Anda di halaman 1dari 27

LEMBAR KERJA 2

1.DESKRIPSIKAN CIRI PEMIMPIN SERTA RUJUKANNYA!

10 Ciri Pemimpin Yang Baik

1. Jujur dan Dapat Dipercaya

Jujur dan dapat dipercaya adalah modal dasar seorang pemimpin. Tidak hanya anggota tim
yang harus memiliki sifat ini. Dengan dilandasi oleh sifat ini, maka anggota timnya pun
dengan sendirinya akan mengikuti pimpinannya.

2. Mampu Bertanggung Jawab

Tidak hanya menyalahkan anggota timnya apabila target yang telah ditentukan tidak berhasil
dicapai. Seorang pemimpin pun harus mampu dan mau bertanggung jawab. Karena seorang
pemimpin akan selalu diminta pertanggungjawabannya terhadap apa yang dipimpinnya dan
keputusan yang diambilnya.

3. Mampu Menentukan Skala Prioritas

Seorang pemimpin hendaknya mampu menentukan skala prioritas. Dengan skala prioritas,
anggota timnya mampu bekerja secara optimal dan mampu menyelesaikan tugas dengan tepat
waktu. Pimpinan yang baik mengetahui kapan waktunya lembur dan kapan waktunya pulang
pagi… 😀

4. Mampu Mendelegasikan Tugas

Pendelegasian tugas amat penting. Seorang pemimpin harus bisa mendelegasikan tugas
kepada orang yang tepat. Selain itu, pendelegasian juga merupakan salah satu cara untuk
mempercayai anggota timnya. Sehingga pemimpin mampu menempatkan anggota timnya
sesuatu dengan kapasitas masing-masing anggotanya. The right man on the right job. Dan
yang tidak kalah penting adalah dengan pendelegasian, pemimpin akan bisa lebih fokus
kepada tugas yang lebih penting.

5. Cepat Menangani dan Mengatasi Masalah

Responsif dalam mengatasi masalah amat penting agar masalah yang muncul bisa dengan
cepat tertangani dan mendapat solusi yang tepat. Sehingga permasalahan tidak berlarut-larut
dan tidak menimbulkan permasalahan baru lainnya.

6. Memiliki Sikap Positif

Setiap pemimpin harus memiliki sikap positif. Hal ini penting, karena dengan sikap positif
akan mampu melihat visinya kedepan dengan optimis, bukan sebagai sebuah beban yang
harus dipikul.
7. Kemampuan Berkomunikasi Efektif

Pemimpin perlu berkomunikasi secara efektif agar pesan yang akan disampaikan jelas, tidak
salah tangkap dan salah arah. Kemampuan ini mutlak dimiliki, karena mampu menyelaraskan
semua anggota timnya mencapai tujuan yang ditentukan.

8. Keberanian Sosial dan Percaya Diri

Seorang pemimpin yang baik memiliki keberanian sosial dan kepercayaan diri yang tinggi.
Sehingga seorang pemimpin mampu mengangkat harkat timnya

9. Mampu Mengembangkan Setiap Anggota Tim

Setiap pemimpin yang baik selalu mengembangkan setiap anggota timnya. Karena dengan
SDM yang kuat, tujuan yang hendak dicapai pun akan lebih mudah tercapai.

10. Mampu mengendalikan keadaan

Seorang pemimpin dituntut dapat mengendalikan keadaan. misalnya, seorang dituntut


memiliki sifat humoris. Agar timnya pun mampu tertawa disaat suasana sedang dilanda
masalah. Sehingga permasalahan tidak menambah beban yang sudah ada.

2.DESKRIPSIKAN CIRI MANAJER SETA RUJUKANNYA!

10 Ciri Manager Yang Baik

1.Pemimpin Lambang (Figurehead)


Manajer profesional bertanggung jawab dan menjalankan sejumlah kewajiban rutin yang
bersifat legal.

2. Pemimpin (Leader)
Manajer profesional harus dapat memotivasi, mengaktifkan, serta mengembangkan potensi
karyawannya, bertanggung jawab untuk mengisi posisi yang kosong, dan memberikan
instruksi-instruksi serta pembagian kerja. Seorang manager profesional selalu bekerja keras
sehingga ia dihormati anggotanya. Dia percaya bahwa dia harus bekerja lebih keras daripada
anggotanya untuk memberikan contoh yang baik.

3. Penghubung (Liaison)
Manajer profesional harus dapat memelihara danmemperluas jaringannya atau mitra bisnis.

4. Pemantau (Monitor)
Manajer profesional sebagai pusat saraf informasi internal dan eksternal tentang organisasi.

5. Penyebar (Dissiminator)
Manajer profesional bertugas meneruskan informasi yang diterima dari external kepada
anggota atau karyawannya agar setiap orang memiliki suhu dan pengetahuan yang sama
dalam bekerja.
6. Juru Bicara (Spokesperson)
Manajer profesioal juga meneruskan informasi kepada external atau mitra mengenai rencana,
tindakan, kebijakan dan hasil organisasi berkaitan dengan pengambilan keputusan demi
pencapaian tujuan bisnis. Seorang manager profesional percaya bahwa karyawan atau
anggotanya mampu memberi andil untuk kesuksesan perusahaannya. Ia akan mengajak
anggotanya untuk memberikan masukan-masukan, ide-ide, dan saran-saran untuk pemecahan
masalah yang dihadapi di tempat kerja. Dia juga berkeinginan untuk mendengar, memahami
dan menindak lanjuti kritikan dan tuntutan-tuntutan dari anggotanya.

7. Wirausaha (Enterpreneur)
Manajer profesional pandai dalam mencari peluang dan kesempatan yang ia lihat atau hadapi
serta memprakarsai “proyek-proyek perbaikan” untuk membuat perubahan.

8. Pengendali Gangguan (Disturbance Handler)


Manajer profesional akan menjadi benteng dalam menghadapi kendala-kendala yang tidak
dapat diselesaikan oleh anggotanya. Namun sebelumnya Ia akan menghargai hasil pekerjaan
karyawannya lalu mengoreksi dengan cara yang profesional.

9. Pengalokasi Sumber Daya (Resource Allocator)


Manajer profesional bertanggung jawab terhadap alokasi segala sumber daya organisasi. Ia
dapat memahami potensi dari anggotanya.

10. Perunding (Negotiator)


Manajer profesional harus dapat mewakili organisasinya pada perundingan-perundingan
bisnis yang penting dan menyangkut keberlangsungan organisasinya.
LEMBAR KERJA 3

1.DESKRIPSIKAN MINIMAL 2 PENDAPAT AHLI TENTANG STRUKTUR ORGANISASI


BESERTA RUJUKANNYA!

