Anda di halaman 1dari 5

Critical Review

Capital Markets Research In Accounting


by S. P. Kothari
Journal of Accounting and Economics 31 (2001) 105231

Jurnal yang dibuat oleh Kothari berisi tentang penelitian yang menyangkut
hubungan antara pasar modal dengan laporan keuangan. Kothari menggunakan
kerangka dasar ekonomi yaitu permintaan dan penawaran sebagai variabel dalam
penelitian akuntansi pasar modal. Kothari melihat perkembangan pasar modal dalam
bidang akuntansi dari beberapa dekade dan memberikan kontribusi yang baik bagi
perkembangan dan kebutuhan informasi dari pasar modal yang dapat digunakan
untuk memberikan kemudahan bagi pelaku dan peneliti pasar modal.

Menurut Kothari permintaan utama pada penelitian pasar modal dalam


akuntansi adalah analisis fundamental dan penilaian, menilai efisiensi pasar, dan
peran laporan akuntansi dan proses politik. Saat ini topik yang menarik untuk diteliti
adalah pengujian efisiensi pasar sehubungan dengan informasi akuntansi, analisis
mendasar, serta nilai kesesuaian dari pelaporan keuangan.

Setidaknya ada empat sumber permintaan yang berkaitan dengan peran


informasi akuntansi di pasar modal yang diantaranya adalah:
1. Analisis fundamental dan penilaian (Fundamental Analysis and Valuation ).
Analisis fundamental yang dimaksud dalam penelitian ini menyangkut tentang
penilaian dan pengidentifikasian kesalahan harga dari surat berharga/sekuritas.
Analisis fundamental menggunakan data yang berasal dari keuangan perusahaan,
misalnya laba, dividen yang dibayar, penjualan dan lain-lain, dimana analisis ini
membandingan nilai instrinsik saham dengan harga pasarnya guna menentukan
apakah harga pasar saham telah benar mencerminkan nilai instrinsiknya.
Penelitian tentang penilaian dan analisa fundamental yang diulas oleh Kothari
meliputi penilaian model, sebagaimana yang dibahas dalam penelitian Fama dan
Miller (1972, Bab2), Beaver dkk (1980), Christie (1987), Kormendi dan Lipe (1987),
Kothari dan Zimmerman (1995), Ohlson (1995), dan Feltham dan Ohlson (1995).
Selain itu Kothari juga memeriksa aplikasi empiris terbaru dari model penilaian
seperti Dechow et al (1999) dan Frankel dan Lee (1998). Dan akhirnya, kothari
membahas studi yang menggunakan dasar analisis untuk memprediksi laba dan
return saham di masa depan (yakni tes efisiensi pasar). Contohnya Ou dan Penman
(1989 a,b), Stober (1992), Lev dan Thiagarajan (1993), Abarbanell dan Bushee
(1997, 1998), dan Piotroski (2000).
2. Pengujian pasar efisien (Test of Capital Market Efficiency).
Fama (1970, 1991) mendefinisikan pasar efisien (efficient market) sebagai
sebuah keadaan dimana harga-harga saham (securities price) dapat merefleksikan
semua informasi yang tersedia di pasar. Hal yang menjadi perhatian oleh para
investor, manajer perusahaan, dan badan penyusun standar adalah apakah pasar
memang benar-benar efisien (market are informationally efficient). Ketertarikan
tersebut ditambah dengan fakta bahwa harga saham juga menentukan alokasi
kekayaan diantara perusahaan-perusahaan (firms) dan individu-individu yang ada
dalam pasar modal.
Dari Literatur, dapat ditarik kesimpulan tentang efisiensi pasar dari dua jenis
tes: studi jangka panjang dan jangka pendek serta tes cross-section terkait perkiraan
pengembalian atau penyimpangan literatur. Sebagian besar literatur, termasuk
literatur penyimpangan pasca-pengumuman laba (Misalnya Ball dan Brown, 1968;
Foster et al, 1984;. Bernard dan Thomas, 1989, 1990; Ball dan Bartov, 1996; Kraft,
1999); efisiensi pasar sehubungan dengan metode akuntansi dan metode
perubahan fungsional dan penelitian tentang fiksasi (misalnya, Bola, 1972; Kaplan
dan Roll, 1972; Dharan dan Lev, 1993; Tangan, 1990; Ball dan Kothari, 1991); dan
manajemen akrual dan analisis perkiraan jangka panjang terkait penawaran saham
perdana dan saham yang sudah lama (misalnya, Teoh et al, 1998a, b;. Dechow et al,
1999;. Kothari et al, 1999b.).
Tes Cross-sectional memprediksi pengembalian, atau penyimpangan
literatur, dan memeriksa apakah pengembalian menggunakan aturan perdagangan
tertentu dengan model pengembalian yang diharapkan seperti aturan perdagangan
CAPM. Contoh penelitian dengan tes univariat adalah kesalahan harga pasar,
dengan indikator pendapatan dan arus kas. (misalnya, Basu, 1977, 1983;
Lakonishok et al, 1994), akuntansi akrual (misalnya, Sloan, 1996;. Xie, 1997; Collins
dan Hribar, 2000a, b), dan perkiraan analis (misalnya, Laporta, 1996;. Dechow dan
Sloan, 1997).
3. Peran akuntansi dalam kontrak-kontrak dan dalam proses politik ( Accounting
Role In Contracts and Political Process).
Teori akuntansi positif (lihat Watts dan Zimmerman, 1986) memprediksi
bahwa penggunaan angka akuntansi dalam kompensasi dan kontrak hutang dalam
proses politik mempengaruhi keputusan akuntansi suatu perusahaan. Jadi untuk
melihat peran akuntansi dalam kontrak dan proses politik Kothari melakukan
pendekatan metodologi dari penelitian pasar modal terkait dengan teori akuntansi
positif.
Penulis melakukan review atas penelitian akuntansi positif seperti yang
dilakukan oleh Komerdi dan Lipe (1987), Easton dan Zmijewski (1989), Collin dan
Kothari (1989) yang meneliti tentang earning response coefficient. Selain itu peneliti
juga melakukan review terhadap penelitian yang membahas tentang properties of
time series management and analyst forecast earnings yang dilakukan oleh Ball dan
Watts (1972), Foster (1977), Brown dan Rozeff (1978), Patell (1976), Penman
(1980), Waymire (1984) dan penelitian yang mebahas mengenai statistical
inferences seperti yang dilakukan oleh Collin dan Dent (1984), Bernard (1987) dan
penelitian tentang model kebijakan akrual (discretionary accrual models) seperti
Healy (1985), Jones (1991), Dechow et al (1995), Guay et al (1996).
4. Peraturan pengungkapan (Disclosure Regulation).
Pengungkapan peraturan dalam penelitian ini adalah pengungkapan sebuah
standar yang di buat oleh FASB yang mengatur tentang pengungkapan informasi
keuangan oleh perusahaan-perusahaan publik dengan tujuan melayani serta
melindungi para pelaku dalam pasar modal dalam hal penyajian informasi.
Houtsen danWatts (2001) melakukan review dan analisis yang berkaitan
dengan isu seputar peraturan pengungkapan. Penulis kemudian melakukan
pengulangan dengan melakukan review atas hasil penelitian tersebut secara detail.

