Anda di halaman 1dari 6

CRITICAL REVIEW JURNAL AKUNTANSI MANAJEMEN

“ Study of Quality Management in Construction Projects ”

Latar Belakang, Landasan Teori, dan Tujuan Penelitian


Penelitian ini mengeksplorasi pratek dasar manajemen mutu, komitmen manajemen
dalam manajemen mutu, dan masalah kualitas pelaksanaan manajemen dalam proyek
konstruksi dalam konteks industri konstruksi Malaysia. Temuan penelitian menunjukkan
bahwa keadaan manajemen mutu dalam proyek konstruksi di Malaysia perlu diperkuat
dan ada masalah dalam kaitannya dengan implementasi manajemen mutu yang
memerlukan perhatian dan penelitian lebih lanjut. Makalah ini memberikan wawasan
tentang keadaan manajemen mutu dalam proyek konstruksi di Malaysia.
Konsep manajemen mutu adalah untuk memastikan upaya dalam mencapai tingkatan
kualitas untuk produk telah terencana dan terorganisir dengan baik. Dari sudut pandang
sebuah perusahaan konstruksi, kualitas manajemen dalam proyek konstruksi berarti
menjaga kualitas pekerjaan konstruksi pada standar yang diperlukan untuk memperoleh
kepuasan pelanggan yang akan membawa pada daya saing dan keberlangsungan hidup
bisnis jangka panjang bagi perusahaan (Tan & Abdul-Rahman, 2005). Manajemen mutu
secara kritis diperlukan oleh sebuah perusahaan konstruksi untuk mempertahankan
kelanjutan posisinya di pasar konstruksi yang sangat menantang dan kompetitif. Harris
dan Mc Caffer (2001) menjelaskan bahwa manajemen mutu harus menyediakan
lingkungan dengan alat, teknik, dan prosedur yang berhubungan dapat digunakan secara
efektif mengarah pada keberhasilan operasional perusahaan. Peran manajemen mutu
untuk sebuah perusahaan konstruksi bukanlah kegiatan yang terisolasi, tetapi saling
terkait dengan semua proses operasional dan manajerial perusahaan.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini meliputi metode, subjek
penelitian, teknik pengumpulan data, dananalisis data yang digunakan, populasi, dan
sampel.

Literatur
Landasan teori atau studi literature atau literature review yang digunakan oleh
penulis, melingkupi penelitian Praktek Manajemen Kualitas, Komitmen Manajemen
dalam Pelaksanaan Manajemen Kualitas, serta Permasalahan dalam Pelaksanaan
Manajemen Kualitas.
a. Praktisi Manajemen Kualitas
b. Komitmen Manajemen dalam Pelaksanaan Manajemen Kualitas

c. Faktor Permasalahan dalam Pelaksanaan Manajemen Kualitas

Hasil dan Pembahasan


Ada beberapa hal penting yang dibahas oleh penulis terkait dengan Manajemen
Kualitas suatu perusahaan konstruksi di antaranya seperti pada bagan di bawah ini:
Hasil analisis Quality Management Tools and Techniques Applied by Construction
Companies

Ada beberapa alat atau teknik yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menerapkan
manajemen kualitas. Dari hasil analisis, diketahui bahwa “Designs of Experiment dan
Inspection” lebih banyak diterapkan dengan persentase sebesar 75%

Hasil analisis State of Leadership and Participation of Top Management in Quality


Management
Peran serta dari manajemen lebih kepada “Mengkomunikasikan pentingnya memenuhi
kebutuhan pelanggan” dengan persentase sebesar 75%

Hasil analisis State of Resources Allocation of Top Management for Quality Management

Dari analisis hasil responden, suatu perusahaan cenderung lebih mencari alokasi sumber
daya yang mengarah pada financial maupun tenaga kerja, dengan masing-masing persentase
sebesar 58 %.

Hasil analisis Quality Management Implementation Problems Encountered by


Construction Companies
Permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan konstruksi dalam menerapkan
manajemen kualitas adalah “masalah dengan pekerjaan sub kontraktor” dengan persentase
sebesar 83%.

Kesimpulan
Beberapa kesimpulan dari hasil penelitian yang diungkapkan oleh penulis di antaranya adalah
a. TQM bukanlah sebuah hal yang umum
b. Pendaftaran ISO lebih digunakan untuk tujuan marketing
c. Implementasi manajemen mutu sangat dirasakan dengan tujuan untuk memenuhi kewajiban
kontrak, bukan untuk memuaskan kebutuhan klien
d. Dalam hal alat dan teknik manajemen mutu, perusahaan konstruksi umumnya menggunakan
metode tradisional seperti eksperimen dan inspeksi.
e. Kepemimpinan dan partisipasi atasan manajemen perusahaan konstruksi dalam manajemen
mutu perlu diperkuat.
f. Alokasi sumber daya keuangan dan manusia untuk tujuan masalah pelaksanaan manajemen
mutu harus lebih ditingkatkan.
g. Sebagian besar masalah pelaksanaan manajemen mutu ditemui di tempat lain yang relevan
dalam konteks lokal dan memerlukan perhatian.

Kekurangan
Ada beberapa kekurangan yang diungkapkan langsung oleh penulis, di antaranya yaitu :
a. Sampel terlalu kecil untuk analisis kuantitatif dengan menggunakan alat statistik.
b. Pengambilan sampel tidak presisi dan tidak terkontrol.
c. Para penulis tidak memiliki kontrol untuk memastikan orang yang paling tepat ditugaskan
oleh setiap perusahaan untuk diwawancarai meskipun mereka telah melakukan yang terbaik.
d. Kemauan responden untuk mengungkapkan kelemahan dalam organisasi masing-masing
tidak pasti.
e. Beberapa responden tidak bisa berkonsentrasi penuh pada saat sesi wawancara, hal ini
menyebabkan wawancara mendalam dimaksudkan tidak dapat sepenuhnya tercapai.