Teori Organisasi Menurut Para Ahli

1. Organisasi Menurut Stoner: Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang


melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama
2. Organisasi Menurut James D. Mooney: Organisasi adalah bentuk setiap
perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard: Organisasi merupakan suatu sistem
aktivitas kerja
2. sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih

2.SIMPULKAN STRUKTUR ORGANISASI MENURUT SAUDARA BERDASARKAN DES

KRIPSI DI ATAS (NO.1)!

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi
yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional
untuk mencapai tujuan yang di harapakan dan di inginkan.

3.DESKRIPSIKAN STRUKTUR KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI!

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin


kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah “melakukannya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada
seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan
sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
LEMBAR KERJA 4

1.DESKRIPSIKAN MINIMAL 3 PENDAPAT AHLI TENTANG STRUKTUR KEPEMIMPINAN


DALAM MASYARAKAT BESERTA RUJUKANNYA?

Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang
dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan
dikoordinasikan (Robbins dan Coulter, 2007:284).
Struktur organisasi didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana
organisasi dikelolah (Handoko, 2003:169).
Struktur organisasi adalah pola formal mengelompokkan orang dan pekerjaan (Gibson
dkk, 2002:9).
Struktur organisasi yaitu menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan
organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan Universitas
Sumatera Utara pekerjaan, garis perintah dan tanggungjawab, rentang kendali dan sistem
pimpinan organisasi (Hasibuan, 2004:128).
2.SIMPULKAN STRUKTUR STRUKTUR KEPEMIMPINAN DALAM MASYARAKAT
MENURUT SAUDARA BEDASARKAN RUJUKAN YANG DIDESKRIPSIKAN DIATAS
(NO 1)!

Dari beberapa definisi tersebut dapat diketahui bahwa struktur organisasi


menggambarkan kerangka dan susunan hubungan diantara fungsi, bagian atau posisi, juga
menunjukkan hierarki organisasi dan struktur sebagai wadah untuk menjalankan
wewenang, tanggung jawab dan sistem pelaporan terhadap atasan dan pada akhirnya
memberikan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan organisasi tetap hidup
walaupun orang datang dan pergi serta pengkoordinasian hubungan dengan lingkungan.
Struktur organisasi dapat menghindari atau mengurangi kesimpangsiuran dalam
pelaksanaan tugas.
LEMBAR KERJA 5

1.DISKRIPSIKAN MINIMAL 4 PENDAPAT AHLI TENTANG FAKTA FAKTA


PERMASALAHAN KEPEMIMPINAN ORGANISASI DAN MASYARAKAT BESERTA
RUJUKANNYA ?

1.Kurang Rendah Hati


Seseorang memiliki egonya masing-masing terlebih jika ia memegang posisi atau
jabatan tertentu. Jangan biarkan kekuatan Anda menciptakan rasa aman yang salah.
Pastikan bahwa setiap karyawan tahu bahwa jabatan dan kekuasaan Anda tidak akan
mempengaruhi sikap profesional Anda sebagai pemimpin yang bijaksana.Seorang
pemimpin tidak perlu takut mengakui kelemahannya sendiri karena secara manusiawi
semua orang punya kelemahan masing-masing.Belajar dari kesalahan dan kelemahan
Anda untuk menjadikan Anda seorang pemimpin yang lebih kuat. Pimpin bawahan Anda
dengan memberikan contoh yang baik termasuk sikap transparansi dengan tim.
2.Berpikir Secara Emosional
Memutuskan sesuatu berdasarkan perasaan adalah hal yang wajar, namun tidak tepat
jika dilakukan pada hal yang terkait dengan bisnis dan pekerjaan. Tim atau bawahan
Anda harus melihat sesuatu berdasarkan fakta dan logika jika Anda ingin mendapat
kepercayaan mereka. Ketika Anda memutuskan sesuatu berdasarkan perasaan, maka tim
tidak akan mengerti alasan rasional di balik keputusan Anda tersebut. Hal itu akan
membuat mereka bingung, tidak yakin akan rencana dan keputusan Anda di masa depan
dan bahkan meragukan Anda.Jangan membuat keputusan hanya karena Anda merasa itu
harus dilakukan, melainkan diskusikan dulu dengan semua pihak terkait yang memang
berpengalaman.
3.Menghindari Konflik
Salah satu tugas terberat menjadi seorang pemimpin adalah untuk mengatasi masalah
yang terjadi di dalam tim. Sayangnya sering kali seorang pemimpin malah lari dari
masalah yang terjadi karena ingin menghindari konflik berkelanjutan. Konflik yang
dibiarkan akan semakin membesar sehingga mempengaruhi kinerja atau produktivitas
tim. Sebaiknya segera menyelesaikan masalah sebelum situasinya bertambah buruk.
Tidak sedikit Manajer yang berasumsi bahwa sebuah masalah adalah akibat
ketidakmampuan atau kinerja karyawan yang buruk. Namun sebenarnya ada banyak
sumber permasalahan lainnya seperti kesalahpahaman mengenai sesuatu. Pemimpin yang
baik tidak seharusnya menghindari konflik atau tidak peduli terhadap apa yang dialami
tim dan bawahannya. Seorang pemimpin yang baik harus bisa peduli dan bersikap adil
dalam mengatasi semua konflik.
4.Mengerjakan Hal yang Tidak Penting
Para pemimpin umumnya dipilih karena dipercaya dan dianggap tahu bagaimana cara
menyelesaikan sesuatu dengan baik, namun tak jarang ada pemimpin yang perfeksionis.
Memimpin tim dengan memaksakan mereka agar bekerja sesuai dengan cara Anda
bukanlah hal yang baik. Tidak hanya membuat lelah diri sendiri dan bawahan, namun
sikap ini juga menghalangi anggota tim untuk mencapai potensi mereka yang
sesungguhnya. Pemimpin yang pada akhirnya mengerjakan tugas sendiri karena tidak
percaya atau puas dengan hasil kerja tim, bisa merugikan tim itu sendiri. Menurut
penelitian, kebiasaan ini hanya akan menghasilkan 75% tugas yang dikerjakan oleh tim
dan sisanya oleh si pemimpin . Seorang pemimpin yang baik harus percaya dan
mendorong anggota timnya untuk bekerja dengan menyenangkan, profesional dan dapat
mencapai tujuan bersama. Tantang tim Anda untuk bekerja secara maksimal, serta ikut
bekerja sama dengan memfasilitasi prosesnya. Beri mereka arahan dan parameter yang
jelas untuk menyelesaikan pekerjaan.
5.Tidak Percaya Diri dengan Kemampuan Sendiri
Tidak percaya akan diri sendiri dan kemampuan yang Anda miliki bisa menyebabkan
orang lain ikut percaya hal itu dan meragukan kemampuan Anda sebagai pemimpin. Jika
tak mau hal ini terjadi, maka jangan takut untuk menunjukkan apa yang Anda bisa jika
Anda yakin.

2. SIMPULKAN DENGAN MEREFLEKSI FAKTA FAKTA PERMASALAHAN


KEPEMIMPINAN ORGANISASI DAN MASYARAKAT MENURUT SAUDARA
BEDASARKAN RUJUKAN YANG DI DESKRIPSIKAN DIATAS

Menurut saya seorang pemimpin harus dapat bekerja dengan optimal sebaik mungkin
karena pemimpin itu memberikan contoh terhadap bawahannya
LEMBAR KERJA 6

1.DESKRIPSIKAN MINIMAL 4 PENDAPAT AHLI TENTANG KONSEP DAN NILAI NILAI


KEPEMIMPINAN ETNIK BERDASARKAN KE ARIFAN LOKAL BESERTA
RUJUKANNYA!

a. s.swarsi menyatakan bahwa secara konseptual ,kearifan lokal merupakan


kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosopi nilai nilai,etika,cara cara dan perilaku
yang melembanga secara tradisional .kearifan lokal adalah nilai nilai yang dianggap baik
sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama,bahkan melembaga.
b. Phongphit dan nantasuman menyatakan kearifan lokal sebagai pengetahuan
yang berdasarkan pengalaman masyarkat turun temurun antar generasi.pengetahuan ini
menjadi aturan bagi kegiatan sehari hari masyarakat ketika berhubungan dengan
keluarga,tetanggga,masyarakat dan lingkungan sekitar.
c. Paulo freire(1970) menyatakan kearifan yang mengajarkan peserta didik agar
selalu konkret dengan apa yang mereka hadapi.paulo menyebutkan dengan dihadapkannya
dengan problem dan situasi konkret yang dihadapi ,peserta didik akan semakin tertantang
untuk mencapainya secara kritis.
d. Al musafri,utaya dalam penelitian yang dilakukan menyebuttkan bahwa kearifan
memiliki peran untuk mengurangi dampak globalisasi dengan cara menanamkan nilai nilai
positif kepada remaja.penanaman nilai tersebut di dasarkan pada nilai ,norma dan adat
istiadat yang di miliki setiap daerah.

2.SIMPULKAN KONSEP DAN NILAI NILAI KEPEMIMPINAN ETNIK BERDASARKAN


KEARIFRAN LOKAL MENURUT RUJUKAN YANG DIDEFKRIPSIKAN DI ATAS!

Kearifan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosopi nilai
nilai,etika,cara cara dan perilaku yang melembanga secara tradisional.
pengetahuan ini menjadi aturan bagi kegiatan sehari hari masyarakat ketika berhubungan
dengan keluarga,tetanggga,masyarakat dan lingkungan sekitar
LEMBAR KERJA 7
1.DESKRIPSIKAN MINIMAL 3 PENDAPAT AHLI TENTANG GAYA GAYA
KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI BESERTA RUJUKANYA!

a., Menurut Wahjosumidjo (2005: 17) kepemimpinan di terjemahkan kedalam istilah


sifat- sifat, perilaku pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola- pola, interaksi, hubungan
kerja sama antarperan, kedudukan dari satu jabatan administratif, dan persuasif, dan persepsi
dari lain- lain tentang legitimasi pengaruh.
Miftah Thoha (2010: 9) kepemimpinan adalah kegiatan untuk memengaruhi perilaku orang
lain, atau seni memengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok.
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu organisai
karena sebagian besar keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi ditentukan oleh
kepemimpinan dalam organisasi tersebut.

b. Menurut C. Turney (1992) dalam Martinis Yamin dan Maisah (2010: 74)
mandefinisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang dilakukan oleh seseorang
dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi
melalui aplikasi teknik- teknik manajemen.

c. George R. Terry (Miftah Thoha, 2010: 5) mengartikan bahwa Kepemimpinan


adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan mencapai tujuan
organisasi. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan
organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk
memperbaiki kelompok dan budayanya.

d. A. Dale Timple (2000: 58) mengartikan Kepemimpinan adalah proses pengaruh


sosial di dalam mana manajer mencari keikutsertaan sukarela dari bawahan dalam usaha
mencapai tujuan organisasi. Dengan kepemimpinan yang dilakukan seorang pemimpin juga
menggambarkan arah dan tujuan yang akan dicapai dari sebuah organisasi. Sehingga dapat
dikatakan kepemimpinan sangat berpengaruh bagi nama besar organisasi.

2.SIMPULKAN GAYA GAYA KEPEEMIMPINAN DALAM ORGANISASI MENURUT


SAUDARA BERDASARKAN RUJUKAN YANG DIDESKRIPSIKAN DI ATAS!

Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku yang konsisten yang ditunjukkan
pemimpin dan diketahui oleh pihak lain ketika pemimpin berusaha mempengaruhi orang lain.
Gaya kepemimpinan antara lain gaya kepemimpinan otokratik, gaya kepemimpinan
demokratis, dan gaya kepemimpinan permisif. Jika dikaitkan dengan Kepala Sekolah, maka
Kepala Sekolah dapat menggunakan gaya kepemimpinan tersebut dalam mempengaruhi guru
maupun karyawan yang ada di sekolah yang dipimpinnya. Namun gaya kepemimpinan yang
tepat untuk memotivasi kepala sekolah adalah gaya kepemimpinan demokratis.

Hal ini sesuai pendapat Mifta Thoha (2010: 50) yang mengatakan gaya
kepemimpinan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikut sertaan para
pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Dengan gaya
demokrasi Kepala sekolah secara tidak langsung memotivasi guru agar berpartisipasi dan
bertanggungjawab dalam kegiatan sekolah.
LEMBAR KERJA 8

1 . DESKRIPSIKAN MINIMAL 3 PENDAPAT AHLI TENTANG IMPLEMENTASI GAYA-


GAYA KEPEMIMPINAN DALAM PENYELESAIAN PERMASALAHAN ORGANISASI
BESERTA RUJUKANNYA?

Otokratik Menurut Sudarwan Danim (2004: 75) kata otokratik diartikan sebagai
tindakan menurut kemauan sendiri, setiap produk pemikiran dipandang benar, keras kepala,
atau rasa aku yang keberterimaannya pada khalayak bersifat dipaksakan. Kepemimpinan
otokratik disebut juga kepemimpinan otoriter.
*) Mifta Thoha (2010: 49) mengartikan kepemimpinan otokratis sebagai gaya yang
didasarkan atas kekuatan posisi dan penggunaan otoritas. Jadi kepemimpinan otokratik
adalah kepemimpinan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dengan sikapnya yang menang
sendiri, tertutup terhadap saran dari orang lain dan memiliki idealism tinggi. Menurut
Sudarwan Danim (2004: 75) pemimpin otokratik memiliki ciri-ciri antara lain:
1. Beban kerja organisasi pada umumnya ditanggung oleh pemimpin.
2. Bawahan, oleh pemimpin hanya dianggap sebagai pelaksana dan mereka tidak
boleh memberikan ide-ide baru.
3. Bekerja dengan disiplin tinggi, belajar keras, dan tidak kenal lelah.
4. Menentukan kebijakan sendiri dan kalaupun bermusyawarah sifatnya hanya
penawar saja.
5. Memiliki kepercayaan yang rendah terhadap bawahan dan kalaupun
kepercayaan diberikan, didalam dirinya penuh ketidakpercayaan.
6. Komunikasi dilakukan secara tertutup dan satu arah.
7. Korektif dan minta penyelesaian tugas pada waktu sekarang.
*) Menurut Sudarwan Danim (2004: 75) kepemimpinan demokratis bertolak dari asumsi
bahwa hanya dengan kekuatan kelompok, tujuan tujuan yang bermutu tercapai. Mifta Thoha
(2010: 50) mengatakan gaya kepemimpinan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal
dan keikutsertaan para pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan
keputusan. Menurut Sudarwan Danim (2004: 76) pemimpin demokratis memiliki ciri-ciri
antara lain:
1. Beban kerja organisasi menjadi tanggung jawab bersama personalia organisasi
itu.
2. Bawahan, oleh pemimpin dianggap sebagai komponen pelaksana secara
integral harus diberi tugas dan tanggung jawab.
3. Disiplin akan tetapi tidak kaku dan memecahkan masalah secara bersama.
4. Kepercayaan tinggi terhadap bawahan dengan tidak melepaskan tanggung
jawab pengawasan
5. Komunikasi dengan bawahan bersifat terbuka dan dua arah.
*) Menurut Sudarwan Danim (2004: 76) pemimpin permisif merupakan pemimpin yang tidak
mempunyai pendirian yang kuat, sikapnya serba boleh. Pemimpin memberikan kebebasan
kepada bawahannya, sehingga bawahan tidak mempunyai pegangan yang kuat terhadap suatu
permasalahan. Pemimpin yang permisif cenderung tidak konsisten terhadap apa yang
dilakukan. Menurut Sudarwan Danim (2004: 77) pemimpin permisif memiliki ciri-ciri antara
lain:
1. Tidak ada pegangan yang kuat dan kepercayaan rendah pada diri sendiri.
2. Mengiyakan semua saran.
3. Lambat dalam membuat keputusan.
4. Banyak “mengambil muka” kepada bawahan.
5. Ramah dan tidak menyakiti bawahan.

Kesimpulan : Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku yang konsisten


yang ditunjukkan pemimpin dan diketahui oleh pihak lain ketika pemimpin berusaha
mempengaruhi orang lain. Gaya kepemimpinan antara lain gaya kepemimpinan otokratik,
gaya kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan permisif. Jika dikaitkan dengan
Kepala Sekolah, maka Kepala Sekolah dapat menggunakan gaya kepemimpinan tersebut
dalam mempengaruhi guru maupun karyawan yang ada di sekolah yang dipimpinnya. Namun
gaya kepemimpinan yang tepat untuk memotivasi kepala sekolah adalah gaya kepemimpinan
demokratis. Hal ini sesuai pendapat Mifta Thoha (2010: 50) yang mengatakan gaya
kepemimpinan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan para
pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Dengan gaya
demokrasi Kepala sekolah secara tidak langsung memotivasi guru agar berpartisipasi dan
bertanggung jawab dalam kegiatan sekolah.
Rujukan :
http://eprints.uny.ac.id/7829/3/BAB%202%20-%2008108241026.pdf

2.SIMPULKAN BENTUK-BENTUK IMPLEMENTASI GAYA-GAYA KEPEMIMPINAN


DALAM PENYELESAIAN PERMASALAHAN ORGANISASI MENURUT SAUDARA
BERDASARKAN RUJUKAN YANG DIDESKRIPSIKAN DI ATAS (NO.1)

Kesimpulan : Gaya kepemimpinan merupakan suatu pola perilaku yang konsisten yang
ditunjukkan pemimpin dan diketahui oleh pihak lain ketika pemimpin berusaha
mempengaruhi orang lain. Gaya kepemimpinan antara lain gaya kepemimpinan otokratik,
gaya kepemimpinan demokratis, dan gaya kepemimpinan permisif. Jika dikaitkan dengan
Kepala Sekolah, maka Kepala Sekolah dapat menggunakan gaya kepemimpinan tersebut
dalam mempengaruhi guru maupun karyawan yang ada di sekolah yang dipimpinnya. Namun
gaya kepemimpinan yang tepat untuk memotivasi kepala sekolah adalah gaya kepemimpinan
demokratis. Hal ini sesuai pendapat Mifta Thoha (2010: 50) yang mengatakan gaya
kepemimpinan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan para
pengikut dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Dengan gaya
demokrasi Kepala sekolah secara tidak langsung memotivasi guru agar berpartisipasi dan
bertanggung jawab dalam kegiatan sekolah.
Organisasi sebagai kesatuan sosial, yaitu terdiri dari orang atau kelompok orang yang
berinteraksi satu sama lain. Setiap organisasi dituntut selalu peka terhadap aspirasi,
keinginan, tuntutan dan kebutuhan berbagai kelompok dengan siapa organisasi berinteraksi.
Kepemimpinan yang merupakan sesuatu yang wajib dalam kehidupan agar kehidupan
menjadi teratur dan keadilan bias ditegakkan, sehingga tidak berlaku hokum rimba.
Kepemimpinan juga dapat dikatakan penting apabila memanfaatkan dan mengelola potensi
setiap anggota dengan cara yang tepat . Maka dari itu seorang pemimpin dalam
mengendalikan kepemimpinan nya harus mendorong perilaku positif dan meminimalisir
semua yang negatif, mencari pemecahan masalah, mempelajari perubahan di sekitarnya, serta
mencanangkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan.
LEMBAR KERJA 9

1. DESKRIPSIKAN MINIMAL 2 PENDAPAT AHLI TENTANG KONSEP PENYUSUNAN


DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN OPERASIONAL BESERTA
RUJUKANNYA?

KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI

Kepemimpinan ialah kemampuan yang mampu meyakinkan orang lain agar mau
bekerjasama dibawah pimpinannya menjadi kesatuan dari tim untuk mencapai suatu tujuan
tertentu. James M. Black
• Kepemimpinan merupakan suatu hubungan yang ada dalam diri seseorang atau
pemimpin dan pengaruh yang lain untuk mau bekerja secara sadar dalam kaitannya
dengan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
• Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan yang diselenggarakan dalam
kelompok dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan William G.
Scott
KESIMPULAN Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi
orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.

OPERASIONAL MENURUT PARA AHLI

Widjono Hs
• Operasional adalah batasan pengertian yang dijadikan sebagai pedoman untuk
melakukan suatu kegiatan ataupun pekerjaan.
Rhonda Abrams dan Alice Laplante
• Operasional adalah aspek yang penting karena tanpanya, maka tidak ada yang
dapat dikerjakan.

2. SIMPULKAN KONSEP PENYUSUNAN DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN


OPERASOIONAL MENURUT SAUDARA BERDASARKAN RUJUKAN YANG
DIDESKRIPSIKAN DI ATAS NO 1!

KESIMPULAN Operasional adalah hal yang dijadikan sebagai pedoman melakukan


suatu pekerjaan atau kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu.
Kepemimpinan operasional merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk
menyelenggarakan atau mengoperasikan suatu lembaga supaya mencapai visi, misi dan
tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh organisasi. KEPEMIMPINAN

OPERASIONAL
Kepemimpinan operasional itu bersifat pengawalan atas kebijakan yang diambil
pimpinan dan organisasi.
• Pengawalan tersebut bersifat kontrol, sehingga pemimpin akan terus menerus
berada dalam organisasi yang dipimpin demi tercapainya tujuan organisasi tersebut.
KEPEMIMPINAN OPERASIONAL
3. SUSUN SKENARIO SIMULASI IMPLIMENTASI KEPEMIMPINAN OPERASIONAL?

Kepemimpinan operasional adalah sebuah proses dimana seorang pemimpin memngaruhi


dan memberikan contoh kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Pemimpin yang baik tidak dilihat dari seberapa banyak orang yang menjadi pengikutnya,
bukan juga dilihat dari seberapa ia memimpin. Pemimpin yang baik dilihat dari seberapa
banyak ia mampu menciptakan sosok pemimpin yang baru.
Kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting bagi keberhasilan sebuah organisasi.
Untuk itu, ada beberapa sikap kepemiminan dalam organisasi yang perlu diterapkan oleh
seorang pemimpin, diantaranya:
1. Menjalin kedekatan dengan anak buah
Kepemimpinan dalam organisasi akan menjadi lebih efektif jika seorang pemimpin
telah mendapat respek dari anak buah.
2. Memberikan semangat dan motivasii
Kepemimpinan dalam organisasi bukan melulu soal pangkat dan jabatan tetapi
kepemiminan adalah bagamana seorang pemipin dapat memberikan semangat dan
motivasi, bahkan untuk setiap hal kecil dari pekrjaan yang anak buah anda lakukan
3. Memberikan kepercayaan dan tanggung jawab
Kepemimpinan dalam organisasi adalah tentang kepercayaan. Berikan anak buah anda
kepercayaan dan tsanggung jawab yang lebih dalam melakukan tugas mereka. Jika
ada hal yang tidak sejalan, jangan langsung menghakimi. Berikan feedback agar
kedepannya merka tidak takut salah dalam mengambil sebuahn kepuitusan.
LEMBAR KERJA 10

1. DESKRIPSIKAN MINIMAL 2 PENDAPAT AHLI TENTANG KONSEP PENYUSUNAN


DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN ORGANISASI BESERTA
RUJUKANNYA?

Definisi Para Ahli Tentang Organisasi


Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama
sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi
sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational
behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Definisi Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok
sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai
tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan
sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber
daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain
sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.


Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial
yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi,
yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau
sekelompok tujuan.
Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi ialah setiap bentuk
persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat
dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat
seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut
dengan bawahan.

2. SIMPULKAN KONSEP PENYUSUNAN DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN


ORGANISASI MENURUT SAUDARA BERDASARKAN RUJUKAN YANG
DIDESKRIPSIKAN DI ATAS NO 1!

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek


seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi
sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik
adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya,
karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam
masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang
terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan
tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam
keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang
dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

3. SUSUN SKENARIO SIMULASI IMPLIMENTASI KEPEMIMPINAN ORGANISASI

Implementasi Peran Kepemimpinan Organisasi.


Mencermati berbagai konsep tentang kepemimpinan, peran kepemimpinan dan gaya
kepemimpinan, maka penulis yakin bahwa seorang pemimpin dalam sebuah
organisasi tidak akan berhasil mencapai tujuan tanpa memiliki kemampuan
mengimplementasikan peran kepemimpinan. Peran kepemimpinan yang dimaksud
pada tulisan ini adalah peran kepemimpinan yang mengacu pada pendapat Werren
Bennis & Burt Nanus yaitu peran kepemimpinan sebagai penentu arah, agen
perubahan serta juru bicara dan pelatih. Sedangkan gaya kepemimpinan adalah gaya
kepemimpinan Bass & Avolio yang dikutip dari Luthans yaitu gaya kepemimpinan
transformasional dan transaksional.
Hubungan kedua aspek ini dapat dilihat pada perilaku pemimpin dan yang
dipimpin. Pemimpin melaksanakan peran kepemimpinan dengan mengguanakan gaya
kepemimpinan. Sedangkan Pengikut sebagai staf menerima dan merespon peran yang
dimainkan oleh unsur pimpinan tersebut.
Mengimplementasikan peran kepemimpinan sebagai penentu arah, dalan arti
kata pemimpin mengarahkan pengikutnya ke arah pencapaian tujuan organisasi. Jika
pemimpin tidak memahami kondisi pengikut, maka untuk menggerakkan kearah
tujuan organisasi mustahil akan tercapai. Oleh karena itu para pemimpin di dalam
bertindak sebagai penentu arah, bagaikan alat (kompas) penentu arah yang digunakan
oleh seorang nahkoda di tengah laut kemana tujuan dan sasaran yang dituju. Tujuan
suatu organisasi tentunya mengacu pada visi organisasi, tanpa visi maka organisasi
tersebut bisa salah arah. Sebagaimana yang diungkapkan oleh ISSN 1411- 3341
JURNAL ACADEMICA Fisip Untad VOL.04 No. 01 PEBRUARI 2012 795 Werren
Bennis & Burt Nanus (2006:ii) mengatakan bahwa elemen yang paling pneting dari
kepemimpinan yang sukses adalah visi yang disampaikan dengan jelas, atau indra
yang tajam dalam menentukan arah untuk memfokuskan perhatian semua orang yang
terkait dengan organisasi. Jadi visi organisasi merupakan panduan untuk mengarah
pada pencapaian tujuan organisasi yang bersangkutan. Untuk mengarahkan pengikut
kearah pencapaian visi, maka pemimpin harus memahami karkateritik pengikut
menurut Yulk, bahwa karakteristik setiap pengikut tercermin pada Ciri (Kebutuhan,
nilai, konsep peribadi, Keyakinan & Optimisme, Keterampilan & keahlian, Sifat dari
pemimpinnya, Kepercayaan kepada pemimpin, Komitmen dan upaya tugas, Kepuasan
terhadap pemimpin & Pekerjaan. Setelah memahami karkateristik pengikut, maka
unsur pimpinan memahami dan menyesuaikan gaya kepemimpinan apa yang cocok
bagi setiap pengikut agar mau mengikuti arahan yang bersumber dari pimpinan.
Misalkan salah satu karakterisitik yang dilihat dari aspek keterampilan dan keahlian,
maka unsur pimpinan sebenarnya menanamkan dan memberi keyakinan bahwa apa
yang dimiliki dapat memberi kontribusi terhadap organisasi, oleh karena itu pengikut
merasa diperhatian dan diharagai. Jika mengalami hambatan dengan adanya potensi
yang dimiliki maka unsur pimpinan mengarahkannya sesuai tujuan yang hendak
dicapai serta memberinya motivasi untuk meningkatkan kemampuan dengan
mengikuti pendidikan dsan pelatihan. Jika tidak menagalami hambatan, maka unsur
pimpinan memberi penghargaan baik berupa materi maupun non materi, seperti
pujian, karena tidak semua manusia dalam bekerja hanya sekedar memnuhi kebutuhan
hidup secara mendasar akan tetapi masih ada beberapa manusia membutuhkan
aktualisasi. Untuk memenuhi kebutuhan setiap manusia atau pengikut maka unsur
pimpinan dapat menerapkan gaya kepemimpinan transaksional maupun
transformasional.
LEMBAR KERJA 11

1.DESKRIPSIKAN MINIMAL 2 PENDAPAT AHLI TENTANG KONSEP PENYUSUNAN


DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN ORGANISASI BESERTA RUJUKANNYA?

Pengertian Publik

Sebelum membahas pengertian publik perlu mengetahui latar belakang berkaitan


dengan publik yaitu tidak terlepas dari kodrat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang
memiliki hubungan manusia dengan manusia lainnya (sosiologis). Dengan kata lain,
kelangsungan nilai hidup atau survival masyarakat maupun masing-masing anggotanya
tergantung dari realisasi keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat tempat individu
itu menjadi anggotanya.

Oleh karena itu, perbedaan manusia yang secara lahiriah berbeda memiliki kebutuhan
yang berbeda pula, sehingga memerlukan suatu penataan kebijakan publik yang artinya
bahwa apa yang ada di luar kepribadian masing-masing individu adalah urusan publik.

Menurut The Lexicon Webster Dictionary cetakan tahun 1978, kata publik diserap dari
bahasa Inggris public yang secara etimologis berasal dari bahasa Latin, publicus yang berarti
for populicus dan populicus berasal dari kata populus yang berarti people.

Selanjutnya kata public diartikan sebagai bukan perseorangan, meliputi orang banyak,
berkaitan dengan atau mengenai suatu negara, bangsa, atau masyarakat, seperti digunakan
dalam frase public finance (keuangan negara), public administration (tata usaha negara),
public service (pelayanan publik), public transport (pengangkutan umum), public relation
(hubungan masyarakat), public interest (kepentingan umum), dan lain-lain.

Menurut Herbert Blumer, pengertian publik adalah sekelompok orang yang


dihadapkan pada suatu permasalahan dengan berbagai pendapat mengenai cara pemecahan
persoalan tersebut, serta terlibat dalam diskusi mengenai persoalan itu.

Sedangkan Emery Bogardus mendefinisikan Publik adalah sejumlah orang yang bersatu
dalam satu ikatan dan mempunyai pendirian sama terhadap suatu permasalahan sosial.

2.SIMPULKAN KONSEP PENYUSUNAN DAN SIMULASI SKENARIO KEPEMIMPINAN PUBLIK


MENURUT SAUDARA BERDASARKAN RUJUKAN YANG DIDESKRIPSIKAN DI ATAS NO 1!

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian publik adalah sekelompok


orang (individu) yang masing-masing memiliki kepentingan dalam hubungan antar manusia
(sosiologis).

Sebagaimana dinyatakan secara semantik tentang pengertian kata publik di atas bahwa
kata publik meliputi pengertian orang banyak atau masyarakat beserta hubungannya.
Sedangkan di dalam masyarakat itu sendiri terdapat berbagai bentuk masyarakat atau
kesatuan sosial yang lebih kecil seperti suatu keluarga, suku bangsa atau suatu
masyarakat daerah, atau suatu masyarakat profe tertentu, maupun kolektivitas-kolektivitas
sosial seperti pemerintah, negara, rakyat dan lain-lain.

3.SUSUN SKENARIO SIMULASI IMPLIMENTASI KEPEMIMPINAN PUBLIK?

Publik adalah salah-satu kajian dari Ilmu Administrasi Publik yang banyak dipelajari oleh
ahli serta ilmuwan Administrasi Publik. Berikut beberapa pengertian dasar kebijakan publik
yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Menurut Dye (1981:1): “Public policy is whatever
governments choose to do or not to do”. Dye berpendapat sederhana bahwa kebijakan publik
adalah apapun yang dipilih pemerintah untuk dilakukan atau tidak dilakukan. Sementara
Anderson dalam Public Policy-Making (1975:3) mengutarakan lebih spesifik bahwa: “Public
policies are those policies developed by government bodies and official”.

Berhubungan dengan konteks pencapian tujuan suatu bangsa dan pemecahan masalah
publik, Anderson dalam Tachjan (2006i:19) menerangkan bahwa kebijakan publik
merupakan serangkaian kegiatan yang mempunyai maksud atau tujuan tertentu yang diikuti
dan dilaksanakan oleh seorang aktor atau sekelompok aktor yang berhubungan dengan suatu
permasalahan atau suatu hal yang diperhatikan. Seiring dengan pendapat tersebut Nugroho
(2003:52) menjelaskan bahwa kebijakan publik berdasarkan usaha-usaha pencapaian tujuan
nasional suatu bangsa dapat dipahami sebagai aktivitas-aktivitas yang dikerjakan untuk
mencapai tujuan nasional dan keterukurannya dapat disederhanakan dengan mengetahui
sejauhmana kemajuan pencapaian cita-cita telah ditempuh.

Setiap kebijakan publik mempunyai tujuan-tujuan baik yang berorientasi pencapian


tujuan maupuan pemecahan masalah ataupun kombinasi dari keduanya. Secara padat Tachjan
(Diktat Kuliah Kebijakan Publik, 2006ii:31) menjelaskan tentang tujuan kebijakan publik
bahwa tujuan kebijakan publik adalah dapat diperolehnya nilai-nilai oleh publik baik yang
bertalian dengan public goods (barang publik) maupun public service (jasa publik). Nilai-
nilai tersebut sangat dibutuhkan oleh publik untuk meningkatkan kualitas hidup baik fisik
maupun non-fisik.

Berdasarkan teori yang dikemukakan Bromley dalam Tachjan (2006ii:17), kebijakan


publik memiliki tiga tingkatan yang berbeda berdasarkan hierarki kebijakan, yaitu: policy
level, organizational level, operational level.

Dalam suatu negara demokratis policy level diperankan oleh lembaga yudikatif dan
legislatif, sedang organizational level diperankan oleh lembaga eksekutif. Selanjutnya
operational level dilaksanakan oleh satuan pelaksana seperti kedinasan, kelembagaan atau
kementerian. Pada masing-masing level, kebijakan publik diwujudkan dalam bentuk
institutional arrangement atau peraturan perundangan yang disesuaikan dengan tingkat
hierarkinya. Sementara pattern interaction adalah pola interaksi antara pelaksana kebijakan
paling bawah (street level bureaucrat) dengan kelompok sasaran (target group) kebijakan
yang menunjukkan pola pelaksanaan kebijakan yang menentukan dampak (outcome) dari
kebijakan tersebut. Hasil suatu kebijakan dalam kurun waktu tertentu yang ditetapkan akan
ditinjau kembali (assesment) untuk menjadi umpan balik (feedback) bagi semua level
kebijakan yang diharapkan terjadi sebuah perbaikkan atau peningkatan kebijakan.

Adapun proses kebijakan publik adalah serangkian kegiatan dalam menyiapkan,


menentukan, melaksanakan serta mengendalikan kebijakan. Efektivitas suatu kebijakan
publik ditentukan oleh proses kebijakan yang melibatkan tahapan-tahapan dan variabel-
variabel. Jones (1984:27-28) mengemukakan sebelas aktivitas yang dilakukan pemerintah
dalam kaitannya dengan proses kebijakan yaitu: “perception/definition, aggregation,
organization, representation, agenda setting, formulation, legitimation, budgeting,
implementation, evaluation and adjustment/termination”.

Tachjan (2006i:19) menyimpulkan bahwa pada garis besarnya siklus kebijakan publik
terdiri dari tiga kegiatan pokok, yaitu:

1. Perumusan kebijakan
2. Implementasi kebijakan serta
3. Pengawasan dan penilaian (hasil) pelaksanaan kebijakan.

Jadi efektivitas suatu kebijakan publik sangat ditentukan oleh proses kebijakan yang
terdiri dari formulasi, implementasi serta evaluasi. Ketiga aktivitas pokok proses kebijakan
tersebut mempunyai hubungan kausalitas serta berpola siklikal atau bersiklus secara terus
menerus sampai suatu masalah publik atau tujuan tertentu tercapai.

Implementasi kebijakan merupakan tahap yang krusial dalam proses kebijakan publik.
Suatu kebijakan atau program harus diimplementasikan agar mempunyai dampak atau tujuan
yang diinginkan. Implementasi kebijakan dipandang dalam pengertian luas merupakan alat
administrasi publik dimana aktor, organisasi, prosedur, teknik serta sumber daya
diorganisasikan secara bersama-sama untuk menjalankan kebijakan guna meraih dampak atau
tujuan yang diinginkan.

Van Meter dan Van Horn dalam Budi Winarno (2005:102) mendefinisikan implementasi
kebijakan publik sebagai:

”Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh organisasi publik yang diarahkan untuk


mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam keputusan-keputusan sebelumnya.
Tindakan-tindakan ini mencakup usaha-usaha untuk mengubah keputusan-keputusan menjadi
tindakan-tindakan operasional dalam kurun waktu tertentu maupun dalam rangka
melanjutkan usah-usaha untuk mencapai perubahan-perubahan besar dan kecil yang
ditetapkan oleh keputusan-keputusan kebijakan”.

Tahap implementasi kebijakan tidak akan dimulai sebelum tujuan dan sasaran ditetapkan
terlebih dahulu yang dilakukan oleh formulasi kebijakan. Dengan demikian, tahap
implementasi kebijakan terjadi hanya setelah undang-undang ditetapkan dan dana disediakan
untuk membiayai implementasi kebijakan tersebut.
LEMBAR KERJA 12

1).DESKRIPSIKAN MINIMAN 2 PENDAPAT AHLI TENTANG KONSEP


PENDELEGASIAN WEWENANG DALAM ORGANISASI BESERTA RUJUKAN NYA!

Menurut (James, A.F. Stoner,1996) :

1. Tugas, adalah suatu kewajiban dalam pekerjaan yang telah ditentukan dalam
organisasi, untuk melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam bidang
masing-masing jabatan.
2. Kekuasan, adalah suatu pekerjaan yang telah diberikan wewenang (tugas),
penyerahan dari tugas-tugas yang dipecaya, seorang memperoleh kekuasaan secara
formal. Misalnya karena adanya surat keputusan dari pimpinan perusahaan yang
berwenang.
3. Tanggung jawabm adalah sutau pekerjaan yang dilakukan organisasi suatu perusahan
yang diperoleh dari atasan terhadap tanggung jawab pekerjaan ataupun kepercayaan
yang diberikan.

Menurut (Alex. S. Nitisemito, 1981)

Untuk kelancaran dalam memberikan wewenang maka ada beberapa teknis khusu untuk
melakukan pelimpahan wewenang:

1. Tentukan dulu sasaran


2. Tentukan tanggung jawab dan otoritas
3. Berikan motivasi pada bawahan
4. Haruskah bawahan merampungkan pekerjaan.
5. Beritakan latihan
6. Lakukan pengedalian

Menurut ( Manulang, 1987) Dalam mendelegasikan wewenang , agar proses delegasi itu
berjalan efektif, sedikitnya tiga hal harus diperhatikan yaitu:

1. Delegasi wewenang adalah anak kembar siam dengan delegasi tugas, dan bila kedua-
duanya telah ada harus pula dibarengi dengan adanya, pertanggungjawaban. Dengan kata lain
dalam proses delegasi harus di deleger tugas dan ekuasan dan bila kedu-duanya telah ada
harus pula dibarengi dengan adanya pertanggungjawab. Dengan kata lain, proses delegasi
harus mencakup tigas unsure yaitu delegasi tugas, delegasi wewenang dan adanya
pertanggungjawab.

2. Wewenang yang di delegasikam harus memberikan kepada orang yang tepat, baik
dilihat dari sudut kuelifikasi maupun dari sudut fisik.

3. Mendelegasikan wewenang kepada seseorang, harus dibarengi dengan pemberian


motivasi,
4. Pejabat yag mendelegasikan kekuasaan harus membimbing dan mengawasi orang yang
menerima dlegasi wewenang.

Menurut (James A.F. Stoner ,1996) Banyak dijumpai para pimpinan yang tampaknya
enggan untuk melakukan pelimpahan wewennag dalam organisasi atau perusahan yang
dipimpin, keengganan smeentara pimpinan untuk melakukan pelimpahan sebaai wewenng
dengan alas an sebagai berikut :

1. Perasaan yang tidak aman. Para manajer bertanggungjawab atas kegiatan


bawahannya, dan membuat mereka enggan untuk mengambil resiko dan melimpahkan
wewenang.
2. Manajer takut kehilangan kekuasaan bila bawahan teralu baik melaskanakan tugas.
3. ketidak mampuan manajer. Sebagian manajer bisa nsagt tak teratur atau tidak luwes
dalam membuat perencaan ke depan dan menetukan tugas mana yang harus
dilimpahkan kepada siapa atau dalam memnciptakan suatu system pengedalian atau
selalu bisa memantau kegiatan bawahan.
4. ketidak percayaan kepada bawahan.

2). SIMPULKAN BATASAN PENDELEGASIAN WEWENANG ORGANISASI MENURUD


SAUDARA BERDASARKAN RUJUKAN YANG DI DESKRIPSIKAN DI ATAS (NO1)

Kemampuan Jasmani (Fisik) : Pemimpin tidak dapat memerintah bawahannya diluar


kemampuan manusia
Alamiah : Pemimpin tidak dapat memerintah bawahannya untuk menentang kodrat alam.
Teknologi : Pemimpin tidak dapat memerintah bawahannya untuk melakukan tugas yang
belum tercapai teknologi.
Keadaan Ekonomi : Pemimpin tidak dapat memerintah atau memaksakan kehendaknya
terhadap harga harga pasar,
Lembaga : Wewenang seorang pemimpin dibatasi oleh anggaran dasar dan anggaran rumah
tangga,kebijakan dan prosedur.
Hukum : Wewenang seorang pemimpin tidak boleh melanggar dari peraturan hukum/UU
yang berlaku.

3).DESKRIPSIKAN PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENDELEGASIAN WEWENANG


DALAM ORGAISASI BESERTA RUJUKAN NYA?

pemimpin biasanya memberikan suatu tanggung jawab kepada orang lain dalam hal
ini bawahannya untuk melaksanakan kegiatan yang biasanya dikerjakan oleh pemimpin dan
pemimpin bertanggung jawab terhadap tindakan tindakan yang dilakukan oleh bawahan yang
ia beri delegasi
LEMBAR KERJA 13

1).DESKRIPSIKAN MINIMAN 2 PENDAPAT AHLI TENTANG KONSEP PENGAMBILAN


KEPUTUSAN DAN KEBIJKAN DALAM ORGANISASI BESERTA RUJUKAN NYA?

 Menurut George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku


(kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
 Menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang
sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang
menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
 Menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan
untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

2).SIMPULKAN KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN KEBIJKAN DALAM


ORGANISASI MENURUD SAUDARA BERDASARKAN RUJUKAN YANG
DIDESKRIPSIKAN DI ATAS (NO1)!

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan itu adalah suatu
cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu
masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.
3).DESKRIPSIKAN PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DAN KEBIJKAN DALAM ORGANISASI BESERTA RUJUKAN NYA?

Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan


Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar perannya dalam
setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan mengambil tanggung
jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin. Sehingga jika seorang
pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi
pemimpin.
Dilain hal, pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku mencerminkan
karakter bagi seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui baik tidaknya
keputusan yang diambil bukan hanya dinila dari konsekwensi yang ditimbulkannya.
Melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan
keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:

1. Teori keputusan meupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi


yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif
daripada deskriptif
2. Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajer memperoleh
dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk
menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara
individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi
bisnisnya

3. Pengambilan keputusan adalah proses memlih di antara alternatif-alternatif tindakan


untuk mengatasi masalah.
Dalam pelaksanaannya, pengambilan keputusan dapat dilihat dari beberapa aspek,
yaitu: proses dan gaya pengambilan keputusan.[5]
1. Proses pengambilan keputusan
Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan seperti:
a. Identifikasi masalah
b. Mendefinisikan masalah

c. Memformulasikan dan mengembangkan alternative

d. Implementasi keputusan

e. Evaluasi keputusan

2. Gaya pengambilan keputusan

Selain proses pengambilan keputusan, terdapat juga gaya pengambilan


keputusan. Gaya adalah lear habit atau kebiasaan yang dipelajari.
Gaya pengambilan keputusan merupakan kuadran yang dibatasi oleh dimensi:
1. Cara berpikir, terdiri dari:
a. Logis dan rasional; mengolah informasi secara serial
b. Intuitif dan kreatif; memahami sesuatu secara keseluruhan.

2. Toleransi terhadap ambiguitas


a. Kebutuhan yang tinggi untuk menstruktur informasi dengan cara meminimalkan
ambiguitas
b. Kebutuhan yang rendah untuk menstruktur informasi, sehingga dapat memproses
banyak pemikiran pada saat yang sama.

Kombinasi dari kedua dimensi diatas menghasilkan gaya pengambilan keputusan


seperti:
1. Direktif = toleransi ambiguitas rendah dan mencari rasionalitas. Efisien, mengambil
keputusan secara cepat dan berorientasi jangka pendek
2. Analitik = toleransi ambiguitas tinggi dan mencari rasionalitas. Pengambil keputusan
yang cermat, mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru
3. Konseptual = toleransi ambiguitas tinggi dan intuitif. Berorientasi jangka panjang,
seringkali menekan solusi kreatif atas masalah
4. Behavioral = toleransi ambiguitas rendah dan intuitif. Mencoba menghindari konflik
dan mengupayakan penerimaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka berikut adalah upaya-upaya yang perlu
ditempuh seperti:

1. Cerna masalah
Sejalan dengan peran kepemimpinan, maka terdapat perbedaan antara
permasalahan tentang tujuan dan metode. Dalam kondisi seperti ini peran pemimpin
adalah mengambil inisiatif dalam hubungannya dengan tujuan dan arah daripada
metode dan cara.
2. Identifikasi alternativ
Kemampuan untuk memperoleh alternativ yang relevan sebanyak-banyaknya.
3. Tentukan proritas
Memilih diantara banyak alternativ adalah esensi dari kegiatan pengambilan
keputusan.
4. Ambil langkah
Upaya pengambilan keputusan tidak berhenti pada tataran pilihan, melainkan
berlanjut pada langkah implementasi dan evaluasi guna memberikan umpan balik.
TUGAS RUTIN
KEPEMIMPINAN
DOSEN PENGAMPU: Drs.Hidir Efendi,M.Pd

DISUSUN OLEH

RINDIANI
5181121003

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN (B)


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018