Anda di halaman 1dari 6

ACCOUNTING THEORY AND ACCOUNTING RESEARCH

Proses menginvestigasi disebut dengan riset dan digunakan dalam bidang


akuntansi yang dirujuk sebagai disiplin ilmu. Bagian penting dalam teori akuntansi
adalah diperoleh dari proses riset.
Accounting Research and Scientific Method
Kegunaan sebuah teori adalah berusaha menjelaskan hubungan atau memprediksi suatu
fenomena. Sebuah teori tersebut berisi kesimpulan yang diperoleh dari premis-premis,
yang biasa disebut hipotesis.
Deductive and Inductive Reasoning
Sistem deduktif adalah di mana penalaran logis digunakan untuk
memperoleh satu atau lebih kesimpulan dari premis-premis yang ada. Data empiris
tidak dianalisis dalam sistem deduktif murni. Teori-teori akuntansi dan ekonomi
telah mengembangkan model pendapatan yang berbeda dengan cara penalaran
deduktif. Beberapa pendekatan deduktif pada teori akuntansi telah menggunakan
aksioma formal sebagai premis dari sistem yang mana berbagai aturan akuntansi
dapat diturunkan.
Penalaran induktif adalah metode pengambilan sampel dari suatu populasi,
dan membuat kesimpulan tentang populasi tersebut.
Normative and Descriptive Theories
Di samping klasifikasi deduktif atau induktif, teori juga dapat dikategorikan
sebagai normatif atau deskriptif. Teori normatif menggunakan value judgment
atau memasukkan pertimbangan nilai di mana salah satu premisnya menunjukkan
hal yang harus dilakukan. Biasanya teori normatif menggunakan metode deduktif.
Sebaliknya, teori deskriptif yaitu mencari hubungan yang terjadi antara
variabel. Teori deskriptif biasanya menggunakan metode induktif.

Global and Particularistic Theories


Perbedaan terbesar antara sistem deduktif dan induktif adalah bentuk isi
terkadang lebih global (makro), sedangkan tulisan biasanya bersifat partikularistik
(mikro). Di mana premis sistem deduktif adalah mencangkup keseluruhan, dan
kesimpulannya harus jelas tergambar dari premis-premis tersebut. Dalam konteks
akuntansi, contoh pendekatan global adalah teori-teori yang mendukung salah satu
jenis sistem penilaian untuk semua akun. Pada sistem induktif, karena didasarkan
atas fenomena yang sebenarnya, maka secara realistis fokus hanya pada sebagian
kecil dari lingkungan yang relevan. Dengan kata lain, riset deduktif cenderung
menguji pertanyaan dan masalah dalam definisi yang agak sempit.
Complementary Nature of Deductive and Inductive Methods
Menggolongkan jenis metode ke dalam deduktif dan induktif pada riset
merupakan konsep yang baik untuk tujuan pengajaran. Walaupun sering kali tidak
diaplikasikan dalam prakteknya. Metode deduktif dan induktif dalam riset bersifat
saling melengkapi dan sering kali digunakan secara bersamaan. Menurut
Hakansson, metode induktif dapat digunakan untuk menilai kebenaran premis
dalam metode deduktif. Mengubah premis sudah pasti dapat mengubah pola pikir
kesimpulan. Proses riset tidak selalu memakai pola yang sama persis. Terkadang
periset justru bekerja dengan arah yang berlawanan. Dimulai dari melihat
kesimpulan riset terdahulu, kemudian mengembangkan hipotesis yang sesuai
dengan data yang diperoleh, dan dilanjutkan dengan menguji hipotesis yang telah
dirumuskan. Metode induktif mampu memberikan titik terang pada fenomena dan
hubungan yang terjadi di dunia bisnis dalam riset akuntansi. Riset dengan metode
induktif berguna dalam proses pembuatan kebijakan, dimana metode deduktif
membantu untuk menentukan aturan yang akan ditetapkan. Oleh sebab itu, metode
induktif dan deduktif dapat diterapkan secara bersama-sama.
Is Accounting an Art or Science?
Pertanyaan tentang apakah Akuntansi termasuk seni atau ilmu pengetahuan masih
banyak muncul dipermukaan. Tahun 1940-an seorang penulis berpendapat bahwa
Akuntansi tergolong ilmu pengetahuan. Namun, ia tidak menyatakan kriteria-kriteria
2