Pembahasan utama dari penelitian Ball dan Brown (1968) terkait penelitian
pasar modal dalam bidang akuntansi, terkait teori ekonomi positif yang
diperjuangkan oleh Milton Friedman, hipotesis efisien pasar oleh Fama, desain
penelitian studi kasus oleh Fama dkk(1969). Kesimpulan penting yang dapat diambil
adalah bahwa upaya secara terus menerus untuk tetap berada pada bidang di luar
akuntansi akan meningkatkan kemungkinan suksesnya penelitian, akan berdampak
tinggi.
Topik yang meliputi penelitian metodologi (misalnya, pendapatan koefisien
respon, time series dan perkiraan analis, dan model akrual diskresioner); penelitian
memeriksa ukuran kinerja alternatif, penilaian dan penelitian analisis fundamental,
dan akhirnya, penelitian akuntansi pada tes efisiensi pasar. Bidang penelitian yang
paling diminati saat ini adalah penelitian tentang akrual diskresioner, pengaruh
insentif analis properti pada perkiraan mereka, penilaian dan analisa fundamental,
dan tes efisiensi pasar. Kebangkitan kepentingan dalam analisis fundamental
berakar pada bukti yang menunjukkan informasi pasar modal mungkin tidak efisien
dan bahwa harga mungkin dalam waktu bertahun-tahun sebelum mereka secara
penuh merefleksikan informasi yang tersedia. Bukti ketidakefisienan pasar untuk
analisa fundamental telah memicu lonjakan efisiensi penelitian pengujian pasar.
Penelitian untuk kepentingan akademisi, investor, dan regulator pasar keuangan dan
penyusun standar.
PERTANYAAN
1. Dalam artikel terdapat sebuah pernyataan dimana laba kuartal lebih infromatif
daripada laba tahunan, kenapa demikian?
2. Pada bagian summary terdapat kalimat bahwa Kesimpulan penting yang
dapat diambil adalah bahwa upaya secara terus menerus untuk tetap berada
pada bidang di luar akuntansi akan meningkatkan kemungkinan suksesnya
penelitian, akan berdampak tinggi. Jelaskan maksud dari pernyataan ini!

3. Fokus utama dan yang paling penting dalam analisis fundamental berkaitan
dengan penilaian mispriced securities. Kenapa demikian?