Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) COMBUSTIO

SATUAN ACARA PENYULUHAN

(SAP)

Topik : Perawatan Luka Bakar

Ruang Rawat : Ruang kepodang atas RSUD AJIBARANG

Sasaran : pasien dan keluarga pasien

Hari / Tanggal : jumat, 28 Oktober 2016

Pelaksana : Mahasiswa Muhammadiyah Purwokerto

Waktu : 30 menit

A. Tujuan

1. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU).

Setelah dilakukan tindakan keperawatan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit keluarga pasien dapat
menjelaskan tentang Luka Bakar.

2. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK).

Setelah dilakukan tindakan keperawatan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan mampu :

a. Menjelaskan pengertian Luka Bakar

b. Menyebutkan Penyebab Luka Bakar

c. Menyebutkan Gejala luka bakar

d. Menyebutkan Fase Luka Bakar

e. Menyebutkan Klasifikasi Luka Bakar

f. Mendemonstrasikan perawatan Luka Bakar

B. Media pembelajaran

a. Lembar balik, Materi leflet

C. Metode Pembelajaran.

1. Ceramah,diskusi dan demontrasi

2. Diskusi

3. Demonstrasi
D. Strategi Pembelajaran.

No Tahap Kegiatan Penyuluh Kegiatan Klien Waktu


Kegiatan

1 Pembukaan/ - Mengucapkan salam - Menjawab salam


orientasi
- Perkenalan diri - Mendengarkan

- Menjelaskan tujuan - Mendengarkan 5 Menit

- Melakukan kontrak - Mendengarkan

2 Pelaksanaan - Melakukan
apersepsi
- Mendengarkan 10 Menit
- Menyampaikan
- Memberikan 10 Menit
materi tentang Luka
Bakar. pertanyaan

- Memberi
kesempatan pada klien - Memperhatikan
untuk bertanya.

- Melakukan
demonstrasi

3 Evaluasi - Memberikan - Menjawab 5 Menit


pertanyaan terkait pertanyaan
dengan materi yang
- Memberikan
diberikan
pendapat
- Menarik kesimpulan
- Menjawab salam
Penutup - Mengucap salam

E. Evaluasi

Menjelaskan pengertian Luka Bakar

Menyebutkan Penyebab Luka Bakar

Menyebutkan Gejala luka bakar

Menyebutkan Fase Luka Bakar

Menyebutkan Klasifikasi Luka Bakar

Menyebutkan penanganan Luka Bakar


MATERI

LUKA BAKAR

A. Definisi

Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang
mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam (Irna Bedah RSUD Dr.Soetomo, 2001).

B. Etiologi

1. Luka Bakar Suhu Tinggi (Thermal Burn)

a. Gas

b. Cairan

c. Bahan padat (Solid)

2. Luka Bakar Bahan Kimia (hemical Burn)

3. Luka Bakar Sengatan Listrik (Electrical Burn)

4. Luka Bakar Radiasi (Radiasi Injury)

C. Tanda dan Gejala Luka Bakar

Tanda dan gejala luka bakar antara lain :

· Kulit merah dan bengkak

· Sakit

· Kulit terlihat basah atau licin dan lembab

· Melepuh

· Pada kasus yang parah kulit menghitam atau terbakar hangus


D. Klasifikasi Luka Bakar

A. Dalamnya luka bakar.

Kedalaman Penyebab Penampilan Warna Perasaan

Ketebalan Jilatan api, Kering tidak ada Bertambah Nyeri


partial sinar ultra gelembung. merah.
superfisial violet (terbakar
oleh matahari). Oedem minimal atau
(tingkat I) tidak ada.

Pucat bila ditekan


dengan ujung jari,
berisi kembali bila
tekanan dilepas.

Lebih dalam Kontak dengan Blister besar dan Berbintik- Sangat


dari bahan air atau lembab yang bintik yang nyeri
ketebalan bahan padat. ukurannya bertambah kurang jelas,
partial besar. putih,
Jilatan api coklat, pink,
(tingkat II) kepada Pucat bial ditekan daerah
pakaian. dengan ujung jari, bila merah
- tekanan dilepas berisi
Superfisial Jilatan coklat.
kembali.
langsung
- Dalam kimiawi.

Sinar ultra
violet.

Ketebalan Kontak dengan Kering disertai kulit Putih, Tidak


sepenuhnya bahan cair atau mengelupas. kering, sakit,
padat. hitam, coklat sedikit
(tingkat III) Pembuluh darah tua. sakit.
Nyala api. seperti arang terlihat
dibawah kulit yang Hitam. Rambut
Kimia. mengelupas. mudah
Merah. lepas bila
Kontak dengan Gelembung jarang,
arus listrik. dicabut.
dindingnya sangat
tipis, tidak membesar.

Tidak pucat bila


ditekan.
B. Luas luka bakar

Wallace membagi tubuh atas bagian 9% atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama rule of nine atua rule of
wallace yaitu:

1) Kepala dan leher : 9%

2) Lengan masing-masing 9% : 18%

3) Badan depan 18%, badan belakang 18% : 36%

4) Tungkai masing-masing 18% : 36%

5) Genetalia/perineum : 1%

Total : 100%

C. Berat ringannya luka bakar

Untuk mengkaji beratnya luka bakar harus dipertimbangkan beberapa faktor antara lain :

1) Persentasi area (Luasnya) luka bakar pada permukaan tubuh.

2) Kedalaman luka bakar.

3) Anatomi lokasi luka bakar.

4) Umur klien.

5) Riwayat pengobatan yang lalu.

6) Trauma yang menyertai atau bersamaan.

E. Penanganan luka bakar

Langkah-langkah yang dilakukan adalah:

· Pendinginan luka bakar

Begitu terkena api, benda panas atau cairan panas, langsung singkirkan pakaian di sekitar luka bakar.
Lakukan sesegera mungkin jangan sampai benda atau cairan panas itu mengenai pakaian yang lelehannya
bisa jatuh ke kulit.

Lalu tempatkan area yang terbakar di bawah air mengalir yang dingin selama 10 atau 15 menit atau sampai
nyeri reda. Jika hal ini tidak praktis, rendam luka bakar dalam air atau dinginkan dengan kompres dingin.
Kompres luka dengan kain kasa. Jangan gunakan kapas atau bahan lain yang sekiranya bisa menempel di
kulit. Pendinginan luka bakar akan mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa sakit. Namun jangan
taruh es di atas luka bakar. Menempatkan es langsung pada luka bakar dapat menyebabkan tubuh seseorang
menjadi terlalu dingin dan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada luka.

Luka bakar sebaiknya jangan diberi bahan-bahan yang kotor dan sukar larut dalam air seperti mentega,
kecap, putih telur, odol atau bahan yang lengket, karena salah-salah luka bakar akan semakin parah.

· Memakai losion

Setelah luka bakar telah benar-benar dingin, oleskan losion, antara lain yang mengandung aloe vera atau
oleskan pelembab untuk luka bakar guna mencegah kekeringan dan agar Anda lebih nyaman. Untuk luka
bakar akibat sinar matahari, cobalah krim yang mengandung hydrocortisone 1%.

· Membalut luka bakar

Tutup luka bakar dengan perban kasa steril. Jangan gunakan kapas halus atau bahan lain yang membuat
seratnya lengket pada luka. Bungkus kain kasa dengan longgar untuk menghindari tekanan pada kulit
terbakar. Perban dapat mencegah terlalu banyak udara mengenai luka bakar, untuk mengurangi rasa sakit dan
melindungi kulit yang melepuh.
· Minum obat pereda rasa sakit

Obat yang bisa diminum antara lain aspirin, ibuprofen (Advil atau Motrin), naproxen (Aleve) atau
acetaminophen (Tylenol). Jangan memberikan aspirin pada anak di bawah usia 12 tahun.

· Jangan memecah lepuhan atau bula

Lepuhan berisi cairan bisa melindungi kulit dari infeksi. Jika lepuhan pecah, bersihkan setiap hari dengan air
(sabun lembut juga boleh digunakan). Oleskan salep antibiotika. Tetapi jika muncul ruam atau kemerahan,
hentikan penggunaan salep.

· PerhatikanTanda-tandaInfeksi

Luka bakar ringan biasanya sembuh tanpa perawatan lebih lanjut dalam 1-2 minggu. Luka mungkin sembuh
dengan perubahan pigmen, yang berarti daerah yang sembuh warnanya menjadi berbeda dari kulit sehat di
sekitarnya.

Perhatikan tanda-tanda infeksi, seperti nyeri meningkat, kemerahan, demam, bengkak atau berdarah. Jika
infeksi berkembang, cari bantuan medis. Hindari terjadinya luka baru di bekas luka bakar dan hindari
berjemur di bawah sinar matahari jika luka bakar kurang dari satu tahun, karena dapat menyebabkan
perubahan pigmentasi yang lebih luas. Gunakan tabir surya pada daerah tersebut selama setidaknya satu
tahun.
REFERENSI

· Carpenito,J,L. (1999). Rencana Asuhan Dan Dokumentasi Keperawatan. Edisi 2 (terjemahan). Jakarta:
PT EGC.

· Engram, Barbara. (1998). Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. volume 2, (terjemahan).
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

· Marylin E. Doenges. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedoketran EGC.

· Arif Muttaqin dan Kumala Sari. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen. Jakarta:
Salemba Medika.