yang jelas tentang bagaimana Akuntansi bisa tergolong dalam ilmu pengetahuan. Ia
hanya mengungkapkan penilaiannya secara pribadi. Tidak lama kemudian penulis
lainnya berpendapat bahwa Akuntansi lebih condong digolongkan sebagai seni. Ia
memandang Akuntansi sebagai practical art. Sama seperti penulis sebelumnya, ia tidak
mengungkapkan krietria-kriteria yang spesifik yang dapat membedakan seni dan ilmu
pengetahuan.
Dalam sebuah artikel, Sterling mencoba untuk memerjelas posisi akuntansi yang
lebih dekat dengan ilmu pengetahuan. Ia berpendapat seni lebih menitikberatkan pada
interpretasi dari masing-masing praktisi secara individu. Setiap praktisi bisa melihat
seni dengan cara yang berbeda tergantung sundung pandang mereka masing-masing.
Sedangkan ilmu pengetahuan memerlukan persetujuan yang relatif besar (menyeluruh)
dari para praktisi mengenai fenomena yang telah diobservasi dan dipertimbangkan
dengan baik. Namun, para scientist tidak selalu memiliki ukuran dan interpretasi yang
seragam tentang apa yang mereka ukur. Sejalan dengan ini, dapat dikatakan bahwa
sesuai dengan pendapat Sterling, Akuntansi memiliki potensi sebagai ilmu pengetahuan.
Akuntansi lebih banyak menaruh perhatian pada perilaku manusia, dimana dalam hal
pengukuran akan lebih sulit untuk dikontrol dibandingkan dengan fenomena fisika pada
Ilmu Pengetahuan alam. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa Akuntansi sejalan dengan
Ilmu Ekonomi dan social sciences lainnya, memiliki pengukuran dan prediksi yang
tidak sama persis dengan Ilmu Pengetahuan Alam.
Directions in Acounting Research
The Decision Model Approach
Pendekatan decision-model digunakan untuk mencari tahu informasi yang
diperlukan untuk pengambilan keputusan. Pendekatan ini tidak menanyakan
tentang informasi apa yang diinginkan pengguna, tetapi lebih terfokus pada
informasi seperti apa yang berguna untuk pembuatan keputusan khusus. Orientasi
dari pendekatan ini adalah normatif dan deduktif. Riset yang menggunakan model
ini dalam pembuatan premisnya, harus mengajarkan para pengguna informasi
bagaimana memakai informasi yang disediakan jika mereka tidak familiar dengan
informasi tersebut. Dua keputusan utama yang tercakup dalam pendekatan

decision-model adalah memungkinkan pengguna untuk memiliki prediksi yang


lebih baik tentang arus kas dan menganalisis efektifitas serta efisiensi manajemen.
Capital Markets Research
Sebagian besar penelitian empiris (induktif) menunjukkan bahwa sekuritas
public bereaksi dengan cepat dalam menerima informasi baru. Maka, harga pasar
diasumsikan mencerminkan semua informasi yang tersedia untuk umum. Dalam
proporsi ini, yang prinsipnya terutama berasal dari disiplin keuangan, yang dikenal
sebagai hipotesis efisien pasar. Di samping itu, pengembalian dari suatu sekuritas
merupakan fungsi dari risiko: fluktuasi dalam pengambalian sekuritas relative
terhadap fluktuasi seluruh pasar sekuritas. Pandangan ini menyebabkan
peningkatan yang sangat signifikan dalam penekanannya sejak keragaman
investasi portofolio daripada berupaya untuk mengalahkan pasar dalam pasar
sekuritas individu.
Behavioral Research
Perhatian utama dalam penelitian perilaku adalah tentang bagaimana
pengguna informasi akuntansi membuat keputusan dan informasi apa yang mereka
butuhkan. Menyadari bahwa pendekatan ini adalah deskriptif, sedangkan
pendekatan dalam pengambilan model adalah normatif. Sebagian besar dalam
penelitian ini menggunakan subjek laboratorium dalam situasi percobaan yang
dikendalikan dengan hati-hati. Suku bunga tahunan pada pengembalian yang
sebenarnya ditentukan sebagai berikut:

Dimana:
n

= panjang dari periode penyelenggaraan dalam suatu tahun

= dividen yang diterima selama periode penyelenggaraan

= nilai pasar saham pada awal periode penyelenggaraan

= perubahan nilai pasar saham selama periode penyelenggaraan

Banyak penelitian telah menunjukkan perbedaan antara model keputusan normatif


dan proses pengambilan keputusan pengguna yang sebenarnya. Intinya adalah
teori keagenan bukan tentang benar atau salah; teori seperti teori keagenan
dan pandangan koalisi keduanya deskripsi parsial kerja dan hubungan perusahaan
dan peserta penyusunnya. Berbagai macam teori yang bersaing dan sudut pandang
akan membawa pengetahuan penting untuk akuntan, auditor, pengguna dan
pembuat standar.
Information Economics
Penelitian ekonomi informasi biasanya bersifat analitis/ deduktif. Kecuali,
akuntansi laporan arus kas, model alternative akuntansi biaya masa lalu, prima
facie, nampaknya membebankan biaya produksi informasi tambahan pada
perusahaan. Inti dari argument yang mengatasnamakan akuntansi bersandar pada
premis bahwa (1) melaporkan laba dibawah akuntansi akrual akan menyampaikan
informasi lebih banyak daripada arus kas yang kurang ambisius dalam orientasi
terhadap sistem akuntansi, (2) akuntansi akrual adalah yang paling cara yang
efisien untuk menyampaikan informasi tambahan, dan sebagai akibatnya, (3)
"nilai" dari sistem informasi tambahan seperti melebihi biaya-nya. Tujuan dari
analisis teori informasi adalah untuk menentukan bagaimana mengoptimalkan
perjanjian kerjasama yang insetif dan pembagian risiko dapat dinegosiasikan.
Critical Accounting
Akuntansi kritis adalah cabang akuntansi yang memandang akuntansi
memiliki peran penting dalam mengadili konflik antara perusahaan dan konstituen
social seperti tenaga kerja, konsumen dan masyarakat umum. Sehingga langsung
berkaitan dengan peran social akuntan yang aktif. Akuntansi kritis merupakan
penggabungan dari dua akuntansi lainnya yang dikembangkan tahun 1960an yaitu
akuntansi kepentingan umum dan akuntansi social. Akuntansi kepentingan umum
peduli untuk melakukan pro bono (gratis) pekerjaan pajak dan dalam hal
penasihat keuangan untuk individu, kelompok, dan untuk usaha kecil yang tidak
mampu membayar untuk layanan ini. Akuntansi social tegolong upaya untuk

mengukur dan membawa ke laporan laba rugi perusahaan untuk biaya


eksternalitas seperti polusi, yang merupakan kerugian kepada masyarakat tetapi
tanpa biaya kepada pihak yang menghasut (setidaknya sampai diberlakukannya
standar polusi udara dan air).
Peneliti akuntansi kritis, bagaimanapun, percaya bahwa dalam melihat dan
menyelidiki realitas, mereka juga membantu untuk membentuk realitas itu. Kita
menafsirkan realitas kita sendiri dan tidak bisa tetap netral bahwa akuntan kritis
percaya bahwa akuntan harus lebih kuat menekankan upaya untuk memecahkan
masalah sosial yang luas.
A Scientific Revolution in Accounting?
Beberapa telah memperkirakan revolusi ilmiah dalam akuntansi karena
ketidakpuasan dengan paradigma yang ada. paradigma adalah masalah berbagi
pandangan pemecahan antara anggota suatu ilmu atau disiplin. dalam akuntansi,
paradigma bersama telah biaya masa lalu, yang didasarkan pada konsep realisasi dan
pencocokan dan prinsip penting lainnya, seperti konservatisme, going concern, entitas
akuntansi, dan jangka waktu.