Anda di halaman 1dari 12

Nama __________________ NIM.

_____________
Nama __________________ NIM. _____________

PENENTUAN EPISENTER DAN MAGNITUDO GEMPA TEKTONIK


Pendahuluan

Pada tanggal 24 Juni 1997 jam 7.40 AM (waktu lokal) telah terjadi aktivitas gempa
di Teluk Georgia. Getaran terasa di sepanjang pantai timur dari Vancouver sampai
dengan Abbotsford. Dilaporkan akibat aktivitas gempa yang terjadi, sejumlah
kerusakan minor seperti rusaknya pipa air dan pecahnya kaca jendela. Gempa
tersebut termasuk intesitas MMI IV yang mana walaupun kerusakannya tidak cukup
parah, namun dirasakan oleh orang-orang yang berada di dalam gedung/rumah.

Bersdasarkan informasi tersebut, pada lembar kerja ini, kita akan melakukan
penentuan posisi episenter dan menentukan magnitude gempa berdasarkan
informasi yang diperoleh dari seismometer.

A. PENENTUAN WAKTU TIBA GELOMBANG P DAN S

Gambar 1 Interpretasi Seismogram

Seismogram dari beberapa stasiun pencatat yang terletak di Pulau Vancouver dan
sekitarnya ditunjukkan pada Halaman 8-11. Lokasi masing-masing stasiun dapat
dilihat pada peta di halaman 7. Dalam melakukan penentuan posisi hipoesenter, hal
yang pertama yang perlu dilakukan adalah penentuan waktu tiba gelombang P dan S
dari seismogram. Penentuan waktu tiba gelombang P dalam seismogram yang
disajikan cenderung lebih mudah dilakukan karena sinyal dari beckground noise
relative mendatar/flat. Sedangkan penentuan watu tiba gelombang S sedikit lebih

WORKSHEET PENENTUAN
1
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
sulit dilakukan dikarenakan pada stasiun dengan jarak yang lebih dekat dengan
sumber, masih terdapatnya getaran dari gelombang P saat gelombang S datang. Yang
dapat dilakukan adalah memilih gelombang S dimana secara signifikan terdapat pola
gelombang yang berbeda dari gelombang P.

Contoh penentuan waktu tiba dapat dilihat pada Gambar 1. Lakukan penentuan
waktu tiba ini untuk tiap seismogram, selain itu tentukan pula perbedaan waktu tiba
diantara gelombang P dan gelombang S dari tiap stasiun dan catat hasilnya pada
tabel.

B. PENENTUAN EPICENTRAL DISTANCE

Episenter merupakan representasi lokasi pusat gempa yang ada di permukaan bumi.
Jarak episenter terhadap stasiun seismometer disebut dengan epicentral distance.
Jarak ini dapat ketahui dengan menggunakan persamaan matematis atau grafik jarak
episentral terhadap waktu (Gambar2). Perlu diingat bahwa grafik hubungan antara
∆𝑡𝑆−𝑃 dan epicentral distance tidak berlaku linear untuk gempa yang berjarak jauh
(gempa teleseismik) namun mendekati linear untuk gempa lokal. Episentral distance
juga dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan matematis berdasarkan
persamaan :

𝐷 = (𝑇𝑆−𝑃 𝑥 9,3) − 8,5

Dimana D adalah jarak dalam satuan kilometer, sedangkan 𝑇𝑆−𝑃 adalah perbedaan
waktu tiba gelombang S dan P. Namun persamaan ini hanya berlaku pada gempa
yang dibahas pada worksheet ini. Lakukan penentuan dengan epicentral distance
baik dengan bantuan grafik atau dengan persamaan dari setiap seismogram dan
catatlah hasilnya pada tabel.

C. PERKIRAAN EPISENTER

Dengan menggunakan bantuan jangka dan skala yang ada pada peta, gambarlah
sebuah lingkaran dengan stasiun sebagai pusat dan jari—jari yang merupakan nilai
jarak epicentral distance. Lokasi episenter dari gempa tanggal 24 Juni 11997 ini,
merupakan lokasi dimana lingkaran tersebut berpotongan satu sama lain. Mungkin
lingkaran yang didapatkan tidak berpotongan secara semppurna. Jika hal ini terjadi,
lakukan pengecekan ulang pada penentuan waktu tiba yang telah dilakukan
sebelumnya. Ada kalanya beberapa data stasiun harus dikeluarkan karena membuat
hasil tidak konsisten.

WORKSHEET PENENTUAN
2
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
Dalam menentukan lokasi gempa, penting untuk menggunakan data dari stasiun,
yang terletak di berbagai titik di sekitar episentrum (yaitu tidak semua stasiun
berada pada satu sisi).

D. PENENTUAN MAGNITUDO GEMPA

Skala Richter merupakan ukuran besarnya gempa bumi yang ditentukan dari
amplitude maksimum dari gelombang sekunder dan jarak stasiun terhadap
episenter. Pada seismogram yang digunakan ini, amplitude gelombang menunjukkan
kecepatan gerakan tanah pada stasiun seismik dalam satuan nm/s atau 10-9 m/s

Penentuan kecepatan maksimum dan minimum dari getaran tanah diperoleh dari
melakukan penentuan rata-rata dari puncak amplitude tertinggi dan terendah. Perlu
dicatat bahwa skala vertikal pada seismogram harus dikalikan dengan 10 5 atau 106
sesuai dengan skala yang tertera di masih2 seismogram. Sebagai contohnya, puncah
maksimum dari seismogram menunjukkan angka 270.000 (2.7 x 105) and puncak
minimumnya sekitar 280.000 (dalam skala akan terlulis -280.000), maka rata-ratanya
adalah 275.000.

Mengkonversi dari kecepatan (nm/s) menjadi amplitude, menggunakan persamaan

𝐴𝑚𝑝𝑙𝑖𝑡𝑢𝑑𝑜 (𝑚𝑚) = 𝐾𝑒𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 (𝑛𝑚/𝑠) 𝑥 0.000064

(yang mana perhitungan dengan contoh data diatas akan mendapatkan nilai 17,6).
Kontanta 0.000064 merepresentasikan property elastisitas dari batuan dimana
gelombang seismik menjalar. Nilai ini didapatkan dari observasi yang lama dari area
tersebut. Lakukan penentuan amplitude untuk tiap masing-masing seismogram
dan masukkan hasilnya pada tabel.

Grafik untuk menentukan magnitude Richter dapat dilakukan dengan bantuan


Gambar 3. Plot amplitude yang anda peroleh pada skala di sebelah kanan, dan plot
dengan epicentral distance atau Ts-p pada skala di sebelah kiri. Hubungkan kedua
titik tersebut sehingga memotong skala magnitude di skala bagian tengah. Lakukan
penentuan magnitude untuk setiap seismogram.

WORKSHEET PENENTUAN
3
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
Gambar 2. Grafik hubungan antara perbedaan waktu tiba gelombang S dan P
dengan jarak stasiun ke episenter untuk gempa Teluk Georgia tanggal 24 Juni 1997

WORKSHEET PENENTUAN
4
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
Gambar 3. Skala Richer Magnitude

WORKSHEET PENENTUAN
5
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
Tabel Hasil Pembacaan Seismometer gempa Teluk Georgia, 24 Juni 1997

1 2 3 4 5 6 7 8 9
Epicentral
Kode Kecepatan Amplitudo Richter
Lokasi 𝒕𝑷 (sec) 𝒕𝒔 (sec) ∆𝒕𝑺−𝑷 (sec) distance
Stasiun (nm/sec) (mm) Magnitude
(km)
NAB Nanaimo
BIB Bowen Island
HNB Haney
MGB Mount Grey
WBP Howe Sd.
SNB Saturna Island
PVB Pt. Renfrew
VGZ VICTORIA

WORKSHEET PENENTUAN
6
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
WORKSHEET PENENTUAN
7
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
WORKSHEET PENENTUAN
8
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
WORKSHEET PENENTUAN
9
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
WORKSHEET PENENTUAN
10
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
WORKSHEET PENENTUAN
11
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO
Dengan menggunakan bantuan dari Skala Magnitude Richer pada Gambar 2, tentukan besarnya magnitudo gempa di bawah ini
Amplitudo (mm) Jarak (km) Richter Magnitude
1 100
10 100
100 100
10 5
10 50
10 500

a. Dari data 3 gempa pertama, dengan jarak yang sama dan amplitudo yang besarnya 10 kali lipat, bagaimana pengaruhnya
terhadap Magnitudo Richter? Jelaskan mengapa hal ini terjadi !
b. Data 3 gempa terakhir, diberikan amplitude yang sama, namun jarak nya bervariasi dengan kelipatan 10. Jelaskan
pengaruhnya terhadap Magnitudo Richter dan jelaskan mengapa hal ini terjadi !

WORKSHEET PENENTUAN
12
HIPOSENTER DAN MAGNITUDO