekuitas (aset bersih) dari transaksi
periferal atau insidental entitas dandari semua transaksi lain dan
peristiwa serta keadaan lain yang memengaruhi entitas kecuali yang
dihasilkan dari pengeluaran atau distribusi kepada pemilik.\
 Pernyataan ini mendefinisikan tiga kelas aset bersih organisasi nirlaba dan
perubahannyakelas selama suatu periode. Setiap kelas terdiri dari pendapatan,
pengeluaran, keuntungan, dan kerugian yang memengaruhi itukelas dan
reklasifikasi dari atau ke kelas lain.
 Perubahan aset bersih yang dibatasi secara permanen selama suatu
periode adalah total dari (a) kontribusi dan lainnyaarus masuk
selama periode aset yang penggunaannya oleh organisasi dibatasi
oleh ketentuan yang ditentukan oleh donor yang tidak berakhir
dengan berlalunya waktu juga tidak dapat dipenuhi atau dihilangkan
dengan tindakanorganisasi, (b) peningkatan dan pengurangan aset
lainnya selama periode yang tunduk padajenis ketentuan yang sama,
dan (c) reklasifikasi dari (atau ke) kelas aset bersih lainnya selama
periode sebagai konsekuensi dari ketentuan yang diberlakukan
donor.
 Perubahan aset bersih yang dibatasi sementara selama suatu periode
adalah total dari (a) kontribusi dan lainnyaarus masuk selama
periode aset yang penggunaannya oleh organisasi dibatasi oleh
ketentuan yang diberlakukan oleh donor yang berakhir dengan
berlalunya waktu atau dapat dipenuhi dan dihapus oleh tindakan
organisasisesuai dengan ketentuan-ketentuan tersebut, (b)
peningkatan dan pengurangan aset lainnya selama periode tersebut
tunduk pada jenis ketentuan yang sama, dan (c) reklasifikasi ke (atau
dari) kelas lain dari aset bersihselama periode sebagai konsekuensi
dari ketentuan yang diberlakukan donor, berakhirnya dengan
berlalunya waktu,atau pemenuhan dan pemindahan mereka dengan
tindakan organisasi sesuai dengan ketentuan tersebut.
 Perubahan aset bersih tidak dibatasi selama suatu periode adalah
total perubahan dalam aset bersih selama periode kurangperubahan
dalam aktiva bersih yang dibatasi secara permanen dan perubahan
dalam aktiva bersih yang dibatasi sementara untuk periode tersebut.
Ini adalah perubahan selama periode di bagian aset bersih dari
organisasi nirlaba yang tidakdibatasi oleh ketentuan yang
diberlakukan donor. Perubahan aset bersih tidak terikat termasuk (a)
pendapatan dankeuntungan yang mengubah aset bersih tidak
terbatas, (b) biaya dan kerugian yang mengubah aset bersih tidak
terbatas,dan (c) reklasifikasi dari (atau ke) kelas aset bersih lainnya
sebagai konsekuensi dari yang diberlakukan donorketentuan, habis
masa berlakunya dengan berlalunya waktu, atau pemenuhan dan
pemindahan mereka dengan tindakan organisasi sesuai dengan
ketentuan tersebut.
 Pernyataan tersebut juga mendefinisikan atau menjelaskan konsep-
konsep tertentu lainnya yang mendasari atau terkait eratke 10
elemen dan 3 kelas yang didefinisikan dalam Pernyataan.
 Penghasilan tidak didefinisikan dalam Pernyataan ini. FASB
Concepts Statement 5 kini telah menggambarkan penghasilan untuk
periode tidak termasuk penyesuaian akuntansi kumulatif tertentu dan
perubahan non-pemilik lainnya dalam ekuitas itu
termasuk dalam pendapatan komprehensif untuk suatu periode.
 Dewan mengharapkan sebagian besar aset dan liabilitas dalam
praktik saat ini untuk terus memenuhi syarat sebagai aset atau
liabilitasdi bawah definisi dalam Pernyataan ini. Dewan menekankan
bahwa definisi tidak memerlukan ataupertanda pergolakan dalam
praktik saat ini, meskipun pada saatnya nanti akan menyebabkan
beberapa perubahan evolusioner diberlatih atau setidaknya dalam
cara hal-hal tertentu dilihat. Mereka harus sangat membantu dalam
memahamiisi laporan keuangan dan dalam menganalisis dan
menyelesaikan masalah akuntansi keuangan baru sebagaimereka
muncul.

Elemen Laporan Keuangan


 Apendiks bukan bagian dari definisi tetapi dimaksudkan untuk
pembaca yang mungkin menganggapnya berguna.
Merekamenggambarkan latar belakang Pernyataan dan menguraikan
deskripsi karakteristik pentingelemen dan kelas, termasuk beberapa
diskusi dan ilustrasi tentang bagaimana menerapkan definisi.
 Pernyataan ini mengubah Pernyataan Konsep FASB No. 2,
Karakteristik Kualitatif dari Informasi Akuntansi, untuk
menerapkannya pada pelaporan keuangan oleh organisasi nirlaba.
Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan ini adalahsalah satu dari serangkaian publikasi
dalam konseptual Dewankerangka kerja untuk akuntansi dan pelaporan keuangan.
Pernyataan dalam seri ini dimaksudkan untuk menetapkan tujuandan dasar-dasar yang
akan menjadi dasar untuk pembangunanstandar akuntansi dan pelaporan keuangan.
Tujuan mengidentifikasi tujuan dan tujuan pelaporan keuangan. Fundamental adalah
konsep yang mendasarinyaakuntansi keuangan — konsep yang memandu pemilihan
transaksi, peristiwa, dan keadaan yang harus dipertanggungjawabkan; pengakuan dan
pengukuran mereka; dansarana meringkas dan mengkomunikasikannya kepada pihak
yang berkepentingan. Konsep jenis itu sangat mendasar dalampengertian bahwa
konsep-konsep lain mengalir dari mereka dan referensi berulang ke mereka akan
diperlukan dalam membangun, menafsirkan, dan menerapkan akuntansi dan pelaporan
standar.
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK)
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK)
merupakan konsep-konsep dasar yang menjadia pedoman dalam penyusunan laporan
keuangan untuk tujuan umum dan menjadi pedoman bagi penyusun standar
akuntansi untuk mengembangkan standar akuntansi di masa yang akan datang dan
sebagai pedoman dalam menyelesaikan permasalahan yang belum diatur secara
khusus di dalam pernyataan standar akuntansi. KDPPLK disebut dengan kerangka
konseptual yang diadopsi secara langsung dari conceptual framework IAS.

KDPPLK ini ditujukan untuk:


 Penyusun standar akuntansi dalam menyusun dan mengembangkan standar
akuntansi
 Penyusun laporan keuangan dalam mengatasi masalah yang belum diatur
dalam standar
 Para pemakai dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan
 Kerangka konseptual berisikan konsep umum dalam menyusun laporan
keuangan dan berfungsi sebagai acuan untuk mengatasi masalah yang belum
atau tidak diatur secara khusus dalam standar. Namun jika sudah ada standar
akuntansi yang mengatur maka perlakuan akuntansinya akan mengikuti
standar tersebut. Misalkan aset tetap, pengaturan aset tetap tidak mengikuti
aturan umum yang dimuat dalam kerangka konseptual namun mengikuti
standar yang sudah mengaturnya yakni PSAK 16. Namun untuk
permasalahan lain yang tidak atau belum diatur dalam standar dapat mengacu
pada kerangka konseptual seperti soal biaya dibayar dimuka yang tidak diatur
secara khusus dalam standar. Ketentuan pengukuran dan penyajian biaya
dibayar dimuka dalam laporan keuangan dapat menggunakan asumsi dasar
akrual dalam kerangka konseptual.

KDPPLK bukanlah standar akuntansi. Bilamana terjadi pertentangan antara standar


akuntansi dengan kerangka konseptual maka standar akuntansi lebih diunggulkan.
KDPPLK secara umum berisikan:
 Tujuan dan Pengguna Laporan Keuangan
 Asumsi Dasar
 Karakteristik Kualitatif
 Unsur-unsur yang terkandung dalam laporan keuangan
 Konsep pemeliharaan modal

Penjelasan untuk setiap butir di atas adalah sebagai berikut:


Tujuan dan Pengguna Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan berdasarkan kerangka konseptual adalah untuk
“menyediakan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan
perubahan posisi keuangan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna
dalam pengambilan keputusan ekonomi” (paragraf 12).
Dari paragraf tersebut kita dapat menggarisbawahi bahwa tujuan utama laporan
keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan
keputusan ekonomi yang dilakukan oleh banyak pengguna. Penyusunan dan
penyajian laporan keuangan akan berbeda jika tujuannya misalnya untuk
memastikan pelayanan yang baik.
Pengguna laporan keuangan meliputi investor, calon investor, kreditor, karyawan,
pemasok dan kreditor lainnya, pemerintah, dan masyarakat. Pengguna tersebut
menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang
berbeda, diantaranya sebagai berikut:

Investor dan calon investor: menilai entitas dan kemampuan membayar deviden di
masa mendatang, investor dapat memutuskan untuk membeli atau menjual saham
entitas.
Kreditor: menilai kemampuan bank dalam membayang utang dan bunga
Karyawan: menilai kemampuan membayar balas jasa, manfaat pensiun, dan
kesempatan kerja.
Pemasok dan kreditor lainnya: kemampuan entitas membayar liabilitasnya yang akan
jatuh tempo
Pemerintah: menilai bagaimana alokasi sumber daya
Masyarakat: menilai tren dan perkembangan kemakmuran entitas
Terus menerusnya
Asumsi Dasar
Asumsi dasar yang digunakan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan
berdasarkan kerangka konseptual adalah asumsi going concern dan asumsi dasar
akrual. Going concern (kelangsungan usaha) menganggap bahwa perusahaan akan
terus beroperasi di masa-masa yang akan datang, tidak ada asumsi bahwa entitas
akan bubar. Yang menjadi fokus bukan Terus menerusnya tetapi asumsi ini menjadi
dasar bagi kewajaran nilai yang dicantumkan dalam informasi keuangan. Asumsi
dasar lainnya adalah basis akrual, dalam basis akrual pengaruh transaksi dan
peristiwa lainnya diakui pada saat terjadinya bukan pada saat kas diterima atau
dibayarkan. Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban
ditetapkan tanpa melihat apakah transaksi kas telah dilakukan atau tidak.
Penentuannya bukan keterlibatan kas, tetapi didasarkan kepada faktor legalnya
apakah memang sudah merupakan hak (pendapatan) atau kewajiban (beban)
perusahaan atau belum. Kalau sudah, harus dicatat tanpa menunggu penerimaan atau
pembayaran kas.

Karakteristik Kualitatif
Agar laporan keuangan dapat menyediakan informasi yang berguna dalam
pengambilan keputusan ekonomi bagi para pengguna laporan, KDPPLK
mensyaratkan informasi yang dimuat dalam dalam laporan keuangan agar dapat
memenuhi empat karakteristik kualitatif yakni: dapat difahami, relevan, keandalan,
dan dapat diperbandingkan (paragraf 24).

Laporan keuangan harus dapat difahami oleh para pemakai agar dapat digunakan
dalam pengambilan keputusan ekonomi. Untuk dapat difahami, pengguna laporan
keuangan diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai aktivitas
ekonomi, bisnis, akuntansi, serta memiliki kemauan untuk mempelajari informasi.

Agar bermanfaat, informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus relevan.
Relevan berhubungan dengan kegunaan informasi tersebut dalam pengambilan
keputusan. Informasi dikatakan relevan jika informasi tersebut dapat memengaruhi
keputusan ekonomi pengguna sehingga dapat membantu dalam mengevaluasi
peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa yang akan datang. Di samping itu,
informasi yang dicantumkan dalam laporan keuangan juga harus dapat diandalkan.
Informasi yang andal adalah informasi yang bebas dari pengertian yang
menyesatkan, bebas dari salah saji material, dan dapat diandalkan pengguna sebagai
penyajian yang tulus dan jujur dari yang seharusnya disajikan. Keandalan laporan
keuangan meliputi ciri-ciri:

Penyajian yang jujur


Netralitas
Substansi mengungguli bentuk
Pertimbangan sehat, dan
Kelengkapan
Laporan keuangan harus dapat diperbandingkan dengan waktu dan tempat tertentu
agar dapat bermanfaat bagi pengguna.

Unsur-unsur yang terkandung dalam laporan keuangan


Unsur-unsur dalam laporan keuangan terbagi ke dalam kelompok yang
menggambarkan karakateristik ekonominya. Unsur-unsur yang berkaitan dengan
posisi keuangan perusahaan adalah aset, liabilitas, dan ekuitas. Unsur-unsur yang
berkaitan dengan kinerja perusahaan adalah penghasilan dan beban. Aset
didefinisikan sebagai sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu yang diharapkan dapat mengalirkan manfaat di masa yang akan
datang bagi entitas tersebut. Yang perlu digaris bawahi di sini adalah “penguasaan”,
entitas mengakui sejumlah sumber daya sebagai aset apabila entitas memiliki kendali
dan kuasa atas sumber daya tersebut meski tidak dimiliki. Contohnya, entitas harus
menyertakan kendaraan bermotor yang diperolehnya melalui perjanjian sewa beli
atau mesin yang disewakan lewat perpajian sewa (dapat dibelakukan dengan
ketetapan PSAK 30 tentang sewa) sebagia aset. liabilitas adalah kewajiban masa kini
entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu, penyelesaiannya diharapkan akan
menyebabkan arus keluar sejumlah sumber daya entitas yang mengandung manfaat
ekonomi. Sedangkan ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi
seluruh liabilitas. Dapat dilihat bahwa ekuitas tidak didefinisikan jenisnya dan hanya
diungkapkan sebagai persamaan matematis:

Ekuitas = Aset – Liabilitas


Penghasilan merupakan kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode berupa
pemasukan atau penambahan aset perusahaan atau penurunan liabilitas yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang bukan berasal dari kontribusi pemilik.
Penghasilan meliputi pendapatan dan keuntungan. Pendapatan timbul dari aktivitas
operasi normal perusahaan sedangkan keuntungan merupakan pos lain yang
memenuhi definisi penghasilan dan mungkin timbul atau tidak timbul dalam
pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa.

Beban merupakan penurunan manfaat ekonomi selama satu periode berupa


pengurangan aset atau penambahan liabilitas yang mengakibatkan penurunan ekuitas
yang bukan merupakan disrtribusi kepada pemilik. Beban mencakup beban yang
timbul dari aktivitas operasi normal perusahaan dan kerugian yang merupakan pos
lain yang memenuhi definisi beban. kerugian mencerminkan penurunan manfaat
ekonomi. Kerugian ini mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dari pelaksanaan
aktivitas operasi normal perusahaan.

Konsep pemeliharaan modal


Konsep pemeliharaan modal dalam kerangka konseptual terdiri dari konsep
pemeliharan modal keuangan dan konsep pemeliharaan modal fisik. Konsep
pemeliharan modal penting artinya dalam mengukur laba yang diperoleh perusahaan.
Menurut Hicks, seorang ekonom, laba adalah jumlah maksimum yang dapat
dikonsumsi oleh sebuah perusahaan dalam suatu periode, namun kekayaan awal
periode perusahaan sama dengan kekayaan akhir periode perusahaan. Oleh karena
itu laba adalah kelebihan setelah posisi awal dipelihara
https://www.studocu.com/en/document/universitas-airlangga/teori-
akuntansi/summaries/rangkuman-sfac-no-07/3520999/view

SFAC No.7 Using Cash Flows Information and Present Value


inAccounting Measurements SFAC No. 7 menyediakan kerangka kerja untuk
dapat menggunakan future cashflows sebagai basis pengukuran saat pengakuan
awal dan pengukuran segera serta untuk metode interest dalam penentuan
amortisasi. Statemen ini juga menyediakan prinsip-prinsipumum yang mengatur
penggunaan present value terutama ketika jumlah dari future cashflow,
waktunya atau waktu dan tingkat ketidakpastiannya. Statemen juga
menyediakan pemahaman yang bersifat umum dari tujuan pengukuran-pengukuran
present value dalamakuntansi

Tujuan SFAC No. 7:


1. Pengukuran dalam akuntansi dengan menggunakan present value dapat
digunakan untuk menangkap dan untuk mengembangkan perbedaan
di antara aliran kasekspektasian di masa yang akan datang.
2. Menyediakan informasi yang relevan melalui pelaporan keuangan
karena presentvalue menggambarkan beberapa atribut pengukuran asset dan
liabilities secara logis.

Statement No. 7 lebih menekankan pada isu pengukuran spesifik


daripada isukonseptual yang lebih luas, karena itu statement ini dapat
dilihat sebagai bagian dari Statement No. 5. SFAC No. 7 digunakan pada
situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga harus menggunakan
estimasi aliran kas di masa mendatang. Poin penting mengenai pengukuran asset
adalah pengukuran present value yang digunakan untukmensimulasi fair
value. Discount rate harus meliputi risiko dan ketidakpastian yang
merefleksikan pengukuran pasar terhadap nilai asset. Jika asset tertentu memiliki
beberapa kemungkinan aliran kas dalam beberapa tahun, maka aliran kas
yang diekspektasi harusmenentukan probabilitas aliran kas individu
tertimbang. Poin penting dalam pengukuranliabilitas adalah discount rate
harus diikutkan dalam perhitungan credit standing perusahaan. Pengukuran asset
dan liabilitas sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak konsisten. Sebuah asset
dapat dipandang dan dinilai secara terpisah dari entitas perusahaan, tapi
pada saat mengukur liabilitas tidak dapat demikian.

1. Internasional Accounting Standard 37 Standar Akuntansi Internasional


37: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan AsetKontijensi, atau IAS 37,
adalah standar pelaporan keuangan internasional yang diadopsi oleh
Standar Akuntansi Internasional (IASB). IAS 37 menetapkan persyaratan
akuntansidan pengungkapan untuk ketentuan, kewajiban kontinjensi dan
aset kontinjensi, denganbeberapa pengecualian, menetapkan prinsip
penting bahwa ketentuan yang harus diakuihanya jika entitas memiliki
ketentuan kewajiban. Transaksi seperti, provisions, contingent,
liabilities and contingent assets,membutuhkan secara luas
penggunaan teknik-teknik present value. Pada tahun 1998 IASC
mengagendakan proyek riset terkait dengan pentingnya penggunaan
present valuedalam akuntansi keuangan. Bentuk statement yang
menyediakan kerangka dasar penggunaan basis future cash flows
sebagai dasar pengukuran akuntansi, yaitu:
Menggambarkan tujuan pengukuran-pengukuran dalam present
value dalamakuntansi
Menyediakan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum
yang mengturpenggunaan present value, khususnya jumlah future
cash flows sesuai denganmasanya atau waktu yang penuh dengan
ketidakpastian. Rumusan present value merupakan alat untuk
memasukkan pengukuran yangmenyangkut time value of
money.secara sederhana dapat dikatakan teknik-teknik present value
dapat menangkap suatu nilai yang akan diterima oleh entitas di masa
yangakan datang. present value merupakan pondasi ekonomik dan
keuangan bagi entitas bisnis dan menjadi bagian penting dari model
assets pricing modern mencakup model-model option-pricing. Konsep
present value dari estimated future cash flow secaraimplicit
mencerminkan all market prices, juga rekord biaya / kos historis ketika
suatuentitas membeli asset

Tujuan dari pengadopsian present value dalam akuntansi adalah


untukkepentingan pengukuran yang sangat mungkin dikembangkan
karena adanya perbedaan diantara tahapan-tahapan future cash flow.
Penggunaan present value dalampengukuran akan menangkap
secara penuh perbedaan-perbedaan ekonomik darimasing-masing
asset termasuk elemen-elemennya. Konvensi-konvensi akuntansi yang
memiliki scope dan penanganan yang berbedaterkait dengan
pengukuran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Fair value measurement, mengisyaratkan bahwa 5 elemen
digunakan untuk menangkap ekspektasi maupun estimasi-estimasi
ketika pelaku pasar akan menggunakan faktor-faktor jumlah dengan
mana asset yang dibeli atau yang dijualdalam current transaction diantara
berbagai pihak.
Value-in-use and entity-specific measurements, berusaha menangkap
nilai-nilaiasset dan keajiban dalam hubungannya dengan entitas tertentu.
Pengukuran entity-specific dapat dilakukan dengan mengambil
keseluruhan 5 elemen tersebut.
Effective-settlement measurement, menggambarkan jumlah current
amount dariasset jika diinvestasikan sekarang pada suatu tingkat
bunga tertentu yang akanmemberikan future cash inflows yang
sebanding dengan cash outflows untuk setiapkewajiban tertentu.
Dalam current accounting standards, Effective-settlement
measurement tidak mengijinkan atau mengecualikan komponen
harga yang terbentuk dari permintaan para pelaku pasar untuk
tujuan membendung ketidakpastian aliran kas di masa depan dan
atribut-atribut komponen harga untukkridit yang dimiliki oleh suatu
entitas Cost-accumulation or cost-accrual measurement mencoba
untuk menangkapkos (khususnya incremental cost) bahwa suatu
entitas mengantisipasi kos yangakan dikenakan dalam perolehan
suatu asset. Pengukuran-pengukuran juga mengecualikan asumsi-
asumsi lainnya yang tercakup dalam mengestimasi fairvalue
b. Present Value and Fair ValuePresent value merupakan satu-satunya
tujuan, ketika digunakan dalampengukuran- pengukuran akuntansi
khususnya pada pengakuran awal, dan pengukuran-pengukuransegera
dalam mengestimasi fair value. Pernyataan yang membedakan dimana
Present Value dibentuk untuk menangkap elemen-elemen yang diambil
bersama-samayang akan menggambarkan market price, dan jika
salah satu tidak ada, maka akan menggambarkan fair value.Unsur-
Unsur dari Pengukuran Present Value (The Components of A Present
Value Measurement